Menjelang Pemilu, DPRD PALI himbau Pejabat Pemerintahan Untuk Bersikap Netral

PALI - Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) semakin dekat, tentunya suhu politik makin meningkat. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs H Soemarjono menekankan kepada seluruh pejabat pemerintahan sampai perangkat desa untuk menjaga netralitas.

"Harus netral, karena sebagai pejabat negara tidak boleh mendukung terhadap calon manapun," ujar Soemarjono, Kamis (17/1).

Jika tidak netral, dikhawatirkan Soemarjono akan terjadi penurunan kualitas pelayanan publik. Selain itu, sikap tidak netrlal juga bisa mempengaruhi aparatur-aparatur sipil di bawahnya yang akan ikut memberikan dukungan ke paslon yang didukung pejabat tersebut.

"Pastinya tidak akan fokus melayani masyarakat, sebab pejabat yang mendukung salahsatu calon akan disibukan bagaimana caranya supaya orang yang didukungnya bisa menang," tukasnya.

Bukan hanya untuk pejabat negara, Ketua Dewan PALI juga meminta instansi penyelenggara dari KPUD sampai petugas TPS serta pengawas juga menjaga komitmen mereka sesuai Tupoksinya.

"Kita awasi bersama, apabila ada pejabat negara atau penyelenggara Pemilu tidak netral, laporkan ke Bawaslu agar proses Pemilu bisa sukses," ajaknya.
Share:

Seram! Tak Ditunggu Rumah Dinas Wawako Prabumulih Dipenuhi Semak Belukar

PRABUMULIH – Rumah yang merupakan tempat tinggal selayaknya bersih dan nyaman, namun tidak demikian dengan Rumah Dinas Wakil Walikota Prabumulih yang dibangun sekitar tahun 2007 silam dimasa kepemimpinan Plt Walikota Yuri Gagarin, SH.MM kini seperti rumah hantu.

Pasalnya rumah yang dibangun dijalan Nibungan Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih itu sudah ditumbuhi kayu dan rumput yang menjulang tinggi hampir menutupi rumah dengan dua lantai itu.

Menurut beberapa informasi yang didapat rumah dinas Wakil Walikota (wawako) Prabumulih itu menghabiskan dana sebesar Rp.1,5 Miliar yang dilengkapi fasilitas yang cukup mewah seperti ruang tamu, ruang pertemuan, ruang keluarga dan fasilitas lainnya yang kini terbengkalai.

 

https://m.youtube.com/watch?v=6vsCx71TeuA

 

Dari penuturan warga setempat mengaku sejak pertama kali dibangun dimasa kepemimpinaan Drs. Rachman Djalili, MM dahulu, rumdin wawako itu tak pernah ditempati hingga kini

Terkait itu, warga Kelurahan Anak Petai berharap rumah tersebut segera dibersihkan dan bisa ditempati, karena menurutnya rumah yang cukup mega itu sayang jika tidak dihuni

“banyak duet habes untuk bangun rumah ini, sudah hampir 12 tahunan rumah ini sejak dibangun dak pernah diurus” ucap Sumarjo selaku toko Agama setempat

Senada diungkapkan Rudi Hartono. Menurutnya, rumah dinas tersebut ada baiknya di tempati oleh pejabat pemerintahan. "Kalau memang tidak ada yang mau, itukan berdekatan dengan Polsek Utara. Serahkan saja untuk perumahan Kapolsek," Harapnya. (SN)
Share:

Diduga Bobol Warung, Pemuda Ini Dibekuk Tim Elang

PALI--Rafik pemuda berusia 16 tahun asal Desa Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI dibekuk Tim Elang Polsek Talang Ubi pada Rabu (16/1) sekitar pukul 12.00 WIB di rumah remaja tersebut di Talang Nanas Kelurahan Talang Ubi Timur.

Pemuda yang saat ini jadi tersangka itu diduga kuat sebagai pelaku pembobol sebuah warung milik Aminudin (68) warga Talang Ubi Timur yang mengakibatkan korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Talang Ubi, dengan dasar LP/B/ 15 / I /2019/Sumsel/Res.Muara Enim/Sek.Talang Ubi, Tgl 14 Januari 2019, ttg CURAT-Psl 363 KUHP.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa pelaku melakukan pencurian pada saat malam hari ketika situasi mati lampu dan hujan deras.

Dimana antara rumah pelaku dan korban masih dalam satu Desa di Talang Nanas. Pelaku datang ke warung korban dan melakukan aksinya dengan cara membuka engsel kunci menggunakan kayu balok. Setelah engsel dan gembok pintu tersebut terbuka kemudian pelaku masuk kedalam warung dan mengambil barang yang ada di warung itu.

Kejadian itu baru diketahui korban setelah korban terbangun malam hari dan melihat pintu warung sudah dalam posisi rusak dan terbuka. Korban kemudian melihat isi warung dan ternyata benar barang miliknya sebagian hilang diambil pelaku.

"Saat pelaku melakukan aksinya, ada saksi dari tetangga korban yang mengetahui kejadian itu. Dengan adanya kejadian tersebut korban merasa keberaan dan dirugikan lebih kurang Rp.1.500.000,-" ungkap Arafah.

Setelah penyidik menerima LP ditambahkan Arafah bahwa penyidik kemudian melakukan LIDIK terlebih dahulu, dan berdasarkan hasil pemeriksaan/keterangan serta ciri-ciri dari pelaku tersebut diatas dan setelah penyidik dapat mengidentifikasi pelaku serta keberadaannya yang tengah berada di Talang Nanas, kemudian Tim Elang melakukan penangkapan.

"Pelaku saat ditemui didalam rumahnya langsung mengakui perbuataannya, dan pelaku menunjukan sisa dari hasil curiannya itu yang disimpan dalam rumah. Selanjutnya, pelaku dan BB diamankan ke Polsek Talang Ubi untuk pemeriksaan lebih lanjut," tukasnya.(red)
Share:

Karena Cemburu, Sasmito Pukuli Irwan

MUARA ENIM --Diduga cemburu sering menelpon istrinya, membuat Sasmito (40), warga Desa Kemang, Kecamatan Lembat, Muara Enim ini menjadi gelap mata nekat memukuli korban Irwan (40), warga desa yang sama hingga mengalamu luka.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/1) sekitar pukul 18.20 WIB di dekat tempat pemakaman umum Desa Kemang, Kecamatan Lembak, Muara Enim. Tak terima dengan perbuatan pelaku, membuat lalu korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Lembak.

Laporan tersebut langsung ditindak lanjuti petugas dan berhasil membekuk pelaku Selasa (15/1). Pelaku diserahkan keluarganya ke Polsek Lembak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kejadian itu bermula dari korban hendak pulang kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor bertemu dengan pelaku. Lalu pelaku menyetop laju kendaraan korban. Sebelumnya pelaku dan korban terlibat perselisihan, diduga korban sering menelpon istri pelaku.

Sehingga pelaku menjadi cemburu dan marah. Lalu pelaku menjadi emosi dan memukul korban menggunakan helemnya. Selanjutnya pelaku memukul korban secara berulang kali membuat tubuhnya terluka dan lebam. Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Lembak, hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan petugas.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (16/1) membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku telah diamankan dan dijerat pasal 351 KUHP,” jelasnya.(SN)
Share:

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Tanah Longsor di Muara Enim

MUARA ENIM,--Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Muara Enim mulai sekitar pukul 02.30 WIB dinihari hingga pukul 09.00 WIB, Rabu (16/1) membuat sejumlah titik terjadi banjir dan tanah longsor.

Banjir tersebut akibat aliran sungai  meluap, membuat  pemukiman warga yang berada di kawasan aliran sungai tersebut tergenang banjir.

Adapaun sejumlah titik pemukiman warga yang terkena banjir yakni di kawasan bantaran aliran Sungai Aur, Kota Muara Enim. Rumah warga yang berada di daerah aliran sungai itu tergenang banjir hingga setinggi paha orang dewasa.

Kemudian di kawasan Air Putih akibat meluapnya aliran Sungai Pelawaran membuat warga yang bermukim di kawasan itu tergenang banjir. Kondisi banjir tersebut hingga siang haru sudah surut menyusul surutnya luapan air sungai tersebut.

Selain banjir, juga terdapat juga tanah longsor di pinggir jalan Lintas Desa Karang Raja, Kota Muara Enim. Namun tanah longsor tersebut belum mengganggu arus lalu lintas kendaraan, karena berada di pinggir badan jalan.

Tanah longsor serupa juga terjadi di pinggir jalan lintas menuju kawasan Kecamatan Semende. Namun arus lalu lintas tidak terganggu, karena tanah longsor tersebut berada di pinggir badan jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, Tasman, ketika dikonfirmasi membenarkan pemukiman warga yang terkena banjir tersebut akibat meluapnya air Sungai Air maupun Sungai Pelawaran. “Penyebab banjir itu lebih dikarenakan buruknya drainase yang ada di kawasan pemukiman tersebut. Permasalahan ini sudah kita kordinasikan dengan pihak PUPR untuk ditindak lanjuti,” jelasnya Tasman, Rabu (16/1).

Karena, lanjutnya, jika drainase aliran sungai tersebut tidak dilakukan normalisasi, maka kawasan tersebut terus menerus akan  mengalami banjir.

“Kita sudah mencoba untuk melakukan perbaikan drainase aliran sungai tersebut, namun warga tidak menyetujuinya, karena rumah warga sudah banyak berada di pinggir aliran sungai tersebut, inilah yang menjadi kendala kita,” jelasnya.

Dia mengaku belum membuat posko penanggulangan bencana, terkait banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa titik tersebut, karena kondisinya sudah surut. Kemudian banjir yang terjadi hanya sebentar dan sekarang sudah surut kembali.

Sementara itu, petugas Polsek  Tanjung Agung, terus melakukan patroli di kawasan rawan longsor. Kemudian petugas memberikan himbauan kepada masyarakat  untuk tetap waspada terhadap tanah longsor maupun banjir.(Sn)
Share:

Dilalap Sijago Merah, SD Negeri 15 Prabumulih Alami Kerugian Ratusan Juta Rupiah

PRABUMULIH - Pasca terjadinya kebakaran pada pukul jam 12 malam tadi kini sejumlah guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Kota Prabumuln membersihkan sisa-sisa buku atapun alat-alat belajar yang masih tersisa dan membuang yang sudah rusak terbakar.

Akibat kejadian tadi malam, dua lokal yang berada tepat di samping perpustakaan tidak bisa digunakan untuk proses belajar lantaran hangus terbakar.

Kepala SD Negeri 15, Hj Nurlela S.Pd saat dikonfirmasi disela-sela aktifitas pembersihan mengatakan terdapat dua lokal yang tidak bisa digunakan untuk aktifitas belajar mengajar yakni lokal Kelas 1 dan lokal kelas 6.

"Terpaksa tidak di gunakan dikarenakan takut terjadi hal yang tak diinginkan saat digunakan untuk belajar," Ujar Nurlela, Rabu (16/1).

Dikatakan Nurlela, kejadian bakar gedung  Perpustakaan SD Negeri 15 ini diduga karena konsleting listrik yang terjadi di dalam bangunan Perpustakaan.

 

https://m.youtube.com/watch?v=KV5RWz_DTwA

 

"Kejadian ini membuat kami pihak sekolah mengalami banyak kerugian, kerugian ini kira kira sebesar 100 juta rupiah," ungkapnya.

Menurut Nurlela, untuk membangun lokal yang terbakar memerlukan biaya tak sedikit serta butuh waktu yang cukup lama.

"Untuk itu, harapan kami ada relawan yang membantu untuk perbaikan lokal yang terbakar," terangnya.

Dari pantauan kondisi ruang perpustakaan pasca kebakaran mengalami kerusakkan cukup parah. Sejumlah buku, alat peraga pembelajaran serta rak-rak buku dan etalase hangus terbakar.

Namun, ditengah musibah tersebut, Al Quran, sejadah serta mukena yang ada didalam perpusatakaan sama sekali tidak termakan api.

Sementara, para siswa masih mengikuti belajar mengajar seperti biasa. (Fik)
Share:

Banjir, Banyak Pelajar Putar Arah

PALI--Arus sungai Penukal yang membentang di Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meluap akibat diguyur hujan hampir semalam suntuk. Imbasnya, akses penghubung keluar masuk desa tersebut nyaris putus karena terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari 60 centimeter.

Aktivitas warga pun terhambat, karena selain masyarakat umum terhalang banjir, pelajar tingkat SMP dan SMA yang bersekolah diluar desa tersebut banyak yang memutar arah mengurungkan niatnya untuk belajar.

"Karena tinggi air sebatas paha orang dewasa, menyebabkan angkutan sekolah tidak bisa lewat. Akibatnya pelajar SMP dan SMA tidak bersekolah," ujar Edi, warga setempat, Rabu (16/1).

Pengakuan sama diutarakan Yas Budaya, tokoh masyarakat setempat bahwa banjir yang memutus akses jalan Desa Sungai Ibul bukan kali ini terjadi.

"Kami minta pemerintah untuk melalukan normalisasi sungai Penukal juga Sungai Ibul yang letaknya persis didalam dusun yang telah mengalami pendangkalan agar desa kami bebas banjir," pintanya.

Terpisah, Junaidi Anuar, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebutkan bahwa bukan hanya di Desa Sungai Ibul yang mengalami banjir, tetapi ada beberapa wilayah juga megalami hal sama.

"Terutama wilayah yang letaknya dekat bantaran sungai Lematang, kalau di Sungai Ibul banjir bandang," terangnya. (red)
Share:

Banjir Setinggi 60 Cm Genangi Sungai Ibul PALI, Akses Jalan Lumpuh

PALI -- Arus sungai Penukal yang membentang di Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meluap akibat diguyur hujan hampir semalam suntuk. Imbasnya, akses penghubung keluar masuk desa tersebut nyaris putus karena terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari 60 centimeter.

Aktivitas warga pun terhambat, karena selain masyarakat umum terhalang banjir, pelajar tingkat SMP dan SMA yang bersekolah diluar desa tersebut banyak yang memutar arah mengurungkan niatnya untuk belajar.

"Karena tinggi air sebatas paha orang dewasa, menyebabkan angkutan sekolah tidak bisa lewat. Akibatnya pelajar SMP dan SMA tidak bersekolah," ujar Edi, warga setempat, Rabu (16/1).

Pengakuan sama diutarakan Yas Budaya, tokoh masyarakat setempat bahwa banjir yang memutus akses jalan Desa Sungai Ibul bukan kali ini terjadi.

"Kami minta pemerintah untuk melalukan normalisasi sungai Penukal juga Sungai Ibul yang letaknya persis didalam dusun yang telah mengalami pendangkalan agar desa kami bebas banjir," pintanya.

Terpisah, Junaidi Anuar, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebutkan bahwa bukan hanya di Desa Sungai Ibul yang mengalami banjir, tetapi ada beberapa wilayah juga megalami hal sama.

"Terutama wilayah yang letaknya dekat bantaran sungai Lematang, kalau di Sungai Ibul banjir bandang," terangnya
Share:

Ruko Milik Iben Terbakar, Dugaan Pipa Minyak Bocor Penyebabnya

PALI--Sebuah garasi merangkap gudang dan satu unit mobil truk milik Iben (40) warga Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbakar pada Selasa sore (15/1) sekitar pukul 17.00 WIB.

Penyebab kebakaran diduga ada pipa minyak milik Pertamina yang tidak jauh dari lokasi bocor, sebab menurut Iben, korban kebakaran bahwa pasca kebakaran, terdengar suara gas yang keluar dari arah pipa. Dan setelah dicari sumber suara, bukan hanya gas yang keluar dari pipa yang mengalami kebocoran, tetapi gumpalan minyak dan kondensat juga terdapat disekitar pipa tersebut.

"Api berkobar ketika Satria (20) anak buah kami tengah mencuci mobil, yang tiba-tiba berteriak dan langsung meloncat menjauh dari kobaran api. Beruntung banyak warga yang menolong memadamkan api, sehingga api bisa cepat dipadamkan dan tidak menjalar ke bangunan lainnya. Dan setelah api padam, diketahui ada pipa bocor," ujar Iben, Rabu (16/1).

Meski api cepat dipadamkan, namun diakui Iben, bahwa barang material yang ada didalam gudang hangus serta separuh badan mobil truk juga hangus, serta anak buah kami mengalami trauma.

 

https://m.youtube.com/watch?v=JP4RS-jYEqE

 

"Kalau api tidak cepat padam, mungkin toko kami habis juga. Dan anak buah kami saat ini trauma. Atas kejadian ini, kami minta pihak Pertamina untuk bertanggungjawab, karena selain kerugian materil yang mencapai ratusan juta, juga trauma yang tidak mungkin akan hilang dalam waktu singkat," pintanya.

Asal api dikatakan Iben, tidak diketahui, sebab saat mencuci mobil, anak buahnya tidak sedang merokok atau ada sumber api disekitar lokasi. "Karena lokasi dipinggir jalan, mungkin saja ada pengguna jalan yang tengah lewat melempar puntung rokok ke arah pipa bocor yang jaraknya hanya sekitar dua meter dari garasi kami," imbuhnya.

Terpisah, Ferry Prasetyo Wibowo, Ast Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field membenarkan ada pipa minyak miliknya yang mengalami kebocoran, namun ketika kejadian, pihaknya langsung ke lokasi untuk menanggulanginya.

"Kami dapat info dari Pertamina Adera, dan sejak malam itu juga, hingga jam 02.00 WIB dini hari penanggulangan di back up oleh tim Elnusa dan Adera. Siangnya dari Pendopo mengcek kelapangan untuk memastikan," terang Ferry. (red)
Share:

Pasien DBD Terus Bertambah, Dewan PALI Datangi RSUD

PALI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs H Soemarjono bersama anggota Komisi I H Asri AG dan Aswawi Mansur datangi RSUD Talang Ubi, Selasa sore (15/1).

Kedatangan wakil rakyat ini ke RSUD sebagai tindaklanjut banyaknya informasi akan terus merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjangkit warga Bumi Serepat Serasan.

"Dan setelah kita lihat langsung di RSUD, ternyata memang benar banyak warga yang dirawat karena DBD. Serta dari akhir tahun 2018 hingga sekarang, penderita DBD bukannya menurun malah cenderung bertambah setiap hari," ungkap Soemarjono.

Ketua Dewan PALI ini meminta agar Dinkes untuk melakukan upaya cepat agar DBD tidak terus menyebar.

"Instansi terkait dalam hal ini Dinkes agar secepatnya harus dicegah agar penderitanya tidak bertambah," pintanya.

Sementara dari keterangan salahsatu staf RDUD Talang Ubi, dari awal tahun 2019 hingga pertengahan Januari, sudah ada 59 pasien anak-anak terkena DBD. (red)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts