Mencekam! Puluhan Warga Blokade Jalan Jenderal Sudirman Hingga Menyebabkan Macet. Ricuh?

SUDIRMAN -- Buntut dari pelarangan parkir liar disisi Jalan Jenderal Sudirman Kota Palembang oleh Dinas terkait, sejumlah pemilik toko turun kejalan, Rabu (9/1).

Para pemilik toko kemudian melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes atas kebijakkan yang diberlakukan Pemerintah setempat yang dinilai merugikan para pemilik toko.

Pasalnya, akibat pelarangan parkir disisi jalan menyebabkan omzet pedagang menjadi menurun.

Alih-alih melakukan aksi protes, apa yang dilakukan pemilik toko ini menyebabkan kemacetan.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sejumlah petugas kepolisian disiagakan di lokasi.

Video blokade jalan oleh pemilik toko tersebut tersebar luas di sosial media, baik Whatapp maupun facebook.

SIMAK VIDEONYA :

 

https://m.youtube.com/watch?v=X62g1h777-A
Share:

Tuntutan ganti rugi tak sesuai, warga ancam tutup Jalan Pal 6 Pertamina

PRABUMULIH – Menindak lanjuti aksi warga Gunung Kemala, Payuputat Kota Prabumulih dan Desa Dangku Kabupaten Muara Enim yang tergabung dalam Forum Garuda beberapa waktu lalu yang menuntut ganti rugi atas pencemaran lingkungan akibat aktifitas pertambangan Batubara oleh PT.GHEMM Indonesia masih menemui jalan buntu, rabu (9/1/19)

Direktur utama PT.GHEMM Indonesia Mr. Yao yao dalam hal ini diwakili oleh Wanda dan Jhoni selaku Humas sekaligus Penerjemah bahasa mandarin mengatakan sebelumnya pihak perusahaan sudah membahas masalah pencermaran lingkungan ini dengan petinggi perusahaan itu

“Minggu kemarin setelah bos pulang dari Beijing kita sudah bilang tentang tuntutan warga, namun kata Jhoni, pak Yao yao hanya akan mengganti rugi lahan dengan keseluruhan bukan permeter yang diinginkan warga” ucapnya

Jhoni menambahkan seharusnya pihak Pemerintah turun langsung dan harus menengahi permasalahan ini apalagi kata dia masalah limbah ini sudah tiga tahun lebih belum selesai

“pihak Pemerintah yang terkait harusnya turun tangan, jangan tutup mata, kalau kami hanya sebatas pekerja di perusahaan ini tidak bisa berbuat banyak” terangnya

Wanda juga menambahkan tawaran ganti rugi yang diklaim warga dengan luas 24.000 hekatare itu tidak disepakati oleh direktur, perusahaan tidak dapat mengganti rugi dengan Rp 30 ribu permeter seperti yang diinginkan warga

“Bos bilang Cuma bisa ganti sedikit dari tuntutan warga, kita hanya bisa mengikuti arahannya” ucapnya

Sementara itu, M.Kosen,SH selaku Ketua Kordinator Aksi beberapa waktu lalu mengatak tidak setuju dengan tawaran pihak perusahaan, dia menilai ganti rugi yang diberikan PT.GHEMMI itu jauh lebih sedikit dibanding kerusakan kebun karet warga yang diakibatkan tambang batubara tersebut

“kebun karet punya saya itu ada 24.000 hektare yang terkena dampak, semua sudah menghasilkan uang, sedangkan sejak terkena dampak limbah, produksi karet semakin menurun, pihak perusahaan seharusnya bertanggungjawab atas pencemaran itu” tegasnya seraya mengatakan bahwa dirinya bersama sekitar 60 orang pemilik lahan yang terkena dampak itu meminta ganti rugi sebesar Rp.30 ribu permeter sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan”

Dilain itu, puluhan warga yang merasa kebun karetnya terkena dampak limbah perusahaan akan kembali menutup akses jalan perusahaan melalui Pal 6

“Tadi warga ada telpon saya, mereka mengatakan akan menutup jalan Pal 6 yang sering dilewati perusahaan, untuk sementara waktu tidak boleh ada aktifitas perusahaan melewati jalan itu” ucap Kosen menirukan seruan warga

Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriyansah melalui Kanit Shabara Maliki saat dibincangi usai pertemuan tadi pagi mengatakan pihak kepolisian akan berusaha mencoba menengahi masalah dan menjamin keamanan, dan jika warga akan melakukan aksi lanjutan seperti pemblokiran jalan warga di himbau untuk tidak bergerak secara anarkis

“Kami tidak bisa melarang jika warga ingin kembali melakukan aksi lanjutan, tapi untuk lebih baiknya menyampaikan pendapat secara baik” terangnya
Share:

Ratusan masa Tuntut Pemkot tak izinkan Truk Kayu Lintasi Jalan Sudirman

PRABUMULIH– Aliansi Gerakan Rakyat Sipil (AGRESI) tadi pagi mendatangi Kantor Pemerintahan Kota Prabumulih, ratusan warga yang berunjuk rasa itu meminta kepada Pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan, diantaranya untuk tidak memberi izin kepada pengusaha yang melewati Jalan Jendral Sudirman, dengan muatan melebihi kapasistas, rabu (9/1/19)

“Truk yang bermuatan kayu Log dari PT Tel dan Musi Hutan persada (MHP) itu harus di stop, mereka bisa leluasa melewati jalan sudirman” ujar Sastra Amiadi selau Koordinator aksi

Sastra mengatakan meminta Pemkot untuk secara tegas melarang truck yang bertonase tinggi, karena hal ini kata dia, akan mempercepat rusak jalan Kota Nanas

Sastra menambahkan jika dirinya mewakili Agresi menuntut pemerintah untuk dapat menertibkan angkutan bermuatan kayu yang melebih muatan hal itu, ucapnya dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan

“Tidak sedikit korban kecelakaan akibat mobil besar yang melintas, bahkan dulu truk seperti batubara, kayu log sering jadi amukan masa” ucapnya

Kemudian Massa juga menuntut kepada pihak yang berwenang dapat menertibkan aksi Pungutan liar (pungli) di sepanjang jalan lingkar dan yang membebaskan mobil bermuatan besar lewat jalan kota pada malam hari

Sekda Prabumulih H.M Kowi saat menerima para pendemo mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi dari masyarakat tersebut dan akan menyampaikan langsung tuntutan tersebut kepada walikota.

"Saat ini pak Walikota sedang di Lampung untuk menyerahkan bantuan pada korban tsunami, nanti setelah bapak walikota pulang, baru kita sampaikan," ucapnya

Pendemo juga mengancam akan bertindak sendiri jika tuntutan tidak segera ditindak lanjuti dengan cara memberhentikan kayu yang melintas dijalan sudirman
Share:

Tuntuan Ganti Rugi Tak Sesuai, Warga Ancam Tutup Jalan Pal 6 Pertamina



PRABUMULIH – Pencemaran lahan warga dari aktifitas penambangan batubara PT.GHEMM Indonesia, Warga dari ketiga wilayah yang terkena pencemaran dari aktifitas Perusahaan tersebut yaitu, Gunung Kemala, Payuputat Kota Prabumulih dan Desa Dangku Kabupaten Muara Enim yang tergabung dalam Forum Garuda, rabu (9/1/19)


Direktur utama PT.GHEMM Indonesia Mr. Yao yao dalam hal ini diwakili oleh Wanda dan Jhoni selaku Humas sekaligus Penerjemah bahasa mandarin mengatakan sebelumnya pihak perusahaan sudah membahas masalah pencermaran lingkungan ini dengan petinggi perusahaan itu


“Minggu kemarin setelah bos pulang dari Beijing kita sudah bilang tentang tuntutan warga, namun kata Jhoni, pak Yao yao hanya akan mengganti rugi lahan dengan keseluruhan bukan permeter yang diinginkan warga” ucapnya


Jhoni menambahkan seharusnya pihak Pemerintah turun langsung dan harus menengahi permasalahan ini apalagi kata dia masalah limbah ini sudah tiga tahun lebih belum selesai


“pihak Pemerintah yang terkait harusnya turun tangan, jangan tutup mata, kalau kami hanya sebatas pekerja di perusahaan ini tidak bisa berbuat banyak” terangnya


Wanda juga menambahkan tawaran ganti rugi yang diklaim warga dengan luas 24.000 hekatare itu tidak disepakati oleh direktur, perusahaan tidak dapat mengganti rugi dengan Rp 30 ribu permeter seperti yang diinginkan warga


“Bos bilang Cuma bisa ganti sedikit dari tuntutan warga, kita hanya bisa mengikuti arahannya” ucapnya


Sementara itu, M.Kosen,SH selaku Ketua Kordinator Aksi beberapa waktu lalu mengatak tidak setuju dengan tawaran pihak perusahaan, dia menilai ganti rugi yang diberikan PT.GHEMMI itu jauh lebih sedikit dibanding kerusakan kebun karet warga yang diakibatkan tambang batubara tersebut


“kebun karet punya saya itu ada 24.000 hektare yang terkena dampak, semua sudah menghasilkan uang, sedangkan sejak terkena dampak limbah, produksi karet semakin menurun, pihak perusahaan seharusnya bertanggungjawab atas pencemaran itu” tegasnya seraya mengatakan bahwa dirinya bersama sekitar 60 orang pemilik lahan yang terkena dampak itu meminta ganti rugi sebesar Rp.30 ribu permeter sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan”


Puluhan warga yang merasa kebun karetnya terkena dampak limbah perusahaan akan kembali menutup akses jalan perusahaan melalui Pal 6


“Tadi warga ada telpon saya, mereka mengatakan akan menutup jalan Pal 6 yang sering dilewati perusahaan, untuk sementara waktu tidak boleh ada aktifitas perusahaan melewati jalan itu” ucap Kosen menirukan seruan warga.



Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriyansah melalui Kanit Shabara Maliki saat dibincangi usai pertemuan tadi pagi mengatakan pihak kepolisian akan berusaha mencoba menengahi masalah dan menjamin keamanan  jika warga akan melakukan aksi lanjutan seperti pemblokiran jalan, warga juga di himbau untuk tidak bergerak secara anarkis


“Kami tidak bisa melarang jika warga ingin kembali melakukan aksi lanjutan, tapi untuk lebih baiknya menyampaikan pendapat secara baik” terangnya

Share:

Logistik Pemilu mulai didistribusikan ke KPUD PALI

PALI - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengaku telah menerima sebagian logistik yang saat ini disimpan di gudang logistik, Jalan Merdeka samping Mapolsek Talang Ubi.

Dari logistik yang sudah masuk, sebagian besar masih belum lengkap dan masih menunggu distribusi lanjutan dari KPU pusat.

"Pertama sekali yang datang adalah bilik suara, kami terima secara bertahap, dan yang sudah diterima sampai saat ini ada 1.960 buah, sementara untuk kebutuhannya 2.356 jadi kekurangannya ada 396 buah," terang Marmansyah, sekretaris KPUD PALI, Rabu (9/1).

Untuk logistik lain, seperti kotak suara, diakui Marmansyah juga masih belum sepenuhnya diterima, dari kebutuhannya 3.001 kotak suara, yang datang dan telah diterima baru ada 2.505 buah, kekurangannya 496 buah.

"Sampul yang dibutuhkan 69.984 buah, yang kami terima 61.466, kurangnya 8.518. Untuk Formulir dan hologram belum masuk sama sekali, hanya alat kelengkapan TPS yang sudah selesai," imbuhnya.

Mengingat sebagian besar logistik terbuat dari bahan kertas, Marmansyah mengatakan bahwa pihaknya memperlakukan semua logistik yang datang dengan menyimpannya di ruang tertutup serta dilapisi palet plastik.

"Semua logistik disimpan di gudang dan setiap dua hari sekali petugas kita mengceknya. Disamping itu, setiap lapisan dipakai palet plastik serta untuk menghindari kerusakan akibat binatang seperti tikus atau rayap, kita gunakan anti rayap dan anti serangga serta alat pengusir tikus," tandasnya.
Share:

Wow! Karya Pandai Besi di PALI Go Internasional

PALI--Meski pembuatannya terbilang masih sederhana dan semuanya manual, tetapi siapa sangka, produk hasil karya Ujang Faizal, pandai besi asal Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bisa diterima pasar internasional. Salahsatu negara yang saat ini melirik karya Ujang adalah Singapura. Karena, karya ujang memiliki nilai seni tinggi dan punya motif yang khas.

Terlebih lagi, hasil karya Ujang digandeng Yayasan Al-Musyarofah binaan Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony serta Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang membantu peralatan serta pemasaran hingga produk Ujang bisa Go Internasional.

"Selama ini kami hanya produksi untuk kebutuhan pertanian saja, seperti parang, golok atau cangkul. Namun, setelah KNPI PALI didampingi Wabup memberangkatkan kami pelatihan ke Bandung, produksi kami bisa bervariasi, dan membukakan wawasan kami untuk membuat karya berbahan dasar besi menjadi bernilai dan mempunyai seni," ungkap Ujang, Rabu (9/1).



Kemudian, setelah memproduksi berbagai senjata tajam yang dilapisi ukiran, diakui Ujang, bahwa KNPI dan Wabup PALI menyarankan untuk dibuatkan kemasan agar hasil karyanya lebih menarik.

"Dari situlah, mungkin karya kami yang telah dikemas dipromosikan dan sebagian informasinya dibuat cindera mata sehingga pesanan semakin meningkat, bahkan ada yang dari Singapura memesan banyak untuk dijual di pasar negara itu," katanya.

Namun, untuk memenuhi pesanan banyak, Ujang mengalami kendala peralatan yang masih manual. "Untuk memenuhi pesanan lokal saja kami kewalahan ditambah lagi untuk ke Singapura. Tapi kalau ada bantuan peralatan yang lebih canggih, mudah-mudahan, pesanan dengan partai banyak bisa kami penuhi. Untuk prosedur ekspor, kami serahkan ke Yayasan Al-Musyarofah serta pihak Pertamina, kami hanya membuat saja," terangnya.

Terpisah, Yogi Bonovinto, CSR Staff PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field menyatakan bahwa pihaknya bakal mensupport usaha Ujang.

"Petamina melihat potensi karya seni Ujang yang cukup baik dan indah, karya Ujang kita sebut pisau budaya, karena dia bikin pisau ada motifnya. Kita akan kembangkan untuk cenderamata khas PALI," ujar Yogi.(SN)
Share:

"Wik-Wik" di Taman, Dua Sejoli Diamankan Satpol PP. Pelaku Ancam Bunuh Diri

PRABUMULIH -- Lantaran tidak bisa menahan hawa nafsu, sejoli nekat berbuat mesum di salah satu kios di Taman Kota Prabujaya Kota Prabumulih, Selasa (8/1).

Sejoli yang dimaksud yakni Arman dan Santi warga Gunung Megang Kabupaten Muara Enim

Akibat perbuatannya, sejoli yang tengah dimabuk asmara itu diamankan petugas Satuan Pamong Praka (Satpol PP) Kota Prabumulih. Saat diamankan, Santi mengancam petugas akan bunuh diri apabila diserahkan ke petugas kepolisian.

Menurut informasi, perbuatan mesum terjadi sekitar pukul 10.00 wib. Aksi tersebut pertama kali diketahui salah satu petugas kebersihan taman yang curiga dengan gerak-gerik pelaku lantaran diam-diam masuk kedalam kios kosong didalam taman.

Petugas kebersihan itupun lalu melaporkannya hal itu ke petugas Satpol PP yang tengah berjaga di pos pintu masuk.

Petugas kemudian langsung menuju kios dan mendapati keduanya tengah bercumbu. Sadar aksinya kepergok petugas, sejoli ini pun tampak salah tingkah.

Saat di grebek keduanya masih menggunakan pakaian lengkap. Namun, petugas mendapati kancing celana jeans Arman sudah tidak terkancing. Sementara, Santi cepat-cepat memperbaiki celana dalamnya didalam rok yang turun.

https://m.youtube.com/watch?v=RR1vGNLv3o0

Saat diinterogasi petugas, sejoli ini menampik telah berbuat mesum. Menurut Santi keduanya hanya berteduh sembari memperbaiki handphonenya yang rusak.

"Kami berdua tuh lagi benerin handpone di dalam kios. Aku mau bunuh diri saja kalau tidak dilepaskan," ujar Santi sambil menangis.

Sementara itu, Randika salah anggota Satpol PP menuturkan sejoli yang diamankan diduga bukan pasangan suami istri lantaran saat digeledah keduanya tidak memilik kartu identitas penduduk.

"Kami himbau kepada pengunjung apabila melihat hal yang mencurigakan untuk melapor ke petugas," ungkapnya.

Sejoli inipun akhirnya dilepas petugas setelah membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.(SN)
Share:

Ini Keterangan Polisi Terkait Temuan Mayat Yang Mengambang di Sungai Lematang

PALI-- Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni mengungkapkan temuan jasad yang mengambang di sungai Lematang di wilayah Desa Sukaraja Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menghebohkan warga sekitar pada Selasa (8/1).

Menurut Sofyan, bahwa jasad tersebut ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB yang dilaporkan kepihaknya oleh Gopar Bin Anang (60) warga setempat dan hingga kini jasad berjenis kelamin laki-laki tersebut belum diketahui alias MR X.

"Pertama kali melihat jasad tersebut adalah saudara Redho (28) yang sedang berada di pinggir sungai Lematang, jasad tersebut terlihat dekat mesin penyedot pasir. Setelah itu Redho memberitahukan Andra dan Rudi yang langsung meminggirkan mayat Mr.X kepinggir sungai Lematang sekira 150 meter dari TKP awal," ungkap Sofyan.

Setelah mendapat informasi dari warga, Kapolsek mengatakan bahwa pihaknya langsung mendatangi TKP. " Kita langsung mencatat saksi - saksi, membuat dokumentasi mayat di TKP, intrograsi singkat terhadap saksi, dan mengangkat mayat dari pinggir sungai yang langsung membawa mayat dengan kantong jenazah milik Polsek Tanah Abang ke Puskesmas Tanah Abang untuk VER pendahuluan kemudian ke RSUD Muara Enim untuk tindak lanjut," jelas Kapolsek.

Diterangkan Sofyan bahwa korban ditemukan dengan berpakaian kaos yang ada tulisan sawah putih dengan menggunakan celana pendek hitam abu-abu dengan kondisi korban terlihat luka tusuk dileher, diperkirakan korban penganiayaan benda tajam, disekitar tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda pengenal lainnya.

"Saat ini korban akan dibawa ke RSUD Muara Enim untuk dititipkan di kamar jenazah menunggu apabila ada keluarga korban yang datang atau ada pihak masyarakat lain yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Kita juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Sukaraja, Kades-kades di Kecamatan Tanah Abang dengan tujuan agar dapat menginformasikan warga sekitar bilamana adabmengetahui keluarga dari pada korban tersebut," beber Sofyan. (red)
Share:

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Sungai Lematang, Warganet Sibuk

PALI-- Dikabarkan warga Desa Sukaraja Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan temuan sesosok mayat tanpa identitas dengan jenis kelamin laki-laki mengambang di pinggiran sungai Lematang pada Selasa sore (8/1).

Jagad maya pun langsung ramai dengan banyaknya warganet mengunggah foto temuan tersebut.

Banyak diantaranya mendoakan agar identitas jasad tersebut bisa segera diketahui.

Sementara pihak kepolisian ketika dikonfirmasi kebenaran temuan tersebut memang mengakui, namun belum berani memberikan keterangan, sebab polisi baru saja mengevakuasi dan mengidentifikasi jasad tersebut.(red)
Share:

Harlah ke-46, PPP PALI Lakukan Ini

PALI -- Hari Lahir (Harlah) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-46 diperingati di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) oleh petinggi pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP diwarnai ziarah kubur dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Pendopo Kecamatan Talang Ubi yang dilakukan Senin (7/1).

Selain itu, membacakan surat Yasin serta Tausiyah keagamaan yang diisi ketua MUI PALI, H Mughni Zein yang juga sebagai Dewan Pertimbangan DPC PPP PALI.

Dikatakan Hairul Mursalin, Ketua DPC PPP PALI bahwa kegiatan ziarah kubur di Taman Makan Pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang.

"Bangsa yang besar adalah yang selalu mengenang jasa pahlawannya, itulah yang mendasari kita melakukan kegiatan ziarah kubur serta tabur bunga diatas makam pahlawan agar kita tetap ingat terhadap orang-orang yang telah berjasa atas bangsa ini," ujar Hairul Mursalin, Selasa (8/1).

Pada peringatan Harlah PPP ke-46, Hairul Mursalin berpesan agar seluruh kader serta simpatisan PPP agar bersatu padu untuk mensukseskan Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Kita tetap terus berjuang untuk suksesnya proses demokrasi yang saat ini masuk tahapan kampanye. Dan seluruh kader agar PPP berupaya keras dalam memenangkan pertarungan politik ini," ajaknya.

Sebab diakui Ketua DPC PPP PALI bahwa partai berlambang Ka'bah tersebut sudah mempunyai modal besar, dimana PPP tetap kokoh selama puluhan tahun dan tetap eksis mencetak kader-kader handal untuk mewakili masyarakat di kursi Legislatif dari pusat sampai daerah.

"Untuk di Kabupaten PALI, kita optimis mendapatkan satu fraksi di DPRD periode 2019-2024, dengan modal awal nama besar PPP yang sudah eksis puluhan tahun, kemudian kebersamaan Caleg yang diusung rata rata memiliki integritas masa di bidangnya masing-masing," ujar Hairul yang saat ini duduk di kursi dewan PALI Komisi II.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts