Amankan Pengedar Sabu, Anggota BNNK Bergulat Dengan Tersangka


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Kehebohan terjadi di depan Kantor Kas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tanjung Enim. Bagaimana tidak, Senin (7/10) sekitar pukul 15.30 wib petugas dari BNNK Muara Enim bergulat dan sempat terjadi dorong dorongan saat berusaha menyergap dan mengamankan tersangka pengedar sabu sabu bernama Yulianto Als Jonget saat akan melakukan transaksi dengan Bandar besar lainnya.

Dalam aksinya, petugas yang sudah mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan terhadap tersangka sudah mengamati dan menunggu aksi transaksi yagn akan dilakukan tersangka. Namun, karena Bandar besar FB yang saat ini sudah menjadi TO petugas tidak datang, maka petugas mengamankan tersangka Yulianto.

Saat dilakukan penggeledahan dan pengembangan, petugas berhasil mengamankan uang senilai Rp 10 Juta yang diduga akan digunakan tersangka untuk membeli narkoba jenis sabu kepada tersangka FB tiga paket kecil diduga sabu, timbangan digital, plastic klip, bong alat hisap sabu serta kendaraan roda dua yang digunakan oleh tersangka.

Tersangka yang juga merupakan karyawan dari salah satuperusahaan kontraktor ini tidak bisa berkutik saat petugas mengamankan dirinya yang sedang menunggu kiriman sabu sebanyak dua kantong atau sekitar kurang lebih 20 gram.

Kepala BNNK Muara Enim, AKBP Abdul Rahman mengatakan, pihaknya sudah lama mengamati tersangka dan juga berdasarkan infiormasi dari masyarakat bahwa pelaku kerap melakukan transaksi dan sudah meresahkan masyarakat. “ Dari itu tim kita melakukan pengintaian dan berhasil emngamankan tersangka yagn sedang menunggu barang haram yagn akan di belinya,” ujar Rahman dalam gelar perkara di kantor BNNK Muara ENim, Selasa (8/10).
Rahman melanjutkan, tersangka Yulianto ini dalam melakukan aksinya menjual barang haram mendapatkan omset yang cukup lumayan yakni sekitar Rp 10 juta per minggu. “Kalau satu minggu 10 juta berarti satu bula tersangka bias mendaptkan untung sekitar 40 juta. Dan ini sangat menggiurkan,” ujarnya.

Saat ini, pihak BNNK terus melakukan pengembangan dan tetrus memburu jaringan atau pemasok narkoba kepada tersangka Julianto yang identitas dan keberaaanya sudah diketahui. “Kita sudah pegang data baik nama dan lokasi dari pemasok tersangka. Ini akan kita terus kembangkan,” pungkasnya.(sn/me)
Share:

Leny CS Ngaku Kapok Coba-coba jadi TKW


PALI, SININEWS.COM - Dihadapan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Usmandani saat enam warga asal Bumi Serepat Serasan dijenguk Pemkab PALI melalui Disnakertrans, Leny, warga Saba Petai Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal dan kawan-kawan ngaku kapok untuk coba-coba mengadu nasib ke luar negeri menjadi TKW. 

Lantaran selama tiga bulan, Leny CS 'digantung' salah satu PJTKI di Jakarta, dan sejak mereka (Leny CS) mendaftar, jangankan ada kabar kapan dirinya terbang ke Taiwan, negara yang menjadi tujuan enam warga PALI itu untuk bekerja, bahkan paspor saja belum kunjung dibuatkan perusahaan tersebut. 

Padahal diakui Leny bahwa dirinya CS telah menuruti kehendak pihak PJTKI agar kalau ingin cepat terbang harus pindah KTP terlebih dahulu dari PALI ke Lampung Timur. 

Selama tiga bulan, dirinya dan kawan-kawan bolak balik Jakarta-Lampung yang menurut Leny tujuanya untuk membuat paspor, namun sesampai di Lampung, malah batal lantaran dari alasan pihak perusahaan kantor Imigrasinya belum siap. 

Dan selama di asrama dan BLK PJTKI, Leny mengaku melalui pelatihan, tetapi untuk belajar bahasa Taiwan, mereka tidak dipandu hanya diberi buku dengan tulisan mandarin.

"Kami kapok pak, kami ingin pulang ke PALI. Mending nyadap karet di dusun," ungkap Leny, dihadapan Kadisnaker di RPTC Bambu Apus Jakarta Timur, Selasa (8/10).

Untuk administrasi kependudukan yang kini telah berubah, Leny mengaku akan mengurus kembali KTPnya menjadi warga PALI. 

"Kami hanya menuruti perintah perusahaan karena ingin cepat terbang ke Taiwan dan memiliki gaji besar untuk merubah nasib pak, tapi malah tidak ada kabar kapan berangkatnya sampai tiga bulan kami di PT," katanya. 

Diceritakan Leny, bahwa dirinya berangkat dari PALI sejak bulan Juli 2019. Mereka menuju Lampung awalnya bersama tujuh orang temannya yang selanjutnya menuju Jakarta dengan diajak sponsor asal  Lampung. Tetapi sesampainya di Jakarta, enam warga termasuk Leny merasa ada kejanggalan, yang kemudian dirinya menghubungi pihak keluarganya di PALI. 

Setelah menceritakan kondisinya, pihak keluarga Leny memberikan kontak perwakilan DPP KSPSI, Subiyanto. Lalu Leny berusaha menghubungi kontak tersebut dan sejak itu, Leny dan Subiyanto sering komunikasi menyampaikan keadaan Leny dan kawan-kawan hingga akhirnya, pihak Kemenaker RI melakukan Sidak ke PJTKI itu lalu membawa enam warga PALI tersebut ke asrama RPTC. 

"Kami dijanjikan menerima gaji Rp 9 juta per bulan setelah terbang ke Taiwan, tetapi harus di potong Rp 5 juta per bulan selama 9 bulan. Memang dari desa kami sampai ke Jakarta semua ongkos ditanggung sponsor, dan sampai hari ini kami tidak pernah dipungut biaya, namun yang kami tidak tahan adalah ketidak pastian kapan terbangnya bahkan paspor saja belum ada, makanya kami minta tolong pak Subiyanto, dan rupanya langsung di respon bahkan Pemkab PALI langsung menjenguk dan menjemput kami ke Jakarta," beber Leny. 

Dirinya berharap agar bisa secepatnya pulang ke PALI dan berkumpul kembali bersama keluarganya. 

"Hanya satu keinginan kami, yakni ingin cepat pulang. Dan harapan itu sudah diambang mata setelah pak Bupati PALI Heri Amalindo mengutus Kadisnaker menjemput kami," tukasnya. 

Sebelumnya diketahui bahwa ada enam warga PALI masing-masing bernama Seliyani (21) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Yuyun (27) warga Gunung Menang Kecamatan Penukal, Badariawati (43) warga Panta Dewa, Pipin (21) warga Panta Dewa dan Debi Mardiana (33) warga Desa Babat Kecamatan Penukal serta Leny asal Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal yang mencoba peruntungannya menjadi TKW dengan tujuan Taiwan tetapi gagal. (sn)
Share:

140 kali beraksi begal, Angga dilumpuhkan dengan timah panas

Foto : Angga (25) berdiri kiri dan Aldo (19) berdiri kanan saat diamankan dipolres Prabumulih


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur berhasil mengamankan Aldo Pratama (19) dan Angga Ario Saputra  (25) tersangka tindak pencurian dengan kekerasan (Curas) di simpang Gor Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumuih Selatan Jumat lalu (27/9). 

Warga Desa II Sukamerindu Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim dan Warga Tanjung Raman Prabumulih Selatan ini diamankan dikediamannya saat tengah duduk di pance pinggir jalan Desa Sukamerindu. 

Selain tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk yamaha xeon hitam dan beberapa uang diduga hasil pemalakan 

Dihadapan petugas kepolisian, tersangka mengakui aksi pencurian tersebut ia lakukan bersama keempat temannya yang masih buron. Yakni MT, AR,DD dan AF. 

"Sebulan ini 15 kali beraksi pak, dari jam 8 sampai jam 10 malam" ucap Angga

Diketahui, Angga dan kawanannya telah melakukan aksi sebanyak 140 kali dalam kurun waktu 2 tahun terakhir

Menurut informasi, aksi penodongan terjadi pada Jumat (27/9) siang sekitar pukul 14.00 wib. Saat itu Heru tengah mengendarai mobil truk Toyota Dina B9303 NC warna biru, bermuatan barang tujuan Palembang dari Jakarta. Sesampainya di TKP kendaraan korban dihadang oleh lima tersangka dengan mengendarai dua unit sepeda motor. 

Selanjutnya tiga orang tersangka naik dari sebelah kanan dan kiri mobil dimana 1 orang diantaranya menodongkan senjata tajam. Sedangkan 2 orang pelaku lainnya memukuli wajah dan mulut korban lalu merampas 1 unit HP Nokia warna biru langit, serta uang didalam dompet Rp.600.000 lalu pelaku melarikan diri. 

Usai kejadian, korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Prabumulih Timur. Setelah dilakukan penyelidikan, selasa (1/10) petugas berhasil mengamankan Aldo dikediamannya. 

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya mengatakan saat ini pihaknya tengah memburu empat tersangka lainnya yang masih buron

"Pelaku kita ancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara, dan kita terus melakukan pengejaran terhadap 4 pelaku buron lainnya" (sn1)
Share:

Perampok Bersenpi Beraksi Di PALI Hingga Tak Segan Membunuh


PALI, SININEWS.COM - Perampokan disertai pembunuhan terjadi di kebun karet Tebing Delima perbatasan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan kabupaten Muara Enim,Senin (7/10/19) sekitar pukul 18.00 WIB. 

Korban yang diketahui bernama Dasimin (40) warga Talang Akar Kecamatan Talang Ubi yang ketika itu sedang berada di kebun karet tidak jauh dari Tebing Delima.

Berdasarkan informasi yang didapat dari anak korban yang baru pulang kerja melihat ayahnya sedang di aniaya oleh dua orang bertopeng menggunakan senjata tajam.

"Pas aku datang, bapak sudah roboh di tanah, terus aku teriak," ujar Wagiono anak korban.

Saat Wagiono berteriak, para pelaku mencoba melarikan diri ketika aksinya diketahui.

"Tembak kau...," kata Wagiono menirukan ucapan pelaku saat dirinya memergoki aksi brutal pelaku. 

Tetapi dikatakan Wagiono bahwa salah satu teman pelaku menyarankan agar menembak dirinya. "Terus kawan orang itu (pelaku) ngomong jangan tembak, Kito kabur bae," tambahnya. 

Sementara itu dr Lia yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Talang ubi mengatakan jika korban masih dalam keadaan hidup ketika tiba di RSUD.

"Korban meninggal karena pendarahan hebat yang diakibatkan oleh senjata tajam, dari luka bahu kanan, bahu kiri dan juga luka kecil di paha kiri. Akibat luka yang cukup parah, korban akhirnya meninggal sekitar pukul 19:55 WIB," terang dr Lia.
Share:

Sempat Alot! Pembahasan Tatib dan Kode Etik DPRD Prabumulih Tinggal Diparipurnakan

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Sempat berjalan alot, pembahasan kode etik dan tata tertib (tatib) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih akhirnya selesai dibahas. 

"Pembahasan awal sudah selesai, tinggal diparipurnakan setelah mendapat persetujuan dari anggota dewan," Ujar Ketua DPRD Kota Prabumulih, Sutarno, Senin (7/10).

Menurut Tarno begitu ia disapa, tata tertib salah satunya membahasa masalah kedisiplinan anggota dewan. Seperti pemberian sanksi bagi anggota dewan yang tidak mengikuti rapat selama 6 kali. 

"Untuk kode etik salah satunya mengatur tentang tata cara pakaian anggota DPRD," ungkapnya.

Mengenai jadwal paripurna pengesahan tata tertib dan kode etik, kata Tarno, akan dilakukan setelah pelantikan ketua dan unsur pimpinan definitif.

"Saat ini masih menunggu SK dari Gubernur untuk ketua definitif. Kemungkinan tak lama lagi, karena kalau melihat di Kabupaten OI itu sudah pelantikan," terangnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD H Ahmad Palo menambahkan, kode etik maupun tatib nantinya akan menjadi panduan bagi DPRD dalam melaksanakan tugas selama 5 tahun ke depan. 

"Untuk kode etik ada 27 pasal, sementara tatib ada 130, yang salah satunya mengatur absensi," tambah Politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut.
Share:

Diduga Tertipu Perusahaan Penyalur TKW Enam Warga PALI Terlunta-lunta di Jakarta, Bupati Utus Kadisnaker

Foto : Ilustrasi / sejumlah pekerja TKW asal Pali yang saat ini masih di Jakarta

PALI, SININEWS.COM - Berniat mengadu nasib ke luar negeri untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan tujuan Taiwan, lima warga asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikabarkan hidup tak tentu arah di ibukota Jakarta lantaran setelah tiga bulan berada di asrama perusahaan penyalur TKW tidak kunjung berangkat. 

Kabar tersebut diungkapkan Usmandani, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI, Senin (7/10).

Dikatakan Usmandani bahwa saat ini pihaknya tengah menuju Jakarta untuk mengecek dan menjemput ke-lima warga asal PALI tersebut. 

"Saya diutus pak Bupati untuk langsung menjemput warga PALI yang terlunta-lunta di Jakarta," ungkap Usmandani. 

Dijelaskan Usmandani bahwa dirinya mengetahui ada warga PALI yang diduga tertipu perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dari Kemenaker RI.

"Informasinya malah ada enam orang warga PALI, tetapi yang kami dapat dari data kependudukan baru lima orang, yakni Seliyani (21) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Yuyun (27) warga Gunung Menang Kecamatan Penukal, Badanilawati (43) warga Panta Dewa, Pipin (21) warga Panta Dewa dan Debi Mardiana (33) warga Desa Babat Kecamatan Penukal," papar Usmandani. 

Dijelaskan Usmandani bahwa dari informasi yang didapat bahwa ke-lima warga PALI itu pada tanggal 20 Juli 2019 mengajukan pindah KTP ke Provinsi Lampung, lalu mengajukan permohonan untuk menjadi TKW salah satu PJTKI di Jakarta. 

"Kabarnya sudah ada dua orang warga PALI di Taiwan yang menjadi TKI, mungkin ke-lima warga PALI itu ingin menyusul rekannya, namun dikelabui pihak PJTKI tersebut. Pada saat mendaftar di PJTKI itu, mereka disuruh pindah KTP ke Lampung. Tetapi setelah masuk asrama PJTKI, hingga tiga bulan belum kunjung ada kabar sampai akhirnya ada Sidak dari Kemenaker RI ke perusahaan tersebut dan menemukan mereka dengan kondisi memprihatinkan dan penuh intimidasi dari pihak PJTKI tersebut," beber Usmadani. 

Ke-lima warga PALI tersebut diutarakan Usmandani sudah diasramakan di Kemenaker RI. 

"Saya mewakili Pemerintah Kabupaten PALI untuk serah terima ke-lima warga PALI tersebut dan langsung membawa pulang mereka. Dan ini juga bentuk kepedulian pak Bupati yang langsung memerintahkan saya begitu mendapat kabar ini untuk menjemput mereka," pungkasnya. (sn)
Share:

Tiga Mobil Alat Berat Milik PT.Pertamina Adera Field Nyaris di Masa Warga Payuputat

Foto : Ratusan warga Payuputat Prabumulih Barat melakukan aksi blokade jalan, 3 buah mobil alat berat milik pertamina nyaris dimassa warga

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Ratusan masyarakat Kelurahan Payuputat lakukakan aksi pemblokiran jalan, kejadian spontan itu dipicu adanya aksi koboy seorang preman (PK) perusahaan PT.Pertamina EP field Adera yang memaksa melintas dijalan Desa yang sempit dan ramai, (7/10/19)

Kejadian itu memicu sejumlah warga yang kesal dengan adanya preman yang merupakan warga Payuputat bersikeras untuk melewatkan alat berat milik PT.Pertamina yang berencana Moving melewati jalan desa


SIMAK VIDEO LENGKAPNYA.
“Disinikan lagi ado keramaian seharusnya bisa cari waktu lain” ucap Mardi Ketua RT.02 RW.05 Kelurahan Payuputat saat dibincangi yang merasa kesal dengan warga yang mementingkan perusahaan ketimbang warganya

Diketahui pelaku BHR (Preman.red) nyaris dihajar masa usai dirinya memaksa lewat dan masa juga memblokade tiga mobil alat berat milik perusahaan yang nyaris menjadi bulan-bulanan warga yang kesal

Kejadian sekitar pukul 12.30 Wib itu memicu konflik antara perusahaan dengan warga yang selama ini sudah menjadi polemik ditengah masyarakat

“sebenarnya besok kita sudah ada rencana akan melakukan aksi pemblokiran jalan untuk Adera Field karena perusahaan tak pernah mengindahkan peringatan warga jadi hari ini secara spontan kita blokir jalan” Ucap Maulana warga sekitar

Sementara itu, Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi melalui Bhabinkamtibmas Arizal saat dikonfirmasi mengatakan saat kejadian yang sempat memanas memaksa meminta bantuan beberapa personil untuk mengamankan mobil perusahaan yang nyaris jadi amukan masa

“Allhamdulillah bisa diamankan berkat kerjasama warga dan para tokoh, walaupun tadi sempat terjadi ketegangan” ucapnya (sn1)

Share:

KPK kembali amankan pejabat, Bupati Lampung terjaring OTT


JAKARTA, SININEWS.COMSatuan Tugas Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung Utara.
Salah satu pihak yang diamankan diduga Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara.
“KPK mengamankan total 4 orang sejak sore hingga malam ini, yaitu Bupati, dua Kepala Dinas dan satu orang perantara,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat dikonfirmasi, Minggu (6/10/2019).
Laode Syarif mengatakan, penangkapan keempat orang tersebut dilakukan usai terjadi penyerahan uang.
Uang tersebut masih dalam penghitungan dan akan menjadi barang bukti.
“Setelah lakukan pengecekan info dari masyarakat di lapangan, diduga ada penyerahan uang yang diperuntukkan pada Kepala Daerah setempat,” kata Laode Syarif.
Berdasarkan hukum acara yang berlaku, KPK memiliki waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan orang-orang yang diamankan.
“Informasi lebih lanjut tentang penanganan perkara ini akan disampaikan melalui konferensi pers di KPK besok Senin,” kata Laode Syarif.(sn1/imo)
Share:

Usai Pesta Tuak, Mayat Tukang Ojek Ditemukan Tewas Dikebun Karet


MUARA ENIM, SININEWS.COM  --  Warga dusun VI desa Ujanmas Baru, kecamatan Ujanmas Muara Enim dihebohkan atas penemuan mayat seorang tukang ojek, Jum,at (04/10) sekira pukul 05.30 wib bertempat di kebun karet didusun VI desa Ujanmas Baru kecamatan Ujanmas kabupaten Muara Enim.

Dari pantauan dilapangan diketahui mayat tersebut bernama Edi Idris alias  Sedi bin Habib Anuar (36) yang sehari-harinya berprofesi sebagai Tukang Ojek.


Kapolres Muara Enim AKBP. Afner Juwono melalui Kapolsek Gunung Megang AKP. Feryanto menerangkan penemuan mayat tersebut diketahui oleh warga pada hari Jum,at 04 Oktober 2019 sekira jam 05.30 wib, yang didapat keterangan dari saksi-saksi yang tak lain teman korban yaitu Desi Desilawati binti Sumardi (17) warga desa Sakajaya kecamatan Muara Enim bahwa mereka pada hari Kamis 03 Oktober 2019 sekira pukul 23.00 wib, bersama korban dan satu orang temannya Susanto (21) berbonceng tiga dari desa Ujanmas Baru untuk membeli minuman keras berupa tuak sebanyak 1 botol fanta besar di desa Panang Jaya kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

"Korban ini tewas akibat meminum minuman keras jenis tuak bersama dua orang temannya. Mereka meminum Tuak tersebut di Simpang Peternakan Sapi desa Gunung Megang Dalam dan melanjutkan minum tuak tersebut dibangsal saudara Saidina yang berada dekat kebun karet warga didusun VI desa ujanmas baru. Kemudian saksi Susanto yang tak lain teman korban pergi untuk membeli gorengan dan meninggalkan korban bersama saksi Desilawati di bangsal tempat mereka menegak Tuak tersebut yang kedua kalinya. Tidak lama kemudian saksi Susinto melihat saksi Desilawati sudah berada dipinggir jalan aspal dekat TKP," ungkap Fery.

Masih kata Fery melihat hal itu saksi Susanto bertanya pada saksi Desi tentang keberadaan korban dan dijawabnya tidak tahu.

"Karena saksi Desi tidak mengetahui keberadaan korban  akhirnya mereka memutuskan mencarinya diseputaran bangsal dan tidak ditemukan. Kemudian saksi langsung pulang dan keesokan harinya yaitu Jum,at pagi 04 Oktober 2019 sekira pukul 05.30 wib saksi kembali ke TKP untuk mencari korban dan menemukan korban sudah terlentang tidak bernyawa didepan kebun karet warga yg berjarak lebih kurang 15 meter dari bangsal tempat mereka meminum Tuak," lanjut Fery.

Kemudian Fery menerangkan atas kejadian tersebut ,para saksi melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya dan meminta pertolongan warga setempat dan dibawa ke Puskesmas Ujanmas untuk dilakukan pemeriksaan terhadap korban, setelah itu korban dibawa kerumah duka untuk dikebumikan.

"Korban saat ini sudah dibawa ke rumah duka dan kita telah melakukan cek TKP, Introgasi saksi-saksi, dan mendokumentasi serta mengambil hasil pemeriksaan dari Puskesmas yang tidak ditemukan tanda tanda kekerasan terhadap korban dan Korban diduga meninggal dikarekan minuman keras jenis tuak tersebut. Dan pihak keluarga korban menerima kejadian ini dengan ikhlas dan tidak mau dilakukan otopsi," pungkasnya.(sn/me)
Share:

Divhumas Mabes Polri Kunjungi Ponpes Darussalam


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Silaturahmi dan tatap muka Divhumas Mabes Polri dengan Ponpes (pondok pesantren) modern Darussalam di pondok pesantren modern Darussalam Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih, kamis (03/10/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Anjak Bidang PID Divhumas Polri Kombes Selamet Widodo SIk, Bidhumas Polda Sumsel AKBP Ali Ansori, ketua Ponpes Modern Darussalam Dra Hj.Msrah Syawal, Kabag Sumda Res Prabumulih Kompol Rudi Isroni SH, Kapolsek Cambai IPTU Faizal Kamil SH, Staf Divhumas Mabes Polri dan Staf Bid Humas Polda Sumsel, Kanit Binmas Posek Cambai AIPTU Kardono, Kanit Intel polsek Cambai AIPDA Saifudin Zuhri, Kasium polsek Cambai AIPDA A. Kadir, Seluruh Bhabinkamtibmas Polsek Cambai, Ustad, Ustazah dan Santri/Santriwati pondok pesantren Darussalam.

Ketua pondok pesantren modern Darussalam Dra Hj.Misrah Syawal mengucap terimakasih dalam sambutannya.

“Terimakasih kepada bapak Kombes Selamet Widodo beserta rombongan yang telah datang jauh-jauh dari Jakarta untuk bersilaturahmi dengan Kami di pondok pesantren Darussalam,” ucapnya.

Lanjutnya, inila pak kondisi pondok pesantren kami dengan kondisi bangunan yang masih kurang jumlah kelasnya karna santri dan santriwati kami berasal dari Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Pali. Kami mohon maaf apabila banyak kekurangan dalam menyambut bapak, karna keterbatasan kami.

Anjak Bidang PID Divhumas Polri KOMBES Selamet Widodo SIk dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasihnya kepada ketua pondok pesantren Darusalam.

“Terima kasih yang tak terhingga, karna sebenarnya kami cuma ingin bertatap muka dengan ketua pondok pesantren dan para ustad akan tetapi disini kami melihat dari Santri dan Santriwati juga ikut dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Masih kata Selamet, apabila ada permasalahan yang menyangkut tentang adanya demontrasi yang diikuti dengan faham-faham yang tidak jelas dari pihak lain supaya pak ustad-ustazah bisa memberikan pengertian kepada santrinya agar tidak mengikuti kegiatan teraebut.
“Sudah banyak demo di Jakarta yang diikuti oleh anak-anak pelajar, setelah ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan yang bersangkutan ditanya hanya ikut-ikutan saja dan melihat di TV dan medsos”, bebernya.

Masih kata pria berpangkat Kompol itu, sekarang ini dalam kegiatan demonstrasi banyak disusupi oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan seragam sekolah dan dibayar oleh oknum-oknum tertentu.
“Banyak anak-anak dari kalangan pelajar yang diajari oleh oknum-oknum tertentu dengan ajaran radikal untuk melawan NKRI,” jelasnya.

Lebih lanjut, saat ini pondok pesantren menjadi target bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengajarkan faham-faham radikalisme.

“Apabila adik-adik dari pondok pesantren Darussalam ketemu orang-orang yang tidak jelas/ tidak dikenal dan mengajarkan faham-faham yang tidak jelas segera memberitahukan kepada pihak yang berwajib,” pungkasnya.

Adapun maksud dan tujuan giat tersebut yaitu ingin menyampaikan dan menginformasikan kepada santri-santriwati tentang ajaran-ajaran faham radikalisme (sn/ang)

Sumber : Anggi / waspada.news

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts