Adi Susanto. Banyak Hobi Dan Bakat Anak Muda Di Kota Prabumulih Tak Tersalurkan



 

PRABUMULIH -- Beragam bakat yang di miliki oleh anak muda di kota Prabumulih tidak dapat tersalurkan dengan maksimal dikarenakan fasilitas yang dibutuhkan kurang memadai. Seperti fasilitas balap motor, drag, roadrace maupun trail.

 

Berti Miarti adalah salah satu Calon DPRD Provinsi Sumsel yang mewakili kota Prabumulih, PALI, Muarinim. Dari partai PKB Dapil 6 ber no.4 ini mengatakan bahwa bakat anak muda jaman sekarang ini tidak bahkan sudah ada pembalap ataupun komunitas yang beraklih hobi dikarenakan tidak ada pasilitas yang bisa menunjang para pembalap ataupun komunitas yang ada di kota prabumulih.

 

"Minat dan bakat ini berkurang dikarenakan kurangnya pasilitas yang memadai bahkan ada jalur untuk para pembalab motor cross malah di jadikan jalur untuk mobil offroad," Ujarnya, Selasa (29/1).

 

Senada diungkapkan Adi Susanto. Menurutnya, akibat kurang fasilitas yang ada membuat anak muda jaman memilih untuk melakukan balap liar dijalan.

 

"Seharusnya pemerintah itu memberi fasilitas untuk mereka yang hobi dalam hal balab Motor dan seharusnya mendukung anak muda jaman sekarang meraih cita cita mereka," ungkapnya.

 

Dijelaskan Adi, saat ini sudah banyak anak muda kota prabumulih yang berprestasi di bidang balap motor, bahkan sudah ada yang menjuarai tingkat kota.

 

"Kedepan apabila saya dan istri terpilih nanti maka misi selanjutnya akan membuat dan mengajukan fasilitas-fasilitas yang akan mendukung dan membina para anak muda," jelasnya.

 

Lebih jauh Adi menuturkan, untuk pengemar motor Besar atau Moge, NMax dan Vespa akan dibuat suatu wadah untuk merangkul komunitas ini.

 

"supaya berkembang dan kita bimbing kearah yang positif," tuturnya

(T.H)
Share:

8 Raperda Usulan Pemkab PALI Diparipurnakan

PALI-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar Rapat Paripurna II dalam rangka pembahasan 8 (delapan) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan pemerintah kabupaten PALI, Selasa (29/1) di Ruang rapat paripurna DPRD PALI.

Kali ini, rapat tersebut dengan agenda Pandangan umum fraksi-fraksi DPRD PALI terhadap pembahasan 8 Raperda.

Adapun 8 Raperda yang dibahas yaitu Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak dimana instansi terkaitnya adalah Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA).

Juga Raperda tentang Penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil instansi terkait adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Selanjutnya adalah Raperda tentang tarif pelayanan kesehatan kelas III pada RSUD Talang Ubi instansi terkait adalah RSUD Talang Ubi. Kemudian Raperda tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, instansi terkait Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Raperda Badan Permusyawaratan Desa (BPD), instansi terkait Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Raperda berikutnya tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, instansi terkaitnya adalah BPKAD, dan terakhir Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2016 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah, instansi terkait adalah Bappeda.

Rapat dipimpin ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono diikuti 19 anggota Dewan dan dihadiri Bupati PALI, Heri Amalindo serta sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkungan Pemkab PALI.

Setelah semua fraksi menyampaikan pandangan umumnya terhadap Raperda yang diajukan Pemkab PALI, pimpinan sidang memutuskan untuk menskor rapat paripurna yang bakal dilanjutkan pada Senin (4/2) dengan agenda memberikan kesempatan kepada Bupati PALI atas pandangan umum fraksi fraksi dewan.
Share:

Dua warga Mangga Besar kembali ditangkap usai bebas dari penjara

PRABUMULIH – Dua orang Residivis Nara Pidana (Napi) Narkoba di Lapas Mata Merah Palembang (MMP) kembali diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih setelah sebelumnya pernah ditangkap dengan kasus yang sama dan baru beberapa bulan terakhir menghirup udara bebas

Yakni Okardia alias Kadir (34) dan Bambang Herianto (36) yang merupakan warga Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih

Keduanya ditangkap tim gabungan BNN Kota Prabumulih kamis malam karena adanya laporan warga dan hasil penyelidikan anggota BNN menunjukan keterlibatan kedua pelaku penyalagunaan barang haram itu, kamis (24/1/19)

Kadit ditangkap petugas dan dari hasil penggeledahan didapati 7 paket sabu dengab berat bruto mencapai 22,3 gram beserta alat hisap turut diamankan

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir didampingi Plt Kepala Seksi Pemberantasan, A Gamal Alrasyid dalam konferensi pers mengatakan pelaku mendapatkan barang tersebut dari rekannya sesama dalam tahanan di Lapas Mata Merah Palembang, senin (28/1/19)

“pengakuannya didapat sabu dari Bambang temannya waktu di lapas” terangnya

Dari hasil penangkapan itu petugas kembali menelusuri jejak narkoba yang menunjukan tersangka baru, dan dari penyelidikan yang cukup mendalam tersangka baru yakni Bambang Herianto kembali diamankan petugas BNN Kota Prabumulih untuk yang kedua kalinya

“kita pakai system buy under cover, pura pura beli ke bandarnya, setelah kita pastikan dia pelaku langsung kita tangkap “ ujar Ibnu
Share:

Disnaker Prabumulih Kembali Buka Pelatihan Kerja Ditahun 2019

PRABUMULIH – Demi menekan angka pengangguran di tanah penghasil nanas Dinas Tenaga Kerja ( Disnaker) Kota Prabumulih menawarkan program Pelatihan yang berbasis kompetensi, senin (28/1/19)

Hal tersebut disampaikan melalui surat edaran yang disampaikan ke desa dan kelurahan yang ada di Prabumulih untuk diteruskan ke masyarakat yang membutuhkan keahlian dan keterampilan dibidang usaha guna mampu bersaing untuk mencari kerja

Kepala Dinas (Kadin) Tenaga Kerjaan Kota Prabumulih Zulkifli AB saat dikonfirmasi mengenai pelatihan tersebut mengatakan pelatihan yang akan dilaksanakan bulan februari itu akan digelar di UPTD BLK Kota Prabumulih

“kita berikan kesempatan bagi masyarakat yang baru lulus sekolah dan warga umum yang saat ini belum bekerja untuk dilatih sesuai kemampuan” ucapnya

Dirinya menambahkan untuk tahun ini Disnaker menargetkan sebanyak sekitar 600 lebih pencari kerja yang ada di Prabumulih akan dilatih sesuai kriteria skill dan non skill

“kalau untuk yang memiliki keahlian seperti Perbengkelan, Salon, rias rambut dan lainnya itu kita bina Selama 3 hari dan diberikan fasilitas untuk mereka” terangnya seraya mengatakan Disnaker akan memberikan beberpa materi untuk peserta sebelum pelatihan

Diketahui Disnaker Kota Prabumulih setiap tahun menggelar pelatihan untuk melatih dan memberikan kesempatan bagi para pencari kerja dan diberikan peluang untuk membuka usaha dengan bantuan pemerintah daerah maupun pusat

Pelatihan yang ada yakni Teknik las, teknik otomotif, teknologi informasi dan komunikasi, bisnis dan manajemen dan tata rias, dengan akhir pendaftaran diaakhir bulan januari 2019
Share:

Pipanya Bocor Dirusak Orang, Ini Pernyataan Pertamina Adera

PALI--Adera Field Manager, Hermansyah melalui Asisten Manager LR Pertamina EP Asset 2 Adera Field, Fredrick Roma Parulian secara resmi menjelaskan kejadian bocornya pipa minyak milik perusahaan Migas Plat merah yang lokasinya masuk wilayah Desa Betung Selatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang diketahui pada Jumat pagi (25/1) lalu.

Menurut Fredrick, dari temuan dilapangan petugas HSSE saat mengatasi bocornya pipa itu, ada dugaan dirusak orang tidak dikenal (OTD), dan pelaku pengrusakan pipa minyak itu berniat mencuri pipa. Sebab, dilokasi kejadian, pipa ditemukan ada bekas galian sebelum digesek.

"Dugaan awal, pelaku berniat ingin mencuri pipa, karena disekeliling pipa sudah digali sebelum dipotong, tapi ternyata saat di potong pipa itu aktif dan mengeluarkan minyak," terang Fredrick, Senin sore (28/1).

Beruntung cepat terlihat oleh crew dari pihak Pertamina, dan diakui Fredrick bahwa pihaknya langsung menangani kejadian tersebut hari itu juga.

"Cecerannya tidak sempat meluas. Hanya sekitar radius 15-30 cm dari titik pipa yang bocor. Sementara pelaku masih dalam penelusuran, karena kita sudah koordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI. Atas kejadian itu, pihak Adera jelas mengalami kerugian, tetapi beruntung tidak ada korban jiwa," tukasnya.(SN)
Share:

Bocor, Pipa Pertamina Adera Diduga Sengaja Dirusak OTD

PALI -- Pipa minyak milik PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field yang letaknya dalam wilayah Desa Betung Selatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keluarkan semburan minyak mentah yang langsung mengenai pinggiran kebun karet milik warga. Bocornya pipa tersebut diduga karena sengaja digesek orang tidak bertanggung jawab, sebab ada sejumlah saksi melihat ada bekas gesekan dititik bocornya pipa tersebut.

Menurut Samsul, pemilik kebun yang terkena leleran minyak mentah asal Desa Pengabuan Kecamatan Abab mengatakan bahwa kejadian itu diketahuinya pada Jumat pagi (25/1) lalu.

"Pertama kali mengetahui pipa itu bocor adalah Ujang, adik aku yang langsung mengabari bahwa ada pipa bocor dan mengeluarkan semburan minyak mentah mengenai pinggiran kebun. Lalu aku ke kebun dan terlihat pada bagian pipa yang bocor ada dugaan dirusak orang," ungkap Samsul, Senin (28/1).



Setelah itu, Samsul melaporkan kejadian itu ke pihak Pertamina. "Pagi itu juga pihak Pertamina langsung menutup pipa bocor tersebut," tukasnya.

Terpisah, Field Manager (FM) PT Pertamina Asset 2 Adera Field, Hermansyah melalui Ast Manager Legal and Relation Fredrick Roma Parulian mengakui kejadian tersebut dan pihaknya sudah menangani kebocoran itu.

"Ada dugaan disabotase, namun telah kita atasi. Ceceran minyak tidak masuk ke kebun warga, masih disekitar jalur pipa Right Of Way (ROW)," ujar Fredrick.

Untuk antisipasi kejadian serupa, dikatakan Fredrick, pihak Pertamina Adera sudah berkeja sama dengan TNI dan kepolisian, rutin patroli di area wilayahnya.

"Mudah-mudahan tidak terulang lagi. Untuk kebocoran kali ini, dampaknya tidak terlalu luas, karena memang minyak yang tumpah sedikit," terangnya. (SN)
Share:

BLH Turunkan Tim Khusus Ke Lokasi Pencemaran

MUARA ENIM - Adanya temuan pencemaran sungai di Desa Pedataran Kecamatan Gelumbang yang diduga sengaja dilakukan ilrh salah satu titik lokasi pengeboran minyak milik Pertamina mendapatkan reaksi cepat dari berbagai pihak khususnya Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim bahkan sudah menyiapkan tim khusus analis laboratorium untuk mengambil sampel ke lapangan.

"Kami sudah ditelpon pimpinan untuk berangkat kesana hari ini(kemarin,red). Kami berangkat bersama tim kesana, salah satunya analis lab. Selain melakukan pengamatan visual, juga mengambil sampel," ungkap Hamseh, salah satu petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Senin (28/1).

Dikatakan dia, untuk pembuktian maka diperlukan kajian analis laboratorium terhadap sampel air yang diambil serta pengamatan visual dari sumber pencemaran.

"kajian laboratorium untuk mengetahui kandungan kimiawi yang ada di air apakah berbahaya atau tidak dan pengamatan visual untuk mengetahui sumber pencemaran," jelasnya.

Sementara, anggota DPRD Muara Enim, Faizal Anwar, SE menanggapi hal ini meminta Pemkab Muara Enim dalam hal ini Dinas terkait untuk segera menginventarisir penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh kejadian ini.

"Segera inventarisir penyebabnya karena jika ini merupakan pencemaran yang disengaja dan limbah yang dibuang berbahaya bagi masyarakat disana, oknum pencemaran harus ditindak tegas baik perorangan maupun perusahaan," pintanya.

Dikatakan legislator dua periode tersebut, jika memang diduga limbah berasal dari lokasi eksplorasi milik Pertamina, maka pihak Pertamina harus bertanggungjawab atas pencemaran tersebut dan menyampaikan ke publik secara transparan mengenai penyebab terjadinya hal tersebut.

"Jika hasilnya nanti limbahnya kategori berbahaya bagi masyarakat, maka pasti ada dampak susulan berupa masalah kesehatan bagi masyarakat yang memanfaatkan sungai tersebut untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari. Baik dampak sekarang maupun yang akan datang, Pertamina harus bertanggungjawab jika terbukti sumbernya berasal dari lokasi pengeboran," kata calon Anggota DPRD Sumsel periode 2019-2024 asal partai PAN ini.(SN)
Share:

Muara Enim Mendapat SAKIP Berpredikat BB

MUARA ENIM--Upaya Pemkab Muara Enim untuk mendapatkan hasil yang terbaik pada penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja  Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) Reformasi Birokrasi (RB) membuahkan hasil. Terbukti evaluasi penilaian SAKIP yang dilakukan Kemenpan RB tahun 2018, Pemkab Muara Enim mendapatkan predikat BB dengan nilai 75,07.

Hasil evaluasi itu diterima  langsung Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM  dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bitokrasi,Safrudin (28/1) berlangsung di The Trans Luxury Hotel Bandung.

Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM melalui Bagian Organisasi Pemkab Muara Enim mengatakan, predikat BB dengan nilai 75.05, hasil yang cukup membanggakan  ini  menunjukkan komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang senantiasa meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.

Dijelaskannya, eksistensi suatu pemerintahan sangatlah tergantung pada masyarakat, untuk itu sudah menjadi  kewajiban bagi  pemerintah untuk memberikan pelayanan dengan baik dan bertanggung jawab. Akuntabilitas mejadi sangat penting untuk diadopsi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Karena, lanjutnya, akuntabilitas itu sendiri merupakan  kewajiban mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.  Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan garda depan menuju good governance dimana pemerintah mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara dengan sebaik-baiknya untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Muara Enim mempunyai  komitmen yang kuat dan senantiasa menjaga konsistensi untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja secara baik sesuai arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Konsistensi tersebut dibuktikan dengan  semakin membaiknya penilaian Sistem Akuntabilitas  Kinerja Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Muara Enim dari tahun ketahun.

“ Semula kita mendapatkan predikat C pada tahun 2011, kemudian CC selama 2 tahun pada tahun 2012 dan 2013, B selama 3 Tahun pada tahun 2014 sampai dengan . 2016, Perdikat BB dimulai pada tahun 2017 dengan nilai 70,01 dan terakhir pada tahun 2018 mendapatkan perdikat BB dengan nilai meningkat dari 70,01 menjadi 75.07,” jelasnya.

Penilaian SAKIP tahun 2018 ini, lanjutna,  telah memenuhi persyaratan minimal yang ditentukan Kemen PAN RB. Yakni  adanya perjanjian kinerja dari Eselon II sampai IV, telah disusun proses bisnis, telah dilakukan evaluasi internal oleh SPI  kepada semua Opd, telah dilakukan penyusunan  Cascading berkualitas (orientasi outcome dan keterkaitan melalui crosscuting) untuk semua Opd, telah diaplikasikan e performance based budgeting, aplikasi sistem e  Sakip, dan Manajemen kinerja yang berkualitas dan implementatif. Efisiensi anggaran yang dapat dilakukan dalam tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 298 Milyar berdasarkan cascading yang dilakukan semua OPD

Bupati  mengucapkan terimakasih kepada KemenPAN RB, Pemerintah Propinsi  Sumatera Selatan yang telah membimbing dalam pelaksanaan AKIP Kab. Muara Enim.  Terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besar juga kepada semua OPD lingkup Pemkab Muara Enim yang telah bekerja keras, dan  bekerja cerdas dalam upaya peningkatan kinerja akuntabilitas kinerja instansi pemerintah selama ini.

Kedepan Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen   untuk senantiasa dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja menuju terwujudnya kepemerintahan yang baik yang berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.(SN)
Share:

Ini Akibatnya Kalau Suka "Ngapel" Istri Orang

MUARA ENIM—Kisah cinta terlarang yang dilakoni Hendri Warsoleh (36), berujung di jeruji besi. Warga Talang Pipa Bawah, Kelurahan Talang Ubi, Kecamatan Talang Ubi, PALI  ini nekat menjalin asmara dengan istri orang berinisial LZ.

Diketahui LZ yang merupakan istri dari UJ warga Talang Pegang, Kelurahan Pasar Bhyangkara,Kecamatan Talang Ubi, PALIi. Hendri kerap datang menemui LZ saat UJ sedang tak berada dirumah.

Namun pada Kamis (24/1) malam sekitar pukuil 23:00 wib menjadi apel terakhir Hendri. Sebab dia tertangkap basah setelah digrebek UJ bersama warga. Hendri yang sedang menaiki tangga rumah UJ kaget karena kedatangannya secara diam-diam rupanya diketahui suami LZ.

Celakanya saat digrebek, Hendri juga membawa senjata tajam jenis parang. Sehingga Hendri pun digiring UJ bersama warga ke Polsek Talang Ubi.

Saat diamankan petugas, Hendri mengakui kedatangannya untuk menemui LZ. Diakuinya ia sudah cukup lama menjalin hubungan dengan LZ yang merupakan istri dari UJ. Sementara mengenai senjata tajam parang, Hendri nekat membawa parang tersebut untuk berjaga diri.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Senin (28/1) membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya pelaku bersama barang bukti sajam jenis parang telah diamankan di sel Mapolsek Talang Ubi.

"Saat diamankan pelaku tertangkap membawa senjata tajam tanpa ijin, sehingga dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951,"jelasnya.(SN)
Share:

Dinas Tenaga Kerja Prabumulih, 600 Pembinaan Para Pengangguran Di Tahun 2019 Ini



 

PRABUMULIH -- Masalah pengangguran di kota Prabumulih ini masih sangat besar dan setiab tahunnya bertambah banyak di karenakan tingkat kelulusan Sekolah Menengah Atas ataupun Sekolah Menengah Kejurua, siswa siswi yang tamat dari pakulitas yang ada di kota prabumulih maupun di luar kota semakin bertambah banyak.

Dalam hal ini,kepala Dinas tenag kerja kota Prabumulih Zulkifli saat di temui di kantornya 28/01/19 menyampaikan. Untuk menekan masalah pengangguran yang ada di kota Prabumulih ini, dinas tenaga kerja menawarkan pembinaan selama 3 hari dan memberikan pasilitas untuk bekerja bagi yang masih menganggur.


Di tahun ini dinas tenaga kerja menargetkan 600 peserta yang akan di bina dari tenaga skil ataupun non skil


"Kami di tahun 2019 ini memberikan peluang usaha kepada 600 pencari kerja skil maupun non skil, kalau untuk yang skil  yaitu berpotensi seperti salon rias maupun guting rambut,membengkel, mengelas, dan menjahit. Dari 600 orang tersebut  kami membina selama 3 hari"


Zulkifli juga mengatakan Pembinaan selama 3 hari tersebut kami memberikan pelatihan praktek dan non praktek untuk yang non skil, dan setelah 3 hari pelatihan untuk yang mempunyai skil kami akan memberikan peralatan dalam bidang mereka masing masing.


Menambahkan lagi, kalau untuk tenagakerja non skil kami membinanya perjam bukan selama 3 hari di karena mereka bekerja secara teori, Tendasnya. (T/H)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts