Data Terkini Covid-19 di PALI, 66 Terkonfimasi 19 Sembuh 4 Meninggal

PALI -- Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dr Zamir menyebut bahwa data terakhir perkembangan kasus terkonfimasi positif virus corona pada Jumat (17/7) berjumlah 66 kasus, 19 diantaranya dinyatakan sembuh dan 4 meninggal. 

"Kemarin ada penambahan dua kasus setelah keluar hasil swab dari BBLK Palembang, jadi jumlah terkonfimasi ada 66 kasus," ungkap dr Zamir. 

Ditambahkan dr Zamir bahwa yang terkonfimasi saat ini di isolasi di rumah sehat ada 9 orang. 

"Ada juga yang dirawat di Palembang, ada yang di Prabumulih. Yang kondisi stabil diisolasi mandiri di rumahnya tetapi kita awasi dan kita pantau rutin," tukasnya. 

Dengan terus bertambahnya kasus terkonfimasi Covid-19 dr Zamir mengimbau warga agar tidak menyepelekan virus corona. Sebab, dengan angka tersebut, PALI ada di urutan ke 3 di Sumsel setelah Palembang dan Linggau dari jumlah angka kesakitan per jumlah penduduk. 

"Covid-19 nyata adanya, untuk itu jangan anggap remeh. Kita harus bersatu halau corona dengan mentaati protokol kesehatan," himbaunya. (sn) 
Share:

PT.Tel Karantina Karyawan Yang Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Pernyataan Lengkapnya

Foto : Mochammad Ambrodji Kepala Devisi PT.Tel, jumat (18/7/20)
MUARA ENIM – SININEWS.COM – Salah satu pekerja PT.Tanjung Enim Lestari Pulp & Paper (Tel) di Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim dikabarkan terinfeksi Virus Corona (Covid-19), jumat (18/7/29) 

Kejadian tersebut bermula dari seorang pekerja PT.Tel yang merupakan warga Kabupaten Pali salah satu keluarganya terinfeksi virus corona, sejak tanggal 2 Juli 2020 Karyawan PT.Tel tersebut menjalani proses karantina di RS.Rabain Muara Enim

Berdasarkan hasil tes swab pada tanggal 10 Juli 2020, maka pekerja tersebut dinyatakan positif covid19. Pada hari tersebut juga yang bersangkutan diserahterimakan kepada tim gugus kendali covid-19 Kab. PALI untuk menjalani karantina di rumah sehat Kab. PALI. 

Menyingkapi kasus tersebut pihak perusahaan PT TELPP berinisiatif untuk mengambil langkah-langkah bekerjasama dengan RS Pertamedika Prabumulih melakukan tes swab terhadap 104 orang karyawan yang memiliki kontak erat dengan pasien tersebut. Diketahui dari sejumlah karyawan yang mengikuti swab test didapat 4 orang pekerja yang terdeteksi positif Covid-19. 

Sementara itu, Mochamad Ambrodji selaku Kepala Devisi PT.Tel saat dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapp membenarkan adanya kasus positif terhadap karyawannya

“untuk memutus rantai penyebarab Covid-19 ini kami bekerjasama dengan RS.Pertamedika dan telah melakukan 104 karyawan untuk di tes swab” jelasnya kepada media ini 

Masih kata Ambrodji, perusahan telah mengambil langkah yang tepat diantaranya Melanjutkan isolasi terhadap area kerja di mana pekerjanya terbanyak reaktif positif Covid19 dan dilakukan karantina mandiri bagi para pekerja lainnya di area tersebut serta 4 pekerja reaktif positif Covid-19 diwajibkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit rujukan.

Tak hanya itu, pihak perusahaan Mengintensifkan koordinasi disemua lini dengan melibatkan semua unsur perwakilan pekerja dan menejemen sebagai bagian dari Tim Khusus Tanggap Darurat Pencegahan Covid19 PT TELPP dalam rangka pengawasan ketat terhadap penerapan protokol pencegahan covid-19 secara ketat di lingkungan perusahaan baik di lingkungan pabrik maupun di perumahan

“Menejemen PT.Tel memastikan bahwa penanganan yang dilakukan telah sesuai dengan standard protocol Covid-19 yang berlaku guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan Perusahaan” tutup Achamad Ambrodji (tau/sn)
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 16 Juli 2020






Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 15 Juli 2020







Share:

Jual Hewan Qurban berkualitas, Haji Tobek Jamin Kesehatan Semua Hewan Yang Dijual

Foto : Haji Tobek bersama cucunya Bayu saat memberikan pakan kepada beberapa hewan qurban yang siap jual, cambai, Kota Prabumulih, rabu (15/7/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Mendekati hari raya Idul Adha (Hari raya Qurban) 1441 Hijriyah sejumlah masyarakat Kota Prabumulih mulai ramai membeli hewan qurban walau pun situasi saat ini ditengah pandemi virus corona antusias masyarakat masih tinggi, rabu (15/7/20) 

Salah satunya yakni Anton YS warga Kota Prabumulih yang bekerja sebagai polisi disatuan tugas Polres Prabumulih itu berhasil dibincangi tim media ini saat hendak melakukan transaksi pembelian hewan qurban ditempat langganannya di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih atau sering dikenal H.Tobek 

"Di tempat ini sapi dan kambingnya berkualitas, besar dan terlihat sehat, rencana mau beli dua kambing untuk di qurban” ungkap Anton 
Sementara itu, Asri Nazori atau sering disapa Haji Tobek pemilik hewan qurban mengaku penjualan hewan qurban ditahun ini sangat berpengaruh akibat Covid-19, dirinya menjelaskan tahun ini omsetnya menurun sebanyak 25 persen dibanding tahun lalu 

“tahun ini 25 persen menurun tapi saat ini masih banyak yang sudah pesan, ada dari Almadina sekitar 20 ekor dan PT.Tel tapi untuk pribadi masih sedikit” jelasnya
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA : 
Saat ini Haji Tobek masih memiliki stok hewan quran yang cukup banyak untuk kambing sekitar 200 ekor dan sapi sebanyak 30 – 40 ekor, hewan qurban tersebut kebanyakan berasal dari daerah Ranau Lampung Barat 

Tak hanya itu, hewan yang diajual sebelumnya telah dilakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu dari daerah asal beli hingga sampai di Prabumulih kembali dilakukan pengecekan kesehatan untuk menghindari cacat pada hewan qurban yang akan dijual 

Harga yang dipatok bervariasi untuk hewan kambing dibanderol dengan harga Rp.2,5 juta hingga Rp.5 juta sedangkan untuk Sapi dibanderol mulai dari Rp.14 juta sampai Rp.21 juta 

Pembelian hewan qurban ditempatnya CV.Bayu Styaji Pratama memberikan pelayanan antar langsung ke alamat pembeli secara Cuma-Cuma dan menjamin kesehatan hewan qurban yang dijualnya 

Penjualan hewan qurban hingga saat ini masih normal dan diprediksi akan meningkat seminggu sebelum lebaran idul adha

“penjualannya masih normal seperti biasa ada satu atau dua ekor yang beli, biasanya satu minggu mendekati lebaran rame” kata Haji Tobek (tau/sn)    
Share:

Pengenalan Siswa Baru, Sekolah SMAN 1 Prabumulih Tetap Utamakan Belajar dari Rumah

Foto : Freni Listian, S.Pd,M.Si Kepala Sekolah SMN 1 Prabumulih menjelaskan proses pengenalan siswa sekolah diruangannya, rabu (15/7/20)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Ditengah pandemi virus corona (Covid-19) dan memasuki tahun ajaran baru sejumlah sekolah mulai melakukan sosialisasi pengenalan lingkungan sekolah dengan cara bergantian dengan tujuan menghindari perkumpulan siswa, hal tersebut tampak juga dilakukan SMA Negeri 1 Prabumulih, rabu (15/7/20) 

Dalam proses pengenalan lingkungan sekolah, pihak SMAN 1 Prabumulih memberikan kesempatan kepada siswa-siswi barunya untuk datang ke sekolah secara bergantian selama satu hari 

"ya kita melakukan sosialisasi pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa Kelas “X saja dengan cara bergantian, setiap siswa hanya kita berikan kesempatan satu kali seterusnya kita belajar Dalam Jaringan (Daring/online)” ucap Freni Listian, S.Pd, M.Si Kepala Sekolah SMAN 1 Prabumulih saat dibincangi diruangannya 
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA : 
Dirinya menambahkan, 216 siswa baru di sekolah tersebut dibagi tiga kali pertemuan untuk sosialisasi sehingga miminimalisir perkumpulan siswa (Social Distancing) 

“satu hari itu Cuma ada 72 siswa yang datang secara bergantian, nanti sudah sosialisasi ini mereka tetap belajar secara online dirumah masing-masing” lanjutnya 

Menurutnya sejumlah orang tua wali murid tidak merasa keberatan jika harus belajar secara online dirumah hal tersebut dapat dibuktikan beberapa waktu lalu pihak sekolah mengadakan rapat komite secara online bersama orang tua siswa dan hampir semua orang tua siswa setuju 

"kita pernah rapat dengan wali murid Via Zoom dengan 500 orang tua siswa bahkan mereka sangat setuju jika siswa belajar Daring”

Terpisah, Mada salah satu orang tua siswa mengaku tidak keberatan jika harus belajar dari rumah secara online, hal itu menurutnya demi kepentingan kesehatan para siswa dan guru

“dak masalah nak belajar dirumah Cuma kito lebih ada penambahan pengeluaran untuk paket internet mereka (siswa.red)” ungkapnya (tau/sn)
  
Share:

Tanpa Izin Pemerintah Desa/Kelurahan, WBP Tidak Bisa Asimilasi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Salah satu syarat mengajukan Hak asimilasi selama masa pandemik saat ini, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) harus menyertakan surat keterangan jaminan dan izin dari Kepala Desa atau Lurah bahwa dirinya akan diterima kembali di lingkungannya selain beberapa syarat lainnya.

Dikatakan oleh Kepala Balai Pemasyarakatan Lahat Ferimansyah, selain syarat di atas, WBP juga sudah harus menjalani minimal setengah mas hukuman atau 2/3 masa hukuman dari total keseluruhan masa hukuman yang diterimanya. 

“Dan selama menjalani mas asimilasi, WBP harus tetap berada dirumah tanpa boleh keluar hingga masa asimilasinya selesai. Bila ketahuan keluar rumah, maka WBP ini kembali akan dibawa ke Lapas,” ujarnya.

Karena asimilasi ini dilakukan terkait pandemik covid-19, lanjut Feri, maka jumlah WBP yang mengajukan asimilasi terbilang tinggi. “Untuk Lapas Muara Enim saja sudah sebanyak 138 WBP yang sedang menjalani asimilasi hingga bulan Juli,” tambahnya.

Asimilasi ini sesuai dengan surat keputisan Kemnkumham, berlaku hingga 31 Desember 2020. “Jadi apabila WBP yang akan mengajukan sesudah tanggal tersebut baru memenuhi syarat maka hak itu tidak bisa diberikan. Tapi apabila ada perubahan atau perpanjangan hal itu dimungkinkan,” ujarnya.

Setelah menjalani asimilasi, WBP diharuskan melapor ke Bapas terdekat. Dan dikondisi pandemik saat ini, laporan bisa dilakukan via Whatsup untuk yang berasa jauh dari kantor Bapas. “Bila rumah WBP tidak terlalu jauh dari lapas, maka perugas yang akan mengecek langsung kerumah,” tambahnya.

Namun, tambah Feri lagi, asimilasi ini tidak bisa diberikan kepada seluruh WBP. “Untuk napi Pidana khusus seperti Narkoba, Terorisme, korupsi, asimilasi ini tidak berlaku,” ujarnya lagi.

Perlu diketahui, Untuk Bapas wilayah Lahat membawahi beberapa Kabupaten seperti, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang dan Pagaralam. “Hingga saat ini, WBP yang menjalani asimilasi di wilayah kita keselurhan ada 353 orang,” pungkasnya.
Share:

Ada Aturan Asimilasi, Lapas Muara Enim Jadi Sedikit Lega

MUARA ENIM, SININEWS.COM
Dengan diberlakukannya Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan Muara Enim jadi sedikit lega.

Pasalnya, terhitung bulan Juli 2020, sudah sebanyak 138 WBP di Lapas Muara Enim menjalani asimilasi sesuai dengan Keputusan Kembkum HAM. Hal ini dikatakan Kepala Lapas Muara Enim, Herdianto dihadapan wartawan, Rabu (15/07/2020).

“Dengan keputusan Kemenkumham jumlah WBP saat ini berkurang yang sebelumnya mencapai 1.000 lebih saat ini sudah berkurang menjadi 998 orang. Dan jumlah ini sedikit membuat lega kita sebagai petugas pengamanan yang jumlahnya jauh dari kata ideal dengan jumlah penghuni saat ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini dari 998 WBP pemghuni lapas, 856 merupakan warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman, 142 tahanan, 1 orang napi teroris, 30 orang wanita dan 14 anak anak. “Sementara, kapasitas ideal untuk Lapas adalah 486 orang. Dimana 1 petugas menjaga 11 WBP,”tambahnya.

Untuk saat ini, lanjut Herdianto, pihak Lapas tidak menerima tahanan titipan baik dari Kejaksaan maupun Kepolisian. “Ini tujuannya untuk memperkecil kemungkinan tertularnya virus covid-19 di dalam Lapas karena kita tidak tau kondisi tahanan yang dititipkan,” ujarnya.

Selain itu, untuk menjaga kondusifitas didalam Lapas yang ober kapasitas, pihak Lapas melakukan pendekatan kekeluargaan, tidak melakukan diskriminasi antar WBP, juga melakukan pendekatan spiritual. “Ini upaya kita agar situasi di dalam Lapas aman dan terkendali,” tambahnya.

Perlu diketahui, dominasi WBP penghuni Lapas Muara Enim adalah kasus Narkoba yang mencapai 60 persen penghuni. Salam satu kamar idealnya dihuni oleh 12 WBP, namun saat ini karena kondisi ober kapasitas makan dihuni 25-30 WBP. “Dan dengan adanya asimilasi ini kita sangat terbantu,” terangya lagi.
Share:

Dewan PALI Minta Dinas Perkim Kebut Pembangunan Jaringan PDAM

PALI -- Permasalahan air bersih yang saat ini melanda pelanggan PDAM Tirta PALI Anugerah karena adanya piutang yang belum diselesaikan terhadap pihak PDAM Lematang Enim, dimana imbas dari piutang tersebut pasokan air bersih di stop membuat DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) turun ke lapangan. 

Melalui komisi II DPRD PALI yang diketuai Mulyadi STP bersama anggota komisi II lainnya, Iip Fitriansyah dan Saiful Hamid meninjau proses pemasangan pipa jaringan air bersih di Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi, Rabu (16/7).

"Setelah kami mengecek ke lapangan, ternyata pekerjaan pemasangan jaringan PDAM tidak lama lagi selesai. Kami apresiasi gerak cepat Pemkab PALI dalam mengatasi permasalahan air bersih," ungkap Mulyadi.

Mulyadi berharap perencanaan untuk mengalirkan air bersih dari intake Tanah Abang bisa sesuai target. 

"Dari keterangan dinas Perkim, target aliran air sampai ke rumah pelanggan pada awal Agustus, dan ini kita harapkan bisa terealisasi tepat sesuai target," harapnya. 

Untuk pengelola air bersih dalam hal ini PDAM Tirta PALI Anugerah Mulyadi menyarankan agar pimpinan PDAM untuk melakukan restrukturisasi organisasi. Jangan sampai permasalahan yang lama terulang lagi. 

"Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Lakukan perhitungan yang masak agar kedepan PDAM PALI anugerah menjadi perusahaan mandiri dan profesional yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten PALI," sarannya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkim PALI Ahmad Hidayat melalui staffnya Sudirman menyebut bahwa pihaknya saat ini tengah mengebut pekerjaan penyambungan jaringan air bersih. 

"Insyaallah akhir Juli ini rampung dan awal agustus sudah bisa mengalir. Penyambungan jaringan PDAM ini berasal dari dana gawat darurat PDAM sebagai upaya atasi permasalahan air bersih yang dialami ribuan pelanggan PDAM," terang Sudirman. 

Untuk pekerjaan lanjutan, Sudirman menyebut bahwa Perkim telah menganggarkan Rp 13 M.

"Akhir tahun ini seluruh jaringan air bersih selesai dan saat ini proses lelang," tutupnya.

Terpisah, Direktur PDAM PALI Anugerah Puryadi mengemukakan bahwa apabila pihaknya menunggu jaringan air bersih rampung, kemungkinan bisa lama sementara pasokan air bersih dari Lematang Enim diputus. 

"Atas dasar itu kami mengambil inisiatif meminta Dinas Perkim untuk menyambung jaringan air bersih meski ada salah satu booster belum siap. Dan kalau tidak ada halangan, dua minggu kedepan sudah selesai dan mengalir ke pelanggan," ucapnya. (sn)

Share:

Hati Hati, Kendaraan Roda Dua Harus Jaga Jarak

MUARAENIM, SININEWS.COM - Bagi kendaraan roda dua yang akan melintas di perlintasan kereta api di wilayah Kabupaten Muara Enim terhitung Rabu (15/07/2020) harus hati hati. Pasalnya, bukan hanya karena kendaraan roda dua harus menunggu kereta api melintas baru bisa menyebrang, tapi karena Satlantas Polres Muara Enim membuat batas khusus bagi pengendara roda dua.

Hal ini dilakukan oleh Satlantas Polres Muara Enim, guna memberi jarak antar pengendara dan tidak terjadinya penumpukan kendaraan yang tidak memeperhatikan jarak agar penularan virus covid-19 tidak semakin meluas penyebarannya.

Dikatakan Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka Syahputra didampingi Kasat Lantas AKP Feby Febriyana, hal ini bertujuan untuk membatasi dan menjaga jatak bagi seruap pemgemudi kendaraan khsusnya roda dua. “Dimana seperti kita tau, perlintasan KA kerap terjadi kendaraan yang bergerombol saat menunggu kereta melintas. Dan hal ini bisa membahayakan penularan virus,” ujar Kapolres, saat diwawancarai usai melakukan sosialisasi aturan penempatan kendaraan dibperlintasa KA Pelawaran kepada pengguna jalan.

Dijelaskannya juga, melihat kondisi Kecamatan Muara Enim yang saat ini masuk dalam zona merah penyebaran virus, hal ini harus dilakukan sebagai uoaya antisipasi penamabahan jumlah penularan. “Ini salah satu yang kami lakukan untuk meminimalisir penyebaran dan akan kita sosialisasikan ke masyarakat,”tambahnya.

Batas batas yang dibuat oleh Satlantas Polres ini hampir menyerupai posisi start pada balap motor. “Kita buat dengan jarak yang sudah kita tentukan yakni 1,5 meter untuk tiap tiap kendaraan. Sedangkan untuk kendaraan roda empat kita tempatkan di belakang kendaraan roda dua,” terangnya lagi.

Aturan berhenti kendaraan ini, lanjut Kapolres, akan diberlakukan di tiap tiap pwrlintasan yang sering dilintas masyarakat. “Khusus di wilayah kota Muara Enim yang ramai dilintasi, akan kami berlakukan hal yang sama,” terangnya seraya menambahkan tidak hanya di Kecamatan Muara Enim, namun di Kecamatan lain juga akan diberlakukan hal yang sama.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Muara Enim, AKP Feby Febriyana menambahkan, di tiap perluntasan nanti akan ada petugas yang berjaga untuk mensosialisasikan ke ijakan baru ini. “Nanti pada saat jam jam ramai, petugas akan standby guna mensosialisasikan kepada masyarakat,” terangnya.

Selanjutnya, tamabah Kasat, diharapkan masyarakat akan sadar dan patuh akan hukum. “Nantinya, meskipun tidak ada petugas, diharapkan masyarakat jadi sadar akan aturan baru ini. Jadi jangan saat ada petugas saja,” tegasnya.

Pemberlakukan ini, lanjutnya lagi, akan dilakukan di tiap perlintasan yang ramai. “Kita prioritas perlintasan yang palangnya bekerja dan jumlah kendaraan yang meintas terbilang padat,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Stasiun Muara Enim menyambut baik hal yang dilakukan Polres Muara Enim. “Sesuai instruksi dari bapak Kapolres, kami akan memasang sepanduk di tiap perlintasan guna membantu dosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts