6 pencuri pipa Pertamina berhasil ditangkap Polisi

PRABUMULIH – Polres Prabumulih berhasil mengamankan 6 ( enam ) orang pelaku pencurian pipa besi di jalan Nigata Talang Mutung Kp 17 Kel.Prabujaya Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Adapun identitas keenam pelaku yaitu Joni Pirmansyah (30 tahun),Dani Mediantoni (30 tahun), Abdul Sidik (34 tahun),Eryadi (34 tahun),Nepriansyah (30 tahun), kelimanya tinggal di jalan Talang mutung Kel.Prabujaya Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih serta Rudi Irawan (29 tahun) yang tinggal di jalan Mayor Iskandar Kel.Prabujaya Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih

Keenam pelaku tersebut itu berhasil diamankan oleh Tim Gurita Polres Prabumulih dan Tim Gurita Polsek Prabumulih Timur, Minggu dinihari (3/2/2019), sekitar pukul 03.00 WIB.

Keenam pelaku tersebut berhasi ditangkap setelah Timsus Gurita Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur melakukan penyelidikan laporan polisi dengan korban PT Pertamina dan dilaporkan oleh Septian Ilham Dani (security PT Pertamina).

Dalam laporannya di Polres Prabumulih pada hari Selasa tanggal 29 Januari 2019 Sekira jam 10:00 WIB telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan cara pada saat pelapor ke TKP, para pelaku mengambil pipa ukuran 6 Inch Eks jalur trunk line dari simpang lembak ke P3 Prabumulih sepanjang 50 Meter, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 4.000.000 dan melapor ke Polres Prabumulih.

Setelah menerima laporan tersebut Timsus Gurita Polres Prabumulih melakukan penyelidikan di lapangan kemudian bersama dengan Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur berhasil mengamankan keenam pelaku tanpa perlawanan, dari intrograsi yang dilakukan kepada para pelaku kejadian pencurian pipa tersebut dilakukan dengan cara memotong pipa tersebut dengan menggunakan lampu potong dan gergaji besi, setelah berhasil memotong pipa tersebut kemudian ke 6 pelaku tersebut mengangkutnya dengan menggunakan mobil Grand Max milik pelaku Dani dan ada pula dengan menggunakan sepeda motor viar roda tiga milik pelaku PP ( DPO ), setelah itu para pelaku menjualkan pipa tersebut ke pelaku AN ( DPO ), selanjutnya ke 6 pelaku tersebut kemudian selanjutnya dibawa ke Polres Prabumulih untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman, S.H, keenam pelaku itu bersama barang bukti 14 Batang Pipa ukuran 6 inci sudah kita amankan.

Kita juga masih melakukan pengejaran terhadap 9 pelaku lainnya masing-masing inisial TJ, IW, JU, WA. HE, AA, JO, BR, PP, semoga dalam waktu dekat dapat tertangkap” jelasnya.

Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman, S.H menambahkan pihaknya akan mengenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman selama 5 tahun kurungan penjara atas perbuatan dari para pelaku yang melakukan pencurian pipa besi tersebut.(bio/ril)
Share:

Terbaring lemah, Petani ini dapat bantuan dari Polres Prabumulih

PRABUMULIH- Romini (60) warga Talang Anyar Dusun satu Desa Sinar Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengan (RKT) Kota Prabumulih terbaring lemah ditempat tidurnya, sabtu (1/2/19)

Prolapse Of Vagina Vault After atau sering disebut Pelvic Organ Prolapse adalah kondisi dimana otot dan ligament yang menyokong organ-organ disekitar daerah panggul melemah. Kondisi ini semakin lama akan menyebabkan gejalah yang berbahaya jika tidak diobati pada waktunya

Begitulah yang saat ini dirasakan Romini, yang kesehariannya bekerja sebagai petani penyadap karet di desa Sinar Rambang ini mengalami penyakit setelah beberapa bulan terakhir, dirinya tak mampu berdiri dan hanya bisa berbaring ditempat tidur

Hal tersebut ditambah dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan yang membuat parah penyakitnya yang tak mampu berobat kerumah sakit karena jarak yang jauh dan kekurangan pengetahuan keluarga tentang penyakit tersebut


"Romini saat dikunjungi Kapolres Prabumulih beserta rombongan sebelum di rujuk ke IGD RS.Umum Prabumulih"


Giat Anjangsana yang digelar Kapolres Prabumulih yang menindak lanjuti program kepolisian Door To Door System dengan pendekatan dari rumah kerumah menjadi titik terang bagi penyakit Romini

Bhabinkamtibmas Desa Sinar Rambang yang ditugaskan didesa tersebut menemukan warganya yang mengalami penyakit Pelvic Organ Prolapse namun belum mendapat penanganan yang maksimal karena terkendala keterbatasan ekonomi

Saat itu Romini dirujuk dan dirawat di Puskesmas Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) dan mendapatkan penanganan medis, dari hasil tersebut dr. Wita Sastri Jerno mengatakan diagnosa sementara Romini mengalami penyakit Prolapse Of Vagina Vault After dan dianjurkan untuk dirujuk kerumah sakit yang memiliki alat yang cukup, kamis (31/1/19)

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, SIK, MH yang terjun langsung melihat kondisi Romini, Tito sapaan akrabnya itu memberikan fasilitas ambulance untuk menghantar langsung kerumah sakit Umum Daerah Prabumulih (RSUD)

“sebagai wujud kepedulian kepolisian kepada masyarakat Polres Prabumulih memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka” ucap Tito saat hendak menuju ruang IGD RS.UD Kota Prabumulih (sn)
Share:

Pura-Pura BAB, Joko Sikat Barang Masjid

MUARA ENIM -- Entah apa yang ada dalam fikiran Joko (24), awalnya dirinya menumpang Buang Air Besar (BAB) di Masjid Al-Mukhsin karena dirumahnya tidak ada WC, namun malah meninggalkan Masjid dengan membawa barang milik Masjid.

Warga Desa Dewa Sebane, Dusun I,Kecamatan Talang Ubi ini melakukan aksinya, Rabu (16/1) sendiri pada saat kondisi lingkungan sepi yakni sekitar tengah malam dengan mendobrak pintu masjid.

Usai merusak pintu masjid dengan menendangnya sebanyak dua kali, kemudian Joko mengambil kipas angin yang berada didalam masjid tepat diletakan di samping posisi imam.

Setelah berhasil membawa kipas angin dan kemudian di taruh di rumahnya, tersangka kemudian kembali mendatangi TKP Masjid Almukhsin yang berad tidak jauh dari rumahnya untuk kembali mengambil genset masjid yang berada di luar masjid.

Petugas masjid yang mengetahui kejadian pada saat subuh, yakni Zailani (34) yang melihat pintu yang didobrak paksa dan melihat kipas angin serta genset sudah tidak ditempatnya kemudian melaporkan kejadian ke puhak kepolisian.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas kemudian melakukan lidik terlebih dahulu. dan berdasarkan hasil pemeriksaan baik keterangan serta ciri-ciri dari pelaku dan setelah penyidik dapat mengidentifikasi pelaku berada di Desa Purun Kecamatan Penukal Abab kemudian langsung melakukan penagkapan.

Saat dilakukan penangkapan, Pelaku tidak melakukan perlawanan dan setelah dilakukan interogasi serta pengembangan, Pelaku mengakui perbuatan dan mengakui bahwa barang yang diambil tersebut disimpan dirumahnya dan kemudian dilakukan penyitaan terhadap barang yang diduga hasil curian tersebut.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono melalui Kapolsek Talang Ubi, Iptu Alpian membenarkan telah melakukan penangkapan dan mengamankan barang bukti serta tersangka yang diduga melakukan pencurian.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kita amankan. Selanjuthya saat ini tersangka masih kami mintai ketrangan prihal tindakan yang telah dilakukannya,” pungkasnya.(SN)
Share:

Kesal Warganya Jadi Korban Pembunuhan dan Pemerkosaan, Warga Desa Menanti Hancurkan Rumah Pelaku

MUARA ENIM -- Aksi mencekam terjadi di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Pasca terungkapnya pelaku pembunuhan disertai pemerkosaan, sejumlah massa dari Desa menanti mendatangi rumah Murza alias Sirun (32).

Warga yang kesal akibat pembunuhan disertai pemerkosaan yang menimpa Fatmi Rohanayanti, Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang kemudian meluapkan amarahnya dengan menghancurkam rumah pelaku.

Setelah puas menghancurkan rumah, ratusan massa kemudian langsung bergerak menuju Polsek Gelumbang. Kepada aparat penegak hukum warga menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Kedatangan massa ke Polsek Gelumbang membuat sejumlah petugas berjaga-jaga. Bahkan sejumlah anggota dari Yonkav 5 DPC Karang Endah dan Koramil Gelumbang, anggota TNI turun untuk membackup pengamanan polsek antisipasi aksi anarki warga.

Beruntung, setelah perwakilan massa diberikan arahan oleh Kapolsek Gelumbang dan menyakinkan warga bahwa pelaku akan di proses sesuai hukum yang berlaku.

"pelaku sudah ditangkap dan ditembak sekarang sudah dibawa ke Polres Muara Enim," Ujar Kapolsek, Jumat (1/2).

Mendapat arahan Kapolsek, massa akhirnya bergerak pulang ke rumah masing-masing. Sementara sejumlah petugas kepolisian dibantu TNI tetap disiagakan untuk berjaga-jaga menghindari hal yang tak diinginkan.(SN)
Share:

Terungkap! Sebelum Dibunuh, Sirun Perkosa Mahasiswa UIN Dua Kali Saat Korban Sadar dan Tak Sadarkan Diri

MUARA ENIM -- Murza alias Sirun (32), pelaku pemerkosaan disertai pembunuhan Fatmi Rohanayanti, Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang berhasil ditangkap.

Warga Desa Suban Baru tersebut diringkus pada Jumat siang oleh tim gabungan Polres Muara Enim dibackup tim Jatanras Polda Sumsel.

Sirun terpaksa dihadiahi timah panas lantaran saat penggerebekkan, yang bersangkutan mencoba melarikan diri.

Menurut informasi yang didapat, penangkapan Sirun bermula dari penyelidikan yang dilakukan petugas kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahuilah jika pelaku pembunuhan keji tersebut adalah Sirun.

Tak menunggu lama, tim gabungan Polres Muara Enim dibackup tim Jatanras Polda Sumsel langsung mengejar pelaku dan akhirnya berhasil ditangkap.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juono SIK didampingi Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Sirun awalnya hanya berniat ingin mengusai motor korban.

"Lalu kemudian dia merencanakan aksinya itu dengan mengintai korban saat pergi ke kebun mengantar orang tuanya," ujarnya.

Namun saat aksi perampokkan tersebut, terang Kapolres, korban melakukan perlawanan dan menarik tutup muka pelaku. Karena wajahnya ketahuan korban, makanya pelaku menghajar korban kembali.

"Awalnya pelaku memukul kepala korban lalu korban melakukan perlawanan dan tutup wajah pelaku terbuka. Pelaku kemudian menghajar korban kembali," terang Kapolres.

Setelah korban tak berdaya, terang Kapolres, pelaku kemudian memperkosa korban sebanyak dua kali. "Pemerkosaan dilakukan saat korban sadar dan korban tidak sadarkan diri," terangnya seraya menuturkan pelaku dikenakan pasal 365 dengan ancaman 7 tahun penjara.(SN)
Share:

Pemakaman Mimi korban yang tewas dikebun karet penuh haru dan tangis

MUARA ENIM  -- Fatmi Rohanayanti (20) atau yang sering di panggil Mimi yang menjadi korban pembegalan, pembunuhan dan diduga menjadi korban pemerkosaan. pada hari Jumat 01/02/2019 sekitar jam 1 seusai solat Jumat di makamkan ditempat peristirahatan terakhirnya

Korban di makamkan di desa Menanti, proses pemakaman korban ini berjalan dengan lancar walaupun penuh haru raut seluruh keluarga korban.

Mimi adalah warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim, ia merupakan siswi dari Fakultas UIN Palembang jurusan Syaria, korban ini di bunuh di kebun karet milik warga yang berada di belakang SMA N 1 Kelekar tepatnya 250 meter dari jalan desa Menanti-Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim.

Pembunuhan sadis ini terjadi pada hari Kamis 31/1/2019 kemarin, korban di temukan dengan keadaan separuh telanjang tanpa mengenakan celana dan mulut terikat pakaian korban dan satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna Putih Hijau berpelat BG 3745 KAE dibawa kabur pelaku



Dengan kejadian ini paman korban Rianto (50) angkat bicara, ia mengatakan kematian keponakannya itu sangat membuat keluarga terpukul dan tidak menyangka bahwa ini terjadi pada Mimi

Rianto juga mengatakan bahwa keseharian keponakanya tersebut orangnya baik ramah periang dan sangat peduli dengan kedua orangtuanya.

" keponakan saya Mimi sangat baik sopan, sangat peduli dengan kedua orangtua, kami sangat sedih dan sangat terpukul dengan kejadian ini karena tak menyangka perempuan yang kami kenal sangat periang ini meninggal secara tragis"

Pihak keluarga ingin pelaku di tangkap dan dihukum seberat beratnya bila perlu di hukum mati.

"kami keluarga ingin meminta kepada pihak kepolisian, pelaku harus cepat di tangkap dan dihukum seberat beratnya dan apabila perlu nyawa dibalas denga nyawa".ucapnya kesal

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono didampingi Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara korban diduga telah dirampok dan dibunuh sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP ayat (3).Dari keterangan Khaerul warga yang menemukan pertamakali bahwa korban ditemukan didalam semak belukar dalam kondisi telanjang dengan leher dan mulutnya terikat menggunakan pakaian korban.

Kemudian anggota polsek Gelumbang yg dipimpin Kapolsek Gelumbang bersama anggota Puskesmas  dan masyarakat membawa mayat ke Rumah Sakit Umum Prabumulih untuk di otopsi.

Setelah dilakukan pemeriksaan benar mayat tersebut adalah korban, sedangkan motor Honda Beat BG 3745 KAE yang dibawanya hilang.

Saat ini, pihaknya telah mengamankan barang bukti satu pasang sendal jepit Hijau, pakaian korban baju, celana dalam dan training yang ditemukan disekitar korban, dan bra yang digunakan untuk mengikat mulut korban.

"Kita belum bisa memastikan apakah diperkosa atau tidak karena masih diperiksa. Sedangkan pelakunya masih dalam penyelidikan, doakan saja cepat terungkap"(sn)
Share:

Pasien DBD Masuk RSUD Talang Ubi Capai 163 Orang

PALI--Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten PALI kasusnya terus bertambah, dari data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi
pasien DBD di awal tahun 2019 ini telah mencapai 163 orang yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Dari 163 pasien DBD, dikatakan dr Vivin, Plh Direktur RSUD Talang Ubi bahwa didominasi anak-anak, dan untuk korban meninggal selama Januari 2019 tidak ditemukan.

"Saat ini juga pasien DBD masih ada yang dirawat, dan dari lima kecamatan yang ada, untuk saat ini paling banyak yang dirawat berasal dari Talang Ubi," terang dr Vivin, Jumat (1/2)

Terpisah Lydwirawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI mengakui bahwa meningkatnya jumlah pasien DBD pada awal tahun ini lantaran dipicu pergantian musim dari kemarau ke musim hujan. "Selain itu, sanitasi lingkungan tempat tinggal warga yang belum baik juga dianggap sebagai salah satu faktor berkembang biaknya jentik nyamuk pembawa wabah DBD," kata Lydwirawan.

Karena itu, Dinas Kesehatan kabupaten PALI meminta agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. "Saat ini, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi ke setiap wilayah kelurahan dan kecamatan untuk menggalakkan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk," tukasnya. (SN)
Share:

Kota Wisata Butuh Infrastruktur Memadai

MUARA ENIM -- Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani mendukung penuh rencana Tanjung Enim sebagai kota wisata yang saat ini tengah digagas PTBA. Namun begitu, Yani mengatakan kawasan kota wisata sangat memerlukan infrastruktur memadai untuk mendukung kemudahan akses pengunjung.

Hal itu disampaikan Yani saat menggelar safari Jumat ke Kecamatan Lawang Kidul, yang berlangsung di depan Gapura Sriwijaya, Jumat (1/2).

Dalam silahturahmi tersebut, Yani didampingi sejumlah OPD dan Asisten, yang dihadiri Camat Lawang Kidul, tokoh masyarakat serta perwakilan managemen dan direksi PTBA.

"Membangun kota wisata tak hanya sekedar menyiapkan destinasi, tapi juga perlu infrastuktur memadai, hal ini akan kita buka seluas-luasnya,"kata Yani.

Menurutnya, Pemkab Muara Enim sangat apresiasi terhadap kepedulian PTBA terhadap lingkungan. Rencana PTBA membangun kota wisata dilokasi eks tambang dinilai sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap wilayah yang selesai di eksploitasi.

"PTBA sudah membuktikan mereka tidak hanya menambang dan eksplotasi, kedepan Pemkab dan PTBA perlu terus meningkatkan sinergisitas mewujudkan tanjung enim jadi kota wisata,"ungkapnya.

Yani juga menuturkan, infrastruktur seperti bandara juga dibutuhkan untuk pengembangan wisata disuatu wilayah. Menurutnya, kebedaraan bandara merupakan kunci utama menarik wisata nasional maupun luar negeri.

Meski demikian, Bupati berharap kawasan kota wisata tanjung enim bisa segera terwujud. Lanjutnya, wista dapat membantu menurunkan angka kemiskinan, menumbuhkan ekonomi masyatakat dan meningkatkan kesejahteraan.

"Wisata juga harus didukung dengan keamanan. sehingga dapat berhasil mengembangkan ekonmonu lokal serta memberdayakan masyarakat,"jelasnya.(SN)
Share:

Cegah Stunting, Sosialisasikan Generasi Emas 1000 Hari

MUARA ENIM -- Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana siap memerangi stunting bagi penduduk sedini mungkin. Hal itu tersebut dilakukan dengan menggencarkan Sosialisasi Generasi Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Selain itu, Pemkab juga akan menggelar Penandatanganan MOU Sinergitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kabupaten Muara Enim. Guna mewujudkan hal tersebut, Pemkab telah melaksanakan rapat koordinasi bersama OPD dan stakeholder terkait.

Asisten I Teguh Jaya mengatakan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan Sinergitas pelaksanaan Program pelayanan  Keluarga Berencana yang Gratis dan berkualitas sampai ke pelosok Desa, serta Melaksanakan pembinaan yang terpadu di Kampung KB.

"Kita berharap dalam pertemuan ini dapat melaksanakan Strategi yang Inovatif dalam rangka Pencegahan Stunting terutama diwilayah sasaran Stunting yang ada di Kabupaten Muara Enim,"jelasnya

Menurutnya, keberhasilan pencegahan Stunting akan menciptakan Generasi Emas yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Muara Enim.

"BKKBN Provinsi Sumatera Selatan  telah menginisiasi program pencegahan Stunting di Kabupaten Muara Enim. Kami sangat menyambut baik dan mendukung program tersebut untuk mewujudkan Muara Enim yang Agamis, Mandiri, Berdaya Saing, Sehat dan Sejahtera,"pungkasnya.(SN)
Share:

Liburan Kuliah Fatmi Malah Meregang Nyawa. Korban Diperkosa dan Dirampok

MUARA ENIM -- Niat hendak pulang dan menghabiskan masa libur kuliahnya di kampung halaman malah berbuah kejadian teragis yang dialami Fatmi Rohanayanti (20) mahasiswi UIN Palembang.

Bagai mana tidak, gadis yang merupakan warga Dusun VI Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Muaraenim ini ditemukan tewas dalam keadaan tanpa busana, Kamis (31/1) di sebuah kebun milik warga.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum ditemukan meninggal oleh warga, Fatmi diketahui sempat mengantar ibunya ke kebun sekitar jam 9.00 wib pagi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih hijau. Namun saat ibunya sudah pulang dari kebun ternyata Fatmi belum pulang ke rumah.

Khawatir dengan kondisi Fatmi, keluarga pun berinisiatif meminta pertolongan warga untuk melakukan pencarian. Hingga pukul 15.00 wib, akhirnya warga menemukan sesosok mayat perempuan dalam keadaan tanpa busana dengan leher terikat pakaian yang digunakannya.

Setelah dicek ke lokasi, ternyata benar mayat yang ditemukan tersebut ialah Fatmi. Selain mayat korban, warga juga mendapati Honda Beat putih hijau yang digunakan korban di lokasi penemuan.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut di lingkup wilayah hukumnya.

“Dari hasil temuan dilapangan, benar yang ditemukan adalah Fatmi. Korban diduga telah dirampok dan dibunuh,” ujar Indrowono, Jumat (31/1).

Menurut keterangan saksi Khaerul bin Bais, ungkap kapolsek Indrowono, mayat korban ditemukannya di tengah kebun semak belukar milik kades Suban Baru di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar.

“Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan telanjang dan diikat leher serta mulutnya menggunakan pakaian korban,” imbuhnya seraya menambahkan.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts