Ratusan Masa Geruduk Kantor KPU Prabumulih

PRABUMULIH - Polres Prabumulih pada Pemilukada Serentak 2018, melaksanakan dua kegiatan pengamanan sekaligus, yaitu Pilkada Gubernur Sumatera Selatan dan Pilkada Walikota Prabumulih.

” Untuk itu Polres Prabumulih terus melakukan rangkaian kesiapan pengamanan dalam rangka menghadapi dua kegiatan Pilkada tersebut, perlu mempersiapkan personil secara maksimal dan cara bertindak yang tepat pula serta peralatan pendukung guna menunjang kegiatan pengamanan tersebut “ujar Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, S.E., M.M disela kegiatan Simulasi Pengamanan (Sispam) Kota di Lapangan Pemerintah Kota Prabumulih, Kamis (25/1/2017).

Acara simulasi Sispam kota tersebut turut disaksikan oleh Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri, S.H, Ketua KPUD Kota Prabumulih M. Tahyul S,IP, Ketua Panwaslu Kota Prabumulih Herman Juliadi, S.H, Danyon Zipur 2/SG Mayor Czi Zamroni, serta unsur Muspida Kota Prabumulih lainnya.



Kapolres Prabumulih juga menyampaikan arahan kepada personilnya diantaranya untuk selalu menjalin hubungan dan kerjasama yang baik dengan instansi/satuan samping dan masyarakat agar pelaksanaan Pemilukada di Kota Prabumulih berjalan aman, tertib sehingga menjadi contoh di wilayah lain, tingkatkan selalu kewaspadaan saat melaksanakan tugas pengamanan utamanya saat berada di TPS-TPS.

” Jangan mudah terhasut bahkan terprovokasi terhadap perkembangan dan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga dapat menghambat pelaksanaan tugas pengamanan serta selalu melaksanakan koordinasi dan konsolidasi dalam pelaksanaan tugas pengamanan Pemilukada agar tercipta hubungan yang harmonis dan kesatuan gerak antar satuan atas dan bawah serta instansi lainnya” tukas Kapolres Prabumulih.
Share:

Warga Tetap Blokir Jalan PT.GHEMMI, Pertamina Siap Bangun Jalan

PRABUMULIH – Jalan Pal 6 wilayah Sumur GNK-05 milik PT.Pertamina EP Asset 2 menjadi titik kumpul warga Kelurahan Gunung kemala dan warga Desa Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim yang tergabung dalam Lembaga Komunikasi Masyarakat Gunung Kemala (LKM-GK) bersama seluruh ketua RT,RW dan Karang Taruna memblokir jalan menuju PT.GHEMMI Desa Gunung Raja, kamis (25/1/2018), masa yang berkumpul sejak pagi pukul 07.00 wib langsung melakukan penutupan jalan dengan memasang badan dan membentuk pagar betis

Masa yang berkumpul sejak pagi itu melarang semua aktifitas Perusahaan melewati jalan Pal 6, dengan penutupan jalan itu kedua perusahaan besar PT.Pertamina dan PT.GHEMMI tidak diperbolehkan melewati jalan tersebut sebelum tuntutan warga Gunung Kemala dipenuhi,

Sekitar 100 masa dari dua Desa dan Kelurahan menutupi jalan Pal 6, sehingga puluhan mobil dari kedua perusahaan terpaksa berputar arah untuk menghindari aksi masa, tak hanya itu puluhan pekerja Lematang Coal Lestari (LCL) dan PT.GHEMMI yang bekerja untuk PLTU itu terpaksa memutar arah karena kerumunan masa melarang semua aktifitas perusahaan sebelum ada perjanjian dengan pihak warga



Aan (32), salah satu pekerja LCL yang bekerja sebagai sopir Dum Truck itu mengatakan rombangannya terpakasa memutar dari jalan arah Limau daerah Rambang Dangku, namun hal itu membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih untuk sampai ketempat kerja

“Kito terpakso putar arah dari Limau, kalo dari sano kito semakin jauh butuh waktu hampir satu jam untuk sampai kantor” ungkapnya

Pihak PT.Pertamina yang Diwakili Ketua Asmen Legal Relation Setyo Puji Rianto mengatakan pihaknya akan menyanggupi tuntutan warga dengan syarat ditahun 2018 ini meraka akan membangun jalan sepanjang 500 Meter untuk tahap pertama dari 1,1Km yang diajukan oleh warga Gunung Kemala dan akan membangunnya kembali ditahun 2019 dengan cara bertahap

“Kita akan menyanggupi semua permintaan warga Gunung Kemala dengan mengecor jalan sepanjang 500 Meter ditahap awal dan selanjutnya akan kita kerjakan tahap selanjutnya ditahun 2019”

Dari hasil musyawarah masyarakat dengan dihadiri oleh Kapolres beserta jajarannya dan pihak yang berkepentingan lainnya PT.Pertamina siap memabangun jalan pal 6 dengan surat pernjanjian resmi diatas materai.

Lain halnya dengan pihak PT.GHEMMI yang sampai saat ini masih belum bisa memberikan keputusan yang berpihak kepada warga gunung kemala. Wanda selaku Humas PT.GHEMMI mengatakan belum bisa membangun jalan yang diajukan dengan alasan pihaknya belum ada anggaran untuk pembangunan jalan pal 6.
“kita belum bisa membangun jalan pal 6 ini, karena tahun ini kita telah menganggarkan dana untuk pembangunan jalan diwilayah Desa Gunung Raja wilayah kerja perusahaan dengan panjang 500 meter pertahun yang dianggap vital bagi perusahaan”tuturnya

Solmidin, koordinator aksi menolak keras jawaban dari pihak PT.GHEMMI dengan mengancam akan terus melakukan aksi pentutupan jalan selama 10 hari bahkan akan memasang portal untuk menutup akses jalan pihak PT.GHEMMI itu sebelum tuntutan warga dipenuhi

“kita sudah pernah ada perjanjian ditahun 2011 lalu bahwa pihak PT.GHEMMI akan mengkrokos dan merawat jalan sepenuhnya dengan tanggangjawab penuh dari pihak perusahaan, namun hingga kini tidak pernah ada perbaikan jalan yang terterah dari berita acara yang dibubuhi materai itu,”

Seluruh kegiatan perusahaan PT.Pertamina diperbolehkan setelah ada perjanjian diatas materai, karena pihak perusahaan telah menyanggupi tuntutan warga yang akan dibuat besok pagi yang akan diwakili oleh warga gunung kemala di kantor PT.Pertamina Asset 2

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, SE.MM yang hadir ditengah masa berusaha menjembati permasalahan warga dan pihak perusahaan dengan bermusyawarah, dan menghimbau kepada warganya untuk tidak melakukan tindak anarkis diluar ketentuan hukumj yang berlaku

“kita akan jamin keamanan warga yang beraspirasi, namun jika ada warga yang anarkis maka kami pihak kepolisian akan menindak tegas” ungkapnya (SN01)
Share:

Oknum Sekdes Masuk Sel, Karena Ini Penyebabnya..

laporan : marsindo


PALI--Plt Sekretaris Desa (Desa) Suka Damai,bernama Amil (40) warga Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa harus berurusan dengan hukum,pasalnya oknum Plt Sekdes tersebut diduga telah melakukan pemerasan terhadap korbannya bernama Syafarudin, warga Komplek Pertamina Kelurahan Talang Ubi Utara yang hendak mengurus surat hibah ke kepala desa Suka Damai.




Akibatnya Amil digelandang tim Saber Pungli Polsek Talang Ubi pimpinan Ipda Nasron Junaidi SH, pada Rabu (24/1) berikut barang buktinya berupa uang tunai sebesar Rp 7 juta dan satu unit handphone serta delapan rangkap surat pernyataan hibah.




Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Talang Ubi dan Kasubag Humas Polres AKP Arsyad bahwa bermula pada saat korban mengurus surat-surat hibah untuk pengurusan SPPH di Kecamatan Talang Ubi.




Namun, pihak kecamatan menyerankan agar di dalam surat-surat tersebut harus dibubuhi tanda tangan yang mengetahui Kepala Desa Suka Damai.Kemudian korban pun membawa surat-surat yang telah di buat oleh pihak kecamatan untuk di ketahui Kepala Desa Suka Damai melalui pelaku yang menjabat Plt Sekdes.




"Pelaku meminta uang sebesar Rp.7.000.000,- (tujuh juta rupiah) untuk tanda tangan Kepala Desa Suka Damai.Karena merasa surat-surat tersebut sangat penting maka korban pun memberikan uang tersebut kepada pelaku," katanya.




Namun, karena merasa di peras dan di rugikan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talang Ubi. "Berdasarkan laporan tersebut tim saber Pungli  dan Tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan Dan setelah ada bukti permulaan yang cukup, maka dilakukan upaya jemput paksa terhadap pelaku/tersangka yang keberadaannya diketahui  masih berada di rumahnya," ungkapnya. (admin)
Share:

Diluar Tugas, Polwan Polres Prabumulih Ini Mengajar Anak TK

PRABUMULIH - Tidak hanya turut serta membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Prabumulih, Polisi Wanita Polres Prabumulih ini juga aktif berperan serta dan peduli dengan pendidikan anak terutama anak usia dini.

Seperti yang dilakukan oleh dua Polwan cantik Polres Prabumulih Brigadir Anita Ismaya dan Bripda Charita yang melakukan kegiatan sambang ke Kelompok Belajar Cahaya Ramadhan yang berada di Kel Sukajadi Kec Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Selasa (24/1/2018).

Dalam kesempatan sambang tersebut kedua Polwan Polres Prabumulih ini juga menyampaikan himbauan-himbauan kamtibmas kepada anak-anak, Para Guru dan Orang Tua untuk memperhatikan pergaulan anak , jangan sampai salah dalam pergaulan, dan agar guru dan orang tua juga memberikan pengawasan yang ekstra kepada anak-anak masih berusia dini ini.

Hal tersebut bertujuan guna anak-anak terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka pengaruh atau ketergantungan gadget yang berlebihan, bahaya narkoba dan lain lainnya.

Tidak Lupa di akhir kegiatan Brigadir Anita Ismaya dan Bripda Charita membagikan buku belajar kepada anak-anak Kelompok Belajar Cahaya Ramadhan tersebut guna menarik minat baca dan minat belajar anak-anak tersebut.(beo/SN01)
Share:

Jamu Makan Malam, Pihak Pertamina Mohon Aksi Tak Ganggu Kerja Perusahaan

PRABUMULIH – Puluhan warga Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat kembali bermediasi untuk menuntut perbaikan jalan Pal 6 yang mayoritas penggunanya adalah Masyarakat Gunung Raja dan Gunung Kemala yang bersekolah di SMAN 5, SMPN 9 dan Petani karet

Hal ini mereka lakukan agar Pihak perusahaan PT.GHEMMI dan PT.Pertamina belum menyanggupi tuntutan warga untuk Cor Beton Jalan yang mereka lalui sepanjang 2,2 Km

Kali ini mereka bermediasi dengan pihak PT.Pertamina EP Asset 2 yang diwakili oleh Ketua Asmen Legal Relation Setyo Puji Rianto,rabu (24/1/2018) malam sekitar pukul 22.25 Wib yang bertemu dengan 10 Perwakilan warga Kelurahan Gunung Kemala yang terdiri dari Ketua RT,RW dan Ketua Lembaga LKM GK di Rumah Makan Minang Raya Prabumulih Timur

Dalam pertemuan itu pihak perusahaan meminta agar masyarakat Gunung Kemala tidak menahan Mobil yang akan bekerja diwilayah itu karena akan menghambat kinerja perusahaan

“kalau bapak mengizinkan mobil perusahaan kami diberi izin untuk beroperasi besok karena jalan itu akses kami untuk bekerja, jika perusahaan tidak bisa bekerja siapa yang akan bertanggung jawab”ungkap Setyo

Namun dalam mediasi yang dijamu makan malam itu pihak warga Gunung Kemala tetap tidak mengizinkan apapun bentuk aktifitas perusahaan melewati jalan Pal 6 sebelum adanya perjanjian hitam diatas putih

“Besok kami tetap akan mengadakan aksi penutupan jalan, karena kami sudah bertahun-tahun memohon perbaikan jalan namun hingga kini tak ada respon yang bagus untuk kebaikan masyarakat gunung kemala” ungkap Sopian Ketua RW.02 yang merasa kesal.

Pertamina dulu dikelola oleh Negara Belanda berabad-abad tahun lamanya dan hingga kini telah dikuasai oleh warga negara sendiri namun sedikitnya dana CSR yang diberikan untuk kepentingan Ring 1 Kelurahan Gunung Kemala masih yang bisa dihitung dengan jari sambung Sopian

Dari hasil pertemuan itu pihak LKM GK dan warga akan tetap melakukan aksi besok pagi kamis 25 Januari 2018 di Simpang sumur GNK 05 Pal 6 wilayah Kelurahan Gunung Kemala sekitar pukul 07.00 Wib (SN01)
Share:

Puluhan Warga Gunung Kemala Datangi Polsek Prabumulih Barat

PRABUMULIH – Tuntutan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat untuk Perbaikan jalan Pal 6 area Sumur Pertamina GNK-05 masih belum menemui titik terang

Kali ini warga yang tergabung dalam Lembaga Komunikasi Masyarakat Gunung Kemala (LKM-GK), ketua RT,RW dan Ketua Karang Taruna Gunung Kemala menyambangi Kantor Kapolsek Prabumulih Barat, rabu malam (24/1/2018) sekitar pukul 20.30 Wib untuk menemui Kapolres Prabumulih guna melengkapi berkas aksi demo besok pagi

Koordinasi aksi, Solmidin mengatakan dihadapan Kapolres Prabumulih dirinya bersama seluruh perangkat Kelurahan RT dan RW akan tetap melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka yang menuntut agar Kedua perusahaan memperbaiki jalan Pal 6 dan tidak akan memperbolehkan kedua perusahaan beraktifitas dijalan yang mereka tuntut



KBO intel Ipda Budiono mengatakan tak melarang semua kegiatan yang akan dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Gunung Kemala namun ia menghimbau agar Koordinator aksi memenuhi semua adminitrasi di kantor Polres Prabumulih guna melengkapi Berkas aksi Demo besok.

“Agar aksi berjalan lancar semua berkas adminitrasi harus dilengkapi dan kami siap memberikan pendampingan”,ungkapnya

AKP Sofyan Afandi, SH selaku Kapolsek Prabumulih Barat yang hadir dalam mediasi itu menghimbau agar warga yang mengikuti aksi tidak melakukan kegiatan diluar jalur hukum yang ada

“himbauan untuk warga agar tidak melakukan aksi penahanan kendaraan perusahaan karena PT.Pertamina dan PT.GHEMMI adalah perusahaan yang juga menyumbang APBD yang bermanfaat untuk pembangunan wilayah Prabumulih”tukasnya

AKBP Andes Purwanti, SE.MM dalam sambutannya mengatakan akan memberikan jaminan keamanan bagi warganya yang akan melakukan aksi dan akan menindak tegas warga yang beraksi anarkis

“Kito mengizinkan Warga Gunung Kemala untuk menyampaikan Aspirasi walaupun besok sebenarnya kita ada acara Simulasi Demo di Lapangan Pemkot Prabumulih” tegasnya (SN01)
Share:

Nyambi Jual Sabu, Pasutri Digelandang Polisi

laporan : marsindo

 

PALI--Sepasang suami istri yang membuka warung kopi di jalan khusus batubara milik PT Energate Prima Indonesia (EPI) digelandang jajaran Polsek Penukal Abab, pada Rabu (24/1).Pasutri ini ditangkap karena di duga menjadi pengedar Narkoba jenis sabu-sabu kepada sopir angkutan batubara.

Pelaku dimaksud bernama Rohman alias Kajut (46) dan istrinya bernama Yana (40) beralamat di Dusun I Desa Prambatan kecamatan Abab,  Kabupaten PALI.

Berdasarkan keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa penangkapan pelaku atas dasar informasi dari masyarakat bahwa para pelaku yg merupakan pasangan suami istri yang membuka warung di jalan batubara PT. EPI  di Km 15 diduga menjual barang terlarang,Narkoba  jenis sabu-sabu kepada sopir-sopir batubara yang melintas di jalan tersebut.

"Kemudian atas informasi tersebut, dilakukan upaya lidik dan dari hasil lidik di peroleh kebenaran atas informasi itu. Selanjutnya kita lakukan upaya pengerbekan terhadap warung itu. Dan kedua pelaku berhasil diamankan berikut Barbuk berupa kristal putih yg diduga narkoba jenis sabu-sabu," ungkap Acep.

Barang bukti yang diamankan berupa, 4 (empat)  paket kecil kristal putih diduga narkoba jenis sabu-sabu,1 (satu)  paket besar kristal putih diduga narkoba jenis sabu-sabu, 2 (dua)  buah timbangan digital, 8 (delapan) buah pirex,3 (tiga) unit Handphone,2 ( dua) bal kantong plastik klip,7 (tujuh) buah jarun suntik,2 (dua)  buah sekop,uang tunai Rp. 398.000.- ( tiga ratus sembilan puluh delapan ribu rupiah), 1 (satu)  buah bong,1 (satu)  buah kaleng bekas rokok wadah/ tempat penyimpanan sabu-sabu.

"Saat ini Pasutri tersebut masih dalam pemeriksaan lebih dalam guna mengungkap bandar besarnya," terang Acep. (admin)
Share:

Pemkab PALI Kembali Lakukan Rotasi Pejabat

laporan :: marsindo

 

PALI--Sebanyak 16 pejabat di lingkungan Pemkab PALI kembali dirotasi. 16 pejabat tersebut terdiri atas pejabat eselon II, eselon III, dan eselon IV. Dan ada juga pejabat yang mengisi tempat yang kosong di lingkungan Pemkab PALI.

Untuk pejabat eselon II yang dirotasi yakni Raden M. Adil yang sebelumnya menjabat Kepala BPKAD menjadi Asisten II Bidang Perekonomian. Aria Dharmawan yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) kini menjadi staff ahli bupati bidang hukum. Muhklis Nabil yang menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini menjadi Staf Setda Kabupaten PALI. Irawan Sulaiman yang dulunya menjabat Kabag Humas Setda PALI kini menjadi Sekretaris Dinas Sosial. Sementara Sekretaris Dinsos sebelumnya yang dijabat M. Soleh Sumarwan menjadi Staf Setda.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Sekda kabupaten PALI H. Robby Kurniawan di  aula Pemkab PALI di jalan Merdeka km. 10 kelurahan Handayani Mulya, Selasa (23/1).

Sekda menjelaskan rotasi pejabat di lingkungan Pemkab PALI merupakan hal yang biasa di lingkungan kerja karena ini dilakukan berdasarkan asas evaluasi kinerja, asas dalam rangka promosi, dan asas dalam rangka roling jabatan.

"Hal yang biasa dalam sebuah lingkungan kerja. Mungkin orang itu tidak pas di jabatan yang lama, dan pas di jabatan yang baru," terang Robby.

Mantan Pjs. Bupati OKU Selatan itu juga menyebutkan bisa saja adanya rotasi jabatan tersebut disebabkan karena kinerja ASN.
"Bisa saja menyangkut kinerja ASN yang belum mencapai target sehingga bisa jadi pimpinan belum puas terhadap kinerja mereka (kepala opd, red) dan dievaluasi berdasarkan UU no 5 tahun 2014 dan PP 11," jelasnya.

Untuk itu, kepada pejabat yang baru dilantik Sekda berpesan untuk tidak hanya berdiam diri pasif dan hanya menerima. Tetapi harus membuat program yang jelas dan membangun daerah.

"Program-programnya jelas, jadi kepala OPD tidak hanya berdiam diri, jangan pasif dan hanya menerima, harus membangun sinergisitas dengan instansi dan pemprov Sumsel sambil mencari peluang untuk bisa membangun kabupaten PALI," tukasnya yang didampingi Yuhairudin, Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten PALI. (admin)
Share:

Polisi Gulung Tiga Pelaku Komplotan Curas



laporan : marsindo

PALI–Tim Elang Polsek Talang Ubi berhasil menggulung komplotan pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap korbannya benama Jailani (55) warga kota Prabumulih seorang pedagang telur ayam yang biasa memasok di wilayah Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terjadi empat hari lalu di jalan desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi,saat korban melintas menggunakan satu unit mobil di jalan tersebut.

Ketiga pelaku ditangkap pada Senin (22/1) sekitar pukul 17:00 WIB di Desa Babat Kecamatan Penukal yang masing-masing bernama Parista (26),SAN (17) dan AN (15),ketiganya warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi.

Dari keterangan resmi Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kasubag Humas Polres AKP Arsyad dan Kapolsek Talang Ubi, Kompol Suhardiman, bahwa kejadian perampokan tersebut bermula ketika korban bersama dengan temannya hendak menuju ke Desa Air Itam dengan mengendarai sebuah mobil pick up untuk berjualan telur ayam.

Setibanya di jalan umum Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi, tiba-tiba mobil korban di salip oleh dua sepeda motor yang di kendarai oleh empat orang pelaku,lalu mobil korban berhenti dan ke empat pelaku turun dari sepeda motor mendekat ke arah pintu samping kiri kanan korban, dan salah satu dari pelaku meminta uang kepada korban yang duduk di sebelah kiri sopir sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang ke arah korban.

Namun korban tidak mau memberikan uang,karena merasa kesal salah satu pelaku langsung menarik tas yang berisikan uang tunai sebesar Rp.6.000.000,- yang di selempangkan di badan korban.Setelah itu ke empat pelaku langsung pergi,sementara korban langsung melaporkan kejadian ke Polsek Talang Ubi.

“Berdasarkan laporan tersebut tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan,dan dari hasil penyelidikan di ketahui identitas pekaku,kemudian menelusuri keberadaannya. Dan pada hari selasa, informasi bahwa pelaku SAN sedang berada di Desa Babat Kecamatan Penukal,” terang Suhardiman.

Kemudian lanjut Kapolsek bahwa Tim elang di pimpin Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi,SH langsung menuju ke Desa Babat dan berkoordinasi dengan Polsek Penukal Abab.Setelah itu Tim Elang melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan pelaku.

“Selanjutnya di lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua orang pelaku lainnya,kemudian pelaku dan barang bukti di bawa ke Polsek Talang Ubi untuk pemeriksaan lebih lanjut,sementara satu pelaku lainnya, masih dalam pengejaran.Untuk barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku dan satu bilah senjata tajam,” pungkasnya.(admin)

Share:

Kids Jaman Now, Ini Dia Gaya Bupati Saat Diajak Selfi .

laporan : budi

 

PALI -- Gadget seperti smartphone kini bukanlah barang asing bagi masyarakat. Bahkan tidak sedikit anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah menggunakan smartphone. Entah sebagai alat komunikasi, maen game atau untuk mengabadikan kejadian penting.

Seperti saat wisuda santri TPA yang dilaksanakan di Gedung Orkes Pendopo, Minggu (21/1) lalu. Puluhan santri tampak memegang smartphone untuk mengabadikan momen spesial tersebut.

Saat Bupati PALI hendak meninggalkan tempat acara, para santri saling berjejal untuk berebut merekam video atau memotret bupati kebanggaan mereka. Biasanya hanya sekedar berebut salaman namun sekarang berebut untuk memotret. Tak kalah sama fotografer atau wartawan profesional.

Bahkan tidak jarang dari mereka mengajak Heri Amalindo untuk berfoto Selfie.

Tingkah santri yang rata rata masih duduk di kelas tiga sekolah dasar ini, sontak mengundang tawa para ibu-ibu wali santri yang hadir.
"Kids Jaman now, budak sekarang Idak takut lagi, bupati bae diajak nyo Selfie. Kalah emaknyo" kata salah satu ibu berbadan gemuk.

Meski kesusahan menyesuaikan tinggi badannya dengan tinggi badan santri, Heri Amalindo tampak tidak keberatan diajak ber Selfie. Ia tampak enjoy dan menikmati kepolosan tingkah anak-anak yang berdesakan berebut mengajak Selfie. Padahal kegiatan yang cukup menyita waktu tersebut menghambat pergerakan orang nomor satu di kabupaten PALI itu.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts