DPC PKB PALI Bagikan Sembako Bantuan DPP

PALI -- Dalam menyikapi pandemi corona yang saat ini melanda nusantara merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, DPP PKB turut berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah tersebut dengan membagikan bantuan paket sembako ke seluruh Indonesia.

Sembako tersebut dikirim DPP PKB ke DPW PKB Sumsel kemudian disalurkan ke DPC PKB Kabupaten PALI dan telah dibagikan kepada warga yang berhak menerimanya.

"Kami sangat berterimakasih atas kepedulian DPP PKB terhadap kesulitan warga yang terdampak wabah corona," ucap Ketua DPC PKB PALI, Aka Cholik Darlin SPdI MM, Jumat (8/5).

DPC PKB berharap bantuan sembako tersebut dapat bermanfaat untuk umat.

"Meski nilainya tidak seberapa  tetapi ini bentuk kepedulian PKB terhadap masyarakat Indonesia. Kita juga berharap agar Covid 19 ini segera berakhir. Adapun pembagian Sembako di bagikan oleh DPC, DPAC dan Ranting PKB Kabupaten PALI," tutupnya. (sn) 
Share:

Kedapatan Coret Jembatan, Siswa Disuruh Cat Ulang

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Puluhan pelajar dari beberapa sekolah di Kabupaten Lahat melakukan pengecatan ulang Jembatan Tanjak Tanjung Enim yang dicoret-coret oleh oknum siswa dari Kota Lahat saat merayakan kelulusan sekolah.

Dari pantauan di lapangan Jumat (8/5/2020) puluhan siswa tersebut berasal dari SMKN 1 Lahat, SMKN 4 Lahat, SMUN 1 Merapi Timur, dan sejumlah sekolah lainnya.

Kedatangan mereka ke Lawang Kidul didampingi sejumlah guru dan kepala sekolah.

Sebelum melakukan pengecatan ulang para siswa tersebut dimintai keterangan di Polsek Lawang Kidul terkait aksi coret mencoret di fasilitas umum tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Sekolah SMKN 4 Lahat, Drs Eko Daryono MM, mengatakan bahwa kedatangan pihaknya ke Polsek Lawang Kidul dikarenakan untuk memenuhi panggilan Polsek Lawang Kidul terkait adanya aksi coret mencoret di jembatan tersebut yang diduga dilakukan oleh beberapa anak didiknya.

"Kedatangan kami ke sini bersama sejumlah kepala sekolah dan guru dari beberapa sekolah yang anak-anaknya diduga telah terlibat dalam aksi coret tersebut.

Mewakili pihak sekolah kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena itu adalah anak didik kami, maka kami akan bertanggung jawab, dan hari ini kita lakukan pengecatan ulang di jembatan tersebut," kata Eko.

Dijelaskan Eko, pihaknya sangat menyayangkan atas terjadinya peristiwa tersebut.

"Pengumuman kelulusan itu kami umurkan pukul 19.00 Wib. Karena apa, karena inilah yang kami takutkan, adanya aksi konvoi dan coret menyoret oleh para pelajar untuk merayakan kelulusan.

Namun ternyata kami kecolongan, sebelum kelulusan diumumkan, ternyata para pelajar ini sudah lebih dulu melakukan aksi ini yang menurut info sejak pukul 16.00 Wib mereka sudah konvoi," katanya.(sn)
Share:

Istri Kaget Temukan Suami Tewas Tergantung

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Meigi Yanti, warga Talang Jawa, Kelurahan Pasar Tanjung Enim sangat terkejut saat mengetahui sang suami Wahyudi Irfan (33) sudah dalam keadaan tidak bernyawa tergantung di ruang makan rumahnya pada, Kamis (07/05/2020) sekitar pukul 09.00.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim SH MM, pihaknya membenarkan adanya peristiwa gantung diri di wilayah hukum Polsek Tanjung Enim.

Dijelaskan Kapolsek, peristiwa gantung diri diketahui pertamakali oleh istri korban Meigi Yanti yang hendak menuju ke Ruang makan. Terkejutnya sang istri saat melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tali Tambang dan dalam keadaan meninggal dunia.

Melihat peristiwa tersebut, Meigi Yanti langsung  menjerit minta tolong. Tudak lama, tetangga dekat rumah korban, Tanti, langsung kerumah korban bersama warga sekitar untuk melakukan pertolongan terhadap korban yang tergantung.

Menurut Kapolsek, barang bukti di temukan di TKP adalah Tali Tambang warna orange dengan panjang 3 meter, 1 buah pisau Carter warna orange, 1 stel baju korban pada saat melakukan gantung diri.

“Saat kami ke TKP, Keadaan korban masih tergantung dengan posisi leher korban terikat tali tambang warna orange dan tergantung di atap kayu diruang makan di dalam rumah korban,” ujar Kapolsek.

Selain itu, lanjut Kapolsek, TKP merupakan rumah orang tua korban. Dan pada saat itu korban hanya menggunakan celana pendek warna hijau bermotif abu - abu dan menggunakan baju kaos oblong bermotif loreng.

Saat korban di turunkan, pihak Puskemas Lawang Kidul melakukan pemeriksaan fisik. Didapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. terdapat luka leher akibat jeratan tali. Dikemaluan korban mengeluarkan Cairan sperma dan di dubur korban mengeluarkan kotoran.

“Tidak di temukan adanya tanda tanda akibat kekerasan di sekujur tubuh korban,” tambah Kapolsek.

Berdasarkan keterangan sang istri, korban selama ini sering melamun . Kuat dugaan korban mengalami depresi akibat korban sudah tidak bekerja lagi dan memiliki masalah ekonomi. Pihak keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Dan akan langsung dimakamkan.
Share:

Yayasan Rumah Anak Bangsa Peduli, Santuni Bocah Penderita Hidrocepalus di Ogan Ilir

INDRALAYA, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama sekaligus misi kemanusiaan, Pengurus Yayasan Rumah Anak Bangsa (RANBA) Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengunjungi keluarga bocah berusia sembilan tahun pengidap "hydrocepalus".

Para pengurus RANBA beserta rombongan, Kamis (7/5) pukul 14.00 tiba di rumah M Rozali (9) bocah pengidap hydrocepalus di area Komplek Perumahan Tamam Gading II Indralaya Raya Kabupaten OI. Kedatangan para pengurus RANBA yang diketuai Muhammad Rizal, disambut baik pihak keluarga M Rozali (bocah penderita hydrocepalus). 

M Rizal selaku ketua pengurus RANBA mengatakan, pihaknya memberikan bantuan berupa uang tunai senilai Rp 2 juta kepada keluarga bocah penderita hydrocepalus. Kendati bantuan yang diberikan tidak banyak, namun diharapkan dapat memberikan keringanan bagi pihak keluarga.

"Bagian dari wujud kepedulian sosial dengan misi kemanusiaan. Meskipun bantuan ini tidak seberapa namun diharapkan mampu meringankan beban yang diderita Muhammad Rozali serta kedua orang tua yang mengurusnya," ucap Muhammad Rizal.

Ia menambahkan, setelah melihat secara langsung kondisi Muhammad Rozali dikediamannya, pihaknya turut prihatin atas penyakit yang diderita. Semoga penyakit yang diderita bocah malang tersebut bisa membaik. Kedepan YRAB siap mencarikan alternatif pengobatan untuk penderita diagnosa hidrosefalus ini dengan menghubungkannya ke mitra mitra Yayasan supaya bisa ditangani secara medis.

"Kemudian diharapkan kepada kaum Dermawan atau pun orang yang mampu dalam hal finansial. Agar kiranya    
membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan, di bulan suci Ramadhan ini mari kita bersama-sama berbuat kebaikan agar kita mendapat faedah dan ampunan dari Allah SWT," ajak Ketua RANBA. 

Seperti diketahui, yayasan RANBA ini sudah banyak melakukan kegiatan kemanusiaan, seperti membantu kegiatan bencana alam serta kegiatan bakti sosial pengobatan bocah pengidap bocor jantung di Pemulutan sampai di ajak berobat ke rumah sakit yang ada di Jakarta. 

Sementara itu, menurut Zarona selaku orang tua penderita hydrocepalus menceritakan, sembilan tahun yang lalu, dirinya dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Muhammad Rozali. Saat berusia dua bulan putranya tersebut mengalami pembengkakan dibagian kepala. 

"Waktu itu kami masih tinggal menetap di wilayah Pemulutan, banyak yang mengatakan anak kami ini didiagnosa menderita hidrosefalus. Hingga akhirnya kondisi itu menjadi seperti saat ini," ujar Zarona.

Ia menambahkan, selaku orang tua yang dalam keterbatasan ekonomi, tidak banyak yang bisa diperbuat kecuali berdoa dan berusaha semoga putranya dalam keadaan membaik," lirihnya.(Ber)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 7 Mei 2020

Share:

BKSDA Cek Langsung Lokasi Warga Diserang Beruang


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lahat melihat lokasi kejadian, seorang petani di Muaraenim yang diduga diserang beruang

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Martialis Puspito saat dikonfirmasi,Kamis (7/5/2020).

" Kita baru saja ke lokasi untuk melakukan olah TKP bersama tim baik dari pemerintah desa maupun dari Polres Muaraenim, kondisi tempatnya perkebunan namun ditumbuhi banyak belukar.


Kami menduga di sana ada dua aktivitas bersamaan dimana petaninya sedang menyadap karet, dan beruangnya lewat sehingga sama-sama terkejut,sehingga menyebabkan beruang reaktiv, beruangkan kalau terkejut, sehingga terjadinya peristiwa tersebut,"katanya.


Ia juga mengatakan kedatangan pihaknya ke lokasi untuk memastikan apakah beruang tersebut masih ada di sekitar lokasi atau sudah menjauh.

" Kalau biasanya ada konflik, kalau memang aktivitas beruang masih ada dalam tempo 2-3 hari,maka eskalasinya harus naik, harus ada upaya lanjut apakah harus dievakuasi atau bagaimana.

Namun setelah dicek beruangnya sudah tidak ada lagi baik dari pengecekan lokasi maupun info dari warga,namun kami sudah memberikan kontak kami kepada warga setempat,jika terlihat tanda-tanda apapun dari aktivitas terkonsentrasi ke satwa tersebut untuk dapat segera menghubungi kami,"katanya.

Ia juga mengatakan dari hasil pengecekan ke lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda aktivitas terkonsentrasi dari beruang tersebut.

" Disekitar lokasi kami tidak menemukan lagi tanda-tanda aktivitas satwa tersebut misal bersarang atau nyari makan, ini tidak kami temukan, mungkin karena terkejut tadi, beruang inikan ada dimana saja, bahkan sebagian besar wilayah kerja saya mulai dari Muratara hingga Muaraenim itu adalah ibu kota beruang,konflik paling tinggi di wilayah kerja kami adalah beruang,"katanya.

Untuk itu lanjutnya pihaknya mengimbau masyarakat desa kalau beraktivitas di hutan untuk selalu waspada.

Share:

Melalui Program Satu Desa Satu Diniyah Lahirkan Anak Berakhlakulkarima Sejak Dini

INDRALAYA, SININEWS.COM - Program pendidikan Islam Satu Desa Satu Diniyah merupakan Program Keinginanan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, untuk Memberlakukan secara imbang antara Ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum dalam kegiatan pendidikan dikalangan umat Islam.

Program tersebut, Sebagai upaya untuk menjembatani antara sistem pendidikan tradisional yang dilaksanakan oleh pesantren dan sistem pendidikan modern. Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini, terutama internet, media sosial, dan acara televisi, dapat  memberikan dampak positif, namun juga menimbulkan pengaruh negatif pada anak  khususnya permasalahan moral. 


Melalui Progaram Satu Desa Datu Diniyah ini lah, upaya Pemerintah Ogan Ilir, membentengi anak bangsa dari pengaruh Negatif, membentengi Anak dari bahaya narkoba, dan membentengi moral akhlak Anak-anak  dari pengaruh negatif kemajuan IPTEK dan budaya milenium. Sebagai Daerah Santri yang mempunyai Sopan Santun,“Program satu desa satu diniyah” adalah bentuk  inovasi penerapan pendidikan karakter anak-anak di kabupaten Ogan Ilir, pendekatan pendidikan non formal berjenjang sisi keagamaan dan budaya suatu Daerah atau Desa.

Kurikulum yang diajarkan dalam Program Satu Desa Satu Diniyah, adalah, Baca tulis Al-Qur’an; ( pemahaman Tajwid ), Pelajaran Hadist, Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, Pelajaran Akidah Akhlag, Praktek Ibadah,  Hapalan Al-Qur’an, dan kemudian Pelajaran yang dibutuhkan Anak-anak lainnya, sesuai Kebutuhan Peserta Didik disetiap Desa. 

Saat ini, Jumlah Sekolah pendidikan Islam  Progran Diniyah ialah, 227 Madrasah,  tersebar disetiap Desa yang ada di-16 Kecamatan, wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ketua Pembina Program Satu Desa Satu Diniyah  Kabupaten Ogan Ilir, Marwansyah,  menyampaikan, saat ini program pendidikan islam Madrasah Diniyah yang di Gagas Bapak Bupati Ogan Ilir H.M.Ilyas Panji Alam, berjalan dengan sangat lancar dan teroprgram, sudah tersebar diseluruh wilayah Ogan Ilir. 

”Untuk Tenaga pengajar dan Adimistrasinya, berjumlah 8 Orang  pada setiap Desa Masing-masing, Selaku Pembinanya ialah Kepala Desa setempat, usia Anak didik yang Kita ambil  untuk menjadi Santri Diniyah adalah Murid  Sekolah Dasar yang duduk dibangku Kelas 3 sampai Kelas 6 ” Terang Ketua Pembina Madrasah Diniyah Ogan Ilir.

Program Satu Desa Satu Diniyah Kabupaten Ogan Ilir, adalah program pendidikan Islam pertama di Sumatera Selatan, bahkan program pertama kali di Indonesia.(Ber)
Share:

Kemenkumham Peduli Covid-19, Rutan Prabumulih Sebar Ratusan Paket Sembako

Foto : Petugas Rutan saat melakukan pendistribusian program 1000 paket sembako peduli covid-19 Kemenkum dan Ham RI di Rutan Kelas IIB Prabumulih, rabu(6/7)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia (Kemenkumham) kembali menunjukan kepeduliannya terhadap warga yang terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang telah menyebar dibeberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Kota Prabumulih, rabu (6/5/20)

Melalui Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan Kemenkumham membagikan 500 sembako untuk warga yang terdampak Covid-19 

Pembagian sembako berupa bahan pokok beras, tepung, kecap dan minyak goreng itu dibagikan kebeberapa wilayah di Kota Prabumulih diantaranya Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur dengan data yang telah dipilih oleh RT dan RW setempat untuk disalurkan ke warga yang membutuhkan 

Bakarusin, Ketua RW.01 Kelurahan Sukajadi sangat mengapresiasi yang dilakukan Kemenkumham melalui Rutan Prabumulih yang telah memberikan warganya kesempatan untuk menerima bantuan sembako yang saat ini dibutuhkan warganya 

“kami sangat berterima kasih atas bantuannya untuk warga Sukajadi, sekitar 229 paket sembako ini akan kami bagikan melalui ketua RT masing-masing” jelasnya kepada media ini 

Ribuan paket sembako yang disalurkan Kemenkumham diwilayah Sumatera Selatan sekitar 1000 paket sembako diantaranya Prabumulih dan Baturaja mendapat kuota 500 paket yang akan disalurkan ke warga yang tidak mampu dan terdampak covid-19 

Sementara itu, Reza Mediansyah Kepala Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih mengatakan program pembagian seribu paket sembako ini ditujukan untuk warga Sumatera Selatan yang terdampak Covid-19 terutama Kota Prabumulih dan Baturaja dan secara serentak dengan wilayah Jawa Timur dalam pembagian sembako tersebut 

“Program Kemenkumham ini ditujukan untuk warga terdampak covid-19, kita mendapatkan kuota sembako sebanyak 500 paket” ucapnya 

Lanjut Reza, pembagian sembako tersebut serentak dengan wilayah Jawa Timur dan untuk Sumsel hanya dapat wilayah Prabumulih dan Baturaja 

Tak hanya itu, Rutan Kota Prabumulih juga kembali memberikan ratusan bingkisan takjil untuk warga yang dipusatkan pembagiannya didepan eks kantor Polsek Prabumulih Timur dengan sasaran Pemulung dan pengguna jalan lainnya (tau/sn) 
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 6 Mei 2020





Share:

KNPI PALI Ulurkan Bantuan Terhadap Balita Alami Kelainan Dibagian Perutnya

PALI -- Jika balita pada usia tiga tahun sedang asyik bermain, namun hal itu tampak tidak terjadi pada Anisa, bocah berusia tiga tahun, warga Dusun Lima Desa Sungai Baung, kecamatan Talang Ubi.

Pasalnya, buah hati dari pasangan Edi Anto (41) dan Inah (32) itu mengidap penyakit yang cukup mengerikan. Dimana sang bocah mengalami pembesaran pada bagian perut.

Ditemui Rabu (6/5/2020) di kediamannya, Inah menceritakan bahwa Putri bungsunya mengalami penyakit usus buntu dan sudah memasuki dua tahun proses Buang Air Besar (BAB) sang anak tidak lancar.

Akibatnya, perut Anisa membesar layaknya orang lagi hamil. Bahkan, saking besar membuat badan Anisa seperti lesu.

"Sebelumnya, Anisa sudah menjalani operasi usus buntu pada usianya satu tahun. Operasi berjalan lancar. Namun ternyata, masih berdampak hingga sekarang. Proses BAB anisa hanya mengeluarkan cairan. Sementara, ampasnya mengendap. Mungkin itu yang menyebabkan perut Anisa membesar," jelas Inah.

Kondisi tersebut semakin parah, lantaran ketika belum lama ini pihak RSUD Kabupaten PALI telah merujuk Anisa untuk menjalani pengobatan di RS Prabumulih, namun masalah ekonomi menghantui keluarga tersebut.

"Suami saya hanya seorang buruh upahan gesek kayu di salahsatu perusahaan di PALI. Namun, itu sifatnya bekerja lepas. Kami sudah dibawa ke RS Prabumulih dan akan dirujuk ke RS di Palembang untuk menjalani operasi. Tapi, untuk uang makan selama tinggal di sana menjadi masalah utama kami. Iya berobat memang gratis. Tapi, biaya hidup kami yang jaga tidak ada sama sekali," cerita Inah dengan meneteskan air mata.

"Saya berharap bisa dapat bantuan dari para donatur untuk bisa membawa anak kami menjalani operasi di Palembang," tukasnya.

Mengetahui hal tersebut, DPD KNPI Kabupaten PALI kembali bergerak memberikan bantuan.

M. Anasrul DN, ketua DPD KNPI Kabupaten PALI menjelaskan bahwa pihaknya turut sedih mendapati kondisi Anisa yang seperti itu.

"Kami tahu setelah salahsatu pimpinan DPD KNPI PALI mendiskusikan tentang Anisa di grup WA. Dari itu, DPD KNPI PALI sepakat untuk memberikan bantuan donasi berupa uang untuk meringankan beban orang tua Anisa yang mengeluhkan mengenai biaya hidup ketika menjaga anaknya yang akan menjalani operasi di Palembang," ujar pria yang kerap disapa Bung Anas itu didampingi Sekretaris Beni Stiawan, ST.

Selain memberikan bantuan uang, organisasi yang menghimpun para pemuda itu juga memberikan bantuan berupa beras dan roti makanan tambahan untuk Anisa dan keluarga.

"Ada juga donasi dari hamba Allah yang turut menyumbang untuk Anisa. Kami berharap, Anisa segera menjalani operasi dengan lancar dan bisa kembali pulih seperti semula. Saya juga menghimbau kepada warga PALI, di bulan yang penuh barokah ini, mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap sesama dengan turut memberikan bantuan donasi untuk kesembuhan Anisa," tutupnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts