Jaga Keselamatan Bersama, PHR Zona 4 Respon Cepat Padamkan Lebih dari 100 Titik Api Karhutla Sumsel


Caption: PHR Zona 4 bahu-membahu bersama masyarakat dan berbagai instansi melakukan pemadaman karhutla di seluruh wilayah kerja di Sumatera Selatan.


SUMATERA SELATAN. SININEWS.COM --- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera Selatan turut meningkatkan kewaspadaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, bagian dari Pertamina Subholding Upstream (SHU) Regional 1. Seluruh personel dan perlengkapan pemadam kebakaran disiagakan untuk mengamankan operasi hulu migas maupun keselamatan masyarakat di sekitarnya. 


Sejak akhir Juli hingga 28 Agustus 2026, tim pemadam kebakaran di tujuh field PHR Zona 4 telah ikut memadamkan 113 kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Angka tersebut terdiri dari 18 pemadaman oleh Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, 27 pemadaman oleh PEP Limau Field, 27 pemadaman oleh PEP Adera Field, 16 pemadaman oleh PEP Pendopo Field, 17 pemadaman oleh PEP Ramba Field, serta 8 pemadaman oleh Pertamina Hulu Energi Ogan Komering dan Raja Tempirai (PHE OKRT) Field.


Pjs General Manager PHR Zona 4 Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyatakan kepedulian perusahaan terhadap karhutla yang sedang terjadi. “Dalam situasi ini dibutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Kami memastikan personel dan peralatan siap dikerahkan untuk mendukung penanggulangan bersama untuk meminimalkan dampak terhadap operasi produksi dan keselamatan masyarakat di sekitarnya,” ungkap Luthfi. 


Setiap field di wilayah kerja PHR Zona 4 menyiagakan armada dan petugas jaga untuk membantu penanganan karhutla. PEP Prabumulih Field dan PEP Limau Field masing-masing menyiagakan 3 unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) dan 4 petugas setiap hari.


PEP Adera Field menyiagakan 1 unit fire truck dengan 5 orang petugas setap hari. Sementara itu, PEP Pendopo Field menyiagakan 5 unit fire truck disertai 7 orang setiap hari. PEP Ramba Field menyiagakan 3 unit fire truck dengan 7 orang petugas di 4 lokasi. Adapun PHE OKRT menyiagakan 1 unit fire truck dan 5 petugas.


Selain fire truck, PHR Zona 4 juga memastikan kesiapan peralatan pemadam kebakaran di setiap field, seperti pompa pemadam kebakaran (fixed fire pump), pompa pemadam kebakaran berjalan (mobile fire pump), tangki air (water tank), dan sejumlah perlengkapan pemadaman kebakaran lainnya.


Patroli rutin yang biasa dilakukan tim security Pertamina menjadi sumber informasi hot spot. Selain itu, pemadaman kebakaran juga dilakukan atas laporan dari masyarakat dan pemerintah setempat di sekitar wilayah operasi. “Kami berterima kasih atas laporan masyarakat yang melaporkan kebakaran yang mendekat ke jalur pipa maupun fasilitas produksi. Hal ini mencerminkan sinergi untuk menjaga keselamatan bersama dan ketahanan energi nasional,” pungkas Luthfi.


*‎Tentang PHR Zona 4*

PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.


‎Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.  PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).*

Share:

Musim Kemarau, Polsek Talang Ubi Gencarkan Sosialisasi Larangan Bakar Kebun

Musim Kemarau, Polsek Talang Ubi Gencarkan Sosialisasi Larangan Bakar Kebun


PALI- SiniNews.Com — Polsek Talang Ubi, Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar. Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah musim kemarau.


Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Selasa (1/9/2026). Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., diwakili Bhabinkamtibmas turun langsung memberikan imbauan kepada masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Talang Ubi mengingatkan warga mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilai berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih kondisi lahan yang cenderung kering selama musim kemarau.


Kapolsek Talang Ubi juga mengajak warga untuk mencari cara yang lebih aman dalam mengelola lahan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang untuk dijual sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.


“Memasuki musim kemarau seperti sekarang, kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Kami mengajak warga mencari cara yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran,” ujar Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi dalam kegiatan tersebut.


Selain menyampaikan imbauan, polisi juga mengingatkan masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat berujung pada proses hukum apabila melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar karena dapat menimbulkan karhutla dan mengganggu masyarakat lainnya. Jika dilakukan dan memenuhi unsur pelanggaran hukum, pelakunya dapat diproses sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku,” tegasnya.


Sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sukamaju Rudini dan Bhabinkamtibmas Polsek Talang Ubi. Kehadiran aparat kepolisian bersama pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga dalam mencegah terjadinya karhutla.


Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Polsek Talang Ubi menilai pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran lahan agar dapat ditangani sedini mungkin.(SN/Perry).

Share:

Pertamina Pendopo Taklukan 113 Titik Api, Patahkan Isu Perusahaan Migas Tutup Mata Tanggapi Karhutlah di PALI


Pertamina Pendopo sebut pihaknya berhasil taklukan 113 titik api



PALI. SININEWS.COM -- Pertamina EP Pendopo Field menyatakan bahwa perusahaan Minyak Gas (Migas) plat merah tersebut tidak tinggal diam dalam menyikapi bencana asap akibat adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) yang terjadi di sejumlah titik di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhir-akhir ini.


Upaya pemadaman Karhutlah di sejumlah titik dilakukan Pertamina Pendopo telah dilakukan bahkan hingga awal September 2026 ini, perusahaan Migas itu telah berhasil menaklukkan titik api sebanyak 113 titik. Keberhasilan itu mematahkan isu perusahaan Migas tersebut tutup mata dalam menanggapi bencana Karhutlah di wilayah Bumi Serepat Serasan.


Hal tersebut disampaikan Hermansyah, Senior Manager Pertamina EP Pendopo Field saat menggelar kegiatan Edukasi Media yang digelar Pertamina EP Pendopo Field dan Medco Energi di Gedung Arsendora Komplek Pertamina Pendopo pada Rabu 2 September 2026.


"Menyikapi banyaknya Karhutlah, Pertamina Pendopo tidak tinggal diam. Kami berkontribusi melakukan upaya pemadaman langsung ke lokasi kebakaran dengan menurunkan armada lengkap ke lapangan," ungkap Hermansyah.


Disebutkan Hermansyah bahwa pihaknya telah berhasil memadamkan titik api sebanyak 113 titik hingga awal September ini.


"113 titik api telah berhasil kami padamkan, dan sampai saat ini petugas di lapangan tetap siaga untuk ikut memadamkan Karhutlah hingga bencana asap ini berakhir," sabutnya.


Pada kesempatan itu, Hermansyah mengajak awak media untuk membuat konten edukasi terkait bahaya Karhutlah dan bahaya asap.


"Kami mengajak seluruh awak media untuk menyajikan konten yang menarik terkait bahaya Karhutlah dan bahaya kabut asap untuk mencegah bencana ini semakin meluas," ajaknya.


Sementara itu, Safei Safri Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel menegaskan bahwa seluruh perusahaan Migas diwajibkan untuk turut andil dalam penanganan Karhutlah.


"Menyikapi bencana Karhutlah di musim kemarau yang semakin kering ini, SKK Migas mewajibkan semua perusahaan untuk berkontribusi melakukan  penanganan Karhutlah. Jadi tidak benar adanya informasi bahwa perusahaan Migas yang beroperasi di wilayah Sumbagsel tutup mata," tandasnya.(sn/perry)

Share:

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polisi Gandeng Pemerintah Kecamatan Talang Ubi

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polisi Gandeng Pemerintah Kecamatan Talang Ubi



PALI-SiniNews.Com — Polsek Talang Ubi, Polres PALI, bersama unsur pemerintah kecamatan menggelar patroli sekaligus sosialisasi larangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Patroli dan sosialisasi dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., turun langsung bersama Camat Talang Ubi Atmo Maryono, S.H., Lurah Talang Ubi Timur Aan Supriadi, S.E., M.M., Panit Intelkam AIPDA Ronaldo, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Kelurahan Talang Ubi Timur.


Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, SH., mengatakan, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih saat wilayah PALI mulai memasuki musim kemarau.


"Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jangan juga membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi pemicu kebakaran," kata Ardiansyah saat memberikan imbauan kepada masyarakat, Selasa (1/9/2026).


Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya titik api di sekitar permukiman, perkebunan maupun kawasan hutan.


"Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada Polsek Talang Ubi. Mari kita bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan demi masa depan generasi bangsa serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.


Ardiansyah turut mengingatkan bahwa membuka lahan atau kebun dengan cara membakar merupakan perbuatan yang dapat berujung pada proses hukum. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan cara yang lebih aman dalam membersihkan maupun mengelola lahan.


"Pembukaan lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.


Selain memberikan imbauan, Ardiansyah mengajak masyarakat memanfaatkan potensi ekonomi yang ada di sekitar perkebunan. Salah satunya dengan memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dan hendak ditebang untuk dijual sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.


Kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut berakhir sekitar pukul 15.20 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Talang Ubi terpantau aman, tertib dan kondusif.


Patroli tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya karhutlahbun sekaligus memperkuat sinergi kepolisian dan pemerintah kecamatan dalam mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau.(SN/Perry)

Share:

Polsek Penukal Ungkap Curas, Terduga Pelaku Ditangkap 22 Hari Setelah Kejadian

Polsek Penukal Ungkap Curas, Terduga Pelaku Ditangkap 22 Hari Setelah Kejadian



PALI- SiniNews.Com— Polsek Penukal Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menangkap seorang pria berinisial ZL yang diduga melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang warga. Pelaku diduga mengancam korban menggunakan parang sebelum membawa kabur sepeda motor milik korban.


Pelaku ZL ditangkap personel Team Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal, PALI.


Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., mengatakan penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut laporan korban yang masuk ke Polsek Penukal pada 10 Agustus 2026.


"Setelah menerima laporan, kami memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku. Hasil penyelidikan mengarah kepada pelaku yang berada di wilayah Desa Air Itam Timur," kata Sumartono.


Kasus tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Lintas Dusun VI, Desa Air Itam Timur. Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo setelah berjualan dan hendak pulang ke rumah.


Dalam perjalanan, korban diduga dihadang pelaku. Pelaku kemudian mengayunkan parang beberapa kali ke arah bagian depan sepeda motor dan ban kendaraan. Pelaku juga mengancam korban agar tidak kembali berjualan di lokasi tersebut.


Korban yang ketakutan kemudian menjatuhkan sepeda motornya dan berlari menyelamatkan diri. Pelaku selanjutnya membawa sepeda motor Honda Revo milik korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.


"Pelaku juga mengakui perbuatannya setelah diamankan. Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah dibawa ke Polsek Penukal untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Sumartono.


Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam beserta satu lembar STNK sebagai barang bukti.


Sumartono menegaskan pihaknya akan memproses perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Kami akan melengkapi administrasi penyidikan, mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan sesuai SOP. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum berikutnya," tegasnya.


Atas perbuatannya, pelaku diproses dengan sangkaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Penukal untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.(SN/Perry)

Share:

Polsek Tanah Abang Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Hindari Bakar Lahan

Polsek Tanah Abang Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Hindari Bakar Lahan



PALI-SiniNews.Com— Polsek Tanah Abang Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyosialisasikan Maklumat Kapolda Sumatera Selatan tentang larangan membuka lahan dan kebun dengan cara dibakar. Sosialisasi dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) selama musim kemarau.


Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Tanah Abang AKP Arzuan, S.H., bersama personel di Kantor Kepala Desa Tanah Abang Selatan, Kecamatan Tanah Abang, PALI, Selasa (1/9/2026). Sosialisasi berlangsung mulai pukul 10.30 WIB hingga sekitar pukul 11.40 WIB.


Dalam kegiatan itu, Kapolsek meminta Kepala Desa Tanah Abang Selatan Ahmad Hartono bersama perangkat desa ikut menyampaikan larangan pembukaan lahan dengan cara dibakar kepada masyarakat.


"Jangan membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi sumber api dan memicu kebakaran," kata Arzuan.


Arzuan juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya titik api. Menurutnya, pencegahan karhutlah membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.


"Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada Polsek Tanah Abang agar dapat segera ditindaklanjuti. Mari kita bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan demi masa depan generasi bangsa," ujarnya.


Kapolsek mengingatkan masyarakat untuk mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Dia menegaskan, pembukaan lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.


"Membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan dapat diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Arzuan.


Di tengah kondisi musim kemarau, Arzuan juga mengajak masyarakat mencari cara yang lebih aman untuk mengelola lahan. Salah satunya memanfaatkan pohon karet yang sudah tua dengan cara ditebang dan dijual sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.


"Kita sedang menghadapi musim kemarau, jadi jangan mengambil risiko dengan membakar lahan. Pohon karet yang sudah tua dapat ditebang dan dijual sehingga selain tidak menimbulkan kebakaran, hasilnya juga bisa membantu perekonomian keluarga," katanya.


Kegiatan turut dihadiri Staf Linmas Kecamatan Tanah Abang Ambri Yadi, Kepala Desa Tanah Abang Selatan Ahmad Hartono beserta perangkat desa, serta PS Kanit IK Polsek Tanah Abang Aipda Roy P. Saragih, S.H.


Sosialisasi dan penyebaran Maklumat Kapolda Sumsel tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Kegiatan diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah karhutlah di wilayah Kecamatan Tanah Abang.(SN/Perry).

Share:

Kekeringan, Kapolsek Penukal Utara Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Ikhtiar

Kekeringan, Kapolsek Penukal Utara Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Ikhtiar



PALI-SiniNews.Com — Polsek Penukal Utara bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, TNI, dan masyarakat mengikuti pelaksanaan salat Istisqa di Halaman Kantor Camat Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (1/9/2026).


Salat Istisqa tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan serta rahmat Allah SWT di tengah kondisi kekeringan yang terjadi. Masyarakat berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air dan membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat.


Kapolsek Penukal Utara IPTU Budi Anhar, S.H., M.Si., mengatakan keikutsertaan jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya bersama menghadapi kondisi kekeringan.


"Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan doa kita bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Semoga hujan yang turun nantinya membawa keberkahan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat," kata Budi.


Dia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan selama musim kemarau.


"Kami mengajak masyarakat untuk terus berdoa dan melakukan ikhtiar dalam menghadapi kondisi kekeringan. Selain itu, mari bersama-sama menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak," ujarnya.


Kegiatan salat Istisqa dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Bertindak sebagai khotib yakni Ustad Abdul Karim, sedangkan imam dipimpin Ketua KUA Kecamatan Penukal Utara Ustad H. Sohlidin, S.Pdi.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Penukal Utara Pahrudin, S.Psi., Manajer PT LKK Sugiawan, Kepala KUA Kecamatan Penukal Utara H. Sohlidin, S.Pdi., beserta staf, Ustad Irham Hadi Almaskuri, Kepala Desa Prabumenang Eko Purwanto beserta perangkat desa, Kepala Desa Tempirai Selatan Sapikal, personel Polsek Penukal Utara, serta Danpos Babinsa Tempirai Pelda Martosa.


Kapolsek menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah, TNI, tokoh agama, dan masyarakat diperlukan untuk menghadapi berbagai dampak musim kemarau.


"Kita berharap kondisi kekeringan ini segera berakhir dan hujan turun dengan intensitas yang cukup. Yang terpenting, seluruh pihak tetap bersinergi dan menjaga kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak," katanya.


Salat Istisqa selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.(SN/Perry)

Share:

Rayakan HUT ke-78 Polwan, Kapolres PALI Dorong Polwan Berkiprah di Kancah Internasional

Rayakan HUT ke-78 Polwan, Kapolres PALI Dorong Polwan Berkiprah di Kancah Internasional



PALI-SiniNews.Com — Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mendorong Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polres PALI untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).


Pesan tersebut disampaikan Januar saat memimpin peringatan Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 yang digelar di Ruang Video Conference (Vicon) Polres PALI, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres PALI dan seluruh Polwan.


Dalam arahannya, Kapolres PALI menekankan pentingnya peningkatan kompetensi Polwan agar mampu menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin berkembang di era digital.


"Kepada Polwan Polres PALI untuk terus meningkatkan keahlian, upgrade skill, terutama dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) guna mendukung efisiensi tugas kepolisian modern," kata Kapolres.


Selain penguasaan teknologi, Kapolres juga mendorong Polwan Polres PALI untuk memiliki kesempatan berkiprah dalam misi internasional. Salah satunya dengan bergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Formed Police Unit (FPU).


"Harapan saya, Polwan Polres PALI dapat bergabung dalam pasukan perdamaian PBB Formed Police Unit atau FPU agar mampu berkiprah di kancah internasional," ujarnya.


Kapolres PALI juga mengingatkan seluruh Polwan agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional dan berpedoman pada kode etik kepolisian. Menurutnya, integritas personel menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


"Sesuai komitmen bersama, seluruh Polwan Polres PALI diinstruksikan untuk tetap melaksanakan tugas dengan profesional, memegang teguh kode etik, serta menghindari segala bentuk perbuatan tercela demi menjaga marwah institusi Polri," tegasnya.


Dia menambahkan, Polwan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Karena itu, dedikasi dan kemampuan Polwan perlu terus dikembangkan agar semakin tangguh dalam menjalankan tugas.


"Kami bangga atas dedikasi Polwan Polres PALI hari ini, dan kami akan memastikan mereka tumbuh menjadi personel yang semakin tangguh, cerdas, dan dicintai masyarakat di masa depan," kata Januar.


Peringatan HUT ke-78 Polwan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan diawali pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan serta arahan Kapolres PALI, kemudian pemotongan tumpeng dan ditutup.


Turut hadir Wakapolres PALI Kompol Suprawira, S.H., M.Si., para PJU Polres PALI, serta seluruh Polwan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.


Peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran Polwan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional dan humanis.(SN/Perry)

Share:

Menhut RI Apresiasi Kinerja Gubernur Sumsel Tanggulangi Karhutla


Menhut RI Apresiasi Kinerja Gubernur Sumsel Tanggulangi Karhutla


Palembang. SININEWS.COM – Tren titik panas (hotspot) dan titik kebakaran (fire spot) di Sumatera Selatan menunjukkan perbaikan. Meski demikian, pemerintah memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak mengendur dan justru memperkuat kekuatan Satgas Darat untuk memastikan titik api yang masih ada dapat segera dipadamkan.


Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., dan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Griya Agung, Senin (31/8/2026) pagi.


Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Ph.D., mengatakan kehadirannya bersama Kepala BNPB di Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya memastikan perintah Presiden terkait penanganan karhutla dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan.


“Alhamdulillah, dari evaluasi yang kita selenggarakan di ruangan tadi, meskipun suasana belum bisa kita katakan baik-baik saja, namun secara umum kalau kita lihat dari data, dari statistik yang ada, jumlah hotspot maupun jumlah fire spot di Sumatera Selatan terus menurun,” ujar Raja Juli.


Ia menegaskan, kondisi Sumatera Selatan memang belum dapat dikatakan aman. Namun, tren penurunan tersebut menjadi indikator positif dari kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengendalikan karhutla.


“Belum pada kondisi yang aman, tetapi sekali lagi trennya terus membaik, jumlah hotspot maupun jumlah fire spot yang menurun,” katanya.


Raja Juli memastikan pemerintah hadir untuk menangani karhutla sekaligus menjaga kesehatan masyarakat. Seluruh kementerian dan lembaga, baik di tingkat pusat maupun daerah, terus berjibaku melakukan pemadaman dan memastikan dampak karhutla terhadap masyarakat dapat ditekan.


Menteri Kehutanan juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk terus berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Ia meminta masyarakat, petani, pekebun, maupun perusahaan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.


“Kondisinya memang tidak sedang baik-baik saja,” tegasnya.


Raja Juli mengatakan kondisi cuaca masih menjadi tantangan karena berdasarkan informasi BMKG, periode kering diperkirakan masih berlangsung hingga awal Oktober. September juga diperkirakan menjadi periode penting dalam penanganan karhutla.


Karena itu, pemerintah mendorong edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk para influencer dan generasi muda yang aktif di media sosial.


Ia menekankan bahwa pembakaran lahan bukan solusi yang tepat, terutama di tengah kondisi El Niño yang kuat. Selain penguatan operasi darat dan udara, pemerintah juga berharap kondisi cuaca pada awal September dapat membantu proses pemadaman. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat potensi bibit hujan pada awal September yang diharapkan dapat mendukung upaya pemadaman, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca.


Di tengah upaya penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, dukungan helikopter water bombing juga menghadapi tantangan karena sejumlah helikopter harus dikerahkan untuk menangani kebakaran luar biasa di beberapa taman nasional.


“Beberapa heli yang mestinya water bombing, yang mestinya bisa dipergunakan dan dimaksimalkan di enam provinsi prioritas, tetapi karena ada kebakaran yang luar biasa di beberapa taman nasional, akhirnya heli ini juga dideploy ke taman-taman nasional tersebut,” kata Raja Juli.


Karena kondisi tersebut, Kementerian Kehutanan mengambil langkah penutupan sementara dan penutupan terbatas di sejumlah taman nasional untuk mengurangi risiko keselamatan sekaligus mendukung efektivitas penanganan kebakaran.


Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Selatan, bupati dan wali kota, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan mengerahkan sumber daya secara maksimal dalam penanganan karhutla.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang luar biasa memberikan perhatian, mencurahkan tenaga, pikiran, energi untuk mengatasi karhutla ini,” ujarnya.


Dengan tren hotspot dan fire spot yang terus membaik, pemerintah optimistis upaya penanganan dapat terus menekan luasan kebakaran. Namun, seluruh pihak tetap diminta waspada dan tidak mengendurkan upaya pencegahan maupun pemadaman, terutama selama kondisi kering masih berlangsung.


“Insyaallah pemerintah akan hadir, terus hadir untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi sekali lagi dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, di tengah El Niño yang sangat kuat ini. Kami berharap kerja sama semua pihak,” kata Raja Juli.


Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa berdasarkan data per 30 Agustus, terdapat 11 fire spot di Sumatera Selatan. Setelah dilakukan pengecekan melalui patroli, helikopter, maupun drone, 11 titik tersebut terkonfirmasi sebagai lokasi yang benar-benar mengalami kebakaran.


Sebanyak 11 fire spot tersebut mencakup lahan sekitar 60 hektare lebih. Setelah dilakukan operasi pemadaman, hingga hari sebelumnya sekitar 15 hektare telah berhasil dipadamkan. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 45 hektare yang menjadi fokus penanganan.


“Artinya, memang Satgas Darat ini menjadi kekuatan utama untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kepala BNPB.


Ia mengungkapkan, dari sekitar 15 hektare lahan yang berhasil dipadamkan dalam operasi sebelumnya, sekitar 2,5 hektare ditangani melalui operasi helikopter water bombing, sedangkan sisanya dipadamkan oleh Satgas Darat.


Data tersebut menjadi dasar pemerintah untuk meningkatkan kekuatan Satgas Darat di seluruh wilayah Sumatera Selatan.


“Pemadamannya itu tadi, Satgas Daratnya diperbanyak karena terbukti bahwa operasi pemadaman dengan Satgas Darat itu lebih utama dibandingkan hanya mengandalkan operasi udara,” katanya.


Satgas Darat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, hingga unsur masyarakat lainnya. Operasi di lapangan akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dengan dukungan Forkopimda.


Kepala BNPB juga mengingatkan masyarakat dan media agar dapat membedakan antara hotspot dan fire spot. Hotspot merupakan titik panas yang terdeteksi melalui satelit dan belum tentu menunjukkan adanya kebakaran di permukaan.


“Hotspot disampaikan di situ seribu. Itu belum tentu seribu itu kebakaran di bawah. Karena kompor masak juga bisa menjadi titik panas di situ,” jelasnya.


Ia mengatakan, data hotspot memiliki tingkat kepercayaan rendah, sedang, dan tinggi. Titik dengan tingkat kepercayaan tinggi kemudian diverifikasi menggunakan patroli darat, helikopter, maupun drone.


Sebagai contoh, dari 37 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terpantau di Sumatera Selatan, setelah dilakukan verifikasi hanya ditemukan 11 fire spot yang benar-benar merupakan kebakaran.


“Kalau lebih objektif lagi, ya fire spot. Fire spot itu betul-betul kebakaran di bawah,” ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menekankan bahwa faktor manusia memiliki peran besar dalam terjadinya karhutla. Karena itu, pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan teknologi maupun operasi pemadaman.


Menurutnya, upaya penanganan harus dilakukan secara bersama-sama melalui pendekatan promotif, preventif, dan penanganan langsung di lapangan.


“Masing-masing paling tidak kita ada peran pada posisi promotif, preventif, dan penanganan juga,” ujarnya.


Ia mengajak masyarakat, termasuk pengguna media sosial, untuk ikut menyampaikan edukasi mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan.


Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga terus memperkuat dukungan kepada masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla. Masyarakat yang bergabung dalam pasukan darat akan mendapatkan dukungan operasional sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka.


Di bidang kesehatan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota untuk memastikan pelayanan bagi masyarakat terdampak asap tetap berjalan. Puskesmas diarahkan untuk membuka pelayanan selama 24 jam guna menangani masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan pelayanan yang diupayakan tidak membebani masyarakat.(sn)

Share:

Hari Pramuka ke-65, Wagub Cik Ujang Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045


Hari Pramuka ke-65, Wagub Cik Ujang Ajak Generasi Muda Dukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045


PALEMBANG. SININEWS.COM – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel, H. Cik Ujang, mengajak generasi muda, khususnya anggota Gerakan Pramuka, untuk berperan aktif mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Hal tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumsel yang digelar di Aula SMK Negeri 6 Palembang, Senin (31/8/2026).


Peringatan Hari Pramuka ke-65 diawali dengan upacara yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut dinilai relevan dengan upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional sekaligus mendorong peran generasi muda dalam mendukung pembangunan.


Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Menurutnya, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diwarnai berbagai bentuk pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap Tanah Air.


“Gerakan Pramuka telah melalui enam puluh lima tahun perjalanannya. Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang, dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta Tanah Air yang kokoh dan kuat,” ujar Cik Ujang.


Ia mengatakan, dari generasi ke generasi, Gerakan Pramuka telah melahirkan berbagai tokoh dan sumber daya manusia yang mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma juga dinilai mampu menjadi pedoman dalam membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.


Karena itu, Cik Ujang menegaskan bahwa Hari Pramuka tidak sekadar menjadi peringatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


“Tema Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Sumatera Selatan Tahun 2026 merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional,” katanya.


Menurut Cik Ujang, konsep swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga mencakup pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenal dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungannya.


Melalui pendidikan kepramukaan, ia berharap tumbuh budaya produktif dan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Selain itu, anggota Pramuka diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi tepat guna, serta memiliki semangat kewirausahaan sejak usia muda.


“Inilah yang ingin saya tanamkan kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka, dalam memaknai dan mewujudkan Sumatera Selatan Mandiri Pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.


Selain swasembada pangan, Cik Ujang juga menyoroti peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan kebencanaan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menimbulkan kabut asap di wilayah Sumsel.


Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas udara, membatasi jarak pandang, serta mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, anggota Pramuka dinilai memiliki peran strategis dalam kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan karena telah dibekali berbagai keterampilan serta memiliki semangat kepedulian sosial.


“Anggota Pramuka dapat membantu memberikan informasi mengenai bahaya kabut asap, mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan, membantu pembagian masker, serta mendukung kegiatan evakuasi bagi masyarakat yang terdampak,” jelasnya.


Melalui semangat Tri Satya dan Dasa Darma, Cik Ujang berharap Pramuka mampu menjadi generasi yang tanggap, peduli, disiplin, dan siap membantu masyarakat. Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan serta rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat juga harus terus ditingkatkan.


Lebih lanjut, Cik Ujang menekankan bahwa keberhasilan pembinaan kepramukaan bukan merupakan hasil kerja individu, melainkan membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pihak.


Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota, TNI dan Polri, camat, jajaran Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), pembina, pelatih, orang tua, serta seluruh mitra strategis Gerakan Pramuka yang selama ini telah memberikan dukungan.


Cik Ujang juga meminta jajaran pengurus Gerakan Pramuka, mulai dari Kwarda, Kwartir Cabang (Kwarcab), Kwartir Ranting (Kwaran), hingga Gugusdepan, untuk terus melakukan berbagai inovasi dalam menyusun kegiatan kepramukaan.


“Saya ingin kakak-kakak melakukan langkah kreatif, adaptif, dan kolaboratif dalam menyusun kegiatan kepramukaan, sehingga betul-betul menjadi wadah pembinaan dan semakin diminati oleh generasi muda,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah dan nasional.


“Gerakan Pramuka harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan, sehingga mampu menjadi wadah pendidikan karakter yang relevan bagi generasi muda,” tegasnya.


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, Ketua BKOW sekaligus Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua Kormi Sumsel Hj. Samantha Tivani HD, Wakil Bupati OKU Selatan H. Misnadi, Wakil Bupati OKU Timur M. Adi Anugrah Purna Yudha, serta Plt. Bupati Muara Enim H. Sumarni.(sn)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts