Gandeng Wartawan, Desa di PALI Ini Ajak Warganya Kenali Dunia Jurnalistik

Caption. Foto bersama setelah gelar kegiatan 


PALI. SININEWS.COM -- Membuka wawasan masyarakat terhadap dunia jurnalistik, Pemerintah desa PrabuMenang kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI mengajak sejumlah wartawan yang bertugas di Bumi Serepat Serasan mengenalkan media agar lebih dekat. 


Kegiatan itu digelar Kamis 15 September 2022 di Aula Balai desa tersebut dihadiri puluhan masyarakat desa Prabumenang.


Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kabupaten PALI A Gani Achmad melalui Sekretaris DPMD Sunardi, dihadiri Camat Penukal Utara Makagiansar SH. 


Abul Rustoni, SIP Kepala Desa Prabumenang menyebut bahwa kegiatan itu bersumber dari dana desa tahun anggaran 2022.


Tujuannya mengajak warganya mengenal Media Publikasi dan informasi secara baik dan benar.


"Kalau selama ini sebagian masyarakat memandang kehadiran media acuh tak acuh serta menjadi momok, maka dengan acara ini semoga itu akan berubah," kata Kades. 


Kades Prabumenang yang juga ketua Forum Komunikasi Kepala Desa PALI (FK2DP) menyarankan seluruh desa di PALI juga mengenalkan media publikasi ke masyarakat.


"Supaya masyarakat di pedesaan secara umum menerima kehadiran media dengan bijak dan santun," tukasnya. 


Abul Rustoni mencontohkan apabila media publikasi ini dimanfaatkan dengan positif, tentunya akan melahirkan informasi yang baik dan benar.


"Serta akan membuka ruang untuk menggali potensi dan menarik simpati para investor luar daerah," imbuhnya. 


Sebab di era modern seperti sekarang ini, menurut Abul Rustoni semua informasi juga kegiatan bisa diakses secara cepat. 


"Sekarang dunia dalam genggaman. Mudah dan cepat  diakses secara online, termasuk informasi bentuk berita. Dengan adanya kegiatan ini, maka masyarakat harus mampu mengikuti era ini agar tidak ketinggalan. Informasi yang sampai ke kita itulah hasil karya jurnalistik," tutupnya. (sn/bungharto)

Share:

Tahun 2024 Seluruh Pelajar Miliki Rekening Tabungan, TPAKD Sumsel Datangi PALI

Caption. Secara simbolis, Sekda PALI berikan rekening tabungan kepada pelajar 


PALI. Melaksanakan instruksi presiden yang menargetkan tahun 2024 seluruh pelajar di Indonesia miliki rekening tabungan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) provinsi Sumatera Selatan sambangi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis 15 September 2022.


Kedatangan TPAKD Sumsel bersama OJK regional 7 Sumbagsel untuk mengajak pelajar di kabupaten PALI memiliki rekening tabungan. 


Kegiatan tersebut dipusatkan di goest house, Rejosari kelurahan Talang Ubi Utara kecamatan Talang Ubi. 


Pada kegiatan itu, ada sejumlah pelajar diikutsertakan untuk ikuti sosialisasi optimalisasi program satu rekening satu pelajar (Kejar) bagi pelajar di kabupaten PALI.


Membuka acara itu langsung dilakukan Ketua TPAKD kabupaten PALI, Kartika Yanti dihadiri sejumlah kepala OPD dilingkup Pemkab PALI. 


Selain gelar sosialisasi mengajak pelajar memiliki rekening tabungan, TPAKD juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam mengembangkan usahanya dengan mengajak pelaku UkM dan petani. 


"TPAKD lalukan roadshow untuk sosialisasi optimalisasi program satu rekening satu pelajar (Kejar) bagi pelajar di kabupaten PALI dan sosialisasi peningkatan literasi keuangan dan optimalisasi produk dan layanan keuangan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)," ujar Kartika Yanti. 


Ditambahkan Ketika Yanti yang juga menjabat Sekda PALI mengemukakan bahwa dengan adanya KUR, masyarakat harus memanfaatkannya dalam meningkatkan perekonomian kerakyatan. 


"Banyak potensi yang bisa dikembangkan di kabupaten PALI tetap terkendala permodalan. Namun saat ini ada program KUR yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kembangkan usahanya," tukas Sekda PALI.


Sementara itu, ketua harian TPAKD Ir. S.A.Supriono (Sekda Sumsel) melalui perwakilannya menjelaskan bahwa kegiatan itu dalam rangka melaksanakan program kerja TPAKD. 


"Progran kerja TPAKD adalah optimalisasi KUR dan Kejar. Dan sesuai arahan presiden tahun 2024 seluruh pelajar miliki rekening tabungan," ujarnya.


Disamping itu, ada program KUR yang harus dimanfaatkan masyarakat, karena disebutkannya bahwa keuntungan pemanfaatan KUR adalah bunga sangat rendah.


"Bunga KUR hanya 6 persen karena disubsidi pemerintah. Kegiatan ini kami harapkan bisa ditularkan TPAKD kabupaten untuk mensosialisasikan di tingkat kecamatan hingga desa atau kelurahan," harapnya. (sn/perry)

Share:

Kapolsek Penukal Utara 'Grebek' Rumah Warga, Banyak yang Terbantu


Caption. Kapolsek Penukal Utara saat berikan bantuan sembako kepada warga yang kurang mampu 


PALI. SININEWS.COM -- Masyarakat di kecamatan Penukal Utara kaget dengan kedatangan sejumlah anggota polisi yang langsung di pimpin Kapolsek Penukal Utara Iptu Arzuan SH datangi beberapa rumah warga, Kamis 15 September 2022.


Kedatangan Kapolsek Penukal Utara bersama beberapa anggotabya dikira warga untuk melakukan penangkapan (menggerebek) pelaku kejahatan.

Tetapi ternyata rombongan Kapolsek Penukal Utara membawa oleh-oleh berupa sembako yang diberikan kepada sejumlah keluarga kurang mampu. 

Warga penerima pun awalnya canggung menerima bantuan itu, namun setelah dijelaskan Kapolsek Penukal Utara bahwa bantuan itu arahan dari pimpinannya untuk membantu warga kurang mampu setelah harga BBM naik. 

Setelah dijelaskan, warga penerima pun berterimakasih karena ditengah himpitan ekonomi pasca BBM naik, datang bantuan dari kepolisian.

"Kami sangat terbantu. Sebab saat ini harga pangan serba mahal tapi harga hasil kebun malah turun. Sekali lagi kami sangat berterimakasih," ucap salah satu warga penerima. 

Sementara itu, Iptu Arzuan SH menyebut bahwa ada 20 paket sembako berupa beras dibagikan kepada warga kecamatan Penukal Utara. 

"Kegiatan ini dalam rangka meringankan beban masyarakat kurang mampu setelah harga BBM naik. Mudah-mudahan ini dapat membantu masyarakat meskipun bantuan yang diberikan nilainya tidak seberapa," terang Kapolsek Penukal Utara. 


Ditambahkannya bahwa bantuan itu juga dalam rangka mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. 

"Harapan kami juga, jalinan komunikasi dengan warga tetap terjaga," harapnya. (sn/perry)


Share:

Dinas LH PALI Bareng Polres Investigasi Sungai Bungen Besok

Caption. Aliran sungai Bungen 


PALI. SININEWS.COM -- Mencuatnya permasalahan aliran Sungai Bungen yang ada di kecamatan Tanah Abang kabupaten PALI diduga tercemar karena warna air keruh dan pekat langsung di respon Dinas Lingjungan Hidup (DLH) kabupaten PALI. 


DLH kabupaten PALI menyatakan akan turun mengecek dan mengambil sampel air sungai Bungen. 


"Rencana besok kami ke lapangan," ujar Bakrin, Kepala DLH PALI, Kamis 15 september 2022.


Bahkan DLH tidak sendiri dalam melakukan investigasi lapangan.


"Kami bersama Polres PALI besok," tukas Bakrin. 


Diketahui sebelumnya bahwa warga setempat akui air sungai Bungen dahulu menjadi tumpuan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, baik untuk diminum ataupun mandi dan cuci. 


Namun saat ini, warna air Sungai Bungen keruh dan pekat.


"Diduga air sungai Bungen tercemar," ucap Eko, salah satu warga Tanah Abang.


Eko berharap, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten PALI turun untuk mencari penyebab keruhnya air sungai Bungen. 


"Air sungai Bungen tidak bisa lagi digunakan warga, karena keruh dan pekat. Untuk itu, DLH harus menelusuri dari mana asal pewarna air itu," pintanya. 


Mengetahui adanya perubahan warna air Sungai Bungen, Ketua Komisi II DPRD PALI H Kristian melalui Sekretaris Saipul Hamid mendesak DLH PALI untuk turun tangan menelusuri permasalahan itu. 


"Apakah tercemar atau berasal dari lumpur maupun dedaunan, DLH harus bawa sample air sungai Bungen supaya masyarakat tenang dan tidak menduga-duga," desaknya. 


Apabila masalah ini berlarut, politisi partai Perindo itu mengkhawatirkan akan timbul permasalahan lain. 


"Memang saat ini belum kami dengar adanya keluhan masyarakat akibat penggunaan air sungai Bungen, namun antisipasi masalah itu harus cepat ditanggapi DLH supaya tidak ada yang dirugikan," tandasnya. (sn/perry)

Share:

Tanding Marga Gempar, Jasad Sudah Membusuk Ditemukan Warga

Caption. Polisi saat olah TKP dan evakuasi korban 


PALI. SININEWS.COM -- Warga Desa Tanding Marga kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI mendadak gempar. 


Pasalnya, pada Rabu 14 september 2022 sekitar pukul 18.00 WIB, warga setempat mendapati sesosok jasad tak bernyawa tergeletak di dalam sebuah pondok di dalam kebun karet. 


Dari keterangan Kepala Desa Tanding Marga, A Rivai bahwa jasad yang ditemukan sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma busuk. 


"Korban adalah warga Talang Akar kecamatan Talang Ubi yang merantau ke desa kami. Korban memang menghuni pondok di kebun karet tempat korban bekerja," ujar Kades. 


Diterangkan Kades bahwa dari laporan beberapa warganya, korban berada di pondok itu bersama ayahnya. 


Dalam hal ini, Kades sangat menyayangkan korban maupun keluarganya tidak melapor ke pemerintah setempat saat masuk ke desanya. 


"Kabarnya ayah korban tengah pulang ke Talang Akar. Korban ditemukan ketika ada salah satu warga desa kami tengah mencari daun nangka untuk pakan ternak disekitar pondok yang dihuni korban," tukas Kades. 


Tetapi ketika dekat pondok korban, lanjut Kades, warga yang mencari rumput itu mencium bau menyengat. 


"Di kebun itu ada dua pondok. Saat warga kami mencium bau menyengat lalu memberitahukan kepada penghuni pondok lainnya," imbuhnya. 


Setelah memberitahu tetangga korban, Kades menyebut warga mencari sumber bau dan memeriksa pondok yang dihuni korban. 


"Benar saja, saat kedalam pondok, ditemukan korban sudah meninggal dunia dan mulai membusuk," terangnya.


Mengetahui ada mayat dalam pondok  warga melapor ke Kades dan Polsek Penukal Utara. 


"Lalu kami bersama Kapolsek datangi TKP, lalu berupaya menghubungi pihak keluarga dan mengevakuasi korban," jelasnya lagi. 


Untuk penyebab kematian, Kades menduga akibat sakit. 


"Informasinya korban alami penyakit ayan. Diduga saat ditinggal ayahnya, penyakit korban kambuh," sebutnya. 


Kades juga menduga, korban meninggal sudah lebih dari dua hari. 


"Melihat kondisi mayat itu, korban meninggal sudah lebih dari dua hari," katanya. 


Saat ini diakui Kades bahwa keluarga korban telah datang.


"Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Kabarnya akan di makamkan di Talang Akar," pungkas Kades. 


Terpisah, Kapolres PALI AKBP Efrannedy SIK melalui Kapolsek Penukal Utara Iptu Arzuan membenarkan kejadian itu. 


Kapolsek Penukal Utara menyebut identitas korban adalah Asep bin Ramlan (19) warga Talang Akar. 


"Korban sudah kita serahkan ke pihak keluarga. Korban dibawa ke RSUD Talang Ubi. Untuk penyebab kematian, diduga sakit ayan. Tetapi yang menyimpulkan lebih jelas akibat kematian dan kapan korban meninggal adalah pihak medis,  jabar Arzuan. (sn/perry)

Share:

Rela Antre Panjang di SPBU, Warga: Pertalite Eceran Rp13ribu


Caption. Antrean BBM di salah satu SPBU di kabupaten PALI 


PALI. SININEWS.COM -- Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar sudah naik harganya, namun antrean panjang masih mengular di hampir seluruh SPBU yang ada di kabupaten PALI. 


Seperti terlihat di SPBU Tanah Abang pada Rabu 14 September 2022, antrean kendaraan roda dua dan roda empat nampak berjejer menunggu giliran mengisi BBM jenis pertalite. 


Sejumlah warga pun mengaku rela mengantre lama lantaran demi menghemat pengeluaran lantaran harga eceran sudah melambung. 


"Harga pertalite eceran ditempat kami sudah Rp13ribu," ujar Deni, salah satu warga yang turut antre di SPBU Tanah Abang. 


Sama dikatakan Iman, pengendara sepeda motor lainnya yang mengaku dirinya jauh dari pedalaman untuk mengisi BBM agar pengeluarannya sedikit ditekan. 


"Diketahui BBM naik, sembako mahal tapi harga getah turun. Sementara jarak rumah ke kebun cukup jauh yang terpaksa harus menggunakan sepeda motor. Untuk mengurangi biaya BBM, kami terpaksa mengisi di SPBU," katanya yang mengaku dari desa Modong kecamatan Tanah Abang. 


Sebab menurut Iman bahwa konsumsi BBM setiap minggunya mendekati 10 liter. 


"Kalau BBM beli eceran, sudah Rp130 ribu, tapi kalau di SPBU hanya Rp100 ribu untuk 10liter. Artinya hemat Rp30ribu, lumayan untuk nambah beli lauk makan," tukasnya. 


Dia berharap kondisi itu segera berakhir dan pemerintah bisa menurunkan kembali harga BBM serta menaikkan harga getah yang menjadi andalan hidup keluarganya. 


"Sangat tidak tepat pemerintah menaikkan harga BBM saat ini. Kami tengah sekarat dengan harga getah murah, diperparah naiknya harga BBM. Untuk itu turunkan kembali harga BBM dan naikkan harga getah," pintanya. 


Sementara itu, salah satu petugas SPBU Tanah Abang mengaku pengiriman BBM aman.


"Setiap hari masuk, tetapi kuotanya tidak tentu. Kadang 8 ton kadang 16 ton kadang juga 20 ton. Untuk antrean kendaraan terjadi bukan hanya disini, tapi hampir diseluruh SPBU," tuturnya. (sn/perry)

Share:

Titik Nol Ditentukan, Impian Warga Tempirai Terwujud


Caption. Foto bersama setelah penentuan titik nol 


PALI. SININEWS.COM -- Dua tahun belakangan ini akses jalan Tempirai kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI banyak yang rusak. 


Tetapi hal itu akan menjadi cerita warga Tempirai, pasalnya pemerintah kabupaten PALI kemarin 13 September 2022 telah menentukan titik nol rencana pembangunan ataupun perbaikan pada jalur tersebut. 


Bukan hanya jalan yang akan dibangun, pada penentuan titik nol yang dilakukan dinas PUTR dan pelaksana pekerjaan, namun diketahui juga akan ada pembangunan boxcover. 


Tentu saja, dengan kejelasan itu, warga Tempirai pun menyambut antusias rencana pembangunan itu. 


Sebab, dengan akses jalan yang mulus, diharapkan akan mendongkrak ekonomi masyarakat. 


Dengan jalan mulus pula, bisa memperlancar aktivitas warga dan meningkatkan harga hasil panen petani dan menekan harga kebutuhan pokok masyarakat karena biaya angkut bisa diminimalisir.


"Secercah harapan sudah diambang mata, dimana kedepan impian kami terwujud karena jalan kami segera mulus," ujar Andi (45) salah satu warga setempat, hari ini. 


Sementara Hermanto Suhiman Kades Tempirai Utara menyebut bahwa pada rencana pembangunan infrastruktur jalan di Tempirai Raya tidak lama lagi dilaksanakan. 


"Nantinya ada pengaspalan, pengecoran jalan berlubang dan boxcover," jelas Kades. 


Diakui Kades bahwa pada saat penentuan titik nol, bukan hanya dari dinas PUTR dan pelaksana saja, tapi juga disaksikan 4  Kepala desa se Tempirai Raya, Camat Penukal Utara, Ketua Forum Kades dan Kejari PALI.


"Mudah-mudahan dalam pelaksanaan pekerjaan nanti berjalan lancar dan kami mengajak alergi lapisan masyarakat untuk mendukung pembangunan ini," ajak Kades. (sn/bungharto)


Share:

Komisioner DJSN RI Ingatkan Bupati dan BPJS Pastikan Perlindungan Jamsos bagi Warga PALI


Caption. Logo BPJS


SININEWS.COM -- Sebagai mana telah dipahami bersama bahwa jaminan sosial (jamsos) adalah wajib bagi setiap warga negara Indonesia, 


Jadi hal ini merupakan hak asasi manusia. Termasuk hak jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsosnaker) bagi setiap pekerja baik yang bekerja pada kantor Pemerintah, Badan Usaha Swasta, Pekerja Kontraktor Pembangunan, Pekerja Usaha Menengah Kecil dan Mikro maupun pekerja mandiri seperti Petani dan Nelayan. 


Hal ini sudah tertuang dalam Pasal 28H UUD 1945 yaitu setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.


Hak konstitusional ini telah diterbitkan dalam bentuk UU No.24 Th 2011 Ttg BPJS Jo. Pasal 41 ayat (1) UU No. 39 Th1999 Ttg HAM yaitu setiap warga negara berhak atas jaminan sosial yang dibutuhkan untuk hidup layak serta untuk perkembangan pribadinya secara utuh.


Atas dasar itu, Subiyanto, S.Sos., SH.,MKn Komisioner DJSN RI unsur Pekerja, putra asal Desa Tempirai kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengingatkan kepada kepala daerah PALI dan BPJS agar memastikan seluruh warganya mendapat Jamsos. 


Subiyanto menambahkan bahwa hal itu juga sesuai politik hukum jaminan sosial Presiden Jokowi sudah sangat jelas tertuang dalam Inpres No.2 Th 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsosnaker) dan Inpres No.1 Th 2022 tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 


Sasaran Inpres tersebut agar para Kepala daerah dalam hal ini Bupati PALI sebagai Kepala Daerah seoptimal mungkin melaksanakan Inpres No.2 Th 2021 agar tercapai Perlindungan Menyeluruh Bagi Pekerja (Universal Worker Coverage) dan Inpres No.1 Th 2022 agar tercapai Perlindungan Menyeluruh Semua Penduduk (Universal Health Coverage).


Dicontohkan Subiyanto seperti pekerja kontraktor yang sedang berlangsung di Desa Tempirai Raya yaitu : 

1).Pembangunan fasum Transmigrasi Sungai Jekike dengan anggaran Rp 839.080.000,- 

2).Pembangunan 20 unit Rumah Transmigrasi Sungai Jekike dengan anggaran Rp 1.557.137.000,- 

3).Pembangunan jalan raya Tempirai   Raya dengan anggaran Rp 15.000.000.000,- 

Sebelum pelaksanaan pekerjaan OPD Pemkab PALI yang menjadi Tupoksinya wajib memastikan semua pekerjanya tersebut sudah terlindungi dalam program JKN dan Jamsosnaker. 


"Hal ini sangat penting karena sifat pekerjaan kontraktor ini karakteristiknya sangat rentan terjadi Kecelakaan," ujar Subiyanto, Rabu 14 September 2022.


Walaupun ditambahkan Subiyanto bahwa semuanya berharap dan berupaya semaksimal mungkin tidak terjadi kecelakaan.


"Tapi perlindungan ini sangat penting, sedia payung sebelum hujan, agar jika terjadi resiko sosial, pekerja-pekerja yang sudah terlindungi dalam program jamsos tidak menjadi jatuh miskin," imbuhnya. 

Tujuan akhir program Jaminan Sosial itu dijelaskan Suryanto adalah agar Pemerintah dapat memutus rantai angka kemiskinan struktural.

"Kami berharap program ini bisa terealisasikan di kabupaten PALI," harapnya. (sn/perry) 

Share:

Kantor Camat Tanah Abang Dikepung Massa, Ada Apa?

Caption. Ribuan massa datangi kantor camat Tanah Abang 


PALI. SININEWS.COM -- Ribuan massa mendadak mengepung kantor Camat Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu 14 September 2022.


Massa yang mengepung kantor camat Tanah Abang bukan hanya dari kaum Adam saja, namun juga perempuan bahkan anak-anak tampak berbaur dikerumunan itu. 


Massa yang membludak di kantor Camat itu tampak membawa secarik kertas dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta beberapa dokumen lainnya. 


Rupanya, kedatangan ribuan massa dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan dokumen lainnya untuk mengambil dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di kantor Camat Tanah Abang.


Hal itu diungkapkan Camat Tanah Abang Adriand Edison. 


Menurut Camat bahwa pada penyaluran BLT BBM di kecamatan Tanah Abang ada 1.225 keluarga dari desa 17 desa yang menerima manfaat BLT sebagai kompensasi dari pemerintah akibat kenaikan harga BBM bagi masyarakat kurang mampu. 


"Masyarakat akan menerima dana sebesar Rp150 ribu per bulan. Hari ini disalurkan dua bulan, jadi jumlahnya Rp300 ribu," ujar Camat. 


Dalam penyaluran BLT BBM, Camat akui hanya memfasilitasi tempat. 


"Kita hanya menyiapkan tempat karena yang menyalurkan dana adalah dari kantor pos," tukas Camat. 


Ditambahkan Camat bahwa selain menyalurkan BLT BBM, warga penerima juga mendapatkan dana sebesar Rp200 ribu dari Kementerian Sosial program Sembako. 


"Jadi jumlahnya sebesar Rp500 ribu, terdiri dari BLT BBM Rp300 ribu dan dana untuk sembako Rp200 ribu," sebutnya. 


Memanfaatkan momen langka itu, Camat Tanah Abang menggandeng TP.PKK dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pelayanan vaksinasi serta pemeriksaan IVA test. 


"Kita siapkan juga dua ruangan untuk melakukan pelayanan vaksinasi dan IVA test. Karena momen mengumpulkan massa ini langka," terangnya. 


Camat juga menyebut bahwa bukan hanya kantor camat yang diserbu masyarakat, namun juga kantor Bank SumselBabel alami hal sama. 


"Kebetulan hari ini bersamaan dengan penyaluran BLT dana desa yang bisa diambil di Bank Sumsel Babel," tuturnya. 


Sementara itu, Hanijah salah satu warga Tanah Abang yang mengantri pembagian BLT BBM mengaku bantuan itu sangat membantu keluarganya. 


"BBM naik, kebutuhan pokok serba mahal sementara harga getah turun yang tentunya dengan bantuan ini kami sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kami berharap bantuan ini setiap bulan diberikan," pintanya. (sn/perry)

Share:

Lahan Pemdas Belum Diserahkan ke PALI, Aliansi Ini Ancam Blokir Jalan Masuk Perkebunan Kelapa Sawit Itu

Caption. dokumentasi, saat koordinator AMMPP berorasi di depan kantor bupati mendesak bupati ambil langkah percepatan penyerahan aset lahan perkebunan kelapa sawit 

PALI. SININEWS.COM -- Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli PALI (AMMPP) mengancam akan menutup jalan masuk PT Pemdas Agro Citra Buana menyikapi tidak ada kejelasan terkait lahan perkebunan kelapa sawit seluas 401 hektar itu yang hingga kini masih dikuasai kabupaten Muara Enim. 


Hal itu ditegaskan Yogi S Memet, koordinator AMMPP, Selasa 13 September 2022.


Yogi menilai kalau hal itu didiamkan, seumur-umur warga PALI hanya jadi penonton hasil pekebunan kelapa sawit diangkut ke Muara Enim. 


Padahal lokasi perkebunan itu berada tidak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten PALI. 


"Kalau sayang untuk melepas kelapa sawit itu, silahkan angkat pohon kelapa sawit dari bumi PALI," tegas Yogi. 


Mengulur-ngulur penyerahan aset itu, menurut Yogi sudah mengangkangi UU no 7 tahun 2013 tentang pembentukan kabupaten PALI. 


"Buka lagi isi Undang-Undang itu. Jadi kami nilai pihak yang mengulur-ngulur pelepasan lahan itu sudah tidak taat perintah Undang-Undang," tegasnya lagi. 


Dalam permasalahan itu, Yogi melihat kedua belah pihak tidak serius. 


"Pemkab PALI atau Muara Enim sepertinya tidak serius mengurus permasalahan ini agar cepat selesai. Ini sudah tahun ke-9, harusnya aset itu sudah dikelola PALI," tukasnya. 


Untuk mendesak kembali agar lahan itu secepatnya dilepas Muara Enim, Yogi menyatakan dirinya bersama AMMPP segera merapatkan barisan untuk lakukan aksi demo ke kantor gubernur Sumatera Selatan. 


"Langkah awal kita rapatkan barisan untuk gelar unjuk rasa di provinsi. Kalau upaya itu tidak ada hasil, maka kami blokir jalan keluar masuk perkebunan itu," tandasnya. 


Diketahui bahwa permasalahan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 401 hektar yang masih dikuasai Muara Enim dan dikelola PT Pemdas Agro Citra Buana kembali mencuat. 


Sejumlah tokoh dan Ormas bersuara dan menilai tidak ada keseriusan dari pemerintah kabupaten PALI untuk mendesak Muara Enim menyerahkan aset itu. 


Dan menilai pemkab Muara Enim terkesan mengulur-ngulur penyerahan aset itu. (sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts