Yakin Lulus 100 Persen

Muara Enim - Kepala SMA Negeri 1 Ujan Mas, Penderizal Spd MM menyakini anak didik kelas XII tahun ini akan lulus 100 persen. Hal itu disampaikannya dihadapan siswa dan orang tua atau wali murid saat menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas XII, Kamis (11/4).

“Kami yakin anak-anak akan lulus 100 persen. Keyakinan itu karena sekolah bersama anak-anak sudah melakukan tahapan panjang untuk menghadapi ujian. Bahkan sebelum UNBK lalu, kita menggandeng salah satu bimbel terkemuka di Indonesia agar membuatkan soal sebagai upaya mengetahui sejauh mana kemampuan siswa,” ucapnya. 

Melalui berbagai cara yang dilakukan sebagai bekal peserta didiknya menghadapi UNBK, dia berharap, kelulusan nantinya dibarengi dengan mendapatkan nilai yang maksimal.
Kemudian, Penderizal mengimbau, setelah lulus siswa-siswinya tersebut melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 

“Orang tua saya harap bisa mendukung keinginan anak-anak jika mereka mau melanjutkan kuliah. Karena pendidikan itu sangat penting,” tutur dia.

Ketua Komite SMA Negeri 1 Ujan Mas, H Wilian Husin, mewakili orang tua dan wali murid mengucapkan terima kasih kepada guru dan pegawai sekolah karena selama ini telah membekali ilmu, pengetahuan dan bakat kepada siswa-siswi. 

“Atas nama orang tua dan anak-anak kami juga memohon maaf. Karena selama menempuh pendidikan di sini banyak kesalahan yang dilakukan mereka,” ungkap Wilian.

Tokoh Masyarakat Ujan Mas yang juga Anggota DPRD Muara Enim, H Faizal Anwar, mengapresiasi acara pelepasan siswa yang dibuat sekolah dan komite tersebut. Ia berharap, lulusan SMA Negeri 1 Ujan Mas ke depan dapat menjadi kebanggaan, contoh yang baik, serta ikut mengharumkan nama daerah.

“Terkait apa yang disampaikan kepala sekolah agar anak-anak setelah ini melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Itu memang betul sekali. Mengingat kemajuan zaman. Pendidikan juga sangat dibutuhkan saat ini, karena kompetisi di era sekarang semakin ketat,” kata Faizal.

Dalam acara ini, SMA Negeri 1 Ujan Mas melepas sebanyak 221 siswa kelas XII. Mereka dikembalikan kepada orang tua atau wali murid setelah selama tiga tahun mengikuti proses belajar mengajar, termasuk serangkaian ujian beberapa waktu lalu.

Turut menghadiri pelepasan siswa-siswi ini, Koordinator Pengawas SMA Provinsi Sumsel wilayah Muara Enim dan PALI Hj Yanina, Ketua Komite Sekolah H Wilian Husin, Tokoh Masyarakat Ujan Mas H Faizal Anwar dan Norman, Bhabinkamtibmas Ujan Mas Aiptu Lukman, tamu undangan serta para orang tua/wali murid.

Sementara itu, kesemua siswa menyampaikan, pertama, tidak akan melakukan corat-coret seragam, dan tidak konvoi kendaraan pada saat pengumuman kelulusan nanti. Kemudian, kedua, mereka siap tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang. 
Share:

Penggunaan Suket Tetap Harus Melalui Perekaman

MUARA ENIM--Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan bahwa pemilih yang tidak mempunyai KTP el bisa mencoblos menggunakan surat  keterangan, ternyata tidak serta merta bisa digunakan. 

              Pasalnya surat keterangan tersebut bisa dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), jika  pemegang surat keterangan terlebih dahulu melakukan perekaman di Dukcapil.

             Karena, tanpa melakukan perekaman, maka data pemegang surat keterangan tersebut tidak bisa terverifikasi pada data kependudukan. “Jadi surat keterangan harus melalui proses perekaman biar datanya bisa terverifikasi,” jelas PLt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Muara Enim, Untung Susilo pada rapat kordinasi dengan KPUD dan Pawanlu, beberapa hari lalu.

                Menurutnya, hingga 30 Maret lalu, pihaknya sudah melakukan perekaman sebanyak 409.176 orang atau sekitar 98 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Muara Enim. 

                 Jumlah itu, lanjutnya, setelah dilakukan palidasi oleh Kemendagri. Karena dari 414,469 orang yang telah dilakukan ferekaman, ternyata setelah dilakukan palidasi, ada sekitar 5000 lebih  terindikasi mengalami ganda, sehingga jumlahnya tinggal menjadi 409.176 orang. 

                       Pihaknya terus melakukan upaya percepatan perekaman KTP el bagi masyarakat, sesuai dengan intruksi Dirjen Kependudukan Kemendagri. Upaya yang dilakukan diantaraya pada hari libur nasional kantor yang dipimpinnya tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.

                 Bahkan pada hari pencoblosan Pilpres dan Pileg tanggal 17 Aprilmendatang, kantornya tidak libur tetapi tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengantisifasi permasalahan pada hari pencoblosan tersebut.  

           Sementara itu, Ketua KPUD Muara Enim, Ahyaudin, pada rapat tersebut menjelaskan, jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP 2) Muara Enim sebanyak 417.526 pemilih. 

            Menurutnya jumlah penduduk  567.450 jiwa, jumlah kursi di DPRD Muara Enim 45 kursi, jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan 100 orang dengan 20 kecamatan. Kemudian jumlah PPS 765 orang dan TPS sebanyak 1.643 TPS. 
Share:

Muara Enim Diprediksi Juara LPD Tingkat Kabupaten

MUARA ENIM--Pemkab Muara Enim diperkirakan akan keluar sebagai juara pertama pada penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2019 tingkat kabupaten se Indonesia.

             Soalnya hasil penilaian tahap 1  hingga tahap 4 telah dilakukan tim PPD dari Kementerian PPN/Bappenas, Muara Enim sudah masuk nominasi 10 besar. 

                 “Muara Enim sudah banyak inovasi, maka yang mana nanti kita lakukan pendalaman. Dari penilaian tahap 1 hingga tahap 4 Muara Enim sudah masuk nominasi 10 besar,” jelas Ketua Tim Penilai PPD dari Kementerian PPN/Bappenas, Dr Yoga, Kamis (11/8).

                Penegasan itu disampaikannya pada acara penilaian tahap akhir atau tahap V tingkat kabupaten penghargaan PPD tahun 2019 yang berlangsung di ruang rapat Pangripta Bappeda Muara Enim.

                    Rapat yang diikuti para kepala OPD, pemangku kepentingan lainnya itu dibuka Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM. 

                 Menurutnya, penilaian akhir yang dilakukan untuk melalukan verifikasi lapangan. “Penilaian tahap akhir verifikasi ini sifatnya bisa memantapkan  atau bisa juga merusak, maka bagaimana yang sesungguhnya,” jelasnya. 

                 Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, Muara Enim akan mendapatkan juara pertama sebagaimana harapan yang disampaikan bupati. Penghargaan PPD tersebut nantinya akan diberikan pada tanggal 5-6 Mei mendatang pada saar pelaksanaan Musrenbang nasional.

                 Sementara itu, Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani pada pembukaan acara itu mengatakan, penilaian ke V merupakan lanjutan dari penilaian Provinsi  dan penilaian tahap III dan V oleh tim penilai pusat   yang telah dilalui beberapa waktu lalu.

                Kesempatan ini lanjutnya, merupakan kebanggaan sekaligus media belajar bagi pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam rangka meningkatkan kinerha pelayanan kepada masyarakat, yang dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.

              Dijelaskannya melalui verifikasi dan kunjungan, tim penilai meninjau dan melihat langsung pencapaian pembangunan dan inovasi di  Kabupaten Muara Enim.

               “Kami berharap kiranya dalam penilaian ini Muara Enim bisa meraih juara pertama. Kami juga berharap masukan  dari tim penilai guna perbaikan serta peningkatan kinerja pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam perencanaan dan inovasi pembangunan,” harapnya
Share:

Sadis, Anak Bunuh Ibu Kandung

BATURAJA - Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (10/4) sekitar pukul 23.30 WIB mendadak gempar.

Pasalnya, salah seorang warga setempat, Salbiah (60) ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus di rumahnya. Diduga nenek itu tewas dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, Akmaludin (38), Rabu (10/4) sore.

Menurut informasi, peristiwa yang membuat  geger warga Dusun III Desa Tanjung Agung ini baru diketahui menjelang tengah malam. Setelah tetangga korban mendengar teriakan minta tolong dari  dalam rumah korban.

Mendengar  suara  itu warga mengintip kedalam rumah, warga tidak berani  langsung masuk kedalam rumah karena di dalam rumah tersebut ada  anak korban yang dipasung karena diduga mengalami gangguan jiwa.

Anak korban yang sedang dipasung itu minta bantuan warga untuk memeriksa kondisi ibunya yang baru saja ribut dengan kakaknya.

“Anak korban minta tolong perikso ibunyo yang baru bertengkar dengan kakaknya,” terang salah seorang nara sumber seraya menambahkan begitu diintip ternyata ibunya sudah tergeletak bersimbah darah.

Warga lalu beramai-ramai masuk kedalam rumah korban dan betapa terkejutnya warga menyaksikan wanita yang sudah menjanda ini sudah tewas bersimbah darah.

Warga setempat lalu melaporkan kasus dugaan pembunuhan ini kepada Polsek Lengkiti. Mendapat laporan itu Kapolsek Lengkiti  Iptu Marjuni  bersama anggota masing-masing Kanit Res Bripka Charles, Kanit SPK Aiptu Hambali langsung meluncur kelokasi kejadian.

Polisi dibantu perangkat desa setempat langsung melakukan evakuasi jenazah dan melakukan visum dibantu petugas medis Puskesmas terdekat. Jenazah korban rencananya akan dimakam di kampung halamannya hari ini juga.

Menurut informasi,  Rabu (10/4) sekitar pukul 17.00 WIB ada warga yang melihat Akmaludin naik mobil menuju arah Kota Baturaja.

Anak korban ini menurut isu yang beredar pernah memiliki riyawat gangguan jiwa. ”Dio itu kumat-kumatan, tapi idak separah adeknyo yang dipasung itu," terang salah seorang sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber, korban mendiami rumahnya di Dusun III Desa Tanjungagung itu memang hanya bertiga dengan  anaknya. Korban sudah berpisah /cerai dengan suaminya.

Kehidupan korban memang memprihatinkan, wanita malang ini harus bekerja sendiri untuk  memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari  dengan kondisi kedua anaknya yang tidak bisa membantu korban meringankan beban korban.

Terpisah Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan SKom dan Kaspolsek Lengkiti, Iptu Marjuni yang dikonfirmasi Kamis (11/4)  mengatakan, tersangka pelaku yang diduga membunuh  korban sudah dititipkan di Mapolres OKU.

Dikatakan Kapolres, saat ini Kasatreskrim sedang ke TKP  untuk mendalami kasus ini, sedangkan tersangkanya sudah diamankan di Polres untuk menghindair hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikatakan Kapolres, tersangkanya akan dikirim ke Palembang untuk menjalani pemeriksaan  kejiwaan. Kapolres yang juga didampingi Kasi Humas Polres OKU, AKP Rahmad Haji mengatakan, polisi sedang mendalami kasus ini untuk mengetahui motif pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anak kandung korban sendiri. (win)
Share:

KPU PALI Gelar Simulasi Pemungutan Suara

PALI--Pesta demokrasi telah diambang mata, peserta Pemilu saat ini sibuk meraih simpatik pemilih agar bisa mendulang suara pada pelaksanaannya pada 17 April mendatang. Penyelenggara Pemilu pun tak kalah sibuk, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), mereka (KPU) tengah berjibaku melaksanakan tahapan agar pelaksanaan Pemilu bisa sukses.

Seperti pada Kamis (11/4), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019. Simulasi ini dilakukan di halaman parkir Gelora November, Komplek Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Situasi dan kondisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam simulasi tersebut  dibuat serupa dengan pelaksanaan 17 April mendatang. Kotak suara, bilik suara, kertas suara, kursi tunggu pemilih, kursi saksi, spot duduk bagi disabilitas lengkap disediakan.

Dijelaskan Ketua KPUD PALI, Fikri Ardiansyah melalui Divisi Teknis, Sunario bahwa pada simulasi tersebut diperagakan proses pemungutan suara dari awal sampai akhir.

"Penting untuk diketahui, sebagai informasi pemilih, alur pemilihannya yaitu pertama-tama pemilih mendaftarkan dirinya kepada KPPS  yang bertugas memeriksa kesesuaian antara nama pemilih dalam form C6-CWK. Kemudian pemilih dipersilakan duduk menunggu. Lalu Ketua KPPS memanggil pemilih yang bersangkutan, seraya menyerahkan lima lembar surat suara. Surat suara yang sah digunakan adalah surat suara yang telah dibubuhi tandatangan Ketua KPPS," terang Sunario.

Saat pemilih menerima lembar surat suara, diterangkan Sunario, Ketua KPPS meminta pemilih untuk mengecek terlebih dahulu kondisi fisik surat suara. Selanjutnya, pemilih menuju ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Usai mencoblos, KPPS 6 memandu pemilih memasukkan lima surat suara tercoblos sesuai dengan kotak suaranya masing-masing. Setelah itu, pemilih berjalan menuju KPPS 7 di pintu keluar untuk menyelupkan salah satu jari tangannya ke botol tinta sebagai penanda bahwa yang bersangkutan sudah menyalurkan hak pilihnya.

"Simulasi yang dilakukan bertujuan untuk mengukur waktu ketepatan penghitungan surat suara nantinya. Mencari gambaran seperti apa mengukur waktu, karena asumsi dari penyenggara tersita banyak waktu, kita ingin memberikan gambaran seperti ini, agar tidak seberat yang kita bayangkan," kata Sunario

Ia mengharapkan dengan simulasi ini, semua petugas TPS bisa memprediksi berapa menit proses pemungutan suara dan protes dari masing masing saksi.

"Kita bisa melihat dan mengetahui berapa waktu selama proses pemilihan berlangsung begitu juga dalam penghitungan itu berapa menit, karena kita memilih dan menghitung natinya pada 17 April 2019 mendatang." imbuhnya
Share:

BPBD PALI Kenalkan Sejak Dini Proses Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan ke Siswa

PALI--Antisipasi adanya bencana terutama kebakaran hutan dan lahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kenalkan penanggulangan bencana terhadap siswa Sekolah Dasar (SD) IT Insan Mulia, Kamis (11/4) di halaman kantor BPBD, Kecamatan Talang Ubi.

"Kita kenalkan sejak dini cara dasar penanggulangan bencana, sasarannya memang pelajar SD. Pada sosialisasi tersebut, kita ajak pelajar untuk mengetahui jenis bencana, antisipasi serta penanggulangannya," ujar Junaidi Anuar, kepala BPBD PALI.

Ajak masyarakat untuk antisipasi bencana dan kebakaran hutan serta lahan, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya bersosialisasi tetapi langsung turun ke tengah-tengah masyarakat.

"Kita pasang spanduk di setiap wilayah dengan slogan Kita Jaga Alam, Alam Jaga kita, dan juga kita turun langsung untuk sosialisasikan ke masyrakat agar hindari penebangan liar serta pembakaran lahan agar tidak terjadi  bencana," terangnya.

Sementara itu Lasmiadi kepala Yayasan SD IT Insan Mulia Pendopo apresiasi kegiatan tersebut. "Pastinya menambah wawasan pelajar, serta anak-anak diajak mencintai serta memelihara alam demi masa depan kehidupan bersama," katanya. (sn)
Share:

Lokasi Transmigrasi Tempirai Bakal Genjot Percepatan Pembangunan di PALI

PALI--Sekretaris Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Syahron Nazil, apresiasi adanya lokasi transmigrasi di Bumi Serepat Serasan, dimana nantinya akan banyak penduduk luar bertransmigrasi ke PALI dan akan menularkan budaya kerja terhadap warga lokal.

"Melalui transmigrasi pasti akan ada perbauran budaya, terutama budaya kerja yang ulet dimiliki penduduk asal pulau jawa," ujar Sekda saat terima rombongan penjajakan dari Dinas Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Aula Kantor Bupati PALI, Kamis (11/4).

Diakui Sekda bahwa daerah yang cepat maju adalah daerah yang ada lokasi transmigrasinya.

"Kami harapkan juga di PALI bisa cepat maju seperti daerah lain yang miliki lokasi transmigrasi. Karena PALI punya banyak potensi, terutama rencana lahan transmigrasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara itu merupakan lumbung ikan air tawar," imbuhnya.

Dengan adanya transmigrasi, ikan air tawar yang melimpah dan banyak terbuang diharapkan bisa dikelola penduduk transmigrasi agar bisa bermanfaat.

"Transmigrasi akan membantu pemerintah dalam mengembangkan dan memberikan aura positif pada masyarakat. Apalagi kita banyak potensi yang belum dikembangkan," jelasnya. 

Sulistiyanto, kepala Disnakertrans Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebut tujuan rombongan dari dinas transmigrasi DIY datang ke PALI sebagai penjajakan dari program Kabupaten PALI.

"Selain bersilaturrahmi kita juga mengemban tugas dari gubernur dalam rangka penjajakan dan menindaklanjuti program dari Pemkab PALI dalam penempatan transmigrasi. Kami akan lihat administrasi kependudukan, tinjau lahan dan kesiapan lainnya, sebab apabila warga kami bertransmigrasi ke PALI otomatis jadi warga sini," terang Sulistiyanto.

Dikatakannya bahwa pemerintah DIY bakal mengirim penduduknya untuk bertransmigrasi ke PALI agar bisa memberikan kontribusi dalam percepatan pembangunan di PALI, bukan malah jadi beban.

"Apabila warga kami sudah disini kami titipkan agar diberikan pendampingan dan pembinaan supaya mereka bisa produktif. Apa yang menjadi kewajibannya harus dilaksanakan dan apa yang menjadi hak mereka juga harus diberikan," pungkasnya.

Usai beramah tamah, tim penjajakan dari DIY yang terdiri dari Dinas Transmigrasi Kota Yogyakarta, Sleman, Gunung Kidul dan Bantul langsung meninjau lokasi transmigrasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara didampingi kepala Disnakertrans PALI, Usman Dani. (SN) 
Share:

Peduli Sesama, Pertamina EP Asset 2 Gelar Donor Darah

PRABUMULIH-- Bakti Sosial Donor Darah yang digelar oleh PT Pertamina EP Asset 2 disambut antusias masyarakat, tak terkecuali para pegawai Pertamina sendiri. 

Salah satunya Riyono, pekerja Pertamian EP Asset 2. Pria yang telah melakukan donor darah sebanyak 37 kali mendonorkan darahnya ini mengatakan menjadi pendonor adalah gaya hidup kaum millennial, karena bangga dan bahagia dapat menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan.

“Pendonor darah itu gaya hidup Saya. Bangga dan bahagia rasanya ketika dapat memberikan tetes demi tetes darah untuk saudara yang membutuhkan. Apalagi saya memiliki golongan darah AB yang tergolong langka loh.” Imbuhnya Riyono.

Menurut Royono, Donor darah saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang banyak dilakukan kaula muda milenial, hal positif ini sudah menjadi budaya insan Pertamina EP Asset 2 guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan darah dan sekaligus mendukung PMI Kota Prabumulih untuk menjaga ketersedian stok kantong darah.

Sementara, Ketua PMI Kota Prabumulih, Hj. Suryanti Ngesti Rahatu Ridho Yahya berharap kedepan jumlah peserta donor setiap tahunnya terus meningkat, sehingga jumlah kantong darah yang dibutuhkan setidaknya dapat mendekati terpenuhi.

"Apalagi setiap waktu pasien yang membutuhkan bantuan darah terus meningkat tak sebanding dengan jumlah kantong darah yang dibutuhkan oleh bank darah RSUD Kota Prabumulih, karena Kebutuhan kantong darah Kota Prabumulih sekitar 400 kantong darah per bulan” ujarnya.

Ia merasa bersyukur atas penyelenggaraan bhakti sosial donor darah yang merupakan agenda rutin per tiga bulan sekali yang diadakan oleh Pertamina EP Asset 2.

“Kami dari PMI dan RSUD Kota Prabumulih sangat bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Sumbangsih dari PT Pertamina EP Asset 2 dalam menggelar donor darah ini sangat membantu jumlah kantong darah yang dibutuhkan oleh bank darah RSUD Kota Prabumulih,” kesannya.

Terpisah, Government & Public Relation Pertamian EP Asset 2 Arie Fahlupi A mengatakan kegiatan bhakti sosial yang berlangsung sehari, diikuti sebanyak 191 peserta donor, dari pendaftar sebanyak 208 orang, karena ada 17 orang yang batal mendonorkan karena faktor kesehatan. Sehingga jumlah kantong darah yang dapat diambil oleh tim dari PMI dan UTD RSUD Kota Prabumulih sebanyak 191 kantong darah.

Dengan rincian darah A sebanyak 59 kantong, darah B ada 49 kantong, darah AB berjumlah 64 kantong dan golongan darah O hanya 19 kantong.

"Jumlah tersebut terus meningkat dibandingkan dengan bhakti sosial donor darah pada HUT PT Pertamina (Persero) dan HUT PT Pertamina EP pada Desember tahun lalu," kata Arie, Rabu (10/4).
Share:

Maling Pipa Tertangkap Tangan Saat Beraksi

MUARA ENIM--Berakhir sudah petualangan kawanan pencuri pipa yang kerap beraksi di jalur pipa milik Perusahaan Gas Negara (PGN). Kawanan ini tertangkap tangaan oleh petugas pada, Senin (9/4) sekitar pukul 23.00 wib saat melakukan aksinya.

Aksi yang dilakukan kawanan ini terbilang profisional. Pasalnya, dalam aksinya mereka sudah menyiapkan semua peralatan yang akan digunkan. Bukan itu saja, mereka menggunakan alat khusus yang terbilang berat untuk dibawa yakni tabung gas untuk memmotong pipa menggunakan las.

Dari kawanan ini, duo orang yang tertangkap oleh petugas keamanan PT PGN. Kedua orang ini yakni Rizal (25) warga Dusun II Desa Talang Nangka Kecamatan Lembak. Kemudian, Memo (23) warga Dusun I Desa Talang nangka dan D yang saat ini dalam pengejaran petugas.

Peristiwa berawal sekitar pukul 23.00 Wib, security PT PGN yakni Ashari bersama tiga temannya melaksanakan patroli rutin dengan mengecek jalur pipa PT PGN di Desa Talang nangka Kecamatan Lembak Kabuoaten Muara Enim.

Setiba di jalur pipa gas PGN KP 61+100 Desa Talang Nangka, dari kejauhan Tim patroli melihat cahaya api propan Las. Karena curiga, tim patroli kemudian mengintai sambil pelan pelan mendekat lokasi.

Ketika mendekat itulah tim patroli melihat 3 orang laki laki yang sedang memotong pipa drainase (gorong-gorong) milik PT PGN dengan mengunakan las potong. Kemudian dengan sigap, tim berhasil mengamankan 2 orang pelaku dan satu orang lagi melarikan diri.

Setalh menamgkap dua pelaku, kemudian tim patroli perusahaan menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lembak yang selanjutnya Regu piket jaga Polsek serta piket reskrim mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesampai di TKP, para tersangka dan barang bukti di bawa ke Polsek Lembak guna pemeriksaan lebih lanjut dan pihak PT PGN membuat laporan polisi Atas kejadian tersebut. Karena kejadian ini pihak PT PGN mengalami kerugian lebih kurang Rp. 10.000.000

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, melalui Kapolsek Lembak Iptu Desi Azhari saat dikonfirmasi, Selasa (10/4) membenarkan telah mengamankan dua tersangka pencuri pipa milik PT PGN pada, Senin (9/4) malam.

“Dari laporan para securty perusahaan. Kita lamgsung mendatangi TKP untuk melakukan pemgecekan langsung. Dan Saat ini kita telah mengamankan dua tersangka, namun satu tersangka lagi juga sudah kami ketahui identitasnya,” terang Kapolsek, seraya menambahkan bahwa barang bukti yang diamankan yakni satu unit tabung oksigen beserta propan las potong, satu buah tabung gas elpiji 3kg, 2 buah linggis, 2 keping lempengan pipa yang telah di potong.

Saat ini, lanjut Kapolsek, kedua sudah diamankan di Polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, barang bukti juga sudah diamankan. “Kedua tersangka kita kenakan pasal 363 pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun,” pungkasnya.
Share:

Warga Yang Ingin Jadi Kades Siap-siap, Berikut Jadwal Pilkades di PALI

PALI--Sebanyak 34 Desa di Bumi Serepat Serasan bakal laksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak pada Agustus 2019 mendatang, mengingat masa jabatan 34 kepala desa bersangkutan sudah habis bahkan saat ini banyak diantaranya sudah diambil alih Pejabat Sementara (Pjs).

Kabar itu disampaikan A.Gani Akhmad, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten PALI, Rabu (10/4).

"Rencananya pada Agustus 2019, untuk tanggalnya nanti disampaikan kembali. Tetapi mudah-mudahan rencana tersebut sudah fix dan telah kita edarkan ke desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades," ungkap A.Gani.

Untuk persiapan, ditambahkan A.Gani bahwa sejumlah desa telah membentuk panitia Pilkades.

"Syarat Pilkades harus membentuk panitia 6 bulan sebelum pelaksanaan. Dan sampai saat ini panitia Pilkades  telah banyak yang terbentuk. Bagi warga yang berminat untuk mencalonkan diri atau berkompetisi pada Pilkades di 34 desa, silahkan persiapkan diri dan persyaratannya melalui panitia Pilkades setempat," jelasnya.

DPMD bakal memantau proses pelaksanaan Pilkades dan apabila panitia kurang jelas dalam proses pelaksanaan, A.Gani mempersilahkan untuk berkonsultasi atau datang langsung ke kantor DPMD.

"Yang kami harapkan seluruh panitia terus berkoordinasi dengan kecamatan dan DPMD agar pelaksanaan Pilkades nanti bisa sukses. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan, jaga persatuan agar proses Pilkades bisa berjalan lancar sesuai jadwal yang direncanakan," harapnya. (SN) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts