Video : Heboh! Wanita di Prabumulih Kepergok Mencuri di Indomart?

Foto : Pelaku berdamai antara pihak toko / Video dihapus atas permintaan keluarga pelaku
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Heboh seorang wanita muda di Kota Prabumulih kedapatan mengutil di salah satu toko retail Indomaret yang ada dijalan Jenderal Sudirman, minggu (10/5/20) sekira pukul 13.30 wib 

Kejadian tersebut membuat heboh lantaran pelaku diduga telah melakukan aksinya berulang kali dan ditempat yang berbeda 

"kecolongan kami oleh cewek itu, lah 7 toko digasaknyo” ucap Sani seorang juru parkir di indomaret Alay Batu saat dibincangi media ini 

Menurut pengakuan beberapa saksi mata dilapangan pelaku yang belum diketahui identitasnya itu kedapatan mencuri beberapa kosmetik, shampo dan lainnya yang dimasukan kedalam tas yang dibawanya dari rumah 

Kejadian tersebut diketahui oleh salah satu Pramuniaga Indomart depan Kantor DPRD Kota Prabumulih, dalam rekaman video yang beredar dari whatsapp wanita tersebut telah berulang kali melakukan aksinya 

"Gajih aku dipotong tiap bulan gara-gara kau maleng sekendak kau, kosmetik kami banyak ilang hampir bejuta” ucap pramuniaga dalam percakapan video yang memergoki pelaku pencurian 

Tim media ini mencoba menghubungi salah satu suvervisor indomart melalui sambungan telepon dan pesan singkat whatsapp untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut namun hingga kini belum ada respon 

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya, Sik.MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Murshal Mahdi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon saat ini pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut namun hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari pihak toko 

"hingga saat ini kita belum menerima laporan resminya (Laporan Polisi) jadi kami tidak berwenang untuk memprosesnya” jelasnya 

Diketahui kejadian tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan dan akan berdamai dengan manajemen toko dan pelaku (tau/sn)  
Share:

Bertambah, Kasus "Transmisi Lokal" Covid-19 Asal Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Dinyatakan Sembuh

INDRALAYA, SININEWS.COM - Kembali bertambah setelah sebelumnya bayi berusia empat bulan asal Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) dinyatakan sembuh dari covid-19 impor. Kini, seorang perempuan inisial S (70) pasien ke-77, warga Pemulutan juga dinyatakan sembuh. Pasien tersebut sembuh setelah menjalani perawatan medis di wisma Atlit Jakabaring Palembang dan diperkuat dengan hasil swab negatif covid-19 yang berasal dari transmisi lokal. 

Secara keseluruhan dengan saat ini, Minggu (10/5) pukul 12.00 pasien yang sembuh dari covid-19 asal Kabupaten OI berjumlah dua orang. Ini disampaikan juru bicara gugus tugas covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo, Minggu (10/5).

Dipaparkan Wahyudi, sampai dengan saat ini, situasi tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 di Kabupaten OI, total ODP berjumlah 201 orang. Sedangkan, 188 orang dari 201 ODP tersebut sudah dinyatakan sehat. Sementara sisanya 13 orang masih dalam masa pemantauan. Total kasus konfirmasi positif sebanyak 9 orang, dua orang diantaranya sembuh, dan satu orang meninggal dunia. 

"Pasien yang meninggal balita laki-laki berusia dua tahun enam bulan, warga Kecamatan Sungai Pinang (kasus impor)," papar Juru Bicara Wahyudi Wibowo. 

Balita yang tercatat sebagai kasus 276 di Sumsel itu telah lebih dulu meninggal dunia pada 4 Mei dan baru dinyatakan positif pada Sabtu (9/5). Karena hasil swabnya baru keluar Jumat (8/5). Balita yang meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin pada 4 Mei lalu. Sebelum meninggal korban didiagnosis terdapat cairan pada paru-parunya.(Ber)
Share:

Tim PSC Jemput Keluarga Pasien 221

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Tim Public Saftey Center (PAC) Gugus Tugas Covid-19 Muara Enim, Sabtu (09/05/2020) menjemput keluarga pasien 221 guna dilakukan isolasi di Rumah Sehat Islamic Center.

Sempat terjadi penolakan dan bersitegang antara keluarga pasien 221 saat petugas PAC Muara Enim akan membawa mereka ke rumah sehat di islamic center untuk dikarantina. Namun akhirnya petugas berhasil meyakinkan dan bisa membawa tiga dari lima keluarga pasien 221.

Dua keluarga pasien yang beralamat di Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul yang menolak dibawa ke Islamic Center akhirnya membuat surat pernyataan bahwa mereka akan melaksanakan karantina mandiri di rumah.

Juru bicara Gugus Tugas Cocid-19 Muara Enim, Panca Diharta, Sabtu (09/05/2020) mengatakan, berdasarkan tracking, keluarga pasien dilakukan karantina untuk mengantispasi dan memutus mata rantai penyebaran virus di lingkungan rumah pasien.

“Saat ini tiga anggota keluarga sudah dibawa ke rumah sehat islamic center huna dilakukan karantina. Mereka juga selain dikarantina juga dilakukan rapid tes guna mengetahui apakah positif atau tidaknya keluarga pasien tersebut,” pungkasnya.(sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 9 Mei 2020




Share:

Bayi 4 Bulan Asal Tanjung Raja Ogan Ilir Terpapar Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Ibunya Masih Dirawat

INDRALAYA, SININEWS.COM - Bayi berusia empat bulan asal Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang sempat dinyatakan terpapar covid-19 (impor) usai pulang dari Malaysia dinyatakan sembuh. Ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo, Sabtu (9/5). Sementara ibu dari balita tersebut, masih menjalani perawatan di Wisma Atlit Jakabaring Palembang. 

"Kasus ke-99, balita berusia empat bulan asal Ogan Ilir sudah dinyatakan sembuh dari covid-19. Sementara ibunya masih dirawat," ucap Jubir Wahyudi Wibowo. 

Ditambahkan Wahyudi, sebelumnya Kabupaten OI terdapat delapan kasus covid-19 dengan perincian, satu kasus di Kecamatan Pemulutan, dua di Tanjung Raja, dua kasus di Kecamatan Rantau Panjang, satu kasus di Indralaya Utara, Indralaya dan satu kasus di Kecamatan Sungai Pinang. 

Sementara diketahui sebelumnya, balita berusia empat bulan dinyatakan positif usai menjalani isolasi selama 14 hari di rumah sehat Wisma Atlit Jakabaring Palembang. Hasilnya Sabtu (25/4) lalu petugas medis menyatakan bayi tersebut positif terindikasi covid-19. 

Juru bicara Covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo menjelaskan, pada Sabtu 11 April lalu pihaknya memperoleh informasi akan kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia melalui penerbangan Internasional Malaysia - Medan hendak menuju ke Sumsel. Sesampainya di Bandara Internasional Medan rombongan TKI asal Sumsel yang berjumlah sembilan orang tersebut, tiga diantaranya berasal dari Kabupaten OI dijemput menggunakan Bis Pelangi dengan plat BL 7386 JH. 

Dua hari kemudian, tepatnya pada Senin 13 April pukul 09.00, tim gugus tugas berangkat dari menuju Terminal Alang-alang Lebar Km 12 untuk menjemput tiga dari sembilan TKI asal Kabupaten OI. "Rombongan langsung diarahkan menuju ke RS Fatimah untuk dilakukan pengecekkan keaehatan (medis)," ujar Wahyudi Wibowo.

Malam harinya, ketiga warga yang berasal dari salah satu Desa yang ada di Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI termasuk seorang bayi langsung dibawa ke Rumah Sehat di Wisma Atlit Jakabaring Palembang untuk dilakukan isolasi selama 14 hari. 

"Tanggal 24 April 2020 (hari ini) hasil pemeriksaan keluar, didapat satu orang bayi berusia empat bulan dinyatakan positif," jelas Juru Bicara Covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo seraya menegaskan warganya yang terindikasi Covid-19 tersebut murni berasal dari impor bukan transmisi lokal.(Ber)
Share:

Rutan Prabumulih Bagikan Langsung Sembako Ke Napi Asimilasi

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kota Prabumulih yang  sebelumnya mendapatkan Asimilasi dari Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) kini kembali mendapat perhatian dari Rutan Prabumulih, jumat siang, (8/5/20) dengan kembali membagikan bingkisan sembako yang disalurkan secara langsung kerumah napi

Sebanyak 25 orang Narapidana Asimilasi mendapat kunjungan langsung Kepala Rutan Prabumulih Reza Mediansyah berasama rombongan, hal tersebut merupakan lanjutan pemberian sembako bantuan Covid-19 dari Kemenkumham RI

"Ya kita berikan langsung Door to Door kerumah Napi Asimilasi" terang Reza seraya mengatakan hal tersebut sembari mengontrol para napi yang diberikan kesempatan untuk bebas setelah melalui proses asimilasi

Paket sembako berupa beras,gula,kecap dan gandum itu diberikan langsung sebagai bentuk kepedulian pemerintah melalui Rutan terhadap dampak pandemi  Corona Virus Disease (Covid-19) (tau/sn)


Share:

Diduga Gelapkan Dana Operasional, 3 mantan Anggota BPD Sedupi Diadukan Kades

PALI -- Sebanyak 3 dari 7 mantan anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dilaporkan kepala desanya karena diduga telah menggelapkan dana operasional BPD yang telah diberikan Pemerintah desa berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019.

Menurut Amran, Kepala Desa setempat bahwa hal itu terungkap saat serah terima jabatan BPD. Yang mana Kades meminta seluruh aset desa dikumpulkan untuk laporan pertanggungjawaban. 

Namun, aset desa yang telah diberikan untuk operasional BPD rupanya tidak lengkap padahal dana untuk pembelian alat operasional tersebut sudah lama dicairkan. 

"Dana itu sebesar Rp 17,1 juta, diperuntukkan pembelian tiga unit laptop dan dua unit lemari besi. Namun ketika dipinta pertanggungjawaban untuk serah terima aset, lemari besi rupanya tidak ada. Dan laptop juga hanya dua unit," ungkap Amran, Kamis (7/5).

Atas dasar itulah, Kades lalu melaporkan tiga mantan anggota BPD untuk mempertanggungjawabkannya. 

"Kami telah datangi Polres PALI untuk melaporkan masalah ini, ada tiga mantan anggota BPD yang dilaporkan, yakni mantan Ketua, wakil ketua dan sekretaris BPD periode 2014-2019. Laporan kami diterima Tipikor Polres dan kami berharap agar pihak penegak hukum untuk segara memprosesnya," tandas Kades. 

Aset BPD tidak lengkap dibenarkan Suryadi, mantan bendahara BPD periode 2014-2019. 

"Saya tidak pernah dilibatkan dalam setiap kegiatan BPD, padahal saya bendahara. Dan untuk aset milik BPD yang saya ketahui ada dua unit laptop baru, satu unit printer dan satu unit laptop pembelian tahun 2018," terang Suryadi. (sn) 
Share:

Tiga Hari, Polisi Amankan Tiga Pengedar Sabu

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Meskipun sekarang kondisi perekonomian terpengaruh dengan dampak pandemik cirus covid19, termyata tidak menyurutkan para pengedar narkoba untuk tetap memasarkan baramg dagangan mereka. 

Begitu juga dengan petugas kepolisian, mereka tetap sigap dalam meberikan keamanan dan kenyamaan serta memutus mata rantai peredaran narkoba di kabupaten muara enim. Dalam tiga hari, Satres Narkoba Polres Muara enim mengamankan tiga tersangka di tempat berbeda.

Pada Selasa (05/05/2020) polisi berhasil mengamankan tersangka Dedi Irawan (37) di Desa Tapus Kecamatan Lembak dengam baramg bukti diduga sabu sabu seberat 0,21 gram saat dilakukan penggeledahan di rongga bada.

Tersangka diamankan dari kecurigaan petugas terhadap tersangka yang gelagatnya mencurigakan saat akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan akibat laka tunggal.

Selanjutnya, petugas kepolisian mengamankan tersangka bernama  Zulkipli (40) yang berdomisisl di  Dusun II Desa Karang endah, Kecamatan Gelumbang,  Kabupaten  Muara Enim.

Zulkipli diamankan petugas jepolisian usai petugas mendapatkan informasi dari masyarakat karena seringnya terjadi transaksi narkoba jenis sabu di Desa Karang Endah.

Setelah itu pihak kepolisian polsek gelumbang berkoordinasi dengan sat res narkoba polres muara enim melaksanakan penyelidikan.  Pada hari Rabu tanggal (06/05/2020) sekira pukul 01.00 wib saat melakukan penyelidikan petugas mengamankan Zulkipli.

Saat diamankan, tersangka juga dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti 4 (Empat) paket Narkotika jenis sabu bruto 1,08 gram dalam dompet kecil warna biru di saku sebelah kanan celana pendek warna coklat merk Cardinal.

Dan terakhir pada hari Rabu (06/05/2020) petugas mengamankan Leo Ganesta (22) warga Desa Lembak Kecamatan Lembak karena menguasai, memiliki dan menyimpan narkkba diduga sabu.

Penangkapan tersangka bermula adanya informasi yang di terima personil  Polsek Gelumbang dari masyarakat. berdasarkan informasi tersebut personil Polsek Gelumbang melakukan penyelidikan  tentang kebenaran informasi tersebut yang mana hasil penyelidikan benar bahwa pelaku sering melakukan transaksi narkoba di Tkp.

Selanjutnya personil Polsek Gelumbang langsung menghampiri dan mengamankan pelaku kemudian dilakukan pemeriksaan rongga badan di ketemukan barang bukti berupa 1 (satu) paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto  0,24 gram. 

Selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Sat Resnarkoba untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reserse Narkoba Polres Muara Enim AKP I Putu Suryawan SH, SIK, menjelaskan ketiga pelaku dan barang bukti tersebut sudah kita amankan di Sat Resnarkoba Polres Muara Enim guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 8 Mei 2020





Share:

Cegah Corona, BPD Tempirai Utara Bagikan Ribuan Masker

PALI, SININEWS.COM - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membagikan ribuan masker ke masyarakat setempat.

Ketua BPD Tempirai Utara, Anton Afrison mengatakan, ini merupakan bentuk kepedulian kita untuk membantu pemerintah kabupaten PALI untuk memerangi virus Corona.

"Ya kita telah melakukan pemberian masker ke warga Desa Tempirai Utara, dalam pemberian ini kita mendatangi dari rumah ke rumah. Kita berikan setiap rumah mendapatkan dua masker," katanya.


Anggota BPD Tempirai Utara, Ipantri mengatakan, sebanyak 1.500 masker yang dibagikan ke masyarakat. Tentunya hal ini sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang tengah menjadi pendemi saat ini.

"Ada 1.500 buah masker yang kita bagikan.  Kita sebagai refsentasi dari masyarakat untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada warga untuk mencegah penyebaran virus ini," kata Jemu sapaan akrabnya saat membagikan masker didampingi jajaran BPD lainnya.

Kendati demikian, Jemu menegaskan pembagian masker tersebut bersumber dari dana operasional BPD tahun 2020. Namun Jemu tidak merinci besaran anggaran operasional tersebut.

"Sumber dana pembagian masker ini dari dana operasional BPD 2020," katanya.


Sementara itu, Kunci, Salah satu warga yang mendapatkan bantuan masker itu mengatakan, dirinya merasa terbantu adanya bantuan masker dari jajaran BPD Tempirai Utara. Kendati dengan adanya masker ini masyarakat pun dapat mencegah terjadinya penyebaran virus corona ini.

"Kami apresiasi langkah BPD Tempirai Utara ini dalam mencegah penyebaran virus ini. Alhamdulillah sedikit terbantu adanya masker ini," tandasnya.(sn/yogi)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts