Derasnya Arus Sungai Sebabkan Belakang Rumah Warga Ambruk


PRABUMULIH
-- Banjir yang terjadi pada (17/03) di beberpa wilayah kota prabumulih lalu, menyebabkan Tiga Rumah Warga menjadi korban terjangan banjir.


Pasalnya kondisi kalut yang sudah tidak memungkinkan, membuat tiga rumah warga tersebut mengalami kerusakan, namun satu rumah milik Sundari (54) yang rusak parah yakni bagian kamar mandi dan dapur ambruk.

Sundari pemilik rumah mengatakan bahwa kejadian tersebut pada tengah malam saat air sudah mulai meluap.

"Hari selaso malam rabu, pas jam 12 malam kan, tedengar ado suaro dari belakang pas di liat yo dinding belakang tu ambruk"ujarnya saat di bincangi, Minggu (21/03).


Lanjutnya Sundari Berharap, segera ada perbaikan terhadap talud dan bagian belakang rumahnya.

"Yo man biso di benerke lagi, terutamo talud cepet di benerke biar jangan banjir lagi"

Menanggapi hal tersebut Lurah Majasari Santari, SE langsung meninjau lokasi rumah tersebut.

"Rumah ibu sundari ini dapurnyo sudah hancur oleh deket dengan bantar sungai kelekar, sebab banjir kiriman dan pondasi sudah rapuh lajuh roboh"terangnya

Ia juga menjelaskan bahwa akan segera melapor ke dinas terkait karna sudah mengecek lokasi.
 
"Kito sudah cek lokasi, dan mudah-mudahan ado solusi dari dinas terkait"pungkasnya. (aa/sn)

Share:

Situasi Terkini Covid - 19 Pertanggal 21 Maret 2021





 

Share:

Situasi Terkini Covid - 19 Pertanggal 20 Maret 2021

 






Share:

BBAT JAMBI BERSAMA DINAS PERIKANAN PALI TEBAR RIBUAN BENIH IKAN KELAMAK

 



PALI -- Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBAT)  Jambi bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tebarkan benih ikan air tawar sebanyak 200 ribu ekor di sejumlah sungai yang ada di Bumi Serepat Serasan yang telah dilakukan pada Sabtu (20/3/21) lalu.


Menurut Kadin Perikanan PALI Mariono, melalui petugas pendamping perikanan Zella Dwi  didampingi tim Balai Budidaya Ikan Jambi yang diketuai Sahlam menerangkan bahwa kegiatan itu merupakan upaya dinas perikanan berkoordinasi dengan Kementerian KKP untuk menjaga terjadi kelangkaan habitat ikan air tawar di wilayah perairan (sungai)  yang berada di Kabupaten PALI.


"Sedikitnya ada 200 ribu benih ikan yang dibantu Kementerian KKP. Bantuan ini, kita tebar di empat titik sungai yaitu sungai Lematang di kecamatan Tanah Abang,  sungai Abab di kecamatan Abab, Sungai Penukal di Kecamatan  Penukal dan Di sungai Danau Padang Tempirai ( anak sungai Penukal) di Kecamatan Penukal utara. Adapun ikan tawar yang tebar di masing masing sungai mendapat kuota 50 ribu benih ikan berjenis ikan Kelamak (ikan Kebarau)," ungkap Zella, Minggu (21/3/21).


Saat dihadapan komunitas masyarakat nelayan di Desa Tempirai utara Kecamatan Penukal utara saat penebaran benih ikan, Zella mengajak masyarakat untuk dapat menjaga lingkungan habitat ikan dengan tidak melakukan peracunan atau menggunakan setrum di sungai.


"Sehingga habitat ikan ini dapat berkembang biak dengan baik. Tentunya akan melahirkan nilai ekonomis bagi masyarakat," harapnya. 


Sementara itu, Kepala Desa Tempirai Utara Hermanto Sahiman, didampingi ketua BPD, tim penyuluh perikanan BPP Penukal,  kelompok penjaga sungai dan masyarakat nelayan lainnya mengapresiasi atas kepedulian Pemda PALI melalui Dinas Perikanan untuk menebarkan benih ikan Kelamak di Desa yang dia pimpin.  


"Harapan kami ke depan Pemerintah pusat dan daerah dapat membantu benih-benih ikan yang dipandang sudah mulai mengalami kelangkaan. Seperti ikan Buntal, ikan Baung, ikan Gurami dan lainnya, mengingat masyarakat Tempirai Utara dan desa tetangga lainnya masih banyak yang menggantungkan mata pencaharian di sektor perikanaan," tutupnya. (bungharto/sn)

Share:

Nasib Jalan Dua Desa Perbatasan Prabumulih Yang Berlumpur, Warga Air Keruh Ancam Tutup Akses Proyek Tol

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Nasib dua desa di Perbatasan Kota Prabumulih sangat memprihatinkan, ditengah pandemi virus corona dan lemahnya ekonomi masyarakat menambah daftar panjang keluhan warga Desa Air Keruh dan Sukarame Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, sabtu (20/3/21).

Jalan penghubung dua desa menuju Prabumulih hancur dan berlumpur diduga akibat aktifitas proyek pembangunan jalan tol lintas sumatera tepatnya di zona satu.

Keluhan warga datang dari Kadri (34) warga Desa Sukarami dan Wandra (25) warga Desa Air Keruh yang mengeluhkan jalan yang digunakan untuk aktifitas bertani dan menuju Prabumulih kini mulai hancur.

“Sebelum ada aktifitas perusahaan jalan kami tidak separah ini, kami sangat dirugikan oleh perusahaan subcont pembangunan proyek tol ini, jika tidak ada perbaikan kami terpaksa akan tutup akses jalan ini” jelas Kadri saat diwawancarai.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Air Keruh Surmansyah, S.Pd mengaku telah menerima laporan warga yang resah dengan adanya aktifitas perusahaan yang melewati jalan desa yang diduga ikut memperparah rusaknya jalan.

“Jalan itu digunakan masyarakat untuk aktifitas bertani dan kepasar” papar Kades seraya mengatakan perusahaan subcont yang sering melintas yakni PT.Sporm dan PT.Semidang Jaya walaupun lanjutnya, Aktifitas perusahaan jarang melintas tapi menjadi salah satu penyebab jalan itu rusak dan berlumpur. 

Terpisah, Firman selaku Humas PT.Sporm saat ditemui dikantornya di Jalan Matahari Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur tidak berada ditempat, jumat (19/3)

“Pak Firman nya ke Muara Enim mungkin malam dia pulang, ada pesan yang mau disampaikan?” ucap Heri salah satu pekerja yang saat itu berada dikantor.

“Nanti kami telepon mas kalau pak Firmannya sudah pulang” lanjutnya sembari menutup pembicaraan. (tau/sn)

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA



Share:

Tempirai MECAH BAKE Hadirkan Bunga Tabebuya asal Brazil di PALI


Foto. Ilustrasi 


PALI. SININEWS.COM -- Sejarah asal usul bunga Tabebuya (Handroanthus Chrusotrichus) berasal dari negara Brazil, bunganya warna pink, kuning dan putih. 


Pohon Tabebuya berbunga pada musim kemarau yang bunganya sepintas terlihat seperti bunga Sakura di Jepang.

Bunga Tabebuya menjadi fenomenal di Indonesia setelah berhasil ditanam oleh Walikota Surabaya Ibu Risma yang mengangkat Kota Surabaya menjadi tujuan wisata domestik dan internasional yang menjadikan Kota Surabaya mendunia.

Atas dasar itu, MPPDT terinspirasi dari keberhasilan Kota Surabaya itu seiring dengan gagasan dan mimpi besar Wang Tempirai membangun Desa Tempirai Raya jadi Desa yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata. 

Dari hasil bimbingan Kadis Pariwisata PALI Bapak Efendi jika Tempirai Raya mau dijadikan Desa Wisata harus menciptakan SAPTA PESONA salah satunya tentang keindahan.

Sembari menunggu jawaban proposal MPPDT ke Bupati PALI tentang penanaman 1000 pohon Tabebuya dipinggir jalan Danau Desa Tempirai, MPPDT melakukan kegiatan menggalang donasi untuk penanaman Pohon Tabebuya, Alhamdulillah mendapatkan dukungan dan terkumpul uang yang targetkan membeli 100 batang pohon Tabebuya dan dapat bonus dari Ibu Wenny-Floris di Pendopo 5 batang, dan masih ada saldo bisa beli 10 pohon Palem Putri ditanam dalam pot warna merah-putih ditempatkan di kiri-kanan jalan Desa Tempirai, sebagai contoh donasi GeBuRai (Gerakan nyumbang Rp 1000,- untuk Desa Tempirai) dalam rangka HUT RI ke 76.

Kegiatan Donasi MPPDT tanam pohon Tabebuya  didukung 78 Donatur masyarakat Tempirai seperti para Kades, Para BPD, civitas akademika Tempirai Raya dan pemuda serta masyarakat Tempirai di perantauan baik yang masuk dalam Dewan Penyantun.

"Seperti Dindo Taufik Arrahman seorang pengusaha asal Tempirai, Iswadi Idris, SH-Advokat ternama di Kota Palembang/Dewan Pakar Hukum dan HAM MPPDT, dan Kando Guntur MDN-Pengusaha Material yang sukses di kota Palembang dan semua komponen Organ MPPDT (Penasehat, Penyantun, Dewan Pakar, Pengurus Harian, Pengawas, KorWil, BP MPPDT dan anggota MPPDT dimanapun berada) yang tidak bisa dirinci satu persatu, intinya keberhasilan ini berkat Wang Tempirai Raya KOMPAK," ujar Subiyanto, ketua umum MPPDT, Sabtu (20/3/21).

Disamping itu ditambahkan Subiyanto bahwa kegiatan Donasi penanam pohon Tabebuya didukung juga oleh Ketua DPRD PALI Bpk H.Asri, AG, Kando Aswawi Mansyur- Anggota DPRD PALI yang nota bene asal Tempirai, Kadis Pariwisata PALI-Bpk Efendi, Kando Amsirul Agus,SH-Kepala Perwakilan Prov SumSel di Jakarta.

"Penanaman Pohon Tabebuya di Desa Tempirai Raya bagian dari keinginan besar masyarakat Tempirai Raya untuk mewujudkan Desa Wisata dengan Motto "Tempirai Raya BERIMAN" (Bersih, Rapi, Indah, Makmur, Aman, Nyaman) dan juga Generasi muda Tempirai Raya  terinspirasi pepatah barai jadilah Generasi "MECAH BAKE" (ciptakan prestasi Istimewa dan GEMILANG) dengan slogan Kalau bukan sekarang kapan lagi kalau bukan kita siapa lagi," terangnya. 

Diakui Subiyanto bahwa MPPDT sudah serah terimakan kepada masyarakat Desa Tempirai Raya via Kades Tempirai Raya agar 105 pohon Tabebuya dan 10 pohon Palem Putri yang ditanam untuk menjadi aset Desa Tempirai Raya, untuk dirawat agar pohon Tabebuya tersebut tumbuh hidup sehat berkembang baik memberikan oksigen yang sehat dan insyaa ALLAH 4 (empat) tahun lagi berbunga.

"Jika berbunga bisa memberikan manfaat tambahan selain bunga yang indah dan bijinya bisa dijadikan budidaya pembibitan tanaman pohon Tabebuya bisa dijual ke Desa-desa lain untuk memberikan pendapatan tambahan. Semoga pohon Tabebuya memberikan KEBERKAHAN untuk Wang Tempirai," harap anggota DJSN RI itu. (sn/yogi)
Share:

Informasi Terkini Covid - 19 Pertanggal 19 Maret 2021






 

Share:

Persipra All Star Borong Gol Saat Bertanding Melawan PS Pedamaran



PRABUMULIH -- Squad Persipra All Star Kota Prabumulih Borong Gol Melawan PS Pedamaran Ogan Komering Ilir Saat Berlaga Di Stadion Talang Jimar Kota Prabumulih Dalam Pertandingan Persahabatan, Jum'at (19/03).


Squad Persipra All Star yang di perkuat oleh Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM dan Wakil Walikota Prabumulih H. Andriansyah Fikri, SH bersama kepala OPD Lainya Berhasil Membuat kualahan team PS Pedamaran.


Pertandingan yang berlangsung seru dan hangat ini membuat gawang dari Persipra All Star tidak mengalami kebobol, hingga wasit meniup peluit panjang dan skor 5-0 untuk Persipra All Star Melawan PS Pedamaran.


Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM menyampaikan bahwa ia hanya mencetak 1 Gol untuk pertandingan ini dan ia juga mengatakan bahwa setiap bertanding selalu merasa puas.

"Cuma sekali dan tiap main kito dak pernah dak puas"katanya seusai berlaga.

Selain itu, Ia juga menjelaskan walaupun tidak bisa bermain di gelora Sriwijaya tetapi masih standar dengan gelora Sriwijaya dan menjalin keakraban sesama.

"Mungkin kalo mau main di lapangan seriwijaya mungkin dak biso tapi kan standar sini kan samo dengan dari pada kandang seriwijaya, allhamdullilah keakraban terjalin tidak ada perbedaan antara kito samo-samo"ungkap Ridho. (aa/sn)


Share:

Tindak Lanjut Maklumat Partai Demokrat, DPC Prabumulih datangi Polres

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Prabumulih mendatangi Kantor Polres Kota Prabumulih, Jumat (19 /3 /2021) siang usai Shalat Jum’at, DPC dipimpin Pelaksanaan Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Prabumulih, Marhaili Sutomo ST mendatangi Polres Prabumulih.

Turut mendampingi Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Prabumulih Rian, Anggota DPRD Kota Prabumulih Beni SH dan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat se-Prabumulih.

Pengurus DPC Partai Demokrat Kota Prabumulih diterima langsung oleh Kabag Ops Kompol Mahmudi Ginting dan Kasat Intel Idham Haris Sugiono. Menurut Tomo, sapaan akrab Marhaili Sutomo ST, maksud dan tujuan Demokrat Prabumulih tak lain untuk pengaduan dan perlindungan hukum, menindak lanjuti dari pada maklumat terkait penggunaan identitas Partai Demokrat.

“DPC Partai Demokrat Prabumulih mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan publik kepada Partai Demokrat atas terjadinya Gerakan Pengambilalihan Kepemimipinan Partai Demokrat (GKP-PD) secara ilegal dan inkonstitusional yang merupakan perbuatan melawan hukum,” kata Tomo. 

Masih kata Tomo Ketua DPC beserta seluruh Ketua PAC Partai Demokrat se Kota Prabumulih mengumumkan kepada masyarakat agar membantu dan menginformasikan jika ada pihak-pihak ( perseorangan/kelompok) yang melakukan tindakan yang dapat merugikan kepentingan hukum, kehormatan dan kedaulatan Partai Demokrat serta menganggu kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Bahwa kami solid dan setia kepada hasil kongres ke V Partai Demokrat yang diselenggarakan pada 15 Maret 2020 di Jakarta, dibawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, dimana Kementerian Hukum Dan HAM RI telah mengesahkan Kepengurusan (No. M.HH-15.AH.11.01 Tahun 2020) dan AD/ART (No. M.HH.09-AH.11.01 Tahun 2020) serta telah diterbitkan dalam Lembaran Berita Negara RI (no. 15 Tanggal 19 Februari 2021),” sambung dia.

Lebih lanjut Tomo menambahkan bahwa lambang Partai Demokrat (termasuk panji-panjinya) telah didaftarkan dan diakui oleh Negara sesuai dengan Nomor Pendaftaran IDM000201281 yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum Dan HAM RI, Direktur Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual sejak 24 Oktober 2007, dan diperpanjang tanggal 3 Maret 2017, hingga 24 Oktober 2027.

“Pengesahan dimaksud menyatakan bahwa pemilik merk/lambang Partai Demokrat tersebut adalah Partai Demokrat yang beralamat di jalan Proklamasi No. 41 Menteng, Jakarta Pusat, 10320,” sambung alumni Akademi Taruna Partai Demokrat ini. 

Masih kata Tomo sebelumnya telah terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat secara ilegal dan inkonstitusional pada tanggal 5 Maret 2021 yang bertempat di Sidolangit, Sumatera Utara.

Dimana baik dari aspek penyelenggaraan, kepemilikan suara, penggunaan atribut, serta produk yang dihasilkan bertentangan dengan Surat Keputusan Pemerintah yang telah diterbitkan dalam Lembaran Berita Negara Tentang Kepengurusan, AD/ART dan Lambang Partai.

Bahwa patut diduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang akan membentuk kepengurusan, menggunakan Lambang/merk Partai (termasuk atributnya) Partai Demokrat dan membuka kantor mengatasnamakan Partai Demokrat secara tidak sah dan melawan hukum.

“Mengingatkan bahwa penggunaan merk/lambang, (atribut) Partai Demokrat secara ilegal adalah perbuatan melawan hukum dan dapat di tuntut secara hukum berdasarkan pasal 100 ayat (1) undang-undang nomor: 20 tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis menerangkan bahwa

“Setiap orang yang dengan tanpa hak menggunakan merk yang sama pada keseluruhannya dengan merk terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.2 M”,” kata dia.

“Karena itu apabila masyarakat mengetahui atau menemukan kejadian tersebut sebagaimana, mohon agar dapat melaporkan kepada Pengurus Partai Demokrat,” tukas dia. Kabag Ops Kompol Mahmudi Grinting mengatakan di Polres Prabumulih belum ada laporan Demokrat hasil KLB.

“Sampai saat ini yang terdaftar tetap Demokrat AHY. Kami telaah laporan ini. Kali juga minta tolong pada intel dimonitor di wilayah kita.

Nanti sama-sama kita, bantu tugas kami menjaga keselamatan jiwa raga hak asasi manusia,” kata dia. Sementara itu Kasat Intel Kasat Intel Idham Haris Sugiono mulai dari sini dia berharapa selalu komunikasi. Karena silaturahmi penting.

“Polisi sikap netral. Tidak ada bermaksud mengarah keiikut politik. Kalau ada polisi tanya tanya itu untuk menjaga katibmas. Kedepan kalau ada permasalahan bersama sama. Kami akomodir masalah ini kita kembalikan ke Bareskrim kita mengawal saja. Dengan situasi seperti ini kita harus kepala dingin,” terang dia. (tau/sn/ril)

Share:

Jika Pemerintah Bantu, Tebat Jambu Bisa Tingkatkan PADes


PALI. SININEWS.COM -- Ketua DPD KNPI Kabupaten PALI, M. Anasrul Dwi Novriyansah meminta pemerintah kabupaten hingga pemerintah tingkat desa untuk memberikan dukungan moril dan materil terhadap objek wisata Tebat Jambu, yang terletak di Desa Bumi Ayu, kecamatan Tanah Abang, kabupaten PALI. 


Pasalnya, objek wisata yang baru dibuka awal tahun 2021 ini berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga Pendapatan Asli Desa (PADes) jika dikelola dengan baik 


Objek wisata yang lahir dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tebat Jambu itu, berada di dekat Candi Bumi Ayu, cagar budaya nasional yang terletak di kabupaten PALI. 


Dengan letak geografis tersebut, pria yang kerap disapa Bung Anas itu yakin bahwa wisata Tebat Jambu bisa menarik pengunjung yang datang ke candi Bumi Ayu, juga datang ke wisata Tebat Jambu. 


"Wisata Tebat Jambu tentu berpotensi untuk bisa meningkatkan PADes bahkan PAD jika pengelolaannya tepat dan cermat. Tentu, pengelolaan yang tepat harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten. Seperti memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, atau para tamu yang mengunjungi candi Bumi Ayu, kemudian diarahkan untuk berkunjung juga ke wisata Tebat Jambu. Sehingga, objek wisata tersebut akan semakin dikenal masyarakat, tidak hanya PALI, tapi juga luar dari kabupaten PALI," terangnya, saat mengunjungi objek wisata Tebat Jambu bersama Pengurus KNPI komisi lingkungan, Eko Dj dan pengurus KNPI komisi Komunikasi dan Informatika, Marcindo belum lama ini. 


Pria yang juga merupakan ketua MASIKA ICMI Kabupaten PALI itu juga mengapresiasi Pokdarwis Tebat Jambu yang sudah membuat terobosan dengan menciptakan objek wisata kekinian. 


"Sebagai ketua KNPI PALI, saya apresiasi setinggi-tingginya bagi pemuda yang tergabung di Pokdarwis Tebat Jambu, yang sudah menciptakan peluang, baik untuk membuka usaha disana bagi masyarakat maupun peluang kerja bagi pemuda sekitar," tutupnya. 


Sementara itu, Arli Firgianto Amrad (27) pengola wisata Tebat Bambu tersebut menjelaskan untuk administrasi dan wisata yang ditawarkan hanya menarik biaya sebesar Rp 2.000 per pengunjung, sedangkan parkir dan wisatanya gratis.


Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa, terciptanya wisata Tebat Jambu itu bermula dari kecenderungan kurangnya wisata alam di wilayah Kabupaten PALI dan menciptakan varian wisata dari wisata Candi Bumi Ayu.


"Kita dan teman-teman lainnya yang tergabung di pemuda sadar wisata ini merasa resah dengan kurangnya tempat wisata di wilayah kita terutama di Kabupaten PALI. Sehingga, kita memantapkan untuk melakukan hal ini, yang dampaknya juga dirasakan masyarakat lain, dan yang penting masyarakat umumnya di PALI tidak jauh-jauh lagi liburan baik dengan keluarga maupun  dengan temannya," jelas pria yang gemar olahraga outdoor ini. (sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts