Bakar Truk Batubara, Maryono Diringkus Polisi

PALI - Maryono (42) satu dari dua pelaku pembakaran truk batubara dikawasan jalur holling batubara STASIUN KM 19, Desa Betung Induk, Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Pelaku yang berdomisili di Dusun I Desa Betung Kecamatan Abab tersebut diamankan Minggu (29/7) pagi sekitar pukul 02.30 wib oleh tim opsnal Polsek Penukal Abab dibantu oleh Sat Reskrim Polres Muara Enim.

Selain pelaku petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit hp Samsung Lipat warna hitam, 1 tas pinggang yang berisi 1 Pistol mainan (pistol korek api) yang disimpan dalam tas pelaku.

Menurut informasi, kejadian bermula saat mobil truk batubara nomor polisi B 9034 CDB yang dikendarai oleh Periyanto (28) Warga Desa Ujang Mas Baru, Kabupaten Muara Enim melintas dikawasan jalur Holling Sta.19.

Tiba-tiba di depan jalan dihadang oleh 2 orang pelaku. Keduanya langsung menyetop ditengah jalan dan setelah mobil berhenti pelaku menghampiri sopir dan pelaku Maryono mengacungkan senpi kearah sopir.

Sopir langsung turun dari mobil dan pelaku Maryono DO beserta dompet miliknya kepada pelaku. Setelah pelaku mengambil barang teraebut, pelaku Dd kemudian menyiram bensin kedalam kabin mobil dan membakarnya dengan korek api.

Kedua pelaku langsung pergi menggunakan sepeda motor merk Yamaha Vega warna gelap plat tanpa nompol. Dengan adanya kejadian tersebut mobil terbakar bagian depan namun bak dan muatan batubara belum terbakar. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Penukal Abab.

Menindaklanjuti laporan korban, tim opsnal Polsek Penukal Abab yang dipimpin langsung Kapolsek, Iptu Acep bersama Kanit Reskrim Ipda M Arafah langsung melakukan penyelidikan.

Setelah mengetahui keberadaan pelaku, petugas langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Muara Enim dan pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

Kapolsek Penukal Abab, Iptu Acep didampingi Kanit Reskrim, Ipda M Arafah saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku. "Benar sekali. Saat ini kita masih memburu pelaku lainnya berinisial DD," ujarnya, Senin (30/7).(admin)
Share:

BGP 2018, Delfi Ariansyah Raih Dua Penghargaan

PALI-- Puncak ajang pemilihan Bujang Gadis PALI (BGP) tahun 2018 yang digelar pada Jumat malam (27/7) di gedung Orkes komplek Pertamina Pendopo, menghantarkan Delfi Ariansyah, finalis dengan nomor peserta 15 asal Desa Tempirai Barat Kecamatan Penukal Utara mendapatkan dua kategori penghargaan, yakni kategori bujang favorit dan menjadi juara II atau wakil 1 Bujang PALI 2018.

Diwarnai gegap gempita pendukung masing-masing peserta, dimana ada 26 peserta yang mendapatkan tiket grand final, setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya Delfi terpilih jadi runer up.

Sementara yang menjuarai Bujang PALI  tahun 2018, disandang peserta nomor dada 03 atas nama Rifky dan gadis PALI diraih peserta nomor dada 02 atas nama Melty Putaria. Untuk wakil 1 gadis PALI atau runer up diraih Yolla, peserta nomor dada 04.

"Alhamdulillah, meski juara II tetap kami bangga mempunyai putra seperti Delfi. Yang begitu semangat mengikuti pemilihan BGP dari babak penyisihan sampai diatas panggung grand final," ucap Dedi Handayani, orang tua Delfi.

Sementara itu, Suprihyatno ketua penyelenggara juga kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersyukur atas suksesnya ajang pencarian duta wisata di kabupaten PALI.

"Sejak pendaftaran dibuka sampai grand final usai, alhamdulillah berjalan sukses. Peserta yang mendaftar dari 5 kecamatan, seluruhnya berjumlah 97 orang, kemudian dari seleksi tingkat kecamatan, ada 61 peserta yang lolos ke semi final," ucap Suprihyatno.

Selanjutnya dikatakan Suprihyatno, hasil semi final, membawa 26 peserta menuju grand final.

"Diharapkan dengan terpilihnya BGP 2018, wisata dan budaya PALI bisa lebih dikenal lagi melalui para pemenang ajang ini," harapnya. (red)
Share:

26 Finalis bersaing Menjadi Bujang Gadis PALI 2018

PALI. Gegap gempita para pendukung finalis pemilihan Bujang Gadis PALI (BGP) terdengar saat malam grand final BGP tahun 2018 di gedung Orkes Komplek Pertamina Pendopo, Jumat malam (27/7).

Sebanyak 26 finalis bersaing untuk menyandang predikat Bujang maupun Gadis PALI tahun 2018.

Ketua pelaksana pemilihan BGP tahun 2018, Suprihyatno yang juga kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PALI menjelaskan jumlah peserta yang mendaftar dari 5 kecamatan ada 97 orang, yang lolos seleksi tingkat kecamatan 61 orang.

"Dan saat ini yang mendapatkan tiket grand final berjumlah 26 orang atau 13 pasang. Saat seleksi dari tingkat kecamatan sampai grand final mengundang dewan juri dari kota Palembang," terang Suprihyatno.

Sementara itu, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM berpesan kepada semua peserta bahwasanya semua peserta sama, tetapi yang berbeda penilaian dari dewan juri.

"Yang menjadi juara jangan besar hati, buktikan bahwa kita yag terbaik dan terus berprestasi. Sementara yang kalah jangan bersedih tetapi berkarya terus demi pembangunan daerah kita kedepannya," pesan Bupati.

Ditambahkan Bupati bahwa daerah PALI belum banyak dikenal. Untuk mengenalkan daerah, Heri Amalindo menyarankan kepada warga PALI khusunya generasi muda untuk menunjukan prestasi.

"Jangan kita banyak bicara, tetapi tunjukan prestasi dan berbuatlah hal-hal positif. Maka PALI akan lebih dikenal lagi," tambahnya.

Pada ajang BGP, Bupati meyakinkan kepada seluruh peserta maupun bagi pendukung finalis bahwa penilaian dilakukan secara profesional.

"Jangan takut ada intervensi, karena juri didatangkan dari Palembang bahkan ada dari jakarta, untuk itu yang menang saat ini adalah yang benar benar penilaian murni dari juri. Dan harapan kami, pada ajang ini bisa melahirkan putra putri terbaik untuk menjadi duta pariwisata di kabupaten kita ini," harap Heri Amalindo.
Share:

TP PKK PALI Bagi Makanan Tambahan dan sembako untuk Balita dan Lansia

PALI. Pembagian makanan tambahan bagi Balita dan paket Sembako untuk Lansia dari Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terlihat saat launching pencanangan 9 desa menjadi kampung KB tingkat desa di Kabupaten PALI. Kegiatan Bakti sosial (Baksos) TP-PKK dibantu TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Baksos PKK PALI langsung dihadiri ketua TP-PKK juga, Ir Hj Sri Kustina, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono, kepala perwakilan BKKBN Sumsel, Drs Waspi serta sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkugan Pemkab PALI, Jumat (27/7) di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara.

Yenni Nopriani, kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI menyebutkan bahwa bersamaan launching kampung KB tingkat desa se-kabupaten PALI yang tujuannya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sector terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas,juga didukung TP-PKK PALI dengan melakukan Baksos.

"Ada 150 paket  Sembako untuk Lansia dan makanan tambahan 50 paket untuk Balita, jamban gratis, pelayanan KB, penyuluhan pencegahan pernikahan usia dini, penyuluhan KDRT, pelayanan KTP elektronik. Kegiatan Baksos juga dibantu TMKK dan IBI," papar Yenni.

Ditempat sama, Drs Waspi, kepala perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan, menjelaskan manfaat kampung KB diantaranya mewujudkan masyarakat berkualitas. Atas pencapaian yang telah diraih Bupati PALI, kepala perwakilan BKKBN Sumsel sampaikan ucapkan selamat karena Bupati PALI telah mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana, pada Harganas di Manado.

"Artinya dukungan dan komitmen bupati dalam mewujudkan pembangunan dibidang program kependudukan dan KB diakui pemerintah pusat," ucap Waspi.

Sementara itu, Bupati PALI yang meresmikan langsung Kampung KB menegaskan bahwa dalam rangka mewujudkan agenda nawacita meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program kependudukan dan KB tentunya harus didukung semua elemen masyarakat. Dimana penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan.

"Tentunya untuk mencapai tujuan tersebut harus ada dukungan semua pihak dengan cara mengendalikan pertumbuhan penduduk, memakai alat kontrasepsi agar pertumbuhan penduduk terkontrol menuju keluarga sehat dan berkualitas," ajak Bupati.

Bupati juga puji TP-PKK PALI atas program-programnya yang telah banyak membantu pemerintah. Dan belum lama ini, PALI meraih penghargaan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA).

"Salahsatu pencapaian penghargaan KLA adalah berkat adanya rumah cinta, dimana didalamnya terdapat fasilitas untuk anak. Kami berharap juga, kepada kepala desa, agar menyediakan ruang atau taman bermain untuk anak melalui penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD)," saran Bupati.(red)
Share:

Meresahkan Warga PALI, Begal Ini Tewas Ditembak Polisi

PALI. Sepak terjang Madon (30) asal Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI yang terkenal sadis dalam melakukan aksi begalnya berakhir sudah, setelah polisi melakukan tindakan tegas dengan menembak mati pelaku yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Penukal Utara, pada Kamis (26/7).

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pelaku Madon yang kini menjadi almarhum mengantongi tiga Laporan Polisi (LP) masing-masing LP /B-20/XI/2016/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Penukal Utara tanggal 20 November 2016, dengan TKP di perkebunan kelapa sawit milik PT LKK.

Kemudian LP /B-23/XI/2017/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Penukal Utara tanggal 04 November 2017, Curas dengan  TKP di Afdeling 4 Blok G 1112 PT. LKK. Selanjutnya LP /B-16/IV/2018/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Penukal Utara tanggal 21 April 2018, Curas dengan TKP di desa Tanding Marga Kec. Penukal Utara.

BB  Korban, 1 unit sepeda motor Honda Beat No. Pol. BG 4610 BAD.

"Pelaku melakukan Curas sepeda motor dan melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam, selain itu korban juga terlibat curas terhadap perkebunan sawit PT. LKK dan korban dilukai oleh pelaku dengan cara dibacok," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Wakapolres Ary Sudrajat didampingi Kasat Binmas AKP Arsyad, Kapolsek Penukal Utara dan Kapolsek Penukal Abab.

Wakapolres juga menjelaskan kronologis penangkapan pelaku Madon yang saat ditangkap tengah berada di sekitar pembangunan jembatan PT Medco desa Tempirai. Penangkapan pelaku atas koordinasi antara Kapolsek Penukal Utara dengan Kapolsek Penukal Abab.

Tetapi saat hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dengan mengacungkan senjata api rakitan ke arah petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku dengan dilakukan penembakan pada kaki sebelah kanan.

"Meski sudah ditembak kakinya, tetapi pelaku masih berusaha melawan sehingga dilakukan penembakan lanjutan pada bagian punggung dan pinggang.Dan pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu buah Senpira laras pendek yang digunakan untuk melawan petugas dan 1 sajam jenis parang, pelaku sempat dibawa ke Puskesmas dan diarahkan oleh pihak Puskesmas ke Rumah Sakit H.M. Rabain Muara Enim, namun pelaku meninggal dunia dalam perjalanan," jelas Wakapolres.

Dalam keterangannya, Wakapolres menyampaikan pelaku sering melakukan tindak pidana diwilayah kecamatan Penukal Utara dan tercatat sudah 3 buah LP, dalam aksinya tersangka melakukan perampasan sepeda motor dengan menggunakan senjata tajam dan korbannya mengalami luka dibagian kepala Selain itu korban juga melakukan curas terhadap perkebunan sawit dimana korbanya dibacok dengan sajam oleh pelaku. Atas dasar tersebutlah dilakukan penangkapan dan tindakan tegas terhadap tersangka.

"Terhadap para pelaku curas di wilayah Kabupaten Muara Enim dan PALI, kami Polres Muara Enim tidak segan untuk melakukan tindakan tegas dan bagi para DPO yang masih berada diluar agar segera menyerahkan diri sebelum bertemu dengan petugas kami, hal ini merupakan upaya Polres Muara Enim dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat," tandasnya.

Pada penangkapan pelaku Madon, diamankan barang bukti berupa, satu pucuk senjata api rakitan, tiga butir amunisi aktif dan satu bilah senjata tajam jenis parang.

"Upaya yg dilakukan adalah membawa tersangka ke RS H.M. Rabain Muara Enim untuk VER dan identifikasi. Melengkapi pemeriksaan dan mindik, menyita BB. Selanjutnya menyerahkan jenazah tersangka kepada keluarganya.

Dan yang terpenting kita terus mengejar pelaku lainnya," pungkas Ary Sudrajat. (red)
Share:

Sakit Hati, Dua Pelajar Bobol Sekolah

PALI-- Mengaku sakit hati karena tidak naik kelas, dua pelajar SMPN 6 Talang Ubi yang terletak di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IG (14) dan HF (14) keduanya masih duduk di kelas 1 SMP tersebut nekat membobol sekolahnya sendiri dibantu pelaku Robiansyah (18) warga Desa Simpang Tais pada Minggu (22/7) lalu.

Akibat perbuatannya itu, kedua pelajar dan pelaku Robiansyah digelandang jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi, pada Rabu (25/7) sekitar pukul 08.00 WIB.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman disampaikan Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi, bahwa kejadiannya diketahui pada hari Minggu (22/7) sekitar pukul 18.00 WIB ketika penjaga sekolah sedang patroli di sekolahan, melihat pintu ruangan kantor terbuka.

Karena merasa curiga lalu penjaga sekolah masuk ke dalam kantor dan melihat barang-barang aset sekolah.  Ternyata 3 buah Infocus,1 buah UPS,1 buah tabung gas elpiji 3 kg sudah hilang. Setelah itu penjaga sekolah langsung menelpon kepala sekolah dan atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Talang Ubi.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku dari hasil penyelidikan di ketahui identitas ketiga pelaku.

"Saat ditangkap, pelaku Robi sedang berada di rumahnya, dan langsung kita bawa ke Mapolsek bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk kedua pelaku yang berstatus pelajar diamankan saat berada di SPBU," ungkap Nasron, Rabu (25/7).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, dijelaskan Nasron berupa 2 unit infocus, satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan satu unit timbangan digital khusus untuk praktek laboratorium.

"Meski ada dua pelaku yang masih pelajar dan dibawah umur, tetap kami tahan dan semua pekaku kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara," tandas Kanit Reskrim.

Sementara dari pengakuan HF, salahsatu pelaku yang masih pelajar cukup mengejutkan, karena pelaku yang saat ini masih belia telah dua kali membobol sekolahannya sendiri. Dan yang paling mengejutkan bahwa cara membobol pintu sekolah cukup cepat, karena hanya dengan menggunakan sebuah obeng, aksi pelaku terbilang cepat.

"Aku sudah dua kali pak, dan hasil curian kami seluruhnya berjumlah Rp 800 ribu, dan dipakai untuk tambahan uang jajan," akunya dihadapan polisi
Share:

SatPol PP PALI Grebek Pelajar Ngomix

PALI. Penyalahgunaan sirup obat batuk merek Komix yang dicampur minuman penambah stamina rupanya masih marak dilakukan beberapa remaja di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terbukti pada Kamis (26/7) saat puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) PALI melalukan patroli rutin dalam meningkatkan disiplin pegawai dan pelajar saat jam kerja dan jam sekolah, ditemukan sekelompok pelajar berseragam SLTA tengah pesta sirup obat batuk tersebut di belakang gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo.

Temuan tersebut langsung dibubarkan Satpol-PP dan para pelajar yang tengah pesta sirup obat batuk langsung kocar-kacir, tetapi untuk membina para pelajar tersebut, Satpol-PP langsung mengejarnya. Dan tiga pelajar berhasil dibawa ke kantor Satpol-PP PALI untuk dibina selanjutnya pihak sekolah dan orang tua bersangkutan dipanggil, agar kedepannya bisa lebih aktif lagi mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan dan narkoba.

"Tiga pelajar dan bungkus sirup obat batuk yang baru saja dipakai kami bawa ke kantor. Untuk pelajar untuk diberikan pembinaan agar tidak mengulangi lagi. Kegiatan ini bertujuan menyelamatkan generasi muda kita agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan, dan akan kita lakukan rutin setiap hari," ungkap Zulkopli, Plt kepala Satpol-PP PALI, Kamis (26/7).

Diharapkan dengan melakukan razia rutin tersebut, mempersempit ruang gerak remaja dalam melakukan penyalahgunaan obat-obatan.

"Kita juga akan sweeping ke sekolah-sekolah serta memberikan sosialisasi terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan. Kegiatan ini juga tidak hanya dilakukan di kota Pendopo saja, melainkan akan berkeliling ke setiap kecamatan," tandasnya.

Sementara dari pengakuan AR (15) salahsatu pelajar yang terciduk Satpol-PP berkilah dirinya tengah melakukan pesta komix.

"Kami sedang duduk-duduk pak, karena ikut teman nongkrong dibelakang gedung Pesos. Kami tidak sedang ngomix, hanya mencari angin diluar karena jenuh berada di lingkungan sekolah terus," kilahnya.
Share:

Amblas, Jalan Lintas PALI-MUBA Rusak Parah

PALI. Jalan lintas antara Kabupaten PALI-Sekayu kabupaten Musi Banyuasin yang letaknya ada di wilayah Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah hampir satu tahun ini mengalami kerusakan akibat tergerus arus anak sungai Sebagut, menyebabkan amblasnya gorong-gorong yang memutuskan jalan lintas tersebut. Pasca gorong-gorong amblas, warga pun bergotong royong membuat jembatan darurat diatasnya.

Jalan yang seyogyanya menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi Sumatera Selatan tersebut, hingga kini masih juga belum diperbaiki, padahal kerap kali lokasi tersebut menjadi penghambat pengendara karena jembatan darurat mengalami kerusakan.

Terlebih belum lama ini, tiga warga yag biasa merawat jembatan darurat digulung polisi karena diduga telah melakukan pelemparan menggunakan batu terhadap mobil angkutan jamaah haji yang enggan memberikan sejumlah uang.

Puncaknya, pada Kamis pagi (26/7) jembatan darurat putus total dan tidak lagi bisa dilalui kendaraan. Sampai akhirnya banyak pihak turun tangan membantu pengendara agar bisa menyeberangi jembatan darurat tersebut.

"Kami baru saja menyampaikan profosal bantuan pembuatan plat deker dari pipa bekas ke Pertamina Adera untuk menuntaskan permasalahan ini, sebelum ada realisasi dari pemerintah provinsi. Tetapi apabila belum juga ada tanggapan dari perusahaan, maka kami akan kerahkan warga untuk bergotong royong," ungkap Suwandi, Kades Panta Dewa, Kamis (26/7).

Diakui Kades bahwa antrian panjang kendaraan sempat mengular saat Kamis dini hari, sebelum akhirnya banyak pengendara memutar arah mencari jalan lain.

"Kalau kendaraan roda dua sudah bisa melintas, tetapi harus ekstra hati-hati. Namun untuk kendaraan roda empat, kami sarankan agar mencari jalan lain. Sejak kamis pagi, banyak anggota Polsek Talang Ubi membantu pengendara roda dua untuk menyeberang," terang Kades.

Sementara itu, Afrizal Muslim, ketua GNPK-RI Kabupaten PALI mendesak agar pihak provinsi sesegera mungkin mengatasi persoalan tersebut. Sebab,

sudah hampir satu tahun tidak ada perhatian sama sekali baik dari eksekutif apalagi legeslatifnya.

"Jika dalam waktu dekat masih belum tersentuh, maka masyarakat akan datang beramai-ramai ke gedung DPRD provinsi," tandasnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim melalui Kabag OPS, Kompol Irwan Andeta SIK menyebut bahwa perbaikan jembatan darurat di desa Panta Dewa bukan sengaja dibiarkan pemerintah provinsi, namun sudah beberapa kali Pemprov berencana melalukan itu, tetapi warga setempat menolaknya dengan berbagai alasan.

"Beberapa warga membentuk kelompok dengan berdalih melakukan perawatan jembatan tersebut. Tetapi dibalik itu, warga tersebut meminta-minta dijalanan terhadap pengemudi bahkan sering memaksanya. Untuk kedepan, kami dari kepolisian siap mengawal pemerintah apabila akan membangun jembatan tersebut," tandas Kabag OPS Polres Muara Enim. (Admin)
Share:

DPPKBP3A PALI Launching Pencanangan 9 Kampung KB

PALI. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus membentuk kampung KB.

Meski baru berumur lima tahun, namun pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui DPPKBPPPA telah membentuk 15 kampung KB, yakni pada tahun 2016 dibentuk kampung KB tingkat Kabupaten. Pada tahun 2017 dibentuk 5 kampung KB tingkat Kecamatan, dan pada launching saat ini, 9 kampung KB tingkat desa.

"Alhamdulillah sudah 15 kampung KB terbentuk. Dan pencanangan kampung KB di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara dilaksanakan Jumat (27/7) bersamaan dengan 8 kampung KB lainnya yang dilaunching secara serentak," ungkap Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI.

Pada launching pencanangan 9 kampung KB di Desa Tanjung Baru, dikatakan Yenni didukung TP-PKK PALI dengan membagikan makanan tambahan untuk Balita serta paket Sembako untuk Lansia.

"Kegiatan launching didukung penuh oleh TP-PKK. Dan berharap kerjasama lintas sektoral lebih berperan lagi dalam mendukung terciptanya PALI sejahtera menuju PALI Cemerlang," harapnya.

Sejak terbentuknya kampung KB dimana didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, diakui Yenni bahwa kabupaten PALI telah meraih berbagai penghargaan ditingkat provinsi.

"Bina Keluarga Lansia dari kampung KB kecamatan Penukal kita meraih juara 3 tingkat provinsi, kemudian UPPKS mendapat juara 2 tingkat provinsi serta juara 2 pelayanan KB dan KIA di RSUD PALI tingkat provinsi. Ini menjadi prestasi kita yang membanggakan," jelas Yenni.

Pada dasarnya dijelaskan Yenni bahwa sebelum pembentukan kampung KB ada tiga hal pokok yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai syarat dibentuknya Kampung KB dalam suatu wilayah, yaitu tersedianya data kependudukan yang akurat. Kedua, dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah.Ketiga partisipasi aktif masyarakatnya.

"Sasaran Kegiatan Kampung KB merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada Kampung KB selain keluarga. PUS, lansia, dan remaja juga keluarga yang  memiliki balita, keluarga yang memiliki remaja dan keluarga yang memiliki lansia. Sedangkan sasaran sektoral disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing yang pelaksananya adalah Kepala Desa/Lurah, Ketua RW, Ketua RT, PKB, Petugas lapangan sektor terkait, TP PKK, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam hal ini PPKBD dan Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta kader pembangunan lainnya," papar Yenni
Share:

Angkutan Jamaah Haji Dipalak, Tiga Pelakunya Digulung Polisi

foto : jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi saat menggulung tiga pelaku

 

PALI-- Jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi menggulung tiga pelaku yang biasa melalukan pungutan liar (Pungli) yang biasa mangkal di jembatan amblas yang ada di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebab tindakan ketiganya sudah meresahkan warga terutama pengguna jalan.

Dari keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda Nasron Junaidi bahwa aksi terakhir ketiga pelaku adalah menghadang angkutan jamaah calon haji dan melakukan pemalakan terhadap pengemudi angkutan rombongan yang akan berangkat ke Tanah Suci itu.

Tetapi, pengemudi angkutan jamaah haji tidak memberikan sejumlah uang yang dipinta pelaku. Lalu pelaku memukuli dan melempar dengan batu kearah mobil jamaah haji tersebut.

"Kita amankan ketiga pelaku pada Senin malam (23/7) saat ketiganya berada di TKP. Para pelaku rupanya mendirikan pos di sekitar TKP, kemudian kita ratakan pos tersebut karena telah meresahkan masyarakat," ungkap Nasron, Rabu (25/7).

Dijelaskan Nasron, ketiga pelaku tersebut masing-masing bernama Yustaria (45) tahun, Darmawan (30) dan

Holman (38) ketiganya warga Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi. Nasron juga menjelaskan, saat penangkapan pelaku, diamankan barang bukti berupa 1 buah kapak, 1 buah senter, 1 buah sanggih/jaring bergagang kayu atau alat untuk meminta uang, 5 buah batu koral, uang tunai Rp 210 ribu berbagai pecahan antara pecahan Rp 1.000 sampai Rp 5.000.

"Ketiga pelaku dan barang bukti kita amankan di Mapolsek Talang Ubi, dan saat ini masih dalam pemeriksaan. Para pelaku terkenal licin, sebab, ketika anggota kita datang, para pelaku bubar. Tetapi ketika kita tidak ada, pelaku kembali melalukan Pungli," terang Nasron.

Sementara dari pengakuan Yustaria, salahsatu pelaku berkilah bahwa dirinya bersama kawan-kawan lainnya tidak melakukan Pungli, tetapi meminta kepada pengemudi seikhlasnya saja. Sebab, dilokasi kejadian, ada jembatan darurat yang dibuat atas jerih payahnya.

"Kami tidak memaksa pak, hanya sukarela saja. Dan menjaga jembatan darurat itu dibagi dua shift, siang dan malam. Setiap hari kami mendapat uang sekitar Rp 60.000/orang, dan uangnya kami pakai untuk keperluan sehari-hari," kilahnya dihadapan polisi. (red)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts