Forum Desa Persiapan Bakal Datangkan Rara Ke PALI

PALI--Pada pengukuhan Forum Pemerintah Desa Persiapan (FPDP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berjumlah 26 Desa berencana mendatangkan Rara,  kontestan Liga Dangdut asal kota Prabumulih yang diselenggarakan salahsatu televisi swasta yang saat ini tengah berjuang membawa nama provinsi Sumatera Selatan.

Hal itu dikatakan Dedi Handayani, ketua FPDP saat membentuk panitia pengukuhan forum tersebut.

"Kalau berkenan kami akan panggil Rara, karena pak Bupati menginginkan kontestan LIDA itu untuk tampil di acara tersebut," ujar Dedi, Kamis (29/3).

Saat ini, panitia pengukuhan FPDP diakui Dedi bahwa sedang berkomunikasi dengan manager Rara, apakah bisa datang ke PALI atau tidak.



"Sudah ada jawaban dari manager Rara bahwa belum pasti, pasalnya Rara saat ini masih di karantina. Namun kami masih jajaki ke manager Rara untuk memastikannya. Apabila siap datang, maka itu yang kami harapkan, tetapi kalau memang belum bisa, maka kami akan mencari penggantinya," jelas Dedi.

Untuk waktu pelaksanaan, dijelaskan Dedi sekitar tanggal 24 April 2018. Sebab,dari jadwal yang ditawarkan ajudan Bupati sekitar tanggal 20 sampai tanggal 24 April.

"Kami ingin pak Bupati hadir, makanya kami meminta jadwal beliau, tetapi kami berencana pelaksanaannya tanggal 24 april," tukas Dedi.

Untuk lokasi disebut Dedi telah disepakati di lapang bola kaki Desa Raja Kecamatan Tanah Abang.

"Sesuai kesepakatan bersama dan permintaan pak Bupati bahws lokasi di Kecamatan Tanah Abang, dan kami setuju di Desa Raja," tambah Dedi. (marsindo)
Share:

Musrenbang RKPD PALI, Targetkan Penurunan Angka Penduduk Miskin

PALI--Meski masih fokus pada pembangunan infrastruktur untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, namun masih tingginya angka penduduk miskin di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi prioritas Pemkab untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.

Pemerintah daerah kabupaten PALI memiliki target menurunkan angka kemiskinan dari 14,53 persen menjadi 10,3 persen di tahun 2019 mendatang. Hal itu disampaikan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) PALI Sahron Nazir di acara Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) PALI tahun anggaran 2019,di gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo, Kamis (29/3).

"Pertumbuhan ekonomi menunjukan peningkatan 6,81 persen. Namun angka kemiskinan masih tinggi mencapai 14,53 persen. Angka ini kita targetkan penurunannya hingga 10,3 persen tahun 2019," terang Sahron.

Kegiatan Musrenbang RKPD PALI tahun 2019 yang mengambil tema Pemerataan dan percepatan pembangunan dalam upaya peningkatan layanan dan pengembangan SDM, dihadiri dan dibuka Wabup PALI Ferdian Andreas Lacony dan dihadiri sejumlah kepala OPD serta kepala desa se-kabupaten PALI.

Untuk mengapai target penurunan angka penduduk miskin di Bumi Serepat Serasan, disuarakan Wabup perlu sinergitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Perlu kerjasama seluruh OPD, dan kepala OPD harus memiliki terobosan untuk membuat program baru dalam peningkatan ekonomi masyarakat serta meurunkan angka kemiskinan," saran Wabup.

Tingginya angka kemiskinan di PALI disebut Wabup salahsatu penyebabnya karena anjloknya harga getah karet. Karena 80 persen penduduk PALI bergantung pada hasil perkebunan karet.

"Untuk itu, kepala OPD harus memiliki pemikiran kreatif dalam membuat program. Serta salahsatu upaya menekan angka kemiskinan adalah mengkreasikan potensi lokal serta menyiapkan SDM yang siap bersaing," tukas Wabup. (marsindo)
Share:

Ratusan Polisi dari Mabes Polri Dukung Langsung Rara LIDA

JAKARTA – Dukungan kepada kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) Rara terus mengalir dari berbagai daerah, tak hanya warga Sumatera Selatan saja, dukungan terhadap Rara datang dari Jakarta dan Bogor yang datang langsung ke studio Indosiar dengan membawa spanduk bertuliskan Rara

Tak hanya itu saja, dukungan kepada Rara datang dari Mabes Polri, ratusan personil kepolisian Markas Besar (Mabes) Polri datang langsung ke studio untuk mendukung Rara

“Sekitar 240 anggota Polri beserta istri mereka datang ke studio dengan membawa spanduk bergambar Rara” ungkap Rusli Priadji selaku Pendamping Rara

Penampilan Rara yang selalu memukau para Juri dan penonton membuat para Fans “Raralopa” bersorak sorai mendukung dan menyemangati Rara

Saat dibincangi melalui aplikasi Whatsapp, Mas Tri yang mendapangi Rara mewakili Duta Dangdut Sumatera Selatan mengaku kaget dan merasa tak mengenal para fans Rara yang terus datang dari berbagai daerah

“tanpa dikomando mereka rame-rame datang ke studio, katanya mau mendukung rara” tambahnya

Rara yang tampil di grup empat bersaing dengan para kontestan yang mempunyai suara yang bagus dan berkarakter.(SN01)
Share:

Pemkot Prabumulih dan KKP Panen Ikan Bioflok Perdana

PRABUMULIH - Pemerintah Kota Prabumulih bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan panen perdana hasil pengembangan ikan lele sistem bioflok bantuan dari KKP yang diserahkan pada 14 Desember 2017 lalu.

Panen lele bioflok dilakukan di dua kelompok tani yakni Insan Sejahtera Pondok Pesantren Al Furqon Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) dan pokdakan air manau Kelurahan Sukaraja Kecamatan prabumulih Selatan Kota Prabumulih, Rabu (28/3).



Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), M Kowi mengatakan Pemkot Prabumulih akan terus berupaya untuk meningkatkan perikanan di Kota Prabumulih.

"Kita akan mencari dana bantuan dari berbagai sumber agar kegiatan perikanan di Kota Prabumulih terus berkembang dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP, Slamet Subjakto mengatakan kedatangannya ke Kota Prabumulih ialah untuk memenuhi janji di bulan Desember tahun lalu saat memberikan bantuan lele bioflok.

"Kita berjanji kalau dikerjakan dengan baik dan bisa panen, kami akan kembali kesini. Jadi kedatangan kami kesini adalah untuk memenuhi janji tersebut," ujar Slamet.



Dari tinjauan yang dilakukan di dua kelompok tani, kata Slamet, pengembangan ikan lele sistem bioflok di Kota Prabumulih berjalan dengan baik. "Ini merupakan satu bentuk penerimaan bantuan yang dikerjakan dengan sangat baik. Mesin pelet yang kita bantu bagus begitupun lele bioflok," ungkapnya.

Oleh karna itu, atas nama menteri KKP, Susi Pujiastuti, mengapresiasi dan mengucapkan rasa bangga terhadap masyarakat Kota Prabumulih yang dengan serius memanfaatkan bantuan yang telah diberikan.

"Inilah kebanggaan kami. Kepuasan kami itu, karena bantuan yang diberikan dijalankan dengan baik," terangnya.

Slamet berharap, kedepan kelompok tani yang mendapat bantuan dapat terus mengembangkan usahanya. "Harapan kedepan bantuan yang ada di kembangkan lagi, ditambah lagi lubang biofloknya dengan usaha sendiri," bebernya.

 



Slamet berjanji, apabila bantuan mesin pelet yang telah diberikan tersebut dapat memberi manfaat lebih bagi masyarakat dan dapat menekan kos produksi lele, ditahun selanjutnya KKP akan memberikan bantuan kembali.

"Kalau serius, in shaa Allah ditahun 2019 akan diberi bantuan lagi dan itu akan terus berlanjut," tuturnya.

Inspektur Jenderal (Irjen) KKP, Muhammad Yusuf menambahkan tujuan utama dari pemberian bantuan tersebut agar masyarakat Kota Prabumulih ada peningkatan dari segi kehidupan, keahlian dan pengetahuan.

"Sekarang kan susah cari kerja. Jadi kita bantu bioflok agar masyarakat sejahtera," tambahnya.



Selain melakukan tinjuan dan panen lele bioflok di dua kelompok tani di Kota Prabumulih, pada kesempatan tersebut juga KKP memberikan bantuan indukan ikan lele kepada 10 kelompok tani.(SN01)
Share:

Kejari PALI Bikin Jus Dari Narkoba, Ini Maksudnya..

PALI--Sabu-sabu seberat 62,28 gram dan 172 butir ekstasi dijadikan jus oleh Kejaksaan Negeri (Kejari)  Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihadapan Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, wakil Ketua DPRD PALI Darmadi Suhaimi, Kapores Muara Enim PALI AKBP After Juwono serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

 

Pembuatan jus dari Narkoba ini bukan untuk dikonsumsi maupun demo resep baru oleh aparat penegak hukum ini, melainkan dalam rangka pemusnahan Barang Bukti (BB) hasil tindak pidana umum sejak tahun 2016 sampai awal Januari 2018.

Selain Narkoba yang mendominasi pemusnahan BB tersebut,  juga ada senjata api rakitan jenis kecepek sebanyak 8 pucuk,laras pendek 12 pucuk berikut amunisi sebanyak 24 butir,Sanjata tajam sebanyak 17 bilah,kunci T 2 buah serta uang palsu pecahan 100.000 sebanyak 15 lembar, dan pecahan 50.000 ada 5 lembar serta alat dadu dan rekapan judi togel ikut juga dimusnahkan.

Yunitha Arifin SH.MH kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI menyebutkan bahwa BB tersebut berasal dari beberapa berkas tindak pidana umum masa 2016 sampai dengan tahun 2018 awal Januari.

"Dominannya sudah kita lihat,ada bermacam-macam,diataranya ada Narkoba sabu-sabu, ekstasi, ada uang palsu, senjata api rakitan dan Kunci T," ungkap Kajari.

Sementara itu, Wabup PALI berharap agar pihak penegak hukum dan pemerintah bisa terus bersinergi untuk memerangi angka kejahatan terutama peredaran narkoba.

Pemusnahan tersebut dikatakan Wabup  menunjukkan bahwa narkoba masih tinggi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, hal itu menjadi atensi bersama untuk melawannya.

"Peredaran narkoba yang semakin tinggi berarti akan mengancam sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, untuk itu harus kita perangi. Kalau narkoba kita biarkan maka akan merasuki anak-anak muda kita," ujar Wabup.

Wabup juga menghimbau agar peran masyarakat dalam memerangi narkoba harus aktif,jangan malah melindungi bandar-bandarnya.

"Dalam rangka memberantas peredaran narkoba, pemerintah desa yang secara langsung tahu perkembangan wilayahnya harus bisa mengayomi, menghimbau dan mengingatkan warganya untuk tidak mendukung apapun bentuk kejahatan terutama mengenai narkoba," harap Wabup. (red)
Share:

Setelah Dikukuhkan, BCAD PKS PALI Fokus Pada Tahun Pemenangan Pilkada, Pileg dan Pilpres

PALI--Sebanyak 25 Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikukuhkan dan dilounching oleh DPW PKS Sumsel.

Kegiatan tersebut dilaksanlan pada Minggu (25/3) lalu, di Ballroom Hotel Horison Ultima Palembang. Dihadiri Presiden PKS yang diwakili Sekjend DPP Ust Mistafa Kamal, SS, Ust Abdul Hakim Kaderisasi DPP, Anggota DPR RI KH. Moch Iqbal Romzie, Ketua Wilayah Dakwah Sumbagsel Ust Ghufron Aziz. Unsur DPW ada Ketum DPW ust Erza Saladin, ST, Sekjend DPW Irwan Irawadi SIP, dan unsur DPW lainnya.

"Acara ini juga dihadiri sekitar 2000 lebih  kader PKS se-sumsel. Acara itu juga bagian dari konsolidasi dan pengokohan struktur dan kader PKS se-sumsel dalam menyambut tahun pemenangan Pilkada Sumsel dan PILEG 2019," terang Kuyung Rizal, ketua DPD PKS Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (28/3).

Mengenai target perolehan kursi saat Pileg 2019 mendatang dikatakan Kuyung Rizal bahwa DPD PKS PALI tidak muluk-muluk dalam mengejar target.

"Kita cukup tiga kursi untuk satu fraksi adalah target realistis. Memang tidak mudah, namun kami jajaran struktur dan kader sudah meguatkan tekad untuk mencapainya," tekad Kuyung Rizal.

Adapun tim seleksi BCAD itu, diakui Kuyung Rizal bahwa tim tersebut sudah bekerja setahun lalu, sehingga BCAD yang ada memang hasil seleksi yang terbaik.

"Cukup panjang dalam menyeleksi, dan ada beberapa kali mengalami perubahan. Akan tetap ada evaluasi terkait penokohan dan pemenangan mereka terhadap PKS sampai DCT nanti," tambah Kuyung.

Untuk mencapai target, Kuyung Rizal memberikan arahan kepada seluruh kader serta BCAD agar fokus pada tahun pemenangan Pilkada, Pileg serta Pilpres 2019 mendatang.

Ditegaskan Kuyung Rizal bahwa PKS PALI akan siap mendukung program pemerintah Kabupaten PALI selama itu demi kemaslahatan masyarakat dan kemajuan kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan.

"Kami mengharapkan bantuan dan dukungan nyata dari masyarakat PALI agar dapat bersama PKS membawa Kabupaten ini menjadi lebih baik. kami juga siap bersinergi dengan Pemda PALI," harap ketua DPD PKS PALI. (red)
Share:

Welcome Kapolres Baru, Pertamina Pendopo Siap Dukung Kepolisian

PALI--Heri Aminanto, Field Manager (FM) PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field menyambut kedatangan Kapolres Muara Enim dan PALI baru yakni AKBP After Juwono SH.SIK.MH yang menggantikan Kapolres lama AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP saat acara pisah sambut di gedung Arsendora, Selasa malam (27/3).

"Kami berharap dengan kepada Kapolres baru lebih meningkatkan lagi keamanan di wilayah Kabupaten PALI untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Serepat Serasan," harap Heri Aminanto.

Pihak Pertamina Pendopo juga menyatakan dukungan kepada kepolisian agar tercipta rasa aman agar aktivitas masyarakat lancar serta operasional perusahaan tidak mengalami hambatan. 

"Apabila daerah kita aman maka investasi lancar dan pastinya  mengundang banyak investor datang untuk  menanamkan modalnya di Kabupaten PALI khususnya," tukas Heri Aminanto.

Pada acara pisah sambut tersebut, selain FM Pertamina Pendopo, hadir juga orang nomor satu di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),Heri Amalindo, sejumlah anggota DPRD PALI, Kapolres baru dan lama serta sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkugan Pemkab PALI.

Saat sambutan, Kapolres baru AKBP After Juwono meminta dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten PALI dalam menjalankan tugasnya untuk lebih meningkatkan pengamanan di Bumi Serepat Serasan dan Kabupaten Muara Enim.

"Beberapa hari lalu kami sudah lakukan serah terima jabatan di Kabupaten Muara Enim, dan kali ini pisah sambut. Kami bekerja tidak bisa sendirian, melainkan perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan rasa aman serta dalam menegakan hukum di PALI dan Muara Enim," ucap Kapolres. (marsindo)
Share:

Program KAT Bakal Tembus Wilayah Terpencil

PALI--Kementrian sosial akan melakukan Pemberdayaan masyarakat terpencil yang belum tersentuh pembangunan melalui program  KAT (Komunitas Adat Terpencil ) oleh Kementerian Sosial dengan Dinas sosial Kabupaten PALI dengan program KAT ini di harapkan masyarakat terasing dan terpencil di PALI dapat tersentuh pembangunan , demikian yang di sampaikan Harapan Lumban Gaol direktur pemberdayaan masyarakat terpencil Kementrian sosial dalam Sosialisasi KAT di aula kantor Bupati PALI KM 10 , Selasa (27/3).

 

Masih menurut Harapan Lumban Gaol untuk tahap pertama pihaknya bersama Dinsos PALI akan mendata masyarakat terpencil dan terisolasi yang ada di PALI untuk di masukan dalam progam KAT dan program KAT ini akan melibatkan akademisi maupun pihak universitas untuk menentukan  masyarakat mana yang termasuk dalam program KAT.

Diungkapkan Harapan Lumban Gaol kesenjangan dimaksud salah satunya dialami oleh Komunitas Adat Terpencil (KAT) atau yang sebelumnya dikenal sebagai Suku Terasing dan Masyarakat Terasing. Permasalahan yang dialami warga KAT melekat dan identik dengan kriteria atau karakteristik KAT, bersifat kompleks dan multidimensional sehingga perlu upaya pemberdayaan secara komprehensif, holistik, terintegral, dan melembaga (berkesinambungan) baik oleh pemerintah, dunia usaha dan komponen masyarakat sipil.

 

Sementara itu kepala dinas sosial Kabupaten PALI Irawan Sulaiman usai acara tersebut mengungkapkan saat ini masih terditeksi keberadaan masyarakat terpencil di Kabupaten PALI seperti Talang Sibetung yang ada di Penukal yang saat ini terdata di Dinsos PALI  lebih kurang 30 kepala keluarga dan tidak tertutup kemungkinan masyarakat suku terasing lainya seperti ada laporan tentang keberadaan suku anak dalam di kawasan Semangus

 

"Semuanya nanti akan kita upayakan untuk di berdayakan agar dapat menimati pembangunan yang digalakan pemerintah Kabupaten PALI sebagaimana arahan Bupati Heri amalindo agar semua masyarakat di PALI dapat menikmati pembangunan ini." ucap Irawan.

 

Upaya pertama nantinya dikatakan  kepala Dinsos akan bekerja sama dengan dinsos Provinsi Sumatera Selatan dan pihak universitas akan menetukan karakteristik masyarakat yang menjadi sasaran program KAT  kementrian sosial setelah  itu pemebrdayaan yang di maksud bisa penyediaan pemukiman dan kebutuhan hidup lainya  yang telah di  siapkan Kemsos RI dalam program KAT tersebut. (msd)
Share:

DPRD PALI Gelar Paripurna Bahas LKPJ Bupati

PALI-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar rapat paripurna dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati PALI tahun anggaran 2017,Selasa (27/3).

Rapat paripurna tersebut dihadiri 14 anggota dewan dari 25 anggota yang ada dan dipimpin langsung ketua DPRD PALI Drs H. Soemarjono.

Agenda paripurna tersebut adalah pengesahan jadwal rapat paripurna LKPJ Bupati PALI serta penyampaian nota LKPJ oleh Bupati PALI.

Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM menerangkan laporannya dihadapan forum bahwa LKPJ disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) tahun 2016-2021, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),kebijakan umum APBD, prioritas plafon anggaran dan Perda nomor 5 tahun 2017 tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah PALI tahun anggaran 2017.

"Sesuai RPJMD bahwa visi PALI Serasi Nia,untuk mewujudkan itu kami mempunyai misi yang diemban yakni memperkuat sarana dan prasarana ekonomi rakyat berbasis sumber daya dan kearifan lokal yang mandiri," terang Bupati.

Selain itu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan dan pelayanan industri hilir dikatakan Bupati merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam melaksanakan misi dalam mewujudkan visi PALI Serasi Nia.

Disamping itu ada juga meningkatkan pemerataan pembangunan berkesinambungan,mewujudkan tata pemerintahan yang jujur dan bersih, serta profesional juga demokratis. Serta membangun sumber daya insani yang berkualitas.

"Pada prinsipnya ada peningkatan ekonomi masyarakat di kabupaten PALI tahun 2017, namun masih masih tinggi angka kemiskinan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan untuk tahun-tahun kedepan agar visi PALI Serasi Nia bisa segera terwujud," ucap Bupati.

Rapat diskor sampai tanggal 9 april untuk mendengarkan pandangan fraksi-fraksi dewan,setelah itu Bupati menyerahkan nota LKPJ ke pimpinan Dewan. (SN/Adv)
Share:

KPU PALI Bakal Digugat Kader PPP

foto::net

PALI-- Lantaran telah mengeluarkan rekomendasi atas nama Suyitno sebagai calon kuat menggantikan Aka Cholik Darlin dari kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI sebagai tindak lanjut telah diajukannya Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh pimpinan DPRD PALI terhadap Aka Cholik, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) PALI diprotes keras oleh Syamsiar ST, salahsatu kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Karena menurut Syamsiar bahwa KPUD PALI telah keliru mengeluarkan rekomendasi atas nama Suyitno, sebab sesuai peraturan bahwa apabila ada anggota dewan diberhentikan, maka yang berhak menggantikan adalah calon legislatif yang memperoleh suara terbanyak dibawah anggota dewan yang diberhentikan.

Bukti protes telah dilayangkan Syamsiar ke KPUD PALI sejak tanggal 19 Maret 2018,dan apabila surat sangahan dari Syamsiar tidak diindahkan, maka dirinya mengancam akan membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum atau melaporkannya ke Dewan Kehormatan Pengawas Pemilihan Umum.

"Keputusan itu merupakan Inkonstitusional, karena tidak berdasar. Sebab yang berhak menggantikan Aka Cholik adalah saya yang memperoleh suara sebanyak 1.039 suara, sedangkan Suyitno hanya memperoleh 573 suara," ungkap Syamsiar, kepada media ini, Senin (26/3).

Sebenarnya  diakui Syamsiar bahwa di bawah Aka Cholik adalah Jon Nedi yang memperoleh suara sebanyak 1.297 suara, tetapi karena Jon Nedi talah mengundurkan diri dari calon legislatif periode 2014-2019,maka selanjutnya yang berhak menggantikan adalah Syamsiar.

"Sampai detik ini saya masih kader PPP dengan nomor KTA 12.09.03.10.0000006,dan saya tidak pernah mengundurkan diri sebagai calon legislatif tahun 2014-2019,serta tidak pernah ada keputusan pengadilan atau instansi yang berwenang yang menggugurkan saya dari pencalonan legislatif periode 2014-2019," tukasnya.

Terkait ada tuduhan bahwa dirinya ikut pada PPP Djan Faridz, Syamsiar membantah bahwa dirinya ikut PPP yang diakui pemerintah.

"Saya tidak pernah ikut-ikutan berkonflik, saya ikut yang diakui pemerintah,yakni pimpinan Romahurmuziy," tandasnya.

Sementara itu H.Hasyim ketua KPUD PALI membenarkan adanya surat dari Syamsiar, tetapi surat tersebut bukan merupakan gugatan melainkan menanyakan.

Ketua KPUD PALI membantah bahwa yang mengeluarkan nama PAW adalah dari partai bersangkutan, KPU hanya mengeluarkan rekomendasi setelah beberapa kali berkonsultasi dengan pimpinan Parpol di DPP.

"Jadi kalau mau klasifikasi, seharusnya menanyakan ke internal PPP. Kami mengeluarkan rekomendasi sesuai fakta dan kami tidak hanya menerima SK pemberhentian saudara Syamsiar tetapi kami bawa juga ke DPP menanyakan SK tersebut," kata H.Hasyim.

Nantinya ditambahkan H.Hasyim bahwa apakah surat dari Syamsiar akan dijawab atau tidak masih menunggu hasil rapat komisioner.

"Kami hanya meneruskan permintaan dari DPRD dan Parpol bersangkutan serta berdasarkan fakta-fakta legal di KPU. Jadi bukan kami yang menentukan nama-nama PAW," terang H. Hasyim.(red)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts