Simpan Sabu, IRT di Ringkus Polisi

PRABUMULIH – Satuan Reserse narkoba Polres Prabumulih kembali meringkus dua warga Prabumulih pecandu narkoba jenis shabu, yakni Dewi Herlina (40) warga Jalan Sumatera Gang Kecapi Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, jum’at (9/3/18)

Ibu rumah tangga ini diamankan anggota satres narkoba Polres Prabumulih dikediamannya sekitar pukul 12.30 wib karena kepemilikan narkoba jenis shabu dengan berat bruto 5,90 gram

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat dengan dasar laporan Lp/A - 36/ III/ 2018/ Sumsel/ Res Pbm, Tgl 09 Maret 2018, petugas melakukan penggeledahan di bedengnya dan mendapati paketan sabu yang disimpan di atap bedeng miliknya

Tak hanya itu petugas Satres Narkoba Polres Prabumulih juga mengamankan seorang pria bernama Hemanto alias Nyot (54) warga Jalan Padat Karya Rt.05 Rw.01 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih

Nyot ditangkap petugas kepolisian sekitar pukul 16.00 wib di karena dirinya tertangkap tangan membuang kotak kacamata yang didalamnya berisi satu paket kecil narkoba jenis shabu dengan berat bruto 0,21 Gram

Kedua pelaku penyalagunaan narkobai beserta barang bukti diamankan di Mapolres Prabumulih guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti melalui Kasat Narkoba, Ali Asri saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan kedua pelaku.

"Benar sekali. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan," ungkapnya.(sn01)
Share:

Mushola Terbengkalai, Warga Gorong-gorong Galang Dana




PRABUMULIH – Terbengkalainya Musholah Babul Jannah puluhan warga Rt.01 Rw.04 Talang Gorong-gorong Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat bahu membahu membangun musholah dengan dana sukarela yang dikumpulkan setiap bulan

 

Pembangunan Musholah Babul Jannah yang sudah lama dibangun yang menggunakan dana APBD tahun 2015 lalu itu kini tak pernah diselesaikan oleh Pemerintah setempat

“kita ajak warga di kampung Talang Gorong-gorong untuk bantu dana pembangunan Musholah setiap bulannya 10 ribu perkeluarga” ungkap Jonihar ketua RT.01

 

Inisiatif warga Rt.01 Rw.04 mengumpulkan dana secara sukarela setiap bulan dan dana yang terkumpul setiap bulannya dipergunakan untuk membeli material bangunan secara bertahap dan dikerjakan oleh warga sendiri dengan bergotong royong

 

Edi Amsadi selaku Ketua Pengurus Musholah Babul Jannah mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan kelanjutan pembangunan musholah tersebut, namun hingga kini tak ada respon yang baik dari mereka, namun hingga kini pihaknya tetap melakukan pungutan dana sukarela kepada warga untuk menyelesaikan bangunan musholah tersebut

“tiap bulan dana terkumpul langsung kita bangunkan ke musholah, kamarin kito selesai semen lantai” bebernya

 

Ust.Hendri selaku tokoh agama Gorong-gorong mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan adanya Musholah Babul Jannah karena saat ini kegiatan Mengaji selalu dirumahnya dan memohon pihak pemerintah segera menyelesaikan pembangunan musholah itu sebab anak-anak didik dan warganya terlalu jauh jika ingin beribadah

“Kalo kami mau ibadah ke Gunung Kemala terlalu jauh bagi kami, sedangkan anak-ank didik kami banyak belajar dirumah karena belum ada musholah”(sn01)
Share:

Gara-gara Status Akun Fb Srikandi PALI, Forum Kades Datangi Mapolsek Talang Ubi

PALI.--Akun Sosial Media (Sosmed) Facebook atas nama @Srikandi PALI, yang menulis status bahwa 100% kepala desa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) korupsi membuat gerah seluruh kepala desa yang ada di Bumi Serepat Serasan. Karena status itu dianggap mencemarkan nama baik kepala desa.

Bukan hanya menulis  seluruh kepala desa korupsi, namun menyebut juga seluruh kades di PALI sesuai fakta memiliki selingkuhan baru. Cuitan akun facebook atas nama Srikandi PALI tersebut membuat Forum Kepala Desa kabupaten PALI melalui perwakilannya terdiri dari beberapa kepala desa dari lima kecamatan mendatangi Markas Polsek Talang Ubi dengan di dampingi A. Gani Akhmad, pembina forum kepala desa yang saat ini menjabat kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PALI.

"Kami datang ke sini (Mapolsek Talang Ubi, red) sebagai tindak lanjut atas status yang ditulis akun fb dengan nama Srikandi PALI. Karena ini telah mencemarkan nama baik kami sebagai kepala desa," ungkap Heru Martin, sekretaris forum kepala desa PALI yang juga kepala desa Talang Akar kacamatan Talang Ubi,Jumat (9/3).

Diakuinya, sebagai tindaklanjut kedatangan forum kepala desa PALI, akan kembali mendatangi Mapolsek Talang Ubi untuk melengkapi bukti-bukti pendukung lainnya.

"Kami bakal datang lagi ke Mapolsek Talang Ubi Senin mendatang,dan kami juga bakal akan menemui kepala dinas Kominfo PALI agar menelusuri pemilik akun tersebut. Sebenarnya tadi kami sudah datang ke Kominfo, tapi kepala dinasnya tidak berada di tempat,namun Senin mendatang kami akan kembali untuk mengetahui pemilik akun tersebut," tukasnya.

Sementara itu, A.Gani Akhmad meminta kepada pemilik akun agar meminta maaf dengan menulis permintaan maaf secara terbuka di dinding facebook.

"Karena kata-kata dala tulisan di fb itu tidak sepatutnya disebarkan di media sosial. Pemilik akun diharapkan secepatnya menarik kata-kata itu dan meminta maaf secara terbuka dan para kepala desa menginginkan bertemu langsung dengan pemilik akun dan meminta maaf secara langsung. Namun apabila hal ini tidak diindahkan, maka forum kades PALI akan membawa masalah ini ke ranah hukum," tandasnya. (marsindo)
Share:

Masjid Yang Dibangun Pertamina Ini Bakal Jadi Icon Pendopo, Ini Bentuknya..

PALI--Warga kota Pendopo kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada khususnya sebentar lagi bakal memiliki sebuah masjid megah dengan kubah berwarna emas, dan masjid yang dibangun oleh pihak Pertamina ini bakal menjadi icon kota Pendopo.

Pengerjaanya saat ini sudah dalam tahap finishing, dan diperkirakan saat hari raya Idul Fitri tahun ini,masjid bernama masjid Mukhlisin tersebut sudah bisa digunakan.

Hal itu dikatakan pihak PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo melalui Asisten Managernya Feri Prasetyo Wibowo.

Hanya saja, untuk finishing dalam pembangunan tersebut secara bertahap.

"Insya Allah Idul Fitri tahun ini sudah bisa digunakan. Cuma kalau untuk finishing, mungkin masih belum selesai. Karena, kita tidak ingin terburu-buru dalam finishing. Takutnya malah jadi jelek," ujarnya.

Diakuinya pula, masjid yang terletak di dalam komplek Pertamina Pendopo itu terjadi beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pembangunannya beberapa waktu lalu.

"Akibatnya, saat ini pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola," bebernya.

Disinggung soal berapa habis biaya pembangunan masjid tersebut, Feri mengaku tidak mengetahui hal itu.

"Soal keuangan mengenai pembangunan masjid itu diatur semua oleh Pertamina Asset 2 di Prabumulih. Kita tidak mengetahui hal itu," ungkapnya.(marsindo)
Share:

Dukung Program PKK, Desa Persiapan Tanah Abang Timur Terus Berbenah

PALI-- Meskipun masih berstatus desa persiapan,namun desa Tanah Abang Timur Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibawah kepemimpinan Yoga Saputra sebagai Pjs Kepala Desanya terus berbenah menata desanya menyongsong desanya menjadi desa definitif.

Selain itu, semangat gotong royong warganya patut di contoh warga desa lainnya, sebab kekompakan warga setempat tak hanya dilakukan kaum pria saja, namun kebersamaan kaum hawanya juga yang tergabung di PKK tak kalah semangatnya dengan kaum Adam.

Hampir setiap kesempatan saat waktu luang, warga kompak dibawah komando sang Kades yang selalu aktif paling depan selalu membersihkan lingkungan sekitar secara bergotong royong.

"Kami ingin lingkungan kami bersih, mewujudkan lingkungan bersih itu dari kita sendiri. Dengan lingkungan bersih maka keluarga sehat akan tercipta, sumber penyakit bakal jauh dan lingkungan akan tertata rapi," ungkap Yoga Saputra, kepala desa setempat.

Budaya gotong royong akan dipelihara di desa tersebut, dan Yoga menyebut bahwa kegiatan bersih-bersih merupakan wujud masyarakat Tanah Abang Timur mendukung program Bupati dan TP-PKK Kabupaten PALI.

"Pak bupati ingin PALI bersih,aman nyaman dan sejahtera. TP-PKK juga ingin memberdayakan kaum hawa agar bisa menopang ekonomi keluarganya. Maka kami berinisiatif, untuk selalu kompak membersihkan lingkungan, menata dan mempercantik desa ini agar desa ini rapi,bersih dan indah. Kami juga menggali potensi yang ada, seperti menghidupkan kembali kerajinan anyaman, merajut atau menjahit yang bisa dilakukan ibu-ibu disela-sela waktu luangnya agar hasilnya nanti bisa menambah penghasilan keluarganya," terangnya. (marsindo)
Share:

Digigit Anjing Gila, Marlena Masuk Rumah Sakit

PALI-- Marlena (30) warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi karena menjadi korban gigitan anjing gila,saat perempuan yang berprofesi sebagai petani karet tersebut hendak pulang ke rumahnya usai melakukan aktivitasnya di kebun karet miliknya pada Kamis (8/3) sekitar pukul 13:00 WIB.

Enam luka gigitan diderita Marlena,dan dua luka gigitan harus dijahit oleh tim medis RSUD Talang Ubi,serta Marlena terpaksa harus dirawat inap karena lukanya yang cukup serius.

"Aku hendak pulang, tapi tiba-tiba dari arah samping seekor anjing berwarna kuning menggigit tangan, karena kaget, aku tepis anjing tersebut, namun malah gigit kaki.Kemiduan aku terjatuh, dan rupanya anjing itu belum berhenti menggigit.Lalu aku minta tolong," ucap Marlena, Kamis (8/3) di ruang UGD RSUD Talang Ubi.

Setelah meminta tolong, kemudian warga berhamburan menolong korban. Dan korban pun di larikan ke rumah sakit.

"Aku tak ingat lagi,setelah warga berdatangan. Ingat kembali sudah dirumah sakit," akunya.

Sementara Andi, suami korban mengungkapkan bahwa mengetahui ada anjing gila menggigit istrinya, sebagian warga mengejar anjing tersebut dan membunuhnya.

"Anjingnya sudah mati diburu warga," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, dr H.Muzakir membenarkan ada salahsatu warga terkena gigitan anjing, dirinya mengetahui hal itu saat berada di ruang UGD RSUD Talang Ubi.

"Saya perintahkan kepada dokter jaga untuk segera menangani pasien tersebut dan segera memberikan suntikan anti rabies.Karena dikhawatirkan anjing yang menggigit mengidap rabies. Kita juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan suntikan rabies kepada anjing peliharaan warga agar kejadian serupa tidak terulang," tandasnya.(marsindo)
Share:

Kepala Kantor Kemenag PALI Berganti

PALI-- Kepala kantor kementerian agama kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H.Hasanuddin, S.Ag,MHI yang telah resmi lantik  di kantor kementerian agama Sumsel  2 Febuary 2018 lalu kini lakukan pisah sambut dengan kepala kantor Kemenag PALI yang lama yakni Deni Priansyah, S.Ag,di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo, Kamis (8/3).

H. Hasanuddin, menjelaskan tugas kementerian agama ini khususnya di kabupaten PALI mempunyai misi yang besar yakni memperkuat pondasi agama diwilayah Bumi Serepat Serasan.

"Kemudian meneruskan program yang mungkin belum selesai yang digagas pak Deni (kepala kantor Kemenag PALI terdahulu, red) dan membentuk program baru untuk kemajuan syiar agama di kabupaten ini," ucapnya

Pisah sambut tersebut di hadiri oleh Ferdian Andreas Lacony,wakil Bupati PALI, kepala Kejari PALI Yunitha Arifin, Kakanwil Kemenag Sumsel melalui Kabag TU, Drs H.Paidol Barokat serta sejumlah tokoh agama di kabupaten PALI.

 

Pada sambutannya, Wabup mengapresiasi kinerja Kepala Kantor Kemenag PALI terdahulu, yakni Deni Priansyah yang telah melaksanakan program-programnya.

 

"Meski dengan dana seadanya,namun Kemenag PALI di kepemimpinan pak Deni mampu berjalan. Dan kami berharap keinginan mewujudkan satu madrasah satu kecamatan diwilayah kabupaten PALI bisa dilanjutkan oleh kepala Kemenag yang baru," harapnya. (marsindo)
Share:

Bibit Padi IP 200 Bisa Panen Setahun 2 Kali

PALI - Sebagian besar warga di wilayah Bumi Serepat Serasan memiliki ladang kebun, membuat Dinas Pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan terobosan dengan melakukan penanaman bibit padi IP 200 untuk bisa dilakukan panen dua kali dalam satu tahunya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Akhmad Jhoni SP mengatakan, bahwa hal tersebut sudah terbukti bisa dilakukan di setiap ladang para petani yang selama ini hanya satu kali panen dalam satu tahun, usai dilakukanya panen raya di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.

"Dalam kurun waktu tiga bulan petani bisa memanen padinya, dengan hasil padi yang memuaskan. Itu sudah terbukti disini, dimana dalam satu hektar ladang para petani bisa mendapatkan 3,5 ton gabah. Dan ini panen kedua kita. Jadi sangat menguntungkan sekali bagi para petani," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa tidak ada perawatan yang berbeda dalam proses penanaman yang biasa dilakukan oleh para petani sebelumnya. Karena, bagaimanapun cuaca para petani tidak usah memikirkan perkembangan padi tersebut.

"Namun, permasalahan hama saja yang masih terjadi. Untuk itu kita akan mengerakan brigadir hama, untuk memberikan obat-obatan dan pestisida. Sehingga, angka penurunan hasil gabah yang disebabkan dari hama bisa dilkukan Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT,red)," lanjutnya.

Untuk mengembangkan penanaman padi ladang tiga bulan panen ini, pihaknya juga‎ kedepan bakal menerapkanya diseluruh kecamatan di dalam Kabupaten PALI, sehingga ketahanan pangan sendiri bisa terpenuhi nantinya. "Kita akan menguatkan disetiap kecamatan ada pembenihan, sehingga ketersediaan bibit bisa terpenuhi," pungkasnya.(marsindo)
Share:

271 PPS di PALI Resmi Dilantik

PALI--Sebagai persiapan hadapi Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan wakil Gubernur provinsi Sumatera Selatan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan pelantikan 271 orang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 71 desa dan kelurahan di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Pelantikan dilangsungkan di gedung Serbaguna Simpang Lima Pendopo kecamatan Talang Ubi, Selasa (7/3),dilakukan oleh ketua KPUD PALI, H. Hasyim.

"Selelah di lantik para panitia pemungutan suara Kabupaten PALI untuk bekerja sebagai mestinya dan semaksimal mungkin serta junjung tinggi kejujuran,agar proses Pilgub yang dilaksanakan secara serentak pada 27 Juni berjalan lancar tanpa adanya kendala," pesan ketua KPUD. (marsindo)
Share:

DMD Temukan Pasien Luka Bakar

PALI-- Program Dokter Masuk Desa (DMD) yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menemukan pasien dengan luka bakar akibat korban penganiayaan disiram cuka para atau air keras karena gara-gara hutang piutang. Namun, akibat tidak ada biaya,pasien tersebut tidak bisa berobat sejak kejadian yang terjadi empat bulan lalu,bahkan keluar rumah saja tidak pernah karena malu akibat lukanya yang cukup parah.

"Saat kami laksanakan program DMD di Desa Tambak kecamatan Penukal Utara, Selasa kemarin (6/3),ada seorang ibu hendak berobat mengeluh sakit kepala. Setelah diobati, ibu tersebut meminta obat untuk suaminya katanya terkena luka bakar. Kemudian saya sarankan untuk datang ke tempat pengobatan, namun si ibu tersebut menjelaskan bahwa suaminya malu keluar rumah," ujar dr Nova, salahsatu petugas DMD dari Dinkes PALI, Rabu (7/3) ditemui saat di ruang UGD,RSUD Talang Ubi.

Setelah selesai melakukan program DMD, dikatakan dr Nova kemudian timnya menuju rumah yang bersangkutan.

"Saya kaget setelah melihat langsung kondisi pasien yang diketahui bernama Sarbani (34),setengah dari badannya dan muka pasien mengalami luka bakar, bahkan mata dan telinga sebelah kanan tidak berfungsi lagi. Lalu kami hubungi Kadinkes PALI untuk menindaklanjuti pasien itu," terangnya.

Mengetahui hal itu, Kadinkes PALI, dr H.Muzakir memerintahkan agar pasien tersebut segera di bawa ke RSUD Talang Ubi.

"Kemarin (Selasa, red) kami dapat laporan bahwa ada pasien dengan luka bakar serius butuh bantuan,maka saat itu juga kami perintahkan untuk segera dibawa ke rumah sakit, namun terkendala data diri pasien masih tercatat warga Banyuasin,karena pasien itu bekerja di perusahaan kebun karet diwilayah kabupaten itu. Tapi sekarang sudah punya KK PALI, karena memang pasien warga Desa Tambak, dan langsung kami bawa ke RSUD PALI," ujar dr Muzakir.

Dijelaskannya bahwa pasien disiram cuka para atau air keras karena hutang, lokasi kejadian ditempat pasien bekerja di wilayah Kabupaten Banyuasin empat bulan lalu. Kemudian pasien pulang ke kampungnya di desa Tambak, dan karena tidak ada biaya, pasien tidak berobat dan keluar rumah saja enggan karena malu. Pelaku penganiayaan menurut keluarga pasien sudah tertangkap di wilayah hukum Banyuasin.

"Kami bantu secara maksimal, agar pasien bisa sembuh atau minimal bisa lakukan aktivitasnya, seperti bisa makan sendiri atau yang lainnya. Biaya gratis karena menggunakan Jamkesmas, dan apabila diperlukan tindakan medis yang lebih lanjut, kami siap memfasiltasi dengan merujuk ke rumah sakit di Palembang," tandasnya. (marsindo)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts