Sementara Ermanadi Pimpin DPRD Muara Enim

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sejak dinonaktifkannya Ketua DPRD Muara Enim, Areis HB, kirsi pimpinan sempat kosong, namun sementara ini Wakil Ketua 1 DPRD Muara Enim dari Partai Demokrat, H Ermanadi ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sementara Ketua DPRD Muara Enim.

"Saat ini, Plt Sementara Ketua DPRD Muara Enim dijabat Ermanadi sesuai dengan SK DPRD Muara Enim No 6 tahun 2020, tertanggal 27 April 2020 tentang Penetapan Ketua Plt Sementara DPRD Muara Enim," tutur Sekretaris Dewan (Sekwan), Lido Saptoni, Selasa (30/06/2020).

Masa jabatan Ermanadi sendiri, kata Lido, berakhir dengan sendirinya setelah diterimanya Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel terkait Plt Ketua DPRD Muara Enim yang telah diajukan.

"Setelah kita terima SK dari Gubernur, secara otomatis jabatan Plt Sementara Ketua DPRD Muara Enim berakhir. Dan digantikan Liono Basuki sebagai Plt Ketua DPRD Muara Enim yang telah diajukan," terang Lido.

Lido menjelaskan, ditunjuknya Ermanadi sebagai Plt Sementara Ketua DPRD Muara Enim diatur dalam Tata Tertib DPRD Muara Enim Pasal 38, dimana apabila Ketua DPRD berhalangan, maka para Wakil Ketua bermusyarawah untuk menentukan siapa yang bertindak atas nama Ketua DPRD Sementara.

"Sedangkan diusulkannya Liono Basuki menjadi Plt Ketua DPRD Muara Enim diatur dalam Tata Tertib DPRD Muara Enim Pasal 39, dimana apabila Ketua DPRD Muara Enim berhalangan, maka partai pengusung mengusulkan kembali dan diumumkan pada Rapat Paripurna.

Sementara itu, Plt Sementara Ketua DPRD Muara Enim, Ermanadi mengaku penunjukannya sebagai Plt Sementara Ketua DPRD sah secara hukum. Karena telah melalui Rapat Musyawarah Wakil Pimpinan DPRD Muara Enim sesuai dengan Tata Tertib yang diatur.

"Saya akan menjalankan tugas dengan sebaiknya. Sembari menunggu keluarnya SK dari Gubernur Sumsel terkait penunjukan Plt Ketua DPRD Muara Enim, yang akan dijabat Liono Basuki dari Partai PDI Perjuangan," pungkasnya.
Share:

Muara Enim Siap Maksimalkan Personil Dan Peralatan Atasi Karhutla

MUARA ENIM, SININEWS.COM
Untuk mengantisipasi bencana tahunan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) yang kerap terjadi, serta penetapan status siaga darurat bencana asap di Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim siap memaksimalakan personil dan peralatan yang dimiliki agar peristiwa rutin ini bisa cepat diatasi dan diantisipasi. 

Hal ini diungkapkan Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020.

“Apalagi dengan bantuan dana dari Gubernur tentunya akan menambah daya dan usaha dalam menunjang kegiatan tersebut,” ujar Juarsah. Pada Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020 yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Selatan di Kebun Raya Sriwijaya, Desa Patra Tani, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim.

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan bahwa kegiatan apel ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personil dan peralatan lintas sektoral, baik pemerintahan daerah, Kepolisian, TNI, BNPB maupun masyarakat luas dalam menghadapi Karhutla di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. 

“Semua institusi yang ada saya minta agar fokus pada patroli dan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Karena hal tersebut memiliki peran penting dalam mengantisipasi kebakaran khususnya dilingkungan terdekat pada pemukiman,” ujarnya.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Kabupaten Muara Enim telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui SK Nomor 468/KPTS/BPBD/2020 tertanggal 2 Juni 2020. Disamping itu, Plt. Bupati juga telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan 8 (delapan) pos komando (Posko) yang tersebar di kawasan lahan gambut dan kawasan lahan organik. 

Tak hanya itu, semua perusahaan BUMN/BUMD/BUMS yang beroperasi di Kabupaten Muara Enim, termasuk aparat mulai dari desa hingga kecamatan juga telah disiagakan dan siap dalam mengatasi bencana tahunan di wilayah masing masing.

Dalam kegiatan ini, Plt. Bupati menerima bantuan dana dari Gubernur Sumatera Selatan untuk pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla di Kabupaten Muara Enim berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor.360/KPTS/BPKAD/2020 tentang Alokasi Belanja Bantuan Keuangan Bersifat Khusus dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla sebesar Rp 5 miliar yang diperuntukkan bagi pengadaan peralatan personil pemadam kebakaran, mobil tanki mesin pompa, genset, peralatan komunikasi dan lain sebagainya.
Share:

Ketua Hanura PALI Akui DPP Telah Keluarkan SK Dukungan, Hanya....

PALI -- Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Horizal akui bahwa SK dukungan pada salah satu kandidat bakal calon Bupati PALI dari DPP Partai Hanura telah keluar.

Hanya saja, menurut Horizal surat pemberitahuan hingga Selasa sore (30/6), DPC Hanura PALI belum menerimanya secara resmi.

"Kami hanya tahu dari facebook adanya SK dukungan terhadap Devi Haryanto dari DPP. Tapi kalau secara resmi belum kami terima," ungkap Horizal. 

Atas dasar itulah, dirinya selaku ketua DPC Hanura pada Senin kemarin mendatangi sekretariat DPC di bilangan Handayani Mulya Talang Ubi untuk memastikan SK itu. 

"Setelah di cek memang belum ada surat resmi masuk. Mungkin belum sampai. Dan kalaupun nanti sudah kami terima, akan kami umumkan. Terlepas dukungan kepada siapa saja, kami akan jalankan perintah partai," tandasnya. 

Diketahui bahwa jelang Pilkada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang bakal digelar serentak pada 9 Desember 2020 saat ini sudah terasa auranya. Pasalnya sejumlah partai politik sudah mengeluarkan rekomendasi atau SK dukungan terhadap bakal calon pemimpin di Bumi Serepat Serasan. (sn) 
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 30 Juni 2020






Share:

Kasus Positif Corona di PALI Bertambah Lagi

PALI -- Hasil swab tes kembali keluar dari BBLK Palembang untuk wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebanyak 10 sampel pada Selasa (30/6), dan lagi-lagi hasilnya ada satu terkonfimasi positif Covid-19. Artinya data terbaru kasus Covid-19 di Bumi Serepat Serasan bertambah menjadi 23 kasus.

Informasi terbaru itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Mudakir. "Dari 10 hasil swab yang keluar, satu diantaranya dinyatakan positif. Asal terkonfimasi positif dari kecamatan Talang Ubi jenis kelamin perempuan usia 58 tahun," ungkap Mudakir.

Yang bersangkutan saat ini diakui tengah ditelusuri riwayat perjalanannya serta pihak keluarga dan orang yang pernah bersentuhan langsung.

"Antisipasi penyebaran virus corona kita tracking yang bersangkutan. Dan pihak keluarga akan kita rapid tes dan diambil sampel untuk swab tes," tukasnya.

Dijelaskan Mudakir bahwa hingga Selasa ini, data terakhir kasus terkonfimasi positif Covid-19 ada 23 kasus, 6 dinyatakan sembuh dan satu meninggal.

"Kami tetap mengimbau masyarakat Pali untuk tidak meremehkan virus corona. Tetap tenang meski hampir setiap bertambah dan tetap patuhi protokol kesehatan," tutupnya. (sn)
Share:

Plt Bupati: Kita Akan Tertibkan Pedagang Minyak Ilegal

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Menyikapi kejadian kebakaran gudang penimbunan BBM yang terjadi Desa Cinta Kasih, Plt Bupati H Juarsah mengatakan, pihaknya akan menindak tegas dan menertibkan pedagang atau penimbun minyak ilegal yang dimungkinkan membahayakan lingkungan. 

“Yang jelas mereka tidak memiliki izin. Jadi melalui Muspika, kita akan melakukan penertiban dan penindakan apabila nanti ditemukan kasus yang sama terjadi lagi,” ujar Juarsah saat di wawancarai saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (30/06/2020).

Juarsah juga mengatakan, apabila ada masyarakat yang hendak berjualan minyak, silakan mengajukan izin sesuai aturan yang berlaku. “Jadi tidak lagi melanggar hukum. Apalagi lokasinya berada di pemukiman warga. Karena berdagang minyak membutuhkan lokasi khusus. Jelas berbahaya,” tegasnya. 

Selain itu, Juarsah juga mengatakan, untuk masalah hukum sudah ditangani oleh pihak kepolisian. “Mengenai penyebab kebakaran sudah ditangani kepolisian. Jadi kita tinggal menunggu hasilnya,” pungkas Juarsah. 

Dalam kesempatan itu juga, Juarsah memberikan bantuan sembako kepada warga yang menjadi korban kebakaran yang diserahkan di Balai Desa Cinta Kasih kepada ahli musibah. Dan memberikan dukungan moril kepada korban agar tabah menerima musibah yang dialami.

Selain bantuan sembako, Juarsah juga mengatakan agar dinas terkait melakukan tindakan lanjutan berupa bantuan dalam bentuk lain melalui dinas sosial serta kecamatan Belimbing.

Terakhir Juarsah berpesan, dikondisi saat ini, kepada masyrakat agar selalu berhati hati saat meninggalkan rumah dalam keadaan kompor menyala. Dan saat listrik padam juga tidak meninggalkan lilin agar tidak terjadi lagi kejadian seperti kebakaran saat ini.(SN)
Share:

Rapid Test Positif, Damkar Hujani Disinfektan ke Lapak Pedagang

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Pasca ditemukannya beberapa pedagang di Pasar Tradisional Modern (PTM) yang positif rapid test, tim gugus tugas penanggulangan covid 19 langsung bergerak cepat. 

Bersama Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Diskominfo, dan UPTD Pasar, langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan diarea lapak jualan para pedagang pasar pagi. 

Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran. Baik diarea luar maupun dibawah gedung PTM 1. 

Penyemprotan disinfektan dilakukan guna meminimalisir penyebaran virus covid 19. Penyemprotan akan dilakukan sebanyak dua kali, yakni siang dan sore hari nanti. 

Terkait adanya beberapa pedagang yang hasil rapid testnya postif, Kepala UPTD Pasar, Gunawan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk melakukan tindakkan lebih lanjut. 

"Ini sedang di Pemkot, mau koordinasi sama kepala dinas dan Asisten 1. Nanti dikabari hasilnya seperti apa," ujar Gunawan saat dikonfirmasi via telpon. 

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Prabumulih melalui tim gugus tugas penanggulangan covid 19 kembali melakukan rapid test kepada para oedagang pasar pagi di PTM 1 dan PTM 2. 

Rapid test hang dilakukan mulai oukul 5 oagi itu, di pimpin langsung kepala dinas kesehatan Kota Prabumulih, dr Happy Tedjo. 

Dari hasil rapid test hang dilakukan terhadap 30 pedagang secara acak tersebut, diketahui beberapa pedagang diantaranya dinyatakan positif.(SN)
Share:

Lakukan Rapid Test di Pasar PTM, Beberapa Pedagang Dinyatakan Positif!

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Pemerintah Kota Prabumulih melalui tim gugus tugas penangulangan Covid 19 kembali melakukan rapid test kepada para pedagang pasar pagi di Pasar Tradisional Modern (PTM) 1 dan PTM 2. 

Rapid tes yang dilakukan mulai pukul 5 pagi ini, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr Happy Tedjo. 

Dari hasil rapid tes yang dilakukan terhadap 30 pedagang secara acak tersebut, diketahui beberapa pedagang diantaranya dinyatakan positif.

Dr Happy Tedjo dengan menggunakan mobil calling diskominfo Prabumulih menghimbau para pedagang untuk tidak merasa cemas dengan hasil tersebut dan segera melakukan isolasi mandiri dirumah. 

"Bapak/ibu yang hasil rapid testnya positif jangan cemas. Silahkan dengan kesadaran tinggi isolasi mandiri dirumah jangan berjualan dulu," ujar Tedjo, Selasa, (30/6). 

Rapid test, kata Tedjo, sengaja dilakukan Pemerintah Kota Prabumulih untuk menanggulangi penyebaran Virus Covid 19 di Pasar. "Kalau sebelumnya itu tidak ada yang positif. Kali ini sudah ada yang positif," ungkapnya. 

Lebih jauh, Tedjo menuturkan bagi para pedagang yang hasil rapid testnya positif, nanti akan dihubungi petugas kesehatan untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. 

"Nanti akan kami hubungi, akan kami lakukan tes selanjutnya dengan swab," tuturnya. 

Sementara, untuk lapak pedagang dalam waktu dekat akan disterilkan oleh petugas kesehatan agar virus covid 19 tidak menyebar baik kepedagang lain maupun para pembeli.

"Nanti lapak pedagang akan kami semprot dengan disinfektan. Tentunya teknis dilapangan itu Pemerintah yang lebih tahu," tambahnya.

Dari pantuan dilapangan, proses rapid test di pasar pagi berjalan lancar. Dengan kesadaran tinggi para pedagang meluangkan waktu sejenak untuk melaksanakan rapid test. Bahkan tak jarang sejumlah pedagang menawarkan diri untuk di rapid test.(SN)  
Share:

Ditengah Pandemi Covid-19, PT.GHEMMI Perluas Tambang Batubara. Warga Prabumulih Menolak?


Foto : Hanya Ilustrasi / Feri Yanto Hunas PT.Musi Prima Coal
PRABUMULIH, SININEWS – Ditengah wabah Virus Corona (Covid-19) Perusahaan penyuplai tenaga listrik PT.GHEMM Indonesia kembali berencana melakukan perluasan lahan pertambangan batubara guna memenuhi kebutuhan energi listrik berbahan bakar Batubara, senin (29/6/20) 

Perluasan tambang terbuka yang dikelola oleh PT.Musi Prima Coal (MPC) sebagai subkontrak pengelolaan lahan tambang itu sudah mulai gencar dilakukan. Proses negosiasi pembebasan lahan yang dibeli langsung dari warga sudah mulai dilakukan dibeberapa titik di wilayah Kabupaten Muara Enim 

RS (50) warga Simpang penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih yang namanya tidak mau disebutkan menuturkan saat ini pihak perusahaan sudah mulai melakukan tahap negosiasi kepada pemilik lahan 

“Iyo kemaren ado yang lah nawar kebun karet warga sini dengan hargo Rp.50 – 55ribu permeter” ucapnya seraya mengatakan kebun miliknya yang berada diwilayah perbatasan Muara Enim akan dijual jika harganya sesuai harapan 

Diketahui, pihak perusahaan sedang melakukan penawaran harga dibeberapa tempat di wilayah Desa Air Limau dan daerah Sengkuang yang tak jauh dari perbatasan Prabumulih dan Muara Enim untuk dijadikan lahan baru 

Sementara itu, Feri Yanto selaku Humas PT.MPC saat dihubungi melalui pesan Whatapp (WA) membenarkan adanya penambahan lahan tambang batubatara PT.GHEMMI

“Iyo yang pertama untuk jalan dari tambang ke lematang, sudah mulai pembebasan” balasnya singkat 

Ditanya mengenai luas tambang yang dibutuhkan perusahaan Feri sapaan akrabnya itu belum mengetahui secara rinci jumlah luas lahan yang akan segera dibebaskan untuk lahan kedua Tambang Batubara (MPC 2)

“untuk mulai pembukaan (penggarapan) lahan kito masih belum tau” lanjutnya 

Terpisah, M.Yunus Ketua Koalisi Masyarakat Gunung Kemala (KMGK) mengaku resah jika masih adanya pihak perusahaan yang mementingkan diri dan memperingatkan pihak perusahaan untuk wilayah Kota Prabumulih yang  bserbatasan dengan Muara Enim dan masih dalam sengketa untuk tidak  dilakukan pembebasan 

"Jangan sekali-sekali wilayah Prabumulih ditambang, kami tidak setuju jika itu memang terjadi" ungkapnya kepada media ini

Sebagai informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Meneral Republik Indonesia Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara 18 Juni 2020 dengan nomor 742/30.01/DJB/20 bersifat segera memerintahkan untuk seluruh Pempimpin Daerah (Gubernur) untuk menunda penerbitan perizinan baru dibidang Pertambangan Mineral dan Batubara ditengah pandemi covid-19 selama paling lama 6 bulan yang ditanda tangani Rida Mulyana

Dengan berlakunya IJU Nomor 3 Tahun 2020, pelaksanaan kewenangan pengelolaan pertambangan mineral dan batubara oleh Pemerintah Daerah provinsi yang telah dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

Undang-Undang lain yang mengatur tentang kewenangan Pemerintah Daerah di bidang pertambangan mineral dan batubara tetap berlaku untuk jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal 10 Juni 2020 atau sampai dengan diterbitkannya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (tau/sn)            
Share:

Konsisten Angkat UMKM, Kadin Indonesia Terus Lakukan Inovasi dan Upaya Terbaik Bagi Pelaku Usaha Kecil


JAKARTA, SININEWS.COM - Wabah Pandemi COVID-19 telah meluluh lantakan berbagai sendi perkonomian dunia, tak terkecuali Indonesia. Bahkan Kadin Indonesia mengkaji bahwa 83% pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi terhenti usahanya.

"Hal tersebut juga berpotensi tumbuhnya 99 juta pengangguran baru. Suatu kondisi yang sangat berbahaya kalau hal ini terjadi".

Untuk mencegah hal tersebut dan ditengah berbagai kebijakan yang dihadapi, KADIN INDONESIA membuat inovasi serta program-program lebih dari biasanya yang selama ini fokus pada pengembangan UMKM.

"Selain daripada itu, secara berkelanjutan KADIN INDONESIA membantu juga UMKM secara detail dan teknis ujar Ketua Umum Edy Ganefo kepada awak media, senin 29/06/20 di Jakarta.

Edy juga menuturkan bahwa dirinya telah meminta kepada segenap pengurus Kadin Indonesia, baik ditingkat Pusat, maupun Daerah Propinsi, Kabupaten dan Kota, untuk membantu mempromosikan produk UMKM, melalui berbagai media, baik medsos (FB, WA, IG, Twitter dll) juga melalui ecommerce dan lain-lain," jelasnya "

Tidak hanya itu, Edy menyebut bahwa KADIN INDONESIA juga secara nyata membantu penjualan ekspor produk UMKM bekerjasama dengan gabungan perusahaan ekspor indonesia (GPEI -red). "Adapun pelaku UMKM yang tidak memiliki perijinan ekspor pun kami bantu." Imbuhnya

Untuk itu ia juga telah meminta kepada segenap Komite Luar Negeri KADIN INDONESIA untuk mencari dan membantu melakukan penjualan produk UMKM pada berbagai negara di dunia, bebernya.

Ketua Umum Edy Ganefo juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada segenap pengurus Kadin yang telah bekerja melebihi kebiasaan sebelumnya. Adapun langkah tersebut dilakukan dikarenakan kekhawatiran KADIN INDONESIA akan kehancuran UMKM. Terang Edy Ganefo.

Kekompakan dan kebersamaan segenap pengurus Kadin bekerja membantu UMKM secara Ikhlas merupakan upaya terbaik KADIN INDONESIA, dan Alhamdulillah hasilnya banyak pelaku UMKM terbantu untuk tetap bertahan dalam kondisi saat ini," beber Edy Ganefo seraya mengucapkan rasa syukur...

Secara terpisah, salah seorang pelaku UMKM yang selama ini memproduksi dan menjual sepatu, mengalami keterpurukan, dimana produknya tidak dapat berjualan, karena sepinya permintaan.

"Sesuai arahan Kadin, saya mencoba alih sementara usaha agar dapat bertahan, dengan memproduksi dan menjual produk kuliner yaitu Rendang Padang. Berkat bantuan pengurusan KADIN INDONESIA yang secara Ikhlas mempromosikan dan membeli produk rendang kami, Alhamdulillah kami bisa bertahan dalam kondisi dimana karyawan tidak memiliki pendapatan dari produksi sepatu, namun dari hasil penjualan rendang, semua bisa bertahan," Ujar ibu Mieske, yang selama ini menjadi UMKM binaan KADIN INDONESIA.

KADIN INDONESIA dibawah ketua umum Eddy Ganefo juga telah membuat berbagai terobosan di tengah Pandemi COVID-19 salah satunya dengan program UMKM Naik Kelas. Program tersebut merupakan pembinaan dan konsultasi yang hampir setiap hari dilakukan dengan menggunakan salah satu aplikasi rapat.

"Tentu saja hal tersebut sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar kita semua all out mensupport dan bekerja dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat luas ditengah keterpurukan pandemi COVID-19 saat ini.

KADIN INDONESIA juga berjuang tidak seperti biasanya, bahkan juga melakukan rana sosial dengan berbagai program bantuan dan penciptaan suplemen pencegah Corona, yang telah teruji dan akan Grand Launching pada 2 Juli 2020.

Saat ini KADIN INDONESIA telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka alih usaha sementara pelaku UMKM yang terpurukpun sudah banyak kami lakukan, antara lain dengan usaha penjualan aneka produk kelautan secara waralaba dengan modal sangat rendah bahkan modalnyapun dibantu dengan pola pinjaman," ujar Eddy Genefo 

Segenap pengurus KADIN INDONESIA sangat prihatin dengan kondisi UMKM yang saat ini dominan terpuruk. 

"Edy mengatakan bahwa dirinya bisa merasakan apa yang dialami temen-temen UMKM. Hp dan WA saya terbuka 24 jam untuk temen-temen UMKM didalam konsultasi, pemecahan masalah sekaligus memotivasi UMKM agar tetap dapat yakin. bahwa kondisi ini akan segera berakhir, dan kita kerja keras agar dapat bertahan dan bahkan menjadikan momentum ini sebagai sebuah kebangkitan UMKM."

Ketua Umum Edy Ganefo menambahkan, bahwasanya apa yang kami lakukan demi bangsa dan negara ini tidak serta merta membuat semua pihak menjadi senang dan merasa terbantu. Pasalnya kami masih mendengar dan melihat, masih ada pihak yang ingin menghambat berbagai program KADIN INDONESIA, Sungguh sangat disayangkan dalam kondisi Pandemi COVID-19, dimana UMKM yang terpuruk sewajarnya dibantu bukannya malah dihambat," tegasnya ! 

Selayaknya segenap insan di Indonesia bersatu, saling membantu dan menguatkan baik kepada segenap masyarakat, terkhusus lagi kepada segenap pelaku UMKM. Tutup Edy Ganefo. (Ril/sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts