FGD Relokasi Rumah Korban Bencana Di Buka Langsung Oleh PJ Sekda Muara Enim


MUARA ENIM, SININEWS.COM – Pj Sekda Muara Enim H Riswandar secara langsung buka Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Aston Palembang, Rabu (09/10).

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 (dua) hari yang mulai dari tanggal 9 hingga 10 November 2022.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang menggelar Kegiatan FGD (Focus Group Discussion) relokasi rumah korban bencana dan program Pemerintah Kabupaten Muara Enim tersebut. 

Pj. Sekda Riswandar mengatakan, SPM perumahan rakyat adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal.

“Semoga dengan adanya FGD ini dapat menambah wawasan dan pemahaman semua stakeholder bahwa SPM perumahan rakyat, khususnya fasilitasi rumah yang layak huni bagi masyarakat korban bencana dan atau program Kabupaten/Kota Muara Enim merupakan urusan wajib yang harus dipenuhi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim H. A. Yani Heriyanto juga menaruh harapan yang sama terhadap FGD ini.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan FGD ini diharapkan OPD yang membidangi bidang perumahan rakyat  dapat memahami dan mengerti akan tugas pokok atau urusan wajibnya sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Muara Enim,” ucapnya. 

Share:

Terima Kunker, Kurniawan : Dengan Adanya Pertemuan Ini Semoga Mampu Menjaga Kerukunan

 

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Muara Enim Pj.Bupati Muara Enim Kurniawan AP menerima kunjungan kerja Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumatera Selatan KH Mal An Abdullah beserta rombongan, Rabu (9/11) di Balai Agung Serasan Sekundang.

Pj Bupati Muara Enim Kurniawan memastikan implementasi dan optimalisasi peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan 8 tahun 2006 berjalan baik di kabupaten Muara Enim. 

Pj Bupati didampingi langsung Asisten Pemerintahan & Kesra H Emran Tabrani dan Kepala Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbangpol) Andy Wijaya menyampaikan dukungan terhadap implementasi dan optimalisasi tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah.

“Kami memastikan implementasi dan optimalisasi peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan 8 tahun 2006 berjalan baik di kabupaten Muara Enim. 

Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi dan optimalisasi tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah di Bumi Serasan Sekundang,”ungkapnya

Kemudian, dirinya-pun berharap melalui pertemuan tersebut akan dapat meningkatkan pemahaman kerukunan dan perdamaian antar umat beragama di Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya serta Kabupaten Muara Enim khususnya.

“Kami berharap dengan adanya pertemuan ini akan mampu menjaga kerukunan satu sama lain antara umat beragama yang ada di Sumsel khususnya kabupaten Muara Enim,”ujarnya.

Sementara itu Ketua FKUB Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab Muara Enim sebagai fasilitator dari pertemuan yang turut dihadiri para perwakilan FKUB dari kabupaten/kota diantaranya Prabumulih, PALI, Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim.

“Kita mengharapakan semoga melalui pertemuan ini dapat memberikan pemahaman regulasi tentang kewenangan pemeliharaan kerukunan umat beragama dan mekanisme perizinan rumah ibadah,”pungkasnya.
Share:

Dibuka Satu Minggu Sekali, Pasar Talang Kerangan Beroperasi

plt Kadisdagprin PALI monitoring kegiatan di Pasar Talang Kerangan 


PALI. SININEWS.COM -- Pasar Rakyat Talang Kerangan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, kembali dibuka dan diisi oleh puluhan pedagang, Selasa (8/11/2022).


Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) kabupaten PALI, Teguh Eko Sutrisno membenarkan perihal tersebut.


Tercatat ada sekitar 36 pedagang yang menjajakan dagangannya di Pasar Talang Kerangan pada hari ini (kemarin,red).


" Kalau yang terdaftar 36 pedagang, seperti pedagang daging, sayur, buah, jajanan gorengan, martabak, kelontongan dan perkakas rumah tangga," ucap Teguh.


Rencananya pasar Rakyat Talang Kerangan itu untuk sementara waktu akan dibuka setiap pekan, yakni setiap Hari Selasa.


"Tadi dibuka hingga siang hari, tapi pekan depan insyaAllah akan buka hingga sore hari. Pasar dibuat seperti pasar Kalangan (mingguan) terlebih dahulu," tambahnya.


Pihaknya secara perlahan akan memaksimalkan pasar Talang Kerangan itu untuk dibuka setiap hari.


"Pelan-pelan akan dioptimalkan lagi untuk membuka pasar. Semoga pada hari ini, bisa menjadi pemicu untuk para pedagang lainnya berjualan disini," pungkasnya. (sn/perry)

Share:

Warga Prambatan Ini Diamankan Polisi, Gara-garanya Ini


PALI SININEWS.COM -- Nuhasan (48) warga Desa Prambatan kecamatan Abab kabupaten PALI diringkus jajaran Satreskrim Polres PALI akibat diduga melakukan tindak pidana penggelapan atau penipuan. 


Tersangka diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B-03/I/2022/SPKT/POLSEK PENUKAL ABAB/POLRES PALI/POLDA SUMSEL,tanggal 11 Januari 2022.


Hal itu diungkapkan Dijelaskan Kapolres PALI AKBP Efrannedy SIK melalui Kasat Reskrim AKP.Marwan S.H.,M.H disampaikan Kanit Pidum Polres PALI Aipda Hairil Rozi bahwa 


Dijelaskan Hairil Rozi bahwa kronologis kejadian berawal pada Jumat (01/05/2020) Sekira pukul 15.00.WIB,bertempat dirumah orang tua pelapor.


Berawal korban bernama Masoli,warga Desa Gunung Raja Kecamatan Penukal dengan saksi-saksi bernama Beri Susanto(30) warga Gunung Raja dan Iskandar(50) tinggal di desa Semangus Kecamatan Talang Ubi,dengan pelapor Eki Agensi warga desa Semangus sedang berada di rumah orang tuanya selaku korban di Desa Gunung Raja Kecamatan Penukal.


Selanjutnya tersangka menghubungi korban melalui Via telpon dengan meyakinkan bahwa dirinya mempunyai TPK (tempat Pengumpulan Karet) di Desa Prambatan dan sanggup memberikan kepada korban getah karet sebanyak 20 (Dua Puluh) ton.


Setelah melakukan percakapan ditelpon, selang berapa jam tersangka menemui korban dirumahnya dan terjadilah kesepakatan antara korban dengan tersangka. 


Lalu tersangka meminta DP awal sebesar Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah) kepada korban dan berjanji akan memberikan getah sebanyak 20(dua puluh) ton pada tanggal 14 Mei 2020.


Korban pun langsung memberikan uang tunai kepada terlapor, dilengkapi dengan tanda terima berupa 1 lembar kwitansi pembayaran,yang ditanda tangani oleh terlapor diatas materai 6.000 pada tanggal 1 Mei 2020.


Namun sampai saat ini getah karet tersebut tidak pernah ada, dan tidak pernah dihadirkan oleh pelaku dengan beralasan dirinya akan mengembalikan uang DP awal, yang sebelumnya diambil dari korban.


Karena getah karet yang dijanjikan terlapor tidak didapati korban, bahkan tersangka tidak mempunyai TPK di Desa Prambatan. Selanjutnya,merasa korban telah digelapkan uangnya dan ditipu oleh tersangka, lalu pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penukal Abab untuk ditindak lanjuti.


Setelah menerima Laporan, Kemudian Aparat Penegak Hukum melakukan penyelidikan dan ditemukan 2(Dua) Alat Bukti,serta mengidentifikasi pelaku sedang berada dirumahnya,di Desa Perambatan,lalu Kanit Pidum SatReskrim Polres Pali,bersama Anggota Opsnal SatReskrim Polres Pali langsung melakukan Penangkapan terhadap Pelaku.


 "Setelah itu kita langsung mengadakan penangkapan kepada pelaku,dan berhasil diamankan,selanjutnya Pelaku dibawa ke Polres Penukal Abab Lematang Ilir untuk Proses Lebih Lanjut."pungkas Hairil Rozi. (sn/perry)

Share:

Gemarikan, Dinas Perikanan PALI Sebar Makanan Tambahan Terhadap Pelajar di Tanah Abang


PALI. SININEWS.COM -- Ratusan Anak Sekolah Dasar (SD) dari 21 sekolah di kecamatan Tanah Abang diajak Dinas Perikanan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) makan ikan bersama dalam kegiatan pemberian makanan tambahan dan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). 


Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman kantor Camat Tanah Abang, Selasa (8/11/22) dihadiri Bupati PALI melalui Staff Ahli Agen Eleidi, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan sejumlah OPD dilingkup Pemkab PALI. 


Dalam arahannya, Agen Eleidi mewakili Bupati PALI menyebut bahwa kegiatan itu tak lain sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya terutama generasi bangsa. 


"Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap program pengentasan kasus stunting terhadap anak," ujar Agen Eleidi.


Ditambahkannya bahwa disamping mencegah kasus stunting, program Gemarikan juga sebagai upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa. 


"Kalau anak-anak sehat dan terhindar dari kasus stunting, maka menciptakan generasi cerdas dan berkualitas mudah-mudahan terwujud," harapnya. 


Pada Gemarikan ini juga disebutkan Agen Eleidi manfaatnya selain dirasakan anak-anak juga mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) terutama olahan ikan meningkatkan usahanya. 


"Secara tidak langsung pelaku UKM pendapatannya meningkat apabila masyarakat gemar makan ikan," terangnya. 


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan kabupaten PALI Hairul melalui Kabid Perikanan Edison menyebut pihaknya menyiapkan ratusan paket makanan tambahan khususnya olahan ikan. 


"Kami undang ratusan anak dari 21 SDN di kecamatan Tanah Abang, harapan kami kegiatan ini membawa mangsa terhadap masyarakat khususnya meningkatkan minat masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan atau olahannya," katamya. (sn/perry)

Share:

Pemkab Muara Enim Audiensi Evaluasi SAKIP Di Kemenpan RB


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Audiensi evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dilaksanakan diKantor KemenpanRB RI, Jakarta, Senin (7/11).

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.S., dan Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan Penerapan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan, Kamaruddin, Ak., M.Si.

Dalam kesempatan itu, Pj. Bupati Kurniawan yang hadir secara langsung menyampaikan bahwa Pemkab. Muara Enim berkomitmen mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien serta akuntabel, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pelaporan. 

“Penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien serta akuntabel merupakan upaya kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.” ujarnya.

Pj Bupati menjelaskan Pemkab Muara Enim terus berupaya meningkatkan nilai SAKIP tahun 2022 dari nilai 74,54 atau predikat BB di tahun lalu.

Tak lupa Pj. Bupati berterima kasih atas evaluasi maupun masukkan dari KemenpanRB dan berkomitmen melakukan perbaikan secara berkesinambungan di setiap tahunnya guna menciptakan manajemen kinerja yang akuntabel dan profesional.

Dalam kesempatan itu, tim Pemkab Muara Enim memaparkan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) tahun 2022 kepada tim evaluasi KemenpanRB dengan tema pembangunan Kabupaten Muara Enim di tahun 2022, yaitu Penguatan Ekonomi Masyarakat Menuju Muara Enim Mandiri.

Maka dipaparkan 3 upaya unggulan , yaitu peningkatan ketahanan perekonomian melalui penguatan ekonomi pedesaan, pengembangan UMKM unggul dan industri kreatif, pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Muara Enim Ardian Arifanardi, AP., M.Si menyampaikan bahwa Dinas Kominfo Kab. Muara Enim terus berkomitmen untuk menyelenggarakan tata kelola pemerintah dan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.

“Tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel adalah hal yang selalu Dinas Kominfo Muara Enim upayakan dan tingkatkan” ujarnya

Dalam kesempatan itu, Pj. Bupati yang didampingi Pj. Sekretaris Daerah, H. Riswandar, S.H., M.H., Inspektur, Suhermansyah, S.T., M.Eng., dan Kepala Bagian Organisasi, Wulandari Wijayanti, S.H., Kn.

Share:

32 Redkar Penukal PALI Dibentuk




PALI. SININEWS.COM -- Melanjutkan pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di seluruh kecamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali mengukuhkan dan melatih Redkar di Kecamatan Penukal, Senin (7/11/22). 


Pembentukan dan pembinaan Redkar di kecamatan Penukal dilaksanakan di lapangan kantor Camat dibuka langsung kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan kabupaten PALI, Ibrahim Cik Ading dihadiri Camat Penukal, Kusteti. 


Redkar di kecamatan Penukal ada 31 personil dari 13 desa yang ada. 


Dijelaskan Ibrahim Cik Ading, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan kabupaten PALI bahwa Redkar sendiri merupakan suatu organisasi sosial berbasis masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi mewujudkan ketahanan lingkungan dari bahaya kebakaran. 


"Redkar dibentuk secara nasional dari oleh dan untuk warga masyarakat di lingkungan desa atau kelurahan," ujar Ibrahim. 



Dijabarkan Ibrahim bahwa tujuan dibentuk Redkar adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. 


Kemudian untuk membantu pencapaian mutu layanan SPM sub urusan kebakaran.


Lalu menciptakan sinergi antara dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan dengan masyarakat serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bahaya kebakaran. 


"Selaian dari tujuan tertentu, Redkar juga harus memiliki prinsip, yakni cepat, tepat, partisipatif, koordinatif dan berdayaan," tukasnya. 


Adapun tugas Redkar antisipasi kebakaran dijelaskan Ibrahim adalah memantau kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan kebakaran. 


Mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran dilingkugannya, melalukan pemetaan sederhana daerah rawan kebakaran di lingkungannya, membantu melaksanakan piket jaga di pos pemadam kebakaran dan pos terpadu dilingkugannya. 


Membantu petugas pemadam kebakaran dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. 


Edukasi masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Menyebarluaskan informasi tentang upaya pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran serta melaksanakan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran. 


"Adapun tugas Redkar saat terjadi kebakaran adalah segera melaporkan kejadian kebakaran kepada dinas Damkar, melakukan upaya pemadaman dini sebelum petugas Damkar tiba di lokasi, melakukan evakuasi dan penyelamatan dini korban kebakaran," urai Ibrahim.


Sementara itu, Camat Penukal mengapresiasi adanya pembentukan Redkar sebagai garda terdepan mengantisipasi atau saat terjadi kebakaran.


"Redkar ini dibentuk sebagai garda terdepan dan ujung tombak sebagai petugas yang mengantisipasi bahaya kebakaran. Saya berharap adanya Redkar bisa meminimalisir bahaya kebakaran di lingkungannya," ujar Camat. (sn/perry)

Share:

Bersama KNPI Pemkab Muara Enim Peringati Hari Sumpah Pemuda


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Masih dalam semangat semangat Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Kabupaten Muara Enim kali ini Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Muara Enim menggelar Jalan Santai dan Senam Bersama pada Minggu (06/11) di Halaman Kantor Pemda Muara Enim.

Dalam kegiatan jalan santai dan senam massal dimulai dari halaman kantor Bupati Muara Enim yang diikuti juga oleh Pj. Sekda Muara Enim H.Riswandar, ketua KNPI Muara Enim, pejabat Pemkab Muara Enim, Dinas Instansi, Ormas, LSM, dan juga media organisasi (wartawan) serta seluruh lapisan masyarakat.

melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim H Riswandar dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada semua pihak, terutama panitia atas dedikasi dan upayanya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.

berpesan kepada masyarakat khususnya muda-mudi di Kabupaten Muara Enim untuk lebih bersemangat lagi dalam membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, karena pasalnya dia mengatakan para generasi muda merupakan penerus estapet kepemimpinan di tahun mendatang.

"Jika kita belum bisa bermanfaat bagi orang banyak setidaknya bermanfaat bagi diri sendiri, tumbuhkan semangat pantang menyerah dan jiwa bersaing yang tinggi agar memiliki bekal yang cukup untuk mencapai kesuksesan," tegas Pj. Sekda.

Diakhir giat tersebut juga dilakukan pengundian hadiah doorprize berupa alat-alat elektronik dan berbagai keperluan alat rumah tangga. (Tim News Room Diskominfo Muara Enim

Share:

Laksanakan Sosialisasi 4 Pilar, Sri Meliyana : Jelang Tahun Politik, Mari Tingkatkan Soliditas dan Persatuan Nasional


Lahat. SININEWS.COM -- Seiring waktu berjalan tanpa terasa, dalam siklus politik hari ini semakin memasuki tensi/suhu politik yang mulai memanas.


Dari isu pencapresan, Pemilu, Pilkada dan lainnya yang dalam beberapa waktu ini menjadi topik hangat yang diperbincangkan. 


Tentu, cukup relevan mengingat tahun 2023 mendatang sudah akan mulai memasuki tahun politik, di mana kontestasi Pemilu, dalam arti tahapan pergelaran pemilihan legislatif dan pemilihan eksekutif telah dimulai. 


Hal ini tentu, harus disambut dengan kematangan demokrasi, yang di sisi lain juga harus diantisipasi dari berbagai gejolak dekonstruktif, yang sangat jauh dari harapan serta tujuan pelaksanaan kontestasi demokrasi tersebut. 


Oleh karenanya, dari element masyarakat harus kembali meningkatkan soliditas dan persatuan nasional, agar tidak mudah tergiring, terjebak serta terprovokasi dengan berbagai upaya dekonstruktif dalam memasuki tahun politik tersebut, diantaranya politik uang/money politic, politik identias dan upaya dekonstruktif lainnya. 


Hal demikian selaras dengan apa yang disampaikan oleh Sri Meliyana, Anggota MPR RI Fraksi Gerindra asal Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II, yang bertindak sebagai narasumber dalam pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di kota Lahat pada Sabtu (05/11/2022). 


Di mana secara prinsip, ia sangat mengharapkan agar masyarakat jangan sekali – kali mudah terprovokasi ataupun terjebak ke dalam isue atau upaya yang menggiring ke arah perpecahan, ataupun pembelahan diantara masyarakat. 


Ia mengungkapkan bahwa menghadapi pergelaran kontestasi demokrasi yang nantinya akan berlangsung, harus disikapi secara dewasa dan dengan kematangan berdemokrasi, sehingga jikalau ada pilihan yang berbeda, calon yang diunggulkan tidak sama, hal tersebut jangan malah membuat gesekan/konflik di tengah masyarakat. 


“Tentunya, tidak lama lagi kita akan memasuki tahun politik, di mana tahapan pergelaran pemilu, baik pilpres atau pileg akan segera dimulai. Oleh Karenanya, element civil society harus mempererat soliditas diantara masyarakat, dan meningkatkan persatuan nasional” ujar Meli sapaan akrabnya. 


“Hal demikian diharapkan agar kita tidak mudah terjebak ataupun terprovokasi dengan sikap atau pilihan yang berbeda diantara masyarakat. Artinya, jikalau ada pilihan yang berbeda diantara kita, hal tersebut bukanlah sesuatu masalah, yang harus menjadi konflik/permusuhan, namun sebaliknya harus disikapi secara dewasa. Demikian pula, terkait dengan politik identias, politik uang/money politic dan berbagai hal negatif lainnya, yang juga harus kita hindari dalam kontestasi pemilu nantinya” Sambungnya. 


Kemudian, ia pula berpesan kepada para peserta sosialisasi/audiens, agar pelaksanaan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dapat benar – benar dimaknai secara utuh, tidak hanya sekedar ceremonial semata, Ia sangat berharap pesan dan penyampaian materi dalam sosialisai ini dapat ter-internalisasi ke mindset para peserta, sehingga dapat untuk kembali menyampaikan-nya kepada masyarakat luas, sehingga kebermanfaatan pelaksanaan sosialisasi ini benar – benar dapat dirasakan oleh semua pihak. 


“Terakhir, semoga para peserta dapat memahami dan menjadikan pesan serta materi sosialisasi ini sebagai bahan lanjutan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Kita ketahui bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan 4 (empat) pondasi utama yang dapat mempererat kita sebagai sebuah bangsa yang besar dan majemuk, untuk menuju tujuan berbangsa dan bernegara, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Pungkasnya.(sn/ril)

Share:

Pembangunan Rumah Transmigrasi Tahap I Hampir Rampung, Pemda Jateng Datangi Tempirai

rombongan perwakilan Pemda Jateng saat meninjau salah satu rumah transmigrasi di Tempirai Selatan 


PALI. SININEWS.COM -- Tahapan pembangunan tahap I rumah atau pemukiman transmigrasi di Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI sudah memasuki tahap akhir. 


Dimana pada tahap pertama ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Transmigrasi membangun 20 unit rumah transmigrasi beserta sarana dan prasarana penunjang lainnya. 


Tentu saja, seiring mendekati rampungnya pembangunan tahap I pemukiman bagi calon transmigran itu, pemerintah daerah dari provinsi Jawa Tengah yang bakal mengutus beberapa warganya berbaur dengan masyarakat Tempirai mendatangi lokasi transmigrasi tersebut pada Jum'at 4 november 2022.


Pemda Jateng melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah beserta 3 Dinas Kabupaten/Kota dalam jajarannya disambut Plt Kadin Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten PALI diwakili Kabid Tenaga Kerja Suherman.


Selain itu, anggota BPD Tempirai Selatan Rustam Karim, Konsultan Pengawas Asmadi Ali,  beserta masyarakat lainya juga turut menyambut kedatangan rombongan dari Pemda Jateng. 


Suherman menyatakan pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi atas minat Pemda Jawa Tengah untuk mengikut sertakan warganya di Transmigrasi Tempirai Selatan.


Juga menjelaskan pada utusan Pemda Jawa Tengah, bahwa Transmigrasi ini didukung prasarana lainya, dengan jarak tempuh menuju desa desa induk antara lain cukup dekat. 


"Serta telah dibangun 2 KM Jalan cor beton menuju pemukiman Transmigrasi, SMP Negeri 500 meter, TK/ SD/ SMU/ pesantren/ masjid dan pasar rakyat. Sementara jarak tempuh ke ibukota Kabupaten PALI  hanya 30 menit," jelasnya. 



Setelah melihat langsung Pembangunan 20 unit perumahan calon Transmigran serta prasarana umum lainya yang dibangun diatas lahan sekitar 900 hektar itu, Candra Yuliawan,  AP, Msi Kepala bidang Penempatan Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasinya terhadap dukungan pemkab PALI. 


"Kami sangat antusias atas persiapan Pemda PALI menfasilitasi prasarana lahan dan perumahan para calon Transmigran. Selain jarak tempuh sangat dekat juga kami lihat lahan ini sangat subur," ujarnya. 


Diketahui sebelumnya bahwa nantinya lahan transmigrasi di Desa Tempirai Selatan bakal dihuni transmigran lokal sebanyak 60 persen dan transmigran dari luar Sumsel 40 persen. (sn/bungharto)


Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts