Pagi Pagi Bujangan Tewas Tersengat Aliran Listrik

MUARA ENIM--Warga Komplek rumah tumbuh, Kelurahan Muara Enim, Kota Muara Enim, Selasa (26/3) sekitar pukul 06.00 WIB dihebohkan dengan penemuan sesok mayat laki laki tanpa identitas.
           Mayat bujangan ini ditemukan di semak semak Jalan Pematang Sayap belakang vila Jasmin, rumah tumbuh dalam kondisi tewas terkapar diduga akibat tersengat aliran listrik PLN.
            Karena ketika ditemukan, tubuh korban terlilit kawat berduri yang dialiri listrik melalui kabel tersambung dari rumah salah seorang warga tak jauh dari mayat korban.
             Belakangan diketahui bahwa korban bernama Dendi (20), warga Desa Kepur, Kecamatan Kota Muara Enim, Kabupaten Muara Enim. Mayat korban sempat dibawa petugas SPK dan identifikasiSat Reskrim Polres Muara Enim ke RSU dr HM Rabain untuk dilakukan proses visum. Kini mayat korban telah dibawa keluarganya pulang ke rumah untuk dimakamkan.
               Informasi yang diperoleh menyebutkan, penemuan mayat itu bermula dari pada Selasa (26/3) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari ada orang berteriak minta tolong.
               Mendengar suara teriakan tersebut, membuat beberapa orang warga terbangun dari tidurnya dan menuju suara teriakan tersebut. Ketika warga menuju ke lokasi tersebut, ada seorang laki laki  yang tidak diketahui identitasnya mengatakan, di semak semak tersebut ada orang tewas.
              Setelah memberitahukan kejadian itu,  laki laki yang tidak diketahui identitasnya tersebut langsung berlari menghilang dari warga dengan membawa sebuah tas sandang.
              Lantas warga menuju lokasi yang disebutkan dan menemukan mayat korban dalam kondisi tewas terkapar dan terlilit kawat berdiri yang dialiri listrik.
               Kejadian itu dilaporkan warga ke petugas SPK Polres Muara Enim. Mendapat laporan tersebut, piket SPK Polres Muara Enim, Iptu Rusdi Yahya bersama anggota identifikasi Sat Reskrim Polres Muara Enim menuju lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi.
               Petugas melakukan identifikasi terhadap mayat korban. Kemudian petugas juga menelusuri kawat duri yang dialiri listrik PLN  yang tersambung ke salah satu rumah warga.
             Namun anehnya, rumah yang tersambung aliran listrik tersebut dalam keadaan kosong. Bahkan kabel yang dialiri listrik sampai ke kawat berduri korban tersengat listrik sudah dalam kondisi dicabut, sehingga tidak teraliri listrik lagi. Kemudian pada bagian depan rumah tersebut telah dipasang merek  “Dijual ni rumah“.
               Karena rumah tersebut dalam keadan kosong, sehingga petugas tidak bertemu dengan pemilik rumah. Namun kuat dugaan pemilik rumah sengaja memasang mengaliri listrik ke kawat berduri tersebut melalui kabel panjang, untuk menyetrum hewan babi di semak belukar yang berada di belakang rumahnya.
               Pada proses identifikasi tersebut, menimbulkan pertanyaan besar bagi petugas, kenapa korban bisa berada di lokasi tersebut malam hari.  Kemudian saat proses identifikasi tersebut, petugas juga menemukan kabel casan laptop di saku celana korban. Kini petugas Reskrim Polres Muara Enim masih mendalami kasus tersebut.
                   Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kasat Reskrim, AKP Wilian Harbensa,  ketika dikonfirmasi, membenarkan penemuan mayat tersebut.  
                  “Kita masih melakukan penyelidikan kasus tersebut dengan memintai keterangan saksi saksi,” jelasnya.
Share:

Perjuangkan Nasib, Ribuan Pekerja PTP Mitra Ogan Gruduk Kantor Pemda OKU

BATURAJA - Untuk kesekiankalinya ribuan karyawan PTP Mitra Ogan melakukan aksi unjuk rasa terkait keberlabgsungan nasib perusahaan sawit itu yang saat ini 'diujung tanduk'.

Kali ini ribuan karyawan tersebut mendatangi kantor Pemda Ogan Komering Ulu guna 'ngadu' kan nasib mereka, pada Selasa (26/3).

Pantauan dilapangan, ribuan karyawan ini datang beserta keluarga mereka, dengan menggunakan berbagai kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Sebelum masuk ke kantor Pemda yang telah dijaga aparat gabungan Polisi Satpol PP, mereka menyampaikan aspirasi di halaman kantor Pemda OKU.

Koordinator aksi, Romzoni mengaku, kedatangan ribuan karyawan tidak lain ingin mengadukan keberlangsungan nasib PTP Mitra Ogan yang saat ini kian tak menentu.

"Ini sudah titik akhir, kami berharap Pemda mengandeng kami bagaimana nasib ribuan karyawan yang merupakan warga OKU," ucapnya saat ditanya wartawan.

Dirinya mengatakan, puncak kekesalan karyawan ini bukan lagi masalah gaji atau lainya, namun lebih kepada mau dikemanakan perusahaan PTP Mitra Ogan dengan ribuan karyawan yang saat ini tak menentu nasibnya.

"Kami ini ibarat anak, wajar kami mengadu kepada bapak. Kami ingin pucuk pimpinan Pemda OKU merangkul kami, mengadu apakah ke kementrian bahkan kalau bisa ke Istana. Karena kami sudah lelah semua usaha kami tidak menemukan hasil yang memuaskan bagi karyawan," tegasnya.

Unjuk rasa itu sendiri diterima Asisten 1 Suharsmasto, Kadin Disnaker, Kabag Otda dan Kerjasama, Priyatno Darwadi.

"Semua keinginan karyawan sudah kita dengerkan dan kita tampung untuk kami lapirkan ke Bupati," ucap Kabag Otda dan Kerjasama Setda OKU, Priyatno Darmadi saat ditanya wartawan.

Namun, dirinya belum bisa memastikan sejauh mana keluh kesah ribuan karyawan ini akan ditindaklanjuti. "Pastinya belum bisa dipastikan, yang jelas kami akan laporkan dulu ke Bupati," katanya. (Win)
Share:

Ilang Sinyal, Warga PALI Gerah

PALI - Kekesalan terlihat pada wajah sejumlah warga Bumi Serepat Serasan pada Selasa (26/3), pasalnya sinyal provaider Telkomsel di beberapa wilayah ini mendadak terjadi ganguan, dimana apabila pengguna ponsel hendak melakukan pangilan suara tiba-tiba suara terputus-putus meskipun sinyal 4G.

Hal itu dikeluhkan, Joni warga Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bahwa dirinya terpaksa mengunakan pesan singkat akibat ganguan tersebut.

"Sudah beberapa kali saya melakukan pangilan, tapi kejadianya sama. Dimana suara orang yang ditelpon tidak jelas terdengar. Begitupun juga sebaliknya, dimana orang yang mendengarkan suara saya sama halnya," keluhnya.

Senada dikatakan, Lian salah satu warga Kecamatan Tanah Abang, yang juga tergangu akibat ganguan tersebut. "Kita bingung pak sudah dua hari terakhir ini, ganguan tersebut terjadi, dan itu terjadi di semua pengguna provaider Telkomsel," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten PALI, Asrohi SH mengatakan, keluhan tersebut sudah banyak diterima pihaknya, dan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pihak provaider.

"Kami akan panggil pihak provider, bukan hanya Telkomsel saja melainkan provader lainya. Selain saat menelpon terjadi ganguan dan ketika listrik padam sinyal provaider hilang. Jadi kita sudah beberapa kali juga menyurati pihak provaider akan keluhan ini," jelasnya.(SN) 
Share:

KPUD PALI Temukan Surat Suara Pemilu Rusak

PALI-- Proses pelipatan surat suara Pemilu yang bakal digelar pada 17 April 2019 mendatang tengah dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang pengerjaannya dilakukan pihak ketiga di Gudang logistik KPUD PALI, samping Mapolsek Talang Ubi.

Pelipatan surat suara telah dilakukan sejak Minggu (24/3) lalu dan ditargetkan KPUD PALI selesai dalam 15 hari. Tetapi saat pelipatan surat suara, KPUD PALI menemukan ratusan surat suara yang rusak.

"Saat ini pelipatan surat suara Pilpres telah selesai, dan berita acaranya telah ditandatangani KPUD, Bawaslu dan pihak keamanan. Surat suara Pilpres setelah direkap terdapat 451 lembar rusak, surat suara yang kurang dikirim sebanyak 619 lembar dan surat suara yang telah dilipat dalam keadaan baik berjumlah 133.440 lembar, sementara kebutuhannya berjumlah 134.510 lembar," ungkap Fikri Ardiansyah, ketua KPUD PALI, Selasa (26/3).

Berita acara dan rekapan diakui Fikri telah dilayangkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi melalui email agar secepatnya dikirim kembali pengganti surat suara rusak dan kurang kirim.

"Setelah pelipatan surat suara Pilpres, saat ini dilanjutkan pelipatan surat suara untuk DPR-RI. Namun, untuk setiap penyelesaian pelipatan surat suara, kita buatkan berita acara setelah direkap yang langsung kita sampaikan ke KPU RI melalui KPU Provinsi," terangnya.

Pada pelipatan surat suara DPR-RI diakui Fikri juga ditemukan sifat suara rusak, namun unik jumlahnya belum bisa direkap karena belum selesai. Dan dikatakannya bahwa surat suara rusak didominasi akibat sobek dan terdapat noda.

"Nanti setelah selesai kita sampaikan. Sebab, untuk pelipatan surat suara baru berjalan beberapa hari, dimana kita targetkan bakal rampung dalam 15 hari," pungkasnya. (SN) 
Share:

Ciptakan Wartawan Profesional, PWI Sumsel Gelar Orientasi

PALEMBANG--Puluhan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari berbagai daerah mengikuti Orientasi di Kantor PWI Sumatera Selatan. Selasa (26/3). 

Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar mengatakan orientasi dilakukan agar para wartawan mengetahui tugas pokok dan kode etik PWI sehingga dalam menjalankan tugas jurnalis, wartawan dapat bekerja dengan profesional. 

"Kartu Anggota PWI hanya di miliki oleh Wartawan yang telah mematuhi Kode Etik Jurnalistik," kata Firdaus Komar.

Tak sampai disitu, wartawan juga diharapkan dapat menulis berita secara berimbang dan sesuai fakta yang terjadi maupun yang ditemukan dilapangan. 

"Dalam penulisan Berita juga harus berimbangan dan sesuai fakta yang telah terjadi, tidak ada intervensi dari pihak lain," ungkapnya.(SN)
Share:

Bejat, Haji Roni Cabuli Tetangga Capai 200 kali


Baturaja - Selama kurang lebih empat tahun Haji Roni (46) berhasil mencabuli tetangganya sendiri dengan ancaman dan imingan uang.

Adalah A (15) jadi korban bejat Haji Roni warga desa Lubuk Batang Lama kecamatan Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Haji Roni dihadapan unit PPA Polres Ogan Komering Ulu mengakui perbuatanya itu lantaran hawa nafsu yang membara sementara sang istri kurang memberi pelayanan terhadapnya, selama kurun waktu empat tahun itu diakuinya dirinya sudah berulang kali menyetubuhi korban.


"Sudah banyak tidak ingat lagi, kalau 200 kali ada pak,"ucap pelaku yang sudah memiliki dua orang cucu itu , Senin (25/3/2019).


Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andrian melalui Kanit PPA Bripka M Soleh menjelaskan, pelaku ditangkap setelah adanya laporan keluarga korban ke pihak kepolisian Polsek Lubuk Batang.


Setelah dilakukan introgasi terhadap pelaku, terungkap pelaku melakukan pencabulan sudah berulang kali kurang lebih 200 kali saat posisi rumah korban sepi.


Saat melakukan pertama kali, pada tahun 2016 lalu pelaku mengancam korban jika tidak mau menuruti maka akan dibunuhnya.


"Modusnya pelaku mendatangi rumah korban pagi hari saat keluarga korban pergi ke kebun. Selainengancam juga korban diimingi uang,"ucap Kanit PPA Polres OKU Bripka M Soleh.


Aksi pelaku diketahui keluarga korban setelah Ibu korban curiga dengan tingkah anak bungsu dari lima bersaudara itu. Dimana korban selalu telat bulan dan sering mengalami pendarahan.

"Saya minta pelaku dihukum seumur hidup, dia telah merusak keluarga kami,"ucap Ibu korban sesaat mendampingi anaknya di Polres OKU, pada sumselupdate.


Pelaku sendiri terjerat pasal 81 Ayat 2 junto 76, Perpu  no 1 tahun 2016  tentang perubahan kedua uu 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang disehakan menjadi uu ri no 17 tahun 2016 junto pasal 76 D uu ri no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.(sn)
Share:

TP.PKK PALI Gelar Lomba Mewarnai, Bupati: Bisa Membangun Keratifitas Anak

PALI-- Sebanyak 135 anak dari 37 PAUD dan TK se-kecamatan Talang Ubi berlomba memperebutkan Trophy dan piagam penghargaan dari TP.PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam lomba mewarnai tingkat PAUD Se-kecamatan Talang Ubi tahun 2019, di Rumah Cinta, Selasa (26/3).

Lomba yang merupakan program kerja (Pokja) 2 TP.PKK Kabupaten PALI itu dibuka langsung Bupati PALI Heri Amalindo. Juga dihadiri Bunda PAUD Kabupaten PALI, Ir Hj Sri Kustina, Plt Ketua TP.PKK PALI, Rusmalina, Ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono serta sejumlah tokoh pendidikan di Kabupaten PALI.

"Kegiatan ini perlu dilaksanakan rutin, karena dengan lomba mewarnai seperti ini bisa membangun keratifitas dan imajinasi anak-anak," ujar Bupati.

Disamping itu, kegiatan positif seperti lomba mewarnai dikatakan Bupati bisa mengembangkan pola pikir anak sejak dini.

"Inilah generasi penerus bangsa kita. Jadi kreatifitas anak jangan dicegah tapi diarahkan, agar tumbuh kembang anak-anak bisa bebas," tukasnya.

Dengan adanya lomba tersebut, Bupati juga berpesan kepada anak dan orang tua serta guru pembimbing agar jangan mengutamakan juara.

"Bagi anak jangan mudah mengeluh dan jangan mengutamakan juara, karena kami bukan cari yang juara tetapi mengajak anak agar pintar. Dan bagi para juri, silahkan nilai peserta secara profesional sesuai kriteria yang ditentukan," pesan Bupati.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menjelaskan keberadaan Rumah Cinta, dimana PAUD Rumah Cinta diperuntukkan bagi anak dari kalangan keluarga kurang mampu.

"Sekolah di PAUD Rumah Cinta untuk anak dari keluarga kurang mampu. Kalau yang sudah mampu tolong cari sekolah lain. Keberadaan Rumah Cinta Untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan yang layak," pungkasnya. (SN) 
Share:

Jelang Ujian, Siswa SDN 55 Prabumulih wisata Edukasi


PRABUMULIH – Ujian Nasional (UN) yang akan dijalani oleh Sekolah mulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, SMP/MTSn dan Sekolah Dasar (SD) dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional sangat menyita waktu bagi para siswa, selain membutuhkan waktu lebih untuk belajar siswa juga dituntun untuk lebih aktif dalam belajar diluar jam sekolah seperti les tambahan (privat) agar berhasil dalam ujian nasional yang saat ini sudah mulai dipersiapkan

Tak hanya pelajaran tambahan yang dipersiapkan oleh para siswa, hiburan (Refreshing) juga sangat dibutuhkan sebelum menghadapi UN guna mempersiapkan mental para siswa, senin (26/3/19)

Hal tersebut dilakukan oleh Siswa Sekolah Dasar Negeri 55 Prabumulih menjelang ujian nasional tanggal 8 April mendatang siswa SDN 55 Prabumulih melakukan kunjungan edukasi untuk hiburan siswa sebelum ujian sekolah maupun nasional

“kegiatan ini sudah lama direncanakan, kita mengajak seluruh siswa kita untuk mengunjungi Museum Migas 3 Dimensi yang ada di Komplek Pertamina Asset 2 Prabumulih” Ucap Yanti, S.Pd, MM selaku Kepala Selolah SDN 55 Prabumulih saat dikonfirmasi

Dirinya menambahkan sebelumnya pihak sekolah telah mengajukan proposal permohonan kunjungan anak didiknya itu kepihak pengelolah Museum Migas 3 Dimensi Asset 2

“kita mengajukan proposal sebelum melakukan kunjungan wisata edukasi di museum” lanjutnya

Diketahui pihak pengelolah Museum Migas  menggratiskan semua fasilitas dalam kunjungan edukasi tersebut kepada siswa sekolah dasar dan pihak sekolah yang mengirim sekitar 250 muridnya itu dengan cara bergantian setiap harinya

“seluruh siswa mulai dari kelas satu sampai enam ikut kunjungan edukasi” tukasnya

Terpisah, Azril Zaki Fadera salah satu siswa kelas 6 SDN 55 saat dibincangi mengaku senang dengan kegiatan kunjungan ke museum migas yang penuh dengan kegembiraan

“senang kak, kami diajak foto dan disano kito biso belajar tentang minyak” ucapnya (sn)
Share:

2.756 Siswa SMK Ikut UNBK

MUARA ENIM--Pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Wilayah Muara Enim, dari total 2.777 siswa yang terdaftar, ada 21 siswa yang tidak bisa hadir dengan berbagai alasan.

21 siswa ini berasal dari beberapa SMK di Muara Enim seperti SMKN 1, SMK Handayani, dan SMK Bina Mulia. Kesuma siswa tadi tidak mengikuti ujian dikarenakan sakit, tidak ada keterangan (mengundurkan diri) dan lain lain.

Secara umum, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, Muara Enim, Misniati mengatakan, pelaksanaan berjalan lancar tanpa terkendala apapun.

“Alhamdulillah dalam pelaksanaan UNBK hari pertama ini semua berjalan lancar tidak ada kendala seperti listrik yang mati maupun jaringan yang lelet. Begitu juga laporan dari smk smk di kecamatan, semua lancar, hanya beberpa siswa yang tidak hadir,” terang Misniati yang juga Kepala Sekolah SMKN 1 Muara Enim, Senin (25/3).

Misniati menambahkan, pada pelaksanaan hari pertama ini, yang diujikan adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dan pelaksanaan sendiri tetdiri dari tiga sesi tang dimulai pukul 07.30 wib hingga pukul 14.00 wib sesi ketiga.

“Ada 19 smk negeri dan swasta yang melaksanakan ujian kali ini. Semuanya berada di kecamatan dan ada beberapa smk swasta yang menumpang pelaksnaan ujian yakni smk serasan dan smk handayani,” tambahnya.

Untuk para siswa yang tidak bisa hadir atau tidak bisa mengikuto ujian kali ini, diadakan ujian susulan pada tanggal 15-16 April mendatang. “Namun pada pelaksanaan susulan, dalam satu hari dua mata pelajaran yang akan diujikan,” tukasnya.

Pada hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan, kemudian di hari kedua mata pelajaran matematika, kemudian bahasa inggris dan hari terakhir adalah teori kejuruan. Sedangkan pengawas sendiri sialng antara satuan pendidikan.
Share:

Penataan Ruang Hindari Penyimpangan Pembangunan

MUARA ENIM--Guna menghindari kesalahan kesalahan dalam melakukan penataan ruang dan wilayah, Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar sosialisasi pengendalian pemanfaatan ruang, Senin (25/3).

Sosialisasi yang berlangsung sehari dibuka langsung oleh Wakil Bupati Muara Enim Ir. H. Juarsah, SH. Acara tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Muara Enim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim serta peserta sosialisasi.

Juarsah dalam sambutannya mengatakan pengendalian penataan ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang.

”Oleh karena itu, diperlukan tindakan pengendalian pemanfaatan ruang yaitu melalui pengawasan dan penertiban dari kecendrungan penyimpangan pembangunan,"kata Juarsah.

Terkait dengan dasar hukum dengan Rencana Tata Ruang Wabup Mengatakan bahwa telah ada dasar hukum dan diperlukan penyebarluasan informasi. 

“Rencana Tata Ruang Daerah Kabupaten Muara Enim telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah No 13 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2018-2023 maka dari itu diperlukan penyebaran informasi kepada masyarakat dan stakeholder seperti sosialisasi yang kita laksanakan hari ini”.jelasnya.

Meski demikian, Wabup menuturkan peran masyarakat dibutuhkan secara aktif karena pada akhirnya hasil dari penataan ruang adalah untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat. 

" Dan diharapkan kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan dan dijadwalkan di tingkat kecamatan masing-masing,"pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts