Berantas Narkoba, Warga Prabumulih pecandu Narkorba banyak Lebaran di Penjara


PRABUMULIH- Sat Reserse Narkoba Polres Prabumulih pimpinan AKP Zon Prama, S.H, kembali berhasil melakukan ungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Kota Prabumulih.

Kali ini Sat Narkoba Polres Prabumulkih meringkus seorang pria bernama M Zuher (32 tahun) warga jalan Arimbi no.102 RT 01 RW 05 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Prabumulih, Minggu (19/05/2019) sekitar pukul 01:30 WIB.

Pria tersebut diamankan oleh Sat Narkoba Polres Prabumulih karena tertangkap tangan menyimpan narkotika jenis sabu.

Penangkapan pelaku bermula saat Tim Opsnal Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa di jalan Arimbi RT 2 RW 5 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut, kemudian pada hari Minggu sekira pukul 01.00 WIB ketika Tim Opsnal Resnarkoba akan melakukan penangkapan, namun belum bisa masuk ke dalam rumah plaku dikarenakan pelaku langsung menutup pintu ketika melihat Tim Opsnal Resnarkoba datang.

Sekira jam 01.30 WIB Tim Opsnal Resnarkoba mendobrak trali jendela dan mengamankan pelaku serta sisa barang bukti yang ada karena dari intrograsi yang dilakukan kepada pelaku, pelaku mengaku membuang barang bukti yang baru dibelinya dari daerah Kab Pali lebih kurang seberat 6 gram ke dalam WC (Water Closet) rumahnya.

Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu berat bruto 1,08 gram, 1/2 butir narkotika jenis ekstasi berat bruto 0,28 gram, seperangkat alat hisap sabu (bong dan pirek), 4 unit Handphone, 1 buah dompet merk crocodile serta uang tunai Rp 260.000,- Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama, S.H didampingi Kanit Idik I Ipda Sardinata, S.H membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Prabumulih.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 (Lima) tahun maksimal 20 (Dua puluh) tahun”,Tegasnya.- Sat Reserse Narkoba Polres Prabumulih pimpinan AKP Zon Prama, S.H, kembali berhasil melakukan ungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Kota Prabumulih.

Kali ini Sat Narkoba Polres Prabumulkih meringkus seorang pria bernama M Zuher (32 tahun) warga jalan Arimbi no.102 RT 01 RW 05 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Prabumulih, Minggu (19/05/2019) sekitar pukul 01:30 WIB.

Pria tersebut diamankan oleh Sat Narkoba Polres Prabumulih karena tertangkap tangan menyimpan narkotika jenis sabu.

Penangkapan pelaku bermula saat Tim Opsnal Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa di jalan Arimbi RT 2 RW 5 Kel. Prabujaya Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut, kemudian pada hari Minggu sekira pukul 01.00 WIB ketika Tim Opsnal Resnarkoba akan melakukan penangkapan, namun belum bisa masuk ke dalam rumah plaku dikarenakan pelaku langsung menutup pintu ketika melihat Tim Opsnal Resnarkoba datang.

Sekira jam 01.30 WIB Tim Opsnal Resnarkoba mendobrak trali jendela dan mengamankan pelaku serta sisa barang bukti yang ada karena dari intrograsi yang dilakukan kepada pelaku, pelaku mengaku membuang barang bukti yang baru dibelinya dari daerah Kab Pali lebih kurang seberat 6 gram ke dalam WC (Water Closet) rumahnya.

Dari tangan pelaku petugas berhasil menyita barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu berat bruto 1,08 gram, 1/2 butir narkotika jenis ekstasi berat bruto 0,28 gram, seperangkat alat hisap sabu (bong dan pirek), 4 unit Handphone, 1 buah dompet merk crocodile serta uang tunai Rp 260.000,- Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama, S.H didampingi Kanit Idik I Ipda Sardinata, S.H membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Prabumulih.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 (Lima) tahun maksimal 20 (Dua puluh) tahun”,Tegasnya. (sn/bio)
Share:

Ringankan Beban Korban Kebakaran, Dinsos PALI Turun Tangan

PALI - Dinas Sosial Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) langsung terjun ke lokasi bekas kebakaran di Talang Jawa Atas Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi, yang terjadi pagi tadi, Minggu (19/5) sekitar pukul 08.30 WIB yang menghanguskan tiga rumah. Kedatangan Dinsos dengan membawa tiga paket bantuan peralatan memasak, sembako dan pakaian dalam untuk meringankan beban korban kebakaran.

"Kita bawa tiga paket bantuan berupa, alat masak, paket family kit, paket makanan siap saji, ambal, terpal, selimut, mie instan dan paket sembako. Bantuan itu diberikan terhadap tiga keluarga korban kebakaran," ungkap Etika Metty, Plt Kepala Dinsos PALI, Minggu sore (19/5).

Untuk rehab rumah korban kebakaran, Metty telah memberikan rekomendasi agar membuat proposal bantuan perbaikan rumah.

"Kalau bedah rumah, kami hanya bisa merekomendasikan agar mengirim profosalnya ke Dinas Perkim," tukasnya.

Diketahui sebelumnya bahwa kebakaran pagi tadi, selain menghanguskan tiga rumah, juga satu korban meninggal diduga tengah tertidur saat api berkobar dan tidak sempat menyelamatkan diri. (sn)
Share:

Tak henti tangkap Pelaku narkoba, Polres Prabumulih kembali ringkus warga Pasar

PRABUMULIH- Sat Reserse Narkoba Polres Prabumulih pimpinan AKP Zon Prama, S.H kembali berhasil melakukan ungkap kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Prabumulih

Kali ini Sat Narkoba Polres Prabumulih meringkus seorang pemuda bernama Adi Sanggra (32 tahun) warga jalan Surip RT 02 RT 04 Kel. Pasar 2 Kec. Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Sabtu tanggal 18 Mei 2019, sekira pukul 16.00 WIB.

Pemuda tersebut diamankan oleh Sat Narkoba Polres Prabumulih karena tertangkap tangan menyimpan 1 paket narkotika jenis sabu berat bruto 0,20 gram, 1 buah pirek kaca yang masih berisikan sabu dengan berat bruto 1,21 gram serta seperangkat alat hisap sabu (bong).

Penangkapan pelaku sendiri berawal saat Tim Opsnal Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa di jalan M. Yamin gang Rambang Kel. Pasar 2 Kec. Prabumulih Utara Kota Prabumulih sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut dan sekira pukul 16.00 WIB Tim Opsnal Resnarkoba melakukan penangkapan dan mengamankan pelaku Adi Sanggra, kemudian dengan didampingi ketua RT setempat petugas Sat Narkoba melakukan penggeledahan ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu, 1 buah pirek yang masih berisi sabu dan seperangkat alat hisap sabu (bong).

Selanjutnya pelaku Adi Sanggra dan barang bukti dibawa ke Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama, S.H didampingi Kanit Idik I Ipda Sardinata, S.H membenarkan adanya kejadian penangkapan tersebut, saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Prabumulih.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 (Lima) tahun maksimal 20 (Dua puluh) tahun”, Tegas AKP Zon.

” Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait narkoba maupun tindak pidana lainnya dapat menghubungi kami di no pengaduan 110 atau 081389110110″ tungkas AKP Zon. (sn/bio)
Share:

Akibat Longsor, Kantor KUD Terancam Ambruk​


MUARA ENIM - Nyaris yang terjadi pada sejumlah bangunan yang berada di pinggiran bantaran sungai Benakat tepatnya di Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim terancam ambruk akibat tanah longsor, Minggu (19/5).

Bangunan seperti rumah warga bahkan kantor Koperasi Unit Desa (KUD) setempat nyaris ambruk ke sungai.​

Menurut tokoh masyarakat setempat Ersangkut yang juga anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, tanah longsor dipinggiran bantaran sungai membuat warga yang tinggal dilokasi tersebut resah. Karena bangunan rumah mereka kini terancam ambruk dan jatuh ke sungai.​

"Ada dua rumah warga yang nyaris ambruk karena longsor yakni rumah milik Agus Bonek dan Surna, diketahui didaerah bantaran sungai memang banyak rumah-rumah warga disana,"kata Ersangkut, Minggu (19/5).​

Bahkan, lanjutnya longsor juga nyaris membuat kantor KUD desa setempat ambruk. Karena itu, pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Muara Enim segera menerjunkan pihak penanganan terkait untuk mengantisipasi longsor.

"Kami minta tim BPBD dan OPD terkait turun ke lokasi guna mencegah dampak yang lebih parah,"jelasnya
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Tasman dikonfirmasi belum mendapat laporan resmi terkait ancaman bangunan ambruk akibat longsor di Desa Padang Bindu, Benakat.

Meski demikian, pihaknya memastikan akan segera menindaklanjuti dan turun ke lapangan beserta tim.
"Sampai sekarang laporan belum kita terima, tapi akan kita tindak lanjuti dengan turun ke lokasi beserta tim,"pungkasnya. (
Share:

BREAKING NEWS : Seorang Nenek Tewas Tertabrak Kereta Api di Prabumulih

PRABUMULIH--Seorang perempuan ditemukan tewas mengenaskan ditengah rel kereta api dikawasan Jalan Tebat Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih atau tepatnya dibelakang kantor DPRD Prabumulih. 

Korban diduga tewas tertabrak kereta api yang melaju dari arah Lahat menuju Kota Palembang. 

Andre Ramadani salah satu warga sekitar mengatakan mayat pertama kali ditemukan oleh petugas PT KAI yang tengah bekerja memperbaiki rel sekitar pukuk 13.40 wib, Minggu (19/5).

"Tadi pegawe PT KAI nagsih tahu ayah aku, katonyo ado wong telindas kereta api," Ujarnya. 

Adanya penemuan mayat tersebut, kata Andre, membuat heboh warga sekitar. "Warga rame belarian ke rel takut anggota keluarga mereka yang tetabrak," ungkapnya. 

Andre mengaku tidak mengetahui pasti identitas mayat korban tabrak kereta tersebut. Namun ia memastikan mayat bukan warga sekitar rel kereta api. "Bukan warga sini," terangnya. 

Sementara, Ipung warga lainnya saat dikonfirmasi menuturkan mayat diduga bernama Lastri warga Karang Raja 1. "Infonyo dari warga itu warga Karang Rajo. Namonyo nek Lastri," tuturnya. 

Hingga berita ini diturunkan, mayat masih berada di TKP. Petugas PT KAI masih menunggu aparat kepolisian yang datang mengamankan untuk mengakut jenazah. 
Share:

Miris, Dua Keluarga Miskin di PALI Tidak Pernah Tersentuh Bantuan

PALI--Tinggal seorang diri dan mencari nafkah hanya menjadi buruh menyadap karet dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, nenek Sainimah (65) warga Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tetap bertahan hidup dibawah garis kemiskinan.

Dari keterangan nenek Sainimah, bahwa sejak ditinggal sang suami tiga tahun silam, kehidupannya kian berat, lantaran dirinya harus banting tulang untuk mencukupi kehidupannya. Sementara, dari perkawinannya selama 25 tahun dengan sang suami, dirinya tidak dikaruniai anak.

Bahkan rumah yang mirip gubuk berukuran lebih kurang 2X3 meter berdinding anyaman bambu itu yang telah lebih 25 tahun didiaminya masih menumpang di lahan milik warga setempat. Tidak ada isi rumah yang mewah, bahkan listrik pun dia masih menggunakan minyak tanah.

Lebih mirisnya lagi, beras pra sejahtera (Rastra) atau Raskin selama dirinya hidup, belum pernah dia nikmati, apalagi jenis bantuan pemerintah lainnya, PKH, BLSM atau jenis batuan lainnya tidak pernah dia dapatkan.

Yang dia makan saat ini, murni dari tetes keringatnya sendiri dari hasil upahannya menyadap karet, dimana penghasilannya tidak tetap, terkadang dirinya mendapat Rp 150.000/minggu, itupun kalau harga getah karet sedang meningkat. Namun kalau harga karet jatuh, terkadang penghasilan nenek Sainimah dibawah Rp 100.000/minggu.

Saat hingar bingar pesta demokrasi yang lalu, nenek Sainimah bahkan sama sekali tak pernah dilirik partai politik atau Caleg apalagi Capres yang sibuk mencari suara. Bagi dirinya, politik tidak ada pengaruh bagi kehidupannya, yang dia takutkan saat ini adalah usianya yang semakin senja dan jatuh sakit, tentunya dia tidak bisa mengais rezeki lagi dan ditakutkan tidak ada orang peduli untuk merawatnya.

"Orang miskin seperti aku ini tidak ada yang membutuhkan, saat ini memang masih punya tenaga, tetapi kalau sudah sakit-sakitan, aku takut tidak ada orang yang mau mengurus. Namun, aku pasrahkan saja pada Tuhan," ujar nenek Sainimah, saat dijumpai media ini, Minggu (19/5).

Diakuinya bahwa yang dia harapkan dan selalu dipinta saat berdoa adalah selalu diberi kesehatan, ataupun apabila Tuhan akan mencabut nyawanya, janganlah diberi sakit terlebih dahulu agar tidak ada orang yang ikut susah dengan kondisinya.

"Aku sudah terbiasa seperti ini, harapan untuk memperbaiki kehidupan sudah punah, apalagi harus minta-minta bantuan dari pemerintah, kalaupun ada perhatian dari pemerintah, kenapa tidak diberikan sejak dari dulu. Hanya satu permintaan aku dengan Tuhan adalah kesehatan dan aku tidak ingin menyusahkan orang lain, biarlah aku miskin dan menanggung beban hidup seorang diri," tukasnya dengan tatapan mata kosong.

Kemiskinan yang mendera nenek Sainimah di Desa Babat rupanya juga dialami Ajamudin (35) yang tinggal di sebuah gubuk yang nyaris roboh bersama sang istri, Santi (25).

Kondisi rumah Ajamudin lebih parah dari kediaman nenek Sainimah. Dinding bangunan dan atapnya yang terbuat dari daun ilalang telah lapuk dan sudah jauh tidak layak huni. Bantuan pemerintah, tak satupun belum menyentuhnya, padahal kondisi keluarga itu sangat memprihatinkan.

Dari pengakuan Arka Nurawi, kepala
Desa Babat membenarkan bahwa kedua keluarga tersebut memang tidak pernah menerima bantuan. Padahal, pihak desa telah berulang kali mengusulkan, tetapi entah apa penyebabnya tidak pernah keluar nama Sainimah dan Ajamudin sebagai penerima bantuan.

"Kalau untuk perehapan rumah, kami berencana melakukannya melalui swadaya atau melalui dana desa, karena pemilik lahan sudah menyetujuinya dengan syarat bangunan rumah jangan permanen. Sudah kami rapatkan di desa, dan masyarakat setuju. Karena meminta bantuan dari Dinsos, alasanya, lahan pekarangan bukan milik bersangkutan," ungkap Kades.

Namun demikian, Kades berharap, Pemerintah daerah atau pusat mengupayakan celah lain untuk bisa membantu keluarga Sainimah maupun Ajamudin.

"Yang dibutuhkan mereka saat ini adalah hunian yang layak. Karena nenek Sainimah apalagi Ajamudin, apabila hujan, mereka mencari pondok (pance) milik tetangganya," harap Kades.

Terpisah, Etika Metty Plt Kepala Dinsos mengaku bahwa kesulitan membantu untuk membedah rumah Ajamudin dan Sainimah.

"Kendala administrasi, dimana penerima bantuan bedah rumah, salahsatu syaratnya, lahan harus milik yang bersangkutan. Tetapi tetap kita upayakan bantuan," kata Metty.
Share:

Kebakaran di PALI Hanguskan Tiga Rumah, Satu Orang Meninggal Dunia

PALI - Warga Talang Jawa Kelurahan Talang Ubi Barat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan adanya kobaran api yang keluar dari rumah milik Gusti (40) yang langsung membesar dan merembet ke rumah tetangganya, pada Minggu (19/5).

Kebakaran tersebut menghanguskan tiga rumah, yakni milik Gusti yang dihuni empat orang, rumah Rizal dan Herman.

Pada kebakaran tersebut menelan korban satu jiwa. Sukandar (70) yang menghuni rumah Gusti meninggal dunia diduga terkurung didalam kamarnya saat masih tertidur ketika api berkobar.

Dari keterangan Jaroni, warga setempat saat diwawancarai media ini dilokasi kebakaran mengatakan kesaksiannya bahwa api pertama kali terlihat disamping rumah Gusti, persisnya di ruang tamu,  kemudian membesar dan menjalar menghanguskan dua rumah warga lainnya yang posisinya berdekatan.

Saat kejadian, pemilik rumah, Gusti berada didalam rumahnya bersama anggota keluarga lainnya, tetapi diduga seluruh penghuni tengah tertidur.

"Kejadiannya lebih kurang jam 08.30 WIB. Saat itu saya mendengar teriakan Gusti yang meminta tolong ada api di rumahnya. Kemudian aku keluar rumah, dan benar saja, api telah membesar dari arah ruang tamu rumah Gusti," ungkap Jaroni.

Kemudian warga lainnya yang keluar rumah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, tetapi api tidak bisa dikendalikan.

"15 menit kemudian baru datang mobil Damkar dari Pertamina disusul Damkar dari Pemkab. Api berhasil dipadamkan setengah jam kemudian. Tetapi tiga rumah tidak bisa diselamatkan, rata dengan tanah tinggal puing-puingnya saja," tukasnya.

Setelah api padam, warga pun dikejutkan kembali dengan penemuan sesosok jasad didalam kamar.

"Diketahui jasad tersebut masih kerabat Gusti, bernama Sukandar yang saat kejadian diduga masih tertidur dan terjebak api. Kemudian jasad korban dilarikan ke RSUD Talang Ubi," kata Jaroni.

Sementara ini, lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi, dan masih jadi tontonan warga sekitar. Pemilik rumah lainnya yang ikut terbakar, masih mencari barang berharga ditengah puing-puing bangunan yang telah hangus terbakar.(sn)
Share:

Dewan OKU Sampaikan Pandangan Umum LKPJ Bupati OKU 2018


BATURAJA - DPRD OKU menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati OKU tahun 2018. Kegiatan berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD OKU dipimpin Ketua DPRD Kabupaten OKU, Zaplin Ipani, SE didampingi Wakil Ketua Ferlan ID Murod, Selasa (14/05).

Hadir Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis, Sekda OKU Dr. Drs. H. Achmad Tarmizi, SE, MT, MSi, MH, Sekwan A. Karim, MT, unsur Forkopimda Kabupaten OKU, Kepala OPD, Para Anggota Dewan, Ketua partai politik, dan tamu undangan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Fraksi Golkar dengan juru bicara Ir. H. Syaifuddin, AB menyampaikan pandangannya tentang realisasi pendapatan daerah sebesar Rp. 1.412.521.219,21, realisasi belanja daerah sebesar Rp. 1.216.923.485.307,98, transfer bantuan keuangan sebesar Rp. 202.250.207.010,- serta pembiayaan netto sebesar Rp. 94.775.750.462,58,- berdasarkan urai tersebut di atas, secara keseluruhan komponen APBD Kabupaten OKU Tahun anggaran 2018 telah terealisasi dengan baik, sehingga menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp. 88.123.967. 363,81,-

Fraksi Golkar menyampaikan usul dan saran dan mengharapkan kepada Pemkab OKU melalui dinas terkait untuk menambah kendaraan pengangkut sampah untuk mengatasi penumpukan sampah yang saat ini masih terkendala. Farksi Golkar juga mengusulkan penerangan lampu jalan disepanjang jalan di kota Baturaja. Forum masyarakat Sukajadi bersatu mengharapkan perusahaan PT Semen Baturaja menjadikan Kota Baturaja menjadi kantor pusat dan juga meminta CSR terhadap ring satu khususnya kelurahan Sukajadi serta saat penerimaan tenaga kerja mengutamakan warga ring 1

Fraksi Demokrat dengan juru bicara Yopi Sahrudin, SSos mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab OKU untuk meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan kemampuan keuangan daerah merupakan upaya yang harus senantiasa dilakukan, sejalan dengan kebijakan otonomi daerah yang semakin luas, nyata, dinamis, serasi, dan bertanggungjawab.

Fraksi Demokrat sangat mengapresiasi Pemkab dalam pengelolaan Anggaran Daerah,  menekankan kepada Pemkab agar tetap mempertahankan opini yang dicapai dan terus menyempurnakan pengelolaan keuangan daerah untuk tahun anggaran yang akan datang.


Sedangkan Fraksi PDI Perjuangan dengan juru bicaranya H, Azuzandri,SH menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi kepada Pemkab OKU atas pencapaian laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) OKU tercepat ke dua se-Indonesia dan kembali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  untuk ke empat kalinya dari BPK RI perwakilan Sumsel. Perestasi ini merupakan kebanggaan dan capaian prestasi senergitas antara eksekutif dan legislatif  secara akuntabel dan kredibel perlu dijaga dan dipertahankan.

Fraksi PDIP menyampaikan tanggapan, mengusulkan dan saran terkait pandangan umumnya, Pertama, Sektor PAD khususnya pajak daerah yang realisasinya hanya sebesar hanya 97,68 % atau tercapai sebesar Rp 43.504.672.972,00 sektor ini mengalami penurunan dibanding dengan tahun anggaran 2017 yaitu 114,46 % dari target, ini menjadi perhatian bersama untuk ditingkatkan pada tahun mendatang. Fraksi PDIP juga menyoroti tentang pembangunan gedung rumah sakit Ibnu Soetowo yang sampai saat ini belum ada informasi mengenai kapan akan dilaksanakan pembangunannya, apalagi gedung yang sebelumnya sudah dirobohkan, kiranya menjadi perhatian serius pemerintah.

Fraksi PKS, Nasional Demokrat dan PKB menyoroti LKPJ Bupati tahun 2018, terkait aspek pendapatan yang berdasarkan Peraturan Daerah No 7 tahun 2018 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten OKU tahun anggaran 2018. Ketiga Fraksi menyayangkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih kecil terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak sesuai dengan target yang diinginkan.

Namun, secara keseluruhan pihaknya menilai LKPJ Bupati OKU 2018 sudah cukup baik, dan berharap Pemkab OKU melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait aspek APBD pada periode yang akan datang guna meningkatkan pencapaian pembangunan di Kabupaten OKU. Selain itu, apresiasi disampaikan oleh mayoritas Fraksi atas kerja keras dan upaya maksimal yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten OKU selama tahun anggaran 2018. Menurut mereka pelaksanaan pembangunan bisa berjalan dengan baik.
Apresiasi juga diberikan atas seluruh capaian dan penghargaan WTP ke empat kalinya secara berturut-turut dari dari BPK RI perwakilan Sumsel dan pelaporan keuangan pemerintah daerah tercepat ke dua se-Indonesia yang diraih Pemerintah Kabupaten OKU selama tahun 2018.  Fraksi PKB menambahkan permasalahan yang berkembang dimasyarakat yakni berkaitan tentang perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan kabupaten, juga pelayanan PDAM yang tidak berkualitas dimana air yang dihasilkan keruh dan berbau. PDAM terkesan kerjanya asal-asalan tidak berkompeten, diharapkan kedepannya ada perbaikan kenerja Direksi dan Staf PDAM OKU.  (Adv/Windra)
Share:

Jalur Mudik PALI-Sekayu Rusak, Warga Tagih Janji Gubernur

PALI-Warga Bumi Serepat Serasan mengeluhkan jalan lintas PALI-Sekayu Muba yang saat ini banyak mengalami kerusakan, padahal berulang kali Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru menjanjikan bakal memperbaiki jalan tersebut untuk memperlancar aktivitas dan perekonomian masyarakat.

"Ini sudah mau lebaran, dan jalan lintas ini sering dipakai jalur mudik warga. Kalau sampai saat ini belum kunjung diperbaiki, dipastikan, mengurangi kenyamanan mudik warga," ungkap Ayu, salahsatu pengguna jalan, Sabtu (18/5).

Terlebih dibeberapa titik pengguna jalan harus ekstra hati-hati, seperti di wilayah Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi yang dikatakan Ayu bahwa ada gorong-gorong jebol dan saat ini hanya dipasang kayu batang kelapa.

"Jembatan itu belum juga diperbaiki, hanya dipasang kayu batang kelapa. Belum lagi di wilayah Desa Sinar Dewa, dimana bibir jalan alami longsor. Serta di wilayah Desa Gunung Menang yang terdapat banyak lubang dimana-mana," terangnya. 

Terpisah, Asgianto, anggota DPRD provinsi Sumatera Selatan menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas PU provinsi. 

"Tadi sudah koordinasi dengan PUBM provinsi, jawaban dari mereka (PUBM provinsi) akan segera di perbaiki dan ditindak lanjuti," kata Asgianto. (sn)
Share:

Spesialis Pembobol Rumah Diringkus Dirumah Emak



MUARA ENIM - Polsek Sungai Rotan berhasil mengamankan tersangka Bayu Antoni (18) setelah pencurian yang dilakukannya di rumah milik korban Tikadin (32). Tersangka dibekuk di kediaman ibunya yang berada di Desa Penandingan muara enim. 

Penangkapan dilakukan tim Polsek sungai rota pada kamis malam sekitar pukul 22.30 WIB di kediaman ibu tersangja yang berada di desa penandingan. Hal tersebut berdasarkan laporan dari korban Tikadin yang kehilangan barang berharganya di rumahnya desa danau rata kecamaran sungai rotan. 

Informasi di himpun kejadian tersebut dilakukan pada kamis (7/4) sekitar pukul 05.30 dimana korban yang terkejut saat melihat pintu dan jendela depan sudah terbuka. Sepeda motor smash yang diparkirkan di ruang tamu sudah hilang dan setelah di periksa hp samsung J2, hp Advance, hp maxtron beberapa rokok dan tas Virce sudah hilang, dimana total kerugian ditaksir senilai Rp 10 juta. 

Berdasarkan perkembangan penyelidikan terhadap pelaku,  diketahui pelaku berada di rmh ibunya di desa penandingan. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan dan selain mengamankan tersangka juga diamankan barang bukti lain seperti satu Hp maxtron. 

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta mengatakan selain tersangka masih ada pelaku lain yang masih dalam pengejaran. "Identitas pelaku lainnya sudah kami kantongi dan kini statusnya DPO," tegasnya.

Tersangka Bayu juga mengakui tidak melakukan oencurian sendiri melainkan bersama satu orang temannya. "Memang sudah di incar dan hasil pencurian kami bagi dua," bebernya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts