Terlibat Pungli, Remaja Tanjung Rambang Diamankan Petugas

PRABUMULIH – Kasus pungutan liar masih marak dijalanan Kota Prabumulih yang akhir-akhir ini menjadi perhatian oleh pihak kepolisian Polres Prabumulih

Para pelaku pungli yang beraksi dijalan yang rawan seperti persimpangan, perlintasan rel kereta api bahkan tempat pemukiman warga yang dianggap strategis untuk melakukan aksi

Kejadian yang disaksikan oleh anggota Polres Prabumulih beberapa hari yang lalu itu terlihat seorang remaja berpura-pura mengatur lalu lintas layaknya petugas satlantas dan meminta uang kepada pengguna jalan yang melintas jum’at (18/5/18)

JN (16) Warga Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah terpaksa diringkus oleh Petugas Polsek RKT karena kedapatan melakukan Pungutan liar (pungli) dijalan perlintasan K.A

Penangkapan dilakukan team opsnal Polsek RKT yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Aiptu Darmawan, SH sekitar pukul 23.00 wib saat sedang melakukan patroli hunting di sekitaran rel K.A Tanjung Rambang

Saat diamankan petugas menggeledah terduga pelaku pungli dan ditemukan uang pecahan Rp.2000 yang jumlahnya mencapai Rp.30.000 yang diduga hasil pungli saat beraksi

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk, SIK, MH melalui Kapolsek Rambang Kapak Tengah (RKT) Iptu Vedria Sukri membenarkan telah terjadi penangkapan pelaku pungli dan saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan (bio/sn01)
Share:

Harumkan Kota Prabumulih, Pemkot Beri Rara LIDA Hadiah Sepeda Motor

PRABUMULIH - Tiara Ramadhani atau Rara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) pulang ke kampung halamannya, Kota Prabumulih. Ia tiba sekitar pukul 08.30 wib dan disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi, Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo beserta anggota DPRD lainnya dan Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk di Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih.

Kedatangan dara 16 tahun ini disambut meriah masyarakat dan Ralova yang telah hadir sejak pagi hari. Dalam acara tersebut secara simbolis Walikota Prabumulih memberikan hadiah berupa satu unit sepeda motor untuk Ibunda Rara, Tapyati.



"semalam saya berfikir mau kasih apa ya. Soalnya pak Gubernur sudah kasih banyak hadiah. Barulah saya terpikir untuk memberikan hadiah motor untuk ibu Rara, lalu saya kinta kepala BKD secepatnya membeli motor," terang Richard, Jumat (18/5).

Richard berharap hadiah yang diberikan oleh Pemerintah Kota Prabumulih dapat bermanfaat bagi keluarga Rara. "jangan lihat dari nilainya. Tapi inilah bentuk apresiasi kami," ungkapnya.

Richard menyebutkan Rara putri terbaik yang dimiliki oleh Kota Prabumulih, Sumatera Selatan dan Indonesia. Bahkan, Richard menegaskan juara LIDA sebenarnya adalah Rara. "itu diakui seluruh negeri," tegasnya.



Menurut Richard, ia berani mengatakan hal itu lantaran kualitas Rara dalam bernyanyi sudah mendapat pengakuan dari sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Kenapa saya berani bicara seperti itu? Saya punya teman di seluruh Indonesia. Semua menghubungi saya, vocal yang sangat bagus itu ada di Rara tetapi karena SMS yang tumburan jadi terhambat sehingga Rara jadi terbaik bagi kita semua," ujarnya.

Dikatakan Richard, Rara memiliki segudang talenta musikalitas. Bukan hanya dalam bernyanyi lagu dangdut saja tapi semua jenis lagu pun dikuasainya.

Hal senada diungkapkan Ekin Gabriel, GM Programming Indosiar. Menurutnya, Rara bukan juara 2, melainkan juara 1 di hati masyarakat Kota Prabumulih, Sumsel dan Indonesia.



"betul kata pak Walikota tadi, Rara memiliki banyak kemampuan. Dangdut, pop. Bahkan lagunya bersama Fildan kemarin tembus sampai 1 juta penonton," ujarnya.

Ekin meminta agar masyarakat Sumatera Selatan khususnya Kota Prabumulih tetap semangat dan mendukung Rara. Rara sendiri nantinya akan menjadi wakil Indonesia dalam Liga Dangdut Asia.

"ini bukan aset Prabumulih saja. Mohon maaf, tapi Rara adalah aset Indonesia. Mohon dukungannya agar Rara bisa berkarya, berkarir dan membanggakan Indonesia," terangnya.

Ekin juga berharap dengan adanya Rara di LIDA, akan ada Rara Rara lagi yang muncul di kota Prabumulih. "akan ada audisi di bulan oktober. Kami berharap pemuda pemudi bakat terbaik bisa tampil," tambahnya.



Sementara dihadapan masyarakat dan para pendukungnya, Rara mengucapkan terimakasih atas dukungan seluruh masyarakat Kota Prabumulih yang telah memberikan dukungan SMS dan juga Doa.

"maaf Rara belum bisa memberikan yang terbaik. Rara hanya dapat juara 2," Ujar Rara.

Dukungan morilpun diberikan Polres prabumulih. Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk mengatakan jika anggotanya merupakan pendukung Rara dan siap untuk kembali memberikan dukungan penuh dara cantik itu di ajang liga dangdut Asia mendatang.

"kalau Rara mau tampil, anggota saya minta izin agar bisa pulang cepat. Mereka adalah pendukung Rara semua. Polres Prabumulih siap mendukung Rara di liga dangdut Asia nanti," tutur Tito.



Dalam kegiatan tersebut, Rara menghibur masyarakat dan pendukung yang hadir dengan menyanyikan tiga buah lagu, yakni lagu "Egois" yang dipopulerkan Lesti, "Biar Merana" yang dipopulerkan Rita Sugiarto dan lagu daerah Kota Prabumulih, "Seinggok Sepemunyian".

Usai acara, Rara kemudian diarak keliling Kota. Dari pantauan, kedatangan Rara disambut antusias masyarakat Kota Prabumulih. Bahkan sejumlah masyarakat yang tengah bekerja, berlarian mengetahui iring-iringan kendaraan yang mengarak Rara melintas.(SN/Adv)
Share:

Polisi Berhasil Gulung Begal Motor Terhadap Guru SD di PALI

PALI -- Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil meringkus dua dari tiga pelaku pembegalan terhadap dua orang guru SDN 07 Penukal Utara pada Rabu (9/5) lalu, saat kedua tenaga pengajar tersebut hendak menuju Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berboncengan  mengendarai sepeda motor.

Kedua pelaku tersebut masing-masing bernama Denis (21) warga Desa Sungai Langan Kecamatan Penukal dan Amat (19) warga Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Kedua pelaku ditangkap di Talang Kukui Desa Sungai Langan pada Selasa (15/5).

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan korban bernama Ernawati seorang guru PNS yang mengajar di SDN 07 Penukal Utara dengan bukti LP/B/75/V/2018/Sumsel/Res.ME/Sek.P.Abab, tanggal 9 Mei 2018, tentang CURAS Menggunakan senpi PSL 365 KUHP.

Menurut Acep, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan Dusun Talang Nagka Desa Mangkunegara, kejadiannya pada Rabu (9/5) sekira pukul 10.30 WIB. Dimana saat kejadian korban dibuntuti oleh tiga orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor.

"Korban yang berboncengan dengan saksi hendak ke Desa Babat, namun saat dalam perjalanan dari Desa Lubuk Tampui Penukal Utara, tepatnya di TKP yang memang lokasinya sepi, tiba-tiba  datang dari arah belakang motor pelaku kemudian mendekati motor korban dari samping dan langsung memberhentikan motor korban dari depan dengan cara menghadang motor korban," ungkap Acep, Kamis (17/5).

Korban ketakutan,karena dikatakan Acep bahwa kedua pelaku ketika korban menghentikan motornya, turun dari motor yang dikendarainya dan salah satu pelaku mengeluarkan sejenis senjata api sambil menodongkan dengan cara mengancam akan menembak apabila tidak menyerahkan motor dan tas korban.

"Kemudian kedua korban tersebut merasa terancam dan ketakutan sehingga menyerahkan sepeda motor dan tas miliknya. Dengan adanya kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp.7.000.000,- sehingga melaporkan kejadian itu ke kantor Polsek Penukal Abab," terangnya.

Setelah menerima LP dan olah TKP, dijelaskan Aceo, jajarannya kemudian melakukan penyelidikan. Dan pada Selasa (15/5) pihaknya menerima informasi akan keberadaan pekaku.

Selanjutnya seluruh anggota berangkat untuk melakukan penangkapan. Saat ditangkap, kedua pelaku tidak melakukan perlawanan dan ditemukan 2 (dua) senpira milik kedua pelaku dan uang Rp. 60.000 sisa dari hasil penjualan sepeda motor milik korban tersebut.

"Kedua pelaku berikut BB dibawa ke Polsek Penukal Abab guna proses hukum lebih lanjut," tukasnya

Adapun barang bukti yang dibawa berupa satu lembar STNK Asli sepeda motor milik korban, satu pucuk senjata api rakitan laras pendek beserta 1 (satu) amunisi, satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, Uang sejumlah Rp. 60.000,- (sisa hasil penjualan sepeda motor korban) dan motor milik korban.

"Saat ini kedua pelaku masih kita periksa guna pengembangan dan melacak dimana keberadaan satu pelaku lainnya. Pelaku kita kenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya. (red)
Share:

Percepat Pemerintahan, Pj Walikota Prabumulih Lantik 68 Pejabat Esselon




PRABUMULIH - Sebanyak 68 orang pejabat struktural esselon II, III dan IV dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih dilantik oleh Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi, Rabu (16/5).

Acara yang digelar di Gedung Kesenian Rumah Dinas Walikota Prabumulih itu melantik 14 orang pejabat esselon II, 33 orang pejabat esselon III dan 21 orang pejabat esselon 4.








Pj Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi mengatakan, pelantikan tersebut merupakan salah satu langkah untuk percepatan pemerintahan yang lebih baik.Salah satunya agar lebih tertib dalam urusan administrasi dan berkonsolidasi dengan asisten yang membidangi.

Mengingat, selama ini banyak yang ingin beraudinesi dan memasukan surat tapi tidak tahu arah dan tujuannya sehingga surat sering tidak ditemukan dimana keberadaannya.

"selama 3 bulan menjabat sebagai Pjs Walikota Prabumulih hal ini masih terus dilakukan. Makanya dilakukan rolling untuk penyegaran," ujarnya.









Richard berharap kegiatan sekretariat dibawah Sekretaris daerah (Sekda). Sementara, seluruh proses administrasi yang berkaitan dengan administrasi kegiatan di pemkot prabumulih dibawah asisten I, II dan III.

"saya ingin lebih tertata, terarah dan tertuju kepada yang benar-benar membidangi daripada administrasi yang masuk dipemkot prabumulih,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada Kepala Dinas Pariwisata dan pemuda Olaharaga untuk menyiapkan seluruh fasilitas, sarana dan prasarana dalam rangka menghadapi pekan olahraga provinsi (porprov) 2019 dimana kota prabumulih ditunjuk sebagai tuan rumah.









"Saya ingin dipercepatkan, dikoordinasikan apa-apa yang perlu dipersiapkan sebagai tuan rumah. Jangan sampai event tersebut yang seharusnya kita selaku pelaksana dipindahkan kekabupaten lain atau kabupaten tetangga yang dianggap mampu atau siap," terangnya.

Lebih lanjut Richard meminta, kepada seluruh OPD untuk lebih meningkatkan konsolidasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi.

"Saya ingin koordinasi ke provinsi lebih nyambung dan saya tak ingin mendengar ada kemacetan dalam berobat gratis dan tidak ada kesiapan uang untuk membayar," tuturnya.







 Masih kata Pj Wako, pejabat juga harus terjun langsung kelapangan supaya mengetahui secara detail apa persoalan yang terjadi.

"Saya ingin orang yang saya percaya dapat berinovasi dan mampu melayani masyarakat," tambahnya.(SN/Adv)

Share:

Jalan Penghubung Pali Mulai Ramai, Warga Gunung Kemala Desak Pemerintah Prabumulih Buat Rambu Lalin

PRABUMULIH – Jalan lintas Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pali dengan Kota Prabumulih sangat berdampak terhadap kemudahan akses jalan antara keduanya, belum lama ini jalan penghubung yang sampai saat ini belum diresmikan itu sudah digunakan oleh warga

Namun kemudahan akses jalan tersebut tak semuanya disambut baik oleh sebagian warga Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih

Umar Junet, warga Rt.02 Rw.03 Gunung Kemala yang mengeluh dengan kendaraan dari Kabupaten Pali yang melaju dengan cepat di area pemukiman padat penduduk

“akhir-akhir ini kendaraan dari Pali sering melaju cepat dipemukiman warga, disini jadi sering ada yang kecelakaan” ungkapnya kesal

Dari laporan warga yang mengeluhkan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas diwilayah Kelurahan Gunung Kemala, Masyarakat dan Lurah didampingi Bhabinkamtibmas membagikan selembaran kertas yang berisikan himbauan bagi setiap pengendara, senin (14/5/18)



Bripka Pardono, selaku Bhabinkamtibmas Kekurahan Gunung Kemala mengatakan jalan yang dilalui sangat kecil sedangkan volume kendaraan yang melewati jalan sangat banyak bahkan sering melaju dengan kecepatan tinggi, hal ini akan mengakibatkan kecelakaan

“Mohon kurangi kecepatan di daerah pemukiman padat penduduk, hormati pengguna jalan lainnya” Ungkap Pardono saat memberikan himbauan kepada pengendara

Dari pantauan media ini jalan penghung Pali dengan Prabumulih yang melewati Kelurahan Payuputat dan Gunung Kemala itu belum diresmikan oleh Pemerintah namun sudah digunakan oleh sebagian warga

Sumarden, SKM lurah Gunung Kemala juga mengatakan sudah meminta kepada Pemerintah Kota Prabumulih untuk dipasang rambu-rambu lalu lintas dan memasang penghambat kendaraan (Polisi tidur) guna mengurangi kecepatan kendaraan

“Kita harap pemerintah memberikan solusi agar masyarakat kita aman menggunakan jalan ini, sebab jalan ini tidak cocok untuk jalan lintas provinsi karena ukurannya yang sangat kecil” harapnya (sn01)
Share:

Maling Perabot Rumah Warga, Tiga Pemuda Diamankan Petugas

PRABUMULIH – Tiga pemuda pembobol rumah warga diringkus petugas kepolisian Sektor Prabumulih Barat yakni Beri Agustian (22), Wahyu Akbar Ramdhan (19) dan Eko Pandu (23) ketiganya merupakan warga Perumnas Bukit Patih Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, minggu (23/5/18)

Ketiga pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) menggasak perabotan dan alat dapur di tiga tempat yang berbeda.

Kejadian berawal sekitar pukul 02.00 Wib terjadi tindak pidana pencurian di Perumnas Bukit Patih Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat salah satunya adalah Supriyadi yang rumahnya dibobol komplotan maling

Dengan dasar laporan LP/ B / 32 /V / Pbm brt. Tgl 13-05-2018. An. Supriyadi Petugas Polsek Prabumulih Barat yang di Back Up team Opsnal Polres Prabumulih melakukan pengejaran

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari masyarakat petugas mengetahui salah satu identitas pelaku pencurian, sekitar pukul 11.00 Wib Wahyu dan Bery berhasil diamankan dirumahnya

Saat dilakukaan introgasi pelaku mengaku ad dua temannya yang ikut dalam aksinya, yakni DD masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk, SIK, MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Sofyan Affandi, SH mengatakan telah terjadi penangkapan terhadap pelaku Curat

“Komplotan pencuri ini berhasil menbobol 3 unit rumah di Prunas Bukit Patih dan mengambil semua barang berharga seperti Laptop, Blander, Kipas Angin dan lainnya” ungkapnya

Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian yang ditafsir sekitar Rp.1 juta sampai dengan Rp.5 Juta. Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres untuk dilakukan penyelidikan (bio/sn01)
Share:

Sering Pasok Inex Saat Hiburan OT, Bambang Kena Batunya

PALI-- Bambang Irawan (48) warga Desa Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), seorang pria yang dicurigai sebagai pemasok pil ekstasi ketika ada gelaran Orgen Tunggal (OT), tak bisa lagi berkutik saat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Muara Enim menyergap pria yang keseharianya berprofesi sebagai pedagang itu. Karena dari tangannya, polisi mendapati 50 butir narkoba jenis ekstasi dengan berat bruto 14,82 gram.

 

Tersangka Bambang kemudian digelandang ke Polres Muara Enim beserta barang buktinya untuk kemudian diperiksa polisi demi pengembangan.

 

"Kami tangkap tersangka berkat laporan masyarakat bahwa tersangka ini sering masok pil ekstasi ketika ada hiburan orgen tunggal," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono, melalui Kasat Narkoba AKP Ahmad Darmawan.

 

Tersangka kini mendekam di sel tahanan Satresnarkoba Mapolres Muara Enim, dan ancaman kurungan penjara menanti pria tersebut.

 

"Kita masih dalami kasus ini untuk mengungkap siapa bandar besarnya," tandas Kasatresnarkoba itu. (red)
Share:

Ajak Pemilih Jangan Golput, KPUD PALI Gunakan Acara Forum Warga

PALI-- Demi mengajak warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang telah berhak untuk menjadi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan yang bakal digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 27 Juni 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) PALI terus lakukan sosialisasi diberbagai kesempatan.

Dari kegiatan mendatangi sekolah-sekolah untuk menggaet pemilih pemula yang dinamakan kegiatan Goes to School sampai memanfaatkan forum warga agar saat Pilgub digelar, partisipasi pemilih tinggi.

Seperti terlihat pada Jumat sore (11/5), KPUD PALI melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga di Masjid Jami, Komplek Pertamina Pendopo, saat ibu-ibu pengajian melalukan kegiatan rutinnya.

Dijelaskan H. Hasyim ketua KPUD PALI melalui Adella Rosita, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga dilaksanakan dengan menggunakan dua metode,yaitu menemui langsung pemilih dari pintu ke pintu dan memanfaatkan forum warga. Metode menemui langsung pemilih dari pintu ke pintu dengan memanfaatkan anggota Pantarlih saat melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih, dan anggota KPPS saat membagikan surat pemberitahuan untuk memilih ke TPS atau formulir C6.

Sedangkan metode forum warga dilakukan dengan cara menumpang pada kegiatan-kegiatan forum warga, seperti forum Dasa Wisma, kegiatan Posyandu, acara PKK dan forum-forum lainnya tingkat RT/RW, Desa/Kelurahaan atau Kecamatan.

Forum warga adalah forum pertemuan warga dari tingkat RT sampai tingkat terbesar yakni tingkat kecamatan. Pertemuan warga banyak jenisnya, mulai dari rembuk warga, acara keagamaan, kebudayaan /adat, kesenian, dan lain sebagainya. KPU provinsi dan Kabupaten perlu mengidentifikasi bentuk forum warga dan jadwal kegiatan di daerahnya  masing-masing dengan pengurus forum warga untuk menggunakan forum warga tersebut sebagai ruang untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih.


"Atas dasar itu, kami lakukan sosialisasi dengan cara menumpang kegiatan pengajian rutin di Masjid," terang Adella.

Karena memanfaatkan kegiatan forum masyarakat, dikatakan Adella sangat efektif, mengingat dikegiatan tersebut adalah momen warga berkumpul.

"Contohnya pada kegiatan kali ini, ibu-ibu ramai datang ke acara pengajian. Dan kebetulan juga ada kegiatan bagi-bagi paket Sembako dari Majelis Ta'lim pengajian Anisa untuk warga sekitar yang membutuhkan dalam menyambut bulan Puasa, jadi acaranya ramai. Disitulah kita menumpang kegiatan dengan mengajak masyarakat agar datang ke TPS untuk tidak Golput," tukasnya.

KPUD PALI ditambahkan Adella bakal terus melakukan sosialisasi serupa agar tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub Sumsel di Kabupaten PALI tinggi.

"Akan terus dilakukan baik itu Goes to School atau memanfaatkan forum warga, agar gelaran Pilgub bisa sukses," pungkasnya. (red)
Share:

Duka Mendalam Dirasakan Rekan Dekat Sang Legenda Sepakbola

PALI-- Duka mendalam dirasakan anak didik, rekan dan orang dekat sang legenda sepakbola Indonesia, yakni Zulkarnain Lubis, yang tutup usia di Rumah Sakit (RS) Pertamina Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat pagi (11/5) sekitar pukul 07:30 WIB karena diduga akibat serangan jantung.

Sebab, sebelumnya Zulkarnain Lubis yang dahulu dijuluki Maradonanya Indonesia itu tidak pernah mengeluh sakit maupun terlihat lelah. Bahkan Kamis sore kemarin (10/5) masih sempat melatih pemain sepakbola Kabupaten PALI di lapangan Gelora komplek Pertamina Pendopo.

"Kami tidak menyangka Bang Zul (Zulkarnain Lubis) harus meninggalkan kami selamanya, padahal kemarin kami masih latihan bersama. Bahkan tadi malam pun kami masih ngobrol-ngobrol," ungkap Darmawi, kepala Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten PALI, Jumat (11/5).

Diakui Darmawi bahwa Zulkarnain Lubis telah dikontrak PSSI Kabupaten PALI sejak 2015 lalu.

"Hanya 2016 Bang Zul tidak diperpanjang kontrak, tetapi pada 2017 dan tahun 2018 ini, kontrak beliau disambung kembali in mempersiapkan Porprov Sumsel selanjutnya," tukasnya.

Sementara itu, Budi, salahsatu rekan sang legenda sepakbola Indonesia menyebutkan bahwa Zulkarnain Lubis sebelum meninggal berencana pergi ke Palembang. Tetapi membatalkannya karena mengeluh sakit dada.

Kemudian, Almarhum Zulkarnain Lubis memanggil Budi, yang juga satu mes dengan Almarhum.

"Beliau (Zulkarnain Lubis) sempat naik travel untuk berangkat ke Palembang, namun turun kembali dan menguntungkan niatnya. Setelah itu, Beliau memanggil saya dan meminta tolong untuk dibawa ke Rumah sakit," terang Budi.

Dijelaskan Budi, saat diperjalanan ke Rumah Sakit, Almarhum mengalami kejang-kejang. Dan sesampainya ke ruang UGD, sang legenda sepakbola sudah meninggal.

"Kemungkinan Beliau meninggal ditengah perjalanan. Dan dari keterangan dokter, bahwa dugaan meninggalnya almarhum karena serangan jantung," jelas Budi.

Kemudian, jenazah Zulkarnain Lubis disemayamkan di mes KONI, di Talang Tumbur, Kelurahan Talang Ubi Barat.

"Setelah dihubungi pihak keluarganya, jenasah Bang Zul dibawa ke tanah kelahirannya  di Binjai Sumut," ujarnya.

Zulkarnain adalah salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia di era 1980-an. Berjuluk Maradona Indonesia, Zulkarnaen mampu mencatatkan berbagai prestasi bersama klub maupun Timnas Indonesia.

Kramayudha Tiga Berlian pernah merasakan magis Zulkarnaen. Kehadirannya di Kramayudha pada era 1985 hingga 1989, menghadirkan dua gelar juara di pentas Galatama.

Dua gelar tersebut diraih Zulkarnaen bersama Kramayudha secara back to back pada 1987 dan 1988.

Lalu, bersama Timnas, Zulkarnaen menembus semifinal di Asian Games 1986. Prestasi yang hingga kini belum bisa disamai oleh generasi mana pun. (red)
Share:

Maradona Indonesia Tutup Usia



foto: Zulkarnain Lubis semasa hidup

PALI-- Zulkarnain Lubis mantan pemain tim nasional era 80-an tutup usia pada Jumat pagi (11/5) sekitar pukul 07:30 WIB di Rumah Sakit Pertamina Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena serangan jantung.

Dari informasi yang didapat media ini, Pria kelahiran Binjai, Sumatera Utara itu sebelum tutup usia, sempat mendapat mendapatkan pertolongan di RS Pertamina Pendopo, tetapi Tuhan berkehendak lain, setengah jam berada di RS, Zulkarnain Lubis yang dahulu dijuluki Maradona Indonesia menghembuskan nafas terakhirnya.

"Masuk rumah sakit sekitar pukul 07:00 pagi, diantar pengurus KONI PALI. Namun,sekitar pukul 07:30 WIB, beliau (Zulkarnain Lubis) meninggal,"  terang M Taufik, salahsatu rekan Zulkarnain Lubis, Jumat (9/5).

Dikatakan M Taufik, jenazah Zulkarnain Lubis yang saat ini menjadi Head Coach PS PALI disemayamkan di Mess KONI, Talang Baru Kecamatan Talang Ubi.

"Pemakaman masih menunggu pihak keluarga, apakah nanti dimakamkan di Bandung atau di Medan," tukasnya.

Diketahui bahwa selain sebagai mantan pemain tim nasional sepakbola era 80-an, Zulkarnain Lubis juga telah menghantarkan tim sepakbola Kabupaten PALI memboyong medali Emas Sepakbola pada Porprov X Lubuk Linggau 2015.(red)

 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts