Wako Prabumulih Khawatir Covid 19 Gelombang Kedua

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Masyarakat Kota Prabumulih saat ini boleh berbangga hati dengan telah habisa kasus positif pasien covid-19 yang dirawat oleh tim medis. Namun meski demikian bukan berarti wabah virus corona atau covid-19 sudah musnah di Bumi Seinggok Sepemunyian ini.

Sebab virus tersebut masih merajalela di tengah masyarakat. Bahkan bukan tidak mungkin kasus positif covid-19 sewaktu-waktu akan kembali menyerang masyarakat pada gelombang berikutnya.

Hal inilah yang menjadi kekhawatiran Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM. Apalagi masyarakat sampai lengah dan mulai meninggalkan protokol kesehatan yang telah diarahkan oleh pemerintah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Orang nomor satu di Kota Prabumulih ini menuturkan, penerapan new normal atau yang biasa ia sebut dengan istilah new life atau kehidupan baru bukanlah semata-mata untuk membebaskan masyarakat dari ancaman bahaya virus corona.

Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat yang selama ini sempat terhambat akibat dampak penyebaran wabah virus corona. Namun dengan catatan masyarakat harus tetap menjalani protokol kesehatan sebagaimana mestinya.

Bahkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus itu pemerintah pun terpaksa harus membatasi ruang gerak masyarakat. Salah satunya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), khususnya bagi daerah yang masuk dalam wilayah zona merah seperti Kota Prabumulih yang merupakan daerah pertama di Sumatera Selatan sebagai daerah zona merah.

Untuk itu, pria yang sudah dua kali menjabat sebagai Walikota Prabumulih ini terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak serta menggunakan hand sanitizer setiap saat.

"Kita jangan lengah, jangan sampai new normal ini membuat kita jadi mengabaikan protokol kesehatan. Karena ini penting untuk kita semua agar terhindar dari paparan virus corona," ujar Ridho kepada awak media usai menghadiri acara Rapat Paripurna di gedung kantor DPRD Kota Prabumulih, Senin (15/06/2020).

Masih kata Ridho, ia tidak ingin sebelum ekonomi masyarakat bangkit saat penerapan new normal ini wabah virus corona malah lebih dahulu meledak. Untuk itu tim medis sebagai garda terdepan akan terus disiagakan seperti semula.

Bahkan pihaknya tidak akan berhenti untuk menghimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi wabah virus corona dengan terus menjalankan protokol kesehatan.

"Taat dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan bukan hanya saat waktu penerapan PSBB saja. Tapi untuk seterusnya, selagi belum ditemukannya vaksin untuk penangkalnya virus ini tidak akan bisa dihindari," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih, dr Hesti Widyaningsih, menurutnya siklus atau gelombang ke dua serangan virus corona harus tetap diwaspadai oleh masyarakat. Sebab hal ini sudah menjadi pengalaman bagi daerah lain di sejumlah negara yang terjangkit wabah virus corona.

Untuk itu dengan adanya pelonggaran atau penerapan new normal oleh pemerintah harus dijadikan sebagai pengalaman berharga agar kasus demikian tidak terjadi di Kota Prabumulih.

"Meskipun kita saat ini sudah menjalani era baru atau new normal namun kita harus tetap waspada. Selagi virus ini masih ada kita tidak bisa melepaskan tindakan pencegahan yang sudah dijalankan pada peningkatan kasus saat sebelumnya. Karena new normal ini bukanlah suatu jaminan virus corona akan hilang," pungkasnya
Share:

Ada 11 Kasus Terkonfimasi Positif Covid-19, Warga PALI Dihimbau Tetap Waspada

PALI -- Data terakhir kasus terkonfimasi positif Covid-19 di Bumi Serepat Serasan hingga Senin (15/6) ada 11 kasus, artinya tidak ada penambahan sejak dirilis terakhir pada Minggu (14/6) kemarin. 

Hal itu diungkapkan Mudakir, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Menurutnya hingga Minggu malam, BBLK Palembang maupun dari Muara Enim belum mengirimkan hasil swab tes. 

"Tidak ada penambahan, tetap masih 11 kasus. Satu diantaranya telah dinyatakan sembuh yakni dari kecamatan Tanah Abang. 10 warga terkonfimasi saat ini berada di ruang isolasi RSUD Talang Ubi," terang Mudakir, Senin (15/6).

Warga yang terkonfimasi positif Covid-19 yang mendapat tindakan medis di RSUD Talang Ubi dijelaskan Mudakir telah menunjukkan kemajuan. 

"Yang sakit telah membaik dan yang tanpa gejala menunggu hasil swab lanjutan. Dalam masa isolasi di RSUD Talang Ubi, pengawasan medis dilakukan rutin serta asupan gizi juga vitamin seluruh warga terkonfimasi dipenuhi, mudah-mudahan hasil swab lanjutan bisa negatif," harapnya. 

Dengan adanya 11 kasus terkonfimasi positif Covid-19, Mudakir mengaku bahwa status PALI tidak lagi hijau. 

"Untuk status bukan kita yang menilai, juga terkait penerapan new normal harus melalui kajian-kajian. Namun apapun status PALI, kita tetap harus mewaspadai dengan menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan sesusai standar Covid-19. Yakni jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan agar kita bisa terhindar dari virus corona," ajaknya. (sn) 
Share:

Masyarakat Lematang Inginkan Heri Amalindo Berpasangan Aka Cholik

PALI -- Menghadapi Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada Desember tahun ini, dimana salah satu daerah yang bakal menggelar pesta demokrasi adalah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Tentu saja nuansa politik di wilayah Bumi Serepat Serasan sudah terasa dan saat ini menjadi buah bibir masyarakat yang menerka-nerka pasangan kandidat yang bakal bertarung untuk menduduki kursi PALI satu dan dua. 

Banyak diantara masyarakat yang secara langsung menginginkan adanya pasangan calon dari daerahnya masing-masing. Seperti dari sejumlah masyarakat Lematang. 

Dari banyaknya keinginan masyarakat Tanah Abang, rupanya masih mengidolakan petahan H Heri Amalindo untuk maju melanjutkan kepemimpinannya dua periode.  Hanya saja, sebagian besar masyarakat Lematang ingin petahana menggandeng putra kelahiran Tanah Abang untuk maju pada Pilkada Desember mendatang. 

Seperti yang diungkapkan, Turisno mantan Kades Muara Sungai Dua Kecamatan Tanah Abang berharap H Heri Amalindo melanjutkan kembali kepemimpinannya karena sudah terasa banyak perubahan disana-sini. 

"Contohnya jalan kami sudah cor beton semua dan kami harapkan karena pilkada ini bakal ada lawan, kiranya Pak Heri Amalindo gandeng wakilnya Putra asli PALI yaitu Aka Cholik sangat cocok dampingi beliau. Dimana Bupatinya senior wakil Bupatinya muda bersemangat," harapnya, Senin (15/6).

Sama diutarakan Harmin, salah satu petani jeruk asal Desa Sedupi yang juga inginkan Heri Amalindo 2 Periode.

"Dikarenakan kami sebagai petani sangat merasakan manfaat pembangunan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten PALI dibawah kepemimpinan pak Heri Amalindo. Karena dengan jalan yang sebagian besar telah mulus, harga jual jeruk hasil panen kami meningkat. Dan Alhamdulillah saat ini penghasilan petani jeruk mencapai 20 - 30 Juta / Tahun tengah jumlah tanaman 400 batang," terangnya. 

Saat ditanya siapa yang cocok dampingi petahana, Harmin inginkan Heri Amalindo dengan Aka Cholik.

"Cocok dan serasi. Apalagi masyarakat Sedupi setuju pasangan Heri - AK sudah jadi perbincangan warga kami," tukasnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Milineal Mirza Yuliansyah yang juga cucu dari Letkol Maskuan, Tokoh Presedium PALI asal Tanah Abang sepakat H Heri Amalindo untuk melanjutkan kembali karena pembangunan SDM untuk kalangan muda sangat baik.

"Dari Bujang gadis PALI, Paskibra juga Pramuka beliau sangat peduli. Oleh sebab itu kami ingin dilanjutkan kembali. Untuk pasangan H Heri Amalindo, kami kalangan Muda kec Tanah Abang inginkan Heri Amalindo berpasangan dengan Aka Cholik karena beliau tokoh Lematang yang muda tapi sudah berpengalaman yang mana pernah menjadi anggota DPRD PALI. Kami yakin jika Heri - AK maju, Tanah Abang bisa mendulang 90 % suara, kita lihat saja nanti," tandasnya.

Terpisah petani karet asal Tanah Abang Selatan Marson menyatakan bahwa  masyarakat tetap inginkan Heri Amalindo Bupati PALI kedepannya, karena sudah berpengalaman.

"Kami petani  tidak paham masalah politik namun pak Heri sudah dikenal masyarakat jadi kami inginkan Heri Amalindo lagi. Masalah wakil kami serahkan pada Heri Amalindo , namun jika disuruh pilih kami inginkan Aka Cholik Darlin karena beliau asli Lematang neneknya Asli dari Tanah Abang kakeknya Muara sungai," pintanya. 

Ditambahkan juga Hasna Sagita ketua masjid Desa Raja menilai H Heri Amalindo itu sosok yang Agamis dekat dengan Ulama serta peduli dengan kegiatan keagamaan.

"Kami masih inginkan Heri Amalindo kembali pimpin PALI kedepannya. Wakil kami serahkan kepada H Heri Amalindo siapa yang terbaik untuk beliau , namun jika usul pastinya kami inginkan Heri Berpasangan Aka Cholik karena di desa kami sudah beredar Heri berpasangan Aka Cholik , serasi sama sama agamis ada yang senior ada yang muda artinya melengkapi," ujarnya. 

Menyikapi banyaknya permintaan masyarakat untuk dampingi Heri Amalindo, Aka Cholik Darlin menyebut  bahwa masalah dukungan itu hak masyarakat Lematang. 

"Kita berdoa saja karena kita tidak ada yang tahu apa yang terjadi besok , selagi belum di ketuk palu KPU semua ada kemungkinan. Namun saya tidak ingin berandai andai yang penting saya lahir dan batin siap mendampingi beliau jika diinginkan. Tetapi jika belum jodoh saya tetap menjadi barisan depan bersama beliau," tandas Aka Cholik Darlin.

Diketahui, Aka Cholik Darlin SPdI MM saat ini menjabat Ketua Umum Forum Aspirasi dan kepedulian Rakyat Lematang. Beliau pernah menjadi Wakil Ketua Komisi 1 DPRD PALI Periode 2014. Aktif sebagai pengurus Nahdatul Ulama kabupaten  PALI, Ketua Dewan Kesenian PALI serta saat ini sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten PALI. (sn) 
Share:

Zero Kasus, Wako Prabumulih Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

PRABUMULIH,SININEWS.COM – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Prabumulih kembali memulangkan pasien asal Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) dari Rumah Sakit Charitas Palembang yang telah dinyatakan sembuh setelah melewati masa karantina, sabtu (13/6/20) 

Pasien dengan Kasus Terkonfirmasi Nomor 262 Endar Pratikno (52) dan Suwartinah (55) Kasus Konfirmasi nomor 652 telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit karena dinyatakan Negatif Virus Corona usai dilakukan tes Swab yang kedua kalinya 

“Allhamdulillah akhirnyo kami biso pulang kerumah, dak sangko biso melewati penyakit ini dan penting bagi warga untuk tetap jaga kesehatan” ucap Endar saat bertemu dengan keluarganya di Desa Karya Mulya 

Endar berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan dan istirahat cukup karena virus corona tidak bisa dideteksi dengan mata 
Sementara itu, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dikonfirmasi membenarkan kalau keduanya telah sembuh dan dinyatakan negatif.

“Sebenarnya, sejak Kamis lalu hasil swabnya sudah negatif dua kali. Tetapi, kita menunggu release Gugus Tugas (Gugas) Provinsi. Alhamdulillah, kabar baik akhirnya Prabumulih zero kasus,” ujar Ridho kepada awak media.

Dengan zero kasus, kata Ridho, artinya Prabumulih yang tadi zona merah bisa menjadi zona hijau. “Hal itu, tak lepas kerja keras semuanya. Dengan sejumlah program sebelumnya, PSBB dan sekarang new normal. Protokol kesehatan, harus benar-benar menjadi perhatian serius. Dan, jangan lengah dan tetap waspada. Covid-19 ada di sekeliling kita,” terangnya.

Ia menekankan agar aktifitas seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari keramaian, dan lain-lainnya harus tetap dilakukan. “New normal, hidup baru dengan protokol kesehatan,” tuturnya. 

Kepala Dinas Kesehatan dr.Happy Tedjo menambahkan. Dirinya mengaku sangat bahagia saat menjemput langsung pasien terakhir di RS.Charitas Palembang 

“Saya harap masyarakat bisa menerima kembali pasien yang telah dinyatakan sembuh, dan jangan lupa tetap mengedepankan kesehatan” ucapnya

Setelah sebelumnya 11 orang pasien dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan lebih dulu, kini Prabumulih tidak ada lagi pasien positif yang dirawat atau di Isolasi di Rumah Sakit Sejak bulan Maret lalu jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 33 orang dan meninggal 3 orang

“Ya, ini pasien terakhir yang sudah sembuh dari Covid-19” tutup Tedjo (sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 14 Juni 2020






Share:

Hendak Berburu, Poniman Malah Temukan Mayat Tergantung

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Niat hendak berburu di hutan, Poniman dan rekan rekannya malah menemukan hal yang tidak diduga. Saat sedang berjalan, mereka menemukan sesosok mayat pria tergantung di pohon dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Mengetahui hal itu, Poniman dan rekannya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Desa Muaraharapan Tran Unit 6 , serta Babinsa dan Bhabinkabtimas setempat.

“Kami sedang berburu sama teman teman, dan melihat ada penampakan mayat yang gantung diri di kebun karet dengan keadaan sudah meninggal dunia,” katanya, Minggu (14/06/2020).

Menindak lanjuti laporan tersebut, kepala desa Tran Unit 6 , Babinsa dan Bhabinkabtimas dan pihak INAFIS Polres Muaraenim datang ke TKP menuju kebun karet yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat itu untuk melakukan pengecekan dan olah TKP. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum H.M Rabain Muaraenim guna di lakukan visum.

Diketahui mayat tersebut bernama Antoni (19), hal ini diketahui dari Orang tua korban yang berkerja di sawah milik Gani di Talangseringgit desa Kepur kapur Muaraenim.

Kapolres Muaraenim Akbp. Donni Eka Syahputra SH, S.I.K, MM melalui Kasat Reskrim Polres Muaraeenim yang didampingi Bripka Ucin INAFIS Polres Muaraenim membenarkan kejadian tersebut.

“Memang benar telah ditemukan sesosok mayat yang tewas tergantung, dan kita telah melakukan visum , tidak ada tanda- tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban”jelasnya.

Lanjut dirinya menyampaikan keluarga korban saat ini telah iklas menerima kematian korban dan korban tersebut sudah diserahkan kepada pihak keluarga. “Saat ini pihak keluarga menerima kematian mayat tersebut serta menolak untuk dilakukan otopsi, kini mayat tersebut telah di serahkan ke pihak keluarganya,”pungkasnya.(sn)
Share:

Video : Dua Pasien Covid-19 Pulang, Prabumulih Nihil Pasien Positif

Foto : Dua pasien dinyatakan sembuh dari covid-19 yang diantar langsung Kadinkes dr.Happy Tedjo, sabtu (24/6/20)
PRABUMULIH,SININEWS.COM – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Prabumulih kembali memulangkan pasien asal Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) dari Rumah Sakit Charitas Palembang yang telah dinyatakan sembuh setelah melewati masa karantina, sabtu (13/6/20) 

Pasien dengan Kasus Terkonfirmasi Nomor 262 Endar Pratikno (52) dan Suwartinah (55) Kasus Konfirmasi nomor 652 telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit karena dinyatakan Negatif Virus Corona usai dilakukan tes Swab yang kedua kalinya 
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA KLIK LINK
“Allhamdulillah akhirnyo kami biso pulang kerumah, dak sangko biso melewati penyakit ini dan penting bagi warga untuk tetap jaga kesehatan” ucap Endar saat bertemu dengan keluarganya di Desa Karya Mulya 

Masih kata Endar, dirinya berpesan agar masyarkat untuk tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan dan istirahat cukup karena virus corona tidak bisa dideteksi dengan mata 

Bersama istrinya Suwartinah bisa pulang dan berkumpul dengan sanak keluarganya yang telah menunggu dirumah 
Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dikonfirmasi membenarkan kalau keduanya telah sembuh dan dinyatakan negatif.

“Sebenarnya, sejak Kamis lalu hasil swabnya sudah negatif dua kali. Tetapi, kita menunggu release Gugus Tugas (Gugas) Provinsi. Alhamdulillah, kabar baik akhirnya Prabumulih zero kasus,” ujar Ridho kepada awak media.

Lanjutnya, dengan zero kasus artinya Prabumulih yang tadi zona merah bisa menjadi zona hijau. “Hal itu, tak lepas kerja keras semuanya. Dengan sejumlah program sebelumnya, PSBB dan sekarang new normal. Protokol kesehatan, harus benar-benar menjadi perhatian serius. Dan, jangan lengah dan tetap waspada. Covid-19 ada di sekeliling kita,” tandasnya.

Ia menekankan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari keramaian, dan lain-lainnya harus tetap dilakukan. “New normal, hidup baru dengan protokol kesehatan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr.Happy Tedjo mengungkapnya kebahagiaannya setelah menjemput langsung pasien terakhir di RS.Charitas Palembang 

“Saya harap masyarakat bisa menerima kembali pasien yang telah dinyatakan sembuh, dan jangan lupa tetap mengedepankan kesehatan” ucapnya

Setelah sebelumnya 11 orang pasien dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan lebih dulu, kini Prabumulih tidak ada lagi pasien positif yang dirawat atau di Isolasi di Rumah Sakit Sejak bulan Maret lalu jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 33 orang dan meninggal 3 orang

“Ya, ini pasien terakhir yang sudah sembuh dari Covid-19” tutup Tedjo (tau/sn)
Share:

Covid Pengaruhi Turunya Harga Kopi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sepinya permintaan membuat harga kopi di kabupaten Muara Enim anjlok perkilonya. Hal tersebut juga merupakan dampak dari bencana covid 19 dimana para pengusaha kopi pun sulit memasarkan kopi.

Hardianto salah seorang petani Kopi di semende mengatakan harga kopi saat ini mengalami penurunan dimana saat inu dihargai Rp15-16 ribu perkilo. "Itu harga kopi selang memang lebih rendah karena kualitasnya yang tidak sebaik kopi panen musim yang saat ini dihargai Rp 18-19Ribu perkilonya," ujarnya.

Harga itu jauh menurun jika dibandingkan harga normal dimana biasanya kopi musim dihargai Rp21-23Ribu perkilonya. "Ini merupakan dampak dari covid 19 dimana permintaan memang menurun drastis," bebernya.

Mengenai pemasaran, lanjutnya, kopi semende ini dijual ke daerah lampung dan palembang seperti biasa. "Biasanya memang dijual kesana, kalau sekarang untuk daerah semende ini baru akan memasuki masa panen," terangnya.

Tokoh Pemuda Semende Hafizul mengatakan bahwa semende harus membuat rumah produksi sendiri untuk menghimpun kopi dari para petani kopi. "Paling tidak untuk menjaga agar harga kopi tetap stabil termasuk juga pemasarannya, untuk itu kami berharap agar mendapat dukungan dari pemerintah daerah," imbuhnya.

Kepala Dinas Perkebunan Muara Enim, Mat Kasrun mengatakan saat ini harga setiap komoditi mengalami penurunan begitupun untuk kopi. "Harga turun karena permintaan yang memang turun sehingga otomatis stok kopi melimpah," terangnya.

Permintaan turun karena pengusaha kopi seperti cafe cafe berhenti beroperasi dan tutup sehingga kopi yang ada pun tidak bisa dijual. "Oleh karena itu permintaan menjadi menurun, tapi kopi tetap ada yang membeli hanya saja harga jualnya yang tidak bisa dijamin stabil," tuturnya.

Saat ini berdasarkan data yang dimiliki dinas perkebunan harga kopi di tingkat petani adalah Rp15-16Ribu perkilo dimana biasanya Rp20-21Ribu perkilo. "Itu untuk kopi Robusta, tapi kalau arabika harganya stabil yakni Rp 25 Ribu sementara yang olah basah Rp70Ribu perkilo," bebernya.

Upaya yang sudah dilakukan Disbun yakni melakukan intensifimasi dengan membantu pemberian pupuk dan penanganan pasca panen. "Juga ada bantuan mesin pemecah kopi mobile yang diberikan kepada kelompok tani," terangnya.

Juga pemberian terpal agar para petani tidak menjemir kopi di pinggir jalan dan tidak terlindas kendaraan yang melintas. "Kita berusaha meningkatkan kualitas dari kopi tersebut sehingga harga jualnya juga diharapkan tetap stabil," imbuhnya.

Namun, dijaman covid 19 ini, semua hal tersebut memang tetap dilakukan meskipun permintaan menurun karena berbagai hal. "Salah satunya yang bisa dilakukan adalah tetap berproduksi karena permintaan tetap ada meskipun sedikit, dan kalau harga memang tidak bisa dijamin," tuturnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, Muara Enim baru mulai memasuki masa panen untuk kawasan tanjung agung dan selanjutnya ke daerah yang lebih tinggi yakni semende. "Mengenai luasan lahan perkebunan kopi robusta sekitar 23Ribu Hektar dan arabika 600 hektar," pungkasnya.(sn)
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 12 Juni 2020






Share:

Juru Bicara Pastikan 44 Warga Ogan Ilir Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

INDRALAYA, SININEWS.COM - Sejak akhir April lalu sampai dengan pertengahan Juni, jumlah pasien corona virus disease (covid-19l) asal Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang dinyatakan sembuh terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data masuk di tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 sebanyak 44 kasus dinyatakan sembuh (negatif covid-19).

Ini disampaikan juru bicara Wahyudi Wibowo, Jumat (12/6). Dikatakan Wahyudi, mereka yang dinyatakan sembuh usai menjalani "test swab" dan hasilnya negatif setelah sebelumnya menjalani karantina di Rumah Sehat Wisma Atlit Jakabaring Palembang. 

"Sebanyak 44 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Ogan Ilir dinyatakan sembuh. Mereka sudah kembali ke pihak keluarga," ucap Juru Bicara Wahyudi Wibowo.

Mereka yang dinyatakan sembuh dijelaskan Wahyudi, tersebar di beberapa Kecamatan antara lain yakni Kecamatan Sungai Pinang, Tanjung Raja dan Kecamatan Indralaya. Sementara itu, pasien yang saat ini sedang menjalani karantina berjumlah 64 orang. 

Mengingat ada penambahan sebanyak dua kasus yang baru yakni pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 23 tahun asal Kecamatan Payaraman serta perempuan berusia 38 tahun asal Tanjung Raja.(Ber)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts