BLH Turunkan Tim Khusus Ke Lokasi Pencemaran

MUARA ENIM - Adanya temuan pencemaran sungai di Desa Pedataran Kecamatan Gelumbang yang diduga sengaja dilakukan ilrh salah satu titik lokasi pengeboran minyak milik Pertamina mendapatkan reaksi cepat dari berbagai pihak khususnya Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim bahkan sudah menyiapkan tim khusus analis laboratorium untuk mengambil sampel ke lapangan.

"Kami sudah ditelpon pimpinan untuk berangkat kesana hari ini(kemarin,red). Kami berangkat bersama tim kesana, salah satunya analis lab. Selain melakukan pengamatan visual, juga mengambil sampel," ungkap Hamseh, salah satu petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Senin (28/1).

Dikatakan dia, untuk pembuktian maka diperlukan kajian analis laboratorium terhadap sampel air yang diambil serta pengamatan visual dari sumber pencemaran.

"kajian laboratorium untuk mengetahui kandungan kimiawi yang ada di air apakah berbahaya atau tidak dan pengamatan visual untuk mengetahui sumber pencemaran," jelasnya.

Sementara, anggota DPRD Muara Enim, Faizal Anwar, SE menanggapi hal ini meminta Pemkab Muara Enim dalam hal ini Dinas terkait untuk segera menginventarisir penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh kejadian ini.

"Segera inventarisir penyebabnya karena jika ini merupakan pencemaran yang disengaja dan limbah yang dibuang berbahaya bagi masyarakat disana, oknum pencemaran harus ditindak tegas baik perorangan maupun perusahaan," pintanya.

Dikatakan legislator dua periode tersebut, jika memang diduga limbah berasal dari lokasi eksplorasi milik Pertamina, maka pihak Pertamina harus bertanggungjawab atas pencemaran tersebut dan menyampaikan ke publik secara transparan mengenai penyebab terjadinya hal tersebut.

"Jika hasilnya nanti limbahnya kategori berbahaya bagi masyarakat, maka pasti ada dampak susulan berupa masalah kesehatan bagi masyarakat yang memanfaatkan sungai tersebut untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari. Baik dampak sekarang maupun yang akan datang, Pertamina harus bertanggungjawab jika terbukti sumbernya berasal dari lokasi pengeboran," kata calon Anggota DPRD Sumsel periode 2019-2024 asal partai PAN ini.(SN)
Share:

Muara Enim Mendapat SAKIP Berpredikat BB

MUARA ENIM--Upaya Pemkab Muara Enim untuk mendapatkan hasil yang terbaik pada penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja  Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) Reformasi Birokrasi (RB) membuahkan hasil. Terbukti evaluasi penilaian SAKIP yang dilakukan Kemenpan RB tahun 2018, Pemkab Muara Enim mendapatkan predikat BB dengan nilai 75,07.

Hasil evaluasi itu diterima  langsung Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM  dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bitokrasi,Safrudin (28/1) berlangsung di The Trans Luxury Hotel Bandung.

Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM melalui Bagian Organisasi Pemkab Muara Enim mengatakan, predikat BB dengan nilai 75.05, hasil yang cukup membanggakan  ini  menunjukkan komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang senantiasa meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.

Dijelaskannya, eksistensi suatu pemerintahan sangatlah tergantung pada masyarakat, untuk itu sudah menjadi  kewajiban bagi  pemerintah untuk memberikan pelayanan dengan baik dan bertanggung jawab. Akuntabilitas mejadi sangat penting untuk diadopsi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Karena, lanjutnya, akuntabilitas itu sendiri merupakan  kewajiban mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.  Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan garda depan menuju good governance dimana pemerintah mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara dengan sebaik-baiknya untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim mempunyai  komitmen yang kuat dan senantiasa menjaga konsistensi untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja secara baik sesuai arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Konsistensi tersebut dibuktikan dengan  semakin membaiknya penilaian Sistem Akuntabilitas  Kinerja Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Muara Enim dari tahun ketahun.

“ Semula kita mendapatkan predikat C pada tahun 2011, kemudian CC selama 2 tahun pada tahun 2012 dan 2013, B selama 3 Tahun pada tahun 2014 sampai dengan . 2016, Perdikat BB dimulai pada tahun 2017 dengan nilai 70,01 dan terakhir pada tahun 2018 mendapatkan perdikat BB dengan nilai meningkat dari 70,01 menjadi 75.07,” jelasnya.

Penilaian SAKIP tahun 2018 ini, lanjutna,  telah memenuhi persyaratan minimal yang ditentukan Kemen PAN RB. Yakni  adanya perjanjian kinerja dari Eselon II sampai IV, telah disusun proses bisnis, telah dilakukan evaluasi internal oleh SPI  kepada semua Opd, telah dilakukan penyusunan  Cascading berkualitas (orientasi outcome dan keterkaitan melalui crosscuting) untuk semua Opd, telah diaplikasikan e performance based budgeting, aplikasi sistem e  Sakip, dan Manajemen kinerja yang berkualitas dan implementatif. Efisiensi anggaran yang dapat dilakukan dalam tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 298 Milyar berdasarkan cascading yang dilakukan semua OPD

Bupati  mengucapkan terimakasih kepada KemenPAN RB, Pemerintah Propinsi  Sumatera Selatan yang telah membimbing dalam pelaksanaan AKIP Kab. Muara Enim.  Terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besar juga kepada semua OPD lingkup Pemkab Muara Enim yang telah bekerja keras, dan  bekerja cerdas dalam upaya peningkatan kinerja akuntabilitas kinerja instansi pemerintah selama ini.

Kedepan Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen   untuk senantiasa dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja menuju terwujudnya kepemerintahan yang baik yang berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.(SN)
Share:

Ini Akibatnya Kalau Suka "Ngapel" Istri Orang

MUARA ENIM—Kisah cinta terlarang yang dilakoni Hendri Warsoleh (36), berujung di jeruji besi. Warga Talang Pipa Bawah, Kelurahan Talang Ubi, Kecamatan Talang Ubi, PALI  ini nekat menjalin asmara dengan istri orang berinisial LZ.

Diketahui LZ yang merupakan istri dari UJ warga Talang Pegang, Kelurahan Pasar Bhyangkara,Kecamatan Talang Ubi, PALIi. Hendri kerap datang menemui LZ saat UJ sedang tak berada dirumah.

Namun pada Kamis (24/1) malam sekitar pukuil 23:00 wib menjadi apel terakhir Hendri. Sebab dia tertangkap basah setelah digrebek UJ bersama warga. Hendri yang sedang menaiki tangga rumah UJ kaget karena kedatangannya secara diam-diam rupanya diketahui suami LZ.

Celakanya saat digrebek, Hendri juga membawa senjata tajam jenis parang. Sehingga Hendri pun digiring UJ bersama warga ke Polsek Talang Ubi.

Saat diamankan petugas, Hendri mengakui kedatangannya untuk menemui LZ. Diakuinya ia sudah cukup lama menjalin hubungan dengan LZ yang merupakan istri dari UJ. Sementara mengenai senjata tajam parang, Hendri nekat membawa parang tersebut untuk berjaga diri.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Senin (28/1) membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya pelaku bersama barang bukti sajam jenis parang telah diamankan di sel Mapolsek Talang Ubi.

"Saat diamankan pelaku tertangkap membawa senjata tajam tanpa ijin, sehingga dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951,"jelasnya.(SN)
Share:

Dinas Tenaga Kerja Prabumulih, 600 Pembinaan Para Pengangguran Di Tahun 2019 Ini



 

PRABUMULIH -- Masalah pengangguran di kota Prabumulih ini masih sangat besar dan setiab tahunnya bertambah banyak di karenakan tingkat kelulusan Sekolah Menengah Atas ataupun Sekolah Menengah Kejurua, siswa siswi yang tamat dari pakulitas yang ada di kota prabumulih maupun di luar kota semakin bertambah banyak.

Dalam hal ini,kepala Dinas tenag kerja kota Prabumulih Zulkifli saat di temui di kantornya 28/01/19 menyampaikan. Untuk menekan masalah pengangguran yang ada di kota Prabumulih ini, dinas tenaga kerja menawarkan pembinaan selama 3 hari dan memberikan pasilitas untuk bekerja bagi yang masih menganggur.


Di tahun ini dinas tenaga kerja menargetkan 600 peserta yang akan di bina dari tenaga skil ataupun non skil


"Kami di tahun 2019 ini memberikan peluang usaha kepada 600 pencari kerja skil maupun non skil, kalau untuk yang skil  yaitu berpotensi seperti salon rias maupun guting rambut,membengkel, mengelas, dan menjahit. Dari 600 orang tersebut  kami membina selama 3 hari"


Zulkifli juga mengatakan Pembinaan selama 3 hari tersebut kami memberikan pelatihan praktek dan non praktek untuk yang non skil, dan setelah 3 hari pelatihan untuk yang mempunyai skil kami akan memberikan peralatan dalam bidang mereka masing masing.


Menambahkan lagi, kalau untuk tenagakerja non skil kami membinanya perjam bukan selama 3 hari di karena mereka bekerja secara teori, Tendasnya. (T/H)
Share:

Genjot PAD, DPRD PALI Desak Pemda Kembangkan Potensi Wisata Lokal

PALI -- Sebagai daerah baru tentunya banyak potensi alam yang masih terpendam, dari itulah, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Irwan ST menginginkan agar pemerintah daerah Kabupaten PALI mampu menggali dan mengembangkan potensi untuk dijadikan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seperti objek-objek yang bisa menjadi tempat wisata baru, yang saat ini masih belum banyak dikembangkan padahal tempat tersebut sudah lama ada.

"Kita harus menggenjot PAD salahsatunya sektor wisata. Penataan serta pembinaan perlu dilakukan pemerintah agar objek wisata tersebut bisa lebih dikenal. Disamping itu promosi juga menjadi hal yang sangat penting agar banyak orang bisa mengunjungi objek wisata tersebut. Jadi bukan hanya mampu menggali, tapi juga harus bisa mengembangkannya," saran Irwan ST, Senin (28/1).

Untuk potensi alam yang prospeknya cukup bagus untuk dijadikan objek wisata, diakui Irwan ST cukup banyak di Kabupaten PALI.

"Kalau Candi Bumi Ayu sudah banyak orang mengenalnya, tetapi tempat lain juga masih banyak yang potensinya cukup menjanjikan, seperti Pantai Jodoh di Desa Tanjung Kurung dan baru-baru ini muncul tempat wisata baru di Desa Air Itam Kecamatan Penukal. Tinggal promosinya yang harus gencar agar lebih banyak lagi wisatawan datang," tukasnya.

Katua DPD Golkar PALI ini berpendapat  bahwa apabila banyak wisatawan datang ke PALI, maka selain masyarakat sekitar merasakan manfaatnya, juga PAD bakal masuk dengan sendirinya.

"Seperti di Bali yang hanya mengandalkan PAD dari sektor wisata, pendapatan besar dan bisa membangun apabila sudah banyak wisatawan dari berbagai penjuru datang. Untuk itu, kami mengusulkan untuk fokus menggali, membangun dan mengembangkan objek wisata yang ada agar PALI menjadi salahsatu daerah yang memiliki destinasi layak untuk dikunjungi," tutupnya.
Share:

Calon Peserta BPJS Membludak. Pimpinan : Banyak yang daftar warga Muara enim

PRABUMULIH – Kantor Jaminan Kesehatan BPJS Kota Prabumulih seminggu terakhir mengalami peningkatan drastis dari hari sebelumnya, senin (28/1/19) yang biasanya dalam sehari hanya dikunjungi oleh calon peserta BPJS sekitar 50 sampai 70 orang yang mendaftar kini meningkat tajam

Peningkatan yang cukup signifikan itu dirasakan oleh beberapa petugas pelayanan BPJS Kota Prabumulih saat ditemui dikantor. Peserta yang mendaftar sebagai calon peserta BPJS terlihat sibuk mengantri untuk mendaftar

“seminggu ini peserta yang mendaftar cukup banyak, sekitar 280 orang perhari kita melayani masyarakat yang ingin mendaftar” ucap Pimpinan BPJS cabang Kota Prabumulih Yunita Ibnu, SE.AAK saat dikonfirmasi

Yunita menambahkan membludaknya peserta bpjs ini banyak berasal dari Kabupaten Muara Enim dan disusul oleh warga Prabumulih, hal tersebut kata dia, karena warga Muara Enim yang mendaftar bpjs merupakan penduduk yang wilayahnya berdekatan dengan Prabumulih

“kebanyakan warga muara enim seperti Gelumbang, Lubay dan lainnya mendaftar di disini, karena kalau mau kesana kejauhan dan membutuhkan biaya yang cukup banyak” terangnya

Disamping itu, Pemerintahan Kabupaten Muara Enim saat ini sudah berkomitmen dengan program Universal Health Coverage (UHC) ke masyarakatnya hal inilah yang menambah membludaknya peserta yang mau mendaftar di kantor BPJS Prabumulih

Terkait itu, pimpinan Bpjs cabang Kota Prabumulih saat ini masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar mendaftar secara kolektif sehingga peserta tidak jauh datang kekantor untuk mendaftar dengan begitu dapat mengefisiensi biaya, tenaga dan waktu peserta

“kita lagi kordinasi dengan pemerintah disana, mungkin kita buat stand khusus untuk peserta di Muara Enim atau jemput bola langsung untuk mempermudah pelayanan” harap yunita (sn01)
Share:

Sah! Heri Amalindo Terpilih Jadi Ketua PGI Sumsel

PALI -- Bertempat di Gedung Arsendora Komperta Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI, peserta musyawarah provinsi Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Sumatera Selatan sepakat memilih H. Heri Amalindo sebagai ketua PGI Provinsi Sumsel periode 2019 - 2023, Sabtu, (26/1)

Peserta Musprov yang terdiri dari 11 club yang tersebar di Sumsel dan 3 Pengurus Kabupaten (Pengkab) PGI hadir untuk memberikan suara dalam pemilihan tersebut.

Terpilihnya Bupati PALI tersebut sebagai ketua PGI Provinsi Sumsel secara aklamasi melalui sidang yang dipimpin oleh Irawan Puryanto, pengurus PGI Provinsi Sumsel dan Sekretaris Yulianto, pengurus PGI Kabupaten PALI.

Dalam sambutannya ketua terpilih H. Heri Amalindo menyampaikan rasa tetimakasih kepada peserta musprov yang telah mempercayakan organisasi PGI Sumsel kepada dirinya.

Tak lupa, suami dari Hj. Sri Kustina itu  mengajak seluruh komponen untuk saling membantu dalam menjalankan amanah ini.

"Terimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Tentu ini amanah yang sangat berat. Namun, hal ini akan terasa ringan jika kita bersama-sama dalam menjalankan amanah ini. Tentunya, kami memiliki target akan menciptakan pegolf handal di Sumatera Selatan untuk berkiprah dalam ajang nasional bahkan internasional. Dan nantinya berprestasi dan membawa harum nama Provinsi Sumsel," ungkapnya.(SN)
Share:

Pembangunan Jembatan, Tunjang Perekonomian Warga

PALI -- Akses jembatan penghubung dua daerah di provinsi Sumatera Selatan telah dilalui warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Prabumulih untuk beraktivitas. Tak hanya satu jembatan, tetapi dua jembatan sekaligus yang letaknya di Kecamatan Tanah Abang, yakni Jembatan Payu Putat dan Jembatan Tanjung Dalam.

Untuk jembatan Tanjung Dalam, memang belum sepenunhnya selesai karena bakal dilanjutkan pembangunannya tahun 2019 ini untuk menyelesaikan pengecoran jalan, tetapi jembatan tersebut sudah layak dipakai, sebab jalan penunjang jembatan itu telah dilakukan pengerasan.

"Hanya untuk kendaraan roda empat yang berukuran besar, sementara ini belum boleh melalui jembatan ini, karena akses jalan yang diarah Prabumulih terlalu sempit. Namun untuk kendaraan mobil pribadi sudah bisa, tetapi tetap harus berhati-hati terlebih saat berpapasan dengan mobil lain dari arah berlawanan," ungkap Baharudin, warga Desa Tanjung Dalam, Minggu (27/1).

Dikatakan juga Masri, warga Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang yang kebetulan melintas mengaku jarak tempuh dari desanya menuju Prabumulih menjadi cepat.

"Biasanya kami memakai jasa penyeberangan yang tentunya waktu tempuh lambat juga harus antri. Tapi setelah jembatan ini selesai, kami hanya perlu waktu kurang setengah jam menuju kota Prabumulih," katanya.

Namun masih ada yang diharapkan Masri juga warga lainnya, karena jalan yang masuk wilayah Prabumulih masih sempit sehingga hanya kendaraan roda dua dan mobil pribadi saja yang bisa melalui jembatan Tanjung Dalam.

"Untuk mobil ukuran besar, harus melalui Jembatan Payu Putat. Itupun tidak boleh ada muatan, karena ada jembatan darurat yang belum bisa dilalui kendaraan besar dengan sarat muatan. Untuk itu, kami minta pemerintah kota Prabumulih atau Pemprov agar bisa membangun jembatan darurat di Payu Putat dan memperlebar jalan dari arah Jembatan Tanjung Dalam," harapnya.(SN)
Share:

Setelah Proses Pemilihan Selama 24 Jam, Firdaus Komar Terpilih Jadi Ketua PWI Sumsel

PALEMBANG -- Setelah melalui proses pemilihan yang cukup panjang selama 24 jam, yakni mulai pukul  08.00 wib hingga pukul 05.30 wib. Firdaus Komar akhirnya menjadi pemenang dan menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pada sesi pemilihan pertama, Firdaus mendapat 155 suata, Jon Heri 121 suara, Hadi Prayogo 116 suara dan Aan 62 suara. Lantaran, tak seorang calon pun yang mendapat perolehan suara 50 persen plus 1, digelar pemilihan kedua dengan mempertemukan dua calon yang memiliki suara terbanyak yakni Firdaus Komar dan Jon Heri.

Pada putaran kedua yang digelar sekitar pukul 02.00 wib dini hari tadi, Firdaus unggul jauh dari kompetitornya. Ia mendapatkan 199 suara, sementara Jon Heri hanya 109 suara.



Saat dikonfirmasi seusai acara di Aula Asrama Haji, Firdaus mengatakan jika proses pemilihan Ketua PWI Sumsel kali ini sangat panjang. Dengan terpilih dirinya menjadi ketua, ia berjanji akan komitmen dan melaksanakan amanat sesuai janji yang telah diucapkan.

"Insya Allah akan berusaha untuk bisa dilaksanakan amanat ini sesuai janji. Mungkin selama ini belum sesuai ekspektasi kita, akan kita majukan," Ujarnya, Minggu, (27/1).

Mengenai program jangka pendek, kata Firdaus, pihaknya ajan membenahi organisasi aga kedepan wartawan bisa dan mampu memunjukan kinerja yang baik.

"Cita-cita kita organisasi berbasis digital seperti turunan pusat. Harus terlihat dari pengorganisasian sekretariat sampai SDM nya," ungkapnya.

Selain itu, kata Firdaus, pihaknya akan membuat tempat tongkrongan serta klinik wartawan. Sehingga setiap wartawan yang akan mengikuti uji kompetensi dapat pembekalan.

"Kalau dengan Pemprov, kita siap bersinergi. Apapun kebijakkan Provinsi, PWJ sebagai wadah wartawan bisa bersinergi," tambahnya.(SN)
Share:

Sebar ribuan bibit ikan dan penanaman pohon, ratusan warga penuhi Danau Bujoan

PRABUMULIH – Resmikan Wisata Danau Bujoan di Desa Karang Bindu Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM tanam ratusan pohon dan sebar ribuan bibit ikan di sungai Bujoan, jum’at (25/1/19)

Wisata Danau Bujoan yang dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) itu kini menjadi salah satu wisata tujuan warga Prabumulih

“Dana Desa harus digunakan dengan cara yang positif dan menguntungkan, seperti Danau Bujoan ini banyak peluang ekonomi yang bisa dijalankan “ terang Ridho saat dibincangi usai peresmian

Dirinya berharap kepala desa yang ada di Prabumulih patut mencontoh keberhasilan yang diraih Desa Karang Bindu Kecamtan Rambang Kapak Tengah (RKT)

“kita berharap kades di Prabumulih menggunakan anggaran untuk kepentingan rakyat, tapi kalu bisa cari inovatif lain seperti desa dengan taman buah buahan gitu, jangan sama seperti yang ini, biar inovatif lah” lanjut Ridho Yahya

Diketahui, Danau Bujoan yang dibangun ditanah dengan luas 2000 meter persegi itu menghabiskan dana desa sebesar Rp. 500 juta lebih untuk pembangunan wisata alam

Sementara itu, Kepala Desa Karang Bindu Edi Abson melalui Sekretaris BUMDes El Deni mengatakan Wisata Danau Bujoan beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan pengunjung dan beberapa fasilitas sudah mulai ditambah

“allhamdulillah sekarang pengunjung terus meningkat setiap harinya, dukungan pemerintah kota prabumulih melalui penebaran bibit ikan dan penanaman pohon di Danau Bujoan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Prabumulih” ucapnya

Dari pantauan koran ini Walikota dan Wakil Walikota sebelumnya mengajak masyarakat untuk senam bersama di halaman depan pintu masuk wisata dna dihadiri oleh ratus warga yang antusias dalam acara tersebut (sn01)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts