Hari Pertama Puasa, Pasar Beduk di Pendopo Tak Seramai Tahun Lalu

PALI -- Seperti menjadi tradisi warga Bumi Serepat Serasan, setiap menjelang berbuka puasa selalu diwarnai adanya pasar beduk disejumlah wilayah yang menjadi tumpuan harapan sebagian warga untuk mendulang rezeki pada momen ibadah wajib setiap tahun tersebut.

Seperti di Ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pasar beduk dipusatkan di Terminal Pendopo Kecamatan Talang Ubi. Tetapi pada hari pertama puasa, rupanya pengunjung masih terbilang sepi.

"Lumayan ramai, tetapi kalau dibanding tahun lalu, belum seberapa. Sebab kalau tahun lalu, pengunjung padat bahkan jalanan sampai macet, namun untuk tahun ini tidak ada kemacetan," ungkap Aliya, salahsatu pedagang takjil di pasar beduk terminal Pendopo, Senin (6/5).

Meski tidak seramai tahun kemarin, dan walaupun dagangannya tidak habis terjual, tetapi Aliya mengaku masih ada harapan esok bakal ramai kembali seperti tahun lalu.

"Alhamdulillah walaupun tidak habis, tetapi tidak rugi. Ramadhan masih panjang, mungkin warga Pendopo belum banyak mengunjungi pasar beduk karena untuk berbuka puasa biasanya masak sendiri," tukasnya.

Sementara itu Nora, salahsatu pengunjung mengaku bahwa dirinya rutin mengunjungi pasar beduk karena disamping banyak pilihan menu berbuka  juga sambil ngabuburit atau menunggu waktu berbuka.

"Di pasar beduk banyak pilihan, sambil menunggu beduk magrib. Hanya saja, kami berharap untuk penempatan parkir kendaraan pemerintah dalam hal ini Dishub agar menyediakan tempat agar tidak semrawut," katanya. (sn)
Share:

Bus Trans Enim Jalan, Pasar Ramadhan Bebas Formalin

MUARA ENIM--Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, membuka pasar Ramadhan dan launching bus trans Enim berlangsung di terminal samping Kodim, Senin (6/5).

                Pasar Ramadhan yang diisi oleh 98 pedagang makanan. Dari hasil pemeriksaan petugas Dinas Kesehatan terhadap berbagai jenis makanan yang dijual para pedagang untuk berbuka puasa tersebut, tidak ada  ditemukan yang mengandung formalin, borak maupun cat perwarna berbahaya lainnya.

                “Dari 13 sampel makanan yang kita ambil dari makanan yang dijual para pedagang, semuanya hasilnya negatif, tidak ditemukan mengandung zat zat yang berbahaya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Muara Enim, Vivi Mariani.

                     Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim, H Riswandar SH, mengatakan, bus trans Enim yang dioperasikan sebanyak 5 unit bantuan dari Kementerian Perhubungan RI.

                   “Bus yang dioperasikan 2 unit jurusan Muara Enim-Lubuk Raman dan 3 unit jurusan Muara Enim-Simpang Meo. Selama bulan Ramadhan ini penumpang yang menaiki bus tersebut digratiskan selama satu bulan, setelah lebaran baru akan diatur tarifnya sesuai ketentuan perundangan yang berlaku,” jelas Riswandar.

                 Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, mengatakan, pasar Ramadhan yang digelar Pemkab Muara Enim bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam merbuka puasa.

              Dijelaskannya juga, mengoperasian bus trans Enim guna memenuhi kebutuhan angkutan masal yang nyaman, refresentatif bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim.

            Sehingga diharapkan tidak ada lagi anak sekolah yang menaiki kendaraan angkutan pedesaan bak terbuka dengan naik di atas atap kendaraan tersebut. Karena sangat membahayakan bagi anak anak sekolah.(Adv)
Share:

Bupati-Wabup Safari ke 10 Kecamatan

MUARA ENIM--Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH selama bulan Ramadhan ini masing masing akan melakukan safari Ramadhan ke 10 kecamatan. Itu dilakukan sebagai bentuk pemerataan untuk menemui masyarakat yang melaksanakan ibdah puasa di pedesaan.

              “Sesuai jadwal yang telah disusun, pak bupati akan melaksanakan safari Ramadhan ke 10 kecamatan dan pak wakil bupati juga melakukan safari Ramadhan ke 10 kecamatan,” jelas Kabag Kesra Pemkab Muara Enim, Zulfikar, Senin (6/5).

                   Menurutnya, safari Ramadhan tersebut akan dimulai pada tanggal 13 Mei mendatang dengan didahului melaksanakan puasa bersama dengan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Balai Agung Serasan dilanjutkan dengan sholat Isya dan Tarawih bersama.

                  Dijelaskannya,  dalam pelaksanaan safari Ramadhan tersebut, bupati maupun wakil bupati akan mengunjungi 1 atau 2 desa di kecamatan yang dikunjunginya. Pada safari tersebut, bupati maupun wakil bupati juga akan memberikan bingkisan berupa 5 buah ambal dan 1 buah sajadah, 5 buah Al-Qur’an dan 2 rehal serta 1 buah barjanji kepada masjid yang dikunjungi.

             Selain melakukan safari Ramadhan, bupati dan Wakil bupati, lanjutnya, juga akan melakukan safari Shubuh di sejumlah masjid yang berada di wilayah kecamatan Kota Muara Enim.

             Menurutnya, selama bulan Ramadhan ini, juga dilakukan kegiatan bimbingan mental oleh masing masing OPD di mushollah Al-Muzakir belakang kantor Pemkab. Bimbingan mental tersebut diisi secara bergantian oleh masing masing OPD setelah pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah.
Share:

Terekam CCTV Pencuri Batrai Dibekuk

MUARA ENIM--Meski sempat melarikan diri, petugas Polsek Lawang Kidul akhirnya berhasil membekuk satu dari dua pelaku pencurian 2 buah  bateri mobil milik Mei Yin (46), warga Jalan Raya Baturaja, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, pada 23 April 2019 lalu sekitar pukul 01.30WIB.

               Pelaku berhasil dibekuk petugas setelah sebelumnya terekam CCTV yang dipasang korban di depan rumahnya. Pelaku diketahui bernama Sandi Wijaya (23), warga BTN Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim.

              Pelaku ditangkap petugas Sabtu (4/5) sekitar pukul 22.00 WIB dirumahnya. Petugas juga berhasil mengamankan batre mobil milik korban yang dicuri. Kini pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Lawang Kidul untuk menjalani pemeriksaan.

               Kejadian itu bermula dari korban melihat dari CCTV yang dipasangnya, pelaku dan temannya sedang mencuri batre mobilnya. Lantas korban berupaya mengejar pelaku, namun pelaku dan temannya keburu berhasil melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor.

                Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Lawang Kidul. Bermodalkan rekaman di CCTV tersebut petugas berhasil membekuk pelaku yang tengah berada di rumahnya.

                 Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Senin (6/5) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Sedangkan satu pelaku lagi masih dilakukan pengejaran,” jelasnya.
Share:

Inilah Daftar Harga 20 Jenis Bahan Pangan di PALI Hari Pertama Puasa

PALI--Setelah lalukan inspeksi mendadak (Sidak) di dua pasar, yakni pasar Inpres Pendopo dan pasar Kalangan Abab,  Tim pengendalian harga pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terdiri dari Bagian Perekonomian, Disdagprin, Dinsos, Satpol.PP, Dishub, Kepolisian dan Dinas Ketahanan Pangan, merilis daftar harga kebutuhan pokok.

Dimana harga itu di dua pasar tersebut selisihnya tidak jauh berbeda.

Inilah daftar harga 20 jenis bahan pokok.

1.Beras Belitang.                Rp 11.000/kg
2.Daging Ayam Kampung Rp 50.000/kg
3.Daging Ayam Ras.          Rp 35.000/kg
4.Daging sapi.                    Rp 130.000/kg
5.Telur.                                Rp 22.000/kg
6.Cabe merah.                   Rp 25.000/kg
7.Cabe Rawit                     Rp 25.000/kg
8.Bawang Merah.             Rp 40.000/kg
9.Bawang Putih.               Rp 60.000/kg
10.Daun Katuk.                 Rp 4.000/ikat
11.Bayam.                         Rp 2.000/ikat
12.Daun Singkong.          Rp 2.000/ikat
13.Kacang panjang.        Rp 6.000/ikat
14.Kangkung.                   Rp 2.000/ikat
15.Kentang.                      Rp 8.000/kg
16.Ketimun.                      Rp 6.000/kg
17.Kol putih/kubis.          Rp 7.000/kg
18.Tauge/kecambah.      Rp 10.000/kg
19.Tomat sayur.                Rp 10.000/kg
20.wortel.                           Rp 8.000/kg
Share:

Datang Seorang Diri, Begini Tujuan Nenek Tunanetra ke PALI

PALI - Didampingi Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Metty Etika, Dr Hj Murtini, nenek penyandang disabilitas datangi kantor Bupati PALI, Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kacamatan Talang Ubi, Senin (6/5).

Kedatangan perempuan berumur 63 tahun itu bertujuan memotivasi penyandang disabilitas atau difabel supaya mandiri dan tidak menjadi beban terhadap keluarganya.

Disamping itu, dikatakan Hj Murtini, wanita tunanetra asal Kota Tengerang Banten saat diwawancara media ini, bahwa dirinya selain mendatangi Kabupaten PALI, juga telah memijakan kakinya di 616 daerah Kabupaten/kota di Indonesia.

"PALI merupakan daerah terakhir yang saya kunjungi, keinginan saya adalah pecahkan rekor MURI seorang wanita cacat bisa sambangi 616 daerah untuk meninjau pelayanan terhadap warganya yang mengalami kekurangan fisik atau difabel," ungkap Hj Murtini.

Diakuinya bahwa kedatangannya dirinya ke PALI sudah sejak Minggu (5/5), yang langsung menuju Mapolsek Talang Ubi.

"Setiap saya pijakan kaki ke suatu daerah, pertama sekali saya datangi adalah kepolisian, karena pilar keamanan dan kenyamanan penyandang difabel terletak pada ketegasan pihak kepolisian. Selanjutnya ke pemerintah daerah yang mempunyai wilayah dan seterusnya Dinsos, Kejari, Depag, PLN, Sekwan, BPN dan Samsat," urainya.

Dirinya juga telah menyampaikan keinginannya agar pemerintah pusat memberikan modal usaha terhadap warga penyandang difabel.

"Saya berkeliling sejak tahun 2014, dan saya pernah sampaikan kepada menteri sosial agar penyandang difabel dikasih modal jangan dikasih hati. Sebab, saya berkeinginan orang cacat harus mandiri bukan jadi beban, dan setiap bantuan harus dikembangkan bukan terus-terusan meminta kepada pemerintah," tandasnya.

Sementara itu, Metty Etika menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi Hj Murtini untuk mengelilingi PALI.

"Tentu kedatangan ibu Murtini memotivasi penyandang difabel yang ada di PALI, dan kami kedepan bakal mendampingi dan membina setiap warga yang megalami kekurangan fisik agar bisa diberdayakan," ujar Metty. (sn)
Share:

Tim Pengendalian Harga Pangan PALI Sidak Dua Pasar Sekaligus, Ini Hasilnya

PALI--Tim pengendalian harga pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar di wilayah Bumi Serepat Serasan dalam memantau harga serta mengendalikan harga-harga kebutuhan bahan pokok.

Sidak sendiri dikatakan Junaidi, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten PALI dibagi dua tim. Dan dari hasil Sidak, diakui Junaidi bahwa memang terdapat beberapa jenis kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan.

"Seperti bawang putih yang mencapai Rp 70.000/kg, tetapi kenaikan harga bawang putih bukan hanya di PALI  tetapi secara nasional. Untuk jenis bahan pokok lainnya terpantau stabil, meskipun naik, tetapi masih belum signifikan," terang Junaidi, Senin (6/5).

Pada Sidak yang dilakukan pada Minggu (5/5) lalu, ada dua pasar yang didatangi tim pengendalian harga bahan pangan yang terdiri dari Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol.PP, Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan serta dari kepolisian.

"Pasar Pendopo dan pasar Betung yang kami datangi, dari keseluruhan jenis pangan, selisih harga tidak berbeda jauh dari dua pasar tersebut," tukasnya.

Untuk menekan harga kebutuhan pokok, Junaidi bakal melaporkan kondisi harga bahan pangan di PALI ke Bulog provinsi Sumatera Selatan, dimana nantinya akan dihitung berapa kebutuhan, berapa pasokan yang biasa setiap hari masuk ke PALI serta stok yang ada.

"Nantinya akan dikalkulasikan untuk meminta tambahan pasokan agar harga-harga kebutuhan pokok bisa terkendali. Selama Sidak dan pantauan setiap hari, tidak kami temukan ada penimbunan bahan pokok yang dilakukan pedagang. Serta rencana kami, Sidak ke pasar-pasar bakal dilakukan kembali," imbuhnya.

Junaidi juga menyatakan bahwa Pemkab PALI bakal gelar pasar murah. "Sudah ada wacana gelar pasar murah, tetapi untuk pelaksanaanya masih menunggu arahan Sekda dan Bupati," tutupnya. (SN) 
Share:

Pemkab PALI Hapus Apel Pagi dan Senam Selama Puasa

PALI-- Hormati pegawai menjalankan ibadah puasa serta untuk menambah kekhusukannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluarkan kebijakan keringanan jam kerja serta menghapus sementara kegiatan rutin seperti apel pagi yang biasa dilakukan setiap hari, serta senam pada setiap Jumat pagi.

Kendati demikian, disiplin kerja harus tetap dipatuhi seluruh pegawai di pemerintahan PALI, karena meskipun bulan puasa, sanksi tetap akan diberikan terhadap pegawai yang bermalas-malasan.

"Untuk jam kerja sebelumnya masuk pada pukul 07.30 WIB, selama puasa dari Senin sampai Jumat, jam masuk kerja menjadi pukul 08.00 WIB. Istirahat dari Senin sampai Kamis hanya setengah jam, tetapi untuk Jumat, istirahat dari jam 11.30 WIB sampai pukul 13.00 WIB," ungkap Sekda PALI, Syahron Nazil, Senin (6/5).

Sementara untuk jam pulang kerja dijelaskan Sekda bahwa selama puasa dari Senin sampai Kamis pukul 15.00 WIB, untuk hari Jumat pukul 15.30 WIB.

"Biasanya pulang kerja pukul 16.00 WIB, tetapi selama puasa menjadi pukul 13.00 WIB untuk Senin sampai Kamis. Apel pagi dan senam ditiadakan,"  terang Sekda.

Diharapkannya dengan kebijakan tersebut seluruh pegawai mematuhi dan meski berpuasa tetap jangan mengurangi pelayanan terhadap masyarakat.

"Kita sebagai pelayan masyarakat harus tetap memberikan pelayanan sesuai dibidangnya masing-masing. Bagi yang bermalas-malasan tetap akan diberi sangsi," tandasnya.
Share:

Prabowo-Sandi Menang Telak di OKU

"Sumber foto : Google"

BATURAJA - Berdasarkan pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 di tingkat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu (4/5) malam, pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi menang telak dari pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin Ma'ruf.

Paslon nomor urut 02 berhasil meraup 162.594 suara masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang, atau sebesar 75,73 persen. Sedangkan Paslon nomor 01 memperoleh 52.098 suara atau 24,27 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi itu, Paslon 02 unggul di seluruh kecamatan (13 kecamatan) di wilayah OKU. Paling banyak didapat dari Kecamatan Baturaja Timur, dimana Paslon 02 mendapat 44.558 suara. Sedangkan Paslon 01, memperoleh 13.781 suara.

Yuhdi Hardianto, selaku perwakilan Partai koalisi pemenangan Paslon 02 di OKU, mengucapkan terima kasih pada segenap masyarakat OKU yang sudah memilih Paslon kosong dua.

“Alhamdulilah, walau target 80 persen agak meleset sedikit, tapi kami tetap bersyukur bahwasanya masyarakat OKU ingin ada perubahan dengan memilih Paslon 02,” ujar Yuhdi, yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) OKU.

Pihaknya meyakinkan akan terus memantau perolehan suara dan mengawal kemenangan itu. Sehingga, secara nasional hasilnya nanti sesuai dengan tahapan KPU dan dapat memuaskan bagi pendukung dan Paslon 02 (sn)
Share:

Jelang Ramadhan, Bupati OKU Sidak Pasar Tradisional


"Bupati OKU, H Kuryana Azis saat sidang ke sejumlah pasar tradisional di Baturaja"
BATURAJA -- Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs H Kuryana Aziz bersama Kapolres OKU dan unsur Muspida melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Pucuk Baturaja, Jumat (3/5).

Sidak ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan 1440 H. “Ini kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahun menjelang Ramadhan,” kata Kuryana didampingi Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari yang dibincangi usai Sidak.

Untuk  OKU menurut Kuryana, stok dan harga pangan masih relatif stabil meskipun ada kenaikan yang agak signifikan pada bawang merah dan bawang putih. “Banyak faktor yang menyebabkan kenaikan harga bawang salah satunya musim yang tidak tidak menentu, sehingga bawang menjadi gagal panen, sedangkan pada bulan puasa permintaan meningkat,” sebutnya.

Namun untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan menjaga stok pangan, Kuryana mengatakan, pihak Bulog OKU telah mengambil langkah untuk mengatasi hal tersebut.

“Kalau dari Pemkab OKU, kita telah membuka pasar murah untuk masyarakat, jika masih tetap melonjak maka kita akan turun untuk operasi pasar,” ujarnya

Selain Bulog lanjut Kuryana, untuk mengantisipasi lonjakan harga bawang, Pemkab OKU melalui Dinas Pertanian OKU juga telah menyiapkan bawang merah siap panen yang dibudidayakan di Merbau dan Rantau Kumpai.

“Ada beberapa hektar pertengahan bulan ini panen, Insyallah itu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat OKU dan menstabilkan harga bawang,” katanya.

Sementara itu Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari menambahkan meskipun saat ini belum ditemukan adanya indikasi penimbunan pangan di OKU, namun Polres OKU bersama Pemkab OKU telah membentuk tim terpadu pengendali pangan untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan stok pangan, setiap hari tim intel berkoordinasi dengan tim terpadu untuk mengecek ke lapangan. “Kalau terjadi dan ditemukan adanya penimbunan maka akan kita tindak secara hukum,” tegas Kapolres.

Selain pasar tradisional, Bupati bersama Kapolres beserta rombongan juga mendatangi sejumlah minimarket yang beroperasi di Bumi Sebimbing Sekundang, hal ini untuk memastikan harga serta barang yang sudah habis masa pakai.(sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts