Tabrak Mobil Pengangkut Bambu, Wadanyon Armed Martapura Tewas

MUARA ENIM -- Kejadian naas terjadi di Jalan Umum Desa Menanti dusun 3 Kecamatan Lubay Kabupaten Muara Enim, Kamis (6/9) malam sekitar pukul 23.30 wib. Kecelakaan berat yang terjadi mengakibatkan Wadanyon Armed Martapura, Mayor Ardi meninggal di tempat.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi saat mobil yang ditumpangi oleh Wadanyon Armed, Mayor Ardi beserta anak dan istrinya akan menuju ke Prabumulih dari arah Baturaja menggunakan mobil dinas Mitshubishi Triton no.reg dinas 7348-II TNI batalion Armed 15 yang dikemudikan oleh Pratu Kuncoro.

Setiba di Tkp takni jalan lurus dan dekat pemukiman penduduk, ada Mobil Truck dengan nomor polisi BG.8074.VA bermuatan Bambu yang dikemudikan oleh Yesi Candra yang  sedang berhenti di lajur kiri badan jalan dari arah yang sama.

Diduga pengemudi Mobil  Mitsubhisi Triton berjalan dengan kecepatan tinggi dan kurang Konsenterasi sehingga tidak memperhatikan Mobil Truck yang bermuatan Bambu sedang berhenti dibadan jalan. Akibatnya Mobil Triton menabrak bagian belakang Muatan Bambu di mobil truk.

Akibat tabrakan yang tidak terhindarkan tersebut, mengakibatkan penumpang Mobil Triton mengalami luka-luka yakni sang sopir, serta penumpang di kursi belakang yang langsung dilarikan ke RS Belimbing dan penumpang di sisi sopir yakni wadanyon Mayor Ardi meninggal dunia di tempat.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, melalui Kasat Lantas AKP Adik Listiyono saat dihubungi membenarkan adanya lakalantas di jalan lintas Kecamatan Lubay antara kendaraan Dinas Armed dan truk pengangkut bambu.

“Saat ini, kita sudah melakukan oleh tempat kejadian perkara. Memibta keterangan dari saksi saksi di sekitar lokasi serta mengamankan barang bukti ke Polsek Lubay. Dan korban luka sudah di bawa ke RS Belimbing dan korban tewas sudah di rujuk ke RS Charitas Palembang,” ujar Kasat.

Dalam kecelakaan kali ini, kerugian yang ditaksir sekitar Rp 15 juta. Dan tindakan selanjutnya petugas menduga kecelakaan diakibatkan sopir mobil dinas Armed lalai dan tidak fokus dalam mengemudikan kendaraannya.(WN)
Share:

Bandar Kampung Tak Berkutik Diciduk Petugas

MUARA ENIM --Berakhir sudah petualangan Indawan (34) pengedar ganja kelas kampung ini. Kesempatanya mengumpulkan uang dari para pelangganya dibsekitar rumah harus berakhir usai dirinya ditangkap pihak kepolisian.

Peristiwa penangkapan tersangka warga jalan Pramuka gg Waspada Kelurahan Pasar II Muara Enim yang sehari harinya merupakan buruh lepas ini terjadi pada Kamis (6/9) sekitar pukul 23.00 wib.

Petugas Restik Polres Muara Enim melakukan penangkapan terhadap tersangka ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang resah bahwa di sekitaran Jalan Pramuka Gang Waspada sering dipakai sebagai tempat transaksi narkoba jenis ganja.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat dengan melakukan pengintaian dan penyelidikan untuk memastikan laporan yang diajukan oleh masyarakat. Benar saja, ysai melalukan pendekatan diliningkungan, perugas berhasil mengamankan tersangka.

Oleh petugas, tersangka yang sudah dipastikan berada di rumah, ditangkap dirumahnya petugas di rumahnya saat sedang membungkus paket paket kecil narkoba jenis ganja yang akan di edarkannya.

Dari penagkapan terhadap tersangka, didapati setidaknya 63 paket kecil ganja siap edar dan satu gulungan ganja yang masih belum di paket paket dengan berat bruto sekitar 1,5 kilogram.

Selanjutnya, usai mengamankan tersangka, petugas langsung mengadakan pengembangan menanyakan sumber ganja yang diperoleh tersangaka. Dari pengembangan diketahui bahwa ganja didapat tersangka dari DPO bernama Aji tetangganya sendiri.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono didampingi Kabagops Kompol Irwan Andespa, saat dikonfirmasi, Jumat (7/9) membenarka adanya penangkapan tersangka atas nama Indawan warga Jalan Pramuka atas kepemilikan ganja seberat 1,5 kilogram.

“Saat ini petugas sudah mengamankan tersangka untuk dimintai keterangan dan pengembangan serta petugas sudah mengamankan barang bukti. Dan saat ini tersangka sudah kita amankan di mapolres,” pungkasnya.(WN)
Share:

DPPPA Sumsel Bantu Kelompok Wanita di PALI, Ini Harapannya...

PALI--. Kelompok Usaha Wanita Prima Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara terima bantuan peralatan usaha dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan.

Bantuan tersebut diberikan langsung kepala DPPPA Sumsel Hj Susna Sudarti sebagai upaya peningkatan usaha dan sebagai bentuk upaya pemberdayaan perempuan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dibidang ekonomi.

Dijelaskan kepala DPPPA provinsi Sumsel melalui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI, Yenni Nopriani bahwa program tersebut merupakan salah satu dari program unggulan kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI yang meliputi 'Three Ends'.

"Yang pertama akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, kedua akhiri perdagangan orang dan ketiga akhiri kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan," ungkap Yenni Nopriani, Kamis (6/9).

Batuan tersebut dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender disemua aspek kehidupan. "Yang dibantu adalah kelompok usaha wanita, ini sengaja dilakukan dalam pengarusutamaan gender di kabupaten PALI. Bantuan ini juga diharapkan akan jadi penyemangat kelompok wanita di desa Tempirai Selatan untuk menopang ekonomi keluarganya," urainya.

Semakin maju dan meningkat setiap usaha wanita menjadi keinginan pemerintah.

"Kita akan terus bina dan dorong peningkatan setiap usaha yang dikelola kelompok wanita, terlebih alat produksi seperti alat pembuatan sirup rosela dan peralatan lainnya telah dibantu provinsi," pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa pengarusutamaan gender atau disingkat PUG adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistimatis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia (rumah tangga, masyarakat dan negara), melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan.(red)
Share:

Terjaring Razia , Pria ini Kedapatan Simpan Sabu

"Foto : Pelaku Supriadi warga mangga besar diduga pemuja sabu"


PRABUMULIH, - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih kembali mengamankan seorang pelaku panyalahgunaan barang haram narkotika, petugas menemukan satu paket sabu seberat 0,24 gram dan satu buah telepon genggam.

Guna membantu proses penyidikan pria yang diketahui bernama Supriyadi (28) warga RT 13 RW 06, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara ini langsung digelandang ke kantor BNN Kota Prabumulih.

Informasi yang diperoleh, pria yang berprofesi sebagai buruh ini tak berkutik saat diamankan anggota seksi berantas di kawasan Jalan Raya Sungai Medang, Kelurahan Prabujaya tepatnya didepan kantor PDAM Kecamatan Prabumulih Timur, Selasa (4/9/2018) kemarin sekitar pukul 11.30 Wib.

Sementara itu Kepala BNN Kota Prabumulih Ibnu Mundzakir mengatakan, untuk sementara pelaku dan barang bukti masih diamankan diruang tahanan sementara BNNK Prabumulih.

"Masih kita periksa lebih lanjut, guna dilakukan pengembangan. Dan selanjutnya pelaku akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Ibnu, Rabu (5/9/2018).

Ibnu menjelaskan, paket sabu tersebut ditemukan petugas dari balik saku celana pelaku. "Hingga saat ini kami terus berupaya memberantas peredaran narkoba di Kota Prabumulih, mulai dari bandar, kurir hingga penyalahgunaan narkotika," ungkapnya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 112 Junto Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan terancam maksimal 4 tahun kurungan penjara. (old/TAU)
Share:

Hewan Kaki Empat Harus Dikandangkan, Hiburan OT Juga Dibatasi, Begini Tujuannya

PALI--Memelihara ketertiban umum pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keluarkan dua Peraturan Bupati (Perbup),yakni Perbup nomor 28 Tahun 2018 tentang hewan ternak berkaki empat dan Perbup nomor 44 tahun 2018 tentang penyelenggaraan hiburan orgen tuggal, orkes band dan hiburan menggunakan musik elektronik.

"Hewan ternak yang berkeliaran sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan korban jiwa, akibat hewan yang berkeliaran juga sering terjadi perselisihan antara warga dan pemilik hewan. Oleh karena itulah Perbup ini dikeluarkan," jelas Plt Sekda PALI Syahron Nazil saat membuka sosialisasi Perda dan Perbup Kabupaten PALI, Kamis (6/9) di gedung Pesos Komplek Pertamina.

Selain menertibkan hewan liar, Perbup membatasi penyelenggaraan hiburan orgen tunggal juga dikeluarkan dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang serta narkoba.

"Mari bersama-sama bergandengan tangan untuk mendukung peraturan bupati ini dan mendukung pemberantasan narkoba. Tentunya timbulnya Perbup ini ada pro dan kontra, itu sesuatu yang wajar. Tetapi percayalah keputusan ini yang menjadi prioritas nasional itu dalam rangka melindungi anak cucu kita, apalagi remaja saat ini sangat rentan terhadap pengaruh narkoba," imbuhnya.

Sementara itu, Zulkopli, Plt kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten PALI yang menjadi penyelenggara kegiatan tersebut menerangkan bahwa tujuan sosialisasi tersebut adalah mewujudkan masyarakat taat hukum menuju PALI Cemerlang juga menginginkan generasi yang sehat.

"Sering kita laksanakan kegiatan penertiban hiburan orgen tunggal. Dalam hal ini, pemerintah tidak melarang menggelar hiburan orgen tunggal atau sejenisnya, tetapi yang perlu dipatuhi adalah waktu penyelenggaraannya jangan sampai melebihi batas izin yang telah dikeluarkan kepolisian," urai Zulkopli.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menegakan Perbup yang telah dikeluarkan. "Sangsi jelas telah tertuang pada isi Perbup tersebut apabila dengan sengaja dilanggar, jadi kami berharap kerjasama seluruh elemen masyarakat agar Perbup pembatasan hiburan orgen tunggal ini bisa diterapkan guna melindungi generasi penerus kita dari ancaman narkoba, serta Perbup binatang berkaki empat untuk meningkatkan ketertiban umum," tandasnya.

Pada kesempatan itu juga, Pemkab PALI melalui Sekda memberikan penghargaan terhadap anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlimmas) yang telah mengabdi selama lebih dari 15 tahun.(red)
Share:

Siapa Yang Melihat Pasti Iba, Hermanyanto TigaTahun Tengkurap Gegara Jatuh dari Pohon Petai

PALI--.Hermanyanto (38) warga Karang Anyar Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kondisinya saat ini hanya bisa tengkurap karena selain mengalami kelumpuhan, bagian tulang bawah pinggangnya luka membusuk akibat jatuh dari atas pohon petai.

Kelumpuhan yang dialami Hermanyanto telah berlangsung lebih dari tiga tahun, dan meski telah diobati dengan berbagai cara, tetapi sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

"Kejadian sudah lebih dari tiga tahun, saat itu aku jatuh dengan posisi duduk diatas ketinggian lebih kurang 15 meter. Saat kejadian, aku sendirian memanjat pohon tanpa mengajak teman, sehingga tidak ada orang yang mengetahuinya. Ketika jatuh, badan aku tidak dapat lagi digerakan, membuat aku bertahan semalaman di lokasi kejadian sampai pagi harinya istri aku menemukan aku," terang Hermanyanto, Kamis (6/9).

Sejak kejadian itu, dirinya mengaku telah berobat ke rumah sakit dan bantuan pemerintah kabupaten PALI sering dia dapatkan. Tetapi saat pulang dari rumah sakit dan diarahkan dokter untuk kontrol dan berobat jalan, dirinya kesulitan karena kondisinya lumpuh.

"Menuju rumah sakit memang tidak begitu jauh, tetapi karena kondisi lumpuh dan akses rumah kami hanya bisa dilalui sepeda motor, jadi aku hanya diam di rumah karena tidak mau merepotkan orang lain apabila harus berobat jalan," tukasnya.

Selama Hermanyanto sakit, tulang punggung keluarganya diambil alih sang istri, yang hanya menjadi buruh nyadap karet untuk menghidupi keluarga dan tiga orang anaknya.

"Tidak ada pilihan lain pak, aku harus menghidupi keluarga dengan menyadap karet. Sepulang menyadap aku rawat suami aku dan memberikan obat seadanya, sebab kalau dirawat lama di rumah sakit, selain harus ditunggu yang tentunya butuh biaya juga aku tidak bisa mencarikan nafkah," ungkap Ema (33) istri Hermanyanto saat ditanyai media ini.

Sementara itu, dr H Muzakir, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI yang ikut melihat kondisi Hermanyanto menjelaskan bahwa apabila pasien dan keluarga pasien mau dirawat di rumah sakit, seluruh biaya perobatan ditanggung pemerintah.

Hanya saja, kendala yang membuat keluarga keberatan adalah saat menunggu pasien. Tetapi saat ini diakui dr Muzakir, pihaknya telah menyiapkan rumah singgah bagi keluarga pasien, baik itu di Kabupaten PALI sendiri maupun di kota Palembang, Prabumulih dan Muara Enim yang lokasinya dekat dengan rumah sakit.

"Pemerintah biayayai pengobatan pasien ini. Tetapi dari hasil diagnosa, untuk luka dibagian punggang dan kaki pasien bisa disembuhkan namun perlu perawatan intensif. Namun untuk lumpahnya, tipis harapan untuk sembuh," terang dr Muzakir.(red)
Share:

Numpuk Pinggir Jalan, Aroma Sampah Merebak

PALI-- Warga Jalan Baru Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan tumpukan sampah dipinggir jalan yang sengaja dibuang warga akibat tidak adanya bak penampungan sampah maupun tempat pembuangan sampah.

Bau menyengat yang timbul karena aroma tak sedap tentu saja sangat mengganggu warga terlebih tumpukan sampah tersebut tak jauh dari pemukiman. Belum lagi serbuan lalat yang mengerumuni tumpukan sampah itu, dimana tentunya sebagian lalat tersebut juga banyak yang datangi ke pemukiman.

"Sebenarnya sampah ini dibuang warga bukan dari wilayah kami, tetapi dari wilayah tetangga karena tidak ada penampungan sampah. Kondisi ini sudah lebih dari satu tahun yang tentunya mengganggu kami karena rumah kami cukup dekat dengan tumpukan sampah ini," ungkap Ayik, salahsatu warga Jalan Baru, Rabu (5/9).

Dirinya menyebut bahwa bukan salah warga yang membuang sampah sembarangan, tetapi akibat tidak adanya sarana untuk menampung sampah.

"Kami berharap ada solusi dari pemerintah mengatasi ini, sebab bau dan lalat menjadi ancaman bagi kesehatan kami," tukasnya.

Dikatakan juga Ari, pengendara sepeda motor yang melintas disekitar tumpukan sampah bahwa selain bau juga merusak keindahan lingkungan, terlebih lagi, tumpukan sampah persis didepan bangunan sekolah.

"Untuk itu kami meminta instansi terkait agar menyediakan tempat penampungan sampah kemudian mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir, agar warga tidak membuang sampah dipinggir jalan," harap Ari.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) PALI, Yuhairuddin berjanji bakal menuntaskan permasalahan itu.

"Kita akan segera perintahkan kepala bidang ini untuk kelokasi agar mengupayakan menuntaskan masalah itu," tandasnya.(red)
Share:

Sukses Kibarkan Sang Merah Putih, Bonus Ini Yang Diberikan Pemkab PALI Terhadap Paskibraka

PALI-- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali memberikan bonus atau reward terhadap anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) PALI berjumlah 34 orang yang telah sukses mengibarkan sang saka merah putih saat detik-detik proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu di lapangan Gelora Komplek Pertamina Pendopo.

Reward tersebut sebagaimana biasanya berupa mengirim seluruh anggota Paskibraka berkeliling ke negara-negara tetangga dengan tujuan menambah wawasan kebangsaan. Kali ini, seluruh anggota Paskibraka diajak berkeliling ketiga negara, yakni Malaysia, Singapura dan Thailand. Seluruh peserta berangkat pada Senin (3/9) dan akan pulang kembali ke Kabupaten PALI pada Minggu (9/9).

Tak hanya anggota Paskibraka, finalis ajang bujang gadis PALI tahun 2018 serta peraih juara dalam kompetisi catur tingkat provinsi juga diikutsertakan termasuk pelatih dan pendamping Paskibraka.

Darmawi,kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten PALI mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan wawasan kebangsaan adalah untuk membuka wawasan generasi muda PALI yang berkesempatan berangkat ke tiga negara dengan jumlah peserta keseluruhan ada 75 orang.

"Reward yang diberikan ini bertujuan memberikan wawasan kepada anak-anak paskibraka juga yang lainnya untuk melihat secara langsung bagaimana keadaan di negara negara tersebut.Hasilnya nanti diharapkan bisa diterapkan di kabupaten PALI," ungkap Darmawi, saat dihubungi media ini, Rabu (5/9) yang mengaku tengah berada di Singapura mengawal peserta wawasan kebangsaan.

Dijelaskannya bahwa di Malaysia dan Singapura tingkat kedisiplinannya cukup tinggi.

"Terutama di Singapura yang sangat ketat dengan peraturan-peraturannya,disana (Singapura, red) jangankan buang sampah sembarangan, meludah di sembarang tempat saja saja kena denda.Hal itulah yang menjadi pelajaran bagi seluruh peserta kegiatan ini dan bisa dipetik dan bisa diterapkan di PALI setelah seluruh peserta pulang lagi ke tempatnya masing-masing," harapnya.

Pada kegiatan wawasan kebangsaan itu, diakui Darmawi, seluruh peserta selain diajak melihat secara langsung beberapa tempat bersejarah atau tempat penting di negara tujuan, juga diajak singgah pada Kedutaan Indonesia di Malaysia.

"Pada Kedutaan, seluruh peserta diberi motivasi agar lebih giat lagi dalam belajar dan mengadopsi disiplin tinggi yang dimiliki negara Malaysia ataupun Singapura apabila daerah dan bangsa kita ingin maju," pungkasnya. (red)
Share:

Jembatan Ini Rusak, Dinas PU PALI Sebut Bakal Segera Bangun

PALI--Jembatan yang membentang di jalan poros Sinar Dewa-Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepatnya berada dalam wilayah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi, pada Rabu (5/9) ambrol dibagian besi yang menjadi lantai jembatan tersebut akibat pengikatnya yang dilas banyak yang lepas.

Lalulintas pada jalur poros tersebut sempat lumpuh, terutama kendaraan roda empat yang sama sekali tidak bisa melintas, karena ada sebuah mobil terjebak ditengah-tengah jembatan itu. Banyak diantara pengendara yang memutar arah menempuh jalur lain yang tentunya jaraknya lebih jauh tiga kali lipat.

"Kami terpaksa harus keliling melalui jalur Talang Bulang untuk menuju kantor yang ada di Pendopo, karena ada mobil terperosok di jembatan itu," ungkap Adi, salahsatu pengguna jalan yang memutuskan memutar arah, Rabu (5/9).

Lain halnya dengan Zulkopli, salahsatu pengguna jalan yang juga menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) PALI mengambil inisiatif untuk membantu mengevakuasi mobil yang terperosok itu bersama warga lainnnya.

"Setelah mobil itu bisa dievakuasi, maka kita ajak warga lain untuk bergotong royong memperbaiki jembatan itu dengan alat seadanya, dan upaya itu membuahkan hasil, yakni jembatan itu bisa dilalui tetapi tetap pengendara harus hati-hati. Mudah-mudahan tidak lama lagi dari dinas PU akan memperbaikinya," ujar Zulkopli.

Dikatakan juga Andi, salahsatu warga setempat bahwa jembatan tersebut dibangun oleh Pertamina yang usianya sudah lebih dari lima tahun dari bahan material yang semuanya dari pipa besi.

"Banyak besi yang sudah keropos, jembatan ini sering diperbaiki, tetapi tidak bertahan lama, karena hanya diperbaiki pada bagian besi yang lepas saja dengan cara dilas. Kami berharap, pemerintah ataupun perusahaan untuk bisa membangun jembatan permanen, mengingat jalan poros ini salahsatu akses strategis di Kabupaten PALI," pintanya.

Sementara itu, Etty Murniaty, kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PALI mengaku bahwa perencanaan pembangunan jembatan tersebut sudah direncanakan.

"Kita akan cek ke lokasi, namun untuk selanjutnya, sudah ada perencanaan pembangunan jembatan pada jalan poros yang ada di desa Jerambah Besi," terangnya.(red)
Share:

Ngutil HP, Pria Ini Ditangkap Tim Gurita Prabumulih

PRABUMULIH – Heriansyah (22) warga jalan Bukit Sejahtera Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih kali ini harus berurusan dengan polisi

Dirinya diringkus Team Gurita Polsek Prabumulih Timur dan Tim Gurita Polres Prabumulih karena laporan Nisca Rini (32) warga jalan Kelekar RT.01 RW.01 Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan, selasa (4/9/18) sekitar pukul 12.30 wib

Dalam dasar lapor polisi No : Lp/B-285/IX/2018 /Sumsel/Pbm/Res Pbm Tmr, Minggu ,tgl 2 September 2018 korban mengaku telah kehilangan telepon selular (HP) miliknya didalam rumah yang diduga dicuri oleh pelaku

Kejadian tersebut bermula saat korban merasa rumahnya telah dibobol orang saat dirinya tidak ada dirumah, pelaku membobol rumah korban melalui pintu jendela dapur yang telah dirusak

Melihat kejadian tersebut korban langsung melaporkan ke pihak kepolisian, petugas bersama team langsung terjun (TKP) untuk mencari dan menelusuri kejadian pencurian itu

Dengan data dan informasi yang didapat petugas gabungan berhasil melacak keberadaan pelaku yang saat itu sedang berada dikawasan jalan lingkar Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur

Tanpa membuang waktu petugas pun langsung melakukan penggeledahan terhadap Heriansyah yang diduga kuat sebagai aktor utama melakukan pencurian dirumah korban

Saat digeledah petugas menemukan barang bukti berupa dua buah Telepon selular merk Samsung

Sementara itu Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MH melalui Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur AIPTU Eem Supriyatna membenarkan kejadian tersebut

“benar tersangka beserta barang bukti sudah kita amankan di Polsek Prabumulih Timur untuk penyelidikan lebih lanjut” tukasnya

Akibat kejadian tersebut korban menbalami kerugian sekitar Rp.2.5 juta dan pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP dengan acaman kurungan paling lama lima tahun penjara (bio/sn01)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts