Pemkab Me Siap Dukung Program Reforma Agraria ATR/BPN

                     

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim mendukung Program Percepatan Reforma Agraria (PPRA) ATR/BPN di Muara Enim.

Sebab kegiatan tersebut mendukung percepatan pendaftaran tanah seluruh bidang melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan metode Partisipasi Masyarakat yang kemudian dikenal dengan PTSL-PM.

“Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata di Kabupaten Muara Enim. Pemkab Muara Enim siap mendukung Program Reforma Agraria ATR/BPN,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Kurniawan AP MSi saat saat menerima audiensi dari Kantor Pertanahan Kabupaten Muara Enim (ATR/BPN) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Muara Enim Abdullah Adrizal di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Rabu, 06 Juli 2022.

Awal audiensi, Abdullah Adrizal yang hadir bersama jajaran diantaranya Kasi Penataan dan Pemberdayaan Daroini Karomin, Koordinator Landreform dan Pemberdayaan Tanah Masyarakat Anditya Sutami, dan Koordinator Penatagunaan Tanah Kantor Pertanahan Kabupaten Muara Enim Erwin Fauzi menyampaikan paparan tentang Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Muara Enim Tahun 2022.

“Reforma Agraria sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2018 adalah Penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui Penataan Aset dan disertai dengan Penataan Akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” terang Abdullah.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan tujuan Reforma Agraria diantaranya mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan serta menangani sengketa dan konflik agraria yang mana pelaksanaan Reforma Agraria dilaksanakan melalui tahapan Penataan Aset dan Penataan Akses.

Penataan Aset terdiri dari Redistribusi Tanah dan Legalisasi Aset. Penataan Akses dilaksanakan berbasis klaster dalam rangka meningkatkan skala ekonomi, nilai tambah serta mendorong inovasi kewirausahaan Subjek Reforma Agraria.

Untuk itu, selaku Kepala Pertanahan Kabupaten Muara Enim Abdullah Adrizal mengharapkan Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Muara Enim berkomitmen untuk memperkuat kerjasama dalam melaksanakan kegiatan Reforma Agraria, menginventarisasi potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) terutama dari Pelepasan Kawasan Hutan untuk ditindaklanjuti penataan aset agar memberikan kepastian hukum.

Kemudian, melakukan penataan aset dan penataan akses untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan potensi sumberdaya yang tersedia, selain mengusulkan Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang sebagai Pilot Project Kampung Reforma Agraria dengan potensi pengembangan sumberdaya berupa Perkebunan Karet, Budidaya Jamur Tiram dan Peternakan Sapi.

Sementara itu, Pj Bupati didampingi Plh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kadin Perkim, Kadin PUPR, Kadin Kominfo, Kadin Lingkungan Hidup dan Kabag Hukum Setda sangat mendukung adanya program Reforma Agraria ATR/BPN Kabupaten Muara Enim.

“Pada prinsipnya, kami (Pemkab Muara Enim) sangat mendukung program ATR/BPN Muara Enim salah satunya program Reforma Agraria ini. Apalagi program ini bertujuan untuk kemakmuran rakyat, jika ada yang dapat kami bantu silahkan langsung koordinasikan saja dengan kami,” ucapnya.

Disamping itu, Pj Bupati juga mengharapkan sinergitas atau bantuan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Muara Enim dalam menginventarisir lahan-lahan (tanah) milik Pemkab Muara Enim ataupun terkait izin dan hal-hal yang berkaitan dengan pertanahan guna menghindari tumpang tindih.

Share:

Tak Tanggung-tanggung, Aka Cholik 'Bidik' Tiga Kursi DPRD PALI di 2024

foto. Aka Cholik bersama sejumlah tokoh masyarakat PALI 

PALI. SININEWS.COM -- Sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Aka Cholik Darlin MM saat ini fokus mempersiapkan penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan digelar serentak tahun 2024 mendatang. 


Persiapan dan strategi dalam meraih hati masyarakat PALI dilakukan sejak dirinya didapuk memimpin partai besutan Gus Dur tersebut agar memperoleh hasil yang memuaskan. 


Pasalnya, pada Pemilu 2019 lalu, PKB gagal menempatkan perwakilannya duduk di parlemen kabupaten PALI. Untuk itulah, tugas berat berada di pundak putra kelahiran Lematang itu untuk membangkitkan kembali PKB di wilayah Bumi Serepat Serasan. 


Sejak Aka Cholik pimpin PKB PALI yang terlihat membawa perubahan, masyarakat PALI pun mulai melirik kembali PKB, bahkan dari catatan Aka Cholik ada banyak tokoh masyarakat bergabung dengan PKB dan siap menjadi figur yang akan mendulang banyak suara pada Pemilu 2024 mendatang. 


Saat ditemui media ini, Rabu (6/7/22) tidak banyak yang disampaikan mantan anggota DPRD PALI ini, hanya satu kursi yang diincar Aka Cholik dalam setiap Dapil di kabupaten PALI yang menjadi targetnya pada Pemilu mendatang serta mendorong ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar maju sebagai Presiden atau Wakil Presiden. 


Artinya, saat ini Aka Cholik membidik tiga kursi di DPRD kabupaten PALI di tahun 2024 mendatang. 


Ucapan Aka Cholik menargetkan tiga kursi bukan hanya bualan kosong, mengingat saat ini, banyak kader PKB yang loyal dan solid di kabupaten PALI, belum lagi banyak figur publik dari tokoh masyarakat gabung di PKB. 


Hal inilah mendasari Aka Cholik optimis, tahun 2024 PKB bakal mencapai target yang diinginkan. 


Tidak sampai disitu, mesin PKB di kabupaten PALI terus bergerak melakukan pendekatan kepada masyarakat agar saat hari H Pemilu mendatang, masyarakat menjatuhkan pilihannya terhadap PKB. 


"Pada Pemilu 2024 nanti, target kami bisa mendapatkan kursi dari tiga dapil.Selain itu, agenda besar yang tidak kalah penting yaitu menjadikan Ketua Umum PKB, Cak Imin bisa menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Oleh karena itu, kepada seluruh kader PKB, sayap partai dan organisasi yang lahir dari PKB serta para simpatisan PKB, terutama Nahdliyin, untuk bersama-sama kita membesarkan PKB di Bumi Serepat Serasan," katanya singkat. (sn/perry)

Share:

Pernikahan Usia Dini Dapat Dihindari, Bagini Kata Ketua FAKAR Lematang Sumsel


Foto. Ketua umum FAKAR Lematang Sumsel saat hadiri salah satu acara resepsi pernikahan 


PALI. SININEWS.COM -- Dampak negatif dari adanya pernikahan usia anak sangatlah berpengaruh pada masa depan bagi individu yang melakukannya, terlebih adanya resiko melahirkan anak stunting atau terganggunya tumbuh kembang anak yang dilahirkan oleh orang tua yang masih diusia sangat muda. 


Tentu hal ini harus dihindari karena sangat berpengaruh pada kualitas penerus bangsa kedepannya. Dimana, apabila anak sudah terganggu tumbuh kembangnya, maka sulit untuk mewujudkan generasi cerdas, handal, sehat dan mempunyai daya saing tinggi. 


Dalam mencegah hal ini, perlu upaya orang tua, selaku orang terdekat pada anak yang harus ekstra memberi pemahaman kepada anaknya dalam berhati-hati menentukan jalan hidupnya. 


Juga peran pemerintah dari tingkat desa hingga instalasi terkait untuk melakukan pencegahan sejak dini pernikahan diusia belia yang tentunya dari sisi psikologisnya saja belum siap.


Dalam menghindari pernikahan usia dini, ketua umum FAKAR Lematang Provinsi Sumatera Selatan, Aka Cholik Darlin MM mengajak peran orang tua agar aktif memantau pergaulan anak-anaknya yang masuk fase remaja. 


Pasalnya, pernikahan usia dini terjadi akibat longgarnya pengawasan orang tua sehingga anak yang masuk fase pencarian jati diri ini terlalu bebas dalam bergaul. 


"Pernikahan usia dini bisa dihindari dengan ketatnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak mereka. Dengan pengawasan bisa membatasi anaknya masuk dalam lingkaran pergaulan bebas. Sebagai contoh untuk mengecek handphone anak secara berkala, membatasi anak dengan perbanyak kegiatan extra diluar kegiatan formal sekolah, baik kursus maupun mengaji agar mereka lebih fokus belajar," ujar mantan anggota DPRD PALI itu, Rabu (6/7/22).


foto. Forum anak yang dibentuk DPPKBPPPA PALI 


Sementara diketahui bahwa, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus melakukan upaya pencegahan pernikahan usia anak di wilayah Bumi Serepat Serasan. 


Hampir setiap hari, OPD dibawah kepemimpinan Dra Hj Yenni Nopriani turun ke desa-desa untuk mensosialisasikan bahaya atau risiko pernikahan usia anak. 


Bahkan, telah dibentuk Duta Genre, Forum Anak dan lainnya yang diambil dari anak-anak muda asal kabupaten PALI untuk membantu pemerintah dalam menekan angka pernikahan usia dini di kabupaten PALI. 


Diberbagai kesempatan juga, DPPKBPPPA PALI selalu mengajak masyarakat agar hindari pernikahan yang usianya dibawah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki berdasarkan anjuran BKKBN. 


Tak hanya itu, kerap petugas DPPKBPPPA melalui penyuluh KB menjabarkan risiko yang terjadi pasca melakukan pernikahan usia dini, dari belum siapnya alat reproduksi hingga tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan yang terjadi pada ibu yang melangsungkan pernikahan usia yang belum matang. (sn/perry)

Share:

Stop Nikah Usia Anak! Ini Sederet Bahayanya

foto. ilustrasi 

SININEWS.COM -- Membangun keluarga bahagia dan sejahtera merupakan keinginan semua manusia di muka bumi ini. Namun apabila impian itu sirna akibat salah jalan, penyesalan yang akan didapat dan dirasakan seumur hidupnya. 


Maka dari itu, perencanaan yang matang harus dimiliki setiap akan melangkah supaya jalan hidup sesuai apa yang dicita-citakan. Termasuk membangun rumah tangga. 


Salah satu kegagalan dalam hidup adalah salah dalam membangun mahligai rumah tangga bersama pasangannya, dan salah satu faktor utama gagalnya rumah tangga adalah memilih nikah diusia anak atau masih dini. 


Dimana pada usia dini masuk kategori fase remaja, yang tengah mencari jati diri, yang mana fase ini baru memasuki masa peralihan dari fase kanak-kanak menuju masa dewasa. 


Pada fase rentang usia remaja ini anak akan mengalami banyak perubahan pada diri mereka. Perubahan tersebut meliputi perkembangan fisik, seksual, perilaku, kognitif, hingga emosional-sosial.


Nah, pada saat masa remaja sudah memilih melangsungkan pernikahan, maka banyak sisi negatif yang akan dialami pasangan pada usia tersebut. Akan banyak permasalahan dihadapi pasangan pernikahan yang belum matang. 


Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (6/7/22), bahaya yang mengintai bagi pasangan pernikahan diusia yang belum dianjurkan pemerintah, sangat banyak. 


Dari sisi kesehatan reproduksi, tentu saja pasangan pernikahan usia dini belum siap mengandung dan melahirkan. Hal ini sangat berisiko melahirkan anak stunting. Kemudian proses persalinan terganggu, pertumbuhan tulang ibu terhenti, sangat rentan terkena kanker mulut rahim, potensi penyakit seksual meningkat, terjadi kelahiran prematur, animea kehamilan, bahkan resiko kematian ibu dan bayi cukup tinggi. 


Bukan hanya itu, pasangan pernikahan usia dini akan mengalami gangguan psikologis. Karena masa yang seharusnya dimanfaatkan untuk bermain jadi terenggut. Hal ini berpotensi tidak terkontrolnya emosi sehingga banyak terjadi kekerasan dalam rumah tangga bahkan tidak jarang berakhir pada perceraian. 


Untuk itu, pahami usia ideal dalam memulai hidup berumahtangga. Mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak yang menyebutkan bahwa usia kurang dari 18 tahun masih tergolong anak-anak. Artinya, hindari melangsungkan pernikahan pada usia itu bahkan kurang dari usia 18 tahun. Pasalnya, menikah tak hanya dilakukan satu atau dua tahun, melainkan hingga maut memisahkan. 


Usia ideal untuk melangsungkan pernikahan pun harus diperhatikan karena dapat berpengaruh pada kesiapan mental pada pasangan. 


Berdasarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), usia ideal untuk menikah bagi perempuan, yaitu 21 tahun karena jika dibawah ini dikhawatirkan akan berisiko bagi kesehatan. Sedangkan untuk laki-laki idealnya pada umur 25 tahun karena pada usia ini dinilai tepat karena sudah matang dan dapat berpikir secara dewasa. (sn/perry)

Share:

Inorga AKTI PALI Borong Medali di FORNAS


foto. Ketua KORMI PALI Firdaus Hasbullah bersama atlet poco-poco peraih medali emas 



Palembang. SININEWS.COM -- Prestasi membanggakan dicapai Induk Olahraga (Inorga) Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI)  yang tergabung dalam Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pasalnya, lima atlet AKTI asal PALI berhasil memborong medali pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke VI di kota Palembang. 


Pada Inorga AKTI PALI ini, dua medali emas berhasil dipersembahkan untuk kontingen Sumatera Selatan. Selain itu, 1 (satu) medali perak dan 3 (tiga) medali perunggu juga diboyong atlet Kungfu tradisional asal kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan. 


Adapun nama atlet yang berhasil memperoleh medali di FORNAS VI Sumsel Inorgi AKTI dari kabupaten PALI adalah. 


1. Ahmad Safaraz meraih 2 emas - Thaiji Quan, Thaijijian.

2. M. Faiz Zaki meraih 1 perak - jurus tangan kosong perguruan

3. Naura Dea Anindya  meraih 1 perunggu tangan kosong perguruan putri

4. Arzetty Oktari Khairunisa meraih 1 Medali Perunggu Thaijijian

5. Ny. Widya Hartini meraih 1 perunggu senjata panjang perguruan


Tentu saja, capaian atlet binaan ketua KORMI kabupaten PALI Firdaus Hasbullah ini membanggakan masyarakat kabupaten PALI juga provinsi Sumatera Selatan. Sebab, meski KORMI baru seumur jagung dan baru kali ini ikuti ajang FORNAS, namun mampu sejajar dengan KORMI di daerah lainnya yang telah lebih dulu berdiri. 


"Berkat dukungan dan doa masyarakat kabupaten PALI, atlet kita bisa berprestasi dan menyumbang perolehan medali untuk kontingen provinsi sumatera selatan," ungkap Firdaus Hasbullah, Rabu (6/7/22).


Untuk hasil medali yang diperoleh keseluruhan atlet PALI pada FORNAS VI Sumsel disebutkan Firdaus Hasbullah adalah 3 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu. 


"Sebelumnya, medali emas didapatkan dari FOKBI Poco Poco kategori Perorangan yang diraih atas nama Fernika Nini. Hingga saat ini atlet PALI berhasil menyumbangkan medali untuk Kontingen Sumsel ada 7 medali, terdiri dari 3 emas, 1 Perak dan 3 Perunggu. Kedepan kita akan terus menjaring atlet dari berbagai Inorga di kabupaten PALI agar setiap ada event kita bisa tampil dan memboyong banyak prestasi," tandasnya. 


Semangat untuk terus mencari bibit atlet dan menggali serta mengembangkan olahraga rekreasi di kabupaten PALI disampaikan Firdaus Hasbullah karena dengan olahraga seperti ini selain melestarikan budaya juga mampu mengenalkan kabupaten PALI.


"Kita ketahui bahwa salah satu upaya mengenalkan daerah adalah dengan olahraga. Untuk itu KORMI PALI berencana akan menggelar festival olahraga rekreasi di tingkat kabupaten. Tujuannya menggali kembali olahraga tradisional dan mengenalkan ke kaum muda agar olahraga tradisional tidak hilang. Harapannya setelah menggelar festival akan banyak melahirkan atlet berbakat yang nantinya bisa berprestasi. Dengan demikian warisan budaya bangsa khususnya ada di kabupaten PALI dalam bentuk olahraga tradisional dapat terus dilestarikan dan generasi muda masih mengenalnya," harapnya. (sn/perry)

Share:

Ketua DPC Demokrat Prabumulih Deni Victoria Bantu Persalinan Korban Rudapaksa

PRABUMULIH, SININEWS. COM - Sejumlah pengurus dan kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Prabumulih kunjungi RA (14) yang menjadi korban rudapaksa ayah kandungnya. Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut kini telah melahirkan bayi laki-laki melalui proses operasi caesar di RSUD Prabumulih, Selasa (5/7/2022).

Maksud dan tujuan kedatangan partai yang dikomandoi oleh Deni Victoria SH MSi itu adalah, menyampaikan bantuan kebutuhan persalinan dan perlengkapan bayi serta rasa prihatin dengan petaka yang dialami korban. 

Petugas Dinas Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (BP2KBP3A) juga saat itu ikut mendampingi lebih lanjut korban.

Ketua Terpilih DPC Demokrat Prabumulih, Deni Victoria SH MSi didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen), Wedi Saputra SE turut prihatin apa yang dialami korban. “Mudah-mudahan kasus serupa tidak terulang kembali,” ungkap pria yang akrab dipanggi Deni ini.

Ia mengharapkan, agar pelaku diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. “Biarkan pihak berwajib yang memberikan hukuman terhadap pelaku,” ujar pria yang berprofesi pengusaha ini.

Senada,  Sekretaris Jenderal (Sekjen), Wedi Saputra SE mengecam keras rudapaksa terhadap RA yang dilakukan oleh HS (36), ayah kandungnya sendiri.

Menurutnya, ini adalah masalah besar yang harus disikapi dengan serius, agar tidak ada lagi korban-korban yang lain.

"Terkait kejadian ini kami sangat prihatin ini menjadi 'PR' buat kita semua bukan hanya partai Demokrat saja, agar kasus seperti ini tidak kembali terjadi," ujar Wedi Saputra.

Partai berlambang bintang mercy kota nanas itu pun bersepakat akan turut andil bersama untuk memberikan sosialisasi undang undang (UU) Perlindungan Perempuan dan Anak kepada perempuan atau emak-emak di Kota Prabumulih.

"Senada dengan ketua DPC, kami sepakat kedepan untuk memberikan edukasi dan penyuluhan ke masyarakat kota Prabumulih dengan menggandeng dinas-dinas terkait dan tokoh masyarakat agar kasus seperti ini tidak kembali terulang," terangnya.

Lebih lanjut Wedi menuturkan, sosialisasi ini merupakan penyuluhan dengan harapan agar masyarakat 'melek' terhadap kasus kekerasan yang kerap terjadi di Kota Prabumulih.

Partai Demokrat berharap dengan adanya penyuluhan kekerasan terhadap anak dan perempuan ini, setiap perempuan setidaknya bisa mengetahui upaya apa yang harus dilakukan.

"Karena ada undang-undang yang mengatur dan bagaimana orang tua kita berperan sebagai sahabat anak terbaik," tutupnya. (Ril/Sn) 

Share:

Stand Dekranasda PALI Jadi Primadona pada Event Sriwijaya Expo, Pengunjung Bisa Belajar Membatik

foto. Ketua Dekranasda kabupaten PALI Ir Hj Sri Kustina bersama Bupati PALI H Heri Amalindo saat meninjau stand Dekranasda PALI pada event Sriwijaya Expo tahun 2022



Palembang. SININEWS.COM -- Event Sriwijaya Expo yang telah dibuka Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) pada Sabtu malam (2/7/22) lalu di Plaza Ranau Dempo, Jakabaring Sport City Palembang rupanya menjadi gairah tersendiri bagi pengrajin asal kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 


Pasalnya, sejumlah pengrajin dari beberapa wilayah di kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan itu diikut sertakan langsung oleh Dekranasda kabupaten PALI pada event bergengsi tahunan tingkat provinsi Sumatera Selatan tersebut.


Semangat para pengrajin bertambah ketika stand Dekranasda kabupaten PALI binaan Ir Hj Sri Kustina itu menjadi pusat perhatian pengunjung pada event Sriwijaya Expo yang akan berlangsung dari tanggal 2 Juli hingga  6 Juli 2022 mendatang.



Tampilan stand yang rapi dan memiliki estetika tinggi juga didalamnya dipajang berbagai macam kerajinan khas kabupaten PALI sekaligus pengrajinnya ditampilkan pada stand itu mampu menyedot banyak pengunjung untuk sambangi stand berukuran 6X6 meter tersebut. 


Salah satu yang menjadi daya tarik pengunjung adalah batik khas PALI yang memiliki motif unik yang diambil dari kearifan lokal. Selain itu juga pengunjung bisa secara langsung melihat proses pembuatannya. Serta, banyak diantara pengunjung yang mencoba secara langsung proses membatik diatas kain. 


"Alhamdulillah, sejak Sriwijaya Expo dibuka, setiap hari stand Dekranasda PALI kebanjiran pengunjung, dari warga biasa hingga pejabat dari berbagai daerah. Bahkan saya kewalahan menjawab berbagai macam pertanyaan dari pengunjung. Tidak sampai itu saja, banyak diantaranya meminta ajari cara membatik," ujar Nira, pengrajin Batik asal Handayani Mulya yang dihadirkan langsung oleh Dekranasda PALI pada event Sriwijaya Expo, Selasa (5/7/22).

Foto. Pokja 3 TP.PKK kabupaten PALI saat mengunjungi stand Dekranasda kabupaten PALI 


Dengan adanya event tersebut, Nira menyampaikan terimakasihnya kepada Ketua Dekranasda kabupaten PALI, Ir Hj Sri Kustina yang telah membimbing dan memberikan pelatihan sehingga saat ini dirinya mahir membatik dan hasilnya mampu menopang perekonomian keluarganya. 


"Semenjak saya diberikan pelatihan oleh ibu Hj Sri Kustina, kemudian pemasaran dibantu bahkan sering diajak pameran diberbagai acara, perekonomian keluarga kami mulai terangkat. Untuk itu, kami berharap seringnya ikut event seperti ini, bukan hanya hasil kerajinan saya yang dikenal dan menambah luas pemasarannya, tetapi Dekranasda PALI khususnya dan umumnya kabupaten PALI juga bisa lebih dikenal dimana-mana," tukasnya. 


Selain batik khasnya, pada stand Dekranasda kabupaten PALI juga ada produk lainnya yang menjadi trend baru dan banyak diburu pengunjung, yakni gelang Ribu-ribu. 

Foto. salah satu pengunjung tengah mencoba membatik khas PALI diatas kain pada event Sriwijaya Expo tahun 2022 di Stand Dekranasda kabupaten PALI 


Gelang yang melegenda itu mampu diangkat kembali pengrajin asal kecamatan Abab kabupaten PALI. Dimana gelang berbahan dasar akar dari pohon ribu-ribu yang banyak ditemukan di hutan di kecamatan Abab, Tanah Abang dan Penukal itu laku keras di ajang Sriwijaya Expo. 


Sebab, meski gelang yang sudah ada sejak nenek moyang warga kabupaten PALI itu dibuat kembali mengikuti trend saat ini dan dibuat secara langsung di stand Dekranasda kabupaten PALI.


Menurut Evi, pengrajin gelang ribu-ribu asal kecamatan Abab bahwa keahliannya membuat gelang tersebut dari turun temurun. Hanya saja sebelum dirinya diajak Ir Hj Sri Kustina ikuti pelatihan, pembuatan gelang tersebut  motifnya biasa-biasa saja dan dibuat sederhana.


Namun setelah ikuti pelatihan pengembangan kemampuan, motif gelang ribu-ribu buatan Evi mampu ikuti trend saat ini. Alhasil, produk perempuan asal Betung Abab itu menjadi buruan oleh semua kalangan  dari anak-anak, remaja hingga dewasa, termasuk pada event Sriwijaya Expo. 


"Pengunjung pada pameran Sriwijaya Expo ini sebagian besar mengetahui gelang ribu-ribu ini, terlebih yang usianya diatas 45 tahun. Karena ada kepercayaan ditengah-tengah masyarakat bahwa konon bisa menolak gangguan tak kasat mata bagi anak-anak. Makanya banyak anak-anak kecil di dusun-dusun dipakaikan gelang ini. Dengan diangkatnya kerajinan gelang ribu-ribu, selain melestarikan budaya, juga menjadikan berkah bagi keluarga terlebih kami selalu didampingi ketua Dekranasda kabupaten PALI yang selalu aktif membantu pengrajin seperti saya untuk terus menciptakan kreasi baru," terangnya. 


Sementara itu, Ketua Dekranasda kabupaten PALI Ir Hj Sri Kustina didampingi ketua Harian Dekranasda kabupaten PALI Teguh Eko Sutrisno  menyebut bahwa dalam event Sriwijaya Expo tahun 2022, Dekranasda PALI mengusung tema alam. 



"Tema kita tahun ini adalah memanfaatkan hasil alam,untuk menghasilkan kerajinan-kerajinan bernilai seni," ucap Hj Sri Kustina yang juga sebagai anggota DPR-RI dari fraksi partai Nasdem. 


Ditambahkannya bahwa tujuan diikutsertakannya kerajinan berbahan dasar dari alam beserta pengrajinnya dari kabupaten PALI adalah untuk lebih mengenalkan kerajinan khas kabupaten yang baru berusia 9 tahun itu. 


"Tujuan kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mengangkat hasil alam menjadi kerajinan bernilai tinggi. Pada event ini, Dekranasda PALI membawa kerajinan batik khas PALI, gelang ribu-ribu, kerajinan anyaman bambu, kerajinan dari batok kelapa dan lainnya. Yang mudah-mudahan setelah acara ini, pemasaran pengrajin makin luas," harap istri Bupati PALI H Heri Amalindo. (sn) 

Share:

Hebat! Ridho Berikan Pembekalan Kepada 1800 Mahasiswa UIN Raden Fatah

PALEMBANG, SININEWS.COM – Wali kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, mendapat penghormatan dan diminta memberikan pembekalan kepada 1.800 mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Selasa (5/7).

Acara yang diselenggarakan di Aula Islamic Center, komplek UIN Raden Fatah, Palemban dan dibuka oleh Wakil Rektor III UIN Raden Fatah, Dr Hj Hamidah M.Ag, Prof Edi Burlian, dan Wakil rector I Dr Muhammad Adil itu, Wali kota Prabumulih dua periode ini berharap agar semua mahasiswa yang menjalankan kuliah kerja nyata (KKN), dapat beradaptasi serta mengimplementasikan ajaran Islam di kota Prabumulih.

Ridho juga menyampaikan harapan besarnya bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat kota Prabumulih khususnya, dari mahasiswa umumnya. “Karena ini merupakan mahasiswa UIN, Islam Negeri. Jadi harapan kita karena mereka lebih mengerti Islam, jangan sampai UIN ini merusak agama kita Islam. Mereka akan menjadi pelopor untuk syiar agama Islam. Baik dalam KKN, omongnya dan perbuatan selama mereka melaksanakan tugas KKN di Prabumulih,” ujar Ridho, usai memberikan pembekalan.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah kota Prabumulih akan membekali dari awal bahwa pemerintahan jika berpedoman kepada Al Qur’an, maka mudah-mudahan akan aman dan selamat.

“Ini dapat dibuktikan. Ketika pemerintah berpedoman pada Al-Qur’an, maka akan selamat semuanya,” ujar Ridho.

Dia juga menggambarkan, bahwa jangan sampai mahasiswa bisa membaca Al-Qur’an, bisa ngaji dan salat. Tetapi mereka sama sekali tidak melaksanakan isi yang terkandung dalam Al-Qur’an tersebut.

“Jadi buat mahasiswa yang tahu akan kandungan Al-Qur’an. Jika berbuat melanggar Al-Qur’an, maka dosa yang akan ditanggung double. Makanya dalam hal ini tugas berat dari mahasiswa. Karena UIN Raden Fatah, merupakan salah satu Lembaga yang memberikan Pendidikan bidang agama. Tugas mahasiswa juga ketika dimasyarakat untuk dapat meneruskan Pendidikan beragama dimasayarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ridho juga tak segan membandingkan dirinya. Di mana dia dipilih oleh rakyat, sudah sepatutnya dia juga menjadi pelayan masyarakat. Tentu salah satu cara yakni memberikan program-program kerakyatan. Seperti apa?

“Program saya, oleh masyarakat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Dalam keseharian juga saya kerjakan mulai bangun pukul 04.00 Wib pagi hari. Usai subuh biasanya saya melayat ketempat warga yang terkena musibah. Dari hal itu pula kita dapat pelajaran berharga, ternyata kalau mati dak katek yang kita bawa. Jadi kita latih semua sama dimata Allah,” jelasnya, seraya menyebutkan kebiasaannya turun ke masyarakat, dirinyapun sering mendapatkan serta mendengar aspirasi atau keluhan masyarakat langsung.

Tak sampai di situ, adik kandung Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya ini juga mengungkapkan hal lain terkait di tengah minimnya APBD kota Prabumulih, Namun kota Prabumulih masih tetap bisa membangun.

“Akan halnya bangunan mercusuar yakni fly over, bangun gas kota, BLK. Adanya program Akamigas. Mengurangi angka pengangguran dengan mengirim ratusan tenaga kerja ke PT Sritex. Kenapa pembangunan terus dilaksanakan. Padahal dana APBD minim?” lanjut Suami Ngesti Rahayu ini.

Acara yang juga diisi dengan tanya jawab sekitar 20 menit ini, berakhir pada surah Al Araf ayat 96.

“Yah jawabnya simple, surah Al Araf 96 artinya : Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan,” ucap Ridho menerangkan arti dan kandungan dalam surat Al Araf tersebut.

Masih dikatakan Ridho, apabila mengajak pada kebaikan-kebaikkan, mudah-mudahan pahala akan mengalir terus.

“Alhamdulillah saat ini ada ribuan rumah yang sudah direnovasi. Dengan menebarkan kebaikkan, banyak CSR yang ikut. Baik Pertamina, BRI, Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, Bank Syariah, Koramil dan Polres. Akhirnya kami mendapat rekor MURI, bahkan Pemkot Prabumulih, juga memberikan rumah kepada 223 penyapu jalanan,” katanya.

Selanjutnya, pada kesempatan itu, Wali kota Prabumulih ini juga sedikitnya menyampaikan sebanyak 18 program kerja di pemerintahannya. Di mana pada intinya, apa yang dia sampaikan tak lain untuk menginspirasi para mahasiswa agar dapat bekerja keras serta kerja ikhlas.

Sementara itu, dari 1.800 mahasiswa yang akan melakukan giat KKN di kota Prabumulih, akan di tempatkan di 37 lokasi, yakni 25 kelurahan serta 12 desa.

Acara pembekalan mahasiswa KKN ini, selain dihadiri Wali kota Prabumulih, juga dihadiri Wakil Rektor III UIN Raden Fatah, Dr Hj Hamidah M.Ag. Prof Edi Burlian, Wakil Rektor I Dr Muhammad Adil serta pemateri lainnya, Titi Sumardi.

Share:

Korban Banjir Terima Uluran Tangan Dari Pemkab Muara Enim

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat, Pj Bupati Muara Enim, Kurniawan AP MSi menyerahkan bantuan beras kepada warga terdampak banjir di Aula Kantor Kecamatan Muara Enim, Selasa (5/7).

Adapun total bantuan beras yang berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 28,7 ton, diberikan untuk 6.197 jiwa warga terdampak banjir bandang di tiga Desa/kelurahan Kecamatan Muara Enim dan tujuh Desa di Kecamatan Lawang Kidul yang terjadi 26 Juni 2022 lalu.

Penyerahan bantuan disaksikan langsung Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Liono Basuki BSc, Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto SIK MSi dan dihadiri 10 perwakilan masyarakat penerima bantuan.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir Syamsiah MSi, menegaskan, Pemkab Muara Enim bersama stakeholder lainnya memastikan masyarakat terdampak bencana akan mendapat perhatian.

“Baik dalam bantuk bantuan atau sebagainya agar dapat bertahan baik saat kejadian bencana maupun dalam masa tanggap darurat dan pasca bencana,” terangnya.

Dirinya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan masyarakat yang terkena musibah dan bangkit kembali. “Saya mengajak kepada seluruh masyarakat tetap menjaga lingkungan disekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menimbulkan pencemaran lainnya,” imbuhnya.

Disisi lain, Pj Bupati mengatakan saat ini jumlah CPPD Kabupaten Muara Enim yang dititipkan di Gudang Bulog Lahat sejumlah 232,396 kilogram. “Adapun penggunaannya dipersiapkan untuk penanggulangan keadaan darurat bencana dan kerawanan pangan pasca bencana diwilayah Kabupaten Muara Enim,” katanya.


Share:

Peringati HUT Bhayangkara ke-76, Polres Pali Gelar Upacara


PALI. SININEWS.COM -- Selasa (05/07/2022) Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melaksanakan Upacara Hut Bhayangkara yang ke 76. Secara virtual presiden Joko Widodo menjadi pembina upacara dari Akademi Kepolisian Semarang.

Polres PALI pun turut berpartisipasi dalam upacara HUT Bhayangkara ke-76 yang digelar pagi ini. Seluruh pejabat utama Polres PALI dan sejumlah anggota mengikuti upacara secara virtual yang dilakasanakan di Halaman Mapolres. Serta tampak hadir para TNI, Dishub, Pol PP, Satpam, dan para Adik adik Pramuka.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan, dirinya dan masyarakat Indonesia menaruh harapan besar untuk Polri.

Apalagi organisasi Polri telah menembus sampai ke pedesaan dan setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Dimanapun kalian bertugas, ingat selalu dalam pengamatan dan penilaian rakyat," ujar Jokowi, melalui tayangan virtual.

"Rakyatlah yang akan menilai apakah perilaku polri sudah sesuai dengan harapan rakyat atau tidak, karena kalian yang akan sallu langsung berhadapan dengan masyarakat yang dekat dengan mereka" imbuhnya. (sn/ril)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts