Bawa Narkoba, Oksa Ditangkap Polsek Tanah Abang

PALI--Oksa (18) warga Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim ditangkap Jajaran Polsek Tanah Abang lantaran kedapatan membawa narkoba.

Penangkapan pelaku Oksa dilakukan pada Sabtu (9/2) lalu sekitar pukul 21.00 WIB saat Polsek Tanah Abang lakukan giat Razia/21 Stasioner di depan Kantor Polsek Tanah Abang Jalan lintas Tanah Abang-Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa saat penangkapan, ditemukan barang bukti berupa 1(Satu) paket kecil berisi butiran kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu sabu, 1 (Satu) buah narkotika Jenis Inex warna ungu, 1(satu) unit mobil merk Daihatsu Type Ayla yang digunakan pelaku membawa barang haram itu.

"Kronologi penangkapannya berawal dari Giat Razia/21 Stasioner yang di lakukan anggota Polsek Tanah Abang, dimana kami selaku Kapolsek langsung memimpin giat tersebut. Saat melakukan Razia tersebut anggota kita melihat ada mobil dimaksud yang hendak melewati petugas, lalu anggota memberhentikan mobil tersebut dan melakukan penggeledahan di dalam mobil tersebut," ungkap Sofyan, Kamis (14/2).

Saat dihentikan mobil itu dijelaskan Kapolsek bahwa terdapat 2(dua) orang perempuan dan 3(tiga) orang laki-laki didalam mobil tersebut. Kemudian satu persatu penumpang digeledah, dan dari hasil penggeledahan salah satu dari 5(lima) orang tersebut ada yang membawa narkotika sebanyak 1(satu) paket kecil jenis sabu-sabu dan 1(satu) buah jenis Inex berwarna ungu yang terdapat di dalam dompet warna pink  milik tersangka.

"Setelah itu tersangka langsung di amankan di Polsek Tanah Abang untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.(SN) 
Share:

Peserta Pendaftar BPJS Kesehatan Meningkat Hingga 80%


PRABUMULIH - Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) cabang Kota Prabumulih, BPJS Ketenagakerjaan dan DPMPTSP  Cabang Muara Enim menggelar acara Optimalisasi dan Penegakan Kepatuhan  Pemberi kerja Serta Sosialisasi Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan DPMPTSP Terkait  Program Jaminan Sosial Kesehatan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Hotel Grand Nikita Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih Timur Kota Prabumulih, kamis (24/2/19)


Acara tersebut digelar dalam rangka menindak lajuti PERWKO yang di haruskan perusahaan dan badan tenagakerja lainya untuk memberikan pelayanan kesehatan melewati BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

Selain BPJS kesehatan cabang Kota Prabumulih dan BPJS Ketenagakerjaan cabang Muara Enim yang datang di acara tersebut juga tampak hadir perwakilan dari OPD Diknas, Dinker, Dinkes, Pertanian, Kesbangpol dinas Perdagangan dan dari DKOP. 

BPJS Kesehatan cabang Prabumulih, Yunita Ibnu mengatakan bahwa acara yang digelar merupakan tindak lanjut dari PERWAKO yang mengharuskan semua yang memiliki usaha ataupun usaha sendiri untuk mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan.


Sementara itu, Kepala BPJS cabang Kota Prabumulih juga mengatakan apabila itu tidak dilaksanakan maka akan disanksi dengan cara pemberhentian layanan publik dengan ketentuan sekarang dan ini juga membantu pemerintahan untuk memberikan layanan kesehatan atau keselamatan tenaga kerja.


Yunita mngatakan bahwa tingkat kenaikan nilai persen untuk pendaftar BPJS Kesehatan itu mulai menaik, 
" tahun kemaren itu tingkat Persen Pendaftar BPJS Kesehatan di kota Prabumulih hanya 78% dan sekarang mengalami kenaikan signifikan yakni mencapai 81%" jelasnya.


Yunita juga menjelaskan tentang PERWAKO ini yaitu Surat Edaran
Nomor 52-/SE/DPM-PPSP/2019 Tentang Oppimalisasi dan penegakan kepatuhan pemberi kerja dalam penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

" Dalam rangka memberikan perlindungan Jaminan Sosial Kesehatan dan Jaminan Sosial Ketenagakejaan kepada setiap pekerja dan pemberi kerja pada jenis usaha besar, menengah, kecil dan mikro di Wilayah Kota Prabumulih. maka diminta perhatian Saudara terhadap hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Prabumulih telah mengadakan Perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,untuk mengoptimalisasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
2. Bagi Pelaku Usaha/Pemberi Kerja harus mendaftarkan Badan Usaha dan Pekerjanya ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
3. Dalam hal pengurusan Perizinan dan Non perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), pelaku usaha/pemberi kerja harus melampirkan surat dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa Perusahaan yang bersangkutan sudah mendaftarkan Badan Usaha dan Pekerjanya.
4. Dihimbau kepada Pelaku Usaha/Pemberi Kerja untuk dapat mematuhi dan mentaati ketentuan yang berlaku di DPM-VPSP , B.PJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
5. DPM-yrSP tidak melayani permohonan Perizinan dan Non perizinan yang tidak mendaftarkan Badan Usaha dan Pekerjanya ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerj aan.
Demikian untuk menjadi perhatian"

Selain itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim, Nolly Noer Amien yang hadir menjadi narasumber di acara ini menjelaskan bahwa akan ada sangsi administratif apabila ada perusahan maupun pengusaha yang belum mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS kesehatan.

Nolly juga mengatakan bahwa " disini tidak memandang usaha Mikro atau Makro, karena mereka harus dan wajib mendaftarkan karyawannya ke BPJS," Sedangkan kalau untuk Petani ataupun tukang ojek mereka bekerja sendiri dan di perintah sendiri maka dari itu mereka akan diikutkan dalam peserta mandiri. Ucapnya

" Definisi Mandiri yaitu rakyat yang berprofesi sebagai pedagang, tukang ojek, petani dan sejenisnya pembayaranya insaAllah akan di subsidi oleh Pemerintah Provinsi" 


Kepala DPMPTSP Kota Prabumulih, Rozali. S.sos menambahkan, kalau ada pengusaha atupun pemberi kerja tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan makah kami akan berkordinasih mengecek apakah mereka sudah mendaftarkan kariawanya apa belum.

"Kalau belum di daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan ataupun BPJS kesehatan makah akan di adakan sangsi penyetopan untuk pelayanan publik bagi perusahaan atau pengusaha tersebut"


Rozali juga menyarankan untuk mereka yang menyediakan pekerjaan untuk mendaftarkan kariawannya di BPJS kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan " kalau mereka masih membandel (prusahaan atau penyedia pekerjaan) makah akan di tindak tegas apalagi sudah ada PERWKO,nya kalau masih tidak mau ya kita epaluasi lagi perpanjangan izinya. Tutup Rozali (sn)
Share:

Desa Curup Kembali Karam

PALI--Hujan yang hampir tiap hari mengguyur hampir seluruh wilayah Bumi Serepat Serasan dan daerah sekitarnya membuat air Sungai Lematang meluap dan menggenangi hampir separuh pemukiman yang ada di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

"Baru malam tadi (selasa malam) air naik lagi. Kalau kemarin sempat surut, tapi akibat diguyur hujan terus menerus ditambah banjir kiriman, desa kami yang letaknya paling rendah kembali banjir," ungkap Ria, warga setempat, Rabu (13/2).

Dikatakan Ria, bahwa ketinggian air bervariasi antara 50 cm sampai 80 cm. "Rata-rata ketinggian air sebatas lutut orang dewasa. Banjir ini sudah langganan, jadi kami tidak kaget lagi," katanya. (SN)
Share:

Kunjungi Korban Kebakaran, Dinsos PALI Beri Bantuan

PALI-- Korban kebakaran yang terjadi pada Selasa malam (12/2) sekitar pukul 22.00 WIB di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI, dimana korbannya dua keluarga akhirnya mendapat bantuan dari pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Korban kebakaran yang rumahnya hangus terbakar yakni milik Imah Bundar atau nama aslinya Mabubah dan Zum yang nama aslinya Sumiri, serta dua warga lain yang terkena imbas atau terbakar ringan juga mendapat bantuan dari Dinsos PALI.

Dikatakan Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dengan harapan bisa meringankan beban korban. Pada pemberian bantuan tersebut ,Dinsos bantu 6 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 4 terkena kebakaran, 2 rumah yang habis, 2 rumah bagian dinding belakang dan atap atau terbakar ringan dan 2 rumah dampak pecah-pecah atap karena terkena peyemprotan air.

"Meski tidak bisa mengembalikan harta benda yang terbakar, tetapi inilah bentuk kepedulian pemerintah terhadap korban kebakaran," ungkap Metty, Rabu (13/2).

Disebutkan Metty bahwa ada dua paket bantuan yang diberikan kepada korban kebakaran yakni paket bantuan dari Kementerian berupa terpal, tikar, paket pakaian, seragam sekolah, selimut dan makanan kemasan.

"Ada juga paket dari Pak Bupati PALI berupa beras, mie goreng dan paket Sembako," terangnya.

Untuk selanjutnya, Metty mengarahkan TKSK Kecamatan Abab untuk berkoordinasi dengan Kepala Desanya  serta Camat untuk segera membuat proposal kebakaran. "Gunanya untuk perbaikan pembangunan tempat tinggal bagi korban bencana," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa pada Selasa malam, terjadi kebakaran di  Desa Betung Kecamatan Abab yang meluluhlantakan dua rumah yang rata dengan tanah, serta dua rumah yang berdekatan juga nyaris terbakar, tetapi beruntung api bisa segera dipadamkan warga, sehingga tidak menjalar ke pemukiman warga lainnya. (SN)
Share:

Ditinggal Pemborong, Normalisasi Sungai Sebagut Disoal Warga

PALI--Proyek normalisasi sungai Sebagut yang dikerjakan dari Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi sampai Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal menyisakan permasalahan. Pasalnya, menurut warga setempat, pekerjaan yang berasal dari anggaran Pemprov Sumsel tahun 2018 tidak sepenuhnya dikerjakan pihak pemborong.

Terbukti, Sungai Sebagut yang letaknya di Desa Gunung Menang sejatinya rampung dikerjakan, ternyata hanya separuh dikerjakan bahkan pihak pelaksana sudah hengkang dan mengangkut seluruh peralatan kerjanya tanpa terlebih dahulu berkoodinasi dengan pihak pemerintah desa.

"Kalau sungai yang di Desa Panta Dewa dan Desa Babat selesai dikerjakan, tetapi kenapa yang ada di desa kami mangkrak?," kata Peru, salahsatu warga setempat, Rabu (13/2).

Bukan hanya meninggalkan pekerjaan yang belum selesai, diakui Peru bahwa sisa pekerjaan berserakan dimana-mana. "Ada batang pohon yang melintang ditengah sungai saja, pihak pelaksana seolah ogah membersihkan. Padahal, kami dengar bahwa anggaran normalisasi tersebut menelan biaya milyaran. Kami selaku warga ingin anggota dewan provinsi menanyakan ke instansi terkait apakah anggaran normalisasi sungai Sebagut hanya sebatas itu, atau ada penyelewengan dalam pekerjaan tersebut," harap Peru.

Ucapan sama dikatakan Sumantri, Kepala Desa Gunung Menang, bahwa pihak PT.KUBN selaku pelaksana pekerjaan normalisasi Sungai Sebagut memang secara sepihak mengambil semua peralatan kerja dari lokasi pekerjaan.

"Diambil pihak pelaksana sejak 5 februari lalu. Dan saat ini tidak satupun alat berat berada di lokasi. Kami selaku pemerintah desa mengharapkan apabila pekerjaan ini belum selesai, tolong dikerjakan lagi, tetapi apabila memang sebatas ini, kami minta pihak pelaksana atau instansi terkait untuk memberikan infonya agar masyarakat tidak curiga," kata Kades. (SN)
Share:

Garuk Sampah Dalam Got, BPBD PALI Tuntaskan Keluhan Warga Tanah Abang

PALI--Keluhan warga Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terhadap buntunya gorong-gorong yang berada disekitar pasar Tanah Abang yang mengakibatkan tergenangnya pasar tersebut ketika hujan turun, langsung ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI.

Tanpa sungkan-sungkan, puluhan petugas BPBD yang dikerahkan Junaidi Anuar selaku kepala BPBD PALI untuk atasi masalah tersebut langsung menembus gorong-gorong yang telah dipenuhi sampah dengan membersihkannya dan menyemprotkan air agar saluran gorong-gorong lancar.

Alhasil, upaya BPBD berhasil, lebih kurang dua jam berjibaku dengan sampah dan lumpur, gorong-gorong tersebut akhirnya bisa ditembus.

"Setelah aliran lancar, selanjutnya kami minta warga atau pedagang untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena buntunya gorong-gorong karena dipenuhi sampah. Dan kedepan, diharapkan pengelola pasar atau pemerintah desa untuk membuat saringan air, agar sampah tidak masuk gorong-gorong," ujar Junaidi Anuar, Rabu (13/2).

Sementara itu, Korian, kepala Desa Tanah Abang Utara menyebutkan bahwa pemerintah desa mengapresiasi upaya BPBD tersebut. "Kami berterima kasih atas cepat tanggapnya Pemda PALI melalui BPBD," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa pasar kalangan Tanah Abang tergenang pada Selasa (12/2), warga mengeluh genangan air tersebut akibat gorong-gorong disekitar pasar tersumbat. Dan kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Kondisi itu tentu mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung pasar yang digelar setiap hari Selasa itu, bahkan sejumlah pedagang mengaku rugi akibat akses menuju lapaknya becek mengakibatkan pembeli ogah mengunjungi tempat jualan mereka.(SN) 
Share:

Belah Banjir, Danramil PALI Bolak Balik Dorong Motor Warga

PALI--Ditengah kegalauan warga yang hendak melintas jembatan Darurat Kecamatan Prabumulih Barat yang terendam banjir karena sungai Lematang meluap akibat tak kuasa menampung air hujan yang turun hampir setiap hari, rupanya ada pemandangan langka yang menyemangati warga untuk menembus genangan air yang tingginya lebih satu meter itu.

Yakni ada seseorang berseragam baju TNI bolak balik mendorong sepeda motor warga yang mogok ditengah banjir. Dialah Kapten Mulyadi, Komadan Komando Resort Militer (Koramil) PALI yang secara tidak sengaja juga terjebak banjir.

"Setelah saya meninjau korban kebakaran dan melihat pembersihan gorong-gorong Di Pasar Tanah Abang, lalu kami hendak ke Kota Prabumulih, tetapi di jembatan ini terjebak," ujar Kapten Mulyadi, Rabu (13/2).

Melihat banyak kendaraan roda dua milik warga mogok, secara spontan, Kapten Mulyadi melepas sepatunya dan menolong warga yang tengah kesusahan.

"Sudah sewajarnya untuk saling tolong menolong, terlebih ditengah musibah seperti ini," imbuhnya. (SN)
Share:

Sungai Lematang Meluap jalan Penghubung PALI - Prabumulih lumpuh

PALI - Akses jalan penghubung dua daerah di Provinsi Sumatera Selatan yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Prabumulih melalui Jembatan Payu Putat Kecamatan Tanah Abang persisnya di jembatan darurat Kecamatan Prabumulih Barat terendam banjir akibat sungai Lematang meluap.

Imbasnya banyak warga memutar balik kendaraannya, baik dari arah Prabumulih mampun dari arah PALI karena ketinggian air hampir satu meter. Perekonomian masyarakat pun terancam lumpuh akibat banjir tersebut.

Kalau pun ada yang memaksa, banyak kendaraan mogok karena tak sanggup membelah banjir. "Aku dari Prabumulih mau pulang ke Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Motor kami mogok, karena kalau harus memutar arah, terlalu jauh, jadi kami paksakan, tapi rupanya tidak bisa," ujar Tina, warga PALI yang menerobos banjir kepada media ini, Rabu (13/2).

Dikatakan juga Sandri, warga asal Tanah Abang yang hendak menuju Prabumulih, bahwa banjir seperti itu bukan kali pertama terjadi. "Untuk itu, kami berharap pemerintah untuk segera bangun jembatan ini. Sebab, jembatan ini akses utama perputaran warga Prabumulih dan PALI, khususnya Tanah Abang," pintanya.

Sementara itu, Ali Umar warga Kecamatan Prabumulih Barat yang mengelola jembatan darurat mengaku bahwa jembatan tersebut dibangun dengan swadaya masyarakat. "Kalau tidak dibangun masyarakat, akses Prabu-PALI via Jembatan Payu Putat tidak bisa dilalui. Tetapi belum lama ini ada dari pemerintah provinsi mengukur jembatan yang telah kami bangun, dan menurut salahsatu pegawai Pemprov, jembatan ini bakal dibangun tahun 2019," terangnya.
Share:

Budayakan Keselamatan Kerja, Pertamina EP Asset 2 Dirikan HSSE Demo Romm dan Training Center

Prabumulih -- Kegiatan usaha hulu minyak dan gas merupakan kegiatan dengan tingkat risiko tinggi khususnya dalam hal aspek keselamatan kerja. Menyadari hal ini, PT Pertamina EP, anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero) selalu berupaya untuk menerapkan HSSE (health, safety, security dan environment) sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari di seluruh lapangan kerja. Melalui PT Pertamina EP Asset 2, salah satu unit kerja dari PT Pertamina EP, penerapan HSSE ke dalam budaya kehidupan sehari-hari diwujudkan dalam bentuk pembangunan HSSE Demo Room dan Training Center.

Nanang Abdul Manaf, President Director PT Pertamina EP menyampaikan bahwa budaya HSSE harus melekat dalam perilaku kehidupan sehari-hari. "Mudah-mudahan, melalui HSSE Demo Room ini, menjadi amanah kita bersama untuk membangun budaya HSSE," harap Nanang dalam peresmian gedung HSSE Demo Room dan Training Center pada Rabu (13/02).

Sementara itu SVP HSSE PT Pertamina Persero yang diwakili oleh VP HSS Management System, Iwan Jatmika, menyampaikan apresiasinya kepada PT Pertamina EP. "Kami merasa bangga sekali hari ini, dimana Pertamina EP begitu progresif membangun demo room sebagai role modeluntuk HSSE. Masalah kompetensi menjadi akar permasalahan insiden, sehingga Pertamina (Persero) menggagas program yang demo room," pungkas Iwan.

Selain menjadi Demo Room dan Training HSSE Center terbesar dan terlengkap di PT Pertamina EP, bangunan ini juga dinyatakan telah memenuhi standar korporat per tanggal 1 Februari 2019 yang menjadikannya telah berstatus Go Live.

“Untuk mendukung HSSE beyond culture, PT Pertamina EP Asset 2 mendirikan HSSE Demo Room dan Training Center. Kami berharap fasilitas terbaik ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh pekerja dan stakeholder yang berada di lingkungan PT Pertamina EP Asset 2 dalam mendukung cita-cita perusahaan untuk mencapai zero accident," Ungkap A. Pujianto, General Manager PT Pertamina EP Asset 2.

Lebih lanjut, Puji juga menerangkan bahwa HSSE Demo Room dan Training Center merupakan sarana pembelajaran yang komprehensif terkait aspek keselamatan kerja yang sesuai bidang yang digeluti oleh pekerja, mitra kerja, dan kontraktor.

"Seluruh peserta training akan memperoleh gambaran secara langsung tentang sistem tata kerja dan tata kelola peralatan serta prosedur baku sesuai kaidah HSSE di industri minyak dan gas bumi agar dapat diimplementaskan secara tepat dan benar," tambah Puji.

HSSE Demo Room dan Training Center PT Pertamina EP Asset 2 dilengkapi dengan ruang peraga, ruang kelas, ruang praktek peralatan khusus risiko tinggi, serta ruang audio visual yang berkapasitas 30 orang. Gedung yang didirikan di dalam wilayah komplek PT Pertamina EP Asset 2 juga secara holistik memberikan edukasi terkait sebelas elemen kunci corporate life saving rules, yakni tools & equipment, safe zone position, permit to work, isolation, confined space, lifting operation, fit to work, working at heigh, personal floatation device, system override, dan asset integrity.

Upaya penerapan aspek HSSE di PT Pertamina EP Asset 2  juga telah terbukti dengan apresiasi dalam skala nasional dan internasional antara lain sertifikasi internasional untuk System manajemen K3 (OHSAS 18001) Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001), audit ISRS 7 Level 7,  hingga dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yakni melalui raihan tiga PROPER Hijau untuk lapangan Prabumulih, Limau, dan Pendopo.
Share:

Peraih WBK dari Kemenpan RB, Polres Muara Enim Belajar ke Prabumulih


PRABUMULIH – Tim Study Zona Integritas (ZI) Pimpinan Kabag Ren Polres Muara Enim Kompol Andi Junianto kunjungi Polres Prabumulih, kemarin pagi selasa (12/2/19), dalam kunjungannya tim study ZI yang diterima langsung oleh Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, SIK.MH didampingi Kabag Ren Polres Prabumulih Kompol Muhammad sambangi kantor peraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) 

Polres Prabumulih merupakan peraih penghargaan dengan pelayanan terbaik dan masuk dalam kategori Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB)

Zona Integritas yang menjadi penilaian meliputi enam aspek diantaranya Manajemen Perubahan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Pelayanan Publik, Tata Laksana Akuntabilitas serta pengawasan menjadi nilai penting untuk masuk WBK

Hal tersebut menjadi acuan penting bagi Polres Prabumulih untuk mempertahankan WBK, demikian dengan Polres Muara Enim yang secara langsung mengunjungi Polres peraih Reward WBK untuk mempelajari dan menadalami upaya yang telah dilakukan Polres Prabumulih

Dalam kunjungan itu, tim ZI Polres Muara Enim pimpinan Kabag Ren Kompol Andi Junianto beserta rombongan melihat ruangan Sentral Pelayanan Masyarakat (SPKT) dan Pelayanan SATPAS lantas Polres Prabumulih

“kita belajar untuk menata beberapa pelayanan masyarakat seperti yang ada di Polres Prabumulih dan insyallah bisa di implementasikan nanti di Muara Enim” Ucap Kompol Andi. 

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk sangat menyambut dengan positif kegiatan kunjungan yang dilakukan Polres Muara Enim demi belajar untuk perbaikan pelayanan public
“kita sama-sama  belajar demi kepentingan dan kebaikan pelayanan untuk masyarakat, semoga kita bisa terus melayani dengan baik” tegas Tito
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts