Tertangkap! Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Ajak Dua Kakak Untuk Bunuh Korban

Video : Youtube SINI News / Tiga pelaku pembunuhan di Jalan Nias Prabumulih tertangkap, selasa (26/5/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Setelah sempat buron selama satu minggu di dalam hutan kabupaten Pali akhirnya para pelaku berhasil dibekuk tim Gurita Polres Prabumulih. Petugas mendapat informasi ketiga pelaku bersembunyi di sebuah pondok kebun di Desa Sukajara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali. Mendapat info tersebut, Sat Reskrim Tim gurita gerak cepat ke lokasi guna menangkap pelaku tanpa perlawanan berarti. Ketiga pelaku yang ternyata masih bersaudara.
Ketiga saudara pembunuhan  tehadap Anang dan Robert yang terjadi di Jalan Nias dan Jalan Tower Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur pada, Selasa (19/5/2020) sore lalu dan sempat menggegerkan warga kota Nanas ini ternyata bermotif asmara.
Pelaku yakni Rusman (45) pekerjaan makelar mobil warga Jalan Taman Murni Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur, Randi (34) warga Jalan Taman Baka Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, Akibsah (43) warga Jalan Taman Baka Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur
Dari pengakuan Randi, korban Robet cemburu kepada randi karena istrinya memiliki hubungan intim dan spesial. Lalu korban mencari-cari randi dan ingin memukulinya. Mendengar hal itu, pelaku mengadukan kepada saudaranya
“La Limo bulan ini aku cewekan samo istrinyo. Dio( istri robert -red) ngaku jando dengan aku dan dio ngaku sudah cerai samo lakinyo. Aku nekat bunuh korban  karno aku ngerasi terancam dikejar korban. laju aku lari ngadu ke kakak aku. Kami bejanjian di nias. Aku bawak pisau kakak aku bawak parang. Ku tujah Robert 4 kali sementaro Anang 3 kali. Sudah itu kami langsung bemotor ke di Tanjung Dalam.  maaf ke aku salah nian dan  khilaf,” terang Randi, saat di tanya wartawan , Selasa (26/5/2020).
Begitu pengakuan  Rasman, dirinya mengaku kesal melihat adiknya mau dipukuli Robet dan Anang.
” khilaf aku pak ,naek darah serasoh  mendidih gelap mato aku nenger adek aku nak digebuki anang samo robert, laju kami cari korban. nah pas ketemu itulah aku kapak korban. “Anang ku kapak tigo kali, belari dio daktaunyo betemu lagi depan salon jalan Nias ku entak lagi kepalaknyo duo kali. Untuk Keluargo korban aku minta maaf aku Khilaf ,,”Ucapnya sesali
Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudharmaya SIK MH didampingi Wakapolres Kompol Agung serta Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH dan Jajaran Polres Prabumulih mengatakan, motif dikarenakan asmara. Hubungan gelap antara pelaku dan istri korban.
“Pelaku diancam dengan Pasal 340 KUHP dengan pembunuhan berencana serta Pasal 338 dan 170. Pelaku terancam hukuman penjara seumur hidup,” Tutupnya (tau/sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 25 Mei 2020




Share:

Menjelang PSBB, Ini Sanksi Bagi Pelanggar serta Syarat Masuk Wilayah Prabumulih

Foto : Ilustrasi / Walikota meninjau pelaksanaan sosialisasi penerapan PSBB belum lama ini di Tugu Air Mancur Kota Prabumulih
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Menjelang pelaksanaan penerapan PSBB Tim Pemerintah Kota Prabumulih telah melaksanakan persiapan hampir 95 persen diantaranya telah menyelesaikan pemasangan 17 pos penyekatan perbatasan, minggu (24/5/20)

Tak hanya itu persiapan beberapa sarana dan prasarana Pendukung utama telah disiapkan seperti Lampu / Penerangan, Lampu Rotator, Senter lampu lalin, Trafic Cun, Tekmond isi Disinfektn, Meja kursi, Buku Mutasi / ATK, Masker sarung tangan, Spanduk Pengurai Arus lalin / rambu-rambu, serta alat Medis suhu badan juga telah disiapkan guna kelancaran pelaksanaan PSBB 27 Mei mendatang

Sementara itu Drs.Mulyadi Musa, M.Si selaku Staf Ahli Walikota Prabumulih Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum mengatakan pemerinta telah menyiapkan segala kebutuhan pelaksanaan PSBB termasuk juga personil penjagaan pos 

“Insyaalah pada tanggal 26 mei persiapan telah selesai 100 %, mengingat pada tanggal 27 mei pukul 00.01 wib pelaksanaan psbb efektif di kota Prabumulih” ucapnya 

Beberapa personil akan disiagakan disetiap pos dengan tugas masing-masing yang telah diberikan

"personil di masing-masing pos antara lain, personil Dishub yang bertugas mengatur lalu lintas dan mengecek jumlah penumpang dalam kendaraan, personil Sat Pol PP bertugas mengecek kartu indentitas penumpang, personil Dinkes bertugas mengecek suhu tubuh warga yang akan masuk kota Prabumulih pada saat pengecekan di pos perbatasan, sedangkan personil TNI dan Polri membackup pelaksanaan dilapangan” sambung Mulyadi 

Disinggung mengenai sangsi jika ada yang melanggar pemerintah akan memberikan beberapa sanksi bagi para pengguna jalan yang melanggar yakni Membersihkan fasilitas umum, Denda Rp 50.000 sampai dengan 250.000 serta bagi yang bandel akan dikarantina selama 1 hari 

“bagi yang melanggar akan kita sanksi, 4 hari pertama masih bersifat sosialisasi, hari ke 5 sampai hari ke 14 penerapan sanksi dan akan dikarantina” jelasnya

Perlu diketahui bagi pekerja dari luar kota yang bekerja di Prabumulih wajib menyiapkan surat tugas dari instansi tempatnya bekerja, dan surat keterangan sehat serta kartu indentitas hal tersebut akan dicek oleh petugas sebelum melalui pos (tau/sn)  
Share:

Hari Pertama Idul Fitri, Pasar Sepi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Tepat pada 1 Syawal 1441 H yakni Minggu (24/05/3020) siang sekitar pukul 12.00 wib di kabupaten Muara Enim terpantau sepi. Masyarakat yang biasanya mulai dari anak anak, muda mudi banyak yang pergi kepasar tampak tidak memadati toko toko.

Sepinya masyarakat yang pergi ke pusat keramaian ini dikumungkinkan masyarakat juga masih memilih untuk tetap berada di rumah mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak pergi ke pusat keramaian atau juga memang saat ini mereka masih bersilaturahmi ketmpt keluarga.

Dari pantauan di lapangan, babyaj toko toko yang memilih tutup tidak menjual dagangannya. Namun semalam, toko toko nampak melayani pembeli melebihi waktu buka seperti biasanya.

Salah satu earga Dusun Muara Enim, Kampung VII, Rio (30) mengatakan, dirinya beserta keluarga dan tetangga pada hari pertama lebih memilih untuk silaturahmi ke rumah keluarga terdekat dan tetangga.

“Biasanya hari kedua baru ke tempat twman teman yang rumahnya jauh. Tapi buasaynya lebaran kemarin toko toko dipasar juga masih buka. Tapi kok sekarang banyak tutup, mubgkin karena korona kali ya,” ujar Rio.

Sementara, pelaksanaan shalat Ied di beberapa wilayah Muara Enin terpantau masuh ada yang melaksanakan dengan protokol yang dianjurkan. Namun ada juga beberapa wilayah yang tidak menggelar shalat Ied.(sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 23 Mei 2020



Share:

Hari Ini 6 Pasien Covid 19 Dinyatakan Sembuh

MUARA ENIM, SININEWS.COM - berdasarkan hasil Tes Cepat Molekular (TCM), enam pasien positif covid 19 tang terkonfirmasi di kabupaten muara enim di nyatakan sembuh. Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Covid 19 Kabupaten Muara Enim, Panca Surya Diharta, jumat (22/5). 

"Dari hasil uji kedua, Alhamdulillah, dari 11 pasien yang terkonfirmasi positif di kabupaten muara enim enam diantaranya berhasil sembuh," ujar Panca. 

Dari enam pasien tersebur, lanjutnya, lima diantaranya merupakan tenaga medis di RS HM Rabain sementara satu orang merupakan suami dari tenaga medis yang berhasil sembuh. "Keenam pasien tersebut adalah Dr Iqbal, Median Indra, Deka, Dwi fitriani, Nabila dan Boni," terangnya.

Panca melanjutkan, dengan sembuhnya enam pasien tersebut, artinya total ada tujuh pasien yang berhasil sembuh di kabupaten Muara Enim. "Sisanya tinggal empat orang lagi yang sekarang masih mendapatkan perawatan di RS HM Rabain," ungkapnya. 

Untuk enam orang yang baru saja sembuh tersebut, akan dilakikan isolasi mandiri dengan diawasi oleh tenaga medis. "Setelah itu baru bisa beraktivitas seperti semula sebagaimana biasanya," ulasnya. 

Dengan adanya pasien yang berhasil sembuh ini, maka stigma negatif mengenai rumah sakit HM Rabain yang menjadi tempat penularan tidam terbukti. "Transmisi lokal yang terjadi karena kekurang hati-hatian tenaga medis setelah selesai bertugas saat rehat tidak menggunakan masker  saat mengobrol satu sama lain," ungkapnya. 

Dan, lanjut, Panca, dari hasil tracking yang dilaksanakan  baik dari pihak medis dan non medis penularannya hanya satu persen. "Dan pasien lain tidak ada yang tertular begitupun tenaga medis lainnya," terangnya. 

Menurutnya, Muara Enim beruntung bisa melakukan TCM bagi ODP dan PDP sementara untuk OTG memang harus dilakukan tes di BBLK Palembang. "Mudah mudahan di muara enim terjadi tren penurunan dan bebas dari covid 19," pungkasnya.(sn)
Share:

Tiga dari 45 Kasus Positif Covid-19 Asal Ogan Ilir Dinyatakan Sembuh

INDRALAYA, SININEWS.COM - Tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 Kabupaten Ogan Ilir (OI) memastikan tiga dari 45 kasus positif covid-19 asal Kabupaten OI dinyatakan sembuh sejak akhir April lalu sampai saat ini Jumat (22/5) pukul 16.00. Informasi kesembuhan tiga pasien asal Ogan Ilir tersebut, diterima oleh tim gugus covid pada Jumat sore (22/5) pukul 16.00.

Juru bicara Wahyudi Wibowo membeberkan, secara keseluruhan tiga pasien yang dinyatakan sembuh antara lain yakni bayi asal Tanjung Raja (transmisi lokal), perempuan (ibu-ibu) dari Kecamatan Pemulutan (tranmisi lokal) serta inisial R pemuda berusia 20 tahun asal Kecamatan Sungai Pinang (impor). "Satu dari tiga orang pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh masing-masing sudah kembali ke pihak keluarga," ujar Wahyudi.

Dipaparkan Wahyudi,  mereka yang dinyatakan positif terpapar covid-19 usai menjalani hasil tracking Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang sample dan hasil tracking OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 267 sample. Berdasarkan keterangan grafik yang diterima tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 Kabupaten OI, sebanyak 45 kasus positif covid-19 di Kabupaten OI tersebar di beberapa Kecamatan.

Dengan perincian antara lain yakni, satu kasus di Kecamatan Indralaya Utara, 9 kasus di Pemulutan, 8 kasus di Kecamatan Indralaya, 2 kasus di Kecamatan Rantau Panjang, 5 kasus di Kecamatan Tanjung Raja, 19 kasus di Kecamatan Sungai Pinang serta satu kasus di Kecamatan Rantau Alay.(Ber)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 22 Mei 2020





Share:

Sempat Tolak Isolasi, Satu PDP di PALI Meninggal

PALI -- Keluhkan sesak napas dan demam tinggi, kemudian tim medis menyarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari tetapi bersangkutan menolak akhirnya satu warga asal Kecamatan Talang Ubi yang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sempat di rawat di RSUD Talang Ubi akhirnya meninggal dunia pada Kamis (21/5) sekitar pukul 14.00 WIB. 

Tentu dengan kejadian itu, gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 kabupaten PALI mengantisipasinya dengan melakukan pemakaman menggunakan standar Covid-19 yang dilakukan hari itu juga, meskipun PDP bersangkutan yang meninggal dunia belum dipastikan terpapar Covid-19. 

Dijelaskan juru bicara gugus tugas Covid-19 PALI, dr Zamir bahwa pasien berusia  61 Tahun serta beralamat di Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. 

Sebelum meninggal dunia, PDP tersebut pada tanggal 19 Mei 2020 lalu datang ke RSUD dan langsung ditangani salahsatu tenaga medis. Kemudian diambil darah dan dilakukan rontgen dengan hasil diagnose sementara adanya gejala Covid-19, sesuai dengan keluhan pasien yang mengalami sesak nafas dan demam. 

Kemudian tenaga medis tadi menyarankan untuk dilakukan isolasi selama 14 hari, akan tetapi keluarga dari PDP menolak, dan lebih memilih pulang ke rumah.

Pada Rabu 20 Mei 2020 sekira pukul 21.00, PDP tersebut kembali masuk Ke UGD dan Dirawat Kemudian Pada hari Kamis 21 Mei 2020 sekira Pukul 14.30 Wib. PDP meninggal dunia. 

"Pasien menderita penyakit lama, yaitu mengidap sakit diabetes komplikasi dengan paru-paru, ada tanda infeksi pada paru-paru setelah dilakukan rontgen, maka ditetapkan sebagai PDP," ungkap dr Zamir. 

Selain itu, Ia juga menerangkan diterapkannya standar pemakaman covid-19 dilakukan sebagai antisipasi dalam rangka pencegahan penularan covid-19, kendati PDP tersebut belum diambil sampel SWAB Test.

"Kita sudah rencana untuk pengambilan sample swab tes pasien, namun karena kondisi antrean di BBLK, dikhawatirkan sampel rusak jadi kita tunda pengambilan, hingga pasien dinyatakan meninggal sebelum sampel diambil. Pasien belum diketahui Positif Covid atau tidak, tetapi kita menjaga prinsip kehati-hatian," jelasnya.

Untuk standar pemakaman sendiri, lanjut dr Zamir, pasien selain dibungkus kain kafan juga akan dibungkus plastik berlapis dan menggunakan peti.

"Sesuai protokol kesehatan, pasien kita bungkus dengan kain kafan dan plastik serta menggunakan peti. Sebelum dikebumikan peti juga akan di semprotkan cairan desinfekta terlebih dahulu. Dan hanya petugas yang boleh berada di pemakaman untuk menguburkan," tambahnya  

Dijelaskan Jubir Covid-19 PALI, meskipun pasien diketahui memiliki riwayat penyakit yang sudah lama, dan tidak pernah keluar rumah atau bepergian, namun kedepannya akan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pasien.

"Pada intinya kita menjaga prinsip kehati-hatian untuk antisipasi, dan diketahui juga ada salahsatu keluarga pasien yang sering bepergian keluar kota. Bisa saja diduga pasien tertular dari anggota keluarganya. Meskipun hasil belum diketahui kita harus waspada," tukasnya. 

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan pemerintah dan tetap tenang. 

"Kita harap masyarakat tetap tenang, dan tetap mematuhi peraturan dan anjuran pemerintah. Jangan sampai kerja keras kita dalam menangani Covid ini dicederai. Meskipun kita ketahui Covid dapat menyerang siapa saja namun kita tetap harus berusaha," himbaunya. (sn)
Share:

109 Nakes Dipecat, Bupati : Tidak Ada Kompromi Demi Pelayanan Masyarakat Tetap Berjalan

INDRALAYA, SININEWS.COM - Terkait pencopotan sebanyak 109 tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di lingkungan RSUD Kabupaten Ogan Ilir (OI) diakui oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam. Pencopotan tersebut dilakukan dengan alasan karena ratusan tenaga kesehatan tersebut, dinilai tidak produktif dalam menjalankan tugas dan difungsinya seperti biasa. Apalagi saat ini Kabupaten OI dilanda wabah pandemi covid-19. Tentu memerlukan upaya yang maksimal dari tenaga kesehatan dalam menanggulangi hal tersebut.

Ini disampaikan orang nomor satu di Kabupaten OI, Kamis (21/5) di Indralaya. "Tidak ada kompromi demi pelayanan masyarakat tetap berjalan. Tentang pemecatan tenaga medis di RSUD Ogan Ilir itu konsekuensinya," tegas Bupati OI HM Ilyas Panji Alam.

Dikatakan Bupati Ilyas, sebelumnya beberapa hari yang lalu ratusan Nakes tersebut sempat melakukan aksi mogok kerja dan menuntut pihak RSUD OI memenuhi hak dan tuntutan mereka. Hak dan tuntutan mereka dimaksud antara lain yakni mereka para Nakes menuntut insentif kinerja, rumah singgah, serta Alat Pelengkap Diri (APD) yang dianggap minim. 

"Padahal sudah kami siapkan semuanya mulai dari rumah singgah, APD dan lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Apa yang dituntut, mereka mengada-ada," tandas Bupati Ilyas. Alasan lain, menurut Bupati, pemecatan tidak hormat terhadap para nakes tersebut, karena melakukan aksi mogok kerja selama lima hari berturut-turut 

Terkait APD yang dinilai minim, dikatakannya padahal APD ada ribuan, mulai dari masker, kaca Mata, Boat, sarung tangah sudah ada. Itu  kalau di militer , mereka itu diserse. "Jadi apa yang dituntut mereka hanya mengada ada, mereka itu bahkan belum bekerja, ada pasien corona saja baru masuk, mereka terkesan takut,” kata Bupati HM Ilyas Panji Alam. 

Sementara diketahui, ratusan Nakes yang dipecat dengan tidak hormat tersebut terdiri dari tenaga medis, honorer seperti perawat dan tenaga bidan. Bupati memastikan pemecatan ratusan Nakes itu tentu tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat. Karena di RSUD Tanjung Senai Indralaya sebelumnya ada sekitar 400 orang. Artinya masih ada sekitar 300 tenaga kesehatan.(Ber)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts