Siswa Hilang Ditemukan, Ada Sosok Nenek Yang Membantu dan Merawat Rianty

Foto : Suasana dirumah korban kehilangan di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Rianty (15) warga Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat didepan Toko Harmonis Prabumulih, minggu (20/10)

Anak bungsu dari dua bersaudara itu ditemukan Sailani saat sedang berjualan sayur yang juga merupakan warga Desa Tanjung Telang, saat ditemukan Rianty sedang duduk didepan toko dengan keadaan tubuhnya lemas. Rianty ditemukan sekitar pukul 03.00 wib dinihari

“aku lihat dio lagi duduk di depan toko, terus aku panggil ternyata benar itu Rianty” kata Rusdianto Sekretaris Desa Tanjung Telang menirukan ucapan Sailani

Lanjut Rusdianto, Korban kehilangan yang memiliki kelainan dalam berbicara itu (tuna rungu) sebelumnya ditemukan seorang nenek yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya

“ada informasi dari telepon warga kito, bahwa ada korban yang hilang sudah ditemukan” lanjut Sekdes Rusdianto seraya mengatakan jika saat ditemukan Rianty sudah berganti baju yang diberi oleh nenek tersebut

Untuk informasi Nenek yang menemukan Rianty saat masih belum diketahui indentitasnya dan akan dicari oleh pihak keluarga kerena dianggap telah membantu korban saat sedang membutuhkan bantuan (sn1)

Share:

Usai Karnaval, Siswi SMAN 5 Prabumulih ini Belum Pulang Kerumah

Foto : Rianty (15) siswi kelas XI SMA N 5 Prabumulih yang hingga saat ini belum pulang usai karnaval HUT Prabumulih ke 18

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Semarak Karnaval menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Prabumulih dihebohkan dengan kehilangan seorang peserta pawai karnaval yang hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya, sabtu (19/10)

Rianty (15) siswa sekolah asal SMA Negeri 5 Prabumulih yang duduk dikelas XI itu hingga saat ini belum pulang kerumah usai mengikuti karnaval HUT Kota Prabumulih Ke 18 tahun

Diketahui siswa yang tinggal di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih ini sebelumnya mengaku sakit saat dalam perjalan sehingga dirinya memutuskan keluar dari barisan karnaval

“tadi dio tu ngaku sakit dan muntah, jadi dio izin keluar dari barisan dan diantar anggota osis sekolahnya” ucap Dodi warga Tanjung Telang saat dimintai keterangan

Menurut informasi yang didapat Rianty yang memiliki kekurangan dalam berbicara itu (Tuna Rungu) meminta untuk diturunkan disekitaran Gedung Kesenian untuk istirahat dan hingga kini keberadaannya belum diketahui

Sementara itu, Hayani ayah korban mengatakan jika dirinya saat ini masih melakukan pencarian dan telah meminta bantuan kepada pihak kepolisian yang dibantu warga serta kerabatnya menyisir tempat terakhir putrinya mengikuti barisan karnaval

“hilangnyo sekitar jam 5 sore tadi pak, usai hujan deras tadi, anak aku ini ada kekurangan, bicaranya kurang jelas” ucapnya seraya mengatakan jika HPnya juga tidak dibawa sehingga menyulitkan proses pencarian

Terpisah, Firman salah satu guru SMAN 5 Prabumulih saat dihubungi melalui pesan singkat Messager facebook mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pencarian dan menghubungi beberapa teman dekatnya saat pawai tadi siang

“kito masih cari disekitaran jalan sudirman pakai motor, mudah-mudahan bisa ketemu dan bagi yang melihat bisa infokan ke kami atau lapor ke polisi” imbaunya(sn)

Share:

Pertamina Pendopo Beri Penghargaan Penulis Terbaik pada PBI

PALI. Perwakilan PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, Cerry menyatakan bahwa pihaknya bakal memberikan penghargaan pada peserta Penyuluhan Bahasa Indonesia (PBI) kategori penulisan berita terbaik selama kegiatan berlangsung. 

Dimana kegiatan tersebut digelar Balai Bahasa Sumatera Selatan, bekerja sama dengan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) selama empat hari, sejak Rabu (16/10) sampai Sabtu (19/10) di gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo. 

"Tiga penulis terbaik akan kami berikan penghargaan, tim penilai kami serahkan dari Balai Bahasa Sumatera Selatan," kata Cerry, yang disampaikannya sebelum penutupan kegiatan PBI, Sabtu (19/10).

Sementara itu, Ketua PWI PALI, Nurul Falah memberikan apresiasinya terhadap support Pertamina Pendopo. 

"Kita ketahui bahwa pada kegiatan ini Pertamina telah mendukung penuh dengan menyiapkan tempat dan makanan ringan. Terlebih bakal memberikan penghargaan bagi peserta penulis berita terbaik yang terdiri dari jurnalis dan perwakilan beberapa instansi. Tentu pemberian penghargaan ini menambah semangat kawan-kawan yang ikuti kegiatan PBI," terang Ketua PWI. (sn.008)
Share:

Kades Tapus Terpilih Diduga Menggunakan Ijazah Palsu, Panitia : Sudah Kami Laporkan Tapi Belum Ditindak

Foto : Ibu.Ispada Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim saat memeberikan tanggapan terkait dugaan ijazah palsu

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Sebanyak 102 Desa dari 18 Kecamatan telah melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di Kabupaten Muara Enim pada tanggal 26 September 2019 lalu, salah satunya yakni pemilihan Kepala Desa Tapus Kecamatan Lembak yang secara tertulis dimenangkan oleh AS

Namun kemenangan yang diraih oleh AS menjadi tanda tanya besar bagi dua pasangan calon lainnya yang menduga syarat yang dilampirkan Cakades asal Tapus itu tidak memenuhi syarat dalam pemilihan kepala desa

Diantara persyaratan untuk mengikuti Cakades antara lain membawa ijazah asli dan SKHUN Asli, membuat surat pengantar dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hal tersebut bertujuan untuk memastikan para calon kepala desa benar dan pernah belajar di PKBM 

Hal tersebut pernah dipertanyakan oleh tim kedua calon Kades yang bersaing, yang meragukan keaslian ijazah cakades terpilih

“seminggu setelah pemilihan kami dapat laporan dari cakades pesaing pak, waktu itu sudah kami laporkan ke Kecamatan untuk diselesaikan secara kekeluargaan” ucap Indarwan salah satu panitia Pemilihan Kepala Desa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon

Terpisah, Sekretaris Camat (Sekcam) Lembak Ardiansyah saat dikonfirmasi di Kantornya beberapa waktu lalu mengatakan belum ada laporan masyarakat terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan Cakades terpilih saat ini

“untuk saat ini belum ada laporan masyarakat, jadi kita belum bisa memberikan tanggapan, namun jika ada aduan ke kita baru bisa kita tindak lanjuti” ucapnya

Tim sininews.com mencoba mengkonfirmasi Kepala Desa Tapus terpilih melalui sambungan telepon dan via sms namun hingga saat ini belum ada tanggapan 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim Plt. Dr.H.Zainal Abidin M.Si melaui kasie Kurikulum Ispada saat dikonfirmasi langsung diruang kerjanya mengatakan dilihat dari kasus keaslian ijzah tersebut sangat diragukan keasliannya dan sebelum registrasi panitia harus teliti keaslian ijazah para peserta calon kepala desa

“dari ijazah cakades ini memang kita meragukan keasliannya, dalam legalisir itu memiliki masa aktif selama tiga bulan, sedangkan yang tertulis diijazah itu dikeluarkan oleh kepemimpinan Amirul yang sudah lama diganti” katanya 

Sambungnya lagi, lebih baik pihak yang bersangkutan yang diduga memakai ijazah palsu harus ditelusuri oleh tim panitia dan bisa berkordinasi dengan pihak kecamatan (sn1)

Share:

Akhirnya Pendopo Diguyur Hujan

PALI,SININEWS.COM - Warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lega setelah pada Kamis (17/10) sekitar pukul 15.00 WIB hujan turun mengguyur sebagian wilayah Bumi Serepat Serasan. Meski tidak deras, namun secercah harapan akan berakhirnya bencana kebakaran lahan bisa terwujud. 

"Alhamdulillah, hujan turun setelah lebih dua minggu kekeringan," ujar Bio, salah satu warga Pendopo.

Sama halnya diutarakan Putra, dirinya berharap musim hujan bisa segera datang, lantaran saat ini kabut asap selimuti sebagian besar wilayah PALI.

"Semoga saja kebakaran lahan bisa cepat padam dan asap hilang," harapnya. (sn)
Share:

Datang ke Posyandu Desa Ini, Biskuit dan Telur Bonusnya

PALI,SININEWS.COM -  Tidak seimbangnya pertumbuhan anak harus diwaspadai bagi orangtua yang memiliki anak terutama yang masih dalam masa pertumbuhan terlebih masih Balita. Makanan dan asupan gizi harus diperhatikan agar masa pertumbuhan anak bisa normal.

Pesan itu disampaikan Ida Marlina, Bidan Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (17/10).

Antisipasi adanya ketidakseimbangan pertumbuhan anak, Desa Talang Bulang yang diinisiasi Bidan desa secara rutin menggelar Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) setiap bulannya.

Bukan hanya memberikan pelayanan pemeriksaan anak, pada Posyandu tersebut juga dibagikan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau, susu, telur dan biskuit.

"Pemberian makanan tambahan tersebut selain membantu pemenuhan gizi anak juga untuk merangsang masyarakat agar rutin mengontrol pertumbuhan anaknya melalui posyandu," ujar Ida Marlina, Kamis (17/10).

Diakuinya, bahwa sampai saat ini, di Desa Talang Bulang tidak ditemukan kasus stunting, hanya saja apabila terdapat anak yang kurang sesuai dengan pertumbuhan, maka kader posyandu bakal memantau perkembangan anak tersebut dan memberikan makanan tambahan secara rutin.

"Tindakan penanganan khusus kita lakukan terhadap anak yang ditemukan kurang sesuai pertumbuhannya agar kasus stanting bisa dihindari," tukasnya.

Pada setiap pelayanan di Posyandu,  antusias warga cukup tinggi pasca diberikan makanan tambahan bagi setiap anak yang datang.

"Bantuan roti biskut didapat dari Dinkes PALI sementara bubur kacang, susu dan telur pemberian dari bantuan gubernur melalui desa. Dan mudah-mudahan dengan adanya ini, tidak ada lagi anak di desa ini khususnya dan PALI pada umumnya terkena stunting," harap Ida Marlina. (sn)
Share:

Kejari PALI Tangani 20 Kasus per Bulan

PALI,SININEWS.COM -  Pencurian, narkoba dan pencabulan mendominasi kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) selama Kejari PALI terbentuk. Dari keterangan Kepala Kejari PALI, Yunitha Arifin, saat acara coffe morning dengan para awak media, di Aula Kantor Kejari PALI, Kamis (17/10), dalam setiap bulannya, sedikitnya ada 20 kasus yang ditangani Kejari PALI.

"Didominasi pencurian dan narkoba, perbandingannya rata-rata 12 kasus pencurian dan 5 kasus narkoba. Namun yang miris, saat ini kasus narkoba dilakukan anak-anak, karena sepertinya, para bandar narkoba sengaja menggunakan anak-anak untuk meringankan jeratan hukumnya," kata Yunitha.

Selain kasus pencurian, narkoba dan pencabulan, dikatakan kasus korupsi juga ada beberapa yang ditangani Kejari.

"Ada beberapa kasus yang saat ini sudah naik tahapannya ke penyelidikan. Namun ada juga yang kita serahkan ke Inspektorat apabila ada kerugian negara dibawah Rp 50 juta, untuk ditekankan agar mengembalikan kerugian negara tersebut ke kas negara, juga diberi sanksi disiplin. Karena apabila dinaikan proses hukumnya, tidak sebanding dengan pengeluaran negara," terang Kajari.

Untuk menekan angka kriminal, baik itu pencurian narkoba dan pencabulan serta tindak korupsi, Kajari PALI memberikan saran kepada masyarakat PALI agar  banyak belajar hukum, serta pemerintah harus ekstra dalam mensosialisasikan pencegahannya.

"Silahkan datang ke Kejari, kantor kami terbuka untuk memberikan pelayanan hukum," sarannya.

Pada kesempatan itu, Kajari PALI akui bahwa pada 21 Oktober 2019 dirinya bakal pindah tugas ke Kejari Grobokan Jawa Tengah. Untuk itu, selain berpamitan, Yunitha Arifin juga menitipkan PALI agar awak media yang bertugas di Bumi Serepat Serasan untuk memberitakan informasi yang tidak merugikan PALI.

"Hindari berita yang merugikan PALI, kawal pembangunan yang saat ini tengah gencar dilakukan pemerintah, siapapun pemimpinnya tetap kawal agar kabupaten ini bisa lebih baik lagi. Jadilah putra daerah yang baik, berilah kenyamanan dan keamanan baik warga asli atau pendatang," tutupnya. (sn)
Share:

Diduga Bakar Hutan, Warga Desa Purun di Amankan Polisi


MUARA ENIM, SININEWS.COM -Anggota Gabungan Polres Muara Enim menangkap satu pelaku pembakaran hutan dan lahan bernama Adi Saputra (33) di Jalan Lintas Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, tepatnya di depan pemakaman umum (14/10).

Tersangka diduga sengaja membakar lahan seluas lebih dari satu hektar di areal lahan milik salah satu warga Desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten PALI.

Penangkapan pelaku berawal dari anggota Polsek Penukal Abab melakukan patroli diseputaran wilayah hukum Polsek Penukal Abab ini, setiba dilokasi anggota melihat ada orang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan yang dilakukan oleh Adi Saputra, dengan cara menebang pohon dan dikumpulkan beberapa titik kemudian dibakar oleh pelaku.

Bahwa pelaku melakukan pembakaran tersebut sudah dilakukan sejak 2 minggu yang lalu dan pada saat kejadian asap terlihat pekat. Setelah lahan bersih rencananya lahan tersebut akan di tanami tanaman semangka oleh pelaku.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SH Sik MH melalui Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Dwi Satya Arian Sik MH membenarkan atas adanya penangkapan pelaku karhutla tersebut.

“Tersangka diamankan anggota gabungan pers unit Pidsus Satreskrim Polres Muara Enim dan Polsek Penukal Abab melakukan olah TKP dan mengamankan pelaku serta barang bukti ke Polres Muara Enim guna proses lebih lanjut,” katanya Kasat Reskrim kamis (17/10/2019).

Polisipun menyita sejumlah barang bukti berupa, 1 buah derigen berisikan bahan bakar minyak sebanyak 2 liter, 1 buah derigen berisikan oli bekas sebanyak 2 liter, 1 unit mesin chain saw merk Motoyama 9900 warna hitam, 1 buah korek api warna merah dengan merk M2000 jenis senter, 1 buah tali seling dengan panjang 7 meter, 1 buah tali tambang dengan panjang 7 meter dan 5 sampel ranting kayu yang terbakar.


“Pelaku dikenakan Pasal 187 ayat 1 KUHP, karena dengan sengaja menimbulkan kebakaran dan membahayakan bagi umum,” pungkasnya.(sn1)
Share:

Kangkangi aturan Gubernur, Tim Kementerian LH datangi PT.GHEMMI dan PT.MPC

Foto : Pengambilan sampel (Upstream) oleh tim KLH atas pelaporan warga yang diduga mencemari lungkungan

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pengaduan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala dan Payuputat atas limbah perusahaan PT.GHEMM Indonesia dan PT.Musi Prima Coal (MPC) akhirnya ditanggapi serius oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) melalui tim Direktorat Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka turun langsung mengecek kelapangan, senin (15/10)

Dalam kesempatan itu Tim KLHK yang berjumlah tiga orang yakni Salman mewakili Dirjen Pengendalian Pencemaran Air, Dody Arif Budikusuma Kasie Pencegahan dan Pemantauan yang juga ahli dibidang Pertambangan dan dibantu stafnya Ben Erza memantau langsung kondisi sungai Penimur yang diduga dicemari oleh limbah perusahaan
Foto : Tim Laboratorium Lingkungan Hidup Prov.Sumsel mengambil sampel sungai penimur jarak 200 meter dari perusahaan (Upstream)

Tak hanya itu KLHK juga melibatkan Tim UPTD  Laboratorium Lingkungan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan yakni Anef dan Aby Saspati mengambil sampel air sungai penimur

Pelaporan warga mengenai dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan asal China itu dilaporkan oleh Syaiful Antoni warga Rt.03 Rw.04 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih tertanggal 15 September 2019 yang menuntut perusahaan untuk segera mengganti rugi kebun karet masyarakat yang tercemar dan menormalisasi sungai yang sudah tercemar

Tak tanggung kebandelan perusahaan pembangkit listrik ini telah beberapa kali melalakukan pelanggaran dan telah diberi sanksi sebanyak tiga kali yang hingga kini tak pernah diindahkan oleh pihak perusahaan

Pada tanggal 6 Juni 2014 Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan surat pelimpahan permasalahan ke pada Provinsi Sumatera Selatan yang saat itu di tanggal 18 Agustus 2016 Gubernur Sumsel memberikan sanksi Administratif Paksaan Perintah kepada PT.GHEMMI dan PT.MPC untuk melakukan normalisasi sungai, membuat sarana kendali erosi, penambahan KPL dan lainnya yang hingga kini tiga diantaranya belum dilaksanaakan kewajibannya

Saat tim ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup pusat mengambil sampel dari beberapa dugaan masyarakat itu sangat memprihatinkan, PT.MPC diduga lalai dalam proses pengolahan limbah air asam tambang yang ditampung disembilan kolam, Saiful Antoni merasa geram melihat proses pengangkatan sedimentasi batubara dari KPL yang dibuang dan hanya ditutup menggunakan tanah tanpa memperhatikan aliran limbah ke sungai

“aliran bekas sedimentasi batubara kalian jelas sudah mencemari lingkungan, ini sudah kita lihat mereka (Perusahaan.red) tidak memberi tanggul sehingga ketika hujan air limbah mengalir ke sungai penimur” ucap Saiful dengan nada keras

Dari keterangan Dodi Arif tim Kementerian Lingkungan hidup mengatakan hanya PT.MPC belum bisa menunjukan bukti tertulis jika telah melakukan normalisasi sungai penimur yang tercemar

“mana buktinya jika kalian sudah melakukan normalisasi, kalau gak ada berarti kalian bohong” katanya diruang rapat PT.GHEMMI

Diketahi perusahaan asal china ini telah mendapatkan prestasi buruk dari berbagai bidang, itu terlihat dari beberapa sanksi yang sudah diberikan kepada perusahaan atas kelalaian dalam penanganan limbah

Sementara itu, Direktur PT.GHEMMI Mr.Chai melalui kuasa hukum Laspri Antoni saat dimintai tanggapan mengenai hal tersebut dirinya tak memberikan jawanban yang rinci

“aku tidak bisa jawab itu hak managemen” ucapnya singkat

Terpisah, Azhari pelapor dari Kelurahan Payuputat saat dibincangi mengatakan akan terus mengawal hasil pengambilan sampel oleh tim KLHK yang akan diuji dilaboratorium dengan harapan hasilnya memuaskan

“ya kita terus pantau hasil uji labor dari kementerian, hasilnya kita tunggu pekan depan, dan kita yakin perusahaan akan terbukti telah mencemari lingkungan kami dan hak itu akan kami tuntut” tegasnya (sn1)
Share:

Satu Partai, Pengamat Prediksi Kontrol Sosial DPRD - Pemkot Prabumulih "Melempem"

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Elektabilitas Partai Golkar terus meningkat di Kota Prabumulih. Terbukti, baik di Pemerintahan (Eksekutif) maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Legislatif), Partai berlambang beringin ini berhasil menjadi pemenang. 

Di Pemerintahan, H Ridho Yahya sukses duduk menjadi Walikota selama dua periode. Sementara, di DPRD, Sutarno berhasil duduk sebagai Ketua DPRD Kota Prabumulih. 

Pengaman Politik, Muftizar Zamwawi saat dimintai tanggapan perihal tersebut menjelaskan Eksekutif dan legislatif idealnya diisi oleh orang dari beda Partai. Ini dilakukan agar baik Eksekutif dan Legislatif bisa saling kontrol dalam menjalankan tugasnya masing-masing. 

"Nah dengan sama partai seperti ini akan menimbulkan bias kepentingan," Ujarnya,  Kamis (17/10).

Agar DPRD tetap bisa menjalankan kontrol sosialnya, kata Muftizar, dewan yang bersangkutan harus memposisikan dirinya benar-benar sebagai wakil rakyat terpilih. 

"Bukan bertindak sebagai wakil partai politik atau perpanjangan tangannya," tuturnya.

Diterangkan Muftizar, Kondisi dewan di indonesia secara general belum siap beroposisi meskipun beda partai, ini terjadi di level nasional yakni DPR RI bukan hanya di tingkat daerah saja. 

"Oleh sebab itu prediksi saya untuk periode ini eksekutif dan legislatif prabumulih akan seiring sejalan," tambahnya. 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts