Fakar Lematang : Pertamina Field Adera Tidak Boleh Tutup Mata Masalah Jual Beli Pekerjaan



PALI. SININEWS.COM -- Setelah diberi jawaban oleh Pertamina Field Adera melalui humas L & R terkait adanya dugaan praktek jual beli pekerjaan dilingkup perusahaan Migas plat merah itu, Yoka Akbar SH ketua umum Fakar Lematang PALI berharap Field Adera harus buka mata tidak boleh lepas tangan agar jangan terkesan pihak perusahaan itu tidak peduli dengan nasib SDM wilayah kerja mereka.


"Seharusnya Owner itu harus memilih perusahaan sebagai subkontraktor yang tetap mengutamakan kearifan lokal, sala satunya tenaga kerja lokal. Jangan bicara seperti itu, belajar dahulu kewenangan owner dan subkontraktor. jika subkontraktor merugikan, tentu saja Pertamina Field Adera yang tidak bijak dan kurang teliti," kata Yoka, Minggu (14/3/21).


Aka Cholik menegaskan bahwa permasalahan itu akan segera disampaikan ke SKK Migas serta Gubernur melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Selatan.


"Kami segera melayangkan surat resmi agar permasalahan ini mendapat jalan keluarnya," ujar Yoka.


Sebelumnya Pertamina Adera melalui , Erwin Hendra Putra staf Relation and Formalities Pertamina Adera, Erwin menyatakan bahwa kalau untuk jual beli pekerjaan, Adera Field hanya menerima pekerja yang disediakan oleh perusahaan pemenang tender, baik itu kendaraan dan sopir dan tenaga kerja jasa penunjang. 


"Jadi Adera Field tidak ikut dalam seleksi penerimaannya bahkan adanya praktek jual beli pekerjaan Adera tidak mengetahui. Untuk kegiatan CSR, Adera Field masih tetap melaksanakan atau melanjutkan pembinaan program pemberdayaan masyarakat yang bersifat berkelanjutan.  Tahun 2021 kita masih melakukan mapping program ke kelompok masyarakat di beberapa desa di WKP Adera Field," terang Erwin. (sn/perry)

Share:

Fakar Lematang Tanyakan CSR dan Dugaan Jual Beli Pekerjaan, Begini Jawaban Adera Field


PALI. SININEWS.COM -- Kewajiban Perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap sekitar wilayah kerjanya, yang sala satunya adalah program CSR (Corporate Socicial Responbailiti) dengan mendukung kegiatan masyarakat di sekitar wilayah diberbagai bidang, salah satu contoh mendukung usaha Kecil Menengah (UKM) masyarakat, pembudidaya ikan air tawar, ternak sapi jamur tiram dan lainnya, namun akhir-akhir ini sepertinya mati suri.


Dengan kondisi seperti itu, Ketua Fakar Lematang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Yoka Akbar SH menanyakan program CSR terhadap WKP (Wilayah Kerja Perusahaan) yang sebelumnya berjalan tetapi belakangan ini tidak ada kelanjutannya baik berupa insfratruktur Maupun pemberdayaan.

"Kita lihat dibidang pemberdayaan seperti pembinaan terhadap petani lokal tidak terlihat lagi, apalagi dibidang olahrga yang fungsinya untuk meningkatkan gairah pemuda seperti turnamen olahrga sepak bola atau volly ball yang memperebutkan juara Pertamina Cup sudah hilang. Dengan hilangnya kegiatan itu, apakah SDM yang ada di Pertamina saat ini tidak peduli terhadap lingkungan sekitar?," kata Yoka, Minggu (14/3/21).

Ketua Umum Fakar Lematang Kabupaten PALI itu berharap Pertamina Field Adera segera memberikan terobosan baru untuk program CSR pasca pandemi ini, 

"Jangan ambil minyaknya saja, perhatikan lingkungan sekitar terutama membantu masyarakat dalam memulihkan ekonomi dimasa pandemi covid-19 ini," harap alumni Hukum Universitas Muhammadiyah itu. 

Disamping itu, Fakar Lemantang juga mengendus adanya dugaan jual beli pekerjaan di lingkungan Pertamina Adera. 

Menurut Yoka bahwa Pertamina Field Adera adalah Wilayah Operasi Perusahaan Migas negara di bawah naungan Pertamina Asset 2 Region Sumatera yang menjadi kebanggaan bangsa dan negara dalam hal penopang DBH untuk APBD terkhusus Kabupaten PALI, tapi sedikit tercoreng dengan adanya indikasi jual beli pekerjaan di wilayah kerja perusahaan.

"Hal tersebut menjadi catatan penting bagi Forum Aspirasi dan Kepedulian rakyat Lematang atau sering di sebut Fakar Lematang dikarenakan hal tersebut melanggar UU dan membatasi SDM yang skill di lingkup WKP untuk bekerja. Seharusnya baik Pertamina Field Adera maupun Subkontraktor, jika ada penerimaan karyawan baru harus di buka lowongan kerja sesuai diatur dalam UU No 13 Tahun 2003. Dengan ketidak terbukaan penerimaan pekerja itu, kami menerima beberapa laporan dari masyarakat dugaan terjadinya jual beli dengan harga fantastis mencapai Rp 70 - Rp 150 juta," jabar Yoka.  

Salah satunya dicontohkan Yoka adanya jual beli pekerjaan driver mobil KRP, helper dan lainnya, "Saat ini kita sedang pelajari untuk upaya hukum, karena ini sangat mencerdai UU NO 13 serta mengkerdilkan kesempatan SDM yang berprestasi," tandas Yoka.

Terpisah, Ketua Umum Fakar Lematang Provinsi Sumatera Selatan Aka Cholik Darlin MM , membenarkan ada laporan jual beli pekerjaan di lingkungan Pertamina Adera.  

"Kami sedang membahasnya secara internal, tentu kejadian ini akan kita sampaikan ke SKK Migas karena ini perlu di luruskan," tutupnya.

Sementara itu, Erwin Hendra Putra staf Relation and Formalities Pertamina Adera, Erwin menyatakan bahwa kalau untuk jual beli pekerjaan, Adera Field hanya menerima pekerja yang disediakan oleh perusahaan pemenang tender, baik itu kendaraan dan sopir dan tenaga kerja jasa penunjang. 

"Jadi Adera Field tidak ikut dalam seleksi penerimaannya bahkan adanya praktek jual beli pekerjaan Adera tidak mengetahui. Untuk kegiatan CSR, Adera Field masih tetap melaksanakan atau melanjutkan pembinaan program pemberdayaan masyarakat yang bersifat berkelanjutan.  Tahun 2021 kita masih melakukan mapping program ke kelompok masyarakat di beberapa desa di WKP Adera Field," terang Erwin. (sn/perry)




Share:

MPPDT Jelaskan Lima Keuntungan jika Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata


foto. suasana desa Tempirai 

PALI. SININEWS.COM -- Seiring dengan perubahan strategi pembangunan Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, yaitu Desa jadi basis produksi barang dan jasa sebagai tulang punggung untuk wujudkan Indonesia jadi negara maju. 

Maka pembangunan infrastruktur jalan, embung-embung Desa, pasar bersih, listrik (PLN), air bersih (PDAM), fasilitas Wi-Fi (internet masuk Desa) dan lain-lain sebagainya, akhir-akhir ini sangat gencar dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka menciptakan sarana prasarana pendukung untuk mempermudah produksi barang dan jasa dari Desa-desa untuk dipasarkan ke kota-kota ataupun ke dunia internasional supaya ada investor yang tertarik untuk berinvestasi ke Desa. 

Hal ini tidak terlepas dari gagasan/mimpi besar Wang Tempirai untuk mewujudkan Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata. 

Dijelaskan Subiyanto Pudin ketua umum MPPDT bahwa konsep pembangunan Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata mengoptimalkan potensi dasar panorama keindahan alam Danau Desa Tempirai yang merupakan anugerah ALLAH SWT dapat dibangun berupa tempat berenang dan bermain anak-anak, villa-villa diatas air danau dan dibawah pohon rawa, restoran terapung dipinggir Danau Desa ditambah dengan keramahan, kebersihan, keamanan, ketertiban, kenyamanan dan kenangan indah tentang Desa Tempirai tentu ini mempunyai daya eksotik tersendiri bagi wisatawan untuk terus berkunjung ke Desa Tempirai Raya.

Dijabarkan Subiyanto yang juga anggota DJSN RI bahwa minimal ada 5 (lima) keuntungan dan manfaat yang didapat bagi masyarakat, jika Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata yaitu : 

1).Akan banyak orang berwisata ke Desa Tempirai Raya, wisatawan yang datang baik lokal (dari PALI), Domestik (Indonesia) maupun dari wisatawan asing tentu pelancong itu membawa uang dalam rangka berwisata ke Desa Tempirai Raya akan berbelanja sehingga arus uang masuk ke Desa Tempirai Raya akan menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Tempirai Raya.

2).pelaku usaha UMKM seperti pusat jajan yang menjual : makan-minuman, rumah makan, dan penjualan oleh-oleh khas Tempirai seperti ikan salai, ikan sagurorong dan lainnya ini sebagai industri  pendukung Desa Wisata akan hidup, tumbuh dan berkembang. 

3).BUMDES Tempirai Raya akan hidup dan berkembang yaitu disamping mengelola dan mengorganisir retribusi masuk area wisata, juga mengorganisir usaha-usaha masyarakat berupa jasa penyewaan perahu, alat bermain/berenang, jasa parkir,
kelompok budidaya ikan air tawar dan usaha home stay/villa  (tempat nginap wisatawan) dan menghidupkan kelompok kerajinan tangan (handicraft) yang diwariskan oleh leluhur Tempirai seperti anyaman bambu/rotan, tikar dari daun rumbai/mengkuang, renda kain dan lain-lain sebagainya.

4).Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat terutama generasi muda Tempirai Raya.

5). Memberikan pendapatan (income) dalam APBDes Desa Tempirai Raya dari untuk meningkatkan kesejahteraan PemDes dan stafnya agar fokus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Desa Tempirai Raya dan juga para wisatawan. 

"Dengan demikian kehidupan ekonomi masyarakat Desa Tempirai Raya ada sumber lain dan tidak tergantung pada satu faktor komoditi hasil karet saja," jelasnya. 

Ditambahkan Subiyanto bahwa mimpi/gagasan besar ini bisa terwujud jika Wang Tempirai Raya mau melakukan perubahan besar yaitu dimulai dari tekad masyarakat untuk  bekerja sama, gotong royong ciptakan SAPTA PESONA di Desa Tempirai Raya, selanjutnya PemDes Tempirai Raya kompak mengeksekusi keputusan dalam MusrenbangDes Desa Tempirai dijadikan Desa Wisata dengan optimalisasi potensi dasar panorama keindahan alam Danau Desa Tempirai.

"Mimpi/gagasan besar Wang Tempirai ini diwujudkan dengan konsep Think Big Start Small, dengan lakukan tindakan minimal 3M (Mulai sekarang, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai yang bisa kita lakukan sesuai kapasitas masing-masing), kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi.
Insyaa ALLAH segala usaha kita semua diberikan kemudahan," harapnya. (sn/yogi)
Share:

Irmas Nurul Huda Majasari Gelar Acara Isra Mi'Raj


 PRABUMULIH -- Ikatan Remaja Masjid (IRMAS ) bersama Pengurus Masjid Nurul Huda Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan gelar acara Isra Mi'Raj, Sabtu (14/3).


Acara yang di gelar pada sabtu malam ini di hadiri langsung oleh Lurah Majasari Santari S.E, Ust. Bayu Sugondo Sebagai Penceramah, Masyarakat Majasari serta warga Kelurahan lainnya.

Masyarakat Kelurahan Majasari tepatnya wilayah RW 04 sangat antusias akan adanya kegiatan dan acara Keagamaan.

"Kegiatan ini adalah salah satu cara untuk kita mengingat rasul, dan mempertebal iman kita" ujar Lurah Majasari Santari S.E 

Selain itu, Serka Lukman salah satu anggota Pengurus masjid sangat mengapresiasi anak-anak Irmas dalam kinerjanya.

"Terimakasih kepada anak-anak irmas yang sudah berperan aktif dalam kegiatan ini, dan semoga kedepanya makin kompak" katanya saat menyampaikan kata sambutan.

Mendengar hal tersebut, Hari Ketua Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Nurul Huda merespon aktif akan Apresiasi tersebut.

"Allhamdullilah kegiatan malam ini lancar, walaupun kami masih ado kekurangan in shaa allah kedepannyo akan lebih baik"ucap Ketua Irmas. (aa/sn)

Share:

Situasi Terkini Covid - 19 Pertanggal 13 Maret 2021






 

Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 12 Maret 2021






 

Share:

Kadiskominfo Prabumulih Minta Masyarakat Jaga Fasilitas Publik

 


PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Prabumulih terus memberikan kemudahan bagi masyarakat, salah satunya dengan menyediakan fasilitas jaringan WiFi gratis di sejumlah wilayah Prabumulih. 

Namun sangat disayangkan, fasilitas tersebut kerap ditemukan rusak dan tidak berfungsi karena dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti di kawasan Taman Kota Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur.

“Sudah beberapa kali, aku ngajak anak kesana untuk memakai fasilitas WiFi gratis yang ada di Taman Kota Prabujaya dekat kantor pak wartawan (PWI) karena sekalian bisa santai dan belajar daring, tetapi sudah 2 minggu belakangan ini tidak bisa masuk (offline), tidak tahu juga apa penyebabnya,” ungkap Heru (32), warga Sukajadi, kepada awak media, Jumat (12/03/2021).

Ia pun menduga putusnya jaringan internet yang ada di sekitar Taman Prabujaya karena tangan jahil dari orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, dirinya meminta pemerintah kota melalui petugas Satpol PP, yang sering berjaga di sekitar lokasi tersebut agar lebih meningkatkan pengawasannya.
Kondisi yang sama juga dialami oleh sejumlah pewarta yang sering beraktivitas di Kantor PWI Kota Prabumulih komplek Taman Prabujaya. Bahkan, rusaknya fasilitas jaringan WiFi di kantor organisasi wartawan ini diketahui sudah terjadi kedua kalinya selama 2 minggu terakhir.

“Mari kita sama-sama jaga fasilitas WiFi, yang telah disediakan oleh pemerintah kota, khususnya yang ada di Taman Prabujaya ini,” ungkap Ketua PWI Kota Prabumulih, Mulwadi, saat menyikapi rusaknya kabel jaringan WiFi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara, pegawai teknisi Telkom Prabumulih, Riski membenarkan, jika kerusakan yang terjadi pada kabel fiber indihome (WiFi) Taman Prabujaya hingga menyebabkan jaringannya terganggu karena dirusak orang.

"Sekitar 2 minggu lalu jaringan internet ini rusak akibat kabel fibernya putus dan sudah kami diperbaiki, ini yang ke 2 kali kami memperbaikinya. Untuk penyebab kerusakan sama seperti yang pertama, akibat kabel fiber dirusak orang yang tidak dikenal," sebutnya, usai memperbaiki jaringan kabel tersebut, Jumat (12/3/2021) siang.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Prabumulih, Drs. Mulyadi Musa M.Si, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, fasilitas WiFi yang disediakan oleh pemerintah kota Prabumulih untuk bisa digunakan bersama.

“Fasilitas tersebut adalah milik kita bersama, maka wajib kita jaga dan jangan sampai dirusak orang yang tidak bertanggung jawab.
WiFi publik tersebut sangat dibutuhkan kan oleh banyak pihak, apalagi di masa Pandemi Covid-19 ini. Mohon kiranya apa yang menjadi fasilitas Pemerintah untuk bersama kita jaga,” tulis Mulyadi.
Share:

Kades Ini Bawa Tiga Pucuk Kecepek ke Kantor Polisi


PALI. SININEWS.COM -- Tanpa ragu dan takut berurusan hukum, Kepala Desa Talang Bulang Menriadi mendatangi Markas Polsek Talang Ubi dengan menyandang tiga pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis kecepek, Jumat (12/3/21).


Kedatangan Kades tersebut bukannya membuat anggota polisi yang berjaga menjadi lebih waspada, melainkan menyambut Kades dengan wajah bersahabat. Bahkan yang menyambut Kades langsung Kapolsek Talang Ubi Kompol Alpian Nasution dan Kanit Reskrim Talang Ubi Ipda Bambang SH serta jajarannya. 

"Kedatangan kami ke Mapolsek Talang Ubi adalah untuk menyerahkan tiga pucuk senjata api rakitan jenis kecepek ke kepolisian. Senpira ini berasal dari warga yang dengan sukarela menyerahkan ke kami selaku pemerintah desa," ujar Menriadi. 

Diakui Kades Talang Bulang bahwa penyerahan senpira dari warga tak lepas dari himbauan kepolisian ke seluruh masyarakat agar menyerahkan senjata api ilegal karena memiliki barang itu melanggar hukum.

"Himbauan kepolisian selalu kami sampaikan ke masyarakat pada setiap pertemuan atau kegiatan. Karena memiliki senjata api ilegal lalu tertangkap polisi maka hukumannya tidak ringan, dan kami pemerintah desa apabila pemilik senpira sudah berurusan hukum, kami tidak akan membelanya," tukasnya. 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda Bambang mewakili Kapolsek Talang Ubi memberikan apresiasi kepada pemdes Talang Bulang melalui Kadesnya yang telah bekerja sama dengan kepolisian.

"Ini untuk menekan angka kejahatan terutama yang memakai senjata api rakitan. Tentu saja, dengan penyerahan tiga pucuk senjata api rakitan ini kami sangat berterimakasih kepada masyarakat desa Talang Bulang yang telah sadar menyerahkannya secara sukarela. Semoga langkah Kades Talang Bulang menjadi penggerak masyarakat di desa lainnya untuk menyerahkan senpira ke kepolisian," harapnya. (sn/perry)


Share:

MPPDT Minta PemDes Tempirai Raya Buat Putusan MusrenbangDes Pembangunan Desa Wisata untuk jadi Pilot Proyek Nasional



PALI. SININEWS.COM -- Gagasan yang jadi mimpi besar bangun Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata datang dari pemuda Tempirai pada pertemuan dan diskusi bersama Subiyanto Pudin saat anggota DJSN itu bertugas jadi nara sumber diacara Perma PALI di Palembang beberapa waktu lalu. 

Dimana perwakilan pemuda yang diwakili Anton Aris (pengurus Perma PALI), Aang Supan Sihan (pengurus dan Hima PALI), Shandi (pengurus IRATE) dan kawan-kawan lainnya menyampaikan gagasan besar pemuda ini untuk dipublikasikan ke seluruh elemen masyarakat Tempirai baik langsung maupun via medsos. 

Ternyata ide tersebut menggelinding seperti bola salju makin besar dan kuat, pemuda sepakat membuat Forum Pemuda Pemudi Peduli Desa Tempirai (FPPDT).

"Dari gagasan itu, terus berlanjut melakukan diskusi dengan PemDes Tempirai periode  sebelumnya, bahkan informasi dari Asmadi Ahmada, Kades Tempirai periode lalu, sudah ada komitmen dari 4 Kades (Asmadi Ahmada, Ali Sadikin, Paradi dan M.Yunus) dengan FPPDT untuk bangun BUMDES Tempirai Raya dengan modal awal dari masing-masing Desa Rp 350 juta, maka dari awal modal itu bisa terkumpul modal usaha Bumdes sebesar Rp 1,4 milyar, namun komitmen PemDes tersebut tidak berlanjut karena ada pergantian PemDes Tempirai Raya," kata Subiyanto, ketua umum MPPDT, Jumat (12/3/21).

Untuk memperkuat perjuangan Wang Tempirai tersebut masyarakat Tempirai diperantuan pada tanggal 15 Des 2019 lalu membentuk ORMAS MPPDT dengan peran dan fungsi Edukasi Publik dan Advokasi Kebijakan Publik di Desa Tempirai Raya. Keberadaan MPPDT itu dijelaskan Subiyanto untuk mendorong Pemkab PALI dan PemDes Tempirai Raya untuk mewujudkan pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata. 

"Sehubungan dengan hal tersebut, MPPDT sudah membuat konsep tentang pembangunan Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata dan sudah mengajukan 4 (Empat) proposal ke Pemkab PALI,"

Empat proposal dimaksud dijabarkan Subiyanto yaitu : 

1.Pembangunan Danau Desa Tempirai dijadikan tempat wisata dan budidaya ikan air tawar

2.Pembangunan 10 (sepuluh) IPAL (Instalasi Pengelola Air Limbah) untuk mengelola air limbah rumah tangga, agar air Danau Desa Tempirai bersih.

3.Pengendalian dan pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduse,Reuse, Recycle) untuk kebersihan lingkungan Desa

4.Penghijauan dengan menanam 1000 pohon Tabebuya di pinggir jalan danau Desa Tempirai.

"Disamping itu sesuai peran MPPDT dalam edukasi publik, tidak kurang sudah kirim 20 an surat ke Pemkab PALI (Bupati dan OPDnya), Kapolres, Kejaksaan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat Tempirai yang berhubungan dengan upaya menciptakan SAPTA PESONA di Desa Tempirai, sampai saat ini yang sudah merespon hanya Dinas Pariwisata PALI yang sudah memberikan asistensinya tentang upaya menciptakan SAPTA PESONA di Tempirai," imbuhnya. 

Selain itu MPPDT juga sudah menyampaikan konsep kepada PemDes (para Kades dan BPD) Tempirai Raya tentang Kerangka Acuan Membangun Desa Tempirai Raya Sebagai Desa Wisata, wujudkan SAPTA PESONA dengan slogan Tempirai BERIMAN (Bersih, Rapi, Indah, Makmur, Aman, Nyaman) yang dilakukan dengan 6 (Enam) langkah/tahapan. 

"Tentang hal ini juga MPPDT sudah berkirim surat ke Camat Penukal Utara untuk membantu kordinasikan para PemDes Tempirai Raya agar sama persepsi, visi dan misi membangun Desa Wisata di Tempirai Raya," sebutnya. 

Untuk merealisasikan itu semua, diterangkan Subiyanto, sesuai mekanisme pembangunan Indonesia bahwa usulan pembangunan yang bersifat Bottom Up yaitu dari masyarakat melalui proses MusrenbangDes Tempirai Raya.

"Sehubungan dengan hal-hal tersebut agar gagasan dan mimpi besar Wang Tempirai  membangun Desa Wisata bisa segera terwujud maka sesuai peran dan fungsi PemDes Tempirai Raya untuk melakukan formulasi kebijakan publik di Desa Tempirai dengan membuat keputusan MusrenbangDes Tempirai Raya tentang Pembangunan Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata. Optimalisasi potensi Danau Desa Tempirai agar masuk dalam dokumen pembangunan Indonesia untuk diperjuangkan bersama-sama agar Desa Tempirai Raya jadi Pilot Proyek Nasional Pembangunan Desa Wisata bersumber dari APBN," tutupnya. (sn/yogi)
Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 11 Maret 2021






 

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts