Kebakaran Lahan di PALI Kian Parah, Petani Karet Panik

PALI,SININEWS.COM - Dalam sepekan terakhir ini, kebakaran lahan di wilayah Bumi Serepat Serasan terus meluas. Titik api kian hari semakin bertambah meskipun petugas dari tim terpadu penanggulangan Karhutlah yang dipimpin langsung kepala BPBD PALI  berjibaku tanpa henti menaklukkan api.

Kejadian itu membuat panik petani karet yang kebunnya terancam terbakar lantaran api terus merambat menghanguskan apa yang dilewatinya.

Seperti yang dialami ratusan petani di Desa Pengabuan Kecamatan Abab. Hampir seluruh petani turun ke kebunnya masing-masing untuk menjaga api agar tidak menjalar ke lahannya.

Bahkan dari sejumlah petani ada yang sudah dua hari menginap di kebunnya karena khawatir kebun yang menjadi sumber penghidupannya terbakar.


"Sudah dua hari kami buat sekat disekeliling kebun agar api tidak menjalar, sebab sudah banyak kebun milik petani lain hangus terbakar akibat api belum kunjung padam sejak tiga hari lalu," terang Sakri, salah satu petani asal Desa Pengabuan, Sabtu (14/9).

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI mengakui bahwa pihaknya cukup kewalahan akibat kejadian kebakaran lahan kali ini. Sebab dengan banyaknya titik api sementara peralatan dan personil terbatas, ditambah sumber mata air minim juga kondisi dilapangan cukup kering membuat api sulit dipadamkan.

"Lokasi kebakaran di Desa Pengabuan susah dijangkau oleh armada kita juga kondisi lahan semi gambut, lahan yang terbakar terus bertambah dan saat ini kami masih berupaya melakukan pemadaman disekitar sumur 46. Meski demikian kami bertekad akan terus membantu warga dan pantang pulang sebelum api padam," tekadnya. (sn)
Share:

Asri AG Ditunjuk DPP PDI-P Pimpin DPRD PALI

PALI, SININEWS.COM - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ardani menyampaikan kabar bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menunjuk H Asri AG sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2019-2024.

"Ya, penyerahan SKnya dilaksanakan di Palembang, pada hari ini," terang Ardani melalui pesan whatsapp, Sabtu  (14/9). (sn) 
Share:

Srikandi PALI Support BPBD Padamkan Api, Begini Caranya

PALI, SININEWS.COM - Kebakaran lahan yang terjadi saat ini di wilayah Bumi Serepat Serasan tentu menguras energi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran (DPBK), TNI dan kepolisian yang menjadi tim terpadu pengendalian Karhutlah.

Kerja keras tim Karhutlah yang banting  tulang siang dan malam dalam menanggulangi api mengundang simpatik berbagai kalangan. Salah satunya Srikandi PALI.

Srikandi PALI yang merupakan bentukan kepala OPD dan kepala FKPD wanita dilingkungan Pemkab PALI mendatangi tim terpadu Karhutlah pada Jumat (13/9), saat petugas tengah melakukan pemadaman api di wilayah Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan.

Kedatangan Srikandi PALI yang diwakili Kepala Kejari PALI, Yunitha Arifin membawa puluhan dus air minum, yang langsung dibagikan pada petugas disaat berjibaku memadamkan api.

"Kegiatan ini bentuk support kami para wanita untuk menyemangati tim terpadu Karhutlah yang dipimpin Kepala BPBD PALI. Karena saat ini, diketahui hampir diseluruh kecamatan ada kejadian kebakaran lahan," ungkap Yunitha Arifin.

Kepala Kejari PALI juga menyampaikan keprihatinanannya atas banyaknya kebakaran yang terjadi saat ini.

"Kami ketahui bahwa BPBD, Damkar, TNI Polisi tidak pernah istirahat dalam upaya memadamkan api. Kami berharap ini segera berlalu dan kami juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengantisipasi kejadian kebakaran lahan," ajaknya.

Sementara itu, Junaidi Anuar, kepala BPBD PALI menyampaikan apresiasinya atas perhatian Srikandi PALI yang diwakili Kajari PALI.

"Mungkin baru di PALI ada Kajari turun langsung ke lokasi kebakaran. Meski bentuknya menyemangati dengan membagikan air minum, namun atas support ini menambah semangat petugas dilapangan," kata dia. (sn)
Share:

PALI Dikepung Api

PALI,SININEWS.COM - Kebakaran lahan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus meluas. Pada Jumat (13/9) siang ini saja tercatat 17 titik api tersebar di lima kecamatan. Diantaranya di Sungai Baung, Simpang Bandara, Talang Subur, Pengabuan, Karang Agung, Prambatan, Betung dan Air Itam serta Danau Burung Tempirai Penukal Utara.

"Hari ini saja ada 17 titik api yang terpantau hotspot," ujar Junaidi Anuar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI, Jumat (13/9).

Dikatakan Junaidi bahwa hingga saat ini sejak musim kemarau tahun 2019 ada 83 titik terdeteksi BPBD. Dalam melakukan pemadaman, Kepala BPBD temui beberapa kendala.

"Kendala kami adalah medan yang sulit dijangkau, juga sumber mata air yang minim, kemudian peralatan yang kurang. Namun demikian kami bertekad pantang pulang sebelum api padam," tandas Junaidi.

Diakui Junaidi yang paling parah kebakaran ada di Kecamatan Abab.

"Api yang paling besar dan membakar lahan semi gambut ada di Desa Pengabuan Kecamatan Abab, melebar ke wilayah Desa Betung dan Karang Agung kemudian ke Prambatan. Lahan yang hangus sudah mencapai 75 hektar di Desa Pengabuan saja," terangnya.

Untuk atasi kebakaran di Desa Air Itam, Junaidi telah meminta bantuan pihak PT Aburahmi.

"Peralatan kita terbatas, jadi kami meminta PT Aburahmi untuk bantu warga padamkan api," tuturnya. (sn)
Share:

Bandit Pecah Kaca Beraksi, Mobil Salah satu Pejabat PALI Jadi Sasaran

PALI,SININEWS.COM - Mobil dengan nomor polisi BG 1644 P jenis Honda BRV warna putih jadi korban bandit pecah kaca di depan rumah makan Fadhilah, kawasan Beracung Kelurahan Talang Ubi Selatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat (13/9) sekitar pukul 11.30 WIB. 

Dikabarkan pemilik mobil tersebut adalah Kepala SMKN 1 Tanah Abang, Yulisa Wandasari. 

Dari keterangan Yulisa, bahwa dirinya memang pulang dari bank Sumsel Babel, tetapi bukan untuk mengambil uang, hanya untuk melakukan pergantian bendahara sekolah. 

"Tidak ada uang yang hilang, mungkin pelaku dikira saya melakukan pengambilan uang. Hanya berkas-berkas penting yang hilang dan kaca depan mobil sebelah kiri yang pecah," terangnya.

Saat ini, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Talang Ubi. 

"Kejadian itu saat saya memesan nasi di rumah makan Fadhilah, tetapi sekira lebih kurang 5 menit saya masuk Rumah makan, ada suara berteriak. Rupanya ada warga yang melihat kaca mobil saya dipecahkan. Dari informasi warga yang melihat, ada dua pelakunya menggunakan sepeda motor," tukasnya. (sn) 
Share:

Putra terbaik Sumatera Selatan kini jabat Ketua KPK

 Foto : Firli Bahuri saat melakukan cek kesehatan dalam acara kunjungan kerja di Polres Prabumulih beberapa waktu lalu

JAKARTA, SININEWS.COM - Komisi III DPR akhirnya memilih Brigjen Drs.Firli Bahuri, M.Si sebagai Ketua KPK. Dalam penghitungan suara dari sepuluh nama calon pimpinan KPK Firli Bahuri meraih suara terbanyak, yakni 56 suara, jumat (13/9)

Dari hasil penghitungan suara Calon Pimpinan (capim) KPK ada lima nama besar yang mengisi posisi dalam tubuh KPK diantaranya Kelima capim KPK terpilih tersebut adalah Nawawi Pomolango, jumlah suara 50, Lili Pintouli Siregar, jumlah suara 44, Nurul Ghufron, jumlah suara 51 dan Alexander Marwata, jumlah suara 53 terakhir Firli Bahuri dengan suara terbanyak

Dikutip dari detik.com Seluruh perwakilan fraksi-fraksi menyepakati untuk menjabat pimpinan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai Ketua adalah Saudara Firli Bahuri kata pimpinan rapat Komisi III Azis Syamsudin di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Firly Bahuri kelahiran Lontar,8 November 1963 Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan itu resmi menjabat pimpinan KPK setelah melalui rangkaian uji kelayakan digedung DPR tadi malam (sn)

Share:

Sepekan Lebih Rawa-rawa Terbakar, Desa Air Itam Dikepung Asap

PALI,SININEWS.COM - Rawa-rawa yang ada Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbakar sudah sepekan lebih.Alhasil, akibat kejadian itu, desa tersebut dikepung asap pekat terlebih menjelang malam.

Menurut keterangan sejumlah warga setempat bahwa rawa-rawa atau biasa warga menyebut Saboh itu, awal terbakarnya lahan saboh itu diduga akibat tangan jahil yang secara sengaja membakar lahan untuk membuka ladang.

"Pastinya apapun penyebabnya, kami berharap pihak BPBD dan Dinas Damkar untuk bantu warga memadamkan api. Pasalnya api telah membakar lahan lebih satu minggu," ungkap Ade, warga setempat kepada media ini, Kamis (12/9).

Diakuinya bahwa warga saat ini mengeluh pedih matanya dan sesak napas akibat asap pekat timbul saat sore dan menjelang malam.

"Kami berharap pemerintah bisa secepatnya membantu warga, dan bukan hanya bantu pemadaman api saja, tapi kalau bisa, pemerintah melalui Dinkes juga membagikan masker untuk menghindari ISPA," harap Ade.

Sementara, Ibrahim Cik Ading, Kepala Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran (DPBK) Kabupaten PALI mengaku kewalahan akibat banyaknya kejadian kebakaran lahan akhir-akhir ini.

"Armada kita terbatas sementara kejadian kebakaran lahan cukup banyak. Jadi kami berharap, pemerintah desa, kelurahan dan Camat untuk mengimbau warganya turut andil mencegah kebakaran. Dalam sepekan terakhir ini saja, kebakaran lahan setiap harinya selalu terjadi, bahkan bukan hanya satu titik, melainkan beberapa titik yang tersebar di lima kecamatan. Selama ini, setiap ada laporan kami tindak lanjuti" katanya. (sn)
Share:

Dinas Damkar dan BPBD Kewalahan, Warga Dihimbau Turut Andil Cegah Kebakaran Lahan

PALI, SININEWS.COM - Banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) belakangan ini membuat kewalahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI dan Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran (DPBK).

Pasalnya, armada yang dimiliki terbatas sementara kejadian kebakaran lahan beruntun hampir di semua kecamatan, bahkan dalam satu hari, kejadian kebakaran lahan bisa mencapai lima kali.

Seperti pada Kamis (12/9) ini saja, di Kecamatan Talang Ubi ada tiga titik lahan terbakar. Yakni di Talang Jepit, Simpang Bandara dan Simpang Raja.

"Belum lagi di kecamatan lain, seperti adanya kebakaran lahan di Desa Betung Kecamatan Abab, di Tempirai Penukal Utara. Terus terang kita kewalahan dalam menanggulangi kejadian ini," ungkap Ibrahim Cik Ading, Kepala DPBK Kabupaten PALI, Kamis (12/9).

Ibrahim berharap ada kerjasama antara pemerintah desa, kelurahan dan Camat untuk mengimbau warganya agar berpartisipasi langsung dalam menghindari terjadinya kebakaran lahan.

"Mengingat musim kemarau belum berakhir dan kondisi tanah dan lahan semakin kering, pemerintah desa, kelurahan dan Camat harus ekstra dalam memberikan pemahaman agar warga untuk tidak bermain api. Serta mengimbau warga agar tidak membuang puntung rokok yang masih ada apinya ke semak-semak dan ketika beraktivitas di kebun, agar tidak menyalakan api," harapnya.

Terpisah, Kasdim (Komandan Staf Distrik Militer) 404 Muaraenim, Mayor Sugeng Purwadi saat membantu pemadaman Karhutla di kawasan Talang Subur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, berkata bahwa setiap kebakaran memang tidak ada tanda-tanda unsur kesengajaan.

Namun terindikasi adanya kelalaian warga. Seperti adanya warga berburu dihutan atau mencari ikan, diduga ada warga membuang puntung rokok sembarangan.

"Ini indikasinya rata-rata ada unsur kelalaian karena puntung rokok, biasanya dari orang yang berburu di kebun atau memancing," ungkap Sugeng.

Diakuinya, sepanjang tahun 2019 hingga bulan September totalnya ada 80 titik api di Bumi Serapat Serasan.

"Sementara total lahan terbakar ada tercatat sebanyak 166 hektar lahan," ungkapnya.

Dari itu, dirinya mengimbau bagi warga yang biasa beraktivitas di kebun, atau memancing serta berburu, jangan membuang puntung rokok dan membuat api sembarangan.

"Kalaupun mau membuat api atau membuang rokok pastikan dulu dalam keadaan mati jika hendak ditinggalkan," himbaunya.

Untuk mengatasi pemadaman api dari Karhutla ini, pihaknya menambah jumlah personil dari Koramil dari daerah lain untuk diperbantukan di PALI

"Total diperkirakan ada 35 persen personil diperbantukan untuk wilayah Kabupaten PALI," ujarnya.(sn)
Share:

Dihimpit Kemiskinan, Empat KK Asal Talang Bulang Terpaksa Tempati Bangunan Pasar

PALI,SININEWS.COM -  Bangunan pasar yang tidak pernah dipakai yang letaknya berada di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2009 lalu itu kini terlihat kumuh dan rupanya ditempati empat Kepala Keluarga (KK).

Dari pantauan media ini dilapangan, los-los pasar yang luasnya tidak lebih dari 2X2 meter itu dipasang dinding papan serta ada yang hanya menggunakan terpal sebagai sekat antara penghuni serta sebagai pelindung dari terpaan angin serta air hujan.

Asiman (60) salah satu penghuni bangunan pasar mengaku dirinya dan keluarganya terpaksa tinggal disana lantaran tidak ada pilihan karena keluarganya tidak punya tempat tinggal.

"Kami hanya upah sadap karet yang berpenghasilan tidak seberapa. Jangankan untuk bangun rumah, untuk makan saja kami terpaksa sering tidak berlauk," ujar Asiman.

Dia menceritakan kenapa dirinya dan keluarganya nekat menghuni bangunan pasar yang kondisinya saat ini terlihat kumuh dan banyak atapnya sudah berkarat serta bocor.

"Sejak dibangun pasar ini tahun 2009 lalu sama sekali tidak digunakan, penyebabnya kami tidak tahu persis. Dan kami telah izin dengan pemilik lahan yang telah menghibahkan tanah ini untuk menempati sembari merawat bangunan ini. Kami tempati bangunan ini sudah sejak lima tahun silam," kenang dia.

Hal sama diutarakan Herwana (40). Dirinya bersama suami serta tiga anaknya harus rela berdesakan diruang sempit setiap harinya karena kemiskinan menghimpit kehidupan keluarganya.

"Pendapatan kami hanya 10 kilogram getah setiap minggunya, hasil itu harus kami bagi dua juga dengan pemilik kebun. Jadi kami hanya bisa beli beras saja setiap minggu, itupun masih kurang untuk mencukupi kebutuhan makan satu keluarga. Menyiasatinya, kami mencari sapu lidi untuk kemudian dijual atau ditukar beras, sementara untuk lauknya cukup garam terkadang mencari daun singkong atau sayuran lainnya yang tumbuh liar disekitar sini," katanya.

Tidak ada harapan atau permintaan yang disampaikan Herwana, dirinya hanya berharap seluruh anggota keluarganya diberikan kesehatan.

"Suami saya sekarang ini tengah sakit, namun masih memaksakan untuk tetap bekerja karena terdorong kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Untuk bantuan pemerintah memang sering kami dapatkan, tapi belum bisa meringankan beban hidup kami," keluhnya.

Mengetahui ada warga yang tinggal dibekas bangunan pasar serta kondisinya berada dibawah garis kemiskinan, Dinas Sosial Kabupaten PALI langsung mendatangi lokasi tersebut dan memberikan bantuan paket Sembako.

"Datanya kita masukan dulu, jika sudah masuk bisa dapat bantuan sesuai kategori. Namun untuk masalah rumah, syaratnya ada tanah milik sendiri, karena kita hanya ada rehab rumah bukan pembangunan rumah," terang Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI, Kamis (12/9).(sn)
Share:

Banyak Umat Hindu Lakukan Persembahyangan di Candi Bumi Ayu, Warga Diajak Jaga Toleransi

PALI,SININEWS.COM - Umat hindu yang tergabung dalam Pasemetonan Dharma Tirta Kecamatan Mesuji Makmur Desa Cahaya Mas Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) belum lama ini menggelar persembahyangan di kawasan percandian Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Hal ini tentu menjadi momen baik bagi warga sekitar kawasan percandian, lantaran dengan seringnya umat Hindu melalukan kegiatan peribadatan di kawasan percandian, membawa rezeki tersendiri bagi warga setempat.

"Kegiatan persembahyangan itu sepertinya bakal dilakukan rutin, dan memang belum lama ini tepatnya pada Kamis tanggal 5 september minggu kemarin ada rombongan umat hindu dari Kabupaten OKI berkunjung ke Candi Bumi Ayu sekaligus melakukan persembahyangan," terang Yunimawati, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PALI melalui Kabid Kebudayaan Filomina Emawati, Kamis (12/9).

Pada saat kegiatan rutin persembahyangan umat Hindu, diakui Kabid kebudayaan bukan hanya sebatas di kawasan percandian, namun juga mereka (peserta persembahyangan) mencari sumber mata air yang dipercaya sebagai mata air suci yang ada disekitar kawasan percandian.

"Ada sumber mata air di Desa Cinta Manis yang mereka pilih untuk mengambil air sekaligus melakukan persembahyangan di lokasi mata air. Ini tentu menguntungkan masyarakat sekitar, karena selama ini mata air itu sepi menjadi ramai dikunjungi wisatawan," tambah Ema.

Untuk menambah kesan bagi wisatawan, Ema mengajak warga sekitar kawasan percandian agar menjaga serta merawat situs-situs yang ada saat ini.

"Tentu kita harus ramah dan saling menjaga toleransi apabila ada rombongan umat agama Hindu yang melakukan wisata religinya. Sebab dengan adanya itu, kawasan dan daerah kita bisa dikenal luas. Serta apabila pengunjung berkesan, mereka akan mengulang kembali untuk datang ke Candi Bumi Ayu," tutupnya. (sn)


Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts