Pendiri Kampung Inggris Tempirai PALI Temui Pj Bupati, Ini Isi yang Dibahas


PALI.SININEWS.COM -- Terselesaikannya proses pembelian lahan untuk lokasi tempat belajar di Kampung Inggris Tempirai (KIT) berkat dukungan dan bantuan Penjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) DR H Rosidin Hasan yang datang ke KIT-PALI beberapa waktu lalu membuat pendiri dan pengurus Lembaga Kursus dan pelatihan Abri English Course (AEC) melakukan audiensi dengan Pj Bupati PALI tepat di hari jadi kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan yang Ke-8.


"Hari Kamis tanggal 22 April 2021 merupakan hari jadi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ke-8 dan pada hari ini juga diadakan audiensi Lembaga Kursus dan Pelatihan Abri English Course di kantor bupati PALI. 
Adapun isi dari aundiensi bersama Pj  Bupati adalah ucapan terimakasih atas terselesaikannya pembelian tanah untuk Kampung Inggris Tempirai-PALI," ucap Mister Abri, pendiri AEC KIT-PALI usai berjumpa Pj Bupati PALI. 


Ditambahkan Abri bahwa pembelian lahan untuk tempat belajar AEC KIT-PALI langsung dibantu oleh Pj Bupati beserta para OPD terkait yang turut serta saat berkunjung ke KIT-PALI belum lama ini. 

"Berikutnya adalah step bagaimana perlahan membangun rumah inti/rumah Andalas, yaitu nama dari tempat belajar anak-anak Kampung Inggris ini," tukasnya. 

Harapan berikutnya disampaikan Abri agar para dinas terkait bisa dan selalu bersinergi untuk bersama sama membangun dan menjadikan Kampung Inggris ini sebagai the Central ot english learning di Pulau Sumatera yang di awali di desa Tempirai yang harapannya nanti akan menyebar ke desa dan kecamatan lain khususnya di Kota Pendopo.



"Besar harapan agar tanggal 1 Mei 2021 ini, anak-anak Kampung Inggris bisa bertemu dengan orang nomor satu di Sumatera Selatan," harapnya. 

Audiensi ini juga diikuti oleh Operator Dapodik AEC, Mister Febri dan 2 murid mereka Deca dan Ramon. (sn/perry)
Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 22 April 2021






 

Share:

Tingkatkan Ekonomi Saat Pandemi, Hj Sri Kustina Ajak Warga Air Limau Manfaatkan Potensi Sekitar


Muara Enim. SININEWS.COM -- Dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan, legislasi dan penganggaran anggota DPR-RI dari fraksi Nasdem, Ir Hj Sri Kustina kunjungi Desa Air Limau Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim pada Kamis (21/4/21) untuk menyerap aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan II yang menjadi Dapil Hj Sri Kustina sembari bisa melakukan kegiatan silaturrahmi bersama masyarakat setempat. 


"Saya sempatkan dalam pelaksanaan kunjungan kerja kali ini untuk mengunjungi langsung masyarakat desa Air Limau dan mengharapkan untuk mendapatkan masukan secara langsung tentang berjalannya program-program pemerintah baik masukan dari pemerintah daerah maupun masyarakat umum," ungkap isri H Heri Amalindo itu. 


Sebagai anggota DPR-RI yang bermitra langsung dengan pemerintah, Hj Sri Kustina menyatakan akan tetap memperjuangkan program-program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat agar dapat berkelanjutan. 



Pada kesempatan itu juga Hj Sri Kustina mengajak warga Desa Air Limau untuk dapat bangkit dari dampak pandemi covid-19 dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar desa tersebut. 


"Pandemi yang terjadi saat ini telah berdampak negatif terhadap berbagai sektor ekonomi dalam masyarakat. Namun saya berharap masyarakat desa ini tidak banyak terpengaruh adanya pandemi covid-19. Tapi Dengan adanya kegiatan ini saya berharap kita bersama-sama bisa menemukan masalah dan solusi untuk masyarakat desa Air Limau yang terdampak ekonominya akibat situasi pandemi saat ini," ajak anggota Komisi II DPR-RI.


Hj Sri Kustina menghimbau kepada lurah /kades dan seluruh masyarakat bersatu padu untuk turut serta membangun desa menjadi desa yang lebih makmur, maju dan sejahtera dengan mengoptimalkan potensi-potensi desa yang dikembangkan secara bersama-sama. 



"Kembangkan potensi sekitar untuk menambah dan membangkitkan ekonomi kita saat pandemi," tukasnya. 


Menyikapi pelaksanaan program vaksinasi dalam mencegah penyebaran covid-19, Hj Sri Kustina mengingatkan masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan karena meski program vaksinasi telah berjalan sejak beberapa bulan lalu, namun tidak serta merta penerapan protokol kesehatan dilonggarkan. 



"Kita bersama-sama telah menyaksikan program vaksinasi oleh pemerintah telah mulai dijalankan beberapa bulan yang lalu, dengan berjalannya program vaksinasi ini bukan berarti protokol kesehatan pencegahan covid-19 sudah bisa dilonggarkan. Selama program ini belum mencapai target, saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dengan tetap memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak dari kerumunan orang dan mencuci tangan ketika telah berinteraksi dengan orang lain. Menjaga selalu pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan rajin berolahraga," terangnya. 


Kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dikatakan Hj Sri Kustina harus sudah tertanam dalam diri kita masing-masing.


"Hal itu juga secara langsung akan membantu pemerintah untuk menangani pandemi covid-19 yang saat ini masih mewabah," pungkasnya. (sn/perry)

Share:

Bank SumselBabel Pendopo PALI Berbagi Kasih


PALI. SININEWS.COM -- Kepala Cabang Bank SumselBabel Pendopo PALI Darmiansyah SH bersama jajaran dan ibu-ibu IIPK BSB Pendopo mendadak mendatangi panti asuhan Jaya Murni yang terletak di Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pada Kamis (22/4/21). Kedatangan kepala Cabang Bank SumselBabel Pendopo rupanya untuk memberikan santunan kepada anak-anak panti asuhan berupa paket sembako dan uang tunai. 


Dikemukakan Darmiansyah SH bahwa kegiatan itu dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H.

"Alhamdulillah di bulan suci Ramadhan ini Bank SumselBabel Pendopo bisa berbagi melalui program Peduli Kasih. Kali ini kita datangi Panti asuhan Jaya Murni," ungkap Darmiansyah. 

Program peduli kasih diakui Darmiansyah merupakan agenda rutin Bank SumselBabel cabang Pendopo sebagai upaya kepedulian bank SumselBabel terhadap sesama. 

"Insyaallah program ini berkesinambungan agar keberadaan kami bisa bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten PALI," tukasnya. 

Meski nilainya tidak begitu besar, tapi Darmiansyah berharap bisa membantu panti asuhan tersebut. 

"Kami harapkan dapat sedikit meringankan beban panti asuhan dalam menjalankan ibadah puasa, terlebih ditengah pandemi covid-19. Tidak lupa, kami juga mengajak anak-anak dan pengurus di panti asuhan itu untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar penyebaran virus corona bisa dicegah," tutupnya. (sn/perry)
Share:

Toke Getah Asal Tanah Abang Dihadang Komplotan Bersenpi, Sopir Korban Ditembak dan Uang Ratusan Juta Melayang


PALI. SININEWS.COM -- Aksi begal kembali beraksi di wilayah Bumi Serepat Serasan, kali ini korbannya Maspur Alam (44) warga Desa Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 


Kejadian naas yang dialami korban terjadi pada saat sebagian warga PALI melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Rabu (21/4/21) sekitar pukul 07.20 WIB saat korban yang merupakan pembeli (toke) getah karet hendak membeli getah karet petani di Desa Simpang Tiga Babat Kecamatan Penukal.

Pada kejadian itu, selain korban alami kerugian materi, sopir korban yang membawa mobil jenis Mitsubishi L 300 juga alami luka tembak dibagian lengan kanannya. 

"Korban adalah kerabat kami yang hendak membeli getah di Desa Simpang Tiga Babat, tapi saat di lokasi kejadian tepatnya di Talang Mahudin tidak jauh dari desa tujuan, tiba-tiba keluar sekelompok orang berjumlah enam orang semuanya membawa senjata api langsung menembak ke arah sopir. Saat itu, korban membawa 7 orang karyawannya, namun tidak berdaya karena pelaku semuanya bersenjata api," ujar Iman, kerabat korban kepada media ini Kamis (22/4/21).

Ditambahkan Iman, atas kejadian itu, korban alami kerugian uang sebesar Rp 170 juta dan sopir yang kena luka tembak langsung dilarikan ke RSUD Talang Ubi. 

"Setelah menembak, pelaku langsung menuju Maspur Alam dan meminta paksa uang yang dibawanya. Karena tidak berdaya, korban terpaksa menyerahkan tas berisi uang sebesar Rp 170 juta serta handphone. Setelah melarikan sopir yang terkena luka tembak, Maspur Alam langsung melaporkan kejadian ke Mapolsek Penukal Abab," terangnya. 

Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi melalui Kapolsek Penukal Abab AKP Alpian melalui Kanit Reskrim Ipda Taufik Hidayat membenarkan kejadian itu. 

"Korban sudah melapor dengan bukti LP/B/ 26 /IV/2021/SPKT/Polsek Penukal Abab/Polres Pali/Polda Sumsel, tanggal 21 April 2021. Kami sudah lakukan olah TKP dengan lokasi kejadian di Talang Mahudin Desa Simpang Tiga Babat Kecamatan Penukal. Kasus ini dalam lidik," jelas Kanit Reskrim Polsek Penukal Abab. 

Saat olah TKP dan melakukan penyelidikan disekitar lokasi, Taufik Hidayat akui menemukan barang bukti berupa 1 (satu) pucuk kecepek laras panjang diduga milik salah satu pelaku dan 1 (satu) buah sarung pisau dapur warna cokelat diduga milik salah satu pelaku.

"Total kerugian korban sebesar lebih kurang Rp Rp180 juta, karena selain uang tunai ada juga handphone dan surat berharga lainnya dirampas pelaku. Sementara mobil yang dibawa korban tidak dirampas hanya saja kaca mobil bolong akibat terkena tembakan pelaku yang juga mengenai lengan kanan sopir korban. Korban terluka saat ini masih dirawat di RSUD Talang Ubi," jabarnya.(sn/perry)
Share:

USAI PILKADA DAMAI KOMUNITAS ULAMA TEMPIRAI RAYA AJAK MASYARAKAT BERSYUKUR



PALI. SININEWS.COM -- Usai sudah kompetisi demokrasi Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera selatan 
periode 2020 -2025.

Tentunya dalam proses dinamika demokrasi ini, mungkin ada sedikit perbedaan penafsiran sikap untuk menambatkan suatu pilihan hati sebagai kewajiban rakyat untuk berdaulat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Ketua Komunitas Ulama Tempirai Raya Muhamad Dani Teguh, mengajak masyarakat banyak bersyukur.

"Selama proses PILKADA PALI dapat berjalan aman dan damai serta tidak ada terjadi permasalahan yang sifatnya merusak persatuan dan kesatuan umat Islam se Tempirai Raya," katanya, Kamis (22/4/21).

Lanjut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Tempirai Utara ini,  meskipun selama proses demokrasi ada sedikit perbedaan pendapat selayaknya sebagai muslim dalam payung kekerabatan wang Tempirai tetap menjunjung tinggi rasa kekeluargaan, sebagaimana disebut dalam Alqur, an 

"Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa,  dan janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan,  bertakwalah pada Allah,  sesungguhnya Allah sangat berat siksaan Nya ( Qs. Al. Maidah : 2)," ujar Dani Teguh.

Begitu juga Hasan Idris (85) salah satu sesepuh masyarakat Tempirai,  mengapresiasi atas terlaksananya Pilkada secara damai, sebagai orangtua yang sudah banyak makan asam garam dunia demokrasi,  merasa bangga atas kecerdasan para generasi muda Tempirai berkompetisi secara santun. 

Mantan Dewan Margo Penukal utara di era tahun 80an ini, mengucapkan selamat atas terpilihnya H. Heri Amalindo,  MM menjadi Bupati PALI 2 periode.  "Jadilah pemimpin yang amanah dan selalu peduli dengan rakyat kecil," ucapnya.

(Bungharto/SN).

Share:

Alami KDRT, Warga Prabumulih ini Nyaris Putus Jari

 


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Peristiwa memilukan dialami oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Puspa Dewi (34). Ia harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih akibat dianiaya suaminya, FM (35).


Informasi yang dihimpun, penganiayaan terjadi pada Senin lalu (19/4/2021), sekitar pukul 05.30 WIB, di Jalan Cempedak RT 03/RW 01 Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Sang suami, FM bukan kali pertama melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap korban. Namun ini, kesekian kalinya dan terakhir ini paling parah.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka serius. Meliputi lebam di bagian muka, jari patah, leher bekas cekikan, perut ada bekas injakan dan sejumlah luka lainnya.

Kejadian ini sendiri telah dilaporkan ibu kandung korban, Milawati (51) ke Unit PPA Satreskrim Polres Prabumulih. Dan, kasusnya sekarang ini tengah ditangani penyidik. Laporan korban tercantum dalam LP/B/69/IV/2021/SUMSEL/RES PBM pada Senin, 19 April 2021.

“Sering ngebuki ini, sejak pertama kali nikah. 2008 nikah, hampir 13 tahun memang galak mukul suami aku. Aku bertahan selama ini, gara-gara anak,” terang korban.

Sebutnya, sudah tidak tahan lagi dan nyawanya hampir melayang akibat kejadian penganiayaan tersebut. Akhirnya, kejadian ini dilaporkan ibu kandungnya ke polisi.

“Aku rela suami aku masuk penjara, tekad aku sudah bulat tidak mau berumah tangga lagi dengan suami aku. Kalau lah masuk penjara, baru tahu apa yang dilakukannya,” bebernya.

Selain melaporkan kejadian ini ke polisi, korban juga meminta pendampingan dari Satgas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) hingga kasus KDRT-nya tuntas.

“Sudah lapor ke polisi, sudah itu kita pendampingan Satuan Tugas (Satgas) P2TP2A. Semoga laki anak saya diproses hukum, dan diberikan hukum setimpal,” harap Milawati, ibu kandung korban.

Terpisah, Kepala DPPKBP3A, Eti Agustina SKM MKes didampingi Ketua Harian P2TP2A, H Jhon Fitter SH MH mengatakan, kalau pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban. 

“Kasus KDRT ini, akan kita kawal hingga tuntas. Apalagi, tindakan dilakukan suaminya terhadap korban sangat kejam,” beber Eti.

Ia menyebutkan, sudah menjadi tugas dan kewenangan pihak melakukan pendampingan terhadap kasus KDRT dan juga kekerasan terhadap anak. “Jelas akan kita samping, apalagi ini memang tugas kita tambahnya,” ucapnya.

Lanjutnya, meminta Polres Prabumulih segera menangkap suami korban. Sebagian, efek jera terkait kasus KDRT ini. “Nanti, sesegera mungkin kita akan menghadap Pak Kapolres. Untuk mempercepat proses hukumnya,” pungkasnya

Sumber data : publikzone.com
Share:

Resmikan Pasar Bedug, Ridho Mengaku Kasihan Dengan Pedagang


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Setelah sempat ditiadakan pasar bedug pada tahun sebelumnya kini para pedagang kuliner khusus menu takjil di Kota Prabumulih mulai sumringah. 

Tahun ini Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akhirnya memberikan izin  kegiatan pasar bedug.

Ridho Yahya yang hadir langsung meresmikan pasar bedug di pelataran halaman Masjid Nur Arafah mengaku kasihan dengan para pedagang kuliner yang pada tahun sebelumnya banyak tidak dapat berjualan lantaran pandemi Covid-19. 

Namun kali ini pihaknya kembali memberikan izin dan meresmikan pasar bedug untuk menggerakkan kembali perekonomian pedagang khususnya UMKM di Kota Prabumulih.

"Namun tetap dengan mematuhi aturan protokol kesehatan. Pedagang dan pengunjung diwajibkan mengenakan masker saat beraktifitas di pasar bedug. Pengaturan jarak pedagang pun ikut diatur demi menghindari kerumunan," ujar Ridho Yahya, Rabu (21/04/2021).

Dengan dibukanya pasar bedug ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi warga Kota Prabumulih yang hendak memenuhi kebutuhan untuk berbuka puasa. Untuk itu ia mengajak warga Prabumulih memanfaatkan keberadaan pasar bedug sebagai tempat alternatif berbelanja menu takjil.

"Kepada pedagang kita himbau agar menjajakan makanan yang sehat. Jaga kebersihan, kualitas, serta penyajian yang menarik," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Muchtar Edi SSos menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 50 lapak pedagang kuliner. Di samping itu pihaknya juga mengadakan bazar sembako murah yang telah disubsidi langsung oleh Pemkot Prabumulih.

Sebanyak 500 paket sembako murah disiapkan untuk masyarakat kurang mampu. Satu paket sembako terdiri dari 2 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir dan satu liter minyak goreng.

"Harga satu paket sembako telah disubsidi dari Rp 45 ribu menjadi Rp 20 ribu per paket. Jumlahnya memang terbatas, mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di bulan Ramadhan," pungkasnya.

Sumber : lapartanews.com


Share:

Dua Aparat Jadi Korban Pengeroyokan, LPSK Minta Masyarakat Tak Perlu Takut Bersaksi



JAKARTA, SiniNews.Com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyesalkan terjadinya pengeroyokan terhadap dua aparat di Jalan Felatehan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu (18/4-2021). Satu anggota Brimob dinyatakan tewas di lokasi kejadian dan satu korban lagi yang merupakan anggota TNI Angkatan Darat mengalami luka berat. 


Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, pihaknya berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas dugaan aksi pengeroyokan yang menimbulkan korban jiwa tersebut. “Kita yakin polisi bertindak profesional dan mampu mengusut tuntas kasus (pengeroyokan) tersebut,” ujar Edwin, Rabu (21/4-2021).


Untuk memudahkan penyelidikan yang tengah dilakukan Polda Metro Jaya, Edwin mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau bahkan melihat kejadian tersebut, dapat membantu pihak kepolisian dengan memberikan kesaksiannya.


Edwin menegaskan, para saksi tidak perlu ragu atau takut mengungkapkan apa yang diketahui karena negara dengan tegas memberikan perlindungan kepada mereka yang menjadi saksi dan korban seperti tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban. 


Jika memang terdapat potensi intimidasi dan ancaman, lanjut Edwin, LPSK membuka pintu bagi masyarakat yang memerlukan perlindungan. Apalagi, penganiayaan berat merupakan salah satu tindak pidana prioritas yang ditangani LPSK. 


“Tugas LPSK memberikan perlindungan agar proses hukum dalam peradilan pidana dapat berjalan. Keterangan saksi-saksi sangat diperlukan penyidik untuk mengusut tuntas kasus (pengeroyokan) tersebut,” imbuh Edwin.


Masih kata Edwin, banyak kanal yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengajukan perlindungan ke LPSK, mulai dengan datang langsung ke kantor LPSK, menghubungi call center LPSK di 148 atau via WA 085770010048, atau dengan mengunduh aplikasi Permohonan Perlindungan Online yang bisa diunduh di Playstore.


Sebelumnya, Komandan Kodim (Dandim) 0504 Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana telah mengkonfirmasi kebenaran peristiwa pengeroyokan terhadap dua aparat, yang masing-masing berasal dari Kopassus TNI AD dan Brimob Polri. 


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus juga telah memberikan pernyataan resmi, bahwa tim Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan pendalaman tentang kasus tersebut. Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa mereka telah memeriksa sebanyak 5-6 orang saksi. 


Share:

Terkait Tower Jaringan Subcont PT.Waskita Yang Meresahkan, Dewan Minta Dirobohkan

FOTO : Anggota DPRD Kota Prabumulih Hartono Hamid, rabu (21/4)

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Terkait keluhan warga Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, tentang perusahaan 'Pelat Merah' yang mendirikan Tower Pemancar yang disinyalir belum mengantongi izin membuat salah satu anggota DPRD Kota Prabumulih, Hartono Hamid angkat bicara.


Ia menilai, sudah seharusnya, sebelum perusahan tersebut mendirikan Tower, wajib mendapatkan izin dari pemerintah setempat maupun persetujuan dari masyarakat di wilayah tower itu berdiri.

Mengingat seriko dampak sosial kemasyarakatan yang akan terjadi di kemudian hari.


Hal ini dikatakan pria yang akrap di sapa Om Ton itu setelah selesai mengikuti Rapat Paripurna bersama Walikota Prabumulih di gedung DPRD Kota Prabumulih, Rabu (21/04/2021).


"Ya wajib ada Izin la ya, harus ada juga dari masyarakat. Dan terkait barang-barang elektronik warga yang rusak di sambar petir, perusahan harus ganti baru. Dan hal ini pernah terjadi di Wilayah Kelurahan Karang Raja, mereka (perusahaan, red) mengganti baru barang elektronik warga yang rusak," katanya.


Politisi Partai Hanura itu juga mengatakan, dalam hal ini, seharusnya pihak perusahan wajib mematuhi semua aturan walaupun mereka menjalankan program pusat.


"Mereka harus tertib ya dengan aturan, Walaupun mereka perusahaan Plat Merah. Ya kita mendukung ya Program-progam dari pusat itu, tapi aturan tetap terlaksana," ucapnya.


Untuk itu, lanjutnay, pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait yaitu pihak Dinas Kominfo untuk menggiring mereka memenuhi semua perizinan yang semestinya.


"Nanti kita berkordinasi dengan pihak Dinas Kominfo yang lebih faham mengenai hal ini," tukasnya.


Di tempat lain, Kepala Dinas Kominfo Kota Prabumulih, Mulyadi Musa MSI membenarkan terkait perizinan pendirian Tower merupakan Wewenang Dinas Kominfo. 


Hanya saja, untuk perizinan pembangunan Tower Radio ataupun Tower Pemancar merupakan wewenang Diskominfo Provinsi Sumsel maupun dari Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Provinsi Sumsel.


"Pendirian tower wajib mengantongi Izin, tidak hanya perizinan dari kita, mereka juga wajib mengantongi IMB pendirian Tower dan lain sebaginya. Dan untuk mendapatkan semua perizinan itu, lebih dahulu pihak perusahaan mendapatkan persetujuan dari warga lingkungan sekitar pendirian tower. Jadi tidak seenaknya mendirikan Tower," tukasnya.


Sebelumnya Lurah Gunung Ibul Barat (Gib) Arif bersama ketua Rt/Rw dan warga mendatangi kontraktor proyek jalan tol yang memasang Tower jaringan pemancar CCTV yang merupakan subkon PT.Waskita  (PT.Maha Akbat) itu mengaku memang belum meminta izin ke pihak kelurahan 


Sementara itu dari pihak PT.Waskita Juardi selaku Humas saat dihubungi melalui sambungan telepon dan whatsapp belum bisa dihubungi.

Penulis : wartawan monopolisumselnews.com



SIMAK VIDEO LENGKAPNYA :







Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts