Tiga Desa di Prabumulih ini dapat Dana Desa Terbesar!

PRABUMULIH -  Dana Desa (DD) yang merupkan program Pemerintah pusat yang diprioritaskan untuk pembangunan desa seperti Pembiayaan pelaksanaan program, kegiatan dibidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan penaggulangan kemiskinan serta peningkatan pelayanan public

Dari beberapa desa yang menerima dana tersebut Prabumulih merupakan penerima DD terbesar di Sumatera Selatan Bahkan terbesar di Indonesia, hal tersebut diungkapkan Drs.Aris Priadi, M.Si Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemerintah Kota Prabumulih dalam acara Pertemuan kegiatan Pengarahan hukum diruang rapat Kejaksaan Negeri (kejari) Kota Prabumulih yang dihadiri oleh seluruh Kades dan Lurah Sekota Prabumulih, rabu (13/2/19)

Aris menyebutkan, ada tiga desa di wiliayah Kota Prabumulih yang mendapatkan dana tertinggi yakni Desa Pangkul, Desa Muara Sungai Kecamatan Cambai dan Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih. Dana yang dikucur oleh Pemerintah Pusat untuk tiga desa tersebut berkisar Rp.2,2 Miliar, dana tersebut kata Aris belum termasuk Anggaran dana Desa (ADD)

“sekitar Rp.2,2 M yang masuk itu belum termasuk ADD, jika ditambah maka totalnya sekitar Rp.3 Miliar yang akan dikelola Pemerintah Desa tersebut” kalau DD ditambah ADD mungkin yang paling besar banyak di pulau jawa” lanjut Aris saat memberikan keterangan

Diketahui Besaran pemberian dana desa tergantung pada syarat luas daerah masing-masing desa dan ditambah jumlah penduduk miskin serta letak geografis dan status desa tertinggal menjadi patokan besarnya DD yang diterima

Sementara itu, M.Husein Atmaja, SH,MH Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Prabumulih dalam pertemuan itu mengatakan Pemerintah desa harus transparan dalam pengelolaan dana desa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan harus bermanfaat bagio kesejahteraan masyarakat

“jangan main-main dengan DD, sekecil dana desa disalalh gunakan maka tetap berhadapan dengan hukum” harapan kita dana tersebut disalurkan dengan tepat dan diawasi secara bersama-sama” harapnya
Share:

Dua Rumah di Desa Betung PALI Terbakar

PALI--Dua rumah di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ludes  terbakar, pada Selasa malam (12/2).

Sontak, kejadian tersebut membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tetapi usaha warga sia-sia, meski berupaya keras, api meluluh lantakan dua rumah yang terbuat dari papan tersebut.

Walaupun dua rumah itu rata dengan tanah, namun beruntung tidak ada korban jiwa.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun media ini, kejadian diketahui sekitar pukul 22.00 WIB saat kedua pemilik rumah tersebut tengah mengunjungi rumah kerabatnya.

"Dua rumah itu berdekatan, dan saat kejadian tengah kosong, karena pemiliknya sedang mengunjungi kerabatnya," terang Jhen, tetangga korban

Dua rumah tersebut dikatakan Jhen masing-masing milik Imah Bundar dan Jum. "Asal api belum diketahui, sebab saat kejadian, sebagian warga tengah istirahat di dalam rumahnya masing-masing. Dan saat diketahui, api sudah membesar," imbuhnya.

Diakui juga Juniantoro, warga desa Betung lainnya bahwa
akibat kejadian tersebut, pemilik rumah saat ini mengungsi di rumah tetangganya, serta meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Karena jarak cukup jauh, armada Damkar telat  datang. Kondisi rumah saat ini rata dengan tanah dan api telah padam kemudian dilakukan pendinginan oleh petugas Damkar, dan kami warga bersyukur, karena api tidak merembet ke rumah warga yang lainnya. Hanya saja ,satu rumah milik Man Arisa yang berdekatan dengan dua rumah itu, nyaris juga rata, tetapi beruntung hanya setengahnya kondisi rumah yang terbakar, karena berhasil dipadamkan warga sebelum melalap seluruh rumah dan isinya," jelasnya.  (SN)
Share:

Kini Cabe Tak Lagi Pedas

PALI--Harga cabe saat ini tidak sepedas rasanya, bahkan nyaris tidak berharga. Pasalnya, disejumlah pasar tradisional di Bumi Serepat Serasan, harga cabe dijual pedagang dibawah Rp 20.000/kg, baik itu jenis cabe merah maupun cabe rawit.

Kondisi ini tentu disambut baik masyarakat Kabupaten PALI, sebab menurunnya harga cabe dan sejumlah sayuran bisa mengurangi pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari ditengah belum stabilnya harga getah, dimana sebagian besar warga Bumi Serepat Serasan menggantungkan hidupnya dari hasil sadapan pohon karet.

"Seharusnya jangan hanya cabe dan sayuran yang murah, tapi harga beras dan bahan sembako lainnya juga harus sama. Minimal sebanding dengan harga getah," ujar Yuli, pengunjung pasar kalangan Tanah Abang, Selasa (12/2).

Lain halnya dengan Cipto, petani yang mengaku menanam cabe sebagai penopang perekonomian keluarganya. Dia mengaku anjloknya harga cabe mencekik kehidupan keluarganya.

"Dipastikan hasil panen merugi, karena hasil tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Harga di pasar saja paling tinggi hanya Rp 20.000/kg, apalagi ditingkat petani. Untuk atasi kerugian kami jual sendiri di pasar-pasar kalangan," terangnya.

Tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi seperti itu, Cipto hanya pasrah karena memang menanam cabe bukan profesi utama yang digelutinya, hanya sebagai sampingan ketika tanaman karet belum menghasilkan, dirinya menanam cabe untuk menambah penghasilan keluarganya.

"Mudah-mudahan saja kondisi ini tidak berlangsung lama, sebab tanaman karet kami masih lama menghasilkan. Mungkin saja, akibat jatuhnya harga cabe karena saat ini pasokannya melimpah," harapnya. 
Share:

Sukseskan Program KB, Bupati PALI Kukuhkan Kader PPKBD

PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengukuhkan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), kader Sub-PPKBD dan PATBM se-kabupaten PALI, Selasa (12/2) di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo disaksikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Drs Waspi.

"Peran aktif kader sangat diharapkan dalam melaksanakan atau mengelola program KB ditingkat desa/kelurahan atau RW atau RW. Karena PPKBD dan Sub PPKBD merupakan perpanjangan tangan penyuluh KB di desa. Mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mensosialisasikan program KB. Terbukti dengan kerja keras para kader, angka pernikahan usia dibawah umur menurun," ujar Bupati.

Pada kegiatan pengukuhan kader PPKBD, Sub PPKBD dan PATBM dikemas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI dalam satu acara yang diberi nama Temu kerja Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub-PPKBD). PATBM, Koalisi Kependudukan dan Fapsedu tahun 2019 se-kabupaten PALI dengan tema 'Kita Sukeskan Program KB Menuju Keluarga Berkualitas'.

Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI menyebutkan kegiatan tersebut diikuti 500 peserta terdiri dari kader PPKBD, kader Sub PPKBD, kader PATBM, Koalisi kependudukan dan Fapsedu.

"Selain pengukuhan, dilaksanakan juga pemberian penghargaan bagi PLKB, PPKBD dan Kampung KB terbaik. Setelah dikukuhkan, para kader langsung kita bekali melalui pelatihan dengan mengundang nara sumber dari BKKBN Sumsel," urai Yenni.

Adapun materi yang diberikan dijelaskan Yenni meliputi Kelembagaan program KKBPK dan Pengendalian kualitas penduduk dan pembangunan keluarga, pengelolaan IMP dan Poktan serta metode kontrasepsi.

"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kinerja para kader dengan pemberian materi-materi tersebut sehingga kader memahami dan mengerti tentang metode kontrasepsi, kelompok kerja Institutusi Masyarakat Pedesaan (IMP) untuk mempermudah penyuluhan dan memotivasi para akseptor KB," paparnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Drs Waspi menerangkan bahwa peran kader PPKBD dan sub PPKBD dalam mensukseskan program KB.

"Kontribusi kader digambarkan dengan adanya penyuluhan, sebab PPKBD dan Sub PPKBD adalah kader aktif  dari desa masing-masing, dimana satu desa terdiri dari 1 kader PPKBD dan 3-4 kader Sub PPKBD. Kerja keras para kader tentunya telah banyak membuahkan hasil. Tugas para kader tersebut juga harus bersinergi dengan kader-kader desa lain agar keseimbangan pertumbuhan penduduk bisa terwujud," harapnya.(
Share:

Pemkot Prabumulih Berencana Bangun PLTG hingga kelola sumur minyak Pertamina

PRABUMULIH – Kota Prabumulih dengan penghasil minyak dan gas melimpah merupakan berkah alam dari Sang Pencipta tutur H.Ridho Yahya Walikota Prabumulih saat diwawancarai beberapa waktu lalu, dengan kelebihan yang dimilik kota dengan julukan Kota Nanas itu berencana membuat Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pengelolaan Sumur Tua milik Pertamina, selasa (12/2/19)

Hal tersebut diutarakannya disetiap pertemuan dengan pejabat daerah dan petinggi negeri ini, salah satunya kata Ridho, telah berkordinasi dengan Ditjen Kementerian  ESDM RI terkait keinginan Pemerintah dalam pengelolaan dan pembangunan PLTG yang dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“sudah beberapa kali kita sampaikan melalui pidato dan rapat paripurna, Pemerintah berharap mengelola sumur tua Pertamina dan Pembangunan PLTG” ucap Ridho

Diketahui saat ini Prabumulih memiliki pruduksi gas lebih (Gas Buang) seperti yang ada di Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih yang menurutnya dibuang tanpa dimanfaatkan

“di Stasiun Pengumpul (SP) Karangan itu banyak Gas yang dibuang dengan cara dibakar, coba kita kelola mungkin bisa mensubsidi gas masyarakat”

Selain berkeinginan untuk mengelola Gas Buang milik Pertamina Pemkot Prabumulih juga berencana membangun Pembangkit listrik tenaga gas juga berencana mengelola kembali sumur minyak yang sudah tua dengan begitu Pemerintah berharap menambah PAD dan memberi peluang kerja bagi masyarakat Prabumulih

"Untuk rencana pembangunan PLTG kita masih meminta masukan dari PLN, katanya sekarang masih Surplus (rugi) itung itungannya, kalau tidak kordinasi nanti yang beli siapa kalau bukan PLN"

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo, SE mengatakan sangat setuju dengan langkah Pemkot Prabumulih yang dinilai banyak manfaat yang didapat

"Kita sangat setuju dengan rencana yang positif Pemerintah, selain menambah pemasukan kas daerah juga memberikan peluang bagi pencari kerja" tegas Palo (sn)


Share:

Gorong-gorong Buntu, Pasar Tanah Abang Tergenang

PALI - Warga Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keluhkan drainase pasar yang menjadi ikon kecamatan tersebut yang tidak lancar. Akibatnya, ketika turun hujan, kondisi pasar yang digelar setiap hari Selasa itu becek bahkan sebagian los pasar tergenang berimbas mengganggu kenyamanan proses transaksi.

"Kalau saluran air lancar, tidak akan tergenang. Banjir ini karena gorong-gorong air di Pasar itu sudah tersumbat lebih dari satu tahun," ungkap Surapati, warga Desa Tanah Abang, Selasa (12/2).

Dari pengakuan Surapati, bahwa pihak pengelola pasar seolah tutup mata. Padahal, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. "Seharusnya pengelola pasar cepat tanggap untuk atasi masalah ini, atau kalau tidak teratasi bisa menyusulkan bantuan ke Pemda PALI," katanya.

Keluhan sama dikatakan Adi, salahsatu pedagang di Pasar Tanah Abang. Diakuinya bahwa kondisi banjirnya lorong menuju los pasar dimana dirinya berjualan membuat pembeli ogah mengunjungi lapaknya.

"Pasti rugi pak, sebab dagangan kami tidak ada yang membeli karena pembeli malas untuk menuju lapak kami karena becek. Kami berharap ada bantuan pemerintah untuk atasi masalah ini," keluhnya.

Menanggapi keluhan masyarakat Tanah Abang, Ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono menyarankan agar dinas terkait untuk segera turun tangan.

"Kami minta Dinas Perkim atau instansi terkait lainnya untuk mencari solusinya. Kalau memang genangan air disebabkan gorong-gorong tersumbat, harus secepatnya diperbaiki, jangan sampai permasalahan ini berlarut-larut," saran Dewan PALI. (SN)
Share:

Nyaris Putus, jalan lingkar Gunung Kemala Amblas hingga berlobang

PRABUMULIH – Jalan merupakan akses penghubung bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan demikian jalan sangat vital bagi masyarakat. Namun tidak demikian dengan keadaan jalan Talang Jele di Rt.01 Rw.01 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, senin (11/2/19)

Pasalnya jalan lingkar yang dibangun sekitar tahun 2005 lalu dengan menggunakan dana Pemerintah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) itu kini sudah mulai hancur bahkan berlubang

Salah satu ruas jalan tedapat lubang besar yang nyaris putus sehingga pemotor harus berhati-hati melewati jalan tersebut

“waktu pembangunan jalan ini dulu ada sumur warga, jadi ditutup ala kadarnya pakai kayu besar, tapi kelamaan kayunya lapuk” ungkap Sopian selaku RT.02 yang melihat kondisi jalan

Jalan yang dibangun secara gotong royong itu diduga tidak dengan standar pembangunan karena terlihat bekas sumur yang hanya dicor beton menggunakan besi 8 inchi yang sedikit sehingga jalan yang dilewati mudah hancur

“kemarin ada mobil truk lewat, pas lewat bekas sumur kernetnya jerit ban mobil nyangkut” ucap Horman salah satu warga Rt.01 Rw.01

Sementara itu AKP Pardono Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Kemala terlihat menguras air didalam bekas sumur yang sebelumnya amblas akibat pembangunan jalan yang kurang kuat

"Kita berharap Pemerintah bisa memperbaiki jalan warga, karena jalan ini sangat dibutuhkan" ungkap Pardono seraya mengatakan jalan yang rusak sekitar 300 meter dari jalan raya Gunung Kemala (sn)
Share:

Rapat Paripurna, Prabumulih Segera bangun Sekolah Akamigas

PRABUMULIH – Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM bersama DPRD Kota Prabumulih gelar rapat Paripurna tentang Penyampaian Laporan Hasil Kerja Pansus terhadap pembahasan Raperda tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2018 – 2023 dilantai tiga ruang rapat Paripurna DPRD Kota Prabumulih, senin (11/2/19)

Dalam rapat tersebut sejumlah rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Prabumulih Tahun 2018 – 2023 telah disusun diantaranya rencana pembangunan Sekolah Akamigas di Kota Prabumulih

Dalam ruang rapat Paripurna Ridho Yahya mengatakan mengajak DPRD Kota Prabumulih untuk mengkaji beberapa rencana Pembangunan di Kota Prabumulih yang berpotensi dan tidak merugikan anggaran yang ada

“ ya kita kaji dulu beberapa usulan yang sudah masuk, kalau tidak menguntung bagi Prabumulih kita tahan dulu” ucap Walikota menanggapi Rencana Pembangunan di Kota Prabumulih

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo, SE saat diwawancarai awak media mengatakan sangat setuju dengan rencanan pembangunan sekolah Akamigas hal tersebut dikatakannya, Kota Prabumulih sangat berpotensi untuk membangun sekolah Akamigas di Prabumulih

“saat ini kita sudah siapkan anggaran ditahun 2019 untuk pembebasan lahan pembangunan Sekolah Akamigas” ucap ketua DPRD Kota Prabumulih

Diketahui lahan untuk pembangunan sekolah Akamigas seluas 15 hektar sudah disiapkan dan direncanakan akan dibangun di Daerah Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih

“waktu lalu kan sudah ada statmen dari pak Gubernur jika Prabumulih menjadi salah satu tempat yang berpotensi untuk dibangun Akamigas, namun lanjut Palo, masih menunggu beberapa bulan untuk memenuhi syarat sekaligus akan dirapatkan dengan Kementerian terkait (sn)
Share:

Berani Keluarkan Dua Perdes Kontroversi, Begini Alasan Kepala Desanya

PALI-- Alamsri Kepala Desa (Kades) Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), keluarkan dua Peraturan Desa (Perdes), yakni Perdes larangan menggelar hiburan Orgen Tunggal (OT) pada malam hari serta Perdes Larangan Pelajar keluar malam.

Keputusan Kades itu terbilang berani, pasalnya ditengah pro kontra terhadap larangan menggelar hiburan Orgen Tuggal (OT) sampai larut malam dan tidak menghadirkan musik remix karena dinilai sebagian kalangan memicu maraknya penyalahgunaan narkoba, justru sang Kades mengeluarkan Perdes kontroversi itu.

"Tidak ada hal yang mustahil, jadi kapan lagi kita memerangi narkoba kalau bukan dari sekarang. Memang banyak tantangan yang harus dihadapi, tetapi dengan tekad bulat, kami musyawarahkan bersama masyarakat, dan rupanya banyak yang mendukung kami untuk keluarkan dua Perdes tersebut," ujar Alamsri, Senin (11/2).

Dua Perdes yang telah disetujui diakui Kades sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2019 lalu, dan sejak diberlakukan masyarakat tidak ada yang membantah.

"Kami tidak melarang warga menggelar hiburan OT, asalkan diselenggarakan pada siang hari saja. Kalau malam hari, silahkan cari tempat lain, jangan di desa kami. Dan alhamdulillah, masyarakat mematuhi aturan itu. Artinya, apabila pemerintah tegas dan tujuannya baik, mudah-mudahan warga patuh," imbuhnya.

Untuk sangsi Perdes hiburan OT,  dijelaskan Alamsri tidak ada disebutkan dalam Perdes. "Tidak ada sangsi, tetapi kita tidak akan keluarkan izin apabila ada warga yang akan menggelar OT sampai malam. Jadi kalau ada yang memaksa, dan menggelar OT sampai malam hari tanpa izin, silahkan berurusan dengan hukum," tandasnya.

Untuk Perdes Larangan pelajar keluar malam ditegaskan Alamsri untuk menekan angka kenalalan remaja serta pernikahan belum cukup umur.

"Kalau pelajar sudah keluyuran malam, dipastikan lupa belajar dan menjurus ke hal-hal yang negatif, diantaranya nikah belum cukup umur. Kalau sudah demikian, maka banyak ruginya dialami yang bersangkutan, yang paling berdampak besar adalah putus sekolah. Jadi kami keluarkan dua Perdes tersebut semata-mata untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba, pergaulan bebas dan kenakalan remaja," bebernya.

Keputusan Kades tersebut tentu mendapat acungan   dari berbagai kalangan, seperti Iptu Alpian, Kapolsek Penukal Abab. Dikatakannya bahwa keputusan Kades membantu pihaknya dalam memberantas tindak kriminal.

"Salahsatu penyebab penyalahgunaan narkoba meningkat adalah karena adanya OT sampai larut malam ditambah sajian musik remix. Dan bagi pecandu narkoba akan selalu terdorong untuk terus memakainya, apapun cara untuk mendapatkan narkoba dilakukan, termasuk melakukan tindak kriminal.  Jadi kami sangat terbantu dengan Perdes Spantan Jaya," ucap Alpian.

Apresiasi sama disampaikan Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI, bahwa apa yang dilakukan Kades Spantan Jaya terobosan bagi Kades dalam menyelamatkan anak bangsa dan hal ini harus dicontoh desa-desa lain di wilayah Bumi Serepat Serasan.

"Kami rasa putusan itu sangat bagus. Ini harus jadi contoh desa lain. Sebab, isu banyak yang menentang peraturan larangan OT sampai larut malam ditepis dengan adanya Perdes tersebut, dan terbukti masyarakat Desa Spantan mendukungnya," kata Zulkopli.(SN)
Share:

Stiker Rumah Sangat Miskin Segera Ditempel Dinsos PALI

[caption id="attachment_7162" align="alignnone" width="674"] Net.[/caption]

PALI -- Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) siap-siap bakal dipasang stiker di rumahnya. Sebab diakui Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Metty Etika bahwa pihaknya kewalahan dengan banyaknya permintaan warga yang ingin dimasukan pada daftar pemerima bantuan dari pemerintah pusat.

Padahal, banyak diantara penerima PKH tergolong keluarga mampu, tetapi ketika pendataan oleh petugas lapangan, banyak yang memaksa untuk didaftarkan sebagai penerima.

"Kita akan ajukan anggaran pembuatan sriker pada saat penyusunan anggaran perubahan. Ini untuk memberikan tanda pada rumah penerima PKH yang mana pada stiker tersebut bertuliskan Rumah Ini Milik Keluarga Sangat Miskin. Dengan adanya stiker itu, diharapkan warga yang tergolong mampu berfikir ulang untuk menerima bantuan program tersebut," terang Metty Etika, Senin (11/2).

Diakui Metty bahwa untuk penerima bantuan PKH itu sendiri pada tahun 2019 menurun dibanding tahun lalu. "Jumlah penerima tahun 2018 ada 8.055 Kepala Keluarga (KK), sedangkan tahun ini menurun menjadi 7.416 KK. Penyaluran bantuan tahun 2019 sudah melalui rekening BRI penerima masing-masing, jadi kapan saja akan mengambil, tinggal mendatangi bank tersebut," imbuhnya.

Untuk tahun 2020, Metty memprediksi penerima bantuan PKH kembali akan menurun, terlebih bakal dilakukannya pemasangan stiker.

"Kalau ada yang memaksa untuk didaftarkan menjadi penerima bantuan PKH, yang bersangkutan harus bersedia rumahnya dipasang stiker bertuliskan Rumah ini milik keluarga sangat miskin. Dan cara ini kami yakin efektif menurunkan penerima PKH, dan yang menerima bantuan tersebut memang benar-benar keluarga yang berhak," tutupnya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts