Ongkos Bus Trans ME Rp 15 Ribu

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sejak dioprasikannya angkutan bus bantuan dari kementrian Perhubungan kepad Pemkab Muara Enim pada awal puasa lalu dan tidak dikenakan biaya, maka saat ini masyarakat harus membayar Rp 15 ribu untuk tujuan Simpang Meo dan Rambang Dangku.

Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim, Riswandar mengatakan, saat ini telah diberlakukan tarif untul jurusan Simpang Meo dan Rambang Dangku sebesar Rp 15 ribu. 

“Setelah dikaji maka penumpang dikenakan tarif sesuai jarak tempuh yang kurang lebih 60 kilometer. Dan itu hanya untuk biaya oprasional berupa BBM,” ujarnya.

Ditambhakan Riswandar, memang tarif ini tidak sama dengan tarif umum. “Untuk jadwal sendiri bus berangkat pagi jam 7 dari Muara Enim, kemudian siang juga ada pemberangkatan lagi,” tambahnya.

Pengaturan jadwal keberangkatan ini, lanjutnya, bertujuan agar tidak mengganggu angkutan umum yang lain yang saat ini masih beroprasi. “Jadi bus yang ada selama ini tetap mendapatkan penumpang seperti biasanya,” ujarnya.

Selain itu, terangnya pagi, bus ini kuga sebagai penunjang program pariwisata. “Untuk penumpang yang ke arah simpang meo apabila hendak ke air terjun bedegung, bus akan lamgsung mengantarkannya. Dan ongkos yang dikenakan tetap sama,”.

Jadi, lanjut Riswandar lagi, bagi masyarakat yang akan menuju lokasi wisata Air Terjun Bedegung bisa langsung meminta kepada sopir untuk diantarkan langsung menuju lokasi. “Itu salah satu upaya kita memudahlan masyrakat untuk menuju lokasi,” pungkasnya, seraya menambahkan saat ini peminat bus semakin meningkat.

Seperti diketahui, bus bantuan dari Kementrian Perhubungan ini ada lima unit. Untuk masing masing jurusan disiapkan dua unit. Sementara, satu unit lainnya di standby kan di Kantor apabila akan digunakan guna keperluan mendadak.
Share:

Mencuri HP dalam rumah warga, Warga Anak Petai ini berhasil diamankan Tim Polsek Barat


PRABUMULIH, SININews.com – Satu lagi pelaku pencurian berhasil diringkus Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat pimpinan AKP Murshal Mahdi, S.E., M.M bersama Kanit Reskrim Ipda Darmawan, S.H Senin (22/7/2019) sekira pukul 20.00 WIB.

Pelaku yaitu Idi Arfian (35 tahun) warga jalan Dahlia RT.001 RW.002 kel. Anak petai kec. Prabumulih utara kota Prabumulih ditangkap berdasarkan laporan korbannya atas nama Risnaldi Setiawan yang merupakan anggota Polri Polres Prabumulih.

Pelaku mengambil satu unit handphone milik korban dengan modus mencongkel jendela rumah korban yang berada di jalan simpang 3 Gunung Kemala RT. 001 RW. 002 kel. Patih Galung kec. Prabumulih Barat kota prabumulih.

Pelaku sendiri ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat pimpinan Kanit Reskrim Ipda Darmawan, S.H pada hari Senin (22/7/2019) sekira jam 20.00 Wib saat berada di kawasan Pasar Inpres Kota kota Prabumulih.

Saat akan ditangkap pelaku berusaha melawan petugas dan melarikan diri, bahkan petugas yang melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali tidak dihiraukan oleh pelaku, sehingga membuat petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku.

Selanjutnya pelaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Prabumulih Barat untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone milik korban.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Murshal Mahdi, S.E., M.M didampingi Kanit Reskrim Ipda Darmawan, S.H membenarkan penangkapan pelaku pencurian tersebut. Saat ini pelaku masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

“Karena memberikan perlawanan saat akan ditangkap, pelaku akhirnya kita lumpuhkan di kakinya. Akibat ulahnya, pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” Tegas AKP Murshal.(sn)
Share:

Hebat! Polres Prabumulih Raih Penghargaan Lomba Kebersihan Lingkungan

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Polres Prabumulih kembali menorehkan prestasi, kali ini malah meraih juara satu dalam lomba kebersihan di lingkup Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Atas prestasinya itu, Polres Prabumulih diganjar penghargaan. Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Denni Gapril SH kepada Perwakilan Polres Prabumulih, Kabag Sumda, Kompol Rudi Isroni, S.H di Polda Sumsel, Senin (22/7/2019)

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Polres Prabumulih memperoleh penghargaan tersebut setelah bersaing dengan 14 Polres dibawah naungan Polda Sumsel.

"Beberapa waktu yang lalu, Tim Polda Sumsel mengecek ke Polres Prabumulih. Tim Dari Polda SUmsel tersebut sangat senang melihat Polres Prabumulih rapi dan tertata meski bangunan lama," ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan, banyak perbaikan-perbaikan telah dilakukan. Khususnya, menunjang pelayanan publik. Disebabkan, Polres Prabumulih berpredikat wilayah bebas korupsi (WBK). Karenanya, pelayanan publik harus tetap terpelihara dan ada standarnya.

"Terima kasih untuk jajaran kita atau rekan-rekan Polres. Telah menjaga dan semoga masyarakat yang mengurus administrasi pelayanan publik. Baik, SKCK maupun pembuatan laporan polisi benar-benar nyaman," Ujar Kapolres.

Penghargaan yang diterima hendaknya semakin menggairahkan dan memberikan semangat, untuk terus meningkatkan dna mengoptimalkan pelayanan. "Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara," pungkas Kapolres.
Share:

Forum FBS Desa Gunung Raja pertanyakan kepastian pembangunan jalan oleh PT.GHEMMI



Foto : Kondisi jalan Dusun III Desa Gunung Raja menuju Puskesmas Gunung Kemala saat ini yang dipertanyakan pembangunannya oleh warga

PRABUMULIH, SININews.com – Persatuan Forum Bumi Sejahtera (FBS) Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim kembali mempertanyakan surat perjanjian kesepakatan tanggal 14 Maret 2019 lalu dengan PT.GHEMMI yang secara bersama sepakat atas pembangunan atau pengerasan jalan dari arah Puskesmas Gunung Kemala Kota Prabumulih menuju Dusun III Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim, senin (22/7/19)

Kesepakatan tersebut tertuang dalam berita acara antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Bumi Sejahtera (FBS) dengan perusahaan beberapa waktu lalu dengan kesepatakan diantaranya pihak perusahaan menyanggupi akan melakukan pengerasan jalan menuju Puskesmas Gunung Kemala untuk kelancaran aktifitas warga Desa Gunung Raja

“sampai saat ini pihak PT.GHEMMI belum memenuhi semua janjinya untuk memperbaiki jalan Dusun III” ucap Marwadi salah satu pengurus LSM FBS 

Team media ini mengkonfirmasi langsung Kojek sapaan akrab Pengurus Lembaga  FBS dikediamannya mengatakan jika saat ini pihak perusahaan belum sepenuhnya memenuhi janji yang telah disepakati

“perbaikan Posyandu juga dikerjakan sekedarnya saja, padahal itu fasilitas umum” lanjut Kojek yang mengatakan jika dari salah satu perjanjian tersebut warga meminta perusahaan untuk memperbaiki Posyandu dan Pembuatan Gorong-gorong disepanjang aliran sungai yang saat ini sudah dicemari limbah perusahaan

Terpisah, Laspri Antoni,SH selaku kuasa hukum PT.GHEMMI saat dikonfirmasi mengatakan jika saat ini pihak perusahaan sedang melakukan perbaikan dan pelebaran jalan dengan alat berat

“Insyallah minggu depan, Material sudah kita pesan” ucapnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatspp (WA)

Disinggung mengenai target penyelesaian jalan tersebut pihak perusahaan masih belum memberikan tanggapan pasti dan mengatakan jika jalan tersebut akan dibangun sampai Dusun III Desa Gunung Raja

“belum ada target mengingat cuaca sering hujan” tutup Antoni (sn)

Share:

Peringati Hari Anak Nasional, Citimall Prabumulih Bantu 5 PAUD Perpustakaan Mini

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Peringati hari anak nasional, Citimall Prabumulih berikan bantuan Perpustakaan Mini, 300 buku bacaan dan Foster peraga pendidikan untuk 5  Sekolah Pendidikan Anak  Usia Dini ( Paud)  di Kota Prabumulih. 

Adapun lima PAUD yang mendapat bantuan itu yakni Paud Peduli cerdas, Paud Peduli bangsa, Paud AL- firdaus, Paud Cahaya Senuling, dan Paud Bintang Harapan.

Manager Citimall Prabumulih Fenzrial ST mengatakan pemberian bantuan tersebut dilakukan sebagai salah satu dukungan Citimall Prabumulih rangka menciptakan anak yang cerdas dan membiasakan anak membaca sejak dini. 

"Di hari anak nasional kali ini kami ingin ikut membantu mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan perpustakaan mini berikut bukunya," ujarnya, Senin (22/7).

Menurut Fenzrial buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan sangat penting dalam menumbuhkan minat baca anak-anak. Karena itulah pemberian bantuan perpustakaan mini itu agar Citimall dapat berkontribusi langsung di bidang pendidikan.

"Semoga pengunjung ikut peduli dan Citimall bukan hanya sebagai tempat berbelanja semata, lebih dari itu jadikanlah Citimall sebagai tempat bagi semua pihak untuk mengadakan kegiatan serupa," ungkapnya.

Sementara itu, Bunda Paud  Kota Prabumulih, Hj Suryanti Ngesti Rahayu sangat mengapresiasi dan bangga atas kegiatan yang telah dilakukan Citimall Prabumulih. Menurutnya, Paud merupakan awal anak-anak mengecap pendidikan sembari menjadi wadah penitipan anak.

"Paud merupakan lembaga pendidikan dimana dimulai anak memegang pensil, terimakasih Citimall telah peduli dengan pendidikan Prabumulih," terangnya.
Share:

BREAKING NEWS : Tabrakkan Kerta Api dan mobil Kren Terjadi di Perlintasan Tanjung Rambang

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Tabrakkan antara Kereta Api Batubara Barisan Panjang ( Babaranjang) dan mobil terjadi di perlintasan kereta api Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih. 

Mobil angkutan berat pengangkut kren diduga milik PT Pertamina itu terseret hingga 30 meter setelah dihantam kereta api yang melaju kencang saat bersamaan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. 

Yansyah salah satu warga sekitar menyebutkan baik kereta api maupun mobil berada dari arah yang sama yakni dari arah Baturaja menuju Kota Prabumulih. 

"Abis magrib kejadiannyo," ujar Yansyah, Senin (22/7). 

Warga berhamburan keluar rumah setelah mendengar bunyi dentuman keras yang keluar dari tabrakkan antara kereta api dan mobil tersebut. 

"Bunyinyo tadi kuat. Warga langsung keluar galo," ungkapnya.

Menurut Yansyah, akibat tabrakkan tersebut terjadi kemacetan cukup panjang di kedua arah dilokasi kejadian. Baik kendaraan yang datang dari arah Prabumulih menuju baturaja maupun sebaliknya. 

"Macet panjang. Ini polisi jugo sudah ado di TKP," tutur Yansyah. 

Hingga berita ini diturunkan baik kereta api maupun mobil kren masih berada di TKP dan belum dievakuasi. 
Share:

BMKG Pasang Seismograf di SDU

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang, berencana memasang alat siesmograf diwilayah Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) Kabupaten Muara Enim. Soalnya alat  nantinya berfungsi sebagai sensor perekam deteksi getaran gempa bumi.

               Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Tasman, mengatakan  wilayah Semendo Darat Ulu, Semendo Darat Tengah dan Semendo Darat Laut menjadi daerah yang rawan terjadi gempa bumi. Sehingga pemerintah melakukan penguatan peralatan pencatatan gempa bumi diwilayah tersebut.

              "BMKG memasang  5 alat seismograf diwilayah Sumsel salah satunya di SDU,"kata Tasman, Senin (22/7). Titik lokasi pemasangan sudah ditentukan yakni di lahan atau tanah milik pemerintah guna menjamin  keamanan alat tersebut.

           Menurutnya, alat dipasang dilahan  seluas 4x4 meter yang disediakan Pemkab berlokasi di depan kantor Camat SDU. Dia  berharap  pemasangan alat tersebut,  dapat segera direalisasikan oleh BMKG. Karena sebelumnya pihak BMKG  telah berkunjung ke SDU guna melakukan peninjauan lokasi. 

           "Pemasangan alat ini sangat dibutuhkan bagi warga Semendo supaya penyebaran informasi gempa bumi dapat lebih cepat dan akurat, terlebih wilayah Semendo cukup berdekatan dengan provinsi Bengkulu yang dikenal daerah sangat rawan gempa,"jelasnya.
Share:

Dana Bansos Turun, Bantuan Parpol Naik

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Masyarakat Muara Enim yang hendak mengajukan permohonan dana bantuan sosial kepada Pemkab Muara Enim nampaknya bakal tidak bisa berharap banyak. Soalnya alokasi dana Bantuan Sosial (Bansos) pada APBD Perubahan tahun 2019 ini mengalami turun.

              Namun ironisnya, dana bantuan untuk Partai Politik (Parpol) malah dinaikan. Itu terungkap pada penjelasan nota keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2019, disampaikan Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH atas nama bupati, pada rapat paripurna DPRD Muara Enim, dipimpin Ketua DPRD, Aries HB SE, Senin (22/7).

              Pada penjelasannya, Wakil Bupati mengatakan, belanja Bantuan Sosial (Bansos) semula direncanakan Rp 3.979.800.000. Setelah perubahan turun menjadi  sebesar Rp 2.760.300.000 atau sebesar 30,64 persen.

              Menurutnya, penurunan itu dalam rangka menyesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 11 Tahun 2019, tentang pembinaan anak yatim piatu, anak yatim dan piatu, anak fakir miskin dan lanjut usia (berusia diatas 60 tahun atau lebih, hidup sebatang kara, hidup sendiri) dengan focus kepala anak yatim, yatim piatu, kaum duafa serta lansia terlantar.

              Pada penjelasan dalam rapat paripurna itu, orang nomor dua di Muara Enim ini menjelaskan bantuan keuangan  kepada Partai Politik (Parpol) mengalami kenaikan sebesar Rp 40.583.445 atau sebesar 2,70 persen.

              Dijelaskannya, semua  sebesar Rp 1.516.848.228 naik menjadi sebesar Rp 1.557.431.673, menyesuaikan dengan jumlah perolehan suara hasil Pemilu 2019.

              Dia juga menjelaskan, bantuan keuangan kepada desa dari APBD meningkat sebesar 44 persen dari semula sebesar Rp 130.986.292.378, menjadi sebesar Rp 188.586.372.500.

                Peningkatan itu untuk menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri  Nomor 38 Tahun 2018 tantang pedoman penyusunan APBD tahun 2019.

               Permendagri itu mengharuskan alokasi dana desa minimal sebesar 10 persen dari anggaran dana perimbangan   setelah dikurangi  dengan Dana Alokasi Khusus (DAK)  sesuai Peraturan Presiden atau Peraturan Menteri Keuangan yang menetapkan alokasi dana perimbangan untuk pemerintah daerah.
Share:

Golkar Belum Usulkan Calon Pimpinan Dewan

MUARA ENIM, SININEWS.COM -DPD Partai Golkar Muara Enim belum mengusulkan calon pimpinan DPRD Muara Enim hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Soalnya partai berlambang pohon beringin ini, masih menunggu hasil rapat pleno penetapkan Caleg terpilih oleh KPUD Muara Enim.

                 “Rapat pleno DPD Partai Golkar untuk menentukan nama nama Caleg terpilih diusulkan ke DPP Partai Golkar sebagai pimpinan DPRD Muara Enim, setelah selesai rapat pleno penetapan Caleg terpilih oleh KPUD, jadi kita tunggu dulu pleno penetapan KPUD,” jelas Ketua Harian DPD Partai Golkar Muara Enim, H Adriansyah SE, Senin (22/7).

                Menurutnya, Pada Pileg lalu ada 5 Caleg Partai Golkar yang terpilih untuk duduk di kursi DPRD Muara Enim. Dengan terpilihnya ke 5 Caleg tersebut, maka Partai Golkar mendapatkan  kursi pimpinan dewan.

                 “Masalah pengisian kursi pimpinan dewan dari Partai Golkar ini kita tetap mengacu mekanisme yang telah ditentukan partai,” jelasnya.

                  Dijelaskannya, hasi Rapimnas Partai Golkar bulan Agustus tahun 2012 lalu, syarat syarat pengisian kursi pimpinan dewan itu dengan mengadakan rapat pleno DPD Partai Golkar.

                    Rapat pleno itu, lanjutnya, harus dihadiri pengurus harian DPD Partai Golkar Provinsi dengan membawa mandat.  Rapat pleno tersebut, nantinya mengusulkan minimal 3 nama calon pimpinan dewan kepada DPD Partai Golkar Provinsi untuk diteruskan ke DPP Partai Golkar.

               “Karena kita ini Caleg yang terpilih ada 5 orang, maka besar kemungkinan ke 5 nama Caleg itu diusulkan sebagai kandidat pimpinan dewan diusulkan kepada DPD Partai Golkar Provinsi untuk diteruskan ke DPP Partai Golkar,” terangnya.

               Dijelaskannya, sarat untuk diusulkan menjadi pimpinan dewan tersebut,  sudah 2 kalu duduk menjadi anggota DPRD, berpendidikan S1 dan diusulkan oleh pleno DPD Partai Golkar.

             “Siapa nantinya yang terpilih menjadi pimpinan dewan  dari nama nama yang diusulkan tersebut, selanjutnya tim pusat yang  menentukannya,” tegasnya.
Share:

Kajari Belum Mendapat Laporan Kasus Korupsi Desa Sleman

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Meski sudah berlangsung selama satu tahun, namun pengusutan kasus dugaan korupsi atau penyimpangan dana Desa Sleman, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim tahun 2016 terkesan mengambang. Soalnya sampai saat ini kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Muara Enim itu terkesan tidak kunjung mengalami kemajuan.

                Bahkan pengusutan kasus tersebut terancam menjadi abu abu. Soalnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muara Enim, Mernawati SH, yang telah beberapa bulan menjabat dilembaga tersebut mengaku belum mendapatkan laporan.

                 “Nanti saya cek dulu ya, nanti takutnya saya memberikan keterangan belum tau,” jelas Mernawati yang dibincangi di sela sela peringatan HUT Adhiyaksa ke 59 di kantor Kejari Muara Enim, Senin (22/7).

                    Peringatan HUT Adhiyaksa yang berlangsung secara sederhana itu dihadiri juga Wakil Bupati Muara Enim, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, Kasdim 0404 Muara Enim, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, serta para Kepala Dinas dan Kepala Badan di lingkungan Pemkab Muara Enim.

                 Pada acara itu dilakukan juga peresmian ruang diversi. Ruang tersebut nantinya digunakan untuk penanganan kasus pidana khusus anak. Ruang tersebut akan digunakan untuk pemeriksaan kasus pidana khusus anak. 

                Menurutnya untuk penanganan kasus korupsi, pihaknya dengan tim telah mengani beberapa  kasus korupsi. “Saat ini kita tengah melakukan penangan tahap pra penyelidikan kasus dugaan korupsi yang berasal dari pengaduan masyarakat,” jelasnya.

                Menurutnya, kasus korupsi tahap pra penyelidikan  itu sebanyak 3 kasus. Hanya saja dia tidak menyebutkan secara detil kasus korupsi yang ditangani tersebut. “Nanti saja ya mengenai kasus korupsi apa saya yang ditangani kalau sudah jelas penanganannya,” jelasnya. 

             Sekedar mengingatkan kembali, bahwa  penyidik Kejaksaan Negeri Muara Enim, telah mengusut  dugaan korupsi atau penyimpangan dana desa Sleman dengan melakukan sporting data ke bagian Pidsus dan telah memberikan  sprint op. Pengusutan dana Desa Seleman tersebut, lanjutnya  dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2016 oleh oknum Kades.

             Yakni dana desa untuk pembangunan bronjong sebesar Rp 180 juta tahun 2016, dana pembuatan kandang ayam tahun 2016 sebesar Rp 50 juta dan dana pembuatan bibit pohon pinang sebesar Rp 10 juta. Penggunaan dana tersebut diduga fiktif.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts