Sesosok mayat perempuan telanjang ditemukan warga dikebun karet

MUARA ENIM -- Pembunuhan sadis kembali terjadi di wilayah Muaraenim tepatnya di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim pada hari Kamis (31/1/2019) sekitar pukul 15.15 WIB sore tadi.


Korban pembunuhan sadis ini adalah sosok seorang mayat perempuan dalam kondisi tanpa mengenakan celana yang ditemukan di lokasi perkebunan karet di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim.

Korban yang diketahui bernama, Fatmi Rohanayanti (20) yang tercatat sebagai warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Dari informasi yang di himpun korban yang diketahui merupakan seorang mahasiswi dari UIN Raden Fatah, Palembang.

Saat ditemukan kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi dan dalam keadaan tidak berbusana lengkab lagi. Tak hanya itu, kondisi bagian leher dan mulut korban diikat menggunakan pakaian korban sendiri.

Sampaisaat berita ini di terbitkan belum diketahui secara pasti penyebab tewasnya korban tersebut. Namun menurut kabar yang beredar, Fatmi diduga menjadi korban perampokan sekaligus pembunuhan dan pemerkosaan.

Menurut keterangan Amirudin (60) warga Desa Embacang menuturkan korban yang tewas tersebut merupakan dari Desa Suban Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, kejadian penemuan bermula saat korban pulang dari mengantar ibunya atau membantu ibunya di kebun karet sekitar lokasi TKP. Lalu, korban pamit pulang ke rumah.

“Waktu warga menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan tanpa busana,” ucapnya.

Hingga kini, pihak kepolisian Polres Muara Enim dan petugas Polsek Gelumbang masih melakukan penyelidikan serta melakukan olah TKP di lokasi untuk mengetahui penyebab tewasnya korban.

“Sementara korban masih dibawa ke Palembang,” singkat Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono SH membenarkan saat dikonfirmasi (sn)
Share:

Setubuhi anak kandung sebanyak 3 kali, sang ayah mengaku tak bersalah

PRABUMULIH – Joni Ifsan (56) seorang warga Jaoan Bukit lebar Kelurahan Majasari Kecamtan Prabumulih Kota Prabumulih diciduk Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih, rabu malam (30/1/19)

Pensiunan PLN ini diamankan lantaran diduga telah menyetubuhi anak kandungnya sendiri berinisial IN (17) alias Mawar yang kini masih duduk dibangku sekolah kelas XII SMA.

Penangkapan pelaku pemerkosaan itu setelah adanya laporan dari korban yang didamping ibu kandungnya. Mawar yang telah menjadi korban kebejatan ayahnya itu terpaksa melaporkan perbuatan itu karena sudah selalu sering disetubuhi

Saat di introgasi Joni sang ayah terus mengelak dan tidak mengakui jika dirinya telah memperkosa darah dagingnya sendiri

“aku idak nian pak perkosa anak aku dewek, demi Allah aku idak nian, jangan percayo omongannyo” ucapnya membela diri dihadapan petugas

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk membenarkan telah menangkap Joni pelaku pemerkosaan

“benar yang bersangkutan sudah kita amankan, menurut pengakuan korban sudah tiga kali diperkosa” tutur Kapolres

Diketahui laporan korban dilengkapi barang bukti berupa bukti visum dari rumah sakit dan beberapa keterangan saksi mata

Dari perbuatan itu, pelaku dijerat hukuman kurangan penjara paling lama dua puluh tahun penjara (sn).
Share:

Cari Kerja? KPUD PALI Buka Lowongan

PALI--Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal merekrut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk ditempatkan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Perekrutan dilakukan secara terbuka, yang mulai diumumkan dan menerima pendaratan pada 28 Ferbruari 2019 mendatang. Jadi siapapun boleh mendaftar apabila memenuhi syarat," ujar Fikri Ardiansyah, ketua KPUD PALI, Kamis (31/1).

Untuk syarat menjadi calon KPPS dijelaskan Fikri adalah usia minimal 17 tahun, WNI, tidak terdaftar jadi anggota Parpol, tidak menjadi anggota tim kampanye, tidak pernah dipidana dan belum pernah menjabat anggota KPPS selama dua periode Pemilu serta berpendidikan minimal SMA atau sederajat.

"Pendaftaran atau penyerahan berkas melalui PPS dan PPK kemudian akan diseleksi langsung oleh KPU," imbuhnya.

Pada perekrutan calon anggota KPPS, ditambahkan Fikri ada beberapa tahapan, diantaranya penelitian berkas, selanjutnya tanggapan masyarakat terhadap calon anggota KPPS serta seleksi tertulis dimana panitia seleksinya langsung dilakukan KPU.

"Anggota KPPS terpilih nantinya dilantik serentak pada 27 Maret 2019. Namun, untuk Surat Keputusan (SK) KPPS tetap ditandatangani PPS, KPU hanya menyeleksi dan memberi penilaian. Untuk masa jabatan KPPS selama satu bulan terhitung mulai 10 April sampai 9 Mei 2019 yang honornya dibayar melalui anggaran KPU," terangnya.

Jumlah yang dibutuhkan menjadi anggota KPPS adalah 7 orang untuk satu TPS. "Jumlah TPS yang ada di Kabupaten PALI ada 589, jadi tinggal kalikan saja," tutupnya.(SN)
Share:

Coffe Morning di Woo Hoo, KPU Prabumulih ajak PWI ikut berantas Hoax Pemilu

PRABUMULIH – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih bersama rekan media Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih menggelar Coffe Morning di Woo Hoo Caffe di Jalan Jenderal Sudirman Kelurah Patih Galung Kecamatan Prqbumulih barat tepatnya di samping Yonzipur 2, kamis (31/1/19)

Ketua KPU Kota Prabumulih Marjuansyah dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang digelar bertujuan untuk mengajak rekan media yang ada di Prabumulih bersinergi dengan KPU Prabumulih dalam mensosialisasikan tentang Pemilihan Umum yang sebentar lagi akan digelar

“kita berharap dengan suasana yang akrab ini teman teman wartawan bisa menjadi media penyampaian berita yang sesuai etika pers dan dapat membantu KPU dalam mensosialisasikan pentingnya untuk tidak golput dalam pemilu nanti” ucapnya

Masih kata Marjuansyah, media yang menjadi salah satu informasi masyarakat harus memberikan informasi yang dapat mendidik terkait pemilu” terangnya

Sementara itu, Ketua PWI Prabumulih Mulwadi yang ikut hadir dalam acara sangat mengapresiasi acara yang digelar KPU Kota Prabumulih yang ikut melibatkan Media didalam kelancaran memberikan informasi mengenai pemilu yang akan datang

“terimakasih KPU yang telah melibatkan teman teman media, hal ini menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan informasi yang benar terkait pemilu” ucapnya

Lanjutnya, media sangat berperan penting dalam mensosialisasikan dan memberikan pemberitaan yang benar yang sekarang ini banyak berita bohong (hoax) yang menyebar mengenai pemilu (sn01)
Share:

Waspada. Penyakit Demam Berdara Di Kota Prabumulih Meningkat Tajam



PRABUMULIH -- Iklim yang tidak menentu berimbas kepada kesehatan yang sangat  rawan terkena virus penyakit musiman seperti yang saat ini melanda Wilayah Kota Prabumulih membuat sebagian warga merasa tidak nyaman.



Akibat dari iklim yang tidak menentu ini mengakibatkan sejumlah warga terkena Penyakit Demam Berdara yang dirawat di Rumah Sakit kota Prabumulih meningkat tajam dari tahun sebelumnya, untuk tiga bulan terakhir ditahun 2018 tercatat paling banyak 49 orang pasien yang dirawat di RS.Umum Daerah Kota Prabumulih.


Dan total keseluruhan dari tahun 2018 ini pasin yang mengalami penyakit demam berdarah berjumlah keseluruhan pasien demam berdarah hanya mencapai 127 orang.



Bulan Januari 2019 tercatat hingga akhir bulan ini jumlah pasien demam berdarah sudah mencapai 43 orang pasien diantaranya paling banyak warga diluar Kota Prabumulih yakni sebanyak 22 orang pasien sedangkan untuk warga kota Prabumulih sendiri tercatat 21 orang, data ini di ambil dari RS.Umum kota  Prabumulih pada hari kamis (31/1/19)



Peningkatan jumlah kasus demam berdarah (DBD) ini disebabkan karena cuaca yang ektrim dan cenderung hujan dipagi hingga sore hari



Disinggung mengenai pencegahan penyakit demam berdarah dongue (DBD) pihak rumah sakit umum daerah kota prabumulih melalui kabag humas Ernan mengatakan jika saat ini sudah membentuk tim khusus untuk mensosialisasikan tentang bahaya DBD dengan terjun langsung ke desa dan kelurahan dengan bekerja sama dengan pemerintah melalui Puskesmas Pukukesmas yang ada di setiap Kecamatan kecamatan yang ada di Prabumulih.



“saat ini kita berkordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan informasi pencegahan kepada masyarakat dan memberikan obat jentik nyamuk kepada warga” ucap Ernan.


(T.H)
Share:

Pemkab PALI Targetkan 70 Persen RTLH Dapat Bantuan di 2019

PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM sebutkan dari hasil inventarisasi petugas lapangan bahwa tahun 2016 terdapat 6.502 unit  rumah tidak layak huni yang ada di Bumi Serepat Serasan, dan dari tahun 2016 sampai tahun 2018 pemerintah Kabupaten PALI telah bantu 1.696 unit rumah menjadi layak huni, dengan sumber anggaran dari bantuan pusat dan APBD.

Angka itu disebutkan Bupati saat menyerahkan rumah layak huni terhadap penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Kamis (31/1) di lapangan Sepakbola Desa Raja Kecamatan Tanah Abang.

"Artinya ada sisa 4.806 rumah tidak layak huni, kita akan minta kementerian untuk melanjutkan bantuan tersebut. Dan dari APBD juga kita anggarkan untuk bantu 1.000 rumah tidak layak huni di tahun 2019 ini," terang Bupati.

Bantuan tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam memiliki rumah layak huni. "Tahun 2019 ini kita harapkan sudah 75 persen rumah tidak layak huni mendapat bantuan dan sudah bisa dihuni," tukas Heri.

Bantuan tersebut ditegaskan Bupati merupakan bentuk perhatian pemerintah, baik pusat, provinsi ataupun kabupaten. "Bukan karena sekarang akan Pilkada, sebab pilkada atau tidak rumah tidak layak huni akan dibedah. Dan penerima bantuan itu dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu, jadi kami memilih penerima yang berhak bukan pilih kasih," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan di Kabupaten PALI berjalan sesuai rencana.

"Diketahui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, yakni jalan masih ada yang belum dapat bantuan, masih banyak masyarakat belum dapat sarana air bersih, listrik dan lainya. Tanpa dukungan masyarakat pembangunan itu tidak akan terlaksana dengan baik," harapnya.

"Sementara itu, A Darwis, Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan PR Provinsi Sumsel menjelaskan bahwa di Kabupaten PALI penerima BSPS dari Kementerian PU-PR tahun 2018 berjumlah 437 unit.

"Selain itu dapat juga bantuan  220 unit dari program Bank Dunia, jumlahnya ada 657 unit. Rencana tahun 2019, PALI bakal menerima 250 unit, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan," jelas A.Darwis.

Ditambahkan A Darwis bahwa bentuk bantuan juga bakal bertambah. "Tahun lalu penerima mendapatkan Rp 15 juta, tapi tahun 2019 ini akan bertambah menjadi Rp 17,5 juta," tutupnya.(SN)
Share:

KPU Prabumulih Mengundang Coffe Morning Para Awak Media Kota Prabumulih



 

PRABUMULIH – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih bersama rekan media Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih menggelar Coffe Morning di Woo Hoo Caffe di Jalan Jenderal Sudirman Kelurah Patih Galung Kecamatan Prqbumulih barat tepatnya di samping Yonzipur 2, kamis (31/1/19)

Ketua KPU Kota Prabumulih Marjuansyah dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang digelar bertujuan untuk mengajak rekan media yang ada di Prabumulih bersinergi dengan KPU Prabumulih dalam mensosialisasikan tentang Pemilihan Umum yang sebentar lagi akan digelar

“kita berharap dengan suasana yang akrab ini teman teman wartawan bisa menjadi media penyampaian berita yang sesuai etika pers dan dapat membantu KPU dalam mensosialisasikan pentingnya untuk tidak golput dalam pemilu nanti” ucapnya

Masih kata Marjuansyah, media yang menjadi salah satu informasi masyarakat harus memberikan informasi yang dapat mendidik terkait pemilu” terangnya

Sementara itu, Ketua PWI Prabumulih Mulwadi yang ikut hadir dalam acara sangat mengapresiasi acara yang digelar KPU Kota Prabumulih yang ikut melibatkan Media didalam kelancaran memberikan informasi mengenai pemilu yang akan datang

“terimakasih KPU yang telah melibatkan teman teman media, hal ini menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan informasi yang benar terkait pemilu” ucapnya

Lanjutnya, media sangat berperan penting dalam mensosialisasikan dan memberikan pemberitaan yang benar yang sekarang ini banyak berita bohong (hoax) yang menyebar mengenai pemilu.
Share:

Petani Bingung, Pohon Karet Gugur Daun Tidak Kenal Musim

PALI -- Sejak dua tahun belakangan ini, petani karet di Bumi Serepat Serasan mengeluhkan produksi getah atau latex yang disadapnya terus mengalami penurunan diakibatkan gugur daun pada tanaman karetnya tidak mengenal musim.

Kondisi ini tentu membuat tanda tanya petani yang mengaku tidak mengetahui penyebab kenapa hal itu terjadi, sebab dikatakan sejumlah petani bahwa biasanya gugur daun terjadi saat musim kemarau, tetapi kali ini tidak mengenal musim. Bahkan tahun 2018 lalu, gugur daun pada tanaman karet di Bumi Serepat Serasan lebih dari lima kali.

"Kami minta pemerintah turun tangan meneliti penyebabnya, dan menggerakkan penyuluh lapangan untuk turun kelapangan bersama petani mencari solusinya," ujar Herman salahsatu anggota kelompok tani Maju Bersama, Desa Simpang Tais, Kamis (31/1).

Diutarakannya juga bahwa penderitaan petani karet bertambah, karena diketahui saat ini bahwa harga getah cukup rendah diperparah adanya kondisi gugur daun tidak mengenal musim.

"Selain produksi getah terus menurun, banyak diantaranya tanaman karet mati. Banyak yang menyarankan agar pohon karet dipupuk, tapi terus terang keinginan itu ada, tetapi kami tidak mampu beli pupuk. Hanya satu harapan kami, yakni pemerintah membantu kesulitan kami dan meneliti apakah kondisi itu karena alam atau penyakit serta mencari solusi agar tanaman karet kami bisa normal dan menghasilkan getah banyak," pintanya.

Terpisah, Ahmad Jhoni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI mengaku  bahwa pihaknya telah menerima beberapa surat keluhan dari kelompok tani terkait kondisi tersebut.

"Kami telah lalukan penyuluhan dibeberapa kecamatan. Dan dari hasil penelitian kami, kondisi itu akibat jarak tanam yang kurang sesuai dan kebun yang tidak pernah dibersihkan," terang Ahmad Jhoni.

Petani juga disarankan kepala Dinas Pertanian agar mengajukan surat melalui kelompok tani untuk menyampaikan keluhan maupun permintaan bantuan lainnya.

"Kami siap menampung keluhan petani dan langsung mengerahkan PPL untuk melakukan penyuluhan, dan apabila ada permintaan bantuan, silahkan ajukan melalui kelompok tani," tandasnya.(SN)
Share:

Jadi Bandar Narkoba, Nenek Suryati Diringkus Polisi

MUARA ENIM -- Hal yang tidak patut dijadikan teladan dari seorang nenek di Gunung Megang Kabuoaten Muara Enim bernama Suryati (65). Dirinya ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Muara Enim yang telah mencium gerak gerik tersangka.

Tidak hanya nenek Suryati, petugas kepolisian juga mengamankan tersangka lainnya yakni Jelly (34) warga desa Parjito yang juga ditangkap di lokasi yang sama yakni Dusun IV Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang.

Dari tangakn kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 34 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 21,29 gram. 3 butir pil diduga narkotika jenis extacy dengan berat brutto 1,39 gram. 1 unit timbangan digital. 2 bungkus plastik klip bening, Uang sebesar Rp 5.250.000 dan 18 unit handphone.

Kronologis penagkapan berawal dari adanya informasi yang di terima dari masyarakat bahwa pelaku Suryati sering melakukan transaksi jual beli narkotika Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni rumah tersangka.

Berdasarkan info tersebut, Selasa (29/1) petugas Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dimana dari hasil penyelidikan benar bahwa pelaku diduga melakukan transaksi narkotika didalam rumahnya.

Selanjutnya anggota Sat Resnarkoba melakukan pemantauan disekitar rumah tetsangka untuk mengetahui keberadaan pelaku. setelah beberapa saat melakukan pengamatan, didapat info bahwa yang bersangkutan sedang berada dirumahnya dan kemudian langsung mendatangi dan mengamankan tersangka.

Saat diamankan oleh petugas dirumahnya, pada saat itu yang bersangkutan sedang menimbangi paketan shabu kedalam paket paket kecil siap jual. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan rongga badan dan kamar tersangka dan ditemukan barang bukti.

Sedangkan twrsangka lainnya yakni Jelly diamankan petugas saat sedang berada dirumah tersangka Suryati. Dan saat dilakukan pemeriksaan dan pengeledahan di rongga badannya ditemukan juga barang bukti narkoba yang kemudian keduanya dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, didampingi Kabags Ops Kompol Irwan Andesta saat dikinfirmasi, membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap dua tersangka yang diduga menyimpan dan mengedarkan narkoba.

“Saat ini keduana tersangka dan barang bukti sudah kita amankan. Selanjutnya kedua tersangka terus dilakukan pemeriksaan dan pengembangan mengenai narkoba yang kami temukan,” pungkasnya.(SN)
Share:

Herman Deru: Kepala Daerah Harus Bisa Berinovasi

MUARA ENIM -- Melakukan suatu inovasi bagi kepala daerah adalah hal yang seharusnya dilakukan. Hal ini bisa membingkatkan dan berdampak besar bagi kemajuan daerah yang dipimpinnya.

“Pemerintah provinsi terus meberikan motivasi agar tiap tiap kepala daerah memiliki inovasi. Seperti saat ini, kegiatan yang melibatkan masyrakat dan berinteraksi seperti ini membuat masyarakat memiliki rasa memiliki daerahny,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutanya dalam acara Launching “Colorfull Muara Enim” di Cuhup Tenang Kecamatan Tanjung Agung, Desa Bedegung, Rabu (30/1).

HD mengatakan, hal yang dilakukan Ini tidak semata mata hanya kegiatan biasa, tapi bagaimana sang pemimpin melibatkan seluruh masyarakat untuk mempunyai rasa memiliki.

“Interaksi serta keterlibatan masyarakat hal yang penting untuk dilakukan. kami terus memberikan motivasi kepada kepala daerah yang mempunyai inovasi bagi wilayah yang dipimpinnya,” yjar Gubernur.

Selain itu, lanjutnya lagi, bukan saja kerrlibatan dan masyarakatnya hidup sehat, tapi juga santunan kepada yang meninggal merupakan satu program luar biasa. “Hal ini sangat berarti bagi masyarakat yang ada di desa desa. Ini harus kita apresiasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam sambutanya mengatakan, kegiatan saat ini adalah bagian dari promosi eisata yang dimiliki oleh Kabuoaten Muara Enim sebagai salah satu Kabupaten yang memiliki banyak potensi.

“Frstival Durian yang kita lakukan saat ini adalah menunjukan salah satu potensi yang kami miliki selain sumber daya alam berupa tambang. Ini juga seklaigus pelestarian aset yang dimiliki dimana daerah muara enim menjadi salah satu daerah penghasil durian,”ujarnya.

Selain festival Durian, lanjut Bupati, ada 25 festival lainnya yang akan dilaksanakan sepanjang tahun di Kabupaten Muara Enim. Dan dalam agenda tersebut, beragam kegiatan dengan banyak latar belakang akan menghibur masyarakat dan diharapkan mengundang para wisatawan.

“Kami berharap, kegiatan ini menjadi awal dan bisa menjadi motivasi agar masyarakat bisa bersama sama ikut menjaga dan melestarikan seluruh lebudayaan tang dimilki Muara Enim,” pungkasnya.

Dalam kegiatan pembuka Festival Colorfull Muara Enim, Gubernur dan Buapti berkesempatan menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Sehat serta pemberian pengharagaan inofatif kepada desa berprestasi.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts