Polres Prabumulih Gelar Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila

PRABUMULIH - Polres Prabumulih Polda Sumatera Selatan menggelar Upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tangal 1 Juni 2018, Jumat (1/6/2018).

Dalam kesempatan ini bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K ., M.H dengan peserta Para Kabag/Kasat/Kasi dan Kapolsek jajaran serta seluruh anggota Polri dan ASN Polres Prabumulih.

Dalam amanatnya, Kapolres Prabumulih membacakan amanat Presiden RI diantaranya berisi selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam amanat juga disebutkan peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi. Hal tersebut dikarenakan Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games.

“Saya yakin semangat berprestasi itu tertanam kuat di dada para atlet kita untuk mengibarkan bendera merah putih di Asian Games dan Asian Para-games yang diselenggarakan tahun ini. Saya yakin semangat berprestasi ini juga membara di seluruh lapisan masyarakat dan di seluruh jenis profesi untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara maju, negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,”sambutnya.

Lanjutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan mulia pada founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.

Negara manapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bhineka dan majemuk. Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidak-gotongroyongan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para founding father atas warisan luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang kita nikmati saat ini. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Diakhir amanat, Saya ingin mengajak para ulama dan tokoh agama, para guru dan ustad, para politisi dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI dan Polri, para pekerja dan pelaku ekonomi, serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita. Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju Negara maju dan jaya. (sn01/bio)
Share:

Sebentar Lagi ADD PALI Cair



Foto:: A. Gani Akhmad, Kepala DPMD PALI

PALI-- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PALI bakal menyalurkan Alokasi Dana Desa (ADD) pada 4 Juni mendatang.

Kabar tersebut diutarakan langsung kepala DPMD PALI, A. Gani Akhmad. Dikatakannya bahwa penyaluran ADD tahun 2018 yang bakal diterima seluruh desa baik itu desa definitif maupun desa persiapan akan secara otomatis masuk ke rekening desa masing-masing.

"Besarannya terdiri dari 4 bulan gaji kepala desa dan perangkatnya, serta operasional sebesar 60 persen," ujar A. Gani, Selasa (29/5).

Saat ini diakui A. Gani bahwa desa-desa penerima ADD tengah mengurus pemberkasan dan sebagian sudah siap dan telah melengkapi administrasinya.

"Dibalik itu ada beberapa desa yang belum mengurus administrasi, seperti SPJ dan RKA serta rekomendasi dari kecamatan. Apabila sampai tanggal 2 Juni atau 3 Juni belum melengkapi, maka jangan kecil hati, apabila penyaluran ADD ke desanya tertunda," tandasnya.

Karena, untuk penyaluran ADD pada 4 Juni mendatang telah disampaikan kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten PALI, dengan jumlah 66 desa definitif ditambah 26 desa persiapan.

Dan setelah ADD disalurkan serta diterima, diharapkan A. Gani untuk dipergunakan sesuai peruntukan. "Gaji untuk kepala desa dan perangkatnya silahkan bagikan, sementara untuk operasional digunakan sesuai RKA," harapnya. (red)
Share:

Mau Lebaran Banyak Sopir Angbara Libur, Kenapa?

PALI-- Merasa prustasi karena sering mengalami hambatan, ratusan supir angkutan batubara yang membawa emas hitam dari tambang barubara di Kabupaten Lahat untuk kemudian dibongkar di pelabuhan yang ada di Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memilih libur sementara karena apabila memaksa untuk beroperasi, yang didapat bukannya untung, malah uang makan yang menjadi andalan para sopir habis untuk biaya makan selama diperjalanan.

Padahal, pilihan itu ibarat makan buah simalakama, karena kalau keadaan seperti itu terus berlangsung, akan menyulitkan ekonomi keluarga bagi si sopir bersangkutan, terlebih tidak berapa lama lagi, lebaran segera tiba, yang tentunya membutuhkan pengeluaran tidak sedikit.

Hambatan yang dialami angkutan batubara, diakui beberapa supir diakibatkan miskomunikasi antara PT Bukit Siguntang Lestari (BSL) dan pengusaha transportir, imbasnya para sopir jadi korbannya.

"Kalau tidak ada surat jalan dari PT BSL, kami tidak boleh bongkar, jadinya kami terhambat bahkan disuruh mutar arah," ungkap Indra, salahsatu sopir angkutan batubara.

Diakuinya, tak sedikit para sopir membongkar muatannya didepan warung makan karena kehabisan uang jalan.

"Siapa tahan kalau harus memarkirkan mobil penuh muatan berhari-hari didepan rumah makan. Karena kami harus menunggu mobil itu, serta kami butuh makan. Makanya banyak yang tidak tahan dan terpaksa menumpahkan batubara didepan rumah makan yang tak jauh dari lokasi penyetopan," terangnya.

Sementara itu, Supran, salahsatu pengusaha transportir menjelaskan duduk permasalahan tersedatnya angkutan batubara dikarenakan pihak BSL meminta secara sepihak kenaikan kontrak yang telah disepakati.

"Didalam kontrak telah disepakati bahwa transportir harus membayar Rp 2.500/ton kepada pihak PT BSL, tetapi baru berjalan tiga minggu kontrak itu, pihak BSL meminta Rp 6.000/ton tanpa ada musyawarah terlebihdahulu. Padahal didalam kontrak masa berlakunya sampai 31 Desember 2018," jelas Supran.

Akibatnya, sudah 10 hari ini, armadanya tidak beroperasi, dan saat ini, dirinya bersama pengusaha transportir lainnya yang keberatan dengan adanya permintaan sepihak tengah melakukan komimunikasi dengan pihak BSL.

"Kalau kami turuti, terus terang kami keberatan, sebab, terlalu besar kenaikan yang diminta pihak BSL. Namun, kami saat ini masih berkomunikasi dengan pihak BSL untuk mencari jalan keluarnya agar operasional bisa berjalan kembali. Karena kasihan para supir yang tidak bekerja, sementara akan menghadapi lebaran," tukasnya.

Sebelumnya, Robot perwakilan dari PT BSL saat dihubungi sejumlah media mengaku tidak tahu menahu soal penyetopan ratusan angkutan batubara yang menuju dermaga di Desa Prambatan kabupaten PALI.

Bahkan dari ujung telpon, dirinya mengaku sedang sibuk dan menyuruh awak media untuk mengkonfirmasi kepada anak buahnya. "Saya tidak tahu, cari saja orang saya pak, saya lagi sibuk," singkatnya.(red)
Share:

Buka Puasa Bersama, Ini Pesan Ketua DPW PKS Sumsel..

PALI--Kokohkan barisan serta pererat tali silaturrahmi antar kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan masyarakat sekitar, DPD PKS Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan kegiatan buka puasa bersama di sekretariat DPD PKS, jalan Pahlawan Kelurahan Talang Ubi Selatan, Selasa (29/5).

Selain sejumlah kader PKS dari PALI, tampak hadir juga dari pengurus DPW PKS provinsi Sumatera Selatan.

"Kegiatan ini rutin setiap tahun dilakukan PKS PALI, jadi bukan hanya jelang Pilgub ataupun Pemilu saja kita lakukan kegiatan ini," ucap Kuyung Rizal, ketua DPD PKS PALI.

Sementara Muhammad Toha, ketua DPW PKS Sumsel mengatakan bahwa PKS selalu eksis berada ditengah-tengah masyarakat.


Dirinya tidak ingin setelah Pemilu, PKS dan kadernya menghilang. Untuk itu, PKS selalu memelihara kegiatan-kegiatan yang sifatnya langsung berbaur dengan masyarakat.

"Kita pupuk kegiatan seperti ini, terlebih kegiatan ini ada di bulan barokah," ujarnya.

Selain itu, Ustadz Toha mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama juga sebagai upaya PKS menyatukan pemikiran terhadap kader-kadernya terlebih yang akan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.

"Jangan sampai setelah terpilih menghilang, atau lupa dengan masyarakat yang telah menghantarkannya menjadi anggota Dewan. Hal seperti itulah yang harus di hindari, dan kami tekankan teruslah berbuat demi umat agar PKS tetap berada di hati masyarakat,serta sering-seringlah terjun ketengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan keluhannya," jelasnya.

Selain menyampaikan pesan terhadap para kader PKS yang hadir, Ustadz Toha juga memaparkan keistimewaan bulan suci Ramadhan dihadapan masyarakat sekitar yang hadir sembari menunggu waktu berbuka. (red)
Share:

SKK Migas, Medco E&P Dan Insan Media Santuni Panti Asuhan



foto: SKK Migas dan Medco E&P serahkan santunan di Panti Asuhan Jaya Murni ,Pendopo Kabupaten PALI (28/5)

 

PALI – Sebagai bentuk kepedulian Perusahaan dan wartawan terhadap masyarakat sekitar yang telah mendukung operasi Perusahaan, SKK Migas perwakilan Sumbagsel, Medco E&P Indonesia (Medco E&P), dan wartawan di Sumatera Selatan melakukan pemberian santunan kepada panti-panti asuhan di sekitar wilayah operasi. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 28-31 Mei 2018.

Dalam kunjungan ke panti-panti asuhan di kabupaten PALI, Lubuk Linggau, Musi Banyuasin dan Palembang, SKK Migas Sumbagsel bersama Medco E&P dan wartawan menyerahkan santunan, perlengkapan solat dan paket sembako pada lebih kurang 300 anak-anak yatim. Selain pemberian santunan, kegiatan juga diisi dengan berbuka puasa bersama para penghuni panti asuhan.

Adapun panti asuhan yang dikunjungi adalah Panti Asuhan Jaya Murni di PALI, Panti Asuhan Masyithoh di Lubuk Linggau, Panti Asuhan At-Taqwa di Musi Banyuasin dan Panti Asuhan Mahabbatul Ummi di Kota Palembang.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud syukur dan bentuk kepedulian SKK Migas selaku pengawas kegiatan di lingkungan industri migas. Medco E&P sebagai kontraktor hulu migas atas dukungan masyarakat terhadap keberadaan Perusahaan selama ini. Semoga, SKK Migas Sumbagsel dan Medco E&P dapat memberikan dharma baktinya yang lebih baik lagi kepada bangsa dan negara, khususnya seluruh wilayah kabupaten di mana Medco E&P beroperasi sebagai penyedia energi," ujar Senior Manager of Relations Medco E&P Drajat Iman Panjawi. (***)
Share:

Warga Ngeluh, Pihak Perusahaan Janji Tidak Lama Lagi Diperbaiki

PALI-- Lagi-lagi masyarakat pengguna jalan poros Simpang Raja-Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tepatnya dilintasan jalan yang dilalui armada pengangkut kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP) yang mengalami kerusakan dibeberapa titik, mempersoalkan pihak perusahaan terkesan lamban dan lalai dalam memperbaiki jalan tersebut.

Sebab, sudah beberapa bulan terakhir ini, jalan yang sudah di cor beton oleh Pemerintah Kabupaten PALI hancur dibeberapa titik di ruas jalan itu. Akibatnya, selain menimbulkan debu tebal kala cuaca panas dan menjadikan lumpur saat turun hujan juga menghambat aktivitas warga khususnya pengguna jalan yang setiap hari lalulalang di jalan tersebut.

"Akibat cor beton yang banyak hancur, mobil kami sering nyangkut dan mengalami kerusakan dibagian bawahnya. Padahal saat melintas, kami sudah ektra hati-hati ketika melewati jalan yang rusak," Ungkap Suwandi, salahsatu pengendara mobil kepada media ini, Kamis (24/5).

Dikatakannya bahwa perusahaan hanya memperbaiki dengan cara menimbun tanah disekitar jalan rusak, yang tentunya kekuatan serta ketahananya tidak bertahan lama.

"Katanya perusahaan akan memperbaiki dengan melakukan pengecoran ulang, tetapi kenyataan dilapangan hanya menimbun dengan tanah. Hal itu malah menambah banyak masalah, karena jalan akan cepat kembali rusak ketika dilalui armada pengangkut kayu yang berkapasitas lebih dari 10 ton, dan menimbulkan debu tebal saat berlintasan dengan armada tersebut," tukasnya.

Keluhan sama diutarakan Ujang, salahsatu petani karet yang menyesalkan pihak PT MHP yang seolah tutup mata terhadap persoalan tersebut.

"Kalau dibiarkan terus, jalan ini akan kembali ke jaman sebelum PALI mekar. Untuk itu, tolong petinggi MHP turun ke lapangan, dan segeralah perbaiki sebelum jalan ini hancur dan sebelum menyulut emosi warga yang berakibat menimbulkan aksi unjuk rasa bahkan lebih dari itu," tandasnya.

Sementara Obby, Humas PT MHP menjawab keluhan warga pengguna jalan tersebut agar bersabar. Sebab dalam waktu dekat ini pihak PT MHP akan segera memperbaiki.

"Kemungkinan di bulan depan pelaksanaan perbaikan jalan akan dimulai," terangnya. (red)
Share:

Kementerian PPPA RI Datangi PALI

PALI--Untuk menekan Prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya kekerasan dalam rumah tangga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui beberapa staffnya mendatangi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk lakukan sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sejak dini bagi komunitas muda mudi di gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo, Kamis (24/5).

Kementerian PPPA menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI untuk mengajak komunitas muda mudi di Bumi Serepat Serasan agar menghindari KDRT dalam bentuk apapun.

Kabid Penanganan KDRT Kementerian PPPA RI, Nuranah S.Sos MM, mengatakan bahwa KDRT merupakan kejadian yang merusak sendi-sendi utama ketahanan keluarga dengan korban terbanyak adalah perempuan dan anak.

"Dampak KDRT selain mengancam keberlanjutan kehidupan rumah tangga juga berpengaruh negatif terhadap siklus kehidupan dan tumbuh kembang anak dalam rumah tangga tersebut," ungkap Nuranah.

Ditambahkan Nuranah bahwa penanganan kasus KDRT merupakan tindakan perlindungan perempuan dan anak sebagai kelompok rentan yang diperintahkan oleh Undang-undang P-KDRT.

"Pelayanan penanganan kasus KDRT dapat menurunkan angka prevalensi korban KDRT. Pencegahan dan pengenalan potensi KDRT sejak dini perlu diarahkan menyeluruh dan fundamental," tambahnya.

Atas dasar itu, dikatakan Nuranah bahwa Deputi bidang perlindungan hak perempuan memandang perlu untuk melaksanakan sosialisasi KDRT sejak dini.

"Pencegahan KDRT harus menyentuh semua fase dimana kehidupan berkeluarga dan pembangunan rumah tangga akan dimulai. Tujuannya memberi informasi kepada komunitas muda tentang potensi dan dampak KDRT terhadap kelangsungan hidup rumah tangga," paparnya.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri Plt Sekda PALI Sahron Nazil dan sejumlah kepala OPD dalam lingkungan Pemkab PALI.

Saat menyampaikan sambutan, Plt Sekda PALI membacakan pesan dari Bupati PALI tentang pentingnya menjaga keluarga agar terhindar dari kasus KDRT.

"Harus mampu menjaga komunikasi yang baik antara suami, istri dan anak-anak, orang tua wajib mendidik anak-anaknya sejak dini, menanamkan nilai agama, serta mengedepankan dialog ketika menyelesaikan masalah, hal itulah yang mampu menangkal terjadinya KDRT," terang Sahron.

Ditempat sama, Dra Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA menyebutkan bahwa peserta terdiri dari unsur komunitas muda mudi diantaranya mahasiswa dan pelajar.

Yenni juga menyebutkan di Kabupaten PALI untuk tahun 2017 ada dua kasus yang dilayani. "Satu kasus KDRT dan satu kasus kekerasan seksual terhadap anak. Semua kasus kita tindaklanjuti, diantaranya dengan melakukan pendampingan terhadap korban dan memberikan layanan psikolog," jelasnya.

Selain dari Kabid KDRT Kementerian PPPA RI yang menyampaikan paparan tentang bagaimana menghindari KDRT, sosialisasi itu juga diisi narasumber dari  Kabid Pencegahan KDRT Kementerian PPPA RI, Drs Aresi Arminuks Mono dan ketua Forum Pencegahan KDRT. Dra Kurniatin Koswara.(red)
Share:

Ratusan Sopir Angbara Mengeluh, Ini Penyebabnya..

foto: puluhan angbara tersendat di jalan khusus batubara di Simpang tiga Desa Prambatan

 

PALI-- Mobilisasi angkutan batubara dari tambangnya yang berada di Kabupaten Lahat menuju pelabuhan batubara Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) rupanya sudah dua hari belakangan ini mengalami hambatan, pasalnya dibeberapa titik terjadi pemeriksaan kelengkapan surat jalan.

 

Menurut informasi dari beberapa supir angkutan batubara, pemeriksaan kelengkapan surat jalan dilakukan oleh dari beberapa orang yang mengaku dari pihak PT Bukit Siguntang Lestari (BSL).

Saat pemeriksaan kelengkapan surat jalan dari PT BSL, rupanya tidak hanya melakukan pemeriksaan saja, tetapi juga tak sedikit angkutan batubara yang telah sarat muatan disuruh putar balik karena tidak mengantongi surat jalan dari perusahaan tersebut, mengakibatkan di jalur angkutan batubara tersendat.

 

Keadaan ini tentunya membuat para sopir kebingungan, sebab kebanyakan dari mereka mengaku selama ini tidak ada kendala baik ditambang, ketika dijalan sampai bongkar di pelabuhan.

Indra (29) salah satu sopir angbara yang dijumpai di lapangan tepatnya di simpang LLAJ Desa Prambatan mengaku bahwa dirinya sudah dua hari dua malam berada di jalan. Karena, diakuinya kemarin (Selasa, 22/5) malam mobil yang dikendarainya dan ratusan mobil angbara yang lain tidak bisa bongkar muatan di dermaga batubara karena dihadang beberapa orang yang mengaku dari  PT BSL.

"Baru besoknya (Rabu, 23/5) aku bongkar muatan di dermaga. Tapi setelah itu, aku tidak disuruh muat lagi pak," ungkapnya.

Akibatnya, dirinya kini hanya mengantongi uang Rp 1.000,- lantaran sudah habis selama dia berada di jalan dan makan di warung tempat dirinya kini berada. "Sudah habis duit jalannya pak, karena sudah dua hari dua malam kami di jalan," ungkap bapak anak satu ini.

Tidak hanya Indra, Somad (27) salah satu sopir angbara asal Kabupaten Muara Enim pun terpaksa harus menunda dirinya pulang cepat ke rumah, karena ketika hendak dibongkar muatan mobilnya tiba-tiba di simpang LLAJ Desa Prambatan distop oleh orang yang sama dengan kasus yang sama juga.

"Tadi kami disuruh putar balik, karena kami tidak bawa surat dari PT BSL. Kami disuruh menghubungi pihak transportir dan biar pihak transportir yang komunikasi dengan mereka," ungkapnya, Rabu (23/5) malam.

Dirinya kini hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti itu. "Harus bagaimana lagi pak, kami cuma nurut saja. Cuma sekarang biaya operasional kami jadi bertambah karena terhadang mau bongkar muatan. Sementara anak istri kami nunggu di rumah. Kalau seperti ini terus, bagaimana kami mau hidupi keluarga, apalagi sebentar lagi lebaran," keluhnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak transportir maupun PT BSL. (red)
Share:

Hampir Setahun Berlangsung, Warga Desak Pemprov Untuk Perbaiki

PALI-- Amblasnya gorong-gorong yang ada di jalan lintas Kabupaten antara Musi Banyuasin dan PALI yang letaknya di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang telah berlangsung hampir satu tahun belum juga diperbaiki pihak pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Padahal jalan tersebut merupakan urat nadi warga di dua Kabupaten tersebut dalam beraktivitas. Namun, keluhan warga belum juga mendapat tanggapan, meskipun berbagai kalangan menyuarakan agar Pemprov segera memperbaikinya.

Kini, warga pun mulai geram, khususnya warga di Desa Panta Dewa serta pengguna jalan. Suara lantang pun banyak terdengar dari masyarakat agar Pemprov memperhatikan kondisi jalan lintas PALI-Muba yang mengalami kerusakan dibeberapa titik termasuk ambrolnya gorong-gorong di desa tersebut.

Sebab, meskipun warga sekitar telah bergotong royong membuat jembatan darurat, tetap saja, bahaya selalu mengintai pengendara terutama kendaraan pengangkut barang.

"Sebentar lagi lebaran, dan jalan lintas ini jadi rute mudik warga untuk rayakan hari Raya Idul Fitri. Tapi, pastinya warga terhambat di lokasi jalan ini. Karena pengendara harus ekstra hati-hati ketika melewati jembatan darurat yang dibuat warga," ungkap Enggi, salahsatu pengendara yang melintas di lokasi tersebut, Rabu (23/5).


Enggi pun meminta wakil rakyat yang ada di Kabupaten PALI maupun yang di Provinsi Sumsel agar mendesak Pemprov supaya memperbaiki jalan tersebut.

"Silahkan sibuk dengan urusan Pilgub yang sebentar lagi akan digelar, tetapi tolong perhatikan juga keluhan masyarakat. Karena jalan ini butuh diperbaiki," tukasnya.

Sementara itu, Suwandi, kepala Desa Panta Dewa mengaku dirinya sudah bosan meminta pihak terkait untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Dari pertama kali kejadian amblasnya gorong-gorong itu, kami telah mengajukan permintaan perbaikan melalui Pemkab PALI untuk disampaikan ke Pemprov, tetapi hingga kini belum ada kabar berita lagi. Memang ada saat itu dari Pemprov membawa gorong-gorong, tetapi ukurannya sangat kecil, jadi kami tolak. Karena yang kami butuhkan gorong-gorong berdiameter besar atau dibuatkan jembatan," jelas Kades.

Terpisah, Asgianto ST, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan ketika dihubungi media ini menjelaskan bahwa Dewan Provinsi telah mengusulkan perbaikan gorong-gorong tersebut sejak kejadian berlangsung.

Dan saat ini, proses pengerjaan perbaikan telah dipersiapkan karena Pemprov telah menganggarkannya melalui pos anggaran Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Alam.

"Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini sudah bisa dikerjakan. Tinggal kita awasi bersama agar tidak ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menolak pembangunan tersebut, supaya anggarannya tidak begeser ke tempat lain," terangnya. (red)
Share:

Jaga Kenyamanan Masyarakat Berpuasa, Satpol-PP PALI Razia Petasan

PALI-- Banyaknya keluhan masyarakat terkait banyaknya bunyi petasan yang kerap terjadi ketika usai berbuka puasa bahkan jelang makan sahur sampai pagi hari di Ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yakni di kota Pendopo Kecamatan Talang ubi, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten PALI bersama Polsek Talang Ubi merazia petasan yang dijual beberapa pedagang yang mangkal disekitar Terminal dan Pasar Pendopo.

Hasilnya, sebanyak ratusan petasan dari berbagai jenis diamankan.

Menurut Kepala Satpol-PP PALI, Manamin melalui Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Arwan SH bahwa razia tersebut menindaklanjuti keluhan masyarakat. Mereka merasa terganggu dengan banyaknya suara petasan sesudah berbuka puasa dan sesudah sahur sampai pagi.

"Petasan tersebut kita amankan beberapa penjual yang ada di sekitar terminal. Razia ini akan kita lanjutkan ke pasar-pasar kalangan yang ada di wilayah Kabupaten PALI demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa," terang Arwan.


Ditambahkan Arwan bahwa para pedagang petasan yang terjaring razia hanya diberi teguran dan membuat pernyataan untuk tidak menjual kembali petasan.

"Kita hanya beri teguran dan menyuruh mereka membuat pernyataan untuk tidak menjual kembali petasan.Apabila teguran itu tidak dipatuhi,akan kita tindak tegas," tandasnya.

Arwan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membeli maupun menjual petasan.

"Kalau ingin berpuasa tenang dan nyaman,jangan beli maupun gunakan apalagi menjual petasan," tutupnya.(red)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts