Unsur Pimpinan Wakil Ketua DPRD PALI dari Partai Demokrat Masih Tarik Ulur

PALI -- Penetapan unsur pimpinan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2019-2024 sepertinya bakal memakan waktu. Pasalnya, sampai saat ini Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumatera Selatan belum keluar. Hal tersebut disinyalir ada permasalahan di internal Partai Demokrat, karena ada dua nama yang diajukan Parpol tersebut.

Dimana diketahui bahwa saat paripurna DPRD PALI pada Selasa (1/10), telah menetapkan salah satu wakil ketua definitif atas nama Devi Haryanto dari Partai Demokrat. Sementara dari SK DPP Partai Demokrat dengan nomor:242/SK/DPP.PD/VIII/2019 tentang penetapan unsur pimpinan wakil ketua DPRD PALI tertera nama Muh Budi Hoiru.

Menyikapi hal itu, Devi Haryanto mengemukakan bahwa pengangkatan dirinya sebagai pimpinan Wakil ketua DPRD PALI dari Partai Demokrat tinggal menunggu SK dari Gubernur.

"Surat dari pimpinan DPRD PALI terkait hasil rapat paripurna sudah dilayangkan ke Bupati PALI untuk selanjutnya disampaikan ke Gubernur. Artinya apabila surat itu berjalan, kita tinggal tunggu SK dari Gubernur. Partai Demokrat sesuai hasil rapat paripurna mengajukan nama calon pimpinan wakil Ketua DPRD PALI atas nama saya sendiri," ucap Devi, Selasa (22/10).

Terpisah, Firdaus Hasbullah, wakil ketua Organisasi Kaderisasi dan keanggotaan (OKK) DPD Partai Demokrat Sumsel menyebut bahwa rapat paripurna DPRD PALI yang memutuskan nama Devi Haryanto sebagai pimpinan Wakil Ketua DPRD PALI definitif adalah keliru.

"Saya pertanyaan keabsahan paripurna itu, sebab nama pimpinan Ketua DPRD PALI dari PDI-P dikeluarkan berdasarkan SK DPP. Begitu juga nama pimpinan Wakil Ketua DPRD PALI dari Partai Golkar dikeluarkan berdasarkan SK DPP. Tapi kenapa, pimpinan wakil ketua DPRD dari Partai Demokrat diputuskan melalui rapat paripurna berdasarkan SK DPC, itu kan lucu," ungkap Firdaus.

Apabila SK Gubernur keluar nama Devi Haryanto sebagai pimpinan Wakil ketua DPRD PALI, Firdaus menegaskan bahwa pihaknya bakal menggugatnya ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Paripurna DPRD itu keliru, dan seluruh anggota dewan yang ikut dalam paripurna itu harus lihat terlebih dahulu aturannya seperti apa serta Sekwan jangan ikut campur. Karena ini adalah masalah internal partai, jadi kalau memang ada yang mengangkangi aturan partai pasti ada sanksi, dan saya tegaskan lagi, apabila hal itu terjadi, atau keluar SK nama Devi Haryanto, kami bakal gugat," tandasnya. (sn)
Share:

Peringati HSN, Ini Yang Diharapkan Bupati PALI

PALI-- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo menekankan seluruh santri yang ada di Bumi Serepat Serasan agar tetap mengingat sejarah terhadap peran santri dalam merebut kemerdekaan. Sebab peran santri tidak bisa dipungkiri yang berkontribusi besar disaat negara ini berjuang sampai mempertahankan negara kesatuan RI.

"Kalau santri ingat sejarah pasti persatuan dan kesatuan tetap terjaga, karena NKRI harga mati," ucap Bupati usai hadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di halaman kantor Bupati, Selasa (22/10).

Disinggung banyaknya pandangan miring terhadap pondok pesantren terkait paham radikal, Bupati menegaskan bahwa apabila ada seperti itu atau yang mengajarkan kekerasan bukan dikategorikan pondok pesantren.

"Islam tidak mengajarkan kekerasan, karena islam adalah rahmatanlilalamin. Untuk itu, kami berharap, santri harus berperan aktif, bukan hanya mengembangkan fungsi dakwah tetapi juga harus mampu berkontribusi demi kemajuan daerah dan bangsa ini," harap Bupati.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten PALI, Hasanudin menyebut bahwa perkembangan pondok pesantren sejak PALI menjadi kabupaten cukup pesat.

"Dari 3 Ponpes saat ini sudah ada 15 Ponpes sejak PALI mekar. Dan sudah ada 3.000 lebih santri berbagai jenjang pendidikan formal yang mengenyam pendidikan di 15 Ponpes tersebut," jelas Hasanudin. (sn)
Share:

Aries HB Kembali Jabat Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim


MUARAENIM, SININEWS.COM - Berdasarkan surat keputusan Gubernur Sumsel Nomor 567/kpts/I/2019 tanggal 15 oktober 2019, Ketua dan Wakil wakil Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim resmi dilantik dan dimabil sumpahnya, Senin (21/10) di Gedung DPRD Muara Enim.

Hal ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke V tahun 2019 dengan agenda Peresmian dan pengamgkatan pimpinan DPRD kabupaten muara enim masa jabatan 2019-2024.

Usai dilantik, Ketua DPRD Aries HB mengatakan, Dirinya beserta para wakil wakil ketua mengajak seluruh anggota untuk merapatkan barisan untuk bersama sama mengemban amanat rakyat yang sudah diberikan.

“Katena kita tau, hal ini cukuplah berat, namun kami yakin tugas berat ini akan terlaksana dengan baik dan lancar. Kami selaku pimpinan berharap juga kiranya kepada seluruh anggota lebih akomodatif menampung aspirasi masyarakat,” ujar Aries.

Selain itu, Aries menambahkan, sebagai penyambung suara rakyat, untuk itu anggota DPRD dituntut untuk lebih peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat.  “Namun, semua itu harus tetap berpegang teguh kepada Undang Undang,” ujarnya seraya menambahkan, kepada pengambil keputusan yang ada di MUara Enim tetap menjalin hubungan baik dan bisa bersama sama membawa MUara Enim ke arah yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah dalam sambutannya mengatakan, Pengambilan sumpah jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pengangkatan anggota DPRD terpilih yang lalu. 

“Ini merupakan gambaran kemajuan Muara Enim lima tahun kedepan. Kepada pimpinan dewan yang lalu, Pemerintah Kabupaten dan saya pribadi mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang seringgi tingginya atas kerja keras dan keja samanya selama ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Juarsah, kepada Pimpinan yang baru, pihaknya juga mengucapkan selamat menjalankan tugas. “Kami berharap hubungan yang telah terjalin tetap terjaga serta berkesinambungan dan bersinergis antara eksekutif dan legislatif dalam pembangunan demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Sehingga, lanjutnya lagi, tugas dan kewenangan yang diberikan oleh konstitusi bisa terjalinnya kerjasama yang baik demi kemajuan masyarakat, serta visi Kabupaten Muara Enim yang “Merakyat” bisa terwujud.
Share:

Meski Telah Diguyur Hujan, Asap Masih Dikeluhkan Warga PALI

PALI -- Warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih mengeluhkan adanya asap. Meski tidak pekat lagi karena telah diguyur hujan beberapa kali, tapi asap tersebut cukup mengganggu aktivitas warga setempat, terlebih saat sore hari menjelang malam.

Dikatakan Harmoko, warga Tempirai bahwa asap tersebut diduga berasal dari kebakaran lahan gambut yang masuk wilayah desa tersebut, dimana kebakaran itu hingga saat ini masih berlangsung meskipun titik apinya sudah berkurang.

"Kami masih alami gangguan pernapasan, yang disebabkan asap yang masih muncul ketika sore hari," ungkap Harmoko, Senin (21/10).

Hal sama diutarakan Dedi Handayani, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, bahwa asap diduga sengaja dibakar oknum tidak bertanggung jawab.

"Sebab titik api tidak pernah habis, padam disatu titik, besoknya akan timbul lagi di lain tempat. Dan lokasi kebakaran saat ini antara lahan PT Proteksindo dan lahan warga," terang Kades.

Terpisah, H Zairin, Kepala Puskesmas Tempirai menyatakan bahwa untuk menekan keluhan warga, pihaknya telah membagikan masker terhadap warga yang terdampak langsung asap.

"Kita telah bagikan masker lebih kurang 7.000 buah. Dan dari data kami, warga yang terkena ISPA meningkat sejak Agustus sampai pertengahan Oktober, tetapi angkanya tidak signifikan, serta tidak ada pasien yang dirujuk, karena sifatnya masih tergolong ringan dan masih bisa kita atasi. Kita juga sering mendatangi langsung ke sekitar lokasi kebakaran lahan maupun kebakaran rumah bersama tim PSC 119 untuk antisipasi adanya korban," kata Zairin. (sn)
Share:

Buka Perkemahan Santri, Bupati PALI Inginkan Santri Hindari Paham Radikal

PALI,SININEWS.COM - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo meminta agar santri yang ada di Bumi Serepat Serasan khususnya atau yang tengah menimba ilmu di luar daerah untuk dapat menjadi insan yang mulia, berguna untuk bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan saat membuka perkemahan santri dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten PALI, Minggu (20/10) yang dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Islamiyah KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

"Santri juga kami harapkan dapat terhindar dari paham yang bisa merusak persatuan Indonesia, seperti paham radikal," harap Bupati.

Bupati juga bersyukur atas telah di sahkannya UU Pesantren yang merupakan bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia.

"Kami juga ucapkan terimakasih kepada NU yang terus memperjuangkan Dakwah Islamiah di PALI, dan kami berharap semoga PALI daerah religi bisa tercapai," tutup Bupati.

Sementara dari data PCNU Kabupaten PALI, puncak kegiatan HSN bakal digelar pada Selasa (22/10) mendatang di halaman Kantor Bupati PALI yang diikuti seluruh Ponpes yang ada di Bumi Serepat Serasan dilanjutkan kirab santri.

Tetapi sebelum digelar puncak HSN, seluruh Ponpes di PALI bakal gelar gebyar shalawat yang dilaksanakan pada Senin malam (21/10) pada masing-masing Ponpes. Sedangkan untuk kemah santri digelar selama dua hari mulai Minggu (20/10) sampai Senin (21/10).

"Kami atas nama masyarakat PALI mengucapkan selamat HSN, dan apresiasi terhadap disahkannya UU Pesantren yang mana undang-undang itu bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan Ponpes," ujar Aka Cholik Darlin, tokoh muda Lematang yang ikut hadiri pembukaan perkemahan santri. (SN/ADV)
Share:

Siswa Hilang Ditemukan, Ada Sosok Nenek Yang Membantu dan Merawat Rianty

Foto : Suasana dirumah korban kehilangan di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Rianty (15) warga Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat didepan Toko Harmonis Prabumulih, minggu (20/10)

Anak bungsu dari dua bersaudara itu ditemukan Sailani saat sedang berjualan sayur yang juga merupakan warga Desa Tanjung Telang, saat ditemukan Rianty sedang duduk didepan toko dengan keadaan tubuhnya lemas. Rianty ditemukan sekitar pukul 03.00 wib dinihari

“aku lihat dio lagi duduk di depan toko, terus aku panggil ternyata benar itu Rianty” kata Rusdianto Sekretaris Desa Tanjung Telang menirukan ucapan Sailani

Lanjut Rusdianto, Korban kehilangan yang memiliki kelainan dalam berbicara itu (tuna rungu) sebelumnya ditemukan seorang nenek yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya

“ada informasi dari telepon warga kito, bahwa ada korban yang hilang sudah ditemukan” lanjut Sekdes Rusdianto seraya mengatakan jika saat ditemukan Rianty sudah berganti baju yang diberi oleh nenek tersebut

Untuk informasi Nenek yang menemukan Rianty saat masih belum diketahui indentitasnya dan akan dicari oleh pihak keluarga kerena dianggap telah membantu korban saat sedang membutuhkan bantuan (sn1)

Share:

Usai Karnaval, Siswi SMAN 5 Prabumulih ini Belum Pulang Kerumah

Foto : Rianty (15) siswi kelas XI SMA N 5 Prabumulih yang hingga saat ini belum pulang usai karnaval HUT Prabumulih ke 18

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Semarak Karnaval menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Prabumulih dihebohkan dengan kehilangan seorang peserta pawai karnaval yang hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya, sabtu (19/10)

Rianty (15) siswa sekolah asal SMA Negeri 5 Prabumulih yang duduk dikelas XI itu hingga saat ini belum pulang kerumah usai mengikuti karnaval HUT Kota Prabumulih Ke 18 tahun

Diketahui siswa yang tinggal di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih ini sebelumnya mengaku sakit saat dalam perjalan sehingga dirinya memutuskan keluar dari barisan karnaval

“tadi dio tu ngaku sakit dan muntah, jadi dio izin keluar dari barisan dan diantar anggota osis sekolahnya” ucap Dodi warga Tanjung Telang saat dimintai keterangan

Menurut informasi yang didapat Rianty yang memiliki kekurangan dalam berbicara itu (Tuna Rungu) meminta untuk diturunkan disekitaran Gedung Kesenian untuk istirahat dan hingga kini keberadaannya belum diketahui

Sementara itu, Hayani ayah korban mengatakan jika dirinya saat ini masih melakukan pencarian dan telah meminta bantuan kepada pihak kepolisian yang dibantu warga serta kerabatnya menyisir tempat terakhir putrinya mengikuti barisan karnaval

“hilangnyo sekitar jam 5 sore tadi pak, usai hujan deras tadi, anak aku ini ada kekurangan, bicaranya kurang jelas” ucapnya seraya mengatakan jika HPnya juga tidak dibawa sehingga menyulitkan proses pencarian

Terpisah, Firman salah satu guru SMAN 5 Prabumulih saat dihubungi melalui pesan singkat Messager facebook mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pencarian dan menghubungi beberapa teman dekatnya saat pawai tadi siang

“kito masih cari disekitaran jalan sudirman pakai motor, mudah-mudahan bisa ketemu dan bagi yang melihat bisa infokan ke kami atau lapor ke polisi” imbaunya(sn)

Share:

Pertamina Pendopo Beri Penghargaan Penulis Terbaik pada PBI

PALI. Perwakilan PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, Cerry menyatakan bahwa pihaknya bakal memberikan penghargaan pada peserta Penyuluhan Bahasa Indonesia (PBI) kategori penulisan berita terbaik selama kegiatan berlangsung. 

Dimana kegiatan tersebut digelar Balai Bahasa Sumatera Selatan, bekerja sama dengan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) selama empat hari, sejak Rabu (16/10) sampai Sabtu (19/10) di gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo. 

"Tiga penulis terbaik akan kami berikan penghargaan, tim penilai kami serahkan dari Balai Bahasa Sumatera Selatan," kata Cerry, yang disampaikannya sebelum penutupan kegiatan PBI, Sabtu (19/10).

Sementara itu, Ketua PWI PALI, Nurul Falah memberikan apresiasinya terhadap support Pertamina Pendopo. 

"Kita ketahui bahwa pada kegiatan ini Pertamina telah mendukung penuh dengan menyiapkan tempat dan makanan ringan. Terlebih bakal memberikan penghargaan bagi peserta penulis berita terbaik yang terdiri dari jurnalis dan perwakilan beberapa instansi. Tentu pemberian penghargaan ini menambah semangat kawan-kawan yang ikuti kegiatan PBI," terang Ketua PWI. (sn.008)
Share:

Kades Tapus Terpilih Diduga Menggunakan Ijazah Palsu, Panitia : Sudah Kami Laporkan Tapi Belum Ditindak

Foto : Ibu.Ispada Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim saat memeberikan tanggapan terkait dugaan ijazah palsu

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Sebanyak 102 Desa dari 18 Kecamatan telah melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di Kabupaten Muara Enim pada tanggal 26 September 2019 lalu, salah satunya yakni pemilihan Kepala Desa Tapus Kecamatan Lembak yang secara tertulis dimenangkan oleh AS

Namun kemenangan yang diraih oleh AS menjadi tanda tanya besar bagi dua pasangan calon lainnya yang menduga syarat yang dilampirkan Cakades asal Tapus itu tidak memenuhi syarat dalam pemilihan kepala desa

Diantara persyaratan untuk mengikuti Cakades antara lain membawa ijazah asli dan SKHUN Asli, membuat surat pengantar dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hal tersebut bertujuan untuk memastikan para calon kepala desa benar dan pernah belajar di PKBM 

Hal tersebut pernah dipertanyakan oleh tim kedua calon Kades yang bersaing, yang meragukan keaslian ijazah cakades terpilih

“seminggu setelah pemilihan kami dapat laporan dari cakades pesaing pak, waktu itu sudah kami laporkan ke Kecamatan untuk diselesaikan secara kekeluargaan” ucap Indarwan salah satu panitia Pemilihan Kepala Desa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon

Terpisah, Sekretaris Camat (Sekcam) Lembak Ardiansyah saat dikonfirmasi di Kantornya beberapa waktu lalu mengatakan belum ada laporan masyarakat terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan Cakades terpilih saat ini

“untuk saat ini belum ada laporan masyarakat, jadi kita belum bisa memberikan tanggapan, namun jika ada aduan ke kita baru bisa kita tindak lanjuti” ucapnya

Tim sininews.com mencoba mengkonfirmasi Kepala Desa Tapus terpilih melalui sambungan telepon dan via sms namun hingga saat ini belum ada tanggapan 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim Plt. Dr.H.Zainal Abidin M.Si melaui kasie Kurikulum Ispada saat dikonfirmasi langsung diruang kerjanya mengatakan dilihat dari kasus keaslian ijzah tersebut sangat diragukan keasliannya dan sebelum registrasi panitia harus teliti keaslian ijazah para peserta calon kepala desa

“dari ijazah cakades ini memang kita meragukan keasliannya, dalam legalisir itu memiliki masa aktif selama tiga bulan, sedangkan yang tertulis diijazah itu dikeluarkan oleh kepemimpinan Amirul yang sudah lama diganti” katanya 

Sambungnya lagi, lebih baik pihak yang bersangkutan yang diduga memakai ijazah palsu harus ditelusuri oleh tim panitia dan bisa berkordinasi dengan pihak kecamatan (sn1)

Share:

Akhirnya Pendopo Diguyur Hujan

PALI,SININEWS.COM - Warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lega setelah pada Kamis (17/10) sekitar pukul 15.00 WIB hujan turun mengguyur sebagian wilayah Bumi Serepat Serasan. Meski tidak deras, namun secercah harapan akan berakhirnya bencana kebakaran lahan bisa terwujud. 

"Alhamdulillah, hujan turun setelah lebih dua minggu kekeringan," ujar Bio, salah satu warga Pendopo.

Sama halnya diutarakan Putra, dirinya berharap musim hujan bisa segera datang, lantaran saat ini kabut asap selimuti sebagian besar wilayah PALI.

"Semoga saja kebakaran lahan bisa cepat padam dan asap hilang," harapnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts