KPU Prabumulih Mengundang Coffe Morning Para Awak Media Kota Prabumulih



 

PRABUMULIH – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih bersama rekan media Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih menggelar Coffe Morning di Woo Hoo Caffe di Jalan Jenderal Sudirman Kelurah Patih Galung Kecamatan Prqbumulih barat tepatnya di samping Yonzipur 2, kamis (31/1/19)

Ketua KPU Kota Prabumulih Marjuansyah dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang digelar bertujuan untuk mengajak rekan media yang ada di Prabumulih bersinergi dengan KPU Prabumulih dalam mensosialisasikan tentang Pemilihan Umum yang sebentar lagi akan digelar

“kita berharap dengan suasana yang akrab ini teman teman wartawan bisa menjadi media penyampaian berita yang sesuai etika pers dan dapat membantu KPU dalam mensosialisasikan pentingnya untuk tidak golput dalam pemilu nanti” ucapnya

Masih kata Marjuansyah, media yang menjadi salah satu informasi masyarakat harus memberikan informasi yang dapat mendidik terkait pemilu” terangnya

Sementara itu, Ketua PWI Prabumulih Mulwadi yang ikut hadir dalam acara sangat mengapresiasi acara yang digelar KPU Kota Prabumulih yang ikut melibatkan Media didalam kelancaran memberikan informasi mengenai pemilu yang akan datang

“terimakasih KPU yang telah melibatkan teman teman media, hal ini menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan informasi yang benar terkait pemilu” ucapnya

Lanjutnya, media sangat berperan penting dalam mensosialisasikan dan memberikan pemberitaan yang benar yang sekarang ini banyak berita bohong (hoax) yang menyebar mengenai pemilu.
Share:

Petani Bingung, Pohon Karet Gugur Daun Tidak Kenal Musim

PALI -- Sejak dua tahun belakangan ini, petani karet di Bumi Serepat Serasan mengeluhkan produksi getah atau latex yang disadapnya terus mengalami penurunan diakibatkan gugur daun pada tanaman karetnya tidak mengenal musim.

Kondisi ini tentu membuat tanda tanya petani yang mengaku tidak mengetahui penyebab kenapa hal itu terjadi, sebab dikatakan sejumlah petani bahwa biasanya gugur daun terjadi saat musim kemarau, tetapi kali ini tidak mengenal musim. Bahkan tahun 2018 lalu, gugur daun pada tanaman karet di Bumi Serepat Serasan lebih dari lima kali.

"Kami minta pemerintah turun tangan meneliti penyebabnya, dan menggerakkan penyuluh lapangan untuk turun kelapangan bersama petani mencari solusinya," ujar Herman salahsatu anggota kelompok tani Maju Bersama, Desa Simpang Tais, Kamis (31/1).

Diutarakannya juga bahwa penderitaan petani karet bertambah, karena diketahui saat ini bahwa harga getah cukup rendah diperparah adanya kondisi gugur daun tidak mengenal musim.

"Selain produksi getah terus menurun, banyak diantaranya tanaman karet mati. Banyak yang menyarankan agar pohon karet dipupuk, tapi terus terang keinginan itu ada, tetapi kami tidak mampu beli pupuk. Hanya satu harapan kami, yakni pemerintah membantu kesulitan kami dan meneliti apakah kondisi itu karena alam atau penyakit serta mencari solusi agar tanaman karet kami bisa normal dan menghasilkan getah banyak," pintanya.

Terpisah, Ahmad Jhoni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI mengaku  bahwa pihaknya telah menerima beberapa surat keluhan dari kelompok tani terkait kondisi tersebut.

"Kami telah lalukan penyuluhan dibeberapa kecamatan. Dan dari hasil penelitian kami, kondisi itu akibat jarak tanam yang kurang sesuai dan kebun yang tidak pernah dibersihkan," terang Ahmad Jhoni.

Petani juga disarankan kepala Dinas Pertanian agar mengajukan surat melalui kelompok tani untuk menyampaikan keluhan maupun permintaan bantuan lainnya.

"Kami siap menampung keluhan petani dan langsung mengerahkan PPL untuk melakukan penyuluhan, dan apabila ada permintaan bantuan, silahkan ajukan melalui kelompok tani," tandasnya.(SN)
Share:

Jadi Bandar Narkoba, Nenek Suryati Diringkus Polisi

MUARA ENIM -- Hal yang tidak patut dijadikan teladan dari seorang nenek di Gunung Megang Kabuoaten Muara Enim bernama Suryati (65). Dirinya ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Muara Enim yang telah mencium gerak gerik tersangka.

Tidak hanya nenek Suryati, petugas kepolisian juga mengamankan tersangka lainnya yakni Jelly (34) warga desa Parjito yang juga ditangkap di lokasi yang sama yakni Dusun IV Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang.

Dari tangakn kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 34 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 21,29 gram. 3 butir pil diduga narkotika jenis extacy dengan berat brutto 1,39 gram. 1 unit timbangan digital. 2 bungkus plastik klip bening, Uang sebesar Rp 5.250.000 dan 18 unit handphone.

Kronologis penagkapan berawal dari adanya informasi yang di terima dari masyarakat bahwa pelaku Suryati sering melakukan transaksi jual beli narkotika Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni rumah tersangka.

Berdasarkan info tersebut, Selasa (29/1) petugas Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dimana dari hasil penyelidikan benar bahwa pelaku diduga melakukan transaksi narkotika didalam rumahnya.

Selanjutnya anggota Sat Resnarkoba melakukan pemantauan disekitar rumah tetsangka untuk mengetahui keberadaan pelaku. setelah beberapa saat melakukan pengamatan, didapat info bahwa yang bersangkutan sedang berada dirumahnya dan kemudian langsung mendatangi dan mengamankan tersangka.

Saat diamankan oleh petugas dirumahnya, pada saat itu yang bersangkutan sedang menimbangi paketan shabu kedalam paket paket kecil siap jual. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan rongga badan dan kamar tersangka dan ditemukan barang bukti.

Sedangkan twrsangka lainnya yakni Jelly diamankan petugas saat sedang berada dirumah tersangka Suryati. Dan saat dilakukan pemeriksaan dan pengeledahan di rongga badannya ditemukan juga barang bukti narkoba yang kemudian keduanya dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, didampingi Kabags Ops Kompol Irwan Andesta saat dikinfirmasi, membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap dua tersangka yang diduga menyimpan dan mengedarkan narkoba.

“Saat ini keduana tersangka dan barang bukti sudah kita amankan. Selanjutnya kedua tersangka terus dilakukan pemeriksaan dan pengembangan mengenai narkoba yang kami temukan,” pungkasnya.(SN)
Share:

Herman Deru: Kepala Daerah Harus Bisa Berinovasi

MUARA ENIM -- Melakukan suatu inovasi bagi kepala daerah adalah hal yang seharusnya dilakukan. Hal ini bisa membingkatkan dan berdampak besar bagi kemajuan daerah yang dipimpinnya.

“Pemerintah provinsi terus meberikan motivasi agar tiap tiap kepala daerah memiliki inovasi. Seperti saat ini, kegiatan yang melibatkan masyrakat dan berinteraksi seperti ini membuat masyarakat memiliki rasa memiliki daerahny,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutanya dalam acara Launching “Colorfull Muara Enim” di Cuhup Tenang Kecamatan Tanjung Agung, Desa Bedegung, Rabu (30/1).

HD mengatakan, hal yang dilakukan Ini tidak semata mata hanya kegiatan biasa, tapi bagaimana sang pemimpin melibatkan seluruh masyarakat untuk mempunyai rasa memiliki.

“Interaksi serta keterlibatan masyarakat hal yang penting untuk dilakukan. kami terus memberikan motivasi kepada kepala daerah yang mempunyai inovasi bagi wilayah yang dipimpinnya,” yjar Gubernur.

Selain itu, lanjutnya lagi, bukan saja kerrlibatan dan masyarakatnya hidup sehat, tapi juga santunan kepada yang meninggal merupakan satu program luar biasa. “Hal ini sangat berarti bagi masyarakat yang ada di desa desa. Ini harus kita apresiasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam sambutanya mengatakan, kegiatan saat ini adalah bagian dari promosi eisata yang dimiliki oleh Kabuoaten Muara Enim sebagai salah satu Kabupaten yang memiliki banyak potensi.

“Frstival Durian yang kita lakukan saat ini adalah menunjukan salah satu potensi yang kami miliki selain sumber daya alam berupa tambang. Ini juga seklaigus pelestarian aset yang dimiliki dimana daerah muara enim menjadi salah satu daerah penghasil durian,”ujarnya.

Selain festival Durian, lanjut Bupati, ada 25 festival lainnya yang akan dilaksanakan sepanjang tahun di Kabupaten Muara Enim. Dan dalam agenda tersebut, beragam kegiatan dengan banyak latar belakang akan menghibur masyarakat dan diharapkan mengundang para wisatawan.

“Kami berharap, kegiatan ini menjadi awal dan bisa menjadi motivasi agar masyarakat bisa bersama sama ikut menjaga dan melestarikan seluruh lebudayaan tang dimilki Muara Enim,” pungkasnya.

Dalam kegiatan pembuka Festival Colorfull Muara Enim, Gubernur dan Buapti berkesempatan menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Sehat serta pemberian pengharagaan inofatif kepada desa berprestasi.(SN)
Share:

Tertahan di Kantor Pos Prabumulih, Tabloid Indonesia Barokah Tidak Jadi Masuk PALI

PALI -- Tabloid yang saat ini tengah diperbincangkan masyarakat Indonesia karena dinilai penuh unsur politik dan menyudutkan salahsatu pasangan calon presiden rupanya berniat masuk ke wilayah Bumi Serepat Serasan melalui kantor pos.

Tetapi tabloid yang menghebohkan ini tertahan di Kantor Pos Kota Prabumulih dan belum sempat didistribusikan ke wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) serta daerah lainnya.

Bakal beredarnya tabloid Indonesia Barokah ke Pali diakui Rika Febrianti, kepala kantor Pos Pendopo Kecamatan Talang Ubi. Menurutnya, saat ini, paket berisikan tabloid itu masih tertahan di kantor pos Prabumulih.

"Paket itu hendak di kirim ke masjid-masjid di kota Pendopo melalui kantor pos Pendopo. Untuk rencana selanjutnya, kami belum mengetahuinya, apakah akan dikembalikan atau dikirim ke alamat tujuan. Yang pasti saat ini, paket tersebut masih tertahan di kantor pos Prabumulih," terang Rika, Rabu (39/1), sambil menunjukkan foto bahwa salah satu paket tersebut ditujukan ke kantor pos Pendopo.

Terpisah, Ketua Bawaslu PALI, Heru Muharom melalui Divisi SDM Basrul SAP menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan. Namun untuk tabloid Indonesia Barokah, pihaknya belum menerima laporan terkait peredaran tabloid itu beredar di PALI.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kepala kantor pos Pendopo bahwa saat ini belum ada tabloid dimaksud masuk ke PALI. Apabila ada, maka kalau tabloid itu isinya ada pelanggaran Pemilu dan dilaporkan masyarakat ke kita, maka kita akan tindaklanjuti sesuai Peraturan Bawaslu No 7 tahun 2018 tentang penanganan temuan  laporan pelanggaran Pemilu," terang Basrul.

Tetapi apabila keberadaan tabloid Indonesia Berkah mengganggu ketertiban umum, maka wewenangnya ke penegak hukum. "Dan apabila melanggar kode etik jurnalistik, maka itu kewenangan Dewan pers. Tapi informasi yang kami dapat bahwa kasus tabloid Indonesia Berkah sudah ditangani  Sentra Gakumdu Bawaslu RI," tandasnya.(SN)
Share:

Polres Prabumulih Bersama Scuriti PT Pertamina EP Prabumulih Mengungkab Kasus Pencurian Pipa Besi Puluhan Ton



PRABUMULIH - Pipa besi yang di miliki PT Pertamina EP  terus di curi oleh orang yang tak di kenal kini kembali terjadi, dalam hal itu pihak Kepolisan kota Prabumulih melalui Tim gabungan BKO Polres Prabumulih bersama tim keamanan alias securiti PT Pertamina EP Asset 2 kota Prabumulih, menggerebek sebuah gudang penampungan barang bekas alias agen rongsokan milik Antoni Nazarudin di Jalan Penukal Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur pada hari Senin 29/01/19 sekitar pukul 14.00 WIB sore kemarin.

Informasi yang dihimpun dari penggerebekan gudang barang bekas itu bermula dari penangkapan pelaku pencurian pipa  besi Pertamina di Desa Purun Kabupaten Pali oleh jajaran polres muara Enim, pada tangal 22/01/19 yang lalu.

Dalam penggerebekan yang di lakukan oleh tim gabungan antara Kepolisian dan Scuriti PT Pertamina EP berhasil mendapatkan ratusan potong pipa besi berbagai ukuran dan master valve yang diperkirakan beratnya sekitar 10 ton, yang diduga pipa milik Pertamina yang hilang dicuri itu.

Tak hanya mendapatkan puluhan ton pipa besi Tim gabungan tersebut mengamankan dua orang pekerja berinisial NZ dan NK . Selanjutnya, guna kepentingan penyidikan dua orang tersebut langsung digelandang ke pos sekuriti Pertamina untuk selanjutnya diserahkan ke Satreskrim polres Prabumulih.

Berdasar pengakuan pelaku, barang hasil curian dijual kepada seorang penadah di kota Prabumulih. Berbekal informasi itu, BKO Polres Prabumulih dan petugas keamanan pertamina langsung melakukan penyelidikan.

Setelah memastikan keakuratan informasi tersebut, petugas langsung menggerebek gudang barang rongsokan itu. Namun langkah petugas untuk masuk kedalam gudang tidaklah mudah, dua orang pekerja berinisial NZ dan NK sempat melarang petugas masuk.

Tapi berkat kesigapan petugas, kedua pekerja itu dibuat tak berkutik ketika petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa tumpukan pipa besi dan master valve yang ditutup dengan karung plastik. Guna kepentingan penyidikan, kedua pekerja itu digelandang ke pos securiti pertamina.

Dihadapan petugas, NK mengatakan, pipa-pipa besi tersebut dibeli dari seseorang di Kabupaten Pali. "Kato bos aku barang ini dari Pali. Aku nih cuma pegawai yang di gaji Rp 50 ribu sehari," kata NK saat diperiksa penyidik Reskrim Polres Prabumulih, Rabu (30/1).

Sementara, Government relation analyst PT Pertamina EP Asset 2, Nur Sukmaputri Mahardika ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan gudang barang rongsokan yang diduga menampung besi curian milik Pertamina.
"Iya memang benar, tapi untuk konfirmasi lebih lanjut silahkan ke polres ya nanti polres yang merilisnya," terangnya.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Huaturuk Travolta SIK MH melalui Kasat Reskrim polres Prabumulih, AKP Abdul Rahman SH mengatakan saat ini salah satu pegawai masih diperiksa sedangkan pemilik gudang belum di tahan. "Yang melapor Pertamina. Saat ini beberapa barang bukti sudah diamankan," pungkasnya.


(T.H)
Share:

Bawaslu PALI Buka Peluang untuk Pengawasan TPS

PALI -- Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuka peluang bagi putra-putri khusunya yang ada di Bumi Serepat Serasan untuk ikut berpartisipasi menjadi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kabupaten PALI.

"Kami butuh 589 Pengawas TPS sesuai jumlah TPS yang ada, jadi masing-masing TPS bakal ditempatkan satu orang pengawas TPS," ujar Ketua Bawaslu PALI, Heru Muharom melalui Divisi SDM, Organisasi dan Data Informasi, Basrul SAP, Rabu (30/1).

Untuk itu, Basrul mengimbau kepada Panwascam segera melakukan perekrutan pengawas TPS. "Pendaftaran dibuka mulai tanggal 4-10 februari 2019 dan hasilnya akan diumumkan pada 8-12 Maret 2019 serta pelantikan ditargetkan pada 25 Maret," tukasnya.

Seluruh pelamar dikatakan Basrul akan melalui tes wawancara. "Hanya dilakukan tes wawancara, tetapi sebelumnya berkas administrasi harus lengkap, diantaranya usia minimal 25 tahun, berpendidikan minimal SMA dan tidak jadi anggota salahsatu parpol juga tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu," terangnya.

Untuk pendaftaran, dijelaskan Basrul melalui Panwascam. "Yang melakukan tes wawancara juga Panwascam, jadi untuk perekrutan Pengawas TPS adalah Panwascam masing-masing kecamatan," tutupnya.(SN)
Share:

Bangun Daerah, Desa Induk dan Persiapan Harus Selaras

PALI -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) A. Gani Akhmad mengingatkan seluruh kepala desa yang desanya telah dimekarkan untuk merangkul desa Persiapan, karena desa persiapan masih tanggung jawab desa induk, agar pembangunan daerahnya bisa berjalan mulus.

"Terutama kepala desa induk dan kepala desa persiapan terus jalin komunikasi jangan sampai putus. Apapun programnya, harus dimusyawarahkan kedua belah pihak terlebih dahulu dan ada korelasi antara keduanya," pesan A. Gani, Rabu (30/1).

Hal itu ditujukan agar jangan sampai terjadi miss komunikasi dan terjadi kecemburuan antara desa persiapan dan desa induk.

"Diketahui bahwa saat ini ada Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), dimana desa persiapan belum menerima DD. Untuk itulah perlunya korelasi, agar penggunaan DD juga dialokasikan untuk desa persiapan," imbuhnya.

Untuk status desa persiapan, dijelaskan A. Gani bahwa tahun 2019 ini akan dilakukan evaluasi untuk seluruh desa persiapan, yang jumlahnya ada 26 desa.

"Sekarang bolanya sudah ditangan gubernur, jadi jangan ada lagi yang menyalahkan pemerintah kabupaten. Tetapi setiap tiga bulan sekali akan dilakukan evaluasi. Dimana desa persiapan harus memenuhi kewajibannya, yakni sudah tercantum pada Perbup yang secara umum harus membangun desa, menjaga keamanan dan ketertiban, mencatat perkembangan penduduk. Apabila itu tidak terpenuhi, maka jangan kecil hati apabila desa persiapan akan dikembalikan ke desa induknya semula," tandasnya.(SN)
Share:

Ingat! Setelah Resmi Bertugas di PALI, CPNS Tidak Boleh Ajukan Mutasi Sebelum 10 tahun

PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menekankan kepada 336 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertugas di Bumi Serepat Serasan, harus mentaati surat pernyataan yang telah ditandatangani seluruh CPNS untuk tidak pindah sebelum 10 tahun bertugas di Kabupaten PALI.

Himbauan itu dikatakan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan saat peresmian CPNS untuk formasi umum, Rabu (30/1) di halaman Kantor Bupati PALI, Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

"Sebelum 10 tahun mengabdi di PALI tidak boleh pindah ke daerah lain, itu sudah menjadi ikatan bagi seluruh CPNS yang harus ditaati," ujar Bupati.

Bupati juga berpesan agar seluruh CPNS untuk menjunjung tinggi disiplin kerja, jujur dan menjalankan tugas sesuai aturan. "Jalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing formasi, jaga disiplin dan harus jujur," tukas Bupati.

Untuk saat ini, diakui Bupati bahwa Kabupaten PALI masih kekurangan 2.500 PNS. "Tahun 2016 dan 2018 sudah ada sekitar 650 CPNS, dan diketahui bahwa kita kekurangan 3.000 PNS, jadi kabupaten PALI masih kekurangan sekitar 2.000 sampai 2.500 PNS agar struktur organisasi serta pelayanan terhadap masyarakat berjalan lancar," terangnya.

Terpisah, Yuhairudin, kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten PALI menjelaskan bahwa mulai 1 April 2019, seluruh CPNS sudah mulai bekerja dimasing-masing farmasinya.

"Maret 2019 mereka (CPNS) sudah mulai menerima gaji. Untuk pengawasan, kami dan Inspektorat akan memantau kinerja CPNS dengan turun kelapangan," jelas Yuhok, sapaan Yuhairudin.

Diakuinya bahwa ada satu formasi yang kosong, yakni farmasi untuk dokter gigi, karena memang tidak ada SDM yang melamar saat pendaftaran CPNS dibuka. "Formasi yang kosong kita anggap hangus," tandasnya.(SN)
Share:

Tertahan di Pos Prabumulih, Tabloid Indonesia Barokah Akan Disebar di Muara Enim

PRABUMULIH – Suhu politik yang saat ini masih memanas tak hanya di ibu kota saja, hal tersebut terasa hingga Kota Prabumulih, pasalnya baru baru ini pihak Pos Cabang Kota Prabumulih menerima pengiriman paket berisikan lembaran kertas yang diduga Tabloid Indonesia Barokah yang sempat beredar di beberapa wilayah di pulau jawa.

Hal tersebut terungkap sekitar pukul 23.00 wib sembilan paket tiba di Kantor Pos Prabumulih yang direncanakan akan didistribusikan kesejumlah masjid yang berada di wilayah Kabupaten Muara Enim.

“disana tertulis ditujukan ke 9 Masjid di Muara Enim namun tak satu pun dikirim untuk Prabumulih” ucap Kepala kantor Pos Prabumulih Radius Afif.

Diketahui paket yang berisikan Tabloid dari Indonesia Berkah itu akan disalurkan ke Masjid Nurul Huda Dusun 1 Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida, Masjid Babussalam Desa Menanti Kecamatan Kelekar, Masjid Darul Falah Dusun 1 Air Asam Kecamatan Lubai, Masjid Albani Kecamatan Lubai Ulu, Masjid Nurul Iman Desa Lubuk Enau Kecamatan Lembak, Masjid At Taqwa Dusun 1 Desa Suka Menang Kecamatan Gelumbang dan Masjid Al Barokah Desa Sugihan Kecamatan Rambang.

Tambah Afif, penahanan sejumlah paket tersebut sebelumnya mendapat perintah dari pusat untuk menahan sejumlah paket yang diduga Tabloid IB yang sempat menghebohkan dibeberapa masjid dipulau jawa yang isinya menyudutkan salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil Presiden.

“kita sudah diintruksikan dari atasan jauh hari sebelum paketnya sampai ke Prabumulih” terangnya.

Sementara itu, Hasbi yang merupakan ketua Tim Pemenangan Prabowo – Sandi (RN-PAS)  Kota Prabumulih merespon keras kejadian tersebut dengan mendatangi langsung kantor pos cabang Prabumulih untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

“kita sangat apresiasi tindakan pihak PT.Pos yang menahan tabloid itu untuk beredar, dampak negatifnya akan mempengaruhi banyak orang jika sampai ketangan orang orang tak mengerti, apalagi yang ditujukan kesejumlah masjid” tegas  Asbi.

Tak hanya itu sejumlah petugas yang memiliki kewenangan dalam hal tersebut tampak hadir untuk memastikan paket yang dikirim tidak sampai didistribusikan ke masjid.

Namun, pihaknya tidak bisa membuka paket tersebut seperti yang diminta oleh pihak kepolisian, kejaksaan dan Bawaslu lantaran terganjal aturan privasi konsumen.

Hingga berita ini diturunkan sembilan paket Tabloid Indonesia Berkah masih dalam pengawasan pihak berwenang.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts