Karyawan PTPN VII di PHK Tanpa Pesangon

MUARA ENIM - Sebanyak 38 orang karyawan KKWT PTPN VII Sungai Lengi, Muara Enim minta Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Muara Enim untuk memperhatikan nasibnya. Soalnya pada 31 Desember 2018 lalu, pihak perusahaan telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada mereka tanpa memberikan uang pesangon.

Padahal para karyawan sudah bekerja di perusahaan tersebut rata rata selama 18 tahun. “ Setelah di PHK, kami tidak ada mendapatkan uang pesangon. Kami juga sampai sekarang mendapatkan hak hak kami dari perusahaan, padahal kami mau memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami,” jelas Rizal salah seorang karyawan yang di PHK .

Untuk itu, lanjutnya, dia dan kawan kawannya, memohon bantuan kepada instansi terkait baik Dinas Tenaga Kerja Muara Enim maupun DPRD Muara Enim agar bias membantunya untuk mendapatkan pesangon maupun hak hak lainnya

Menurutnya, ke 38 karyawan yang di PHK tersebut ada yang bekerja di bagian listrik, keamanan produksi dan pengolahan. “Informasi yang kami terima, ada sekitar 200 karyawan KKWT PTPN VII Suli yang rencananya akan di PHK seperti kami,” jelasnya.

Dijelaskannya, setelah menerbitkan surat PHK, pihak manajemen PTPN VII, hanya menyampaikan janji, mengusulkan kepada Direksi PTPN VII, untuk memberikan kompensasi kepada karyawan yang di PHK.

Sementara itu, bagian SDM manajemen PTPN VII Suli, Agus Lesmono yang berhasil dikonfirmasi awak media, Minggu (6/1) memalui ponselnya, mengelak bahwa PTPN VII melakukan PHK.

“Mereka bukan di PHK, tetapi masa kontrak kerjanya sudah berakhir. Kontrak kerja merekan selama satu tahun mulai Januari sampai Desember. Sekarang kontrak kerja mereka sudah berakhir,” jelas Agus yang berhasil dihubungi melalui ponselnya.

Dijelaskannya, untuk proses lainnya sedang diurus administrasinya. Dia juga mengaku pihaknya tengah menyampaikan permohonan kepada Direksi PTPN VII, terkait kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan tersebut.

Di tempat terpisah, Ketua Serikat Pekerja Bersatu Muara Enim (SPBM) Muara Enim, Rahmansyah SH MH, sangat menyesalkan adanya PHK yang dilakukan PTPN VII Suli tanpa memberikan uang pesangon tersebut.

“Kami menilai, PHK kepada 38 karyawan KKWT yang dilakukan manajemen PTPN VII Suli, ada dugaan terindikasi melanggar UU Ketenagakerjaan,” jelas Rahmansyah, Minggu (6/1).

Karena, lanjutnya, para karyawan sebagian besar telah bekerja selama 18 tahun, tetapi status ke karyawanannya masih dibuat KKWT dengan cara setiap tahun melakukan perpanjangan kontrak.

“Atas permasalahan ini, kami siap melakukan pendampingan kepada 38 karyawan tersebut untuk memperjuangkan hak hak mereka yang harus di bayarkan perusahaan,” tegasnya.
Share:

Cabuli Penumpang, Sopir Travel Dibekuk Polisi

MUARA ENIM - Pebuatan mesum diduga dilakukan Sarman (40), warga Desa Muara Dua, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupatan Lampung Utara, kepada NA (15), penumpang mobil travel, warga Dusun Siderejo, Kecamatan Witenung, Kabupatan Lampung Barat, akhirnya berurusan dengan pihak berwajib.

Sopir mobil travel jurusan Lampung Barat-Muara Enim ini, dibekuk petugas Polsek Tanjung Agung, akibat perbuatan nekatnya mencabuli korban. Pelaku diamankan tim Lebah Polsek Tanjung Agung, Jumat (4/1) sekitar. Kini pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Tanjung Agung.

Kejadian pencabulan itu terjadi pada 6 Desember 2018 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban menumpang mobil travel yang dikemudikan pelaku dari Lampung Barat hendak liburan ke rumah orang tuanya di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim.

Saat itu posisi korban duduk di bagin jok depan samping pelaku yang menyetir mobil tersebut. Ketika mobil tersebut berjalan sudah mengarah ke Muara Enim, kondisi penumpang mobil tinggal korban sendirian.

Entah setan apa yang merasuki otak pelaku, ketika mobil yang dikemudikannya sampai jalan lintas Sumatera Desa Matas, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, pelaku menghentikan laju kendaraan.

Selanjutnya, pelaku menarik tangan kiri korban dan mencabuli korban. Usai mencabuli korban, pelaku kembali melanjutkan perjalananannya. Selama dalam perjalanan, pelaku terus berupaya menarik tangan korban.

Ketika mobil tersebut sampai di salah satu minimarket Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, korban turun dari mobil tersebut. Kemudian naik ojek menuju rumah orang tuanya.

Kemudian kejadian yang dialami korban diceritakannya kepada orang tuanya. Lantas orang tuanya mengajak korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Tanjung Agung dengan LP/B/33/XII/2018/Sumsel/Res Muara Enim/Sek . Tanjung Agung.

Laporan tersebut ditindak lanjuti petugas Polsek Tanjung Agung. Tim Lebah Polsek Tanjung Agung menyelidiki keberadaan kepalaku yang bersembunyi di wilayah Desa Pasar Baru, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Lalu tim lebah melakukan kordinasi dengan Polsek Nasal, Polres Kaur, Polda Bengkulu. Atas kerjasama tersebut, akhirnya pelaku berhasil diamankan petugas.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Minggu (6/1) membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku berhasil ditangkap setelah kita berkordinasi dengan Polsek Nasal, Polres Kaur Polda Bengkulu. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 UU nomor 17 tahun 2016,” jelasnya.
Share:

Kapolsek Temui Warga di Talang

MUARA ENIM - Kapolsek Tanjung Agung, AKP Arif Mansyur SH SIK MM, bersama anggotanya menyambangi masyarakat yang tinggal di pedalaman atau di talang talang yang lokasinya cukup jauh dari ibukota Kecamatan Tanjung Agung.

Itu dilakukan sang Kapolsek untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di talang tersebut bahwa Polisi ada didekat mereka. Sang Kapolsek bersama anggotanya telah menyambangi warga yang tinggal di Talang Sanggu, Desa Lebak Budi.

Untuk menuju talang tersebut, Kapolsek bersama anggotanya mengendarai sepeda motor trail dengan melintasi jalan yang tanah berlumpur dan lincin serta berbukit bukit.

Saat bertemu dengan masyarakat di talang tersebut, Kapolsek menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahar dan hutan untuk membuka kebun. Kemudian menghimbau supaya tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Kedatangan sang Kapolsek mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang tinggal di talang tersebut. Mereka senang baru kali ini ada seorang Kapolsek yang mau terjun ke talang talang untuk betemu masyarakat yang mayorita bermata pencarian berkebun dan tinggal di rumah yang sangat sederhana.

“Kami senang, ada pak Polisi yang mau datang ke talang kami, sehingga kami merasa aman,” jelas seorang warga kepada Kapolsek.
Share:

Wisata Danau Bujoan Jadi Primadona Saat Libur Sekolah

PRABUMULIH -- Wisata Danau Bujoan yang berada di Desa Karang Bindu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih menjadi primadona saat musim libur sekolah.

Sejumlah pengunjung baik dari Kota Prabumulih maupun desa tetangga seperti Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Ilir berdatangan untuk menghabiskan hari libur yang tinggal satu hari lagi.

Wisata Danau Bujoan menjadi andalan lantaran menjadi satu-satunya wisata berkonsep alam yang ada di Kota Prabumulih.

Diarea kurang lebih 4 hektar ini, terdapat dua permainan yang disuguhkan yakni bola air dan perahu bebek dan kodok. Meskipun sederhana dan proses pembangunan yang masih di bawah 50 persen namun keberadaan wisata danau bujoan ini sedikit memberi hiburan warga.

Peralatan yang sedikit  membuat para pengunjung harus rela antri untuk bisa menikmati wahana permainan yang disediakan. Sembari menunggu antrian, tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan waktu untuk berselfie bersama teman, kerabat dan keluarga.

https://m.youtube.com/watch?v=I4lN37yyUS8&t=44s#

Pembangunan wahanan hiburan alam yang belum sampai 50 persen itu sudah barang tentu memiliki banyak kekurangan, salah satunya fasilitas kamar mandi.

Selain itu, kondisi hujan membuat kawasan tersebut tergenang air dan menyebabkan jalan berlumpur. Namun demikian, hal tersebut bisa dimaklumi lantaram keterbatasan anggaran. Karena pembangunan Wisata Danau Bujoan sepenuhnya menggunakan dana Desa.

"Kita maklumlah, namanya juga baru. Tapi harapan kami pengunjung tempat wisata ini terus dikembangkan karena menjadi salah satu alternatif hiburan bagi kita," Ujar Dian salah satu pengunjung, Sabtu (5/1).

Lebih jauh, Dian mengatakan mengetahui wisata danau bujoan dari sosial media facebook. "Karena penasaran hari ini kita datang langsung bersama keluarga kesini,"ungkapnya.

Sementara, El Denli Bendahara BUMDes Karang Bindu mengatakan tahun ini pihaknya akan kembali menganggarakan dana desa untuk membenahi kekurangan dari danau bujoan.

"Seperti kamar mandi, tempat parkir juga. Mungkin bisa dipasang counblock supaya tidak becek," terangnya.

Disinggung mengenai jumlah pengunjung saat libur sekolah, El Denli menuturkan jumlah pengunjung mengalami peningkatan hingga 40 persen dari hari biasanya.

"Kalau hari biasa paling 10 sampai 20 ribu, saat ini omzet kita perhari bisa sampai Rp 400 ribu," tuturnya. (SN)
Share:

Setengah Hati, Pembangunan Jalan Pal 6 Molor

PRABUMULIH -- Jalan Pal 6 milik PT.Pertamina Asset 2 Prabumulih yang beberapa waktu lalu di demo warga Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat untuk segera di cor beton sudah mulai dikerjakan beberapa bulan terakhir, namun jalan penghubung Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim dan Prabumulih itu tampaknya mengalami masalah.

Dari pantauan, jalan yang dibangun sepanjang 2 kilometer itu diduga tidak sesuai rencana dalam pembangunan, terlihat pekerjaan pengecoran jalan yang dilakukan hanya 2 mobil semen perharinya sedangkan diketahui kontrak dengan perusahaan yang mendapatkan tender pembangunan jalan itu sudah habis namun hingga kini pengerjaannya masih banyak.

Solmidin Ketua LKM-GK yang merupakan koordinator aksi yang menuntut pencoran jalan Pal 6 Januari tahun lalu itu berharap pihak perusahaan yang mendapatkan tender harus mengerjakan jalan tersebut sesuai jadwal.

“Perusahaan pemenang tender seharusnya bekerja lebih cepat, kalau dikerjakan setengah setengah akibatnya jalan bisa menghambat aktivitas warga, kalau cepat selesai warga juga cepat menikmati jalan ini” terangnya.

Dilihat dari awal perjanjian yang tertuang dalam berita acara dengan Pertamina ditahun 2018 lalu, jalan yang akan dibangun sepanjang 1 kilometer dibangun dengan pengerjaan secara bertahap yakni 500 meter ditahun 2018 dan dilanjutkan lagi ditahun 2019 dan seterusnya hingga pembangunan selesai.

Sementara itu, Prabumulih Legal and Relation Ast Man Setyo Puji Hartono melalui Hubungan Masyarakat (Humas) Putri melalui pesan singkat Whatsapp mengatakan pihaknya belum mengetahui perihal jalan Pal 6 milik Pertamina yang diduga dikerjakan tidak sesuai jadwal oleh pemilik tender.

“Kita belum tau informasi kak, kita harus kroscek dulu kelapangan kemungkinan senin bisa dijawab karena kita harus lihat dari kontraknya” terangnya seraya mengatakan meski demikian Pihak Pertamina EP sudah jelas telah berkomitmen untuk pembangunan kalau dilihat dari progresnya” tutupnya. (SN)
Share:

Lestarikan Tradisi, Desa Sungai Ibul Gelar Sedekah Dusun

PALI -- Sebuah tradisi yang secara turun temurun sampai saat ini terus dipegang teguh warga Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni menggelar sedekah bumi sebagai wujud syukur atas apa yang telah dinikmati warga setempat dalam satu tahun.

Prosesi sedekah bumi atau disebut warga setempat sedekah dusun diwarnai beberapa kegiatan sakral, yakni satu hari sebelum acara puncak, warga setempat mengorbankan satu ekor kerbau dilanjutkan pembacaan surat Yasin dan amalan lainnya pada Minggu (6/1) di Masjid Al-Athar Desa setempat. Setelah itu, warga berebut air yang telah dibacakan do'a oleh tokoh adat dan ditaburi berbagai macam bunga yang disebut warga setempat Air Langir.

Maryono, Kepala Desa Sungai Ibul menceritakan sedikit sejarah desa tersebut, dimana dahulunya, ada tiga orang tokoh dari Desa Saba Petai Mangku Negara bercocok tanam di Sungai Ibul, saat itu Sungai Ibul masih disebut sebuah talang atau tempat behume (bercocok tanam).

Sekitar tahun 1950-an, beberapa tokoh berkumpul di Talang Sungai Ibul kemudian menunjuk kepala Talang. Seiring waktu, pada tahun 1976 Dewan Marga melalui Pesirah atau Camat saat ini mengusulkan Sungai Ibul menjadi desa dan alhamdulillah disetujui dan diresmikan Bupati Muara Enim saat itu Sei Sohar.

Sejak 1976-1980 ditunjuklah Zainudin sebagai Krie, dan pada tahun 1984, nama Krie berganti nama kepala desa setelah Bupati mengeluarkan keputusan penggantian nama jabatan tersebut.

Sejak saat itulah, pemilihan kepala desa secara demokrasi, yakni dipilih langsung masyarakat dilaksanakan sampai saat ini.

"Kegiatan sedekah bumi ini merupakan adab kita sejak lama, jangan sampai hilang. Meski pun dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil, tetapi kita laksanakan semampu kita, kegiatan ini juga sebagai upaya melawan lupa," ungkap Maryono.

Sedekah bumi juga menunjukan kekompakan warga,karena dikatakan Kades bahwa sampai saat ini, sedekah bumi dilaksanakan atas gotong royong, baik itu biaya maupun peralatan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Ini adalah cerminan desa kami, seluruh warga dengan sukarela menumbangkan berbagai macam bahan untuk keperluan sedekah. Dan kami harapkan ini akan terus dipertahankan. Karena, dengan kegiatan ini kita tahu sejarah desa kita serta mendoakan para pendiri desa ini dan kita bisa mempererat tali silaturrahmi serta menghilangkan kesenjangan sosial," tukasnya.

Diakui Kades bahwa saat ini Desa Sungai Ibul sejak dipimpin, Kepala Talang Krie sampai Kades, pembangunan desa terus dilakukan dan hingga akhirnya desa tersebut keluar dari desa ketertinggalan menuju desa berkembang.

"Keadaan ini berkat para pendiri desa serta pemimpin desa ini terdahulu. Kita terus berbenah dan membangun hingga saat ini, akses publik sudah terbuka dan kita semua berharap desa kita semakin maju dan menuju PALI Cemerlang Sungai Ibul Cerdas dan Bermartabat," harapnya.

Sementara itu ,Yas Budaya salahsatu tokoh masyarakat setempat yang juga salahsatu Calon Legislatif Kabupaten PALI Dapil 1 menginginkan kegiatan sedekah dusun seperti yang digelar di Desa Sungai Ibul perlu dilestarikan. Sebab selain sebagai menjaga tradisi turun temurun, juga menjadi salahsatu daya tarik tersendiri yang nantinya menjadikan magnet bagi warga luar desa Sungai Ibul untuk mengunjunginya.

"Tentunya apabila setiap tahun dilaksanakan dan menjadikan ikon desa ini, akan mengundang banyak orang untuk datang ke desa ini. Nah, kalau sudah demikian, maka membuka akses masyarakat disektor wisata untuk menggerakkan ekonominya," katanya. (red)
Share:

KPU RI Umumkan Calon Anggota KPUD, Ini Nama-nama Yang Lolos di PALI

PALI-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengeluarkan pengumuman nomor: 2/PP-06-Kpt/05/KPU/I/2019 tentang Penetapan Calon Anggota KPUD Kabupaten/Kota periode 2019-2024 yang ditandatangani langsung ketua KPU RI Arief Budiman.

Isi dari surat pengumuman tersebut  adalah sebagai berikut. "Sehubungan dengan telah ditetapkannya Keputusan KPU RI nomor. 114/PP-06-Kpt/05/KPU/I/2019 tanggal 4 Januari 2019 tentang penetapan calon anggota KPUD Kabupaten/kota berdasarkan urutan peringkat teratas,"

Dari lima provinsi yang diumumkan salahsatunya dari provinsi Sumatera Selatan adalah untuk anggota KPUD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Setelah diumumkan, rencananya, lima anggota KPUD diututan peringkat teratas bakal dilantik serentak pada Senin tanggal 7 Januari 2019.

Adapun nama-nama calon anggota KPUD PALI sebagai berikut.

1.Fikri Ardiansyah
2.Sarwo Edy. SH
3.Sunario. SE
4.Abdul Rahman. S.Pd
5.Manamin. S.Pd, SH, MH
Share:

Pengurus DPC Partai Nasdem Kecamatan Gelumbang Muara Enim Dilantik

Muara Enim - Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumatera Selatan Ir  H Syahrial Oesman /SO, melantik DPC Partai Nasdem se Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim ,serta bertemu kader pengurus ranting dan saksi partai Nasdem se Kecamatan Gelumbang tersebut, pada hari sabtu 05/01/2019.



Pelantikan tersebut bertempat di Sekertariat Partai Nasdem Gelumbang yang berjalan dengan aman dan lancar. Verra Erika SH selaku kordinator Partai Nasdem Dapil 3, yang juga sebagai anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Muara Enim, menegaskan tetap berkomitmen ditengah -tengah kalian dalam memberikan yang terbaik bagi partai Nasdem.



Mari kita bersatu, berjuang, dan menang dan membangun terus partai Nasdem agar di cintai masyarakat. Untuk semua yang telah dilantik dan juga para saksi partai Nasdem, diharapkan dapat tetap eksis dan loyal terhadap Partai Nasdem dalam menghadapi Pemilu pada 17 April 2017 nanti.



lanjut Verra Erika SH, yang juga Caleg Partai Nasdem Dapil tiga dengan nomor urut 1 itu mengatakan, mari tetap semangat serta  berkomitmen dalam membangun partai Nasdem, "Kami selalu ada untuk kalian,dan berkomitmen dalam memberikan yang terbaik.Mari kita berjuang, bersatu dan menang"



Sementara Ketua DPW Partai Nasdem H Syahrial Oesman/ SO , mengatakan, bagi  yang telah dilantik agar tetap menjalankan amanahnya dengan baik.



"Semoga ini menajdi awal yang baik dalam pelantikan pengurus ranting dan saksi partai Nasdem Se Kecamatan Gelumbang ini, " ucap SO.



 Dikatakannya ,dalam berjuang untuk Partai Nasdem yang kita targetkan partai Nasdem menjadi 3 besar ,Mari kita bersatu,berjuang ,dan menang.Dan mari caleg Partai Nasdem  berjuanglah untuk memberikan yang terbaik," tutup Syahrkal Oesman /SO.



Mewakili ketua DPP partai Nasdem Pusat, Irma Suryani SE, mengatakan ucapan terima kasihnya kepada adinda Verra Erika yang telah memfasilitasi kegiatan pelantikan, temu kader ,dan saksi Partai Nasdem se Kecamatan Gelumbang ini.




Kedepan mari kita terus merapatkan barisan para pengurus, dan kader partai Nasdem, mari kita  berjuang, bersatu dan menang. Dan mari tetap menjaga persatuan, kesatuan, dalam membangun Partai Nasdem sebagai gerakan perubahan mensejahterakan masyarakat, ujar Irma . Tampak juga  hadir dipelantikan tersebut,Ayahanda Verra Erika ,H Nawawi Iskhak, pengurus DPW, DPD dan DPC Partai Nasdem, serta para Caleg Nasdem, kader, maupun simpatisan Partai Nasdem.
Share:

Curi Pompa Air Cucian Mobil, 1 Pria ditangkap 3 Buron

PRABUMULIH – Satu dari tiga pelaku pencurian Pompa air milik Syamsu Zen (50) warga Jalan Dwikora II No 04 Rt 05 Rw 02 Kel Demang Lebar Daun Kec Ilir barat I Kota Palembang yang tinggal di Kelurahan Gunung Ibul Kota Prabumulih berhasil diamankan Tim Gurita Polsek Prabumulih Timur, jum’at (4/1/19)

Pelaku Herianto (19) warga Jalan Mangga Baru Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Timur itu berhasil dibekuk petugas.

Penangkap pelaku berawal dari laporan korban dengan Laporan Polisi No : Lp/B-05/I/2019/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr, Jum'at, 04 Januari 2019. Petugas Polsek Prabumulih Timur pimpinan AIPTU Eem Supriyatna langsung memburu pelaku dan berhasil menangkap satu dari 4 pelaku yang mencuri mesin pompa air

Dari hasil pengembangan tersangka Heriyanto mengaku telah mengambil 1 (satu) unit Pompa air merk YORK Type 4SYK3708 dan Kabel 25 meter yang terletak di dalam sumur Bor dihalaman belakang cucian Agung Car Wash milik pelapor Syamsu Zen, Senin (31/12/18) lalu sekitar jam 13.00 wib.

Pelaku melakukan aksi bersama tiga rekannya berinisial MD (22), ERW (22) dan GR (18) merupakan warga Kelurahan Mangga Besar Prabumulih Timur, saat ini ketiga pelaku masih dalam pengejaran (DPO) pihak kepolisian

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, SIK.MH melalui Kanit Reskrim Polsek Prabumulih AIPTU Eem Supriyatna didampingi Kapolsek Prabumulih Timur AKP Hernando, SH membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap salah satu pelaku

“benar pelaku beserta barang bukti sudah kita amankan di Mapolsek guna dilakukan penyelidikan” tukasnya

Pelaku yang melakukan tindakan pidana barang yang sama sekali atau sebagian milik org lain dengan maksud memiliki dan tanpa hak yang disertai dengan pemberatan sebagai mana dimaksud dalam pasal 363 KUHP diancam kurangan paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak enam puluh rupiah (rel/bio)
Share:

APV VS Suzuki Carry Futura. 3 Korban Dilarikan Ke RSUD Prabumulih

PRABUMULIH - Lakalantas kembali terjadi di jalan Padatkarya yang mengakibatkan 3 orang korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Prabumulih untuk dirawat dikarenakan mengalami luka-luka.



Kejadian ini bermula disaat mobil suzuki Carry futura bernopol BE 1050 TY dari arah Kelurahan Sindur menuju Jalan Padat Karya (50 m dari Tugu Jogja) nampak melintas sepeda motor dari arah yang sama hendak  menyalip mobilnya.



Namun naas diarah berlawanan tampak mobil APV bernopol BG 1581 Y yang dikendarai oleh Riko (28) warga aur lubay Nyaris bertabrakan dengan sepeda motor tersebut, karena mengelakkan motor tersebut naas mobil APV tersebut malah menabrak suzuki carry



Dari keterangan salah seorang korban bernama Yudi Irawan (38) tinggal di kantin Polres Prabumulih mengatakan dirinya bersama keluarga berjumlah 7 orang mengendarai mobil suzuki Carry futura ingin bermaksut mengantarkan Ibu Paisa ke Stasiun Kota Prabumulih hendak ke kota lampung.



Dan naas dalam perjalanan mengalami kecelakaan sehingga mobil yang di kendaraannya ditabrak oleh mobil APV sehingga 3 orang korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Prabumulih karena mengalami luka-luka.



Ketiga orang tersebut adalah sopir mobil suzuki carry Yudi irwan yang mengalami memar,sopir mobil Apv Riko luka dipelipis serta ibu Faisa yang mengalami 22 jahitan dibagian atas dan bawah pelipis.



 Saat ini sopir mobil APV Riko  sudah di amankan  di Polsek Prabumulih  Timur untuk dimintai keterangannya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts