Kostum Indah Ini Rupanya dari Sampah, DLH PALI: Tidak Selamanya Barang Bekas jadi Masalah

Caption. Salah satu peserta dari SDN 39 Talang Ubi mengenakan gaun terbuat dari koran bekas 



PALI. SININEWS.COM -- Lenggak-lenggok puluhan pelajar dari SD hingga SMA mengenakan kostum yang indah memukau ratusan penonton yang ada di Gedung Pesos Komplek Pertamina. 


Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (8/9/22) itu digelar Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam acara lomba fashion 3R tingkat kabupaten PALI dalam rangka hari lingkungan hidup se-dunia tahun 2022.


Ada yang menarik pada lomba fashion show tersebut  dimana puluhan kostum indah yang dipakai peserta rupanya terbuat dari sampah atau barang bekas berbagai macam dari sampah plastik higgga kertas.


Dikatakan Kepala DLH kabupaten PALI Bakrin bahwa lomba fashion yang terbuat dari sampah bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bijak dalam memperlakukan sampah supaya tidak dibuang sembarangan. 


"Tidak selamanya sampah jadi masalah bagi kita kalau kita bijak memperlakukannya. Buktinya saat ini, sampah bisa jadi kreasi yang didesain menjadi gaun atau kostum indah," ujar Bakrin. 


Ditambahkan kepala DLH PALI bahwa dalam memperingati hari lingkungan hidup se-dunia, DLH PALI rutin mengadakan lomba fashion. 


"Dua tahun kegiatan ini sempat vakum karena pandemi. Tahun 2019 lalu kita dapat juara di provinsi. Tahun ini kita gelar untuk mencari perwakilan yang akan berkompetisi di tingkat provinsi Sumatera Selatan," tambah Bakrin. 


Sementara itu, Madsudi, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten PALI mewakili Bupati PALI yang membuka acara tersebut memberikan apresiasi digelarnya lomba fashion 3R. 


"Hal ini sangat positif karena makna dibalik acara ini adalah menggali serta memacu kreatifitas anak-anak agar lebih kreatif," ujar Madsudi. 


Selain itu disampaikan Madsudi bahwa lomba fashion 3R juga sebagai media sosialisi kepada masyarakat bahwa tidak selamanya sampah harus dibuang. 


"Sampah bisa diolah dan bisa mendatangkan uang. Seperti sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, sampah plastik bisa dijadikan kerajinan dan banyak lagi produk yang jadi tambahan ekonomi terbuat dari sampah. Kami berharap pada lomba ini membawa pesan positif bagi masyarakat, minimal bisa mengurangi sampah dilingkungannya," tandas Kepala Dinas Pendidikan kabupaten PALI. 


Dalam kegiatan tersebut, DLH kabupaten PALI juga menggelar lomba puisi tentang lingkungan, dari tingkat SD hingga SMA yang diikuti puluhan sekolah dari seluruh kecamatan yang ada di kabupaten PALI. 


Perlu diketahui bahwa 3R merupakan kepanjangan dari Reduce, Reuse dan Recycle (3R) 


Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. 


Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.


Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.(sn/perry)

Share:

PAKEM Barokah Selalu Hadir Saat Ada Musibah

Caption. PAKEM Barokah saat santuni ahli musibah 



PALI. SININEWS.COM -- Kebersamaan Persatuan Amal Kematian (PAKEM)  Tempirai Raya kecamatan Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terlihat saat ada salah satu anggotanya meninggal dunia. 

Terlihat saat Sarijidah binti Bahalam tutup usia pada usia 65 tahun.

Dalam musibah ini Persatuan Amal Kematian (PAKEM) Tempirai Raya Barokah hadir  memberikan santunan sebesar Rp3,5 juta.

Pada penyerahan santunan ini dilaksanakan dirumah duka Desa Tempirai dihadapan keluarga besar ahli musibah Almarhum Selasa 6 September 2022.

Menurut Ketua PAKEM Tempirai Raya Apri bin H.Sobri H.Mahadam didampingi sekretaris Aruji Kartawinata dan bendahara Aswan Sadil menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan wujud kepedulian dan kekompakan sesama anggota PAKEM ketika adanya musibah kematian.

"PAKEM anggotanya mencapai 350 peserta, maka para peserta dianjurkan dengan berdonasi secara ikhlas," ujar Apri. 

PAKEM Barokah sendiri baru berumur seusia jagung dan telah  beberapa kali memberikan santunan pada ahli keluarga musibah.

"Kali ini Burni Zainuri anggota PAKEM yang merupakan anak menantu almarhumah Sarijidah binti Bahalam telah menerima santunan," tukasnya. 

Ketua PAKEM berharap kedepan anggotanya tetap kompak dan peduli berbagai musibah yang terjadi ditengah masyarakat.

"Juga dapat menjadi pelopor gerakan kemanusiaan sehingga melahirkan emberio semangat persatuan dan kesatuan dalam kekerabatan di Tempirai Raya," ajaknya.

Sementara keluarga musibah menyampaikan terimakasihnya atas kepedulian PAKEM yang telah membantu keluarganya.

"Kami sekeluarga besar mengucapkan terimakasih atas santunan dan kepedulian PAKEM Barokah, semoga dapat meng edukasi masyarakat lainnya," ucapnya. (sn/bungharto)

Share:

Tiga Warga Diserang DBD, Lingkungan Ini 'Mandi Asap'

Caption. Petugas dari Puskesmas Karta Dewa melakukan fogging di Jerambah Besi 



PALI. SININEWS.COM -- Demam Berdarah Dengue (DBD) akhir-akhir ini kembali mencuat seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan. 


Baru-baru ini ada tiga warga Jerambah Besi Desa Karta Dewa kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI terserang penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.


Tentu saja, mengantisipasi merebaknya penyakit DBD agar tidak menjadi wabah, Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten PALI melalui Puskesmas Karta Dewa melakukan fogging di lingkungan yang terdapat warganya terkena DBD. 


"Memang saat ini adalah musim pancaroba, dimana pada setiap akhir bulan Agustus hingga awal September merupakan peralihan musim dari kemarau ke penghujan," ujar dr Zamir Alvi, Plt Kepala Dinas kesehatan kabupaten PALI, Selasa (6/8/22).


Diakuinya bahwa sudah ada laporan terkait kasus DBD, tetapi pasien yang terjangkit bisa ditangani medis, baik di Puskesmas atau pun yang dirujuk ke rumah sakit. 


"Tidak ada kasus yang kronis, hanya diambil tindakan medis ringan karena yang masuk laporan kasus DBD baru gejala. Rata-rata terkena DBD adalah anak-anak dan remaja," imbuhnya. 


Menekan pertumbuhan nyamuk penyebar virus DBD, dr Zamir mengerahkan petugas untuk melakukan fogging di wilayah endemis. 


"Selain melakukan fogging, kita juga membagikan bubuk abate untuk menghilangkan jentik nyamuk di bak mandi atau aliran air," terangnya. 


Kepala Dinkes PALI juga menghimbau warga PALI agar menjaga lingkungan terutama memperhatikan aliran air atau tempat-tempat yang disinyalir menjadi genangan air.


"Nyamuk penyebar virus DBD berkembang biak pada genangan air bersih, seperti pada bekas botol, bekas kaleng, bekas ban atau tempat yang bisa menampung air dan menggenang. Untuk hindari nyamuk bersarang pada benda itu, sebaiknya dikubur," pesan dr Zamir. 


Selain mengubur benda yang dapat menampung air, dr Zamir juga menekankan warga PALI agar menguras bak mandi secara teratur. 


"Jangan sampai bak mandi kita jadi sarang nyamuk, kuras minimal satu minggu sekali dan taburkan bubuk abate. Lalu tutup bak mandi setelah dipakai agar nyamuk tidak bisa berkembang biak," sarannya lagi. 


Dengan lingkungan yang bersih, dr Zamir memastikan penyakit DBD bisa dihindari. 


"Aliran air lancar dan lingkungan bersih, nyamuk tidak akan bersarang dan kita juga bisa tenang karena selain nyamuk menjauh penyakit DBD tidak akan hinggap pada keluarga kita," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Pipa Minyak Medco Pecah, Dua Warga Modong Datangi Markas FAKAR Lematang

Caption. Dua warga Desa Modong didampingi Kades datangi FAKAR Lematang 


PALI. SININEWS.COM -- Didampingi Kepala Desa Modong kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dua warga desa tersebut mendatangi markas FAKAR Lematang kabupaten PALI di Desa Raja kecamatan Tanah Abang, Senin 5 September 2022.


Kedatangan dua warga Modong itu untuk meminta bantuan terkait kejelasan tali asih atau ganti rugi usaha kedua warga itu akibat insiden pipa minyak milik PT Medco yang pecah pada Selasa 5 Juli 2022 lalu. 


Sebab, menurut dua warga itu, atas kejadian pipa minyak pecah milik Medco itu, kerugian mereka mencapai puluhan juta rupiah. 


Karena minyak mentah yang berasal dari pipa pecah masuk ke kebun warga desa Modong serta masuk tiga kolam ikan. 


"Kejadiannya dua bulan lalu, kata pihak Medco akibat vandalisme. Kami tidak tahu menahu apa penyebab pipa pecah itu, yang penting kerugian kami harus dipertanggungjawabkan," ujar Minhar, salah satu warga Modong yang mendatangi FAKAR Lematang PALI.


Menurut Minhar bahwa dengan adanya insiden itu, banyak tanam tumbuh miliknya yang terimbas ceceran minyak mentah mati serta ikan peliharaannya gagal dipanen. 


"Barang bukti tanam tumbuh yang mati masih ada, kolam ikan masih tercemar. Pernah ada pertemuan dengan pihak Medco, perusahaan itu hanya menawarkan Rp2 juta dibagi dua dengan warga lain yang terdampak," terangnya. 

Caption. dok- limbah minyak mentah yang sudah dimasukan ke kantong saat kejadian 


Manhar akui bahwa beberapa kali dirinya bersama kepala desa melakukan pertemuan-pertemuan dengan Medco, tetapi masih belum ada titik temu. 


"Bahkan ke dinas Lingkungan Hidup (LH) kabupaten PALI kami sudah lapor dan telah dicek ke lokasi, tetapi belum ada tindak lanjut. Karena belum ada titik terang, kami datang ke FAKAR Lematang agar permasalahan kami bisa dibantu," imbuhnya. 


Sementara itu, Kades Modong Mustakim membenarkan pihaknya memfasilitasi pertemuan antara warga yang merasa dirugikan dengan pihak Medco. 


"Kami sudah melihat secara langsung kebun dan kolam warga tercemar akibat limbah minyak itu, memang kerugiannya cukup banyak. Warga kami tidak meminta lebih, yang penting sesuai dengan kerugiannya," ujar Kades. 


Ikut menemani dua warga mendatangi FAKAR Lematang, Kades akui bahwa dirinya bukan ikut menggugat perusahaan, namun hanya mendampingi warganya mencari keadilan. 


"Kami hanya menuruti keinginan warga yang minta antar ke FAKAR Lematang untuk meminta bantuan hukum dan menuntut haknya dengan harapan masalah ini tidak sampai berlarut-larut," harap Kades. 


Menerima keluhan dua warga Modong didampingi Kadesnya, Yoka Akbar SH ketua Fakar Lematang kabupaten PALI menyebut bahwa pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan itu. 


"Sementara ini, kita menunggu itikad baik dari perusahaan. Apabila masalah ini tidak diindahkan, maka aliansi petani desa Modong akan melakukan aksi demo ke SKK Migas. Kita juga akan mendatangi DLH provinsi untuk mempertanyakan proper PT Medco, karena perusahaan itu telah mencemari lingkungan," tandas Yoka. 


Sedangkan Aka Cholik Darlin ketua umum FAKAR Lematang Sumsel menyatakan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan masalah yang dialami warga desa Modong. 


"Masalah itu masih ditangani kawan-kawan di PALI. Meski demikian, kita akan pantau dan monitor juga ke SKK Migas," ucap Aka Cholik. 



Terpisah, Julianto perwakilan PT Medco mengungkapkan bahwa kejadian pipa bocor di desa Modong akibat vandalisme. 


"Kejadian itu karena vandalisme atau diganggu pihak ketiga yang tdk bertanggung jawab," singkatnya. (sn/perry)

Share:

Kader dan Simpatisan PKB PALI Segera Deklarasikan Gus Muhaimin jadi Capres

Caption. Aka Cholik Darlin ketua DPC PKB PALI 


PALI. SININEWS.COM -- Gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) termasuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan dilangsungkan pada 2024 mendatang sudah mulai terasa gaungnya. 


Elit politik sudah mulai lakukan lobi-lobinya dengan melakukan pertemuan-pertemuan antar pimpinan Parpol. 


Termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan katua umumnya, Muhaimin Iskandar. 


Dengan semakin dekatnya pemilihan presiden, suara kader dan simpatisan PKB di akar bawah pun sepertinya bulat untuk mendorong dan siap menghantarkan Gus Muhaimin, ketua umum PKB ini duduk di kursi RI 1.


Salah satu pengurus PKB yang bulat mendukung Gus Muhaimin maju sebagai Calon Presiden (Capres) adalah DPC PKB kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Dibawah nahkoda Aka Cholik Darlin, PKB PALI segera mendeklarasikan dukungannya terhadap Gus Muhaimin untuk maju sebagai Capres. 


"Kami dalam waktu dekat ini akan menggelar deklarasi dukungan ketua umum PKB maju sebagai Capres di Pemilu 2024 mendatang," ujar Aka Cholik, Senin 5 September 2022.


Aka Cholik menilai bahwa Gus Muhaimin layak memimpin negeri ini dengan segudang pengalamannya. 


"Kami berkeyakinan Gus Muhaimin mampu membawa negeri ini lebih sejahtera. Beliau orangnya dekat dengan rakyat yang pastinya bisa memenuhi keinginan rakyat," tukasnya. (sn/perry)

Share:

PKS PALI Sebut Kebijakan Menaikan BBM Menyakitkan Rakyat


Caption. dok 



PALI. SININEWS.COM -- Dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tentu saja menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat menengah kebawah. 


Yang paling terkena dampak adalah petani karet, yang mana saat ini harga getah terus alami penurunan, salah satu penyebabnya akibat imbas dari tingginya biaya transportasi.


Kondisi itu memancing komentar beragam dari berbagai kalangan masyarakat termasuk politisi. 


Salah satunya adalah Kuyung Rizal, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kabupaten PALI. 


"Manaikan harga BBM saat ini menambah sulit rakyat. Sebab, belum pulih akibat covid-19, masyarakat dihadapkan mahalnya harga kebutuhan pokok," ujar Kuyung Rizal, Senin 5 September 2022.


Kuyung Rizal juga menyebut bahwa kebijakan itu tidak mempertimbangkan dampak bagi masyarakat kecil. 


"Kebijakan itu juga tidak diimbangi dengan kebijakan pro rakyat. Misalnya menaikkan harga getah karet," tukasnya. 


Ditambahkan Kuyung Rizal bahwa untuk saat ini, ideal harga getah karet kualitas mingguan Rp15 ribu per kilogram. 


"Dengan lonjakan harga kebutuhan pokok saat ini, harga getah karet idelanya Rp15ribu per kilo di tingkat petani," tandasnya. 


Diketahui bahwa saat ini harga getah karet pasca BBM naik menurun drastis  dari harga minggu lalu Rp8.000 per kilo, hari ini di pasar desa Karta Dewa hanya Rp7.000-7.200 per kilo.(sn/perry)

Share:

DPMPTSP PALI Sidak Pembangunan Batching Plant di Tanah Abang


PALI. SININEWS.COM -- Menindak lanjuti informasi dugaan belum adanya izin pembangunan batching plant di wilayah Desa Tanah Abang Selatan kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendadak meninjau lokasi tersebut. 


Bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) kabupaten PALI, DPMPTSP mendatangi lokasi pembangunan batching plant, Senin 5 September 2022.


Namun sayangnya, saat tim datang ke lokasi, tidak satupun pekerja atau pengelola berada di lokasi. 


Dikatakan Rismaliza, Plt kepala DPMPTSP PALI melalui Sekretaris Khairiman bahwa tujuan tim turun ke lapangan adalah memastikan pihak pengelola batching plant memiliki perizinan yang berlaku. 


"Pemilik perusahaan itu tidak ada di lokasi, namun kami ajak Kades agar menyampaikan agar pihak perusahaan untuk mengurus izinnya," ujar Khairiman saat di lokasi. 


Tujuan tim DPMPTSP mengecek ke lapangan, dikemukakan Khairiman paling tidak pemilik perusahaan tertib. Kalau belum ada izin, pihaknya siap fasilitasi dan membantu apa-apa yang dibutuhkan.


"Kepada Kades kami sampaikan syarat mengurus izin. Dan mengurus izin usaha saat ini secara online. Meski demikian, kami terbuka untuk memfasilitasi agar perusahaan itu legal," tukasnya. 


Sementara itu Erwadi Kades Tanah Abang Selatan mengaku bahwa pihak pengelola telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, dan pihak desa telah mengeluarkan rekomendasi serta menyarankan agar pengelola mengurus izin lainnya ke DPMPTSP. 


"Batching plant itu merupakan badan usaha dengan nama CV Delima Beton Redymix. Dan telah kami sarankan agar mengurus izin lainnya ke kantor camat serta DPMPTSP. Kami juga berharap dengan beroperasinya batching plant bisa bermanfaat bagi warga sekitar terutama menyerap tenaga kerja," terang Kades. 


Sama diutarakan Camat Tanah Abang, Adriand Edison bahwa pihak pengelola batching plant telah meminta syarat pengurusan izin perusahaan. 


"Artinya sudah ada itikad baik dari pihak perusahaan. Dengan adanya tim DPMPTSP turun ke lapangan, bisa mempercepat perizinan perusahaan itu agar berkontribusi bagi kabupaten PALI dan warga sekitar," harap Camat.(sn/perry)

Share:

Petani Karet Menjerit Akibat BBM Naik, Dewan PALI Minta Pemerintah Cari Solusi

Caption. Husni Thamrin, anggap Komisi III DPRD PALI 


PALI. SININEWS.COM -- Dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sementara harga getah karet yang malah menurun mengakibatkan petani karet di Bumi Serepat Serasan menjerit.


Jeritan petani karet direspon anggota DPRD kabupaten PALI dari komisi III, Husni Thamrin. 


Menurut Ketua DPC Partai Hanura kabupaten PALI itu bahwa dengan naiknya harga BBM subsidi, suka tidak suka berdampak bagi perekonomian masyarakat menengah  kebawah. 


"Yang mana dengan naiknya BBM subsidi harga semua kebutuhan 9 bahan pokok begitu juga dengan harga hasil pertanian terutama karet pasti berdampak  dikarenakan biaya transportasi lebih besar," ujar Husni Thamrin, Senin 5 September 2022.


Dengan kondisi itu, Husni Thamrin yang biasa disapa Yin itu berharap peran pemerintah dalam mengatasi masalah itu. 



"Harga karet di daerah-daerah turun, hal ini jangan sampai berlarut, untuk itu saya sebagai wakil rakyat mengharapkan sekali peranan pemerintah untuk membantu mencari solusi mengenai harga karet yang anjlok," pinta Yin. 



Diketahui bahwa harga getah karet mingguan pada hari ini turun drastis, dari harga minggu lalu diangka Rp8.000/kg, kini hanya Rp7.000 hingga Rp7.200/kg.


Hal itu terpantau di pasar getah Desa Karta Dewa kecamatan Talang Ubi pada Senin 5 September 2022.


Sementara harga beras, telur hingga sayuran mulai melambung. (sn/perry)

Share:

BBM Naik, Petani Karet Tercekik

Caption. Suasana pasar getah di Desa Karta Dewa 


PALI. SININEWS.COM -- Setelah pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Jum'at lalu 3 September 2022, berimbas pada kenaikan sejumlah bahan pokok. 


Dari beras, telur hingga sayuran saat ini harganya mengikuti harga BBM. 


Kondisi itu memperparah derita petani karet yang ada di Bumi Serepat Serasan. 


Pasalnya, hampir seluruh komoditi naik sementara harga getah karet malah makin merosot. 


Saat ini, harga getah karet ditingkat petani yang ada di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) semakin anjlok. 


Terpantau harga getah mingguan di Pasar Desa Karta Dewa kecamatan Talang Ubi, pada Senin 5 September 2022 hanya bertengger dikisaran Rp7.000/kilogram.


Tentu hal ini membuat petani karet makin tercekik. Pasalnya, penghasilan petani terlebih yang hanya buruh menyadap jauh tidak sebanding dengan pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.


"Minggu lalu masih diharga Rp8.000/kg, tapi kali ini hanya Rp7.000/kg. Dalam hal ini, pemerintah pusat tidak memikirkan nasib kami," keluh Amrin, petani karet asal Karta Dewa. 


Sama halnya disampaikan Ridwan, petani lainnya bahwa kondisi seperti ini akan menambah sengsara petani karet. 


"Tidak ada pilihan lain kecuali hanya pasrah, sebab kami tidak bisa memaksa pembeli terkait harga getah. Hanya saja kami berharap ada upaya pemerintah pusat dalam mengatasi masalah ini. Sebab kami khawatir, dengan kondisi seperti ini, petani kesulitan ekonomi yang akhirnya tindak kriminal meningkat," katanya.


Terpisah Ardi, petani karet asal Talang Ubi mengaku menyiasati menurunnya penghasilan keluarganya,dirinya menyimpan hasil sadapannya selama harga getah murah. 


"Untuk menutupi kebutuhan hidup, kami menaman cabai dan sayuran disekitar rumah. Hasil sadapan kami simpan hinggap harga getah kembali naik," ujarnya. (sn/perry)

Share:

Turunkan Kasus Gagal Tumbuh Anak, Pemkab PALI Gelar Rembuk Stunting


Caption. Wabup PALI saat menandatangani pakta integritas 


PALI. SININEWS.COM -- Upaya mengurangi angka stunting di wilayah Bumi Serepat Serasan, Pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui lintas sektoral menggelar rembuk stunting aksi konvergensi penanganan stunting, Rabu (31/8/22).

Adapun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam program mengentaskan stunting adalah Dinas Kesehatan (Dinkes), Bappeda, DPPKBPPPA serta OPD lainnya termasuk Puskesmas, Camat serta Kepala desa. 

Rembuk stunting di kabupaten PALI juga dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan diwakili DR Desliana SE MM Koordinator bidang KSPK, Dinas kesehatan provinsi Sumatera Selatan diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat H Fery Fahrizal  yang mengikuti kegiatan secara virtual serta dari Bappeda provinsi Sumatera Selatan. 

Pada penyampaian laporan rembuk stunting, Kepala Bappeda kabupaten PALI Ahmad Jhoni menerangkan bahwa maksud kegiatan itu adalah untuk membahas program kegiatan dalam upaya penurunan stunting di kabupaten PALI. 
Caption. Kepala Dinkes PALI menandatangani pakta integritas 


"Tujuannya memastikan komitmen semua pihak terhadap percepatan pencegahan stunting," ujar Ahmad Jhoni. 

Tujuan lainnya diterangkan kepala Bappeda PALI adalah mengadvokasi pemimpin daerah, swasta dan masyarakat untuk mendukung percepatan pencegahan stunting. 

"Juga mengurangi hambatan dan masalah yang muncul. Kemudian menyampaikan kemajuan penyelenggaraan kegiatan percepatan pencegahan stunting," imbuhnya. 

Lalu dikemukakan Ahmad Jhoni bahwa tujuan selanjutnya adalah mengapresiasi kinerja pemerintah dan instansi non pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting. 

"Berbagi pembelajaran dalam pelaksanaan aksi konvergensi/integrasi pencegahan stunting yang lebih efektif dan efisien menjadi tujuan lainnya diselenggarakannya rembuk stunting," terangnya. 
Caption. Foto bersama setelah menggelar rembuk stunting 


Sementara itu, Wakil Bupati PALI Drs H Soemarjono yang membuka kegiatan itu menjelaskan bahwa stunting adalah gagal tumbuh pada anak usia dibawah 5 tahun, bukan hanya fisik, tetapi cara  berfikir, dan gagal tumbuh lainnya. 

"Ini akibat kekurangan gizi kronis, dan juga karena infeksi yang berulang ulang pada anak balita. Untuk itu perhatikan pertumbuhan anak kita," kata Wabup. 

Dari data kabupaten PALI, Wabup menyebut tahun 2018 masih sangat tinggi kasus stunting, yakni 39,5 persen.

"Tahun 2018 sangat memprihatinkan. Tetapi berkat kerja sama dan kerja keras, tahun 2021 angka stunting turun menjadi 20,2 persen," sebut Wabup. 

Wabup juga menegaskan bahwa PALI pasti bisa mengejar target nasional penurunan stunting tahun 2024 sebesar 14 persen. 

"Kita bisa kejar target nasional itu karena cakupan PALI tidak terlalu luas, yang penting kita bekerja keras," tandasnya. 

Untuk mencapai target itu, Wabup membagikan strategi. 

"Ada 5 strategi nasional dalam menurunkan angka kasus stunting yaitu, bagaimana  komitmen dan visi kepemimpinan untuk mengurangi stunting, perlunya kampanye nasional perubahan prilaku, konvergensi koordinasi dari pemerintah desa dan daerah, perlu adanya ketahanan pangan serta gizi dan perlu adanya pemantauan dan evaluasi," jabar Wabup. (sn/perry)





Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts