Proyek Peningkatan Jalan Sp Karta Dewa - Desa Persiapan Sp 3 Babat, PWI PALI Turun Tangan dan Inilah Hasil Investigasinya

PALI,SININEWS.COM – Menyelusuri adanya pemberitaan sebuah media online tentang Proyek APBD PALI 2019 di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi yakni Proyek Peningkatan Jalan SP. Karta Dewa – Desa Persiapan SP 3 Babat beberapa waktu yang lalu. Maka tim Investigasi PWI PALI yang terdiri atas beberapa media termasuk diantaranya Jaringan Warta Online (JARWO) melakukan crosscheck ke Lokasi pada Senin (26/8/2019).

Dari Pantauan Tim, Proyek yang bernomor Kontrak : 094/002/PJSKDDPSB/SPK/APBD/2019 tertanggal 24 Juni 2019 seperti Plang yang terpasang dilokasi bernilai Rp.2.948.716 yang didanai oleh APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2019 dengan Pelaksana : PT. SINAR MUARA PENUKAL. Setelah menelusuri dan pantauan sejak dimulainya proyek, pekerjaan masih dalam ambang kewajaran.

Beberapa Alat Mekanis (alat Berat) yang digunakan oleh Pelaksana Proyek
Indikasi tersebut menurut Tim yang dipimpin langsung oleh Ketua PWI PALI Adv. Nurul Fallah, SH terlihat sesuai data dan fakta di Lapangan. Pertama, Perusahaan telah menggunakan alat berat standar dan lengkap, baik itu alat mekanis maupun manual. Kedua, Material yang digunakan sudah memenuhi kriteria pada umumnya, misalnya batu cor yang digunakan adalah batu split23. Sedangkan pekerjaan itu sendiri dikerjakan tepat waktu dan sesuai standar cor beton pada umumnya yakni 123.

Material Batu Split23 dan agregat
Saat tim melakukan konfirmasi ke Pimpinan PT. SINAR MUARA PENUKAL, Horizal dirinya menjelaskan “kami sudah bekerja sesuai RAB, ini kan daerah kami sendiri. Teman-teman sudah lihat sendiri dilapangan, tidak benar kami tidak menggunakan batu atau hanya menggunakan batu krokos saat melakukan pengecoran. Teman-Teman lihat sendiri Batu cor Split23 yang kami gunakan. Sementara pekerjaan mekanis sebagai pendukung kami lengkap, mobil molen, Greder, Stumpwal, dan pekerjaan selesai tepat waktu” demikian Jelas Icon Panggilan Horizal Sehari-hari.

Lebih jauh Icon menyatakan sangat berterima kasih adanya kritikan dari teman-teman media “ saya senang pekerjaan kami diperhatikan, karena sebagai putra daerah saya juga ingin pro aktif membangun PALI. Apalagi jika teman-teman media ikut mengawasi pekerjaan kami. Karena mutu pekerjaan ini sangat penting. Tetapi kami berharap jika memang ada yang harus kami perbaiki baik dari sisi teknis maupun hal lainnya sudilah kiranya teman-teman berdiskusi dan bertanya kepada saya jangan langsung memberitakan. Karena sebagai orang bisnis kami sedikit terganggu dengan adanya pemberitaan tanpa konfirmasi kepada kami, karena kami mempertaruhkan reputasi dan tentunya kami berhak untuk memberikan penjelasan sesuai kondisi dan situasi ” tambah Horizal yang juga Ketua DPC Hanura PALI ini.

“Ada sedikit trouble dalam pengecoran yakni keretakan disebelah dalam itu akibat banyaknya kendaraan besar roda 10 dan bermuatan berat entah dari perusahaan apa yang melewati jalan cor tersebut. Hal ini diluar kemampuan kami, karena seyogyanya jalan tersebut baru dapat dilewati paling tidak 1 bulan, atau minimal 10 Hari setelah pengecoran. Kami bukan mencari pembenaran, tetapi kami punya bukti untuk itu “ Urai Horizal sembari menunjukkan foto kendaraan yang melintas di lokasi proyek tersebut kepada Tim PWI PALI.

Ketika Tim Investigasi melakukan Konfirmasi ke PU BM PALI, melalui PPTK Proyek Rendy dijelaskan bahwa sejauh ini pekerjaan Proyek yang berlokasi di Desa Panta Dewa tersebut tidak ada masalah.“Proses Tender, Perizinan, maupun pekerjaan dilapangan sudah memenuhi prosedur. Dan sejauh ini menurut pengawasan kami dilapangan tidak ada kendala” papar Rendy.

Sedangkan Ketua LSM TEGAR, Nurul Fajri Dahlan yang ikut mendampingi Tim Investigasi PWI PALI menyampaikan bahwa proyek tersebut tak ada masalah.

“ Menurut kami proyek ini tak ada masalah seperti lazimnya proyek pengecoran di PALI lainnya. Dilapangan tidak kami temukan hal-hal yang janggal. Tidak seperti yang diberitakan sebelumnya. Dan lagi kami berharap kepada teman-teman media memberitakan sesuatu itu apalagi yang menyangkut reputasi sesorang atau badan hukum seharusnya kredibel, dan berdasarkan data dan fakta yang akurat. Seorang Wartawan harus menjunjung tinggi kode etik profesi. Setiap pemberitaan harus konfirmasi, dan orang atau badan hukum yang menjadi objek berita harus diberi ruang yakni hak jawab pada media dan waktu yang sama. Kita meratifikasi azas praduga tak bersalah, sehingga yang berhak mengatakan benar dan salah adalah Pengadilan” Kata Yet (nama panggilan Nurul Fajri red)

“Saya juga menghimbau teman – teman LSM jangan menerima laporan masyarakat tanpa data dan fakta, dan jangan tradisikan tembak pucuk kudo, tapi apabila ada laporan tentang pengawasan publik lakukan investigasi ke lapangan secara utuh dan menyeluruh. Kita melakukan tugas mulia sesuai undang-undangdan akan bertanggungjawab kepada Tuhan. Seperti yang kami lakukan hari ini, kami tidak membela perusahaan tapi kami ingin menguji fakta sebuah pemberitaan apakah benar atau tidak. Dan saat ini kami bisa membuktikan bahwa berita yang sudah dimuat dimedia tersebut tidak sesuai fakta dilapangan’ tutup Fajri.(rel) 
Share:

Jebol Paksa Kaca Mobil dan Ringkus 4 TSK, Polisi Gagalkan Transaksi Narkoba

PALI, SININEWS.COM - Unit Reskrim Polsek Penukal Abab melakukan penyergapan terhadap sebuah mobil jenis Toyota Innova yang ditumpangi empat orang warga Niru Kabupaten Muara Enim pada Jumat (23/8) kemarin. 

Dalam penyergapan tersebut berhasil ditemukan narkoba, senjata api rakitan dan senjata tajam. 

Penyergapan tersebut terjadi di Jalan Poros Betung - Sekayu Kabupaten Muba tepatnya di Simpang 4 Kecamatan Abab Kabupaten PALI karena adanya gerak gerik mencurigakan dari mobil tersebut. 

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian disampaikan Kanit Reskrim, Ipda Agus Widodo berkata, penyergapan mobil ini bermula dari laporan masyarakat bahwa diduga adanya transaksi narkoba. 

Kemudian saat dilakukan penyergapan, ke empat pengendara mobil tak kooperatif, sehingga sehingga dilakukan upaya paksa dengan memecahkan kaca mobil. 

"Kemudian digeledah, kita temukan Senpira serta beberapa senjata tajam dan narkoba diduga sabu-sabu seberat 50 gram dan 9 butir ekstasi," jelasnya Ipda Agus, Minggu (25/8/2019). 

Menurutnya, ke empat orang yang diamankan ini mendapat barang haram tersebut dari lintas wilayah. 

"Mereka mendapatkan narkoba belum bisa kita sebutkan, karena masih dalam pengembangan. Namun diduga, pelaku ini pemain lama karena barang bukti narkoba yang diamankan cukup banyak," jelasnya. (sn)
Share:

Belum Juga Difungsikan, Bangunan Pasar Ini Untuk Siapa?

PALI,SININEWS.COM - Keberadaan pasar yang telah dibangun seyogyanya bisa bermanfaat bagi warga sekitar sebagai tempat transaksi dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, rupanya masih jauh dari harapan. Pasalnya, dibeberapa tempat diwilayah Bumi Serepat Serasan, bangunan pasar yang telah selesai dibangun, hanya diselimuti semak belukar dan hingga kini belum jelas kapan difungsikan.

Seperti di bangunan pasar rakyat Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Tampak bangunan yang dikerjakan bersumber dari APBN dengan nilai milyaran rupiah yang selesai dibangun tahun 2018 tersebut tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar.

Hal ini tentu mengundang reaksi dari berbagai kalangan, dimana sebelumnya anggota Dewan PALI menginginkan pemerintah agar mengoperasikan pasar-pasar yang telah dibangun, dan kali ini datang dari sejumlah warga yang mempertanyakan bangunan pasar yang kokoh untuk siapa.

"Sangat disayangkan saja, kenapa bangunan yang telah kokoh berdiri dibiarkan, kan mubazir," ujar Jhen, salah satu warga Desa Betung, Minggu (25/8).

Sama diutarakan Asmadi, warga Betung lainnya bahwa pemerintah, dari Kabupaten sampai tingkat desa harus bersikap tegas untuk merelokasi pasar yang ada saat ini.

"Pasar yang ada di Desa Betung kami nilai memang masih layak, namun berada di tengah-tengah pemukiman menjadi salah satu poin pasar tersebut bisa mengganggu aktivitas warga lainnya, salah satunya kemacetan. Untuk itu memindahkan pasar cara efektif agar bangunan pasar yang menelan anggaran tidak sedikit bisa dimanfaatkan," sarannya.

Terpisah, Camat Abab, Emil Wasik menyebut bahwa belum difungsikannya gedung pasar rakyat di Desa Betung masih ada yang belum diselesaikan.

"Masih ada yang belum selesai, jadinya belum bisa dioperasikan. Untuk semak belukar nanti kita bersihkan. Namun meski ditumbuhi semak belukar, kondisi pasar masih kokoh dan terawat, dan untuk pengoperasiannya tinggal menunggu waktu tepat saja," terang Camat. (sn) 
Share:

Jebol Paksa Kaca Mobil, Ternyata Barang Ini Yang Ditemukan Polisi

PALI,SININEWS.COM - Unit Reskrim Polsek Penukal Abab melakukan penyergapan terhadap sebuah mobil jenis Toyota Innova yang ditumpangi empat orang warga Niru Kabupaten Muara Enim pada Jumat (23/8) kemarin.

Dalam penyergapan tersebut berhasil ditemukan narkoba, senjata api rakitan dan senjata tajam.

Penyergapan tersebut terjadi di Jalan Poros Betung - Sekayu Kabupaten Muba tepatnya di Simpang 4 Kecamatan Abab Kabupaten PALI karena adanya gerak gerik mencurigakan dari mobil tersebut.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian disampaikan Kanit Reskrim, Ipda Agus Widodo berkata, penyergapan mobil ini bermula dari laporan masyarakat bahwa diduga adanya transaksi narkoba.

Kemudian saat dilakukan penyergapan, ke empat pengendara mobil tak kooperatif, sehingga dilakukan upaya paksa dengan memecahkan kaca mobil.

"Kemudian digeledah, kita temukan Senpira serta beberapa senjata tajam dan narkoba diduga sabu-sabu seberat 50 gram dan 9 butir ekstasi," jelasnya Ipda Agus, Minggu (25/8/2019).

Menurutnya, ke empat orang yang diamankan ini mendapat barang haram tersebut dari lintas wilayah.

"Mereka mendapatkan narkoba belum bisa kita sebutkan, karena masih dalam pengembangan. Namun diduga, pelaku ini pemain lama karena barang bukti narkoba yang diamankan cukup banyak," jelasnya. (sn)
Share:

Muara Enim Juara TTG ke XV Sumsel

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Kerja keras tim inovasi Badan Penelitian Pengembangan Daerah (Balitbangda) Muara Enim pada gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XV tahun 2019,  tingkat Provinsi Sumsel yang dibuka Gubernur Sumsel, H Herman Deru, di Kabupaten Banyuasin, Kamis-Sabtu (22-24/8),  membuahkan hasil yang gemilang.

               Soalnya tim inovasi TTG Balitbangda Muara Enim berhasil meraih juara pertama katagori tehnologi unggulan terbaik, menyingkirkan 16 Kabupaten/kota se Sumsel yang mengikuti kegiatan tersebut.

               Dengan berhasil sebagai juara pertama tersebut, maka tim inovasi Balitbangda Muara Enim melaju pada gelar TTG tingkat Nasional mewakili Provinsi Sumsel yang akan berlangsung di Provinsi Bengkulu pada akhir bulan September mendatang.

               Kepala Balitbangda Muara Enim, M Tarmizi Ismail SE MSi didampingi Kabid Inovasi dan Teknologi Balitbangda Muara Enim, Loehalni Agoestirini SP MSi MM,  ketika dikonfirmasi membenarkan atas diraihnya juara pertama tersebut.

                “Alhamdulillah ini semua atas kerja keras dan kekompakan semua tim.  sehingga kita berhasil keluar sebagai juara pertama pada gelar TTG ke XV tingkat Provinsi Sumsel tahun 2019.  Kita berterima kasih pada inovator, yang telah mempersiapkan TTG nya sebaik mungkin dan telah memberikan kontribusi pada Tehnologi Tepat Guna,” jelas Tarmizi, Minggu (25/8).

            Menurutnya, pada gelar TTG tersebut ada 5 alat tehnologi yang ditampilkan. Yakni alat untuk membuat tempung ekstrak jahe merah (Jahera), alat pemotong rumput tenaga surya, alat penyedot potongan besi, lampu hemat energi dan zat perangsang perakaran pertumbuhan tanaman.

             Dijelaskannya, dengan keluarnya sebagai juara, maka Muara Enim akan mewakili Sumsel, maju pada gelar TTG tingkat nasional di Provinsi Bengkulu.

             “Untuk gelar TTG tingkat nasional nanti, kita tetap berkordinasi dengan Provinsi Sumsel untuk mematangkan perispan pada TTG tingkat nasional tersebut,” jelasnya.

              Dia berharap, alat yang digelar pada TTG tersebut, nantinya bisa diimplementasikan dengan meminta suport pada pihak terkait agar bisa dipakai masyarakat.
Share:

Deklarasi Pilkades Damai

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Polsek Tanjung Agung bersama Camat Tanjung Agung melakukan deklrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) damai yang akan dilaksanakan secara  di 10  desa dalam wilayah Kecamatan Tanjung Agung.

                 Deklarasi yang berlangsung di aula kantor Camat Tanjung Agung , Sabtu (24/8), dilakukan juga penandatanganan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Deklarasi itu dihadiri juga seluruh para calon kepala desa yang akan bertarung pada Pilkades tersebut.

                 Kapolsek Tanjung Agung, AKP Arif Mansyur, pada acara deklarasi itu mengajak para calon kepala desa maupun pendukung dan tim suksesnya supaya tetap menjaga iklim politik yang kondusif.

              “Masing masing Calon Kepala Desa diharapkan tetap menciptakan iklim yang kondusif dan kedamaian di desanya. Siapapun yang berani mencalonkan diri, tentunya  sudah siap kalah dan siap menang, sehingga akan menjadi panutan bagi yang lainnya,” jelasnya.

                 Sementara itu, Camat Tanjung Agung, Syafrioma, meminta para calon Kepala Desa agar tetap menjaga keamanan dan kedamaian di desanya. Dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta kedamaian di desanya masing masing yang akan melaksanakan Pilkades serentak.
Share:

Rindam Adakan Lomba Mancing


MUARA ENIM, SININEWS.COM  – Ratusan pemancing padati kolam Rindam II di Desa Karang Raja, Kecamatan Muaraenim, para Mancing mania ini beradu nasip untuk mendapatkan hadiah satu unit sepeda motor dan hadiah lainnya, Sabtu (24/8/2019).

Giat mancing mania ini digelar dalan rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun RI Ke¬47 tahun 2019. Sistem mancing yang digelar pihak panitia melepas ratusan kilogram ikan mas, dimana tiga ekor ikan diberi tanda pita, pita warna merah putih akan mendapatkan satu unit sepeda motor, ikan dengan pita warna kuning mendapatkan satu unit kulkas dan pita biru satu unit mesin cuci.

Ifan salah satu peserta mancing dari Muaraenim mengatakan, dirinya mengikuti kegiatan ini, selain ikut berpartisifasi memeriahkan hari ulang tahun nengara ini, dirinya juga menyalurkan hoby mancingnya. Dirinya juga sudah menyiapkan peralatan mancing serta umpan supernya.

“Kami bangga dengan kegiatan macam ini, selain kita dapat menyalurkan hoby, kita juga dapat bersilahturrahmi dengan sahabat mancing mania di Kabupaten Muaraenim,” ungkap Ipan.

Selain itu Tatan salah satu peserta mancing lainnya mengungkapkan, acara seperti ini sangat bagus dilaksanakan, ini menunjukkan bahwa TNI dapat dekat dengan masyarakat, terbukti hari ini masyarakat dan TNI berjejer di tepian kolam ini sembari bercanda ria bersama menikmati mancing mania ini.

“Kami berharap pihak Rindam sesering mungkin melaksanakan giat ini, kalau bisa jadi agenda rutin, untuk merekatkan tali silaturrahmi masyarakat dan TNI, supaya kami lebih nyaman bersama TNI di wilayah kita ini,” ungkap Tatan.(sn)

.

Share:

Viral Video Bullying SMA 4 Prabumulih, Kepsek : Itu Hanya "PRANK"?


Foto : Dln (Pelaku), As (Korban) dan Sis Camera girls
Diduga aksi Bullying yang tersebar didunia maya

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Berita diduga aksi bullying siswa SMA Negeri 4 Prabumulih hebohkan jagat maya, berita tersebut viral dibeberapa sosial media hingga dibagikan ribuan kali oleh warganet, sabtu, (24/8/19)

Salah satu pelaku dalam aksi tersebut yakni DLN warga Desa Baru Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, Sumsel, yang masih duduk dibangku kelas XI itu mengaku hanya untuk membuat video Prank dengan aksi bully terhadap adik kelasnya AS warga Desa Karangan Kecamatan RKT Kota Prabumulih yang juga duduk dikelas X SMAN 4 Prabumulih
 Ketiga siswi SMAN 4 Prabumulih saat berpelukan dan saling memaafkan karena video yang tersebar luas dimedia sosial

Berita yang terlanjur viral itu diakui oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Prabumulih Dahril Amin, M.Pd saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan jika hal tersebut menurut keterangan siswanya hanya aksi “Prank” atau aksi untuk menjahili teman sekolahnya
“iya benar pak itu siswa kita, tadi kedua siswa dan orang tua yang bersangkutan sudah kita panggil” jelasnya

Diketahui video yang berdurasi 1 menit 31 detik itu direkam oleh SIS siswa kelas XI SMA N 4 Prabumulih pada hari kamis sekitar jam 10 diwaktu istirahat jam belajar, pelaku DLN yang saat itu beraksi sebagai aktor pertama melakukan Bullying kepada AS adik kelasnya 

“kito Cuma buat aksi lucu-lucuan pak, untuk Frank tapi untuk digrup WA kami bae” terang Kepala Sekolah menirukan ucapan pelaku

Usai kejadian tersebut pihak sekolah memanggil kedua orang tua korban dan didampingi Bhabinkamtibmas, RT RW dan Komite sekolah untuk menjelaskan duduk perkaranya

“mereka sudah kita pertemukan ternyata hanya buat video lucu lucuan, tapi ini tidak dibolehkan nanti orang berfikiran lain” lanjutnya

Dahril Amin juga menghimbau untuk tidak melakukan hal yang negatif terlebih didalam lingkungan sekolah karena akan membuat resah jika sudah viral dan dalam pertemuan tersebut dirinya meminta siswa yang bersangkutan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi (sn)

Share:

Penerimaan Karyawan Tidak Transparan


MUARA ENIM, SININEWS.COM –PT.Trakindo Utama, yang berkantor di jalan Palembang muaraenim, Diduga saat penerimaan Tenaga Kerja Non sekill tidak transparan, Jumat (23/08/2019).

Hal itu menuai kontroversi dari sejumlah masyarakat Penelusuran Rabu 21/09/2019. Berapa wartawan dari media cetak maupun onlene, datang ke kantor PT.Trakindo Utama ingin menayakan kebenaran berita yang berkembang di masyarakat.

Awi Salah satu tokoh masyarakat muaraenim saat dibincangi media mengatakankan, Adanya perusahaan berdomisili di muara Enim, disambut antusias masyarakat khususnya warga kepur dan dusun muara Enim. dengan tujuan bisa bekerja baik skill atau non skill hingga mengurangi beban keluarga dengan di terimanya di perusahaan khusus nya PT. Trakindo, tutur Awi

“Awi, mewakili masyarakat mengatakan harapan hanya tinggal harapan ternyata perusahaan yang di tunggu¬tunggu ternyata tidak seperti yang di harapkan ,”ujar Awi denngan kecewa.

Namun disini yang dijadikan persoalan adalah proses transparansi dari seleksi itu sendiri, sehingga unsur Nepotisme menjadi suatu hal yang masih di lakukan dan masih dominan dalam perekrutan karyawan sampai saat ini. Yang menjadi masalah adalah output dari hasil rekrutmen dengan metode “nepotisme” tersebut.

Lanjut Awi” Berkualitaskah karyawan yang direkrut Atau apakah bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan kedepannya. Memang kalau dilihat dengan nepotisme ada hal yang bisa ditekan, yakni biaya perekrutan karyawan. Lewat jalur normal / seleksi biasa, akan banyak cost yang dikeluarkan, mulai dari biaya rekrutmen, penyewaan assesor, atau pun biaya lain yang tentunya akan menguras anggaran perusahaan.”ungkapnya dengan nada kesal.

Namun bila kita lihat lebih dalam, dari segi etika Tentu saja itu melanggar etika dan norma yang ada. Akan banyak pihak yang kecewa dengan sistem perekrutan yang seperti itu.cetus Aw.

Saat di konfirmasi ke pihak perusahaan di terima langsung oleh pak HN dan rekan (Humas),” berbelit Belit cendrung tidak sesuai fakta (hoax) rekrutmen seleksi tenaga nonskill cliening service dan security itu Palembang yang tentukan di terima atau tidak,” terang HN

“Saat di tanya kebenaran keterangan rekrutmen tenaga non skill oleh wartawan,” HN tidak menjawab, bahkan pergi meninggalkan ruangan tanpa alasan yang jelas, atas sikap yang dianggap meremehkan awak media, perusahaan setarap nasional bahkan internasional dinilai tidak profisional khusus nya hal rekrutmen tenaga kerja.(sn)

Share:

Pukul Istri Hingga Babak Belur, Defy Diamankan Polisi Tanah Abang

PALI,SININEWS.COM - Defy Ahcmadsyah (35) warga Dusun II Desa Tanah abang Selatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa diamankan jajaran Polsek Tanah Abang lantaran diduga telah melakukan tindak Kekekerasan Dalam Rumah Tanggga (KDRT) terhadap istrinya sendiri, Tika Mika (32) dimana kejadiannya pada Selasa (13/8) lalu.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa tersangka Defy ditangkap berdasarkan buktiLP/B/57/VIII/2019/Sumsel/Res.ME/Sek tanah abang, tanggal 14 Agustus 2019.

Dimana kejadiannya berawal pelaku menanyakan uang hasil dari menjual sepeda motor seharga Rp 6.300.000,-(enam juta tiga ratus ribu rupiah) kemudian uang hasil menjual sepeda motor tersebut di belikan lagi sepeda motor seharga Rp 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah) kemudian sisa uang tersebut di belanjakan lagi untuk keperluan sekolah, sembako dan membayar hutang kepada tetangganya sehingga uang tersebut tersisa Rp 2.000.000,-(dua juta rupiah).

Kemudian selama 2(dua) minggu uang tersebut habis di karenakan untuk keperluan sehari-hari, lalu pelaku menanyakan sisa uang yang berjumlah Rp 2.000.000,-(dua juta rupiah) itu dan korban menjawab uang tersebut sudah habis.

Mendengar jawaban korban, pelaku malah menarik rambut korban dan memukul korban di bagian mata sebelah kanan, atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Tanah Abang.

Pada Kamis (22/8) sekira pukul 18.00 WIB berawal dari penyelidikan anggota Polsek Tanah Abang bahwa tersangka sedang berada di rumahnya. Mandapat informasi tersebut Kapolsek Tanah Abang AKP Sofiyan Ardeni,SH langsung memerintahkan kanit Reskrim Aipda Muslim Ansori beserta anggota untuk melakukan penangkapan.

"Pada saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung di amankan ke Polsek Tanah Abang guna dimintai keterangan lebih lanjut," terang Sofyan. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts