BANGKITKAN SEMANGAT, WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR


SININEWS.COM
- Peringatan hari guru tahun ini jatuh pada hari Rabu, 25 November 2020, walau dalam kondisi pandemi, namun semangat untuk melakukan transformasi pendidikan untuk mewujudkan merdeka belajar sebagai agent perubahan, tetap dijadikan sebagai momen berharga bagi para guru dan insan pendidik agar benar – benar menjadi pendidik yang bertakwa, beretika, profesional dan berwawasan luas. Alangkah indahnya bila hari ini, kita semua dan para guru hebat bersedia mengintrospeksi, mulai dari diri terhadap tugas dan tanggung jawab yang luhur dan mulia tersebut selama ini, apakah benar-benar telah mewujudkan merdeka belajar, yang menempatkan anak-anak sebagai subjek pembelajar, sebagaimana filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara (KHD), atau bahkan sebaliknya? 


Dalam perspektif pedagogis guru merupakan suatu konsep yang menggambarkan sosok pribadi mulia yang menjalankan peran transferring dan transforming yaitu memberikan dan menyampaikan informasi ilmu pengetahuan, dan  menanamkan nilai budaya positif kepada para siswa yang diajarnya. Dalam konteks tersebut, guru tidak hanya mengajarkan tetapi sekaligus menjadi suri tauladan (ing Ngarso Tung Tulodho), membangun semangat belajar yang bermakna (Ing Madya Mangun Karso), dan memberi motivasi dan dorongan bagi siswanya (Tut Wuri Handayani). Sehingga kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual mutlak dimiliki guru.  Menurut Prof DR Sarozi kurikulum sesungguhnya adalah guru itu sendiri sehingga tidak bingung dalam memaknai perubahan kurikulum apapun, mulai dari KBK, KTSP dan sekarang SENTIFIC atau kurikulum 2013. Karena guru adalah kurikulum berjalan.

Sebagai seorang pendidi tentu memiliki tugas dan peran yang penting dalam upaya mencerdaskan anak didik, termasuk dalam situasi pandemi covid-19 ini. Para guru dihadapkan pada tantangan luar biasa saat pandemi. Lapis tantangannya, bergantung pada sumberdaya yang yang dimiliki, baik dari segi teknikal, seperti gawai, akses internet, dan kuota yang cukup, maupun yang bersifat substansial, seperti kepedulian dan tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak.

Policy Brief Education During Covid-19 and Beyond yang dirilis PBB (2020) menyebutkan, sebagian besar guru di seluruh dunia termasuk juga Indonesia, tidak dipersiapkan untuk beradaptasi dengan situasi pandemi, yang menuntut berbagai metode pembelajaran baru. Pembelajaran jarak jauh yang mengandalkan internet, selain membutuhkan jaringan juga keterampilan pengoperasian TIK. Guru memang dengan mudah dijadikan sasaran tembak kegagalan pendidikan, baik sebelum maupun saat pandemi. Keluhan terhadap kinerja guru begitu banyak diungkapkan. Bahkan, ada yang menuduh guru lebih mudah bekerja saat pandemi. Sebab, mereka hanya memberi tugas bagi anak lalu bebannya berpindah ke orang tua. Padahal, yang terjadi tak sesederhana itu. Sebab, guru justru memiliki beban berlipat. Mereka mencari strategi agar anak-anak bisa menerima pelajaran dengan lebih sederhana. Bahkan, di berbagai pemberitaan, guru-guru di berbagai daerah yang memiliki keterbatasan akses, harus mendatangi anak-anak ke rumah. Tentu berisiko, tetapi mereka tetap semangat melakukannya demi pemenuhan hak anak untuk belajar. 

Sementara, guru-guru yang memiliki akses memadai, dukungan sekolah, dan orang tua pun memiliki persoalan. Sebab, mereka dituntut menghadirkan metode pembelajaran interaktif, kreatif, menyenangkan, dan menjadikan anak-anak aktif. Ini jelas bukan perkara mudah. Mengajak anak-anak aktif, sementara mereka terbatasi oleh layar. Semenarik apa pun guru mengajar melalui layar, jelas tidak tergantikan oleh interaksi tatap muka langsung di ruang kelas. 

Tantangan terbesar pembelajaran daring adalah membangun interaksi sosial dan karakter anak. Membangun minat anak belajar dan menyimak guru tidaklah mudah. Mengajar anak usia dini membutuhkan keterampilan khusus. Jika orang dewasa saja mudah teralihkan saat melakukan pertemuan daring, anak-anak kecil yang secara natur memang lebih aktif dan memerlukan ruang untuk bergerak, sangat gamblang sulit untuk duduk tenang selama proses belajar.  

Mari kita belajar dari filosofi ikan, yang mungkin bisa menginspirasi kita semua para guru hebat. Kenapa? karena secara lahiriah ikan selalu berenang maju apapun kondisinya dan ia tak pernah sekali-kali mundur. Itu artinya ia mewarisi sikap pantang menyerah dan pantang berputus asa. Dalam kehidupan ini ada banyak rintangan yang harus dihadapi, dan satu-satunya cara untuk mengatasi rintangan itu bukan mundur dan menghidar melainkan menerima dan lantas menghadapinya.  Kesuksesan merupakan hal yang pasti didapat untuk orang yang selalu berjuang, namun berapa lama waktu yang harus ditempuh, merupakan hal yang tidak dapat diketahui oleh siapapun.  Kesuksesan hanya milik orang-orang yang bangkit dengan semangat pantang menyerah.

Oleh karena itu sangat pantas jika tema Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke 75 tahun 2020, adalah bagaimana membangkitkan semangat para guru untuk memberikan kemerdekaan belajar kepada peserta didik.

Wujudkan Merdeka Belajar
Esensi konsep Merdeka Belajar, salah satu yang terpenting ialah dengan membuat kurikulum yang fleksibel, sehingga guru bisa memilih yang cocok sesuai kompetensi dan minat siswa. “Kebijakan Merdeka Belajar memberikan kesempatan guru untuk berinovasi dan mandiri sehingga bukan birokrasi pendidikan, tetapi inovasi pendidikan”. Soal kesiapan sekolah melaksanakan pendidikan jarak jauh dan digitalisasi pendidikan, merupakan suatu keniscayaan kendati ada kendala di daerah-daerah lain yang tak memiliki akses jaringan.  

Ujung tombak Merdeka Belajar ada pada guru penggerak, yang tergerak dan menggerakan komunitas dan ekosistem pendidikan.  Hal tersebut tak akan terwujud ketika mereka belum merdeka seutuhnya. Maka mewujudkan Merdeka Belajar ini harus dilakukan secara fundamental, bukan sekedar melalui hal teknis dan mengganti kebijakan baru saja. Akan tetapi lebih holistik menyentuh pada eksistensi guru itu sendiri.
Selain itu, merdeka belajar tidaklah berdiri di ruang kosong, ia mengait dengan elemen-elemen pembelajaran yang lain. 

Keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh koherensinya dalam sebuah sistem pendidikan yang memiliki akar yang kuat. Sebagai sebuah nilai, merdeka belajar merupakan hak dasar yang melekat pada tiap individu, termasuk peserta didik. Meskipun demikian, sesuai dengan tata nilai yang dianut secara universal, merdeka belajar harus ditempatkan dalam kerangka harmonisasi, sehingga memiliki integritas yang terinternalisasi secara konsisten, dan semangat menyelaraskan semua elemen yang terlibat.

Bagaimana mungkin konsep merdeka belajar ini bisa kita terapkan, sementara eksistensi guru dalam memaknainya masih bias, tuntutan kebijakan yang tidak selaras serta lingkungan belajar yang tidak pantas.  Oleh karena itu komunikasi, koordinasi dan kolaborasi adalah salah satu kunci untuk mewujudkan merdeka belajar dalam ruang-ruang kelas.

Untuk bisa direalisasikan, nilai-nilai kehidupan harus diterjemahkan menjadi sebuah konsep, lalu kemudian dalam konsep tersebut, mulai muncul entitas-entitas yang saling terkait, seperti metode belajar. Merdeka belajar sangat terkait dengan tiga elemen yaitu kurikulum, SDM (guru), dan lingkungan belajar. Elemen ini harus saling terkait, jika satu titik ditarik, yang lain akan mengikuti. Ketika metode belajar konvensional didisrupsi untuk mewujudkan semangat membebaskan, semangat memerdekakan, mau tidak mau kurikulum, pengelolaan SDM, dan lingkungan belajar harus disesuaikan dengan semangat yang sama. 

Pendidikan seringkali dimaknai hanya sebagai proses pengembangan intelektual yang parsial saja, hanya terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan. Seringkali pendidikan dianggap selesai ketika anak didik sudah memahami materi pelajaran. Persoalan kemanusiaan seakan-akan dilepaskan dari konteks pembelajaran. Padahal dalam sejarahnya, pendidikan selalu diupayakan dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan, bukan terlepas darinya.  Oleh karena itu perlu merefleksi kembali konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang filosofi pendidikan yang memerdekakan. 
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan yang memerdekakan yaitu suatu proses pendidikan yang meletakkan unsur kebebasan anak didik untuk mengatur dirinya sendiri, bertumbuh dan berkembang menurut kodratnya, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Artinya seorang anak mempunyai otoritas mengembangkan dirinya secara otentik.  

Sedangkan menurut Akhmad Sudrajat dalam tulisannya menyatakan bahwa, pendidikan bukanlah sebuah proses penjinakkan (domestikasi), yang memandang individu sebagai makhluk liar yang harus dijinakkan oleh sang pawang. Demikian pula,  pendidikan bukanlah proses cuci otak  dengan memasukkan doktrin-doktrin yang tidak sejalan dengan fitrah kemanusiaan yang dimilikinya. Pendidikan semacam ini hanya akan menghasilkan manusia-manusia  robot yang serba mekanistis. Menjadikan manusia tak ubahnya seperti burung beo, yang hanya sanggup berkata seperti apa  yang diajarkan sang pawang atau menjadikannya seperti bebek,  yang selalu mengekor pada yang lain. Tidak mandiri dan sangat  miskin kreativitas !

Inilah pendidikan yang memenjarakan sekaligus mengingkari fitrah kemanusiaan, yang disadari atau tidak disadari, praktik pendidikan semacam ini tampaknya masih mewarnai pada sebagian kehidupan di negeri ini, baik pada lingkungan pendidikan formal maupun nonformal. Adalah fitrah manusia,  terlahir dengan dibekali segenap potensi masing-masing,  yang mungkin antara satu individu dengan individu lainnya berbeda. Maka  disinilah, tugas utama pendidikan untuk dapat menyediakan lingkungan belajar agar setiap individu dapat berkembang optimal menjadi dirinya sendiri, sejalan dengan fitrah  dan pilihannya masing masing.
Pendidikan yang memerdekakan itu harus didasarkan pada kesenangan anak, serta untuk memperoleh masa depan sesuai harapan dan keinginan mereka sendiri. Oleh sebab itu, pendidikan yang memerdekakan disiratkan bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing dan seharusnya belajar sesuai kesenangan mereka. Tidak harus didikte dengan kurikulum, sistem, dan aneka mata pelajaran yang dipaksakan kepada siswa-siswa seperti di ruang kelas konvensional pada umumnya.

Belajar dari filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) tentang konsep pendidikan yang memerdekakan, maka  akan melahirkan manusia-manusia yang tidak terperintah orang lain, tetapi batinnya bisa memerintah dirinya sendiri, melahirkan manusia-manusia yang berdiri tegak karena kekuatan sendiri. Dan melahirkan manusia-manusia yang cakap dalam menertibkan dirinya sendiri, sehingga tidak mengganggu kemerdekaan orang lain.  

Maka tak berlebihan bila konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya kemerdekaan ini perlu menjadi inspirasi bagi kita semua guru-guru hebat dalam ruang-ruang belajar.  Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sendiri.  Pendidik hanya merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.  Tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri. Inilah manusia beradab dan itulah maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya. "Jadikan setiap tempat sebagai Sekolah, setiap orang sebagai Guru, dan setiap waktu sebagai Pelajaran.(ril/sn)

Oleh: Bayumie Syukri, AP., SE., M. Si
Praktisi, Pemerhati Pendidikan dan CGP Kota Palembang
Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 24 November 2020

 



Share:

LONGSOR AKSES JALAN TEMPIRAI - AIR ITAM DINAS PU PALI TURUNKAN TIM REAKSI CEPAT


Tempirai, SININEWS.COM -- Jalan merupakan akses terpenting dalam mendukung aktivitas kehidupan masyarakat, maka untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) menjadikan pembangunan Jalan disetiap pelosok di Bumi Serepat Serasan merupakan agenda perioritas.


Sebagai mana diketahui pada tanggal 5 November 2020 lalu telah terjadi insiden kerusakan Jalan Penghubung Desa Tempirai menuju Desa Air Itam, disebabkan abrasi tanah (Longsor) dibahu jalan,  sehingga meruntuhkan fisik cor beton badan Jalan sepanjang 10 meter.


Setelah menerima laporan masyarakat atas kejadian tersebut, selang beberapa Jam Tim terpadu Dinas PU Bina Marga dan BPBD kabupaten PALI turun kelapangan, sehingga tanpa basa-basi Tenaga teknis langsung merinci kebutuhan perbaikan jalan dan tenaga pelaksana kegiatan.



Menurut Kadin PU BM PALI, Ir. M.Hilmansyah, pihaknya tetap berkonsentrasi setiap adanya kerusakan akses Jalan, apalagi yang bentuknya  darurat seperti yang terjadi di Tempirai, "Alhamdulilah, sampai hari ini (24/11/2020), kerusakan Jalan longsor di Desa Tempirai sudah diperbaiki dengan baik," ujar Hilmansyah. 

"Dan kita tetap  perioritas yang sipatnya  Darurat, ini wujud pelayanan Pemda PALI terhadap kebutuhan Masyarakat," tambahnya. 


"Akan tetapi Kami sebagai pelaku Pemerintah menyadari betul,  masih banyak lagi masalah peningkatan akses jalan yang belum terakomodir dengan baik, namun dalam kesempatan ini saya menghimbau pada Masyarakat untuk sedikit bersabar dan bergotong royong mendukung Pemerintah,  tentunya proses Pembangunan tetap melalui tahapan dan berkelanjutan," pintanya.


Demikian Kepala Desa Tempirai Selatan Safikal Usman,  mengapreasiasi atas respon cepat Pemda PALI mengakomodir kerusakan akses Jalan yang terletak di wilayah Desanya sehingga akan melahirkan preseden positif masyarakat se Tempirai Raya.


Lebih dari itu, Kepala Desa usia termuda di bumi Serepat Serasan ini,  atas Nama Masyarakat Mengucapkan terima kasih kepada Pemda PALI yang telah membuka Line Clearing Jalan lingkar Tempirai Selatan sepanjang 3 Kilometer, sehingga  aktifitas para Petani dapat berjalan dengan baik.


"Tentu kami atas nama pemerintah desa sampaikan apresiasi terhadap gerak cepat Pemkab PALI," ujarnya.


Penulis, Bungharto

Share:

Masalah Air Bersih di PALI Teratasi Akhir Tahun 2020


PALI. SININEWS.COM -- Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ahmad Hidayat menyebutkan bahwa sejumlah proyek vital di Bumi Serepat Serasan yang menggunakan anggaran tahun 2020 bakal rampung sebelum pergantian tahun ini. 

Seperti pembangunan jaringan air bersih yang bakal dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah yang membentang dari Kecamatan Tanah Abang sampai ke Talang Ubi termasuk jaringan pemasangan ke rumah-rumah warga di sejumlah desa. 

"Insyaallah permasalahan air bersih terutama di ibukota PALI bisa teratasi. Pekerjaan pemasangan jaringan air bersih sudah tahap finishing. Juga pemasangan jaringan ke rumah-rumah. Bahkan pemasangan jaringan baru ke calon pelanggan PDAM itu digratiskan," ungkap Ahmad Hidayat, Selasa (24/11).

Disamping merampungkan pembangunan jaringan air bersih, Ahmad Hidayat juga menyatakan pembangunan rumah sakit Pratama yang ada di kecamatan Tanah Abang juga akhir tahun ini kelar. 

"Awal tahun 2021 rumah sakit itu siap huni. Untuk penyediaan alat kesehatan, kita telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinkes yang siapkan segala kebutuhan terkait alat kesehatan," tukasnya. 

Ahmad Hidayat juga menerangkan bahwa ada lagi sejumlah proyek lain yang sudah bisa dinikmati masyarakat akhir tahun ini. 

"Pamsimas selesai tahun ini, kemudian 
Sanitasi yang dibangun di empat desa. Dan pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 1.127 juga rampung. Dimana pada program ini, bentuk bantuan langsung di transfer ke rekening penerima sebesar Rp 17,5 juta. Dana tersebut untuk pembayaran material sebesar Rp 15 juta serta upah sebesar Rp 2,5 juta. Penerima hanya bisa mencairkan dana itu secara transfer ketika material sudah datang. Hal ini untuk meminimalisir penyalahgunaan oleh penerima. Program pembangunan rumah tidak layak huni ini akan berlanjut di tahun 2021 hanya saja jumlah penerima akan disesuaikan dengan keuangan daerah," jabarnya. (sn/perry) 


Share:

Surat Suara Pilkada PALI dan Logistik Lainnya Bakal Didistribusikan Tepat Waktu


PALI. SININEWS.COM -- Pendistribusian logistik Pemilihan Bupati dan wakil bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dipastikan oleh ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunario SE sudah sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehari sebelum pencoblosan. Dimana pemungutan suara untuk menentukan kepala daerah di Bumi Serepat Serasan ini akan dilaksanakan serentak pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2020.

Dikatakan Sunario bahwa KPU PALI saat ini KPU tengah lakukan perakitan kotak suara dan dalam waktu dekat ini akan lakukan pelipatan surat suara. 

"Logistik sudah siap, yang kita simpan di gudang logistik KPU dijaga ketat petugas keamanan dari pihak kepolisian. Untuk pendistribusian ke TPS-TPS kita lakukan tanggal 6-7 dan 8 Desember 2020," ucap Sunario, Selasa (24/11).

Untuk surat suara, Sunario menyatakan bahwa sebelum pelipatan dilakukan sortir terlebih dahulu untuk memastikan surat suara tidak ada yang rusak. 

"Nantinya pelipatan surat suara melibatkan pegawai honorer KPU dan warga sekitar. Pada proses pelipatan, petugas juga akan menyortir terlebih dahulu. Jumlah surat suara sendiri adalah sesuai jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen jumlah DPT per TPS," terangnya. 

Dalam menggenjot partisipasi pemilih, Sunario akui bahwa KPU telah melakukan beberapa upaya, salah satunya sosialisasi langsung ke masyarakat dengan cara mendatangi pasar-pasar kalangan yang ada di kabupaten PALI. 

"Dikerahkan juga relawan demokrasi yang telah kita bentuk untuk mengajak masyarakat yang telah masuk syarat menjadi pemilih. Secara head to head juga yang dilakukan oleh Paslon dan timnya yang kami harapkan partisipasi pemilih bisa mencapai target nasional yaitu 77,3 persen," pungkasnya. (sn/perry) 




Share:

Jelang Pilkada, Terindikasi Ada Ruang Bagi Bandar Narkoba Manfaatkan Transaksi "Money Politik"


INDRALAYA--Jelang tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak. Khususnya di Kabupaten Ogan Ilir (OI) disinyalir bakal marak terjadinya tindakan "money politic" yang bertujuan untuk menarik simpati pemilih agar memilih salah satu pasang calon Bupati yang akan bertarung di Pemilukada. Untuk itu, guna mencegah terjadinya praktek money politik yang disinyalir diduga bakal akan dilakukan masing-masing timses pasang calon, mendeklarasikan terbentuknya organisasi Jaringan Masyarakat Anti Politik Uang (JMAPU). 

Organisasi JMAPU diketuai oleh Andreas OP aktivis sekaligus pengusaha yang anggotanya tersebar di-16 Kecamatan di bumi "caram seguguk". Dibentuknya Satgas anti politik uang caram seguguk ini, bertujuan untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya tindakan money politik sekaligus Satgas ini berupaya untuk mencegah dan menangkal uang narkoba dalam "money politic". Giat deklarasi berlangsung Senin (23/11) bertempat di Indralaya dan dihadiri unsur Kepolisian Polres OI, BNN, masyarakat serta relawan anti narkoba.

Usai deklarasi, dikatakan ketua Satgas anti politik uang caram seguguk, Andreas OP mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan pihaknya momen-momen jelang Pilkada inilah disinyalir dimanfaatkan oleh bandar-bandar narkoba untuk melakukan transaksi pencucian uang dalam jumlah besar. "Oleh sebab itu, perlu dibentuknya Satgas anti politik uang. Tugasnya, untuk melaporkan bila ada temuan indikasi tindakan money politik yang tentu ada kaitannya dengan pencucian uang," jelas Andreas OP.

Disebutkan Andreas, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan para relawan. Mereka nanti akan ditugaskan ke masing-masing Kecamatan, Desa untuk memberikan informasi bila terdapat adanya indikasi temuan tindakan money politik. "Segera lapor bila ditemuan adanya tindakan politik uang jelang Pilkada," himbau Andreas OP.(Ber)

Share:

Corona Pengaruhi PAD PALI


PALI. SININEWS.COM - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Amrullah menyebut bahwa Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) dari sektor galian C menurun akibat dari adanya pandemi corona atau covid-19 yang hingga saat ini masih melanda negeri ini. 


"Faktor menurunnya PAD dari sektor galian C akibat banyaknya pembangunan fisik yang ditunda karena anggarannya dialihkan untuk penanggulangan dan penanganan covid-19. Tetapi menurunnya pendapatan dari galian C, bukan hanya di PALI tapi seluruh daerah di Indonesia," ujar Amrullah, Senin (23/11).


Diakui Amrullah bahwa bukan hanya dari sektor galian C saja yang terpengaruh adanya wabah covid-19, tetapi juga dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta retribusi parkir. 


"Kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak corona sangat mempengaruhi setoran PBB juga retribusi parkir. Banyak masyarakat menunda membayar PBB yang berimbas PAD kita menurun. Adapun retribusi parkir menurun karena jumlah kunjungan masyarakat untuk membesuk ke rumah sakit dibatasi, daya beli masyarakat juga menurun yang berimbas pengunjung pasar yang biasanya membludak yang rata-rata memarkirkan kendaraannya juga merosot," tukasnya.


Tetapi untuk pajak dari perusahaan, seperti pajak penerangan jalan non PLN juga PBB perusahaan masih berjalan lancar. 


"Kalau dari perusahaan masih lancar walaupun masih ada beberapa perusahaan belum memenuhi kewajibannya membayar PBB. Tetapi dalam satu setengah bulan waktu yang tersisa ini kita akan lakukan penagihan secara door to door, baik ke perusahaan atau masyarakat melalui kepala desanya," tandasnya. 


Khusus untuk perusahaan, ditegaskan Amrullah apabila sampai akhir tahun tidak membayar pajak, baik PBB atau pajak penerangan jalan non PLN, maka yang akan melakukan penagihan bukan Bapenda lagi tetapi oleh Kejaksaan. 


"Kita sudah bekerja sama dengan Kejari PALI untuk lakukan penagihan terhadap perusahaan yang tidak kooperatif. Kerja sama dengan Kejari merupakan instruksi KPK bagi seluruh daerah. Artinya apabila ada perusahaan yang membandel, pihak Kejari yang turun langsung," tegasnya.

Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 23 November 2020

 



Share:

BPBD PALI Petakan Wilayah Rawan Banjir


PALI. SININEWS.COM -- Memasuki musim hujan tahun 2020 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memetakan daerah yang rawan bencana banjir serta longsor. Diantaranya adalah 10 desa yang terletak tidak jauh dari bantaran Sungai Lematang yang ada di wilayah Kecamatan Tanah Abang. 


Disebutkan Junaidi Anuar, kepala BPBD PALI bahwa 10 desa dimaksud adalah Desa Bumi Ayu, Tanah Abang Selatan, Tanah Ababg Utara, Muara Sungai, Raja, Curup, Sedupi, Pandan, Modong dan Suka Raja.

"Desa yang paling rendah datarannya adalah desa curup dan menjadi langganan banjir saat penghujan ketika debit air Sungai Lematang naik. Meski demikian 10 desa tersebut semuanya rawan banjir dan longsor," ucap Junaidi Anuar, Senin (23/11).

Walaupun masyarakat sudah terbiasa hadapi banjir, Juniadi tetap meminta warga untuk waspada.

"Air Lematang saat ini debitnya masih dalam ambang wajar, namun sewaktu-waktu bisa meluap karena curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi  jadi masyarakat yang ada di 10 desa tersebut  terutama di dekat bantaran sungai harus mewaspadainya. Apabila terjadi bencana, cepat laporkan ke BPBD melalui Kades atau langsung ke kami," himbaunya. 

Dalam mengantisipasi bencana banjir serta longsor, Junaidi menyatakan bahwa BPBD PALI siaga penuh. 

"Kita dirikan posko dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD selalu siaga 24 jam. Apabila ada laporan warga, kami siap meluncur ke lokasi. Bahkan kami tidak hanya menunggu laporan, namun juga melakukan pemantauan melalui petugas kita di lapangan. Untuk menanggulangi longsor, alhamdulillah kita dapat bantuan dari pemerintah pusat berbentuk dibangunkannya tanggul penahan di bantaran Sungai Lematang yang ada di wilayah Desa Bumi Ayu," terangnya. (sn/perry) 
Share:

Kunjungan PWI Prabumulih ke Bengkulu, Walikota : Wartawan Adalah Profesi Mulia

Foto : Plt.Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi bersama Anggota PWI Prabumulih, senin 23/11

BENGKULU, SININEWS.COM – Pelaksana Tugas Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi didampingi Assisten III Kota Bengkulu M.Husni sambut langsung peserta Orientasi Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih di Kantor Walikota Bengkulu Provinsi Bengkulu, senin (23/11) 

Audensi bersama Pemkot Bengkulu yang dihadiri Assiten III Kota Prabumulih M.Rasyid, Dinas Komunikasi dan Informasi yang diwakili Sekdin Joni Aswadi,S.Pd 

Dalam sambutannya M.Husni Assiten III Kota Bengkulu memaparkan sejumlah program terbaik yang saat ini menjadi program terbaik kota tersebut, salah satunya inovatif dengan program 1001 janda yang bulan lalu mendapatkan penghargaan dari Koran Sindo dan Sindonews.com dengan tema “Bangkit dari Pandemi” yang digelar secara virtual Agustus lalu Dirinya menyampaikan ada banyak janda tua dan muda diKota Bengkulu yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu 

“untuk janda-janda yang ada di Kota Bengkulu kami memberikan pelayanan kesehatan dan pemberian bantuan ekonomi, untuk menafkahi tidak perlu menikahi” jelasnya 

Sementara itu, Plt.Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi yang juga merupakan mantan Wartawan itu mengaku sangat mengedepankan kerjasama antar media masa dalam melakukan program 

“wartawan itu profesi yang sangat mulia, hal tersebut dilihat dari cara wartawan yang mampu berkomunikasi dengan baik, hal itu merupakan investasi untuk masa depan” jelasnya 

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua PWI Kota Bengkulu Zaki Antoni diwakil Syah Bandar Dirinya menyoroti saat ini di Kota Bengkulu masih banyak wartawan yang tidak mengedepankan kode etik jurnalistik dan terkesan menyudutkan narasumber 

"di Bengkulu ini Wartawan terdaftar ada 500 an sedangkan yang mengaku-ngaku wartawan ada 700 an lebih” jelasnya seraya mengaharapkan  kerjasama yang baik dengan wartawan PWI Prabumulih

Mulwadi, Ketua PWI Kota Prabumulih dalam pertemuan digedung Pemerintah Kota Bengkulu juga menjelaskan Orientasi PWI sekaligus Studi Tour merupakan kegiatan rutin tahunan itu diharapakan dapat menambah profesionalitas wartawan dan wawasan di Kota Bengkulu (sn/tau)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts