Perkembangan Covid-19 di PALI Pertanggal 2 September 2020


Share:

Akhirnya Pelanggan PDAM PALI Anugerah Tidak Lagi Kekurangan Air Bersih

PALI --  Upaya Dinas Perkim Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk mengalirkan air bersih dari intake Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang yang dikelola pihak PDAM Tirta PALI Anugerah akhirnya bisa terealisasi dan saat ini telah bisa dinikmati ribuan pelanggannya.

Mengalirnya air bersih yang bersumber dari intake yang baru saja selesai pembangunannya melalui APBD Kabupaten PALI disampaikan Plt Kepala Dinas Perkim PALI, Ahmad Hidayat didampingi PPK pembangunan jaringan PDAM, Junaidi, Rabu (2/9).

"Alhamdulillah sudah mengalir sejak Rabu pagi. Untuk pengelolaan atau pendistribusian air bersih tetap diserahkan ke pihak PDAM," ungkap Ahmad Hidayat. 

Setelah mengalirnya air bersih, Ahmad Hidayat akui pihaknya terus akan evaluasi agar aliran air normal dan bisa setiap hari mengalir ke rumah pelanggan. 

"Kendala belum normalnya aliran air bersih karena pembangunan jaringan belum sepenuhnya rampung. Tetapi sementara ini kita maksimalkan jaringan yang ada dan kita terus pantau agar masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM tidak lagi kesulitan air bersih," tandasnya. 

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah, Puryadi menyebut bahwa untuk saat ini pendistribusian air bersih masih digilir, mengingat aliran air belum begitu normal. 

"Masih tahap uji coba. Dan masih bertahap untuk mengalirkan air bersih. Ada 4 wilayah yang harus dialiri PDAM PALI Anugerah meliputi 3 ribu lebih pelanggan dalam kota Pendopo.  Diupayakan setiap hari air bersih mengalir untuk satu wilayah, namun tetap melihat kondisi di lapangan. Kalau memang memadai  sehari kita upayakan mensuplai air bersih di dua wilayah," terangnya. (sn/perry)


Share:

Pendaftaran Cakada PALI Dua Hari Lagi, KPU Gelar Simulasi

PALI --  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar simulasi tata cara pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati kabupaten PALI, Rabu (2/9) di kantor KPU PALI. Simulasi tersebut dalam rangka memperlancar proses pendaftaran yang akan digelar pada tanggal 4 sampai 6 September 2020 mendatang. 

Kegiatan simulasi sendiri diikuti seluruh partai politik dibawah pengawalan ketat Polres PALI yang langsung dikomadoi Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadhi. Disamping dari pihak kepolisian dan TNI, Pemkab PALI juga menerjunkan Dinas Perhubungan serta Satpol.PP untuk mengawal proses pendaftaran cabup dan cawabup PALI. 

Pada kegiatan itu diketahui bahwa setiap pendaftar calon bupati dan wakil bupati kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beserta pengantarnya yang datangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PALI untuk menyerahkan berkas pendaftaran diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran covid-19. 

Pendaftar ketika masuk area KPU wajib cuci tangan yang telah disiapkan, kemudian dicek suhu tubuhnya selanjutnya mengisi daftar tamu. Rombongan calon juga harus memperhatikan jarak serta menghindari kerumunan.

Dijelaskan Sunario SE, ketua KPU PALI bahwa pendaftaran cabup dan cawabup PALI, KPU memperketat protokol kesehatan dengan tidak memperbolehkan banyak massa masuk area KPU. 

"Dari awal kami tegaskan tidak boleh ada arak-arakan, jadi yang diperbolehkan masuk area KPU adalah pasangan calon bersangkutan, dua orang perwakilan masing-masing parpol pendukung dan yang menyerahkan berkas," ungkap Sunario. 

Ditambahkannya bahwa pasangan bakal calon juga wajib ikuti swab test. Sesuai edaran dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa bakal calon harus lalui swab sebelum melaksanakan tes kesehatan. Dimana pada hari pertama swab dilakukan bakal calon Heri Amalindo, hari kedua Devi Haryanto dan Darmadi Suhaimi serta hari terakhir oleh Soemarjono. 

"Lokasi swab di BBLK Palembang, sedangkan tes kesehatan di RSMH. Kalau hasil swab positif, maka yang bersangkutan harus lakukan isolasi sesuai standar covid-19 dan setiap proses tahapan pendaftaran bisa diwakilkan selama isolasi," tandasnya.

Untuk persyaratan maju pada Pilkada PALI, Sunario mengingatkan bahwa yang wajib dilengkapi adalah jumlah dukungan. 

"Kepada tim penghubung atau Liaison Officer (LO), kami mengingatkan syarat mutlak mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati PALI adalah jumlah dukungan, kalau itu kurang maka berkasnya akan kami kembalikan," terangnya.  

Sementara itu Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadhi menyebutkan pihaknya menurunkan sedikitnya 89 personelnya. 

"Dengan adanya simulai ini, diharapkan masing-masing calon mengetahui tata cara pendaftaran. Terlebih saat ini kita masih dalam suasana pandemi corona yang harus memperhatikan keselamatan dan mencegah penyebaran covid-19 agar mata rantainya bisa diputus," harap Kapolres. (sn/perry) 
Share:

Tak Laksanakan Survei, DPD Demokrat Sumsel Diminta Kembalikan Dana

INDRALAYA--Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati HM Ilyas Panji Alam meminta kepada Marhaili Sutomo selaku pengurus DPD partai Demokrat Sumsel untuk segera mengembalikan dana senilai Rp 125 juta yang telah disetorkan kepada DPD Demokrat Sumsel melalui pengurus Marhaili Sutomo.

Menurut Gusti Ko'ong selaku Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati HM Ilyas Panji Alam menyebutkan, dana senilai Rp 125 juta yang telah diserahkan kepada Marhaili Sutomo seyogyanya untuk dipergunakan melaksanakan survei elektabilitas bakal calon Bupati HM Ilyas Panji Alam. "Akan tetapi, sampai dengan saat ini, survei yang dimaksud sama sekali tidak dijalankan oleh mereka," kata Gusti Ko'ong, Selasa (1/9) di kantor DPC PDIP Kabupaten OI. 

Dijelaskan Gusti, hal ini diperkuat setelah pihaknya mengkonfirmasi ke DPP Demokrat pusat melalui Wahyu dan Andi Arif. "Menurut pak Wahyu dan Arif, tidak ada dana setoran yang masuk ke DPP Demokrat," papar Gusti. Diceritakan Gusti Ko'ong pada Maret lalu, dirinya diminta oleh Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati HM Ilyas untuk menyerahkan dana senilai Rp 125 juta kepada DPD Demokrat Sumsel melalui Marhaili Sutomo.

Dengan perjanjian, dana yang telah diserahkan tersebut nantinya akan dipergunakan  survei internal parpol Demokrat terhadap elektabilitas bakal calon Bupati HM Ilyas Panji Alam. "Namun ternyata, sampai dengan saat ini, kami menilai dan menganggap survei dimaksud tidak dilaksanakan. Jadi kami mempertanyakan kemana dana yang telah disetorkan itu," tandas Gusti Ko'ong. 

Gusti menambahkan, kalau pun mereka beralasan itu terkendala pandemi covid-19. Namun kenyataannya saat ini sudah beralih ke tahapan "New Normal". Sedangkan, survei yang harusnya mereka lakukan itu, jauh sebelum Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan hasil resmi terkait elektabilitas bakal calon Bupati dan bakal calon Bupati Kabupaten OI yang akan bertarung pada Pemilukada Desember nanti.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui via telepon selluler, Marhaili Sutomo membenarkan bila telah menerima dana senilai Rp 125 juta. Akan tetapi ia membantah bila dana tersebut tidak disetorkan ke DPP Demokrat. 

Melainkan dana tersebut telah diserahkan kepada lembaga survei "Charta Politica" yang akan melaksanakan tugas dan fungsinya untuk melaksanakan elektabilitas survei bakal calon Bupati HM Ilyas Panji Alam.

"Namun, pada waktu itu terkendala mewabahnya pandemi covid-19. Jadi tidak bisa dilaksanakan," ucap Marhaili Sutomo. Ia menambahkan, sampai dengan saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari lembaga survei Charta.(Ber)
Share:

Sempat Adu Mulut, Warga Ini Pertanyakan Kejelasan Proyek Pelebaran Jalan Gunung Kemala

Foto : Jalan Gunung Kemala -Payuputat dilakukan pen
PRABUMULIH, SININEWS.COM - Proyek pelebaran jalan disepanjang jalan Kelurahan Gunung Kemala hingga Payuputat menjadi polemik ditengah masyarakat, pasalnya waktu lalu sejumlah masyarakat mempertanyakan kejelasan perusahaan yang memenangkan tender, selasa (1/9)


Adi Aprison warga Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat ini mempertanyakan kejelasan perusahaan yang melakukan pelebaran jalan disisi kanan dan kiri jalan Keluraan Gunung Kemala, hal tersebut menurut Adi tidak adanya papan informasi dari pihak perusahaan

"Harusnya pihak perusahaan memasang papan proyek, jadi jelas informasi pekerjaan jalan itu siapa pemiliknya dan berapa panjangnya, semua harus diperjelas" ungkapnya
VIDEO LENGKAPNYA KLIK DIBAWAH: 
Adi Aprison yang merupakan tokoh masyarakat Gunung Kemala ini juga mempertanyakan tak adanya sosialisasi pihak perusahaan kepada masyarakat dan pemerintah setempat

"Pekerjaan ini harus ada sosialisasi lah tanah disepanjang jalan ini kan ada pemiliknya" sambungnya lagi

Sementara itu, Beno pengawas dilapangan saat dikonfirmasi belum memberikan informasi yang jelas kepada media ini

"Walaikumsalam, Cakmano,Aku lagi ngadep danramil ini" jelasnya singkat 

Informasi dilapangan sejumlah masyakat sempat tegang dan terjadi adu mulut antara pihak perusahaan dan warga yang mempertanyakan kejelasan perusahaan yang mendapatkan tender (tau/sn)
Share:

Dinas Perkim PALI Memulai Bangun Kantor Kejari

PALI -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebentar lagi bakal miliki kantor yang memadai. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Perkim telah memulai pembangunannya berlokasi di Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

Dikatakan Ahmad Hidayat, Plt Kepala Dinas Perkim Kabupaten PALI bahwa pembangunan kantor Kejari PALI dilakukan secara bertahap. 

"Tahap awal ini kita buka lahan terlebih dahulu lalu pamatangan lahan. Adapun lahan seluas 1.600 meter persegi. Setelah lahan dibuka, langsung dilakukan pemasangan cerucup, tiang pancang dan pile cub," ungkap Ahmad Hidayat didampingi Sudirman, PPTK pembangunan kantor Kejari PALI, Selasa (1/9).

Ditambahkan Ahmad Hidayat bahwa target penyelesaian kantor Kejari tahun 2021."Tahun depan dilanjutkan lagi, tetapi tetap masih mengukur kemampuan keuangan daerah. Kalau tidak ada hambatan dan anggaran memadai, ditargetkan akhir tahun 2021 atau 2022 kantor Kejari rampung," tukasnya. 

Disamping pembangunan kantor Kejari, Ahmad Hidayat juga menyebut bahwa Pemkab PALI juga bakal membangun Mako Brimob.

"Itu bukti komitmen pemkab PALI yang ingin melengkapi fasilitas negara untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Mudah-mudahan rencana ini berjalan sesuai perencanaan dan kami minta dukungan dari semua lapisan masyarakat," harapnya. 

Sementara itu, Mulyadi STP, ketua Komisi II DPRD PALI memberi masukan agar setiap proyek pekerjaan untuk dilaksanakan sesuai perencanaan. 

"Dan yang terpenting pengawasan dari dinas terkait supaya hasilnya nanti tidak mengecewakan," saran Mulyadi. (sn/perry)





Share:

Golkar Resmi Usung Heri Amalindo-Soemarjono

PALI -- Partai Golongan Karya menjadi partai terakhir yang menyatakan sikap untuk mendukung dan mengusung pasangan calon Bupati petahana H. Heri Amalindo dan Calon Wakil Bupati Drs. H. Soemarjono pada Pilkada serentak di kabupaten PALI, 9 Desember 2020 mendatang. 

Hal itu diketahui saat surat rekomendasi yang diserahkan oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel II Bobby Adhityo Rizaldi ke calon wakil bupati Soemarjono yang didampingi oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel Ir. Herpanto. 

Kabar tersebut dibenarkan oleh M. Taufiq, salahsatu tim narahubung parpol pengusung Heri Amalindo dan Soemarjono, Senin (31/8/2020).

"Iya bener, sudah diserahkan rekomendasi B1 KWK dari partai Golkar ke paslon Heri Amalindo dan Soemarjono yang diwakilkan oleh calon wabup, Soemarjono. Hal itu dikarenakan kondisi kesehatan Pak Heri Amalindo sedang tidak fit," jelasnya. 

Dengan demikian, paslon Heri Amalindo dan Soemarjono telah mengumpulkan dukungan sebanyak 19 kursi dari 25 kursi di DPRD PALI yang terdiri dari PDIP 4 kursi, Golkar 4 kursi, PKS 3 kursi, Nasdem 2 kursi, Perindo 2 kursi, Gerindra 2 kursi, PPP 1 kursi, dan PBB 1 kursi. 

Sementara paslon penantang petahana Devi Harianto dan Darmadi Suhaimi telah mengumpulkan dukungan dari tiga parpol, diantaranya Demokrat 3 kursi, PAN 2 kursi, dan HANURA 1 kursi. (sn/perry)
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 31 Agustus 2020







Share:

Untuk Dapatkan Kuota Internet Gratis, Disdik PALI Data Nomor Hp Siswa

PALI --  Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini tengah melakukan pendataan terkait pembagian kuota internet gratis dari kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud) bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen yang menggelontorkan dana senilai Rp 7,2 triliun. Dimana program itu bakal diberikan selama empat bulan dari September sampai Desember 2020 untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

Pendataan sendiri menurut Plt kepala Disdik PALI, Kamriadi bahwa orang tua atau wali murid harus melapor ke pihak sekolah menyerahkan nomor handphone.

"Nantinya nomor handphone siswa diinput ke pusat. Untuk mekanisme pemberian bantuan kuota internet itu mutlak dari pemerintah pusat, kami hanya melakukan pendataan," ungkap Kamriadi, Senin (31/8).

Sementara itu, Irwansyah  kepala SMAN 2 Unggulan Talang Ubi akui bahwa data nomor handphone seluruh siswanya telah terkumpul, dan saat ini masih melakukan input data.

"Mudah-mudahan tidak lama lagi selesai. Hanya saja terdapat kendala dilapangan adanya siswa yang tidak memiliki handphone dan kendala jaringan," kata Irwansyah.

Menyiasati kendala siswa tidak miliki handphone, Irwansyah mengaku bahwa pihaknya telah membentuk kelompok atau grup kelas.

"Solusinya yang bersangkutan bisa  datang ke sekolah atau luring serta membentuk grup kelas. Juga telah kita bentuk sebelum corona ada yakni  paguyuban. Ada dua paguyuban, yaitu paguyuban orang tua dan paguyuban siswa, gunanya untuk koordinasi antara sekolah dan orang tua serta untuk mengetahui perkembangan siswa," jelasnya. (an/perri)
Share:

Masa Pemuda Pancasila Prabumulih Geruduk PT.GHEMMI


MUARA ENIM, SININEWS.COM – Ratusan masa dari Pemuda Pancasila melakukan unjuk rasa di Depan kantor PLTU PT.Guo Huo Enery Musi Makmur indonesia desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim, senin (31/8)

Dari pantauan dilapangan sekitar 300 an orang masa dari Pemuda Pancasila (PP) Kota Prabumulih geruduk Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Desa Gunung Raja 

Rifky Baday,SH.Mkn selaku Penanggungjawab aksi PP dalam orasinya menyampaikan pihak perusahaan harus transparan dalam perekrutan tenaga kerja dan mengutamakan tenaga kerja lokal (pribumi) 

Hingga berita ini diturunkan aksi masa masih terus berlanjut dan petugas kepolisian masih berjaga-jaga dilokasi unjuk rasa (sn/tau)     
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts