Khawatir Harga Turun, Wabup PALI Imbau Petani Tingkatkan Kualitas Karet

PALI -- Harga getah karet saat ini secara perlahan terus merangkak naik, petani mulai bergairah karena harapan untuk meningkatkan perekonomiannya sudah mulai terasa. Namun dibalik itu masih ada kekhawatiran petani terhadap harga yang saat ini tidak akan bertahan lama.

"Kami masih khawatir harga getah karet kembali turun, untuk itu kami berharap ada upaya pemerintah maupun pihak lain untuk menstabilkan harga getah. Untuk saat ini dengan harga Rp 8.000/kg sudah bisa menutupi kebutuhan kami dan sebanding dengan harga kebutuhan pokok," harap Herman, salahsatu petani asal Talang Ubi Kabupaten PALI, Minggu (30/9).

Menyikapi permasalahan itu, Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ferdian Andreas Lacony menyarankan agar petani meningkatkan kualitas getah dengan tidak merendam getah di sungai ataupun di kolam-kolam.

"Untuk menstabilkan harga getah bahkan meningkatkannya, salahsatu upayanya dari petani itu sendiri. Yakni bagaimana cara penanaman sampai perawatan, kemudian pasca panen. Dimana sudah kebiasaan sebagian petani yang merendam getah di sungai setelah dipanen. Padahal itu membuat rendah kualitas getah," ujar Wabup.

Untuk itu, menjaga harga getah saat ini agar tidak anjlok kembali, Wabup menyarankan dana desa untuk dipergunakan mengelola getah petani.

"Misalnya membuat gudang penampungan untuk getah, nantinya sesuai kesepakatan dengan masyarakat, apakah sebagai tempat penitipan atau langsung membeli getah dari petani dengan dana desa, tetapi sesuai harga pasar. Sebab, untuk saat ini ada keuntungan bagi petani karet yang cenderung meningkatnya harga getah, dimana harga minyak mengalami peningkatan berimbas sebagian negara beralih meninggalkan karet sintetis. Disamping itu, Dolar Amerika terus melonjak," jelas Wabup.

Keuntungan dana desa mengelola getah karet petani dijelaskan Wabup akan melebarkan sayap desa yang bersangkutan untuk berbisnis.

"Nantinya Bumdes yang mengelola, tetapi bukan hanya sekedar dagang. Sebab dagang beda dengan bisnis, kalau dagang hanya sebatas jual lalu dibayar, sedangkan bisnis ada managemen yang akan mengelola dan mengembangkan bisnisnya," tutupnya
Share:

Edar Sabu, Dua Pemuda Diringkus Polisi

PALI -- Berniat mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dua pelaku masing-masing bernama Candra (31) dan Andi (30) keduanya warga Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI diringkus jajaran Reskrim Polsek Tanah Abang dan Reskrim Polsek Penukal Abab saat keduanya melintas di jalan Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang, pada Sabtu lalu sekitar pukul 15.30 WIB.

Penangkapan pelaku ini bermula dari anggota Reskrim Polsek Penukal Abab menginformasikan melalui via telpon ke Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, bahwa ada dua orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio M3 dengan Nopol BG 2829 CR yang diduga membawa Narkoba jenis sabu yang akan melintas di wilayah Kecamatan Tanah Abang

Kemudian kapolsek memerintahkan kepada Kanit Reskrim dan anggotanya untuk melakukan penyelidikan atas info tersebut, lalu Kanit Reskrim berkoordinasi dengan anggota Reskrim Polsek Penukal Abab selanjutnya anggota Reskrim Penukal Abab bergabung dengan Polsek Tanah Abang untuk melakukan pengejaran.

"Ternyata sepeda motor tersebut melintas di Jalan Umum Desa Muara Sungai, selanjutnya anggota Reskrim Polsek Tanah Abang dan Anggota Reskrim Polsek Penukal Abab memberhentikan kedua orang tersebut namun, salah satu pelaku membuang benda yang dibungkus plastik klip ke arah sawah yang berada di pinggir jalan." Jelas Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui kapolsek Tanah Abang AKP Sofiyan Ardeni.

Setelah berhasil diamankan, dikatakan Kapolsek, kedua pelaku tersebut juga didapati membawa senjata tajam jenis pisau cap garpu. Setelah itu petugas juga mencari benda yang dibuang oleh pelaku tersebut.

"Setelah didapati ternyata benda tersebut adalah narkoba jenis sabu seberat 21,38 gram yang terbungkus dalam satu kantong klip bening. Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Mapolsek Tanah Abang beserta barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut." imbuhnya

Selanjutnya Sofyan juga menjelaskan bahwa kedua pelaku akan di kenakan pasal berlapis, sebab, selain mebawa barang haram pelaku juga menguasai senjata tajam.

"Pelaku kita ancam dengan pasal 2 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. Dan undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara." tandasnya.
Share:

Puluhan hektar Lahan PT LKK PALI Terbakar

PALI -- Musim kemarau sepertinya belum berakhir, cuaca panas yang menyengat akhir-akhir ini menyulut kembali kebakaran lahan gambut dibeberapa titik di wilayah Bumi Serepat Serasan. Seperti di lahan gambut milik perkebunan kelapa sawit milik PT Laras Karya Kahuripan (LKK) yang terletak di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sejak Sabtu sore (29/9/2018) lalu,  kobaran api dan kepulan asap pekat masih menyelimuti wilayah sekitar lokasi kebakaran dan mengganggu aktivitas warga setempat, membuat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten PALI, Perusahaan dan anggota TNI kewalahan memutus jalur api agar kobaran api tidak meluas.

"Saat ini sedikitnya 30 hektar lahan yang telah terbakar. Karena lahan tersebut lahan gambut, api sulit dikendalikan. Tetapi kita terus berupaya memutus titik api," ungkap Junaidi Anuar, kepala BPBD PALI, Minggu (30/9).

Diakuinya bahwa pemadaman terhambat jauhnya akses air dari lokasi kebakaran. Meskipun pihaknya dan Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK) menurunkan dua armada Damkar dan 13 mesin air, namun tetap masih kewalahan.

"Titik api sempat mati ketika ada hujan beberapa waktu lalu, tetapi karena cuaca sangat terik akhir-akhir ini, menyulut api kembali membakar lahan tersebut. Bahkan dua hari ini, api terus meluas," tukasnya.

Upaya pemadaman api dikatakan Junaidi dengan menggunakan alat yang dimiliki BPBD dan perusahaan, sebab pesawat helikopter water bombing belum bisa dipergunakan.

"Water bombing tengah dievaluasi, jadi kami menggunakan alat yang ada dibantu warga, TNI dan pihak perusahaan. Kami berharap turun hujan dalam waktu dekat ini, sebab kalau mengandalkan alat yang saat digunakan, sepertinya cukup sulit, mengingat cuaca panas ditambah angin yang cukup kencang," pungkasnya.
Share:

Pertamina EP Asset 2 Cetakkan Generasi Penerus Pejuang Migas

PALEMBANG -- Program beasiswa PT Pertamina EP Asset 2 yang telah dimulai tahun 2014 mulai melahirkan para ahli madya di bidang pertambangan khususnya minyak dan gas. Setelah di tahun 2017 silam sepuluh siswa penerima beasiswa angkatan pertama berhasil menyelesaikan studinya dengan gemilang, Kamis pagi lalu (27/9) angkatan kedua meraih gilirannya. Sebanyak empat penerima beasiswa tahun 2015 diwisuda bersama 180 wisudawan Politeknik AKAMIGAS Palembang lainnya di gedung Patra Ogan komperta Plaju.

Keempat wisudawan dari program beasiswa Asset 2 yang berasal dari desa dan kelurahan di wilayah kerja sekitar Pertamina EP Asset 2 ini berhasil menyelesaikan perkuliahan di AKAMIGAS Palembang dengan hasil sangat memuaskan. Tak tanggung-tanggung, salah satu penerima beasiswa yang berasal dari Desa Ciptodadi Kabupaten Musi Rawas yakni Agung Kurniawan bahkan mendapat predikat kelulusan dengan pujian atau cum laude dengan indeks prestasi kumulatif sebesar 3.81 dari jurusan Teknik Analisis Laboratorium Migas.

General Manager PT Pertamina EP Asset 2, A. Pujianto menyampaikan kebahagiaan atas lulusnya putra-putri penerima beasiswa. Hal ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi perusahaan bahwa program berhasil dan berjalan dengan baik.

"Kami sangat bangga melihat para siswa peraih beasiswa dapat menyelesaikan studi dengan nilai yang baik. Program beasiswa yang digulirkan oleh Pertamina EP Asset 2 merupakan satu bentuk komitmen kami untuk tumbuh bersama lingkungan. Kami harapkan seluruh peraih beasiswa dapat menjadi para pejuang migas yang memberikan kontribusi besar untuk kemajuan bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang ketahanan energi negeri," ungkap Puji.

Secara terpisah, para wisudawan penerima beasiswa angkatan kedua menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas fasilitas pembiayaan yang diberikan mulai dari pendaftaran, seleksi, perlengkapan, SPP, biaya praktikum, biaya kursus akademik, pembekalan, bantuan akomodasi hingga bantuan untuk wisuda. Mia Sarinande misalnya, peraih beasiswa dari Kabupaten PALI ini menyampaikan rasa senang dan syukur saat hari jadi kelulusannya,

"Senang banget. Kalau tidak ada beasiswa Pertamina EP ini, mungkin saya gak akan pernah bisa lanjut sekolah selesai SMA," Ungkapnya.

Penerima beasiswa Pertamina EP Asset 2 membidik anak-anak berprestasi di SMA dan dari keluarga yang kurang beruntung.

"Wah, Alhamdulillah dengan lulusnya Saya, Saya punya peluang untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan membantu orang tua. Kalau tidak ada beasiswa ini, mungkin saya sekarang jadi kuli karet atau jaga toko di pasar," sambung Agung Kurniawan yang juga menerima beasiswa angkatan kedua.

Beasiswa Pertamina EP Asset 2 merupakan program yang telah berlajan setiap tahunnya sejak 2014. Perusahaan memberikan fasilitas pembiayaan akademis hingga selesai kuliah kepada siswa yang terpilih melalui seleksi ketat.

Hingga di tahun keempatnya, program beasiswa PT Pertamina EP Asset 2 dijalankan bekerja sama dengan Politeknik AKAMIGAS Palembang, termasuk seluruh proses seleksi sesuai standardkebutuhan akademis kampus.

Kerja sama dilaksanakan dengan institusi pendidikan yang terkait pertambangan dengan harapan lulusan penerima beasiswa dapat menjadi generasi selanjutnya dalam hal pengembangan industri energi di Indonesia.(ril)
Share:

Sempat Buron 18 Bulan, Fristian Ditangkap Polisi

PRABUMULIH – Satuan Petugas Kejahatan Jalanan UKL Polsek Prabumulih Barat berhasil ungkap kasus Curanmor. Pelaku Pristian (21) warga Jalan Gunung Kemala Gang Damai Rt.02 Rw.03 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat ditangkap petugas setelah setahun lebih buron, kamis (27/9/18)

Pelaku ditangkap karena tersandung kasus curanmor diarea parkiran Taman Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara pada Kamis 14 April 2017 lalu, Tian sapaan akrabnya itu melakukan aksinya sekitar pukul 16.30 Wib

Sepeda motor Honda Beat yang diparkirkan anak korban Almison (49) warga jalan Baturaja Rt.01 Rw.01 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan yang sedang bermain ditaman Wonosari, ketika korban hendak pulang, motor yang diparkirkan sudah hilang

Dari dasar laporan polisi LP/B/57/IV/2017/sek pbm Barat/Res Pbm,tanggal 14 April 2017 korban melaporkan kejadian yang menimpah anaknya itu ke Polsek Prabumulih Barat

Setelah kurang lebih delapan belas bulan buron pelaku Tian akhirnya dapat diamankan petugs yang dipimpin langsung Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi, SE.MM dikediamannya

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MM melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi, SE.MM membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap pelaku

“iya kita berhasil mengamankan pelaku curanmor yang sempat buron, dan sudah kita amankan di Kantor Polsek Prabumulih Barat untuk nanti kita lakukan penyelidikan” ungkap Kapolsek

Tanpa adanya perlawanan pelaku diamankan petugas dirumahnya sekitar pukul 17.00 Wib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP yang berbunyi “Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah.” (Bio/Tau)
Share:

Tingkatkan Kedisiplinan, Puluhan Anggota Satpol PP Jalani Pelatihan

PALI -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar Bimbingan Mental dan Fisik (Bintalsik) terhadap 60 anggota Satpol-PP Kabupaten PALI untuk meningkatkan kedisiplinan dan jiwa korsa antar sesama anggota.

Pelatihan yang digelar, Kamis (27/9) di Lapangan Terbang (Lapter) Stanvec Pendopo, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI ini akan berlangsung selama empat hari kedepan.

Plt Kepala Satpol-PP Kabupaten PALI, Zulkopli SH mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan gelombang kedua setelah 100 anggotanya sudah mengikuti pendidikan yang sama Pusat Pendidikan POM (Pusdik POM) Cimahi, Provinsi Jawa Barat.

"Jadi pendidikan yang dilakukan ini merupakan gelombang kedua dengan jumlah anggota sebanyak 60 orang. Dan sebelumnya sudah 100 anggota yang mengikuti pendidikan di PusdikPOM Cimahi," ujarnya, Kamis (27/9).

Dijelaskanya, ada beberapa materi penting yang dilakukan dalam pelatihan ini, seperti bela diri dan pelatihan baris berbaris (PBB).

"Jadi banyak hal yang wajib diikuti oleh anggota kita yang menjadi dasar terwujudnya anggota yang handal," tambahnya.

Sementara, Plt Sekertaris Daerah (Setda), Syahron Nazil mengatakan, dengan adanya pelatihan ini anggota tidak melakukan pelanggaran hukum dan memberikan kenyamanan dan keamanan kepada seluruh masyarakat, dalam menegakan peraturan daerah (Perda).

"Satpol-PP Kabupaten PALI mesti memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat. Apalagi kita akan menjelang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Untuk itu kita harus mensukseskanya tanpa ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi," ungkapnya.
Share:

Lomba Marching Band dan Stand Up Comedy Semarakkan Dies Natalis

PALI -- Lomba Marching Band dan Stand Up Comedy menyemarakkan rangkaian Dies Natalis ke-14 SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi.  Puncak Dies Natalis akan berlangsung, Sabtu (29/9) di SMA Negeri 2 Unggulan, Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

"Sekolah di Kabupaten PALI sudah cukup banyak yang memiliki Marching Band. Karena itu, sudah dua tahun terakhir ini kita menginisiasi lomba marching band,” terang Kepala SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi, Irwansyah SPd.

Untuk hasil lomba itu, Juara I Marching Band diraih SMP Negeri 7 Talang Ubi, Juara II Marching Band SMAN 1 Talang Ubi, dan di posisi ketiga diraih Marching Band SMAN 2 Unggulan. Selain Marching Band dan Stand Up Comedy yang digelar kemarin, dijelaskan Irwansyah ada beberapa lomba yang sudah dilaksanakan dan yang akan berlangsung menjelang puncak Dies Natalis.

Untuk olahraga, ada cabang  basket, volly, dan futsal. Selain itu ada lomba solo vokal, modern dance, dan Lomba Blog Jurnalistik. Pemenang untuk Basket Putra Juara I SMA YKPP, Juara II SMAN 2 Unggulan, dan Juara III SMAN 1 Talang Ubi, sementara untuk Basket Putri Juara I diraih SMAN 2 Unggulan, Juara II SMA YKPP, dan Juara II SMPN 4 Talang Ubi.

Cabang Voly Putra, Juara I diraih SMAN 3 Penukal, Juara II SMKN 1 Talang Ubi, dan Juara III SMAN 4 Talang Ubi. Untuk Voly Putri, Juara I diraih SMAN 2 Talang Ubi, Juara II SMAN 1 Talang Ubi, dan Juara III diraih SMAN 1 Tanag Abang.

Untuk Voly Putri, Juara I diraih SMAN 2 Talang Ubi, Juara II SMAN 1 Talang Ubi, dan Juara II diraih SMAN 1 Tanah Abang.

Sedangkan untuk cabang futsal, Futsal Putra Juara I diraih SMA YKPP, Juara II SMAN 1 Talang Ubi, dan Juara III SMK Negeri 1 Talang Ubi. Untuk Futsal Putri, Juara I diraih SMAN 2 Unggulan, Juara II SMAN 1 Talang Ubi,   dan Juara III SMK Kesehatan Insan Cendikia.

"Pembagian hadiah akan diberikan pada puncak Dies Natalis pada hari Sabtu (29/9) nanti. Mudah-mudahan ajang lomba ini menjaring skill, talenta siswa yang akan membawa nama harum Kabupaten PALI." Pungkas Irwansyah
Share:

Waduh! Lima Tahun Terbentuk, PDAM di PALI Belum Juga Diserahkan Muara Enim

PALI -- Lima tahun sudah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), tetapi anehnya, anehnya sejumlah aset belum juga diserahkan kabupaten Muara Enim yang merupakan induk dari kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan.

Salahsatunya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim. Tentunya hal ini menimbulkan tanda tanya sebagian besar warga PALI.

Karena, PDAM Lematang Enim yang merupakan Perumda Pemkab Muara Enim selalu menimbulkan keluhan warga hampir setiap hari.

Dede (26) warga kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI mengaku sangat mengeluhkan kondisi PDAM Lematang Enim yang saat ini hanya hidup hanya sekali dalam waktu tiga hari.

"Sudah bayarannya paling mahal, hidup airnya juga jarang. Dalam waktu tiga hari, hanya satu kali hidupnya. Tentu kami berharap pengelolaan PDAM diserahkan sepenuhnya ke Pemkab PALI, agar pelayanan menjadi lebih maksimal, tidak seperti sekarang," ungkap ibu dua orang anak itu.

Sementara itu, Puryadi Direktur Perumda Tirta PALI Anugerah yang nantinya akan mengelola PDAM di Kabupaten PALI mengaku bahwa pihaknya saat ini masih menunggu pembentukan tim dari PDAM Lematang Enim untuk bersama pihaknya melakukan peninjauan fisik.

"Cek fisik ini yaitu meninjau aset-aset PDAM Lematang Enim yang nantinya akan diserahkan kepada Pemkab PALI seperti pipanisasi, booster, intake dan lainnya. Cek fisik nantinya tidak hanya dilakukan oleh masing-masing PDAM, tetapi juga akan melibatkan Pemkab PALI dan Pemkab Muara Enim. Sementara untuk di PALI sendiri pembentukan sudah siap. Makanya kita saat ini masih menunggu kabar dari PDAM Lematang Enim," ungkap Puryadi.

Setelah melalui tahapan cek fisik, barulah akan ada kesepakatan untuk penyerahan aset.

"Setelah cek fisik selesai, kemudian klop antara Pemkab PALI dan Pemkab Muara Enim, barulah dilangsung berita acara serah terima aset dari Pemkab Muara Enim ke Pemkab PALI," ungkapnya.

Soal target, Puryadi ingin secepatnya aset tersebut diserahkan ke Pemkab PALI. Tetapi tetap, ada proses yang harus dilalui.

"Kalau pun hari ini Pemkab Muara Enim mau menyerahkannya, kami siap menerimanya. Kita juga telah sering bertanya kepada PDAM Lematang Enim terkait hal ini. Sebelumnya juga tepatnya bulan September lalu, Bupati PALI juga telah berkoordinasi dengan Bupati Muara Enim saat itu. Kita berharap secepatnya aset PDAM Lematang Enim segera diserahkan ke Pemkab PALI," tutupnya.

Untuk diketahui, Perumda Tirta PALI Anugerah didirikan berdasarkan Perda no. 6 tanggal 13 Oktober 2017 silam.

Sebelumnya, Asgianto, ST anggota DPRD Provinsi Sumsel mengatakan bahwa mahalnya iuran PDAM di Pendopo disebabkan kos yang besar karena masih nginduk dengan Muara Enim. Akan tetapi, jika pengelolaan sudah diserahkan ke Perusahaan Daerah PALI sendiri, pasti harganya jauh lebih murah.

"Untuk penyerahan asset, dirinya akan berkoordinasi dengan Pemkab Muara Enim agar segera melepaskan aset PDAM Cabang Pendopo. Saya yakin Bupati Muara Enim saat ini, Ahmad Yani akan bijak dan segera menyerahkan aset PDAM ke PALI. Namun Kabupaten PALI sudah siap atau belum menerima pengelolaan aset dari Pemkab Muara Enim tersebut," terangnya.
Share:

Hindari Bentrok Antar Suporter, Bupati PALI Minta Pemain Jaga Sportifitas

PALI -- Insiden yang menewaskan suporter Persija yang terjadi saat laga pertandingan Persija melawan Persib beberapa waktu lalu menjadi sorotan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM. Saat membuka turnamen sepakbola Karang Taruna Cup III Kabupaten PALI, Bupati menekankan agar seluruh pemain dan suporter untuk menjaga sportifitas.

Sebab, menurut orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan, olahraga bukanlah ajang mencari musuh. Tetapi momen persatuan dan mencari pengalaman.

"Kita ketahui bahwa di Bandung beberapa hari lalu ada korban jiwa akibat supporter yang arogan dan tidak bisa menahan diri, hal itu jangan ditiru di PALI. Harus jaga sportifitas, baik itu pemain atau pun supporter agar pelaksanaan kompetisi ini bisa melahirkan atlet-atlet baru cabang sepakbola untuk mewakili kabupaten PALI," ujar Bupati.

Pada turnamen tersebut, Bupati bakal menambah bonus dari yang diberikan panitia kepada para pemenang, namun Bupati memberikan syarat bahwa apabila terjadi keributan selama turnamen berlangsung, maka bonus tambahan itu batal.

"Tunjukan bahwa warga PALI cinta damai. Apabila dari awal turnamen sampai usai final berlangsung sportif, maka kami akan tambah bonus bagi pemenangnya," tukas Bupati.

Sementara itu, ketua Karang Taruna Kabupaten PALI, Devi Haryanto menyebutkan bahwa turnamen tersebut digelar berbarengan dengan peringatan hari jadi Karang Taruna ke-58.

"Sebanyak 51 club sepak bola tingkat umum dari desa-desa di lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten PALI bakal saling adu strategi dalam turnamen sepakbola Karang Taruna CUP III, dalam memperingati hari Karang Taruna yang ke-58," terang Devi.

Devi menambahkan bahwa tujuan turnamen digelar untuk menyalurkan aspirasi bagi para pecinta sepakbola di Bumi Serepat Serasan ini.

"Selain itu juga menambah frekuensi kegiatan olahraga, serta menjaring bibit-bibit atlit olahraga yang berbakat untuk dikembangkan lebih lanjut kedepanya nanti," tukasnya.

Turnamen tersebut diakui Devi sudah menjadi agenda tahunan yang dilakukan pihaknya. "Ini sudah menjadi agenda tahunan yang kita miliki, dan akan terus berkelanjutan di tahun-tahun yang akan datang," pungkasnya.
Share:

Loncat Partai, 2 Anggota DPRD PALI Harus Tinggalkan Kursi Jabatan

PALI -- Karena pindah Partai politik (Parpol) untuk maju menjadi Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu tahun 2019 mengharuskan dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus meninggalkan kursi jabatannya. Kedua anggota dewan dimaksud adalah Adi Warsito dari partai awal PKPI pindah ke Partai Golkar dan Aca Cholik Darlin, dari partai awal PPP pindah ke PKS.

Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) saat ini Surat Keputusannya sudah keluar dari Gubernur provinsi Sumatera Selatan dan tinggal menunggu rekomendasi nama calon PAW dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten PALI.

"Barusan kami terima surat permintaan permohonan rekomendasi nama calon PAW anggota DPRD kabupaten PALI dari DPRD PALI. Nanti kita akan lihat terlebih dahulu hasil Pileg tahun 2014 untuk nama calon PAW kedua anggota dewan tersebut," ungkap H. Hasyim ketua KPUD PALI, Selasa (25/9).

Sementara itu, Rizal Kenedi Sekjen DPW PPP Sumsel mengaku bahwa proses PAW sudah berjalan, dan PPP telah mengajukan nama calon PAW untuk menggantikan Aca Cholik Darlin.

"Tinggal menunggu proses, karena SK Gubernur telah keluar dan memang secara etika politik aturannya harus berhenti apabila anggota dewan yang pindah Parpol dan maju lagi untuk menjadi peserta Pileg tahun 2019. Jadi sejak DCT ditetapkan, etikanya Aca Cholik tidak lagi menjabat anggota dewan dan sesuai mekanisme kita telah ajukan nama Aswawi Mansur sebagai calon penggantinya," terang Rizal Kenedi.

Adi Warsito, salahsatu anggota dewan yang mengundurkan diri mengatakan bahwa dirinya mengikuti aturan, namun sangat disayangkannya, pejabat-pejabat daerah di PALI ada yang tidak mengerti hukum yang lebih mengedepankan politik dibandingkan hukum.

Memang dijelaskan Adi Warsito bahwa aturan KPU jelas dan tidak ada masalah, bahwa anggota dewan yang nyalon lagi dari partai lain harus mengundurkan diri dari jabatannya dan dari keanggotaan partai. Tetapi PKPU itu ditanggapi oleh stakehoder dan kawan-kawan yang tidak mengerti hukum karena dirinya dan Aca Cholik Darlin telah mengundurkan diri yang langsung menghentikan hak dan kewajibannya sebagai anggota dewan.

"Setelah mengundurkan diri memang secara otomatis kita diberhentikan, namun bukan berarti seluruh hak dan kewajiban saya serta merta dicabut. Karena undang-undang jelas, yakni UU MD3, UU Pemilu dan yang terakhir PP no 12 tahun 2018, disitu tertera bahwa anggota DPRD di PAW karena meninggal dunia, diberhentikan atau mengundurkan diri. Tetapi tiga unsur itu harus melalui proses PAW," beber Adi Warsito.

Ditambahkannya bahwa SK Gubernur sudah keluar tetapi sebelum serah terima jabatan dilaksanakan, Adi Warsito  menyatakan bahwa dirinya masih menjabat anggota dewan.

"Sebelum pengganti saya dilantik dan sebelum serah terima jabatan, saya masih memiliki hak di DPRD. Tetapi lucunya, ketua DPRD dan Sekwan tanpa dasar menyetop hak-hak dan kegiatan saya serta Aca Cholik di DPRD. Karena saya merasa terdzolimi, maka saya akan mensomasi pimpinan dewan dan Sekwan," tandasnya.

Lain halnya dengan Aca Cholik Darlin, dirinya mengaku legowo untuk meninggalkan kursi jabatannya. "Saya setuju dengan pernyataan Adi Warsito, tetapi saya akan ikuti aturan yang berlaku," ucapnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts