Wanita Pencuri Motor Dibekuk

MUARA ENIM--Aksi kejahatan pencurian sepeda motor tidak saja dilakukan oleh penjahat laki laki, tetapi dilakukan juga penjahat berstatus wanita, sebagaimana dilakukan Anti Mahera (24), warga Desa Pengahai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

             Wanita ini diamankan petugas Polsek Gunung Megang, Selasa (19/2) sekitar pukul 10.00WIB, terlibat kasus pencurian sepeda motor yamaha meo GT BG 6454 OY dan  HP milik Ihsani Fauzi (27), warga Dusun I, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

                   Akasi pencurian itu dilakukan pelaku di rumah korban pada Minggu (20/2) sekitar pukul 12.00WIB, pada saat korban istirahat tidur siang. Kini pelaku berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani proses hukum.

               Kejadian itu bermula dari ketika korban pulang dari kerja memakirkan sepeda motornya  disamping rumahnya. Kemudian meletakan HP miliknya disamping tubuh korban. 

                Lantas korban istritahat tidur siang di dalam kamar rumahnya,  untuk menghilangkan rasa lelahnya. Betapa terkejutnya korban, saat terbangun dari tidur tiba tiba HP dan sepeda motornya sudah hilang.

                Saat itu ada warga yang melihat pelaku membawa sepeda motor korban. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang.

                 Kemudian petugas menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Tim Trabaz unit Reskrim  Polsek Gunung Megang, mendapat informasi bahwa pelaku masih berada di seputaran Dusun VII, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang.

                    Lalu petugas mencari tahu keberadaan pelaku. Ternyata pelaku tengah berada di rumah kontrakannya dan langsung diamankan petugas berikut barang buktinya.

               Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (20/2) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya. 
Share:

Grab Datang, Opang Resah

MUARA ENIM -- Dalam waktu dekat ini, warga kota Serasan Sekundang akan dihampiri oleh jasa layanan ojek daring/online yang berbasis di Singapura yang hadir dengan mitra menggunakan jaket hitam bergaris hijau yakni Grab.

Grab bakal hadir di kota Muara Enim sebagai moda transportasi alternatif dengan menawarkan 3 produk unggulannya yakni Grab Car, Grab Bike dan Grab Express.

Kepastian Grab bakal hadir di Kota Muara Enim dibuktikan dengan kunjungan managemen Grab Indonesia ke kantor Kominfo Muara Enim, Rabu (20/2).

Dalam kunjungan ini , Grab mengirim tim Ekspansi mereka yang diwakili Ian Nugraha (BD Support Grab) dan Aditya Tri (Partner Aquisisi Eksekutif Grab Palembang) . Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muara Enim Ardian Arifanardi.

Dalam kunjungannya, Partner Aquisisi Eksekutif Grab Palembang Aditya mengatakan Grab siap memperluas ekspansi dengan menawarkan layanan transportasi online kepada masyarakat wilayah kota Muara Enim. Menurutnya, pihaknya juga telah banyak menggelar persiapan matang supaya layanan Grab dapat segera dinikmati.

"Sejauh ini progresnya sudah 90 persen dan rencananya paling cepat di akhir Bulan Februari ini kami akan memulai perekrutan driver,"kata Aditya.

Aditya menjelaskan untuk tahap awal pihaknya akan merekrut sebanyak 100 driver Grab di Muara Enim. "Pelaksanaan rekrutmen juga diutamakan warga asli Kabupaten Muara Enim. Ujarnya

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan waktu resmi beroperasionalnya Grab di Muara Enim. Pihaknya berharap proses persiapan berjalan baik hingga waktu launching resminya nanti.

Namun, kehadiran moda transportasi online ini ditanggapi terbalik oleh para Opang (ojek pangkalan) yang sehari harinya memang mangkal dan mencari penghasilan dengan mengantar penumpang.

Respon negatif salah satunya datang dari kalangan tukang ojek konvensional. Sejumlah tukang ojek pangkalan yang beroperasi di kota Muara Enim mengaku resah dengan bakal ekspansinya layanan ojek daring/online Grab di Kota Muara Enim.

"Kami resah dan baru tahu kalau ojek online Grab bakal ado di Muara Enim, jujur kami nolak karena jelas bakal ngurangi pendapatan sehari-hari,"kata Aswandi yang biasa dipanggil wak uban Tukang ojek yang merupakan anggota Paguyuban Ojek Islamic Center.

Aswandi yang kerap mangkal di pangkalan ojek samping Kantor Dinas PMD Kompleks Islamic Center juga mengaku dirinya  bersama teman sejawatnya tak terkarik bergabung ojek online. Alasannya karena sebagian mereka tidak mengerti teknologi dan kendaraan mereka banyak tak memenuhi spesifikasi Grab.

"Terlebih lagi sebagian kami banyak tidak memiliki sim, kendaraannya juga nak bagus nian, jadi menurut kami ribet,"ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muara Enim Ardian Arifanardi menyambut baik masuknya layanan grab di Muara Enim.Dia mengatakan bahwa masuknya Grab ini diharapkan dapat mendukung Program – Program Pemerintah dan dapat mengangkat kearifan lokal yang ada di Muara Enim.

"Hadirnya grab dapat menambah serta meningkatkan layanan transportasi masyarakat Muara Enim, semoga Grab juga dapat mendukung program-program lain pemerintah disini,"kata Ardian.

Sebelumnya rencana hadirnya grab di kota Muara Enim ramai menjadi perbincangan masyarakat dan sempat viral di media sosial. Sebagian masyarakat menyambut positif namun adapula yang memberikan sentimen negatif. 

Namun ada juga masyarakat yang mendukung hadirnya grab. Melly (20) mahasiswa kampus swasta di Kota Muara Enim mengaku senang dan sudah lama menantikan layanan ojek online di Muara Enim.

"Kan enak kalo ada grab, apolagi kota-kota besar sudah ado galo, selain biayanya jelas dan terjangkau, grab bisa dimanfaatke untuk pesan makanan dan minuman tanpa harus keluar rumah atau kantor,"pungkasnya.
Share:

Lega, Marlinda Dan Jul Akhirnya Bisa Tempati Kios Pasar

MUARA ENIM -- Meski sempat terrunda dan me unggu lama, akhirnya raut wajah gembira dan sumringah terpancar dari wajah Marlinda (51) salah satu pedagang yang sudah mendapatkan kunci di Pasar Inpres baru yang sudah di siapkan Pemkab Muara Enim.

Sejak kebakaran yang melanda pasar inpres pada tahun 2015 yang lalu, Marlinda yang sehari harinya berdagang sendal dan sepatu ini mengucap syukur akhirnya bisa berjualan dengan tenang dan tidak lagi terganggu serta bisa fokus berjualan.

“Alhamdulillah sudah dapat tempat sekarang. Saya dapat kios A nomor 17. Tinggal lihat lokasi dan menata apa saja yang dibutuhkan nanti di kios saya. Yang jelas sudah bisa jualan temang dan tidak terganggu cuaca lagi. Tinggal suratan rejeki,” ujarnya saat diwawancarai usai mendapat giliran pengundian nomor kios di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Rabu (20/2).

Dikatakannya, selama ini usai kebakaran yang membuatnya rugi sekitar belasan juta rupiah, dirinya harus berdagang di jalan dan di lokasi yang tampat berpotensi. “Kemarin kami tidak mampu bayar ruko atau tempat karena mahal,” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya lagi, mereka pedagang hanya dikenakan biaya sewa bulanan sebesar Rp30 ribu dan biaya retribusi perhati Rp 1.000. “Kami berharap bisa dikurangi dari 30ribu menjadi 20ribu,” harapnya.

Sementara itu, Julmaini (55) pedagang pakaian jadi ini juga bersyukur bisa mendapatkan kios untuknya berjualan. Dirinya dalam pengundian ini mendapat jatah kios J nomor 9 yang berada di lantai dua ini.

“Kemungkinan lusa bisa sudah saya tempati. Karena dikatakan sudah bisa ditempati terhitung kami menerima kunci. Yang jelas saya harus menanta dan memindahkan barang barang dagangan saya,” ujarnya.

Dari total 360 kios yang ada di pasar saat ini, 358 diperuntukan untuk para pedagang yang dulunya memiliki kios di pasar yang lama. Sedangkan dua kios diperuntukan bagi pengurus PKK Kabupaten dan satu kios lagi untuk Dekranasda yang digunakan untuk memajang hasil kerjainan dan produk hasil dari masyarakat dan UMKM.(SN)
Share:

Gegara Tusuk Teman, Eki Dibekuk Polsek Penukal Abab

PALI--Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil menangkap Eki (28) warga Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat lantaran telah melakukan penganiayaan berat terhadap korbannya Elnani masih satu daerah dengan pelaku yang sama-sama berprofesi sebagai supir mobil molen milik PT Bania BRU karena keduanya tidak mau mengalah saat pengisian air yang lokasi kejadiannya di sekitar wilayah Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten PALI pada Selasa (19/2).

"Motifnya selisih paham, yang mana antara pelaku dan korban tidak mau mengalah saat ngisi air ke mobil molen yang mereka kemudikan. Kemudian menyulut emosi pelaku yang langsung menabrakan mobilnya ke mobil korban lalu turun sambil membawa pisau kemudian menusukannya ke tubuh korban," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian, Rabu (20/2).

Alami luka tusuk dibagian bahu, dikatakan Alpian korban pun langsung berlari kearah warga untuk meminta pertolongan. Dan pada saat korban mendekati warga, kebetulan ada Kanit Sabhara, Ipda Supratman yang tengah menyambangi warga Desa Spantan Jaya. "Kemudian korban dibawa Kanit Sabhara ke Puskesmas Babat. Korban mendapat 25 jahitan pada lukanya," tukas Alpian.

Setelah memberikan pertolongan terhadap korban, diakui Kapolsek bahwa Ipda Supratman menelpon dirinya yang langsung ditindak lanjuti dengan mendatangi TKP beserta piket Reskrim dan piket Sabhara.

"Saat menuju TKP, rupanya pelaku berusaha kabur. Kita langsung lakukan  penghadangan pelaku dengan melintangkan mobil untuk menghentikan laju kendaraan pelaku. Dengan upaya tersebut, akhirnya pelaku berhasil ditangkap berikut barang bukti berupa satu bilah pisau yang langsung dibawa kepolsek Penukal Abab guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.(SN) 
Share:

Tim PSC 119 Prabumulih Tandangi PALI, Begini Tujuannya

PALI-- Tingkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara komprehensif, Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan pertemuan dengan Tim Kegawatdaruratan Program Public Safety Center (PSC) 119 dan Home Care Kota Prabumulih, Rabu (20/2) di RM Nasional Simpang Lima Pendopo Kecamatan Talang Ubi.

Kegiatan pertemuan tersebut dilakukan selama dua hari mulai Rabu dan Kamis (20-21/2/2019) dengan tujuannya dijelaskan ketua pelaksana Hj Ernawati M.Kes adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara komprehensif.

"Narasumber dari Tim PSC Kota Prabumulih dengan peserta 55 orang dari 7 Puskesmas dalam wilayah Kabupaten PALI. Kabupaten PALI sendiri, secepatnya bakal membentuk Tim PSC 119 dan Home care," ujar Ernawati.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Lydwirawan menjelaskan bahwa sehat adalah hak setiap warga negara, untuk itu pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan wawasan peserta dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Kabupaten PALI," harap Kadinkes.

Ditempat sama, Hj Hesti Widya Ningsih Sekretaris Dinkes Prabumulih menjelaskan babwa PSC 119 Kota Prabumulih baru dilaunching 12 Februari 2018.

"Baru satu tahun PSC 119 di Kota Prabumulih, tetapi keberadaan PSC sudah banyak berkonstribusi terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan dan pertolongan pada korban yang membutuhkan penanganan segara," urainya.

Perlu diketahui bahwa PSC 119 merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Layanan ini untuk membantu penangan kesehatan terhadap masyarakat yang tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi kritis. PSC 119 kami bentuk untuk mempercepat penanganan dan pertolongan pada korban yang membutuhkan penangan segera.

PSC juga merupakan amanah dari instruksi Presiden No.4 Tahun 2013, dimana seluruh kabupaten / kota di Indonesia harus membentuk PSC. Untuk itu, secara bertahap, layanan ini akan terus dikembangkan sampai semua daerah otonom (kab/kota) memiliki PSC sebagaimana fungsi PSC sebagai pusat koordinasi layanan kegawatdaruratan di suatu daerah.

PSC berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dengan lokasi kejadian untuk mobilisasi ataupun merujuk pasien guna mendapatkan penanganan gawat darurat (tergantung kondisi pasien). PSC dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan unit teknis lainnya di luar bidang kesehatan seperti kepolisian dan pemadam kebakaran tergantung kekhususan dan kebutuhan suatu daerah.(SN) 
Share:

Pihak Pertamina Pendopo Nyatakan Rampung Tangani Pipa Gas Yang Bocor

PALI-- Pihak Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field nyatakan telah atasi kebocoran pipa gas miliknya yang terjadi pada Selasa siang (19/2) yang letaknya di Talang Sungai Deras Desa Persiapan Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, yang mana pipa gas bocor tersebut diketahui warga sekitar pukul 08.30 WIB.

Rampungnya penanggulangan pipa gas yang bocor disampaikan Bambang, Staff Humas Pertamina Pendopo pada Selasa sore (19/2). Dijelaskannya bahwa pihak Pertamina menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 10:00 WIB.

"Setelah mendapat informasi, kami langsung memerintahkan tim Ram dan produksi agar mensterilkan lokasi bocornya gas itu dengan memasang garis bahaya. Kami pun menghimbau warga sekitar untuk tidak melakukan aktivitas yang menggunakan api, seperti kegiatan di dapur, karena dikhawatirkan ada gas yang menyebar dari pipa yang bocor itu," jelas Bambang.

Himbauan itu diutarakan Bambang sampai kondisi dilapangan benar-benar bebas dari bau gas. "Untuk kompensasinya, kita kirim konsumsi bagi warga sekitar sampai situasi perbaikan pipa gas benar-benar dinyatakan rampung," tukasnya.

Dia juga menyatakan bahwa pipa gas yang berasal dari sumur yang berasal Dari Banekat Timur telah ditutup agar saat perbaikan tidak ada arus gas yang melintas pipa yang alami kebocoran.

"Pada pukul 17:00 WIB tim kami telah rampung dalam perbaikan penutupan pada pipa bocor tersebut. Untuk membuat warga lebih nyaman, tim kami masih berada dilokasi pipa bocor itu dengan menyertakan teste gas untuk mendeteksi bahwa lokasi kebocoran telah steril dari bau gas," terangnya.

Sebelumnya, Dedi Prayoga, kepala desa setempat mengatakan bahwa pipa gas milik Pertamina Pendopo di wilayahnya alami kebocoran. Awal diketahui karena adanya bau gas yang menyengat ditambah ada gelembung-gelembung udara diatas permukaan air juga keluar sisanya desisan dari bawah tanah.

"Setelah warga telusuri, rupanya ada pipa yang letaknya dibawah tanah alami kebocoran. Lalu kita laporkan kejadian itu ke pihak Pertamina. Untuk penyebab  terjadinya kebocoran itu diduga karena korosi," kata Kades. (SN)
Share:

Ingin Memilih Tapi Diluar Kota, Segera Urus A5

MUARA ENIM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muara Enim meminta pelajar, mahasiswa, pekerja atau penduduk luar daerah yang akan menggunakan hak pilihnya di Kota Muara Enim pada Pemilu 2019 untuk segera mengurus A5 atau formulir pindah memilih.

"Batas waktu untuk mengurus A5 ditetapkan hingga H-30 pemilu. diharap penduduk luar daerah diminta segera mengurusnya agar tidak menumpuk menjelang batas akhir,"Kata Ketua KPU Muara Enim, Ahyaudin, diwawancarai, Selasa (19/2).

Demi meningkatkan angka partisipasi pemilih dan mensukseskan pesta demokrasi, pihaknya mengharapkan peran aktif masyarakat. Dia meminta masyarakat pemilih hendaknya kembali mengecek di daftar pemilih tetap (DPT).

"Mengingat di Kabupaten Muara Enim juga cukup banyak masyarakat pendatang baik itu pelajar, mahasiswa maupun pekerja agar segera mengurus formulir A-5 di domisili asal mereka, sehingga pada saat pencoblosan mereka yang berada di Muara Enim bisa menyalurkan hak suara,"paparnya

Adapun Warga dari luar Kota Muara Enim yang ingin mengurus A5 cukup membawa KTP elektronik atau surat keterangan lain yang berlaku dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Warga tersebut juga harus memastikan jika namanya sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di tempat asal.

"Tinggal datang ke KPU Kota Muara Enim untuk mengurus formulir A5. Formulir A5 yang sudah diperoleh tersebut kemudian dibawa ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) tempat tinggalnya saat ini," katanya.

PPS di wilayah yang akan menempatkan pemilih tersebut ke tempat pemungutan suara (TPS) terdekat atau TPS yang masih memungkinkan untuk ditambah oleh warga pindah memilih.

"PPS yang paling mengetahui kondisi di tiap TPS yang ada di wilayahnya," katanya.

Sedangkan bagi warga Kota Muara Enim yang ingin menggunakan hak pilihnya di tempat lain juga perlu mengurus A5 di PPS. KPU Muara Enim juga akan terus melakukan sosialisasi terkait formulir A5 tersebut kepada masyarakat.(SN)
Share:

Empat Remaja Tiga Diantaranya Pelajar Asik 'Ngisap' Aibon

PALI-Entah apa yang ada dipikiran tiga pelajar salahsatu SMK di Kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan satu remaja asal Jirak Kabupaten Muba, sebab saat jam pelajaran, ketiganya malah asik ngisap lem merek aibon di bawah Tribun Lapangan Gelora Komplek Pertamina Pendopo, Selasa (19/2) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kelakuan pelajar tersebut rupanya tercium Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten PALI, yang saat itu tengah melakukan patroli rutin disekitar lokasi. Dan saat melihat tingkah laku tiga pelajar dan satu remaja tersebut, pasukan Satpol.PP langsung menggrebek pesta penyalahgunaan lem tersebut dan langsung mengamankannya dengan membawa mereka ke kantor Satpol.PP.

"Mereka kita amankan ditempat berbeda, dimana mereka kita amankan karena kedapatan tengah ngisap aibon saat jam pelajaran diluar lingkungan sekolah," ungkap Zulkopli, Plt Kasatpolpp PALI.

Selanjutnya, dikatakan Kasatpolpp, bahwa pihak sekolah dan orang tua pelajar bersangkutan bakal dipanggil pihaknya. "Kita beri peringatan dan kita suruh membuat pernyataan agar pelajar dan remaja tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya. Kalau sudah mengikuti anjuran itu, maka akan kita kembalikan ke pihak keluarga dan sekolah," ujarnya.

Sementara dari pengakuan AD (15) salahsatu pelajar yang diamankan bahwa dirinya baru sekali itu mencoba menghisap aibon.

"Ikut gaya-gayaan pak, dan ini baru kali ini aku lalukan. Untuk rasanya belum tahu, soalnya baru mau ngisap sudah ketangkap Satpol.PP," katanya. (SN)
Share:

18.500 Pelanggan Dapat Potongan Rp52/KWH

MUARA ENIM - Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan insentif penurunan tarif bagi pelanggan golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) daya 900 Volt Ampere (VA) atau pelanggan Rumah Tangga 900 VA non subsidi.

Dengan pemberlakuan insentif ini, pelanggan PLN golongan RTM 900 VA hanya membayar tarif listrik sebesar Rp 1.300 per kilowatt hour (kWh) dari tarif normal sebesar Rp 1.352 per kWh. Penurunan tarif ini berlaku bagi 21 juta pelanggan listrik RTM 900 VA di seluruh Indonesia mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2019.

Penurunan atau pemberian insentif tarif ini dilakukan karena PLN berhasil melakukan efisiensi. Di antaranya penurunan susut jaringan, perbaikan SFC (Specified Fuel Consumption) dan peningkatan CF (Capacity Factor) pembangkit. Selain itu, insentif diberikan juga mengingat kondisi harga ICP selama 3 bulan terakhir mengalami penurunan dari 62,98 USD/Barrel memjadi 56,55 USD/Barrel.

Manajer PLN ULP Muara Enim, Randy Kusriansyah mengatakan, di wilayah kerjanya dari total keseluruhan sebanyak 77.000 pelanggan, 18.500 di antaranya bakal menikmati insentif penurunan tarif tersebut.

“Wilayah kerja kita meliputi Kecamatan SDL, SDT, SDU, Tanjung Agung, Lawang Kidul, Muara Enim, dan Ujan Mas Kabupaten Muara Enim. Kemudian Kecamatan Merapi Kabupaten Lahat. Ada 18.500 pelanggan RTM daya 900 VA yang akan mendapat insentif atau penurunan tarif sebesar Rp 52/kWh ini,” jelasnya, Senin (19/2).

Lebih lanjut, sambungnya, insentif penurunan tarif bagi RTM 900 VA tersebut tidak menyertakan syarat apapun. “Jadi silakan nikmati penurunan tarif ini. Namun gunakan listrik dengan nyaman, dan tentunya aman,” tutur dia. 
Share:

Pipa Gas Diduga Milik Pertamina Pendopo Bocor


PALI--Pipa gas milik Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang letaknya di Sungai Deras Desa Persiapan Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI alami kebocoran pada Selasa (19/2). Pipa tersebut bocor diketahui warga sekitar pukul 08.30 WIB.

"Lokasi pipa tersebut persis depan rumah warga, awal diketahui adanya bau gas menyengat keluar dari arah pipa yang tertanam didalam tanah, serta adanya gelembung-gelembung udara di rawa sekitar pipa tersebut,"ungkap Dedi Prayoga, Kepala desa setempat, Selasa (19/2).

Mengetahui adanya kebocoran pipa gas, diakui Kades warga pun ketakutan untuk menyalakan api termasuk memasak nasi.

"Ada yang belum makan sampai siang ini, karena warga takut menyalakan api karena khawatir meledak karena meski ada petugas Pertamina dilokasi, gas masih keluar dari arah pipa dengan mengeluarkan suara mendesis dan aroma gas cukup menyengat. Untuk penyebab bocornya pipa gas tersebut diduga korosi, karena posisi pipa tertanam didalam tanah," terangnya.

Sementara itu, Ryan, Legal and Relation LR Pertamina Pendopo mengaku bahwa ada pipa gas yang bocor. "Kita masih koordinasi dengan HSSE dilapangan, dan untuk penanganan awal telah kita lalukan," jawabnya. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts