Untung Buser Datang, Nyawa Dua Pelaku Ini Selamat Setelah Dikepung Massa

PALI-- Darwis (21) dan RG (15) asal Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI nyaris tewas ditangan masa lantaran kedapatan mencuri travo las disebuah rumah yang tengah ditinggal pemiliknya pada Kamis (10/1) kemarin di Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulya.

Beruntung nyawa korban diselamatkan jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi yang datang tepat ketika kedua pelaku ini dikepung masa.

Dari keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah, berawal saat kedua pelaku melintas dengan mengendarai sepeda motor dengan cara berboncengan dari arah Pendopo ke Simpang Raja.

Kedua pelaku melihat mesin travo yang berada dilantai dalam rumah korban dimana posisi pintu terbuka. Saat itulah timbul niat pelaku untuk mencuri kemudian memberhentikan sepeda motornya.

"Pelaku sepakat melakukan aksi pencurian, kemudian pelaku RG turun lalu mengambil travo tersebut. Sementara pelaku Darwis menunggu diatas motor. Saat pelaku RG berusaha membawa travo, korban dan saksi melihat aksi pelaku, sehingga pelaku langsung ditangkap oleh korban dan saksi, pelaku nyaris dihajar masa," terang Arafah.

Saat itulah ditambahkan Arafah anggota Buser tengah melaksanakan patroli dan hunting disekitar Simpang Raja secara kebetulan saat melintas di sekitar TKP.

Anggita Buser langsung menghampiri TKP yang sudah dikerumunin massa, dan benar ada dua pelaku tersebut diatas sudah ditangkap oleh massa kemudian oleh Anggota Buser langsung mengamankan dua pelaku secara cepat untuk mengantisipasi adanya provokasi massa untuk menghakiminya.

"Pelaku dan BB diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Talang Ubi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Adapun barang bukti yang kita amankan berupa 1 (satu) unit mesin travo las dan 1 (satu) unit sepeda motor yang digunakan pelaku," tandasnya.

Sementara dari pengakuan Darwis salahsatu pelaku, bahwa niat mencuri datang saat rumah tengah kosong serta pintu terbuka. "Rencana kami barang curian itu untuk bayar utang pak," katanya.(red)
Share:

Hati-hati Modus Baru, Pura-pura Jual Madu Perempuan Ini Lakukan Curas

PALI-- Santi (40) warga Lrng Rela nomor 24 RT 11/RW 05 Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II Palembang ditangkap Jajaran Polsek Penukal Abab lantaran diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan dasar laporan korbannya LP/ B / 200 / I XI / 2018 / Sumsel / Res.Muara Enim /Sek. Penukal abab Tgl 1 November 2018. Pencurian dengan kekerasan.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian bahwa kejadian berlangsung pada Kamis (1/11/2018) lalu sekira pukul 10.00 WIB di rumah korban Awiyah di Desa Gunung Menang Timur Kacamatan Penukal Kabupaten PALI.

Modus pelaku pura-pura menjual madu dalam kemasan botol sebanyak 5 (lima) botol kepada korban, dan pada saat korban hendak membayar madu itu, terlihat ada uang banyak dalam dompet korban oleh pelaku tersebut. Dan pelaku langsung menarik dompet beserta isinya uang berjumlah Rp. 2.500.000,- yang ada pada tangan korban kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil satu 1 (satu) unit handphone merk Xiaomi.

Mengetahui itu, korban kemudian meneriaki pelaku namun pelaku tidak menghiraukan teriakan korban dan langsung meninggalkan tempat kejadian dengan mengambil, membawa, menguasai suatu barang barang milik korban tersebut dengan maksud untuk dimilikinya (pelaku).

"Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan kejadian ke Polsek Penukal Abab," ungkap Alpian, Jumat (11/1).

Selanjutnya pada Kamis (10/1/2019) sekira pukul 14.00 WIB, Kapolsek Penukal Abab mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku Curas yang bermodus menjual madu ada di desa Babat Kecamatan Penukal. Kemudian kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim IPDA AGUS WIDODO, S.H beserta anggota unit Reskrim Polsek Penukal Abab untuk melakukan penyelidikan dan Penangkapan terhadap pelaku.

"Kemudian pelaku di bawa ke kantor Polsek Penukal Abab. Awalnya pelaku tidak mengaku, tetapi setelah di hadapkan dengan korban dan para saksi, pelaku tidak bisa mengelak lagi. Dan sat ini pelaku masih kita interogasi demi keperluan pengembangan," ucap Alpian.(red)
Share:

Pembinaan Kamtibmas Naik TSM

MUARA ENIM,----Pembinaan Kamtibmas yang dilakukan Kapolsek Gunung Megang, AKP Feriyanto SH, patut dicontah. Soalnya dalam melakukan pembinaan Kamtibmas ke sekolah sekolah dia bersama anggotanya tidak menggunakan kendaraan mobil maupun sepeda motor tetapi mengendarai sepeda yang diberi nama Transportasi Sehat Merakyat (TSM).

Pembinaan kamtibmas tersebut dilakukannya kepada siswa SMAN 1 Gunung Megang, Kamis (10/1). Kedatangan sang Kapolsek dengan mengendarai sepeda dayung itu mendapatkan sambutan simpatik dari para pelajar maupun dewan guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Pembinaan kamtimbas dengan mengendarai sepeda dayung tersebut dilakukan Kapolsek bersama anggota sebagai tindak lanjut dari apa yang telah dirintis oleh Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono yang menganjurkan anggotanya untuk senantiasa menggunakan sepeda dalam melakukan berbagai kegiatan.

Apa yang dilakukan Kapolsek, untuk memberikan pelajaran bagi para siswa agar berangkat ke sekolah menggunakan sepeda dayung tidak menggunakan sepeda motor seperti yang terjadi sekarang ini.

“Apa yang kami lakukan, melakukan penyuluhan ke sekolah dengan mengendarai sepeda dayung agar para anak didik maupun guru bisa mengikutinya. Karena saat kecelakaan lalu lintas dodiminasi oleh para pelajar yang mengendarai sepeda motor,” jelasnya. (SN)
Share:

Aniaya Anak Hingga Kepala Berlumur Darah, Eko Dipenjara

MUARA ENIM,---Emosi yang tidak terkendali kepada anak akibatnya berurusan dengan pihak berwajib. Itulah yang dialami Eko Wijaya (30), warga Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, yang diamankan petugas Reskrim Polsek Gelumbang, Selasa (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dia diamankan petugas diduga telah menganiaya anak kandungnya bernama Daniel Eka Saputra (11) dengan melempar kepalanya menggunakan gelas hingga terluka. Tidak terima dengan perbuatan suaminya, membuat Agustina (27), istri pelaku melaporkan kejadian itu ke Polsek Gelumbang.

Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku pada Selasa (8/1) sekitar pukul 18.15 WIB. Kini pelaku yang merupakan ayah kandung korban telah diamankan dan ditahan di ruang tahanan Polsek Gelumbang untuk menjalani proses hukum.

Kejadian itu bermula dari antara pelaku dan istrinya terlibat keributan mulut di dalam rumah tersebut. Saat terlibat keributan mulut, istri pelaku tengah masak di dapur.

Ketika terjadi keributan tersebut, pelaku tidak bisa mengendalikan emosinya dengan mengambil gelas kaca yang berada di dekatnya hendak dilemparkan kepara istrinya. Namun istrinya menantang dengan mengeluarkan kalimat silakan kepada pelaku.

Namun pelaku batal melempar gelas kaca tersebut, karena istrinya sedang memasak di dapur sambil memegang pisau. Sehingga pelaku tidak barani melemparnya.

Untuk melampiaskan emosinya, pelaku melemparkan gelas kaca itu ke arah korban hingga mengenai kepala korban sampai terluka. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, istrinya melaporkan kejadian itu ke Polsek Gelumbang.

Laporan tersebut langsung ditindak lanjuti petugas dengan mendatangi pelaku yang tengah berada di rumahnya. Petugas langsung mengamankan pelaku.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, ketika dikonfirmasi, Kamis (10/1) membenarkan kejadian itu.

“Pelaku sudah diamankan, dalam kasus ini dijerat pasal 44 UU 23 tahun 2004,” jelasnya. (SN)
Share:

Imigrasi Deklarasi WBK dan WBB Kontribusi PNBP Rp 9 Miliar

MUARA ENIM,---Pimpinan dan pegawai Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim melakukan deklarasi satuan kerja zona integritas menuju Wilayah Bebas dan Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Itu dilakukan sebagai bentuk komitmen janji kinerja tahun 2019 dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Apel deklarasi yang berlangsung di aula gedung Imigras itu dipimpin Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul, Kamis (10/1). Apel itu dihadiri juga Kabag Ops Polres Muara Enim, Kompol Irwan Andeta serta perwakilan Kalapas Muara Enim.

“Deklarasi yang kita lakukan sebagai bentuk komitmen dan kebulatan tekat kita untuk kinerja di tahun 2019. Karena deklarasi ini setiap tahun dilakukan sebagai tindak lanjut dari perintah Sekjen Kementerian Hukum dan HAM,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul, usai pelaksanaan apel deklarasi tersebut.

Menurutnya, hasil kinerja selama satu tahun, pada akhir tahun akan dilaporkan kepada Kementerian Hukum dan HAM. Apa saja capaian yang telah dilakukan selama satu tahun, sesuai atau tidak dengan janji kinerja yang telah diucapkan.

Dengan adanya deklrasi tersebut, lanjutnya, secara keseluruhan kantor Imigrasi terus mengalami perubahan dan peningkatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan perubahan itu, lanjutnya, membuat lembaga yang dipimpinnya berhasil mendapatkan penghargaan pelayanan publik.

Untuk itu, lanjutnya, dia terus melakukan berbagai trobosan guna memberikan pelayanan prima dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena, dengan pelayanan prima, maka akan meningkatkan kontribusi kantor Imigrasi Muara Enim dalam hal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pembuatan paspor.

Menurutnya, terobosan yang dilakukan diantaranya dengan membuat Unit Kantor Imigrasi (UKK) di Kabupaten Musirawas mulai tahun 2017. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang akan membuat paspor di wilayah Kabupaten Musirawas, Empat Lawang, Muratara, dan Lubuk Linggau.

Karena, lanjutnya, kantor Imigrasi Muara Enim telah membawahi 9 Kabupaten dan 2 Kota. Dengan demikian wilayah kerjanya cukup luas dan perlu memdekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Tahun 2019 ini rencananya kita akan membuka UKK di Kabupaten OKU untuk melayani masyarakat yang hendak membuat paspor di wilayah Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan,” jelasnya.

Pembuatan kantor UKK tersebut, difasilitasi oleh Pemerintah Daerah setempat termasuk Sumber Daya Manusianya (SDM). “Dengan kita membuka UKK, maka kontribusi kita dalam penerimaan PNBP pada negara tahun 2018 lalu mengalami peningkatan cukup siknifikan hampir 100 persen,” jelasnya.

Kontribusi kantor Imigrasi Muara Enim dalam penerimaan PNBP dari pembuatan paspos, lanjutnya, pada tahun 2018 sebesar berjumlah Rp 9 miliar lebih, Terdiri dari penerimaan PNBM dari UKK Musirawas sebesar Rp 1,795 miliyar dan dari kantor Imigrasi Muara Enim sebesar Rp 6,363 miliyar.

Jumlah itu meningkat hampir 100 persen bila dibandingkan tahun 2017 lalu sebesar Rp 5,5 miliyar sebelum adanya kantor UKK di Musirawas. “Sekitar 80 persen masyarakat yang membuat paspor adalah untuk berangkat menunaikan ibadah haji dan umroh. Sedangkan 20 persen lagi untuk berpergian ke luar negeri,” jelasnya. (SN)
Share:

KPU PALI Cek Logistik. Antisipasi Kerusakkan dengan Alat Pengaman

PALI -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Fikri Ardiansyah bersama empat komisioner lainnya mengecek logistik Pemilu yang telah diterima dari KPU pusat, Kamis (10/1).

"Langkah awal tugas KPUD, kita ditugaskan KPU Provinsi agar mengecek logistik. Setelah kita lihat langsung, semua logistik tersimpan aman," ujar Ketua KPUD PALI.

Antisipasi gangguan binatang, Fikri mengatakan bahwa pihaknya telah memasang alat pengaman diantaranya anti rayap dan memasang kawat besi.

"Semua logistik disimpan dengan diberi bantalan palet plastik, dan kami yakin semuanya aman," tukasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua KPUD PALI mengajak semua elemen masyarakat terutama peserta Pemilu agar bersatu padu menjaga situasi politik agar tetap dingin.

"Suksesnya Pemilu harga mati bagi kami selaku penyelenggara, dan kami juga meminta dukungan semua pihak agar bersama-sama menjaga suhu Pili agar tetap kondusif," ajaknya.(SN)
Share:

50 Unit Rumah Bantuan Kementerian PUPR Mulai Dihuni Warga PALI

PALI -- 50 unit rumah yang telah dibangun berasal dari bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI tahun 2018 yang diperuntukkan untuk warga Takang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terkena relokasi Sungai Abab mulai dihuni beberapa kepala keluarga penerima rumah tersebut.

Dari pantauan media ini dilokasi perumahan, tampak beberapa warga yang telah menempati rumah tersebut sibuk bersih-bersih disekitar kediamannya.

"Aliran listrik tinggal menyambungkan saja, dan air bersih juga sudah terpasang. Untuk kondisi rumah, semuanya sudah siap pakai dan keseluruhan unit rumah sudah diserahkan ke masing-masing warga yang terkena relokasi," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Etty Murniaty melalui Ahmad Hidayat  Kabid Perumahan, Kamis (10/1).

Sementara itu, Erlan, warga setempat penerima rumah bantuan Kementerian PUPR yang saat ini berencana menempati rumah tersebut mengaku bahwa dirinya tinggal menunggu listrik dan air bersih mengalir.

"Ada sebagian yang sudah menempati, tetapi kalau kami masih nunggu listrik menyala. Kami juga sudah tidak sabar untuk pindah, sebab di Talang Pipa ketika hujan deras pasti banjir," katanya.

Diketahui bahwa sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) yang letak rumahnya berada dibantaran sungai Abab Talang Pipa Kecamatan Talang Ubi direlokasi pemerintah Kabupaten PALI lantaran daerah tersebut menjadi langganan banjir kala penghujan.

Kemudian, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR memberikan bantuan pembangunan 50 unit rumah khusus untuk warga terkena relokasi yang letaknya di Simpang Bandara Kelurahan Handayani Mulya.(SN)
Share:

KNPI PALI Beserta Organisasi Kepemudaan Liannya Serahkan Bantuan untuk Korban Tsunami Lampung

PALI -- DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di kabupaten PALI, Kamis (10/1) mengunjungi langsung korban Tsunami Selat Sunda di kawasan Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di Desa Way Mulih dan Desa Jujur Kecamatan Rajabasa.

Selain melihat langsung korban Tsunami di Lampung Selatan, DPD KNPI Kabupaten PALI bersama perwakilan Gerakan Anak PALI Pecinta Alam (GAPPALA), perwakilan GANN PALI, dan beberapa OKP di Kabupaten PALI juga menyalurkan bantuan langsung ke warga korban Tsunami.

"Bantuan tersebut terkumpul atas aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh Pemuda PALI Peduli yang merupakan himpunan dari KNPI PALI, GAPPALA, GANN, Gerakan Pemuda Pemudi PALI Peduli (GP4), Generasi Muda Wong Pendopo Sumsel (GMWP SS), OSIS, dan OKP se-kabupaten PALI," terang M. Anasrul ketua DPD KNPI PALI, Kamis (10/1)

Ia juga menjelaskan bahwa dari aksi penggalangan dana tersebut terkumpul dana sebesar Rp 15.017.500,00 dan beberapa karung dan puluhan kardus pakaian layak pakai.

"Dana tersebut akan kita salurkan ke dua lokasi, yakni untuk korban Tsunami yang berada di Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan serta Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Namun untuk di wilayah Pandeglang Banten kemungkinan akan kita kirim via transfetlr," tambah Anas didampingi Sekretairis DPD KNPI PALI Beni Stiawan, ST.

Ditambahkan Anas, sesampai di Kabupaten Lampung Selatan, DPD KNPI kabupaten PALI disambut hangat Oleh Ketua DPD KNPI Lampung Selatan Firmansyah, dan langsung menuju lokasi poskoh korban Tsunami.

Hari Rabu sore lanjut Anas, dirinya beserta anggota berangkat dari kabupaten PALI menuju Kabupaten Lampung Selatan. Sampai di posko korban tsunami wilayah kalianda Anggota DPD KNPI PALI mengobrol dan langsung mendengar cerita dan keluhan dari korban. "Saat ini masih ada korban yang masih dirawat di rumah sakit dan sebagian masih di posko pengungsian karena belum ada tempat tinggal yang baru. Apalagi ada warga yang masih trauma ketika melihat Laut. Kita berharap baik di Lampung maupun di Banten korban Tsunami segera pulih dan bangkit dari bencana yang sudah melanda," tukasnya.

Kemudian Anas mengajak semua elemen pemuda dan masyarakat Indonesia untuk ikut membantu para korban tsunami, baik yang berada di Banten maupun yang berada di Lampung Selatan.

"Karena mereka tengah kesusahan. Makanya kami mengajak seluruh elemen membantu mereka para korban tsunami ini," pungkasnya.

Sementara itu Jay Husin, koordinator Posko Bersama di LKM Mandira Kecamatan Rajabasa mengucapkan terimakasih kepada Pemuda PALI yang telah ikut merasakan serta berbagi kepada korban Tsunami di Lampung Selatan.

Dijelaskannya pula, bahwa kondisi saat ini para korban sudah mulai membaik, kendati masih banyak warga yang masih dirawat di RS serta ada pula warga yang masih trauma.

"Yang paling parah yakni di pesisir pantai kecamatan Rajabasa. Namun, kondisinya sudah mulai membaik karena tim psikologi dan dinas terkait sudah masuk memberikan support pengobatan medis. Tercatat untuk di Rajabasa 90 orang yang meninggal serta masih ada enam orang yang masih belum diketemukan," jelasnya.(SN)
Share:

Heboh! Oknum Guru SDN 37 Prabumulih Diduga Sunat Dana PIP Siswa Sebesar 30 Persen

PRABUMULIH – Sekola Dasar Negeri 37 Kota Prabumulih mengadakan rapat mendadak guna memberi klarifikasi terkait adanya dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) para siswa sebesar 30 persen.

Terkuaknya dugaan pemotongan anggaran ini setelah ramai menjadi perbincangan hangat disosial media facebook yang diposting oleh akun Fitri Agustin Rabu malam (9/1).

Dalam sebuah postingan yang dikirim ke grup Berita Prabumulih, akun ini meminta agar Dinas Pendidikan Kota Prabumulih melakukan penyelidikan terkait pemotongan dana PIP tersebut.

Menurut akun ini pula, pemotongan dana yang dilakukan oleh salah satu oknum guru ini sudah sangat meresahkan bahkan merugikan siswa yang mendapat bantuan.

"Maaf Bukan Hoax Mohon sekira nya pihak diknas di kota prabumulih bisa menyelidiki terlebih dahulu andai tak percaya, karna kami para orang tua murid SDN 37 Yg terletak di Kelurahan. Sukaraja kota prabumulih Resah karna ada oknum guru yg memotong Meminta dana bantuan tabungan murid yg di berikan oleh program pemerintahan sebesar 30% oleh Guru yang bernama Beti, Karna apakah ini pemotongan sengaja dari program pemerintahan atau inikah yg di sebut Pungli di sekolah”

Rapat mendadak yang dihadiri walimurid, Lurah Sukaraja, Sukarno. Bahkan Kapolres Prabumulih yang mengetahui adanya kabar kurang sedap tersebut menerjunkan Bhabinkamtibmas Sukaraja Bripka Saidin.

Dalam rapat itu, Kepala SD Negeri 37, Tutik Stamina membantah adanya potongan dana PIP siswa tersebut.

"Kami tidak pernah memotong ataupun meminta persenan dari murid dana  PIP begitupun guru  yang mengurus dana tersebut karena yang mengambil uang tersebut ke bank adalah wali murid dan murid yang bersangkutan. Sekolah hanya meminta foto copy buku tabungan sebagai tanda bukti untuk laporan ke Diknas," tegasnya, Kamis (10/1).

Sementara, Sukarno menjelaskan dana PIP diberikan untuk warga yang kurang mampu. Data tersebut merupakan pengajuan RT RW yang disampaikan ke Kelurahan, kemudian diteruskan ke Dinas sosial untuk ditindaklanjuti.

"Persaratan untuk mendapatkan dana PIP yaitu siswa harus mempunyai kartu Indonesia Pintar atau kalau belum mendapatkan kartu harus dapat surat keterangan dari RT RW atau lurah bahwa memang warga tersebut kurang mampu," terangnya.

Dari pantauan, saat menyampaikan klarifikasi Tutik Stamina tak dapat membendung air matanya lantaran menyebarnya isu dugaan pemotongan dana PIP sebesar 30 persen tersebut. (SN)

 

SIMAK VIDEO KLARIFIKASI PIHAK SEKOLAH :

 

https://m.youtube.com/watch?v=0J_Xba2GHrc
Share:

Wow! 46 Warga PALI Terjangkit DBD

PALI -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bumi Serepat Serasan terus merebak. Terbukti, diawal tahun 2019 ini, tercatat ada 46 pasien penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi.

"Hari ini saja ada 12 pasien DBD yang dirawat, yang rata-rata anak-anak," ungkap Dina, kepala ruangan RSUD Talang Ubi, Kamis (10/1).

Dari 46 pasien, diakui Dina, ada satu pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Muara Enim. "Sementara untuk kondisi pasien masih fase sedang, tidak ada yang kritis," imbuhnya.

Yuni (26) salahsatu orang tua pasien yang dirawat di RSUD Talang Ubi asal Desa Tempirai Utara Kecamatan Penukal Utara mengaku bahwa anaknya sudah empat hari di rawat.

"Panas badannya tidak turun-turun, ketika dibawa ke Puskesmas, langsung dirujuk ke rumah sakit ini, karena menurut dokter, anak kami kena DBD. Kami minta instansi terkait untuk intensif melakukan penyemprotan atau upaya lainnya agar DBD tidak terus menyebar," pintanya.

Sementara itu, Lydwirawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI tetap menyarankan agar warga yang berdiam dilokasi endemik DBD harus melakukan 3M.

"Kalau fogging sudah kita lakukan, tetapi kalau sering dilakukan fogging, dampaknya akan resisten atau nyamuk akan kebal dan semakin ganas. Untuk itu, kita anjurkan masyarakat terapkan pola 3M dan pembagian bubuk abate," terang Lydwirawan.

Menurut Lydwirawan, penyakit DBD apabila sudah diinfus, pasien akan aman. "Tetapi kalau lambat ditangani akibatnya bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu, apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, untuk segera dibawa ke Puskesmas atau RS. Dari akhir 2018 sampai saat ini, ada 6 orang meninggal," tutupnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts