Masih Keluyuran Diluar Rumah, Jubir Covid 19 Sumsel : Akan Kami Jemput Paksa Bersama Anggota!

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Juru Bicara (Jubir) Penanganan dan pencegahan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan, Yusri, SKM, M.KM mengaku sudah mendapat informasi adanya pasien positif covid 19 di  Prabumulih yang masih keluyuran diluar rumah. 

Adanya informasi itu, pihaknya telah menyampaikan kepada tim teknis Dinas Kesehatan Kota Prabumulih untuk melakukan tindakan prosedur yakni menghimbau yang bersangkutan untuk mengisolasi diri.

“kita sudah sampaikan ke Dinkes Prabumulih untuk diisolasi untuk proses penyembuhan dan juga untuk memutus penularan kepada yang lain,” ucapnya 
Disinggung mengenai tindakan apa yang harus diambil oleh pihak Pemerintah dan Dinas Kesehatan mengenai ketidakkooperatifan keluarga pasien yang positif? Dirinya mengatakan sebelumnya sudah menyampaikan dengan pihak Teknis Pemkot Prabumulih dan Dinkes untuk segera mengisolasi pasien di rumah sakit rujukan.

“Seharusnya diisolasi, jika Pemerintah tidak sanggup menangani pasien positif itu, maka kami akan ambil tindakan tegas dengan jemput paksa” bebernya.

Yusri menegaskan. Apabila imbauan untuk mengisolasi diri tidak diindahkan, maka pihaknya akan melakukan penjemputan paksa bersama petugas terhadap pasien yang bersangkutan. 

"Kita akan segera melakukan pendekatan persuasif keluarga pasien terlebih dahalu untuk segera diisolasi," tegasnya. 

Lebih jauh Yusri menuturkan, masyarakat perlu memahami bahwa orang yang hasil pemeriksaan laboratoirum Positif Corona Virus berarti di dalam tubuhnya mengandung Virus. 

"Virus ini menular dari orang yang sakit ke orang yang sehat melalui percikan air ludah yang mengandung virus yang keluar pada saat berbicara, bersin, batuk yang kemudian terhisap oleh orang yang sehat," ujarnya.

Virus juga, kata Yusri, dapat menempel dibenda dan orang sehat menyentu benda tersebut dan menempel ditangannya. sehingga kalau tidak cuci tangan virus bisa masuk ke tubuh orang sehat pada saat makan, menyentuh hidung dan mata. 

Untuk pasien yang menderita sakit ringan dalam penanganannya bisa di isolasi di rumah dengan ketentuan tidur tidak boleh sekamar, atau terpisah dengan anggota keluarga yang lain.

"Pasien juga wajib memakai masker jika keluar kamar dan berbicara dengan anggota keluarga, berbicara dengan jarak lebih dari 1 meter," kata Yusri.

Tak hanya itu, lanjut Yusri, pengelolaan alat makan yang digunakan orang tersebut harus baik, bahkan penggunaan kamar mandi harus terpisah, tidak boleh keluar rumah karena khawatir menularkan ke orang lain. Sehingga untuk perawatan rumah harus benar-benar orang yang patuh dengan aturan itu. 

Namun, kata Yusri, keadaan seperti ini sulit ditemukan apalagi fasilitas rumah yang tidak memadai. sehingga jalan yang paling baik adalah pasien harus diisolasi di rumah sakit atau tempat khusus yang telah ditentukan pemerintah.

"inilah prinsip yang harus diperhatikan oleh kita semua untuk dipatuhi mulai dari orang itu sendiri, keluarganya, masyarakat dan semua elemen baik pemerintah dan swasta kalau kita ingin penyebaran penyakit ini berhenti dan kita semua dapat menikmati kehidupan yang normal lagi," pungkasnya.(SN)
Share:

Pasien PDP Covid-19 Prabumulih Keluar Rumah? Ini Reaksi Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sumsel

Foto : Ilustrasi / Petugas Gerai sedang menyemprotkan cairan disenfektan
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Grapari Telkomsel Kota Prabumilih mendadak tutup. Pasalnya, beberapa hari lalu gerai yang beralamat di Jalan Sudirman itu sempat dikunjungi pasien PDP yang dinyatakan positif corona pada Kamis (3/4).

Supervisor provider Grapari Zarinda mengatakan, penutupan dikararenakan salah satu pasien yang merupakan pelanggan tetap mengurus tagihan kartu pada Selasa (31/3) sekitar pukul 11.

"Selasa kemarin yang bersangkutan masuk nak bayar tagihan kartu Hallo, namun pihak Gerai langsung mengarahkan pengecekan tagihannya melalui telepon selular (Call Center 188)," katanya.

Dikatakan Zarinda, dengan keluarnya pemeriksaan dengan hasil positif. Pihak gerai memilih menutup kantor. "Gerai tutup selama dua hari untuk disterilkan” ungkap Zarinda yang mengaku sudah berkonsultasi dengan dinas kesehatan.

Keluarga pasien masih ODP dan pasien yang positif informasinya masih keluar rumah.

Ari salah satu saksi mata mengatakan ia melihat salah satu keluarga dekat  ODP berbelanja ke salah satu minimarket di Kota Prabumulih. 

"Tadinyo nak beli pempers. Oleh tahu itu ODP, jadi cepat-cepat keluar pindah ke minimarket lain," ujarnya sembari menyayangkan dimana seharusnya keluarga masih harus tetap melakukan isolasi mandiri.
Sementara itu, tim sininews.com mencoba mencari tau kebenaran informasi yang beredar dengan menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih dr.Happy Tedjo Sumali melalui sambungan telepon namun hingga saat ini belum ada reapon

Terpisah, Yusri, SKM, M.KM selaku Juru Bicara (Jubir) Penanganan dan pencegahan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan dirinya sudah mengetahui informasi tersebut namun pihaknya mengaku telah menyampaikan kepada tim teknis Dinkes Prabumulih untuk tindakan prosedur harus diisolasi

“kita sudah sampaikan ke Dinkes Prabumulih untuk diisolasi untuk proses penyembuhan dan juga untuk memutus penularan kepada yang lain” ucapnya

Masih kata Yusri, masyarakat perlu memahami bahwa orang yang hasil pemeriksaan laboratoirum Positif Corona Virus berarti di dalam tubuhnya mengandung Virus. Virus ini menular dari orang yang sakit ke orang yang sehat melalui percikan air ludah yang mengandung virus yang keluar pada saat berbicara, bersin, batuk yang kemudian terhisap oleh orang yang sehat.

Virus juga dapat menempel dibenda dan orang sehat menyentu benda tersebut dan menempel ditangannya. sehingga kalau tidak cuci tangan virus bisa masuk ke tubuh orang sehat pada saat makan, menyentuh hidung dan mata, orang sakit ringan dalam penanganannya bisa di isolasi di rumah dengan ketentuan tidur tidak boleh sekamar, atau terpisah dengan anggota keluarga yang lain.

Pasien juga wajib memakai masker jika keluar kamar dan berbicara dengan anggota keluarga, berbicara dengan jarak > 1 meter.

Tak hanya itu, pengelolaan alat makan yang digunakan orang tersebut harus baik, bahkan penggunaan kamar mandi harus terpisah, tidak boleh keluar rumah karena khawatir menularkan ke orang lain.

Sehingga untuk perawatan rumah harus benar-benar orang yang patuh dengan aturan itu. keedaan seperti ini sulit ditemukan palagi fasilitas rumah yang tidak memadai. sehingga jalan yang paling baik adalah isolasi di rumah sakit atau tempat khusus yang telah ditentukan pemerintah. inilah prinsip yang harus diperhatikan oleh kita semua untuk dipatuhi mulai dari orang itu sendiri, keluarganya, masyarakat dan semua elemen baik pemerintah dan swasta kalau kita ingin penyebaran penyakit ini berhenti dan kita semua dapat menikmati kehidupan yang normal lagi” jelasnya 

Disinggung mengenai tindakan yang harus diambil oleh pihak Pemerintah dan Dinas Kesehatan mengenai ketidak kooperatifan keluarga pasien yang positif dirinya mengatakan sebelumnya sudah menyampaikan dengan pihak Teknis Pemkot Prabumulih dan Dinkes untuk segera di Isolasi mandiri ataupun di rumah sakit rujukan

“Seharusnya diisolasi, jika Pemerintah tidak sanggup menangani pasien positif itu maka kami akan ambil tindakan tegas dengan jemput paksa” ucapnya

Jubir Gugus Tugas Covid-19 akan segera melakukan pendekatan persuasif keluarga pasien terlebih dahalu untuk segera diisolasi namun jika hal tersebut tidak diindahkan maka dengan terpaksa pihaknya akan melakukan jemput paksa bersama petugas.(tau/sn)
Share:

Larang Beraktifitas, Sejumlah warga Gelar Sweeping ke Pltu Sumsel-1. Herida : Kami di Lockdown!

Foto : Istimewa / tampak sejumlah warga mendatangi pintu masuk PLTU Sunsel-1
MUARA ENIM, SININEWS.COM – Masyarakat Desa Tanjung Menang Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim keluhkan masih banyaknya warga negara asing (WNA) yang bekerja di lingkungan perusahaan PLTU Sumsel-1, jumat (3/4/20) 

Hal tersebut dikatakan Nurul Tokoh Masyarakat Desa Tanjung Menang Kabupaten Muara Enim saat dihubungi melalui pesan singkat whatsapp (wa), dirinya menyayangkan saat ini pihak perusahaan PT.SGLPI PLTU Sumsel-1 masih terlihat bekerja ditengah dampak Virus Corona Dieses (Covid-19) yang menjarah wilayah Indonesia khususnya Sumatera Selatan 

"Hari ini masyarakat dua kecamatan belimbing dan Rambang niru turun kelapangan di gerbang masuk PT SGLPI di PLTU Sumsel satu demi kepentingan kesehatan masyarakat sekitar maka masyarakat dua kecamatan memantau langsung kegiatan di PLTU setelah masarakat turun masih ada kegiatan yang di lakukan oleh pihak PLTU” Ucapnya 

Lanjut Nurul, Pihak perusahaan mengaku sedang Lockdown atau Karantina Wilayah namun akunya saat ini masih ada aktifitas keluar-masuk perusahaan 

"Pihak PLTU tidak sungguh-sungguh melakukan Lockdown” tegasnya 

Terpisah, Penasehat Hukum Desa Tanjung Menang Abi Samran, S.H saat dibincangi di salah satu tempat di Palembang mengatakan pihak perusahaan harus memperhatikan kepentingan masyarakat diatas kepentingan perusahaan 

Sementara itu, Herida Hubungan Masyarakat (Humas) Sumsel-1 saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan saat ini tidak ada kegiatan dilingkungan perusahaan karena virus corona perusahaan mengkanrantina wilayah tersebut dari kegiatan 

"sudah hampir tiga minggu kami di lockdown, tidak ada kegiatan” ucapnya singkat 

Untuk diketahui saat ini sejumlah warga dua Kecamatan Belimbing dan Rambang Niru melakukan sweping didepan pintu gerbang PLTU Sumsel-1 untuk memantau pergerakan pekerja yang saat ini di Lockdown untuk menghindari penyebaran virus corona diwilayah tersebut 

Dalam rekaman video yang didapat tim sininews.com sejumlah warga terlibat adu mulut dengan petugas keamanan perusahaan yang memprotes adanya aktifitas perusahaan ditengan virus pandemi covid-19 

AKP Apriansyah Kapolsek Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim mengatakan masyarakat jika menginginkan pengamanan mengenai dampak virus corona diwilayah nya, harus melibatkan pihak Dinas kesehatan dan pemerintah 

"dalam situasi yang darurat kesehatan ini kita harap masyarakat mengurangi aktifitas, saat ini juga perusahaan sedang dikarantina dan tidak ada kegiatan jika menginginkan pendirian Posko pantau Covid-19 harus koordinasi dengan Pemerintah” sarannya (tau/sn) 
Share:

Petir Sambar Warga Jerambah Besi, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

PALI - Hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis sore (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB rupanya menelan korban. Pasalnya hujan bukan hanya diikuti angin kencang saja tetapi juga disertai petir, yang menyambar Manai (40) salah satu warga Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Dari informasi yang dihimpun media ini, korban selamat, hanya saja kondisi korban pingsan dan tubuh korban kejang serta perutnya terlihat membesar pasca petir menyambar. 

"Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung melarikan korban ke RSUD Talang Ubi," ungkap Herman, Sekdes setempat. 

Menurutnya, korban saat kejadian tengah memegang handphonenya. "Posisi kejadian dalam rumah dan korban tengah memegang handphone. Dari kondisi tubuh korban tidak ada luka, hanya pingsan dan saat ini masih di rawat di RSUD Talang Ubi," terang Sekdes. (sn) 


Share:

Pasien Positif Corona Bertambah, Prabumulih Kembali Sumbang 3 Pasien Tertular

Foto :Ilustrasi / Jatimnews.com
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kota Prabumulih kembali menyumbang angka penderita positif virus corona (Covid-19),sejauh ini dari pantauan website resmi Provinsi Sumsel (Pemprov) dalam penangan virus corona kembali meningkat yang sebelumnya hanya 5 orang kini bertambah 6 orang pasien positif terpapar covid-19, kamis (2/4)

Dari angka yang positif covid-19 tiga diantaranya warga Prabumulih dengan kasus penularan secara lokal atau penularan dari pasien positif corona tertular sebelumnya

dr.Happy Tedjo Sumali, Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih sekaligus Plt.RSUD Prabumulih membenarkan jika saat ini angka Positif tertular corona terus bertambah

“ya dari data yang dipantau pasien yang positif terjangkit virus corona terus bertambah” ucapnya dalam sambungan telepon

Tertanggal 2 April 2020 pasien positif corona diwilayah Sum-Sel terus bertambah secara signifikan, saat ini 6 pasien baru telah ditetapkan positif dan dari informasi yang beredar tiga diantaranya merupakan warga Prabumulih yang pernah kontak langsung dengan Almarhum E

“benar ada warga Prabumulih tapi untuk lebih jelas nanti kita tunggu surat resminya” lanjut dr.Tedjo

Saat ini Pemerintah Kota Prabumulih terus berupaya mencegah virus menular ini diantaranya Pemkot telah menganggarkan dana sebesar Rp. 2 Miliar untuk penanganan Covid-19

Dana yang dianggarkan walaupun tidak begitu besar dibanding Kabupaten / Kota tetangga itu salah satu bentuk Pemerintah Kota Prabumulih serius dalam pencegahan penularan virus corona.(tau/sn)
Share:

Bantu Warga ODP, Dinsos PALI Dan Dinkes Beri Makanan Tambahan

PALI -- Meringankan beban warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya, Dinas Sosial Kabupaten PALI memberikan bantuan setiap warga yang ODP berupa makanan tambahan.

Dikatakan Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI bahwa bantuan tersebut disalurkan langsung door to door.

"Kita langsung berikan bantuan dari rumah ke rumah sesuai data dari Dinkes," ungkap Metty Etika, Kamis (2/4).

Diakui Metty, pemberian bantuan untuk warga ODP dilakukan bersamaan kegiatan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 langsung ke masyarakat.

"Kami berkeliling ke desa-desa selain membagikan bantuan juga mensosialisasikan pencegahan Covid-19 bersama tim satgas. Kami juga berharap usai kami mensosialisasikan, masyarakat juga ikut mendukung dalam memerangi virus corona agar wabah ini tidak masuk PALI dan cepat berakhir," harapnya.

Bantuan serupa juga dilakukan Dinas kesehatan PALI bagi warga ODP. Bentuk bantuan berupa makanan tambahan dan vitamin.

"Meski bantuan tidak seberapa, tetapi selama ODP di isolasi, kami berupaya bantu mereka," kata Mudakir, Plt Kepala Dinkes PALI. (sn)
Share:

Kepala Inspektorat PALI Himbau Warga Jangan Sebar Berita Bohong Terkait Corona

PALI -- Larangan dalam penyebaran berita yang belum jelas sumbernya terkait wabah corona disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kartika Yanti saat mensosialisasikan pencegahan Covid-19 di Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi, Kamis (2/4).

Menurut Kartika bahwa pelaku penyebar berita hoax bakal dijerat hukum, sebab imbas dari berita yang menyesatkan menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat.

"Kami menghimbau warga untuk bijak dan selektif dalam menyaring berita yang diterima. Jangan asal menyebarkan apalagi melalui media sosial, yang jelas dapat menimbulkan simpang siur dan membuat gaduh. Tentu saja, bagi pelakunya bakal berurusan dengan hukum," kata Kartika. 

Pada sosialisasi tersebut, Kartika juga mengajak masyarakat untuk ikut patuhi anjuran pemerintah dalam mencegah corona. 

"Covid-19 tidak akan selesai hanya dengan sosialisasi, tetapi harus didukung semua elemen masyarakat. Kita semua harus bersatu lawan corona," tukasnya. 

Sementara itu, Irwan ST, wakil ketua I DPRD PALI yang ikut dalam kegiatan tersebut didampingi Aswawi Mansur, anggota Komisi I DPRD PALI menjelaskan bahwa dari pengamatannya di beberapa negara,  salah satunya negara Italia. Yang mana Italia itu salah satu negara terbaik dalam sisi kesehatan, tetapi karena menyikapi corona dianggap gurauan akhirnya negara ini terpuruk.

"Apa yang terjadi saat ini di Italia, setiap hari sedikitnya 427 warganya meninggal dunia. Dan dalam tempo tiga hari ada 1.529 warga Italia meninggal. Dari situ kita harus renungi, jangan sampai kejadian itu terjadi di kita. Untuk itu mari kita patuhi anjuran pemerintah, paling tidak hindari bersalaman, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun, kurangi dalam kerumunan karena penyebaran virus itu salah satunya dari kontak langsung," ujar Irwan ST. 

Ditambahkan Irwan ST bahwa imbas corona bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mampu melumpuhkan ekonomi. 

"Kita berdo'a dan berupaya semoga wabah ini cepat berakhir. Namun meski saat ini kita semua cemas, tapi kecemasan itu sampai jangan berlebihan," pesan Irwan. 

Dalam giat sosialisasi cegah penyegaran virus corona di Desa Persiapan Jerambah Besi, turut hadir juga kepala Disdukcapil PALI, Rismaliza, Kepala DPPKBPPPA PALI, Yenni Nopriani, Kepala Kesbangpol, Sangkut, Kepala Dishub Slamet Suhartopo, Kepala Dinsos Metty Etika dan sejumlah OPD yang tergabung pada tim Satgas penanggulangan penyebaran Covid-19 kabupaten PALI. (sn) 





Share:

Antisipasi Covid-19, Tokoh Pemuda Ogan Ilir Lakukan Penyemprotan Disinfektan

INDRALAYA, SININEWA.COM -- Antisipasi penyebaran covid-19, tokoh pemuda Kabupaten Ogan Ilir (OI) Hasanzen selaku Wakil Ketua Karang Taruna bersama unsur lainnya melakukan penyemprotan disinfektan.

Kegiatan penyemprotan disinfektan berlangsung Rabu (1/4) bertempat di Kecamatan Payaraman Kabupaten OI. 

“Hari ini kita lakukan penyemprotan disinfektan disejumlah wilayah dalam kawasan Payaraman," kata Hasanzen. 

Selanjutnya, disebutkan Hasanzen, penyemprotan disinfektan juga dilakukan di kawasan lainnya dalam lingkungan Kabupaten OI, khususnya kawasan yang disinyalir rawan berkembangbiaknya bibit penyakit yang menimbulkan wabah covid-19. 

"Selain itu, juga dilakukan penyemprotan dilokasi umum. Dimana, masyarakat sering berkumpul seperti Pasar, Masjid, Kantor lurah, Camat hingga rumah-rumah penduduk," jelas Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten OI ini. 

Ia juga menghimbau kepada masyarakat khususnya dikabupaten Ogan ilir agar lebih banyak di rumah (Lockdown) berdasarkan arahan dari pemerintah dan disarankan sesudah beraktifitas untuk mencuci tangan menggunakan sabun. 

"Tujuannya ya itu tadi, sebagai upaya untuk pencegahan wabah covid-19," himbau Hasanzen.(Ber/SN)
Share:

Warga Talang Nanas Ditemukan Tewas Tergantung

PALI  -- Warga Talang Nanas Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak gempar lantaran ditemukan jasad tak bernyawa tergantung di dalam kamar rumahnya, pada Rabu (1/4).

Jasad tersebut diketahui bernama Zulkipli (50) warga setempat. 

Dikatakan Syarifudin warga setempat bahwa korban diketahui sudah tergantung sekitar pukul 13.15 WIB.

"Dalam rumah itu ada anak dan istri korban. Tetapi mungkin tidak diketahui, karena kejadian di dalam kamar tidur," ungkap Syarifudin.

Diakui Syarifuidin bahwa warga pun langsung menghubungi polisi. 

"Kemudian datang polisi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit," tukasnya. 

Sementara itu Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi melalui Kanit Pidum Ipda Arjuan bahwa saat ini polisi telah melakukan olah TKP. 

"Korban diduga bunuh diri, untuk penyebab nekatnya korban lakukan bunuh diri, masih kita selidiki. Tapi untuk kepastian apakah bunuh diri atau tidak, kita masih menunggu hasil dokter yang melakukan visum terhadap korban di RSUD Talang Ubi," terang Arjuan. (sn) 
Share:

Ngeyel Tetap Laksanakan Hajatan, Polisi Amankan Soundsystem

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Karena masih ngeyel melaksanakan hajatan khitanan meski sudah diperingati sesuai dengan imbauan dari Bupati, peralatan audio dan alat musik diamankan oleh anggota Polsek Rambang Dangku sebagai tindakan tegas.

Peralatan audio beserta peralatan lainnya ini merupakan milik grup Organ Tunggal DSister asal Prabumulih. Mereka di sewa oleh tuan rumah hajatan khitanan yakni Pihan, warga Desa Siku, Kecamatan Empat Petulai Dangku.

Pembubaran kegiatan ini dilakukan langsung oleh Kapolsek Rambang Dangku, AKP Apriansyah,  beserta anggota pada malam sebelum pelaksanaan acara puncak pada hari, Rabu (0/04/2020). 

Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah Rabu (0/04/2020)mengatakan, sebelumnya, anggota Babinsa dan Babinkamtibmas telah memberikan peringatan kepada tuan rumah saydara Pihan. Bukannya melaksanakan apa yang diperingatkan, namun Pihan tetap ngeyel mekasanakan hajatan.

“Nampaknya tuan rumah tidak mengindahkan peringatan yang kita berikan. Jadi kita ambil tindakan tegas dengan mendatangi lokasi dan langsung membubarkan rangkaian acara yang dilaksanakan semalam (Selasa 31/03-red),” tegas Kapolsek.

Selain membubarkan acara dengan cara yang humanis, pihak kepolisian juga mengamankan peralatan organ tunggal yang telah di sewa oleh tuan rumah. 

“Untuk itu kita amankan peralatan organ di polsek untuk nantinya menjadi perhatian,” tambah Kapolsek.

Terakhir, Kapolsek mengimbau kepada masyarakat, untuk sementara waktu tidak melaksanakan kegiatan yang memungkinkan mengumpulkan masa. Tujuannya adalah agar terhindar dari kemungkinan penyebaran virus covid-19 yang saat ini lagi merebak.

“Kita bukannya tidak mengizibkan atau melarang masyarakat melaksanakan kegiatan. Untuk sementara waktu sesuai dengan imbauan, demi mencegah penyebaran makanya dilarang melaksnakan hajatan. Namun bila kondisi sudah membaik dan memungkinkan, silakan masyarakat apabila ingin melaksanakan hajatan, asal sudah mengantingi izin dan sesuai aturan waktu yang ditetapkan,” pungkasnya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts