Kepala Kantor Kemenag PALI Berganti

PALI-- Kepala kantor kementerian agama kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H.Hasanuddin, S.Ag,MHI yang telah resmi lantik  di kantor kementerian agama Sumsel  2 Febuary 2018 lalu kini lakukan pisah sambut dengan kepala kantor Kemenag PALI yang lama yakni Deni Priansyah, S.Ag,di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo, Kamis (8/3).

H. Hasanuddin, menjelaskan tugas kementerian agama ini khususnya di kabupaten PALI mempunyai misi yang besar yakni memperkuat pondasi agama diwilayah Bumi Serepat Serasan.

"Kemudian meneruskan program yang mungkin belum selesai yang digagas pak Deni (kepala kantor Kemenag PALI terdahulu, red) dan membentuk program baru untuk kemajuan syiar agama di kabupaten ini," ucapnya

Pisah sambut tersebut di hadiri oleh Ferdian Andreas Lacony,wakil Bupati PALI, kepala Kejari PALI Yunitha Arifin, Kakanwil Kemenag Sumsel melalui Kabag TU, Drs H.Paidol Barokat serta sejumlah tokoh agama di kabupaten PALI.

 

Pada sambutannya, Wabup mengapresiasi kinerja Kepala Kantor Kemenag PALI terdahulu, yakni Deni Priansyah yang telah melaksanakan program-programnya.

 

"Meski dengan dana seadanya,namun Kemenag PALI di kepemimpinan pak Deni mampu berjalan. Dan kami berharap keinginan mewujudkan satu madrasah satu kecamatan diwilayah kabupaten PALI bisa dilanjutkan oleh kepala Kemenag yang baru," harapnya. (marsindo)
Share:

Bibit Padi IP 200 Bisa Panen Setahun 2 Kali

PALI - Sebagian besar warga di wilayah Bumi Serepat Serasan memiliki ladang kebun, membuat Dinas Pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan terobosan dengan melakukan penanaman bibit padi IP 200 untuk bisa dilakukan panen dua kali dalam satu tahunya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Akhmad Jhoni SP mengatakan, bahwa hal tersebut sudah terbukti bisa dilakukan di setiap ladang para petani yang selama ini hanya satu kali panen dalam satu tahun, usai dilakukanya panen raya di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.

"Dalam kurun waktu tiga bulan petani bisa memanen padinya, dengan hasil padi yang memuaskan. Itu sudah terbukti disini, dimana dalam satu hektar ladang para petani bisa mendapatkan 3,5 ton gabah. Dan ini panen kedua kita. Jadi sangat menguntungkan sekali bagi para petani," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa tidak ada perawatan yang berbeda dalam proses penanaman yang biasa dilakukan oleh para petani sebelumnya. Karena, bagaimanapun cuaca para petani tidak usah memikirkan perkembangan padi tersebut.

"Namun, permasalahan hama saja yang masih terjadi. Untuk itu kita akan mengerakan brigadir hama, untuk memberikan obat-obatan dan pestisida. Sehingga, angka penurunan hasil gabah yang disebabkan dari hama bisa dilkukan Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT,red)," lanjutnya.

Untuk mengembangkan penanaman padi ladang tiga bulan panen ini, pihaknya juga‎ kedepan bakal menerapkanya diseluruh kecamatan di dalam Kabupaten PALI, sehingga ketahanan pangan sendiri bisa terpenuhi nantinya. "Kita akan menguatkan disetiap kecamatan ada pembenihan, sehingga ketersediaan bibit bisa terpenuhi," pungkasnya.(marsindo)
Share:

271 PPS di PALI Resmi Dilantik

PALI--Sebagai persiapan hadapi Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan wakil Gubernur provinsi Sumatera Selatan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan pelantikan 271 orang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 71 desa dan kelurahan di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Pelantikan dilangsungkan di gedung Serbaguna Simpang Lima Pendopo kecamatan Talang Ubi, Selasa (7/3),dilakukan oleh ketua KPUD PALI, H. Hasyim.

"Selelah di lantik para panitia pemungutan suara Kabupaten PALI untuk bekerja sebagai mestinya dan semaksimal mungkin serta junjung tinggi kejujuran,agar proses Pilgub yang dilaksanakan secara serentak pada 27 Juni berjalan lancar tanpa adanya kendala," pesan ketua KPUD. (marsindo)
Share:

DMD Temukan Pasien Luka Bakar

PALI-- Program Dokter Masuk Desa (DMD) yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menemukan pasien dengan luka bakar akibat korban penganiayaan disiram cuka para atau air keras karena gara-gara hutang piutang. Namun, akibat tidak ada biaya,pasien tersebut tidak bisa berobat sejak kejadian yang terjadi empat bulan lalu,bahkan keluar rumah saja tidak pernah karena malu akibat lukanya yang cukup parah.

"Saat kami laksanakan program DMD di Desa Tambak kecamatan Penukal Utara, Selasa kemarin (6/3),ada seorang ibu hendak berobat mengeluh sakit kepala. Setelah diobati, ibu tersebut meminta obat untuk suaminya katanya terkena luka bakar. Kemudian saya sarankan untuk datang ke tempat pengobatan, namun si ibu tersebut menjelaskan bahwa suaminya malu keluar rumah," ujar dr Nova, salahsatu petugas DMD dari Dinkes PALI, Rabu (7/3) ditemui saat di ruang UGD,RSUD Talang Ubi.

Setelah selesai melakukan program DMD, dikatakan dr Nova kemudian timnya menuju rumah yang bersangkutan.

"Saya kaget setelah melihat langsung kondisi pasien yang diketahui bernama Sarbani (34),setengah dari badannya dan muka pasien mengalami luka bakar, bahkan mata dan telinga sebelah kanan tidak berfungsi lagi. Lalu kami hubungi Kadinkes PALI untuk menindaklanjuti pasien itu," terangnya.

Mengetahui hal itu, Kadinkes PALI, dr H.Muzakir memerintahkan agar pasien tersebut segera di bawa ke RSUD Talang Ubi.

"Kemarin (Selasa, red) kami dapat laporan bahwa ada pasien dengan luka bakar serius butuh bantuan,maka saat itu juga kami perintahkan untuk segera dibawa ke rumah sakit, namun terkendala data diri pasien masih tercatat warga Banyuasin,karena pasien itu bekerja di perusahaan kebun karet diwilayah kabupaten itu. Tapi sekarang sudah punya KK PALI, karena memang pasien warga Desa Tambak, dan langsung kami bawa ke RSUD PALI," ujar dr Muzakir.

Dijelaskannya bahwa pasien disiram cuka para atau air keras karena hutang, lokasi kejadian ditempat pasien bekerja di wilayah Kabupaten Banyuasin empat bulan lalu. Kemudian pasien pulang ke kampungnya di desa Tambak, dan karena tidak ada biaya, pasien tidak berobat dan keluar rumah saja enggan karena malu. Pelaku penganiayaan menurut keluarga pasien sudah tertangkap di wilayah hukum Banyuasin.

"Kami bantu secara maksimal, agar pasien bisa sembuh atau minimal bisa lakukan aktivitasnya, seperti bisa makan sendiri atau yang lainnya. Biaya gratis karena menggunakan Jamkesmas, dan apabila diperlukan tindakan medis yang lebih lanjut, kami siap memfasiltasi dengan merujuk ke rumah sakit di Palembang," tandasnya. (marsindo)
Share:

Wabup Lantik Kepengurusan Baznas PALI

PALI-- Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2017-2022 resmi dilantik oleh Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, Rabu (7/3) di aula kantor Bupati PALI.

Lasmiadi, didaulat sebagai ketua Baznas Kabupaten PALI serta beberapa tokoh agama lainnya sebagai pengurus Baznas.

Drs H. Nazib Haitami MM ketua Baznas Provinsi Sumatera Selatan menjelaskan tugas Baznas yang mempunyai agenda yang cukup besar, yakni mengumpulkan zakat yang dikumpulkan di kabupaten PALI dikumpulkan dari orang-orang kaya dan PNS yang sudah cukup nisabnya.

"Kemudian dibagikan di PALI.karena zakat di desain oleh Allah, dari dan untuk masyarakat setempat," ucapnya.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab PALI. (marsindo)
Share:

Dianggap Ingkar Janji, Puluhan Angkutan Kayu MHP Dihadang Warga

PALI--Akibat pembuatan gorong-gorong tanpa izin serta menyebabkan lahan kebun sawit milik Ruslan, warga Desa Beruge Darat kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI yang terletak di Desa Benuang menjadi tercemar lumpur, membuat puluhan angkutan berat kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP) distop warga Benuang ketika melintasi desa tersebut.

Penyetopan puluhan itu berlangsung selama beberapa jam pada Selasa (6/3),

Kades Benuang, Remi Rudindia menjelaskan bahwa pihaknya dalam hal ini hanya sebagai mediator penengah antara warga dengan pihak perusahaan.

Ia juga menceritakan bahwa permasalahan awal distopnya angkutan kayu PT MHP disebabkan karena perusahaan tersebut ingkar janji terhadap Ruslan, sang pemilik kebun.

"Awalnya, pada hari Jumat (2/3) lalu telah terjadi kesepakatan antara MHP dengan Ruslan. Dari berita acara tersebut, pihak perusahaan berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini kepada Ruslan pada hari Senin (5/3). Tetapi kenyataannya, pihak perusahaan hingga Selasa (6/3) tidak ada kabar lagi. Akibatnya warga menjadi kecewa dan menyetop puluhan kendaraan PT MHP," bebernya.

Bahkan, Remi juga mengatakan pihak perusahaan ketika membuat gorong-gorong tidak pernah meminta izin baik kepada pemilik lahan, pemerintah desa, serta PT Pertamina, karena jalur tersebut merupakan jalur PT Pertamina.

"Mereka (PT MHP, red) saja tidak pernah meminta izin kepada kami untuk membuat gorong-gorong. Itu juga menambah kekesalan warga terhadap perusahaan tersebut," tambahnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan itu, Remi menuturkan bahwa pihak MHP kini sudah sepakat untuk mengganti rugi lahan milik Ruslan serta memindahkan gorong-gorong tersebut.

"Alhamdulillah, hingga pukul 18.00 WIB tadi, telah ada titik temu antara Ruslan dengan PT MHP. Yang mana, PT MHP bersedia mengganti rugi sebesar Rp 5 juta terhadap 20 batang sawit yang terkena limbah lumpur serta gorong-gorong tersebut dipindahkan. Saat ini juga puluhan angkutan kayu milik PT MHP sudah berjalan lagi," tutupnya.

Sementara itu, humas PT MHP Mutakabir saat dihubungi media ini membantah bahwa pihaknya tidak pernah meminta izin kepada pemerintah desa terkait pembuatan gorong-gorong.

"Sudah dikasih tahu ke pemerintah desa, lagi pula di MHP banyak divisi dan teritorial," jelasnya.

Untuk gorong-gorong, pria yang akrap disapa Obi ini menjelaskan bahwa hal itu merupakan etikad baik dari perusahaan sendiri.

"PT MHP kan saat ini Ada jalan loging sendiri mas, kalau dulu lewat Simpang Raja - Belimbing - Niru, tapi kalau sekarang melalui Simpang Raja ke Desa Benuang terus Banu Ayu. Itu juga sudah kerjasama dengan pertamina. Nah, memasuki hujan, pihak perusahaan beretikat baik, dirawat dengan cara membuat gorong-gorong. Tapi Alhamdulillah, secara persuasif permasalahan dengan pak Ruslan hari ini (Selasa, red) sudah selesai," tukasnya. (admin)
Share:

Residivis Bengkulu Ini Kembali Di Ciduk BNN Prabumulih dan SUMSEL

PRABUMULIH – Perang dengan narkoba bukan hal yang mudah karena narkoba sangat mempengaruhi para pencandu dengan penghasilan yang menjajikan dan tingkat kepuasan dalam memakai menjadi salah satu pilihan para pencandu menggunakan barang haram itu

Seperti halnya Ari Septiawan (36) warga jalan Samosir Rt. 002 Rw. 002 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih di amankan Anggota Seksi Berantas BNN Prabumulih dan BNN Sumsel, selasa (6/3/18) sekitar pukul 10.00 wib

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang didugi diwilayah Kelurahab Muara Sungai depan SMP Negeri 6 Cambai Kota Prabumulih sering terjadinya transaksi Narkotika,

Tim Seksi Brantas BNN Prabumulih dan BNN Sumsel langsung melakukan penyelidikian kebenaran laporan masyarakat yang tertuang dalam laporan LKN / 3 / III / 2018 / BNNK Pbm / Tgl 6 Maret 2018 menuju lokasi sekitar jam 12.00 wib siang

Tak lama, setelah melakukan pengintaian petugas BNN mencurigai seorang diduga bandar narkoba dan petugas pun langsung melakukan penggeledahan terhadap pelaku Ari Septiawan

Saat dilakukan penggeledahan petugas berhasil menenukan tiga paket narkoba jenis sabu dengan berat brutto 2,40 Gram

Pelaku yang diketahui seorang Residivis dengan kasus kepemilikan 400 butir Pil Ekstasi ditangkap di dibengkulu dan di vonis 7,6 tahun penjara dan baru bebas tahun 2014 silam, kini dirinya kembali dijerat dengan hukuman tentang penyalagunaan narkoba dan saat ini pelaku bersama barang bukti sudah di amankan dikantor BNN Prabumulih (rel/sn01)
Share:
PRABUMULIH – Perang dengan narkoba bukan hal yang mudah karena narkoba sangat mempengaruhi para pencandu dengan penghasilan yang menjajikan dan tingkat kepuasan dalam memakai menjadi salah satu pilihan para pencandu menggunakan barang haram itu

Seperti halnya Ari Septiawan (36) warga jalan Samosir Rt. 002 Rw. 002 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih di amankan Anggota Seksi Berantas BNN Prabumulih dan BNN Sumsel, selasa (6/3/18) sekitar pukul 10.00 wib

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang didugi diwilayah Kelurahab Muara Sungai depan SMP Negeri 6 Cambai Kota Prabumulih sering terjadinya transaksi Narkotika,

Tim Seksi Brantas BNN Prabumulih dan BNN Sumsel langsung melakukan penyelidikian kebenaran laporan masyarakat yang tertuang dalam laporan LKN / 3 / III / 2018 / BNNK Pbm / Tgl 6 Maret 2018 menuju lokasi sekitar jam 12.00 wib siang

Tak lama, setelah melakukan pengintaian petugas BNN mencurigai seorang diduga bandar narkoba dan petugas pun langsung melakukan penggeledahan terhadap pelaku Ari Septiawan

Saat dilakukan penggeledahan petugas berhasil menenukan tiga paket narkoba jenis sabu dengan berat brutto 2,40 Gram

Pelaku yang diketahui seorang Residivis dengan kasus kepemilikan 400 butir Pil Ekstasi ditangkap di dibengkulu dan di vonis 7,6 tahun penjara dan baru bebas tahun 2014 silam, kini dirinya kembali dijerat dengan hukuman tentang penyalagunaan narkoba dan saat ini pelaku bersama barang bukti sudah di amankan dikantor BNN Prabumulih (rel/sn01)
Share:

Operasi Bina Kusuma Musi 2018, Dua Pelajar Diciduk Diwarnet

PRABUMULIH – Dalam rangka operasi Bina Kusuma Musi 2018 Polres Prabumulih melakukan giat Sat Binmas dibeberapa titik, selasa (6/3/18) guna mengantisipasi adanya tindak-tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok anak- anak sekolah diluar jam belajar

Hal ini bertujuan menekan angka kriminalitas yang dilakukan oleh para remaja seperti tawuran antar sekolah yang banyak merugikan masyarakat bahkan merugikan pihak sekolah dan menenggak minuman keras (Miras)

Kasat Binmas AKP Dedi Rahmat beserta KBO Sat Binmas AKP Edi Sudarto dan Kanit Binkamsa IPDA Hendra sekitar jam 09.00 Wib merazia Warnet Ryuu Net di Jalan Mayor Iskandar Kelurahan Mangga Besar dan mendapati beberapa remaja sekolah kedapatan Bermain Game di warnet pada saat pelajaran sekolah

Yakni AS bin Gani warga Kelurahan Sungai Medang Kecamatan Cambai pelajar SMK PGRI II kedapatan sedang bermain game online diwarnet bersama dua rekannya RS bin Heru warga Kelurahan Mangga Besar Kecamatan PrabumulihUtara yqqng juga seorang pelajar SMPN 8 Prabumulih

Petugas juga menyusuri beberapa warnet untuk menjaring pelajar yang keluar pada saat jam belajar

Kasat Binmas AKP Dedi Rahmat bersama rekannya memberikan peringatan dan menghimbau kepada remaja untuk tidak keluar dijam belajar dan menjauhi narkoba

Kegiatan operasi Bina Kusuma Musi 2018 yang terhitung tanggal 5 Maret 2018 lalu jajaran kepolisian secara serentak melakukan operasi ini yang menitikberatkan kepada remaja dan pelajar sekolah (rel/sn01)
Share:

Buka Sosialisasi Kependudukan, Wabup PALI Sampaikan Ini..

PALI--Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ferdian Andreas Lacony menyebut ada 4 syarat untuk membentuk penduduk berkualitas, yakni pondasi agama, pendidikan, kesehatan dan pekerjaan.

Sebab,menurut orang nomor dua di Bumi Serepat Serasan bahwa dengan pondasi agama yang kuat bisa melindungi anggota keluarga dari hal-hal negatif, seperti kenakalan remaja, nikah usia dini, penyalahgunaan narkoba serta menangkal budaya yang tidak sesuai norma agama dan sosial.

Selain pondasi agama yang kuat, melahirkan penduduk berkualitas harus adanya pendidikan, karena kurangnya pendidikan serta kurang pengetahuan pemicu masalah kependudukan maupun masalah sosial. Kesehatan juga penting agar generasi yang lahir handal serta tangguh,terakhir harus adanya pekerjaan yang mapan, sehingga tidak lagi membebani orang lain.

Pernyataan itu dikatakan Ferdian Andreas Lacony saat membuka kegiatan sosialisasi kependudukan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI, Selasa (6/3) di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo dengan mengusung tema penduduk tumbuh seimbang menuju generasi muda yang berkualitas.

"Kabupaten PALI baru berdiri lima tahun, kita perlu percepatan dan harus mengejar ketertinggalan. Untuk dapat mengungguli kabupaten lain, kita harus memiliki sumber daya manusia yang unggul. Untuk itu tugas pemerintah secara umum adalah bagaimana mengurus penduduk supaya berkualitas,salahsatunya melalui kegiatan seperti ini," ujar Wabup.

Keberhasilan program pengendalian penduduk dikatakan Wabup bisa meringankan dan memudahkan program disektor lain.

"Upaya pemerintah saat ini untuk meringankan beban masyarakat yang tergolong masih miskin adalah dengan mengeluarkan program keluarga sejahtera (PKH),kartu Indonesia sehat (KIS),kartu Indonesia pintar (KIP) dan masih banyak lagi program lainnya. Tentunya apabila program pengendalian penduduk berhasil dan generasi tumbuh berkualitas maka mengurangi beban subsidi yang dikeluarkan pemerintah," tambahnya.

Sementara Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI mengemukakan dasar pelaksanaan kegiatan sosialisasi kependudukan, diantaranya atas dasar data yang dimiliki pihaknya dimana menurut survei tahun 2016 jumlah kepala keluarga di kabupaten PALI ada 45.460 KK, melonjak naik saat survei tahun 2017 menjadi 47.710 KK.

"Juga berdasarkan masih tingginya angka pernikahan usia muda atau nikah diusia dibawah 20 tahun,dan tak kalah tingginya angka perceraian didominasi usia muda dan dasar banyaknya remaja pengguna Narkoba. Atas dasar itulah, kami adakan sosialisasi ini dengan target remaja dengan jumlah peserta ada 500 orang terdiri dari beberapa unsur," terangnya.

Pada sosialisasi kependudukan itu, dihadiri juga Ketua DPRD PALI Drs H. Soemarjono, kepala kejaksaan negeri Kabupaten PALI, Yunitha Arifin, sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkugan Kabupaten PALI. Kegiatan tersebut juga mengundang Prof Nurlina Tarmizi M.Si Phd, kepala koalisi Indonesia untuk kependudukan dan pembangunan provinsi Sumatera Selatan dan Drs Waspi, Kepala perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan.

"Pertumbuhan penduduk tumbuh seimbang diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat,namun mewujudkan itu perlu dukungan semua pihak dan perlunya pembinan terhadap remaja untuk menjauhi nikah usia dibawah 20 tahun. Dengan memperlambat usia nikah artinya memperlambat kelahiran anaknya. Lakukan juga peningkatan pelayanan akses KB, pembinaan ibu hamil agar melahirkan generasi berkualitas,dan ada juga program strategis peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kampung KB," beber Dra Waspi. (marsindo)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts