Antisipasi Penculikkan Anak, Ini Imbauan Kapolsek Gelumbang

GELUMBANG -- Beredarnya informasi penculikkan anak di sosial media facebook beberapa hari terakhir ternyata bukanlah isapan jempol belaka. Laila Afifah bocah 2,5 tahun asal Desa Suka Menang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim diduga menjadi korban penculikkan oleh tetanganya sendiri.

Laila akhirnya berhasil kembali dengan selamat satu minggu kemudian tepatnya Jumat (2/11) pagi sekitar pukul 10.30 wib pagi setelah pelaku penculikkan Ayu Pitri Ani (34) berhasil diringkus petugas unit Reskrim Polsek Gelumbang.

Nah, adanya kasus tersebut Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono menghimbau masyarakat khususnya para orang tua untuk waspada.

"Jangan sampai nanti anak-anak kita menjadi korban penculikkan," ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, Ipda Nasron Junaidi, Jumat (2/11).

Dikatakan Kapolsek, para orang tua harus ekstra hati-hati dan menjaga anak-anaknya untuk mengantisipasi aksi penculikkan. Dengan kewaspadaan tinggi tentunya akan menutup celah bagi para pelaku untuk melakukan aksinya.

"Dengan begitu aksi penculikkan bisa dihindari dan anak-anak kita tetap terlindungi," terangnya.
Share:

Seminggu Diculik, Bocah Cantik Ini Dijual Rp 15 Juta Oleh Pelaku

GELUMBANG -- Ayu Pitri Ani (34) pelaku yang diduga melakukan tindak penculikkan Laila Afifah bocah 2,5 tahun yang tak lain adalah anak tetangganya sendiri hanya tertunduk lesu saat diamankan unit Reskrim Polsek Gelumbang.

Ia diringkus setelah petugas mendapatkan informasi dari keluarga korban saat pelaku pulang kekontrakkan guna mengambil pakaian sebelum melarikan korban ke pulau Jawa.

Menurut informasi yang didapat dari sejumlah warga di Desa Jalur 17, bocah cantik tersebut telah ditawarkan kepada warga untuk dijual seharga Rp 15 juta.

"Kita dapat informasi cucu saya ini dijual Rp 15 juta di Jalur. Tapi, warga sana tidak ada yang mau. Syukur Alhamdulillah Laila bisa pulang dengan selamat," terang Sainem (60) nenek korban.



Dihadapan petugas kepolisian, pelaku membantah telah menculik korban untuk dijual. Menurutnya ia hanya membawa pergi korban untuk jalan-jalan.

"Saya hanya ingin bawa Laila jalan-jalan saja. Tidak ada niatan untuk menculik. Memang saya salah sudah membawanya pergi berlama-lama," ujar pelaku, jumat (2/11).

Menurut pelaku, ia sengaja membawa korban pergi jalan-jalan lantaran hingga saat ini belum memiliki anak. "Saya kan tidak ada anak pak. Makanya saya asuh. Karena kasihan, saya tidak bisa beli susu, jadi saya bawa pulang," aku pelaku.

Sementara, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono didampingi oleh Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi mengatakan pihaknya masih mendalami motif pelaku membawa kabur korban.

"Masih kita selidiki apakah benar korban hendak dijual," jelas Kapolsek.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU nomor 14 tahun 2009 pasal 76 f jo 83 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun maksimal 15 tahun.
Share:

Jasad Chandra Kirana Teridentifikasi, Begini Reaksi Keluarganya

PALI -- Jasad Chandra Kirana, salahsatu korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh pada Senin (29/10) lalu akhirnya teridentifikasi tim DVI Polri. Chandra merupakan warga Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Meski sempat shock mendengar kabar tersebut, tetapi keluarga Chandra Kirana merasa lega, karena pasca kejadian pesawat naas itu, pihak keluarga setiap saat memantau kabar pasti nasib Chandra Kirana beserta istrinya, Cici Afrida yang masuk manifest penumpang Lion Air tersebut.

"Kami mengetahui kabar tersebut sekitar pukul 17.00 WIB, saat kami sedang menonton televisi. Terlihat gambar anak kami dan nama Chandra Kirana disebut-sebut telah teridentifikasi," ujar Husnaini, Ibu kandung Chandra Kirana, Jumat (2/11).



Pihak keluarga dikatakan Husnaini masih menunggu kabar pasti kapan jasad anaknya akan diserahkan ke pihak keluarga.

"Saat ini kami masih tetap menunggu untuk keluaraga kami yang belum teridentifikasi, sebab selain Chandra Kirana, juga ada istrinya Cici, keponakannya, Ase Syarifudin dan Dadang yang satu pesawat dengan Chandra," harapnya.

Pantauan media ini di Rumah duka, keluarga Chandra Kirana menggelar Yasinan yang telah dilakukanya sejak hari pertama kejadian pesawat Lion Air jatuh. (red)
Share:

Hendak Kabur Ke Jawa, Pelaku Penculikan Anak Diringkus Dikontrakan

GELUMBANG -- Setelah dibawa kabur selama satu minggu, Laila Afifah bocah berusia 2,5 tahun yang menjadi korban dugaan penculikan anak ini akhirnya bisa ditemukan dengan selamat.

Korban berhasil diselamatkan setelah, Ayu Pitri Ani (34) yang diduga pelaku penculikan berhasil diringkus unit Reskrim Polsek Gelumbang yang dipimpin langsung Kanit Reskrim, Ipda Nasrun pada Jumat (2/11) pagi sekitar pukul 10.30 wib.

Pelaku diamankan saat pulang kerumah kontrakkannya di Desa Suka Menang Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, hendak mengambil pakaian sebelum pergi kabur ke pulau jawa.

Tangis haru pun pecah saat orang tua Laila, Siti Munawaroh (41) mendapati anaknya dalam keadaan selamat. Menurut Munawaroh, sejak satu tahun terakhir Laila tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Suka Menang.

"Kalau saya kerja di Batam pak. Hari sabtu dapat kabar, minggu saya langsung pulang kesini," Ujar Siti, Jumat (2/11).

Adanya kasus ini membuat Siti trauma. Bahkan, ia berniat untuk memboyong putri bungsunya tersebut ke Kota Batam. "Akan saya bawa ke Batam pak. Saya sedih melihat anak saya kurusan, pucat. Karena kan dia masih minum susu," ungkapnya.

Sementara, Sainem (60) nenek korban mengaku terpukul dengan kasus penculikkan tersebut. Terlebih, dirinya sudah berbuat baik kepada pelaku selama tinggal ngontrak disebelah rumahnya.

"Sebulan disini kan tidak kerja. Jadi dia asuh cucu saya. Setengah hari Laila diasuh, begitu selesai saya ambil lagi," terangnya.

Sementara,  Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono yang didampingi oleh Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi mengatakan penangkapan pelaku bermula saat keluarga korban melihat pelaku pulang kerumah.

"Mendapat informasi itu, petugas kita langsung ke TKP dan mengamankan pelaku," jelasnya.

Menurut Kapolsek, selama satu minggu penuh pihaknya sudah mencari pelaku hingga ke pelosok desa. Salah satunya ke Desa jalur 17.

"Kita sudah cari ke OI, Palembang. Disana ternyata pelaku sudah tidak ada dan Alhamdulillah hari ini pelaku berhasil kita tanggap. Begitupun korban bisa selamat," tuturnya.
Share:

Door.!! Aksi Heroik Polisi Tangkap 3 Bandit di Bawah Kemang

foto : ist


PRABUMULIH – Aksi Heroik yang diperlihat Tim Opsnal Satreskrim Polsek Prabumulih Timur dan Polres Prabumulih mengundang perhatian warga sekitar, pasalnya disiang hari saat jam makan siang polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku Curat yang sering beraksi antar kota

Saat penangkapan berlangsung sempat terdengar suara tembakan dari petugas yang mengingatkan pelaku untuk tidak lari, jum’at (2/11/18)

Kejadian penangkapan pelaku kejahatan Pencurian dengan cara menggemboskan ban itu berlangsung dramatis, puluhan anggota polisi tiba-tiba keluar dari mobil dan menahan laju mobil Toyota Rush warna putih yang sudah menjadi target kepolisian

Tepat di depan kantor Pertamina EP (Transportasi) Prabumulih simpang empat Bawah Kemang petugas menangkap tiga oraang dari lima pelaku yang sering beraksi dan menyasar nasabah bank yang akan menyetor uang

“dua temannya berhasil kabur saat hendak ditangkap” ungkap Kapolres saat Press Release siang tadi

Ketiga pelaku yang berhasil ditangkao yakni Supriyadi (35), warga Jalan KH Azhari Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Herman (35) warga Jalan Lintas Muara Dua Desa Pagar Dewa Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU danAbi Dewanto (35) warga Bumi Serang Banten Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang Salah satu dari mereka adalah (DPO) Polres

Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa ATM pelaku dan barang-barang yang sering digunakan untuk aksi (sn)
Share:

Nyabu Bersama, Ibu Rumah Tangga Ini diamankan Polisi

PRABUMULIH – Seorang ibu rumah tangga warga Jalan Mangga Baru Rt 13 Rw.06 Kelurahan Mangga Besar Prabumulih diamankan tim opsnal Satres Narkoba Polres Prabumulih, yakni Arti Wulan Safitri (21) diciduk bersama ketiga rekannya Romi Ilham (28) warga Sungai Medang, Joni Aulia Saputra (23) warga Mangga Besar dan RO (21) warga desa Rambang Dangku Kab.Muara Enim

Keempat pecandu narkoba digerbek disebuah rumah di jalan Mayor Iskandar RT 09 RW 04 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih sekitar pukul 21.00 wib

Sebelum dilakukan penangkapan polisi telah mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ditempat tersebut sering dijadikan tempat transaksi dan memakai narkoba jenis sabu

 

Setelah melakukan penyelidikan kebenaran informasi, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, dan benar saat digerbek empat tersangka sedang mengkonsumsi narkoba dengan barang bukti narkoba jenis sabu dengan berat bruto 0,15 gram masih dalam pirek (alat hisap sabu) yang siap pakai

Dari dasar laporan polisi Lp/A- / XI/ 2018 / Sumsel / Sat Resnarkoba Pbm, Tgl 01 November 2018, keempat tersangka digiring ke Kantor Polres Prabumulih



Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, SIK.MH melalui Kanit Idik I IPDA Sardinata yang memimpin langsung penangkapan tersangka membenarkan telah mengamankan tersangaka dan barang bukti saat di TKP

“benar ada satu wanita pemakai dan 3 lainnya laki-laku, saat ini masih kita amankan guna dilakukan penyelidikan” ungkapnya (bio/Tau).
Share:

Apel Pacar, Begal Meresahkan Diberondong Peluru

MUARA ENIM -- Petualangan Sulaiman alias Manuk Jarot (26) pelaku begal meresahkan yang kerap beraksi diwilayah Kabupaten Pali dan Muara Enim akhirnya berakhir sudah. Warga Desa Jeramba Besi, kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali, tersungkur diberondong peluru usai dibekuk petugas saat sedang  berkunjung dikediaman pacarnya di Desa Benakat Kecamatan Gunung Megang Kab. Muara Enim, Selasa (30/10) sekitar pukul 01:00 wib.

"Pelaku Manuk merupakan DPO pelaku begal bersenpi yang meresahkan warga Pali, tercatat pelaku ada 6 laporan kasus yang diterima petugas Polsek Talang Ubi dan Polsek Gunung Megang,"kata Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta.

Dikatakannya,pelaku Manuk beraksi dengan seorang rekannya yang kini masih dalam pengejaran petugas. Manuk beraksi membegal korbannya dengan bersenjata api rakitan dan menunggangi kendaraan sepeda motor Yamaha vixon miliknya.

"Aksi begal pelaku terakhir pada  17 September 2018, sekira Pukul 09.00 Wib, di Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim. Korbannya perempuan Irawati (25) harus merelakan sepeda motor Yamaha Force One BG 2943 OE setelah ditodong senjata oleh pelaku,"ujarnya

Adapun kronologi tertangkapnya begal buron  ini, Kompol Irwan mengatakan setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut petugas. Tim Rajawali Polres Muara Enim dipimpin langsung Kanit Pidum Ipda Raja Toga bersama denga anggota Polsek Gunung Megang mencium kebedaraan pelaku di Desa Benakat, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

Mendapat informasi tersebut, tim Rajawali bergerak cepat dan mengepung pelaku yang ternyata sedang berada dikediaman pacarnya di desa tersebut.

"Rupanya pelaku saat akan digrebek mengetahui kedatanga petugas, sehingga mencoba kabur dan melawan petugas,  alhasil pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan 4 butir timah panas bersarang di kaki,"ucapnya

Usai penangkapan tersebut, pelaku pun langsung dibawa petugas. Selain itu, petugas turut mengamankan 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion milik pelaku.

"Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Muara Enim, untuk sementara pelaku kita jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,"pungkasnya.
Share:

Ops Zebra Musi 2018, Ratusan Kendaraan Ditilang

PRABUMULIH – Digelarnya Operasi Zebra Musi 2018 di beberapa titik di Kota Prabumulih terlihat masih banyaknya masyarakat yang melakukan pelanggaran berlalu lintas seperti tidak memilik surat izin mengemudi (SIM), tidak pakai helm standar, bahkan pengemudi dibawah umur

Hal itu dibuktikan dari hasil OPS Zebra selama tiga hari dititik yang berbeda yakni dikawasan persimpangan lampu merah Bawah Kemang, Tugu Air Mancur dan Eks Kantor Polsek Prabumulih Timur

Tercatat sekitar 181 pelanggar sudah diberi sanksi surat tilang karena melakukan pelanggaran dan tidak memiliki surat kendaraan yang lengkap, rabu (1/11/18)


"Tampak petugas satlantas meminta pelangendara untuk memperlihatkan surat kendaraannya"


Foto : Humas Polres


Dari pantauan wartawan sininews banyak masyarakat yang memutar arah saat digelarnya Ops Zebra di depan Kantor Polsek Prabumulih Timur lama, tak tanggung kemacetan terjadi di persimpangan Gedung Harmonis dan Simpang Prabujaya

Banyak pemotor yang tiba-tiba memutar arah dan melawan arus untuk menghindari razia

“lemak muter bae aku kk dari pada ngurusi motor dikantor polisi” ungkap pria gempal yang tak ingin namanya disebut

“macet jalan oleh banyak yang muter arah (melawan arus) takut ditilang”tambahnya

Kegiatan operasi zebra musi 2018 yang akan digelar selama dua pekan itu akan menyasar pelanggar yang tidak memiliki surat surat lengkap hingga pengendara dibawah umur (bio/Tau)
Share:

Ajak Masyarakat Berpartisipasi Dalam Pengawasan Pemilu, Bawaslu PALI Turun 'Gunung'

PALI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menggalakkan sosialisasi Pemilu partisipasi masyarakat dalam rangka menyongsong Pemilu 2019. Bahkan kegiatan untuk mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu, Bawaslu PALI rela turun 'gunung' menyambangi masyarakat ke kecamatan-kecamatan.

Kali ini dilaksanakan di Panwaslu Kecamatan Penukal, Kamis (1/11), yang dihadiri unsur pemerintah dari Kecamatan, Polsek, Babinsa, Tokoh Agama, Tokoh Masysrakat,Tokoh Pemuda. Sedangkan narasumber dari KPUD dan Komisioner Bawaslu PALI.

Azwar, ketua Panwaslu Kecamatan Penukal mengajak seluruh masyarakat kabupaten PALI untuk bersama-sama menciptakan kondisi lingkungan yang aman, tertib dan terkendali.

"Kegiatan ini juga sebagai sarana dalam mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif Pemilu demi suksesnya jalannya tahapan Pemilu," kata Azwar.

Sementara itu, Iwan Dedi  komisioner Bawaslu PALI menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan secara menyeluruh terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

"Bawaslu juga bergandengan tangan dengan Gakumdu, Kapolres Muara Enim, sebagai tindakan hukum dan keamanan di Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang. Pengawasan partisipasi masyarakat sebagai pendukung kegiatan Bawaslu, untuk itu kami gencar sosialisasi ini untuk mendorong masyarakat agar berpartisipasi dalam pengawasan," terang Iwan Dedi. (red)
Share:

Keluarga Berharap Korban Lion Air JT610 Asal Pali Kembali Pulang dengan Selamat

PALI -- Husnaini (55) ibu kandung Chandra Kirana (29) warga Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) salahsatu nama yang masuk dalam manifest penumpang Lion Air JT610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang Provinsi Jawa Barat pada Senin (28/10) lalu, masih berharap anaknya kembali pulang dengan selamat.

Selain berharap anaknya pulang dengan selamat, Husnaini juga menginginkan anaknya tersebut kembali membawa sang istri Cici Ariska yang juga jadi penumpang pesawat naas itu.

"Kami masih berharap banyak anak dan menantu bisa pulang selamat dan berkumpul lagi bersama kami, terlebih lagi, menantu kami tengah mengandung tiga bulan," harap Husnaini sambil memegangi foto Chandra dan Cici, Kamis (1/11).

Dirinya bersama keluarga lain terus memantau perkembangan pencarian korban pesawat yang jatuh melalui berbagai media masa.

"Tak henti-henti kami berdoa bersama setiap kesempatan sambil menunggu kabar kepastiannya. Adik Chandra bernama Bayu saat ini masih di Jakarta memantau langsung perkembangan pencarian korban pesawat, dan sampel DNA kami telah dikirim ke RS Polri Kramat Jati, sebab kami tidak bisa ke Jakarta karena shock," tukasnya.

Sementara itu, Nova Sari adik ipar Chandra yang ikut rombongan seminar di Bali, tetapi sepulang dari Pulau Dewata, mengaku bahwa dirinya bersama Bayu sang suami berpisah, karena Nova dan Bayu bermaksud pulang ke Pendopo terlebih dahulu untuk bertemu orang tuanya, sementara Chandra Kirana, Cici Ariska, Ase Syarifidin dan Dadang langsung terbang ke Pangkal Pinang.

Saat keberangkatan menuju Pulau Bali, Nova menceritakan bahwa saat terbang dari Jakarta menuju Bali, pesawat yang ditumpanginya sempat diguncang angin puting beliung.

"Kami ketemu di Jakarta pada Kamis (25/10) yang langsung berangkat ke Bali bersama-sama menumpang pada pesawat Garuda. Kami sempat cemas saat pesawat yang kami tumpangi mengalami goncangan kuat, tetapi alhamdulillah, sampai mendarat di Bandara Ngurahrai Bali, pesawat kami selamat," kenang Nova.

Saat mengikuti seminar, tak ada tanda-tanda aneh terlihat dari wajah Chandra maupun Cici. "Hanya saja, Cici pernah berkata akan pulang bersama saat akhir tahun ini untuk berkumpul dengan keluarga di kota Pendopo. Sementara  kak Chandra berencana membangun sebuah Mall di Pendopo ini," katanya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts