Ribuan Kontestan LIDA 2 Padati Gedung Kesenian Prabumulih

PRABUMULIH – Ribuan masyarakat Sumatera Selatan antusias ikuti audisi Liga Dangdut (LIDA) 2 yang diselenggarakan Indosiar salah satu televisi swasta nasional di Gedung Kesenian Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Minggu (18/11).

Tercatat, sebanyak 1038 kontestan ambil bagian ikut audisi LIDA 2. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan sampai lima kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti 200 orang kontestan saja.

Koordinator acara, Nawang Wulan mengatakan audisi LIDA 2 di Kota Prabumulih lebih meriah jika dibandingkan tahun sebelumnya. "Ini lebih antusias. Di Palembang gak sebanyak ini, lebih banyak di Prabumulih," Ujar Wulan.

Tercatat, 500 undangan yang disediakan panitia ludes dalam hitungan menit, bahkan panitia harus menyediakan 300 undangan tambahan guna menenuhi kebutuhan kontestan.

"Belum lagi yang daftar melalui WA (Whatsapp) dan Online, karena pendaftaran audisi kali ini juga masyarakat dikasih kemudahan, bisa daftar melalui aplikasi WA dan download secara online," ungkapnya.

Menurut Wulan, salah satu faktor meningkatnya jumlah kontestan audisi tahun ini terjadi karena adanya salah satu wakil Sumsel yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi dangdut tersebut. "Jadi kalau ada perwakilan dari daerah yang jadi juara satu, dua atau tiga, disana pesertanya meningkat," terangnya.

Meskipun jumlah pendaftar audisi LIDA 2 mengalami peningkatan,  kata Wulan, namun proses audisi tetap akan diselesaikan dalam satu hari. "Karena besok kita harus pulang dan lakukan audisi di provinsi lainnya," katanya.

Wulan menjelaskan proses audisi LIDA di 34 provinsi di Indonesia tersebut harus selesai sampai akhir desember. "Januari itu kita sudah mulai on air, jadi harus selesai akhir Desember," jelasnya.

Disinggung mengenai Provinsi yang memiliki antusias tinggi dalam mengikuti audisi LIDA, Wulan menuturkan sejauh ini ada tiga wilayah dan salah satunya adalah Kota Prabumulih. "Kemarin itu Jambi, Kendari dan Prabumulih juga banyak," tambahnya.
Share:

Siswa SMP Tewas Tenggelam saat Pramuka!

PALI - Rada Mangisti (13) kelas 2 SMPN 4 Talang Ubi Warga Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus meregang nyawa saat ikuti kegiatan pramuka di sekolahnya lantaran tenggelam di Sungai Batang Hari Siku Desa Karta Dewa, Minggu (18/11) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dari keterangan Dodi, pembina pramuka yang mendampingi kegiatan tersebut mengatakan bahwa dirinya mengetahui korban tenggelam dari siswa lainnya yang berteriak-teriak bahwa ada salahsatu siswa pramuka tenggelam.

"Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Dan sekitar pukul 11.00 WIB kegiatan selesai, kemudian siswa bersih-bersih dipinggir sungai. Posisi aku membina siswa laki-laki, dan yang perempuan ada pembina lain. Saat itu, posisi korban pertama kali aku ketahui sudah berada diatas, entah siapa yang pertama kali mengangkatnya, karena jarak antara siswa pramuka laki-laki dan perempuan cukup jauh," ungkap Dodi kepada media ini saat di ruang UGD RSUD PALI.

Kemudian ditambahkan Dodi, dirinya langsung memberikan pertolongan dengan menekan perut korban, tetapi korban tidak sadar-sadar. "Karena tak bergerak lagi, maka kami minta tolong warga sekitar untuk membawa korban ke rumah sakit," tukasnya.

Sementara itu, Hendra, ayah korban mengatakan bahwa anaknya pamit bersama kawan-kawannya untuk pergi ikuti kegiatan pramuka sekitar pukul 06.00 pagi menggunakan kendaraan jemputan sekolah. "Kami ketahui anak kami masuk ke sungai dari kepala desa yang dihubungi pihak sekolah. Yang kami sesalkan, kenapa pembina pramuka tidak mengetahui anak kami masuk sungai. Karena, melihat jasad anak kami, sepertinya sudah lama tenggelam, sebab, sekujur tubuhnya sudah membiru," ucapnya. sn
Share:

Lantaran Ini Andri Dibekuk Polsek Tanah Abang

PALI--Jajaran Polsek Tanah Abang berhasil meringkus Andri Kandra alias And (28) warga Dusun II Desa Raja Selatan kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lantaran diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Andi Saputri warga satu desa dengan pelaku yang masih terbilang tetangganya sendiri.

Pelaku And diringkus berdasarkan laporan korbannya dengan bukti LP / B / 65 / X /2018 / Sumsel/ Res ME / Sek Tanah Abang tgl 25 Oktober 2018.

"Kejadian itu bermula pada hari kamis tanggal 25 Oktober 2018 sekira pukul 19.00 WIB lalu, tepatnya di dapur rumah korban, saat itu korban sedang memasak, pelaku datang dengan istrinya hendak meminta uang arisan yang telah bubar sebanyak Rp. 1.500.000,- yang awalnya sebanyak Rp. 1.800.000,- dan telah di bayar korban sebanyak Rp. 300.000,- korban dan pelaku sudah pernah melakukan perjanjian di atas materai 6000, di rumah kepala Desa Raja Selatan, " ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni, SH.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku naik pitam lantaran korban telah ingkar atau melewati batas waktu yang telah disepakati, dan pelaku nekat langsung memukul korban sebanyak tiga kali.

"Pelaku tersulut emosi dan langsung memukul korban, pelaku sempat di halangi oleh istrinya sebelum terjadi pemukulan. Selanjutnya pelaku di bawa oleh warga untuk di tenangkan namun pelaku kembali membawa senjata tajam jenis parang. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar bercak merah kebiruan di bagian alis mata sebelah kiri," tambah Sofyan

Dari laporan korban tersebut, lanjut Kapolsek petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku yang sebelumnya bersembunyi, kemudian mengamankan pelaku saat perjalanan pulang hajatan pada Kamis 15 November 2018.

"Pelaku terlihat saat menghadiri sebuah acara hajatan di Desa Raja Selatan kecamatan Tanah Abang, saat itu kanit Reskrim polsek Tanah Abang mempersiapkan anggotanya dan langsung kita amankan tanpa perlawanan dari pelaku. Pelaku kita jerat dengan pasar 351 KUHP dengan ancaman tiga tahun penjara," tandasnya.(red)
Share:

Kota Prabumulih Tuan Rumah Menjaring Duta LIDA 2, Catat Hari dan Tanggalnya

PRABUMULIH -- Sebagai stasiun TV yang unggul dalam program talent search termasuk musik dangdut, Indosiar terus berupaya untuk memperluas khasanah musik dangdut ke penjuru negeri.

Tahun lalu Indosiar telah sukses menggelar ajang pencarian bakat terbesar “Liga Dangdut Indonesia (LIDA)” hingga memperoleh Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia untuk program LIDA sebagai Program Pencarian Bakat dengan Peserta dari Provinsi Terbanyak.

Tahun ini Indosiar kembali akan menjaring duta-duta dangdut terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia dalam audisi “Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2”. Pekan ketujuh audisi LIDA 2 akan berlangsung di tiga provinsi yakni Papua Barat, Papua dan Sumatera Selatan. Audisi LIDA 2 Provinsi Sumatera Selatan diselenggarakan di Gedung Kesenian, Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Jl. Jend. Sudirman KM. 6, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan pada hari Minggu, 18 November 2018.

Tahun ke-2 penyelenggaraan program Liga Dangdut Indonesia akan mempertemukan duta dangdut terbaik dari provinsi paling barat di Indonesia sampai paling timur. Mereka akan membawa beragam kekayaan budaya hingga mengenalkan kearifan lokal dari provinsi asalnya di panggung Liga Dangdut Indonesia 2.

“Melalui program Liga Dangdut Indonesia 2 ini Indosiar berharap dapat menjadi program yang inspiratif dan akan melahirkan Idola Indonesia dengan kualitas vokal dangdut terbaik hingga turut meramaikan industri hiburan tanah air ”, tutur Ekin Gabriel selaku VP - PSRD Division Head.

Calon peserta yang memiliki bakat menyanyi dangdut pria maupun wanita berusia 15 – 25 tahun dapat datang langsung ke lokasi audisi dengan membawa data diri beserta foto. Formulir pendaftaran dapat diambil langsung di lokasi audisi secara gratis. Calon peserta hanya diperbolehkan mengikuti audisi LIDA 2 di provinsi yang sesuai dengan keterangan di kartu identitas.

Selain itu Indosiar juga memberikan kemudahan kepada calon peserta untuk dapat mendaftarkan diri melalui Official Whatsapp LIDA 2 : 0821-2209-8667. Berbeda dengan LIDA tahun sebelumnya, LIDA 2 akan digelar semakin kompetitif dengan memilih Idola Indonesia yang mewakili seluruh provinsi.

Proses audisi di masing-masing provinsi, nantinya Indosiar akan membawa data dari 10 peserta terbaik ke Jakarta yang kemudian akan diseleksi kembali untuk memilih duta dangdut terbaik yang akan bersaing di panggung Liga Dangdut Indonesia 2.

Sebelumnya audisi LIDA 2 telah menyambangi Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Riau, Bali, Kalimantan Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara dan masih akan terus berlanjut ke 14 provinsi di Indonesia lainnya.

Pekan depan Indosiar akan menyambangi Provinsi Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Utara pada hari Minggu, 25 November 2018. Ikuti audisi Liga Dangdut Indonesia 2 di Provinsi Anda! Gratis! (ril)
Share:

Cegah Konflik Sedini Mungkin, Ini Harapan Sekda PALI

PALI -- Sekda Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Syahron Nazil berharap kepada seluruh tim terpadu penanggulangan konflik sosial agar mengantisipasi sedini mungkin adanya isu-isu yang dapat membelah persatuan dan kesatuan serta dapat memicu konflik.

Harapan itu dikatakan Sekda Pali saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi tim terpadu penanganan konflik sosial Kabupaten PALI, Jumat (16/11) di Ruang Rapat Kantor Bupati PALI.

"Melalui pertemuan ini kita dapat berbagi strategi apa saja isu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat terlebih yang bisa mengganggu penyelenggaraan pemerintah maupun ketertiban masyarakat. Hal itulah yang harus dicegah sedini mungkin agar tidak meluas dan tidak terjadi gejolak," harap Sekda.

Apalagi saat ini menjelang Pemilu, diakui Sekda banyak isu-isu yang harus diantisipasi agar tidak terjadi konflik dan gesekan. Selain isu jelang Pemilu, isu lainnya di PALI yang tengah berkembang adalah narkoba. Untuk itu, pada kegiatan tersebut, dihadirkan kepala BNN Muara Enim dan PALI agar bisa saling tukar strategi dalam menangani isu narkoba.

"Isu lainnya adalah kerukunan antar umat beragama. Tetapi saat ini yang menjadi kritis bukan antar umat beragama tetapi justru konflik seagama. Juga konflik lahan, konflik limbah juga yang paling berbahaya adalah berita bohong atau hoax. Dari situlah, ada panggilan untuk kita agar kita menyampaikan berita yang benar," tukasnya.

Sementara itu, Dra Darmawi, kepala Kesbangpol Kabupaten PALI menjabarkan tujuan pelaksanaan rapat koordinasi dan evaluasi Tim terpadu penanganan konflik. Dimana rapat tersebut untuk melakukan pemetaan terhadap konflik atau gejolak dan penyelesaian konflik dengan mengantisipasi setiap ancaman, tantangan dan gangguan demi terciptanya atau mempertahankan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dijelaskan Darmawi bertujuan memberikan pemahaman yang sama tentang tim terpadu juga memberikan pemahaman yang detail tentang tugas masing-masing instansi terkait dengan harapan terciptanya pemahaman mengenai tugas dan fungsi tim terpadu dan sekretariat komunitas intelijen daerah (Kominda).

"Serta tercapainya efektivitas dalam pelaksanaan tugas sesuai kebijakan yang berkaitan dengan deteksi dini peringatan dini terhadap ancaman stabilitas nasional di Kabupaten PALI," jabarnya.
Share:

Pria ini diringkus Polisi Gara gara Bola Lampu.Kenapa?

PRABUMULIH – Satres Narkoba Polres Prabumulih Pimpinan Kanit Idik 1 Ipda Sardinata, SH kembali berhasil mengungkap kasus penyalagunaan narkotika jenis sabu

Kali ini polisi berhasil mengamankan Wahyu Putra Pratama (23) warga Jalan Bukit Lebar Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih dikediamannya sekitar pukul 11.00 wib

Berawal dari beberapa laporan masyarakat petugas mengendus keberadaan pelaku penyalagunaan narkoba yang sering bertransaksi dan menggunakan narkoba dirumahnya

Petugas pun langsung melakukan penggeledahan dikediamannya disaksikan oleh RT.01 Kelurahan Majasari dan didapati sembilan kantung kecil narkotika berjenis sabu yang disimpan dan lampu neon

Hal tersebut terungkap ketika petugas sebelumnya tidak menemukan barang bukti cukup dibadan pelaku untuk menangkapnya, tak habis akal petugas menyisir tempat kecil dirumah tersangka, dan ditemukan lampu neon yang didalamnya berisi paketan sabu

Hal itu dilakukan tersangka untuk mengelabuhi petugas agar terhindar dari jerat hukum

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MM membenarkan kejadian tersebut

“benar palaku beserta barang bukti sabu seberat 1,62 gram dan sejumlah uang yang diduga hasil penjualan sabu ikut diamankan untuk proses penyidikan”tegas nya (bio/Tau)
Share:

Ular Pyton sepanjang 7 Meter Hebohkan warga betung

PALI - Warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan temuan ular pyton dengan panjang hampir tujuh meter dan berat lebih dari 100 kilogram, yang ditemukan Jenok Joker (40) salahsatu warga setempat di sungai yang tak jauh dari desa tersebut pada Rabu malam (14/11).

Sontak saja, rumah Jenok jadi ramai oleh warga yang penasaran ingin melihat secara langsung ular berukuran besar tersebut.

"Ular itu ditemukan saat Jenok mencari ikan di sungai, kemudian ditangkap dan dibawa kerumahnya dengan cara dipikul dua orang," ungkap Fredy, salahsatu tetangga Jenok, Kamis (15/11).

Diakui Fredy bahwa Jenok memang dikenal sebagai pawang ular dan telah beberapa kali berhasil membawa ular berukuran besar bahkan ular berbisa.

"Biasanya setelah ditangkap kemudian dipelihara terlebih dahulu sebelum ada orang yang membelinya. Tetapi untuk saat ini, belum ada rencana ular tersebut dijual, sebab masih banyak warga yang datang unik melihat bahkan tak sedikit numpang berfoto dengan ular tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Jhen Santri warga Desa Betung lainnya mengharapkan ada dari pihak pemerintah untuk mengambil ular tangkapan warga agar populasi ular pyton tidak punah.

"Ular itu keluar mungkin sarangnya terkena banjir, dan kalau ular-ular besar itu ditangkap lalu dijual, kami khawatir akan punah," ujarnya (sn)
Share:

Culik Ibu dan Anak Hingga Nekat Masuk Kolong Tempat Tidur, Sepak Terjang Sukirman Berakhir di Bui

PALI -- Sukriman (33) warga Gunung Megang Kabupaten Muara Enim nyaris saja tewas jadi bulan-bulanan masa lantaran kedapatan berada di bawah tempat tidur Edy Prayitno (27) warga Talang Kemang Kelurahan Talang Ubi Selatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Kamis (15/11) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Beruntung nyawa Sukirman bisa diselamatkan jajaran Polsek Talang Ubi yang saat itu tengah melakukan patroli rutin yang langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Talang Ubi. Tetapi sebelumnya, Sukirman dibawa ke RDUD Talang Ubi lantaran babak belur dan mengalami luka-luka akibat amukan massa.

Dari keterangan Edy Prayitno, pemilik rumah saat membuat laporan di Mapolsek Talang Ubi bahwa pelaku Sukirman telah lama menyukai dan  mengincar istrinya untuk dibawa kabur.

"Pernah istri dan anak aku diculiknya selama lima hari. Kejadian itu berlangsung sekitar setengah bulan lalu, beruntung istri aku bisa lolos dengan cara kabur saat dibawa ke Palembang. Tetapi karena pelaku mengancam terus akan mencelakai anak kami, jadi kami putuskan tidak lapor polisi," terang Edy Prayitno.

Tetapi, kejadian Kamis pagi tadi diakui Edy bahwa pelaku terbilang nekat, lantaran saat dirinya tengah berada di rumah, pelaku nekat masuk masuk ke kamarnya.

"Aku ketahui ketika mendengar suara seperti ada kucing dibawah tempat tidur, dan saat aku lihat, ternyata ada pelaku itu. Lalu aku paksa keluar, tetapi pelaku itu malah melawan dan sempat adu pukul. Setelah terdesak, pekaku rupanya membawa bensin dan korek api juga pisau, yang langsung menyeramkan bensin ke wajah aku dan menyalakan api, hendak membakar aku," tambahnya.

Karena terancam, Edy langsung berlari keluar rumah dan berteriak minta tolong. Sementara istrinya juga berlari ke rumah tetangganya. "Kemudian warga lain berdatangan lalu menangkap pelaku. Dan akibat luapan emosi, warga memukuli pelaku. Namun, tidak lama polisi datang," katanya.

Sementara pelaku Sukirman mengaku bahwa dirinya dan istri Edy sudah lama kenal, dan saat diketahui pemilik rumah tengah berada di bawah tempat tidur, Sukirman mengatakan bahwa ingin bertemu istri Edy.

"Kami sering kontek-kontekan dengan dia (istri edy). Untuk itu, aku ingin menemuinya, tetapi ada suaminya di rumah. Lalu aku masuk rumah itu melalui pintu belakang," akunya.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan Setiawan bahwa saat anggotanya lakukan patroli rutin, ada informasi keributan di daerah Talang Kemang, kemudian kita amankan pelaku tersebut.

"Saat ini kasusnya adalah pengancaman dan kita kenakan pasal 335 KUHP. Sementara ini, masih kita dalami motifnya apa. Pelaku dan pelapor serta saksi-saksi masih kita ambil keterangannya," ungkapnya.
Share:

Pencuri Mesin Air, Pemuda ini ketangkap basah warga

PRABUMULIH – Ilham (18) warga Jalan Nur Ilahi No. RT.3 Rw. 3 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih nyaris bonyok dihajar warga

Pasalnya pria ini tertangkap tangan mencuri mesin pompa air milik warga Jalan toman Komplek Safira Rt.03 Rw.02 Kelurahan Prabujaya

Kejadian bermula saat rumah Noer Kurniawan warga Kelurahan Prabujaya itu sedang bekerja dan dirumah korban tidak ada penghuninya, dari kesempatan itu tiga pelaku menggasak mesin pompa air dengan memotongnya memakai gergaji

Kecurigaan warga setempat membuat ketiga pelaku ini panik dan melarikan diri, setelah dilakukan pengejaran terhadap pelaku warga bersama anggota unit reskrim Polsek Prabumulih Timur berhasil mengamankan satu pelaku

Warga yang mulai kesal berhasil menangkap pelaku dan membawanya kekantor polisi untuk diamankan

Dari kejadian itu pelaku nyaris dihajar warga dan berhasil diredam petugas yang ada ditempat kejadian perkara
Pelaku bersama barang bukti sebatang pipa air yang dipotongnya dari sumur korban berhasil diamankan petugas dan dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan dan dilakukan penyelidikan (sn/bio)
Share:

Jembatan Ini Bakal Permudah Warga PALI-Prabumulih, Akhir Tahun Ini Bisa Dilalui

PALI -- Warga Bumi Serepat Serasan dan Kota Prabumulih yang selama ini  terhalang sungai Lematang dalam berinteraksi, kini kendala itu segera berlalu. Pasalnya, akses yang biasa digunakan warga dua daerah tersebut untuk beraktivitas menggunakan perahu untuk menyeberang bakal menjadi kenangan, lantaran Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah membangun jembatan penghubung yang membentang di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tanah Abang menuju Kota Prabumulih.

Pembangunan jembatan tersebut saat ini sudah tahap finishing, dan ditargetkan tahun ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua tanpa harus menyeberang menggunakan perahu.

"Secara bertahap pembangunan jembatan Tanjung Dalam kita lakukan melalui APBD Kabupaten PALI. Tahun ini kita lanjutkan lagi sampai jembatan itu bisa dilalui meskipun belum sepenuhnya rampung," ujar Etty Murniaty, kepala Dinas PU BM Kabupaten PALI, Rabu (14/11).

Akses warga akan lebih mudah setelah jembatan itu bisa dilalui, dan tahun 2018 ini, dijelaskan Etty, tahapan pembangunan sampai pengerasan. "Pekerjaan masih dilakukan, dan pengerasan jalan sampai ke seberang, atau wilayah Kota Prabumulih, " jelasnya.

Untuk itu, demi kelancaran proses pekerjaan jembatan tersebut, Etty meminta dukungan semua pihak agar tidak menemui kendala.

"Rencananya, pengecoran jembatan dilaksanakan tahun berikutnya, dan bakal rampung sepenuhnya tahun 2019," pungkasnya
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts